Malam yang Lebih Panjang dari Seribu Mimpi

0
5 views

Pernahkah kau membayangkan
seribu bulan berlipat dalam satu malam?
Itulah dia, malam yang tak pernah menua.
Malam ketika Al-Qur’an pertama kali
turun menyapa bumi,
mengetuk hati seorang hamba di Gua Hira.

Ramadan selalu menyembunyikannya
di sepuluh malam terakhir.
Ia datang tanpa suara.
Tidak ada pawai, tidak ada gemuruh.
Namun malaikat turun beriringan,
membawa kedamaian yang lebih lembut
dari embun di ujung daun.

Pada malam seperti ini
doa-doa terasa lebih dekat ke langit.
Seolah Allah membuka pintu-Nya lebar-lebar
bagi siapa saja yang mengetuk.

Lailatul Qadar,
engkau seperti rahasia langit
yang hanya ditemukan o

leh mereka
yang setia terjaga di sajadah.

Jika suatu malam hatimu tiba-tiba lunak,
seperti kapas yang disentuh embun,
dan air mata jatuh tanpa sebab,
mungkin malam itu sedang lewat
di dekatmu.

Peganglah ia erat-erat.

Sebab satu malam di sisinya
lebih berharga dari seribu bulan kehidupan.
Dan di sanalah seorang hamba
pulang dengan satu bisikan pelan:

Ya Rabb, aku pulang.

Penulis: Delis
Editor: Frida