BerandaNEWSHAMAS Kembali Kritik Pemkab Serang, Desak 13 Tuntutan Segera Dituntaskan

HAMAS Kembali Kritik Pemkab Serang, Desak 13 Tuntutan Segera Dituntaskan

Serang, lpmsigma.com – Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dalam sesi evaluasi (taktikalan) pasca-aksi. Aksi ini merupakan lanjutan dari demontrasi jilid III pada tanggal 13 Oktober 2026 . Dua demonstran melakukan pengibaran bendera organisasi HAMAS sambil memutari kawasan Gedung Pendopo Kabupaten Serang, Rabu (14/10/2026).

Salah satu massa aksi dari HAMAS, sebut saja Cilung mengungkapkan persoalan yang dialami masyarakat saat ini, seolah-olah sengaja dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pemerintah daerah justru memanfaatkan penderitaan masyarakat demi melanggengkan kekuasaan dan kepentingan kelompok tertentu.

“Masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, masih banyak penindasan dan problematik yang terus dirawat dan dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Serang memanfaatkan kegelisahan dan penderitaan rakyat demi keberlangsungan kekuasaan dan kepentingan koleganya,” ujarnya.

Ia menyayangkan Ketidakmampuan Pemkab serang dalam memilah skala prioritas pembangunan, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia juga menyebut di tengah terbatasnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah justru terkesan melahirkan program yang tidak relevan bagi kebutuhan rakyat.

“Seharusnya Pemkab mampu memilah mana yang menjadi prioritas di Kabupaten Serang. Kalau PAD-nya sangat kecil, pemerintah harusnya cerdas menangani persoalan, bukan malah menghambur-hamburkan biaya untuk kepentingan yang tidak relevan demi kebutuhan masyarakat hari ini,” ungkapnya.

Ia juga mendesak agar Pemkab Serang segera menuntaskan 13 tuntutan utama yang diusung mahasiswa, mulai dari isu pendidikan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan, aturan jam operasional tambang, hingga praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di birokrasi. Ia bahkan menyuarakan desakan mundur, jika pimpinan daerah tak mampu menyelesaikannya.

Kalau memang bupati, wakil, serta seluruh jajaran eksekutif dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak bisa menyelesaikan persoalan, lebih baik turun dari jabatannya daripada kami hanya mengharapkan ilusi-ilusi yang selalu digaungkan,” tegasnya.

Selain itu ia menyoroti isu kerakyatan, menyampaikan kekecewaannya atas tindakan represif yang menimpa massa aksi dan jurnalis pada unjuk rasa sebelumnya. Ia mencatat sekitar 13 mahasiswa mengalami luka-luka, dengan lima di antaranya menderita luka parah.

“Ada kurang lebih 13 orang yang luka dari HAMAS, lima orang di antaranya luka parah. Tindakan represif itu juga dialami kawan-kawan jurnalis,” ungkapnya.

Cilung juga menyayangkan respons pimpinan daerah melalui Sekretaris Daerah (Sekda), atas amanat Wakil Bupati yang justru meminta mahasiswa memohon maaf terlebih dahulu kepada Bupati Serang. Menurutnya, permintaan tersebut tidak menunjukkan rasa empati dari pemerintah daerah terhadap para korban.

“Malah kita sebagai masyarakat yang disuruh minta maaf. Seharusnya pemerintah yang prihatin, kita ini sudah dipukulin dan menjadi korban, tapi tidak ada belas kasihan dari Pemkab. Kami sangat kecewa,” jelasnya.

Meski tidak ada respon, ia menegaskan HAMAS akan menyusun strategi lanjutan dan kembali menggelar aksi konsolidasi untuk mengawal tuntutan masyarakat. Setelah menyampaikan evaluasi tersebut, massa membubarkan diri.

Reporter: Rafie
Editor: Frida

- Advertisment -
Jasa Iklan SiGMA

BACA JUGA