BerandaNEWSMarching Band UIN Banten Dibentuk untuk Penunjang Event

Marching Band UIN Banten Dibentuk untuk Penunjang Event

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten membentuk unit marching band untuk menunjang berbagai kegiatan dan seremoni resmi kampus. Namun, rencana pembentukan unit tersebut mendapat sorotan Forum Silaturahmi UKM (FSU) karena minimnya sosialisasi dan belum jelasnya status kelembagaan, Senin (14/09/26).

Sekretaris Jenderal FSU, KaKa, mengatakan pihaknya baru mengetahui keberadaan marching band setelah pamflet open recruitment beredar. Ia menilai pembentukan unit tersebut perlu memperhatikan prosedur pendirian organisasi mahasiswa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keluarga Besar Mahasiswa (UUKBM).

“Terkait sosialisasi, sejauh ini tidak pernah ada. Kita tidak tahu kalau marching band itu ada sampai beredar pamflet open recruitment. Kami pertanyakan legalitas dan dasar hukumnya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan kebingungannya mengenai marching band ini, serta tidak tahu jika marching band akan beredar dan mempertanyakan legalitas dan dasar hukumnya.

“Terkait sosialisasi, sejauh ini tidak pernah ada. Kita tidak tahu kalau marching band itu ada sampai beredar pamflet open recruitment. Kami pertanyakan legalitas dan dasar hukumnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dedi Sunardi, menjelaskan bahwa marching band yang dibentuk saat ini bukan merupakan UKM maupun Unit Kegiatan Khusus (UKK). Menurutnya, unit tersebut dibentuk sebagai tim fungsional untuk menunjang kegiatan dan seremoni resmi kampus.

“Marching band ini tidak ada hubungannya dengan UKM untuk saat ini. Ini dibentuk karena ada kebutuhan kampus untuk event atau kegiatan tertentu, mirip seperti kebutuhan pelaksana penampil atau MC,” ujarnya.

Terkait pengadaan sarana dan prasarana, Dedi mengatakan seluruh peralatan marching band telah dibeli menggunakan anggaran tahun sebelumnya dan belum digunakan. Pihak kampus kemudian membuka _recruitment_ bagi mahasiswa yang berminat untuk memanfaatkan peralatan tersebut.

“Alat itu dibeli akhir tahun kemarin dan belum digunakan. Supaya tidak menjadi persoalan dan memberi kemanfaatan, maka kita membuka recruitment mahasiswa yang berminat untuk mengisi kegiatan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, status marching band untuk ke depannya masih belum ditentukan. Ia mengatakan pihak kampus masih mempertimbangkan, apakah unit tersebut akan diarahkan menjadi UKM mandiri atau tetap menjadi kelompok penampil untuk kegiatan kampus.

Menurutnya, keberadaan UKM pada dasarnya berkaitan dengan pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

“Walaupun ada UKM, sesuai minat bakat aja kan. Kepentingan UKM itu adalah pengembangan minat dan bakat, sesuai dengan nama organisasinya,” tutupnya.

Reporter: Rafie
Editor: Frida

- Advertisment -
Jasa Iklan SiGMA

BACA JUGA