BerandaNEWSAksi Kamisan Serang Desak Penuntasan Kasus HAM dan Ekologi Banten

Aksi Kamisan Serang Desak Penuntasan Kasus HAM dan Ekologi Banten

Serang, lpmsigma.com – Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banten bersama masyarakat menggelar Aksi Kamisan di Alun-alun Kota Serang, Kamis (10/09/26). Mereka membawa tiga tuntutan yang berkaitan dengan penuntasan kasus hak asasi manusia (HAM) dan persoalan lingkungan di Banten.

Tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:

1. Penuntasan kasus kematian aktivis HAM Munir.
2. Penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andri Yunus.
3. Mendesak Pemerintah menangani persoalan ekologi di Banten.

Koordinator lapangan aksi, Farid, mengatakan Aksi Kamisan merupakan hasil konsolidasi mahasiswa dan masyarakat yang akan terus digelar secara rutin setiap pekan. Menurutnya, aksi akan terus dilakukan hingga tuntutan yang disampaikan mendapat tindak lanjut dari negara.

“Kami tidak akan pernah berhenti sampai negara benar-benar membuktikan bahwa apa yang kita tuntut hari ini dipenuhi. Selagi itu belum dipenuhi, Aksi Kamisan akan terus kita gulirkan,” ujarnya.

Farid juga mengkritik penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus yang diproses melalui peradilan militer. Menurutnya, proses hukum terhadap pelaku seharusnya dilakukan melalui peradilan umum agar dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

“Seharusnya pelaku diadili di peradilan umum. Karena mereka diadili secara peradilan militer, akhirnya apa yang diputuskan tidak memuaskan masyarakat,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, peserta aksi dari elemen masyarakat, Zeki, mempertanyakan transparansi dalam penanganan kasus Andri Yunus. Ia menyebut berdasarkan data Tim Pencari Fakta (TPF), pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut lebih banyak dibandingkan dengan pihak yang telah diproses secara hukum.

“Pelakunya cuma empat yang ditampilkan di media. Namun, data Tim Pencari Fakta menunjukkan ada puluhan pelaku,” ungkapnya.

Selain persoalan HAM, Zeki menyoroti kondisi lingkungan di Banten yang dinilainya semakin memprihatinkan. Ia menyebut kualitas udara sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah, karena dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Masyarakat Banten sekarang sudah tidak mendapatkan udara yang segar, ada polusi yang salah satunya dampak dari Gunung Krakatau,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan pembenahan terhadap sistem penegakan hukum dan perlindungan warga agar masyarakat mendapatkan keadilan, serta ruang hidup yang layak.

“Harapannya negara bisa memperbaiki sistem. Sebab sistem yang ada sekarang bukan lagi melindungi masyarakat, tetapi justru menjadi alat untuk mengintimidasi,” pungkasnya.

Reporter: Lapina
Editor: Frida

- Advertisment -
Jasa Iklan SiGMA

BACA JUGA