Serang, lpmsigma.com – Aliansi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Serang Raya, mengadakan aksi demonstrasi tolak kekerasan terhadap pers di depan Gedung Bupati Negara Kota Serang dengan tuntutan memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang mengalami pengeroyokan pada saat liputan, Jum’at (22/08).
Engkos Kosasih, Ketua PWI Serang Raya, menjelaskan bahwa demostrasi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban rekan-rekan jurnalis yang mendapat intimidasi saat meliput di PT Genesis Regeneration Smelting Cikande.
“Sebetulnya aksi hari ini bentuk dari solidaritas kita terhadap rekan-rekan Jurnalis, yang menjadi korban intimidasi hingga pengeroyokan saat meliput di Kementerian Lingkungan Hidup sidak di pabrik PT Genesis Regeneration Smelting,” ujar Engkos.
Ia juga menambahkan, dari kejadian tersebut bahwa kebebasan pers masih belum mendapatkan keamanan saat liputan.
“Kita melihat kebebasan pers di Provinsi Banten ini belum dijunjung tinggi oleh semua pihak, terutama keamanan dari pemerintah. Pemerintah sendiri masih terlihat abai terhadap kebebasan pers dan hak wartawan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Hearofiatna, Kepala Dinas Kominfo, menanggapi aksi demonstrasi dan memberikan tanggapan terkait kejadian kekerasan yang dialami beberapa jurnalis.
“Kejadian kemarin saya secara pribadi dan pemerintah ikut prihatin karena di luar ekspektasi ada hal seperti itu. Tetapi tadi atas izin pak Sekda memang yang kemarin sudah dicabut izinnya, oknum-oknum itu sudah di laporkan ke Polda dan mudah-mudahan kedepannya kita bisa mengawal kebebasan Pers,” ujarnya.
Haerofiatna juga menekankan, kebebasan Pers harus dilakukan dengan etika yang baik dan tertib agar hal seperti ini tidak terulang kembali.
“Mudah-mudahan kedepan kita dari kominfo akan mengawal supaya tidak terjadi hal kemarin,” pungkasnya.
Reporter: Hida
Editor: Salma