Serang, lpmsigma.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) bertajuk ”Money Moves: Invest Today, Build Your Future” di Convention Hall Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Senin (08/09/26).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program edukasi keuangan yang diselenggarakan bersama OJK, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan digital beserta risiko yang menyertainya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menjelaskan bahwa Like It merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di berbagai daerah.
“Ini sebuah acara tahunan. Setiap tahun kita keliling bersama wakil dari LPS. Kemarin kami berbicara di depan peserta Jambore Nasional, kemudian juga hadir di Sekolah Rakyat di Bekasi,” ujarnya.
Dicky juga menyoroti tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Kemudahan akses melalui aplikasi dan telepon genggam membuat masyarakat semakin mudah menggunakan berbagai layanan keuangan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan masih berada di angka sekitar 69,50 persen.
“Literasinya masih sekitar 69,50 persen. Ada gap sekitar 25 persen. Gap ini belum tentu sama. Ada yang memahami perbankan, tetapi belum memahami asuransi, BPJS, kripto, dan masih banyak lagi. Ini yang menjadi tantangan,” sambungnya.
Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN SMH Banten, Indah, mengaku tertarik dengan materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terutama mengenai investasi.
“Kalau menurut saya, hal yang paling menarik itu saya suka soal keuangan, karena saya punya minat terkait investasi,” ujarnya.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut, Indah berencana lebih disiplin dalam mengelola keuangannya.
“Rencananya mau lebih sering nabung lagi sih, biar bisa investasi,” sambungnya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Alza, menilai mahasiswa perlu mulai memahami investasi dan pengelolaan keuangan sejak masih berada di bangku kuliah.
“Karena kalau nanti kita sudah kerja, itu akan berpengaruh untuk kita ke depannya, bagaimana kita bisa menyimpan uang dan bagaimana kita bisa menabung,” ujarnya.
Alza mengaku sebelumnya kurang tertarik pada investasi karena menganggap risikonya cukup tinggi. Namun, setelah mengikuti kegiatan Like It, pandangannya terhadap investasi mulai berubah.
“Awalnya aku kurang suka investasi karena risikonya sangat tinggi, tapi setelah mengikuti kegiatan ini, kayaknya investasi lebih baik untuk jangka panjang,” sambungnya.
Reporter: Erin
Editor: Frida
