Serang, lpmsigma.com – Aliansi Massa Untuk Keadilan (AMUK) menggelar kegiatan tukar suluh sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap masyarakat Cibetus, Padarincang, serta para tahanan politik (tapol), khususnya 12 tapol di Kota Serang. Kegiatan ini berlangsung di Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Minggu (29/03/26).
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari organisasi lintas kampus, masyarakat sipil, Amnesty International Indonesia, hingga Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar.
Kegiatan diisi dengan diskusi publik, lokakarya, pameran arsip, lapak kolektif, pentas kesenian, serta mimbar bebas. Aksi ini juga bertujuan memperkuat solidaritas terhadap masyarakat Cibetus Padarincang dan para tahanan politik pasca aksi demonstrasi Agustus lalu.
LBH Pijar, Rizal, mengatakan agenda utama kegiatan ini adalah, mengawal proses hukum terhadap para tahanan politik.
“Salah satu isu utama yang kami bahas adalah, proses peradilan terhadap 12 kawan tahanan politik,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan advokasi terhadap para tahanan politik, termasuk pada tahap prapersidangan.
“Kami juga akan mendiskusikan berbagai bentuk dukungan solidaritas, untuk mengawal proses persidangan kawan-kawan kami,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyerukan pentingnya konsistensi dalam memperjuangkan keadilan.
“Kami menyerukan kepada seluruh gerakan di Indonesia untuk terus menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kelestarian lingkungan,” ujar Usman.
Ia juga menegaskan, desakan pembebasan bagi para tahanan politik yang masih menjalani proses hukum.
“Khusus bagi mereka yang masih diadili, kami menyerukan agar mereka dibebaskan,” katanya.
Reporter: Ahmad
Editor: Indah



