BerandaNEWSDugaan Insentif Rp250 Juta Picu Gejolak Internal Dema-U

Dugaan Insentif Rp250 Juta Picu Gejolak Internal Dema-U

Serang, lpmsigma.com – Dugaan penerimaan insentif sebesar Rp250 juta oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BEM SI di Aceh pada 19-25 Oktober 2026 memicu gejolak di internal Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U).

Dugaan tersebut mencuat setelah akun Instagram internal Dema-U, @kemen_lhuinbanten26, mengunggah pernyataan, “Kalau ga bisa jadi malaikat, tolong jangan jadi setan!” Unggahan itu juga menampilkan foto uang yang dibungkus kertas cokelat dengan tulisan “BEM SI RB 250”. Namun, unggahan tersebut belum membuktikan adanya penerimaan dana oleh Presma.

Menanggapi unggahan tersebut, anggota Dema-U, Mupak, menyampaikan kekecewaannya atas dugaan aliran dana kepada Presma. Ia juga mempersoalkan keberangkatan Presma ke Aceh yang disebutnya tidak diinformasikan kepada anggota. Menurutnya, masih terdapat sejumlah program kerja yang harus diselesaikan serta persoalan utang materiil yang belum dituntaskan.

“Kami menerima info terkait adanya suntikan dana di dalam kegiatan tersebut. Keberangkatan Presma ke Aceh tidak ada informasi apa pun, dan masih banyak yang harus diurus,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (26/10/26).

Mupak menyebut, beredarnya unggahan tersebut turut memicu perpecahan di internal Dema-U.

“Dema-U, terbagi menjadi dua kubu,” tambahnya.

Ia berharap Dema-U tidak dijadikan sarana untuk memperkaya diri dan meminta agar jabatan dalam organisasi tidak dimanfaatkan demi kepentingan pribadi.

“Tolong jangan jadikan Dema-U ini untuk memperkaya diri dan memanfaatkan jabatannya untuk memperluas relasi diri sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Presma UIN SMH Banten, Syahid, membantah dugaan penerimaan aliran dana tersebut. Ia menegaskan bahwa isu yang beredar tidak benar.

“Yang pasti, isu tentang aliran dana ke saya itu sangat tidak benar,” tanggapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (23/10/26).

Syahid juga menyatakan tidak mengetahui soal uang yang ditampilkan dalam unggahan tersebut. Menurutnya, unggahan itu tidak menunjukkan bukti bahwa uang tersebut mengalir kepadanya secara pribadi.

“Saya tidak mengetahui soal uang tersebut, dan apa yang diposting juga tidak menunjukkan bukti bahwa uangnya mengalir ke saya pribadi,” jelasnya.

Tim LPM SiGMA turut menanyakan asal dana yang dimaksud kepada Syahid. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pertanyaan tersebut belum mendapat jawaban.

Di sisi lain, Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U), Taosyekh Nawawi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi Dema-U untuk membahas persoalan tersebut. Sebagai lembaga pengawas Dema-U, Sema-U berencana mengadakan rapat bersama untuk membicarakan penyelesaiannya.

“Kami sudah menghubungi Dema-U, terkait penyelesaiannya akan diadakan rapat bersama,” katanya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (25/10/26).

Taosyekh menambahkan, rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Reporter: Ahmad

Editor: Indah

- Advertisment -
Jasa Iklan SiGMA

BACA JUGA