Geliat Ekonomi di Balik Riuhnya Wisuda UIN Banten

0
9 views
Sumber foto: Diroya

Serang, lpmsigma.com – Aroma bunga dan makanan menyebar di sepanjang jalan menuju gerbang utama Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sejak pagi, trotoar sudah dipadati pengunjung. Ruang yang biasanya dilalui mahasiswa kini dipenuhi pedagang dan keluarga wisudawan, Sabtu (11/04/26).

Hari wisuda bukan hanya menjadi momen kelulusan. Bagi pedagang kaki lima dan penyedia jasa musiman, momen ini juga menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.

Di sisi trotoar, Tia tampak merapikan buket bunga dan boneka toga. Ia datang sejak dini hari untuk menyiapkan dagangannya.

“Saya datang ke sini sekitar pukul empat sebelum azan subuh.”

Ia tetap melayani pembeli yang datang bergantian sejak pagi.

“Omzet saat wisuda lebih besar. Kalau hari biasa, yang laku hanya beberapa.”

Pihak kampus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan selama prosesi wisuda. Hal ini turut mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kampus.

IMG 20260411 WA0049
Suasana di studio foto gedung Pusgiwa

Di Gedung Pusgiwa lantai satu, sebuah studio foto dipadati pengunjung. Rida terlihat mengatur posisi dan pencahayaan sambil melayani antrean.

“Sekarang banyak kompetitor. Dulu kami satu-satunya yang memakai latar estetik.”

Keramaian terlihat di berbagai titik. Penjual minuman, penyedia jasa sewa toga, hingga pedagang cendol melayani pengunjung yang datang silih berganti.

Namun, tidak semua pelaku usaha merasakan peningkatan. Di kantin Pusgiwa, suasana terlihat lebih sepi dari biasanya. Ririn memperhatikan kondisi tersebut sambil menunggu pembeli.

“Kalau wisuda, terasa sepi. Tapi saat mahasiswa masuk, bisa ramai sampai kehabisan.”

Menjelang sore, keramaian mulai berkurang. Para wisudawan meninggalkan kampus, sementara pedagang merapikan lapak dan menghitung hasil penjualan.

Di balik perayaan ini, terdapat aktivitas ekonomi yang terus berjalan. Wisuda tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga memberi dampak bagi pelaku usaha di sekitar kampus.

Reporter: Diroya
Editor: Frida