Sunnah Berbuka dengan Kurma dan Manfaat Kesehatannya

0
8 views

Ramadan identik dengan meja penuh makanan. Gorengan ada, es manis ada, yang viral-viral juga ikut meramaikan.

Tapi di antara semua itu, ada satu yang sederhana, yaitu kurma.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa Rasulullah biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, beliau makan kurma kering. Dan jika tidak ada juga, beliau cukup minum air. Riwayat ini bisa ditemukan dalam Sunan Abu Dawud dan Jami’ at-Tirmidzi.

Kelihatannya begitu sederhana. Tapi ternyata masuk akal juga, jika dilihat dari sisi kesehatan.

Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh kita sebenarnya nggak siap langsung “dihantam” makanan berat. Lambung kosong, gula darah turun. Yang dibutuhkan itu sesuatu yang ringan, tapi bisa secara cepat mengembalikan energi.

Berdasarkan data komposisi pangan dari United States Department of Agriculture (USDA), kandungan karbohidrat dalam kurma didominasi oleh gula alami seperti glukosa dan fruktosa, yang relatif lebih cepat dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi.

Selain manis, kurma juga mengandung serat dan mineral seperti kalium. Itu membantu tubuh beradaptasi lagi setelah puasa seharian.

Kalau kurma nggak ada? Air mineral tetap pilihan paling aman. Yang paling terpenting, jangan langsung berlebihan di awal.

Akhirnya, sunnah ini bukan cuma hanya sekadar tradisi. Ada hikmah yang terasa sederhana, tapi logis. Kadang yang paling baik memang bukan yang paling ramai di meja, tapi yang paling tepat untuk tubuh.

Penulis: Umi
Editor: Ayunda