Demokrasi Lesu, Minimnya Partisipasi dan Aklamasi Kian Mendominasi

0
35 views

Tim riset Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM SiGMA meneliti data Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) 2026. Hasilnya, partisipasi mahasiswa dalam menggunakan hak pilih masih tergolong rendah.

Dari total DPT pada tingkat Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) sebanyak 10.060 mahasiswa, hanya 1.667 suara yang masuk atau sekitar 17,26 persen. Perbandingan ini menunjukkan kesenjangan yang cukup besar antara jumlah pemilih terdaftar dan partisipasi aktual mahasiswa.

Di sisi lain, fenomena aklamasi juga ditemukan dalam proses pemilihan. Banyak posisi kepemimpinan terisi tanpa persaingan, yang mengindikasikan rendahnya kompetisi dalam kontestasi. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam demokrasi kampus masih belum optimal.

Total DPT tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 di hampir seluruh fakultas.

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang sebelumnya mencapai 3.081 mahasiswa, turun menjadi 2.894. Fakultas Syari’ah juga mengalami penurunan dari 2.129 menjadi 1.706, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dari 2.022 menjadi 1.586. Penurunan serupa terjadi di Fakultas Dakwah (FADA) dari 1.896 menjadi 1.582, serta Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) dari 1.896 menjadi 1.576.

Sementara itu, Fakultas Sains menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan jumlah DPT, dari 626 menjadi 716. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan jumlah pemilih terdaftar di hampir seluruh fakultas pada tahun 2026.

Sejalan dengan penurunan tersebut, perolehan suara pada tingkat Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) tahun 2026 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025.

Fakultas dengan perolehan suara terbanyak berasal dari Fakultas Syari’ah dengan total 556 suara, menurun dari sebelumnya 911 suara. Disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan 394 suara dari sebelumnya 640 suara, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan 357 suara dari sebelumnya 1.494 suara.

Penurunan juga terjadi di Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) dengan 197 suara dari sebelumnya 587 suara, serta Fakultas Dakwah (FADA) dengan 124 suara dari sebelumnya 731 suara.

Sementara itu, partisipasi terendah diperoleh dari Fakultas Sains yang hanya mencatat 3 suara, turun drastis dari sebelumnya 102 suara. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan partisipasi antar fakultas.

Di sisi lain, aklamasi terus mendominasi Pemilihan Umum Mahasiswa tahun ini. Banyak posisi kepemimpinan di fakultas dan program studi diambil tanpa proses persaingan. Jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah aklamasi pada tingkat DEMA Fakultas mengalami peningkatan.

Pada tahun 2025, aklamasi terjadi di Fakultas Sains dan FEBI, sedangkan pada tahun 2026 meningkat menjadi empat fakultas, yaitu FUDA, FADA, FTK, dan Fakultas Sains. Peningkatan ini menunjukkan minimnya jumlah kandidat dalam pemilihan.

Secara keseluruhan, rendahnya partisipasi suara mahasiswa yang diiringi dengan tingginya aklamasi menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam demokrasi kampus masih rendah. Kondisi ini menjadi catatan penting untuk mendorong kesadaran mahasiswa agar lebih aktif sebagai pemilih maupun calon pemimpin di masa depan.