Serang, lpmsigma.com – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten 2026 resmi dibuka melalui sidang senat terbuka dengan diikuti 2.210 mahasiswa baru. Pembukaan tersebut mengusung tema “Kokoh Spiritual, Unggul Intelektual, Beraksi Profesional, Berdaya Saing Global” dan menjadi inovasi yang masih dalam tahap uji coba, Rabu (02/09/26).
Ketua Pelaksana PBAK 2026, Dede, mengatakan pembukaan melalui sidang senat terbuka bertujuan memberikan prosesi penyambutan yang resmi bagi mahasiswa baru, sebagaimana mahasiswa dinobatkan melalui sidang senat ketika menyelesaikan studi.
“Salah satu inovasi pada PBAK 2026 adalah dibuka dalam forum sidang senat terbuka. Jika saat lulus mahasiswa dinobatkan dalam sidang senat, kenapa saat masuk tidak diterima secara resmi dalam sidang senat juga,” ujarnya.
Menurutnya, konsep tersebut juga diterapkan untuk membangun suasana pembukaan yang lebih sakral dan berwibawa sehingga dapat memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa baru.
“Alasan lain adalah untuk membangun suasana pembukaan PBAK yang lebih sakral, syahdu, dan berwibawa. Itu secara psikologis akan membentuk suatu kekaguman pada diri mahasiswa baru,” tambahnya.
Dede menjelaskan penerapan konsep sidang senat terbuka pada PBAK mendatang masih bergantung pada hasil evaluasi. Jika dinilai efektif, konsep tersebut akan dipertimbangkan untuk ditetapkan sebagai kebijakan universitas.
“Sebagai sebuah inovasi, tentu nanti akan ada evaluasi. Jika ini dianggap efektif, akan kita lanjutkan sehingga menjadi kebijakan universitas. Nanti ada yang akan ditingkatkan jadi dokumen resmi tentang sidang-sidangnya. Sekarang kan belum sampai ke situ, karena sekarang ini kita masih uji coba,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ishom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa UIN Banten memiliki keunggulan akademik melalui integrasi ilmu keagamaan dan ilmu umum yang diterapkan di tujuh fakultas.
“Mahasiswa UIN Banten memiliki keistimewaan tersendiri di bidang akademik karena kita mengintegrasikan ilmu keagamaan dengan ilmu umum demi menuju target kampus unggul dan bertaraf internasional pada 2045,” ungkapnya.
Ishom berharap seluruh 2.210 mahasiswa baru yang mengikuti PBAK tahun ini dapat menyelesaikan studi hingga lulus tanpa mengalami putus kuliah.
“Kalau sekarang masuk 2.210 mahasiswa, maka saya berharap kepada Allah agar besok yang lulus juga harus sama jumlahnya. Artinya tidak ada yang rontok dan tidak ada yang putus kuliah,” tutupnya.
Penulis: Irma
Editor: Frida
