BerandaSastraBerlalu Tanpa Kepastian, Impian Lapuk dalam Penantian

Berlalu Tanpa Kepastian, Impian Lapuk dalam Penantian

Di sudut kampus yang ramai oleh harapan,
ada bangunan yang tak kunjung diselesaikan.
Katanya, kelak ia menjadi tempat bersujud,
tempat lelah dan doa saling bertaut.

Tiang-tiangnya masih berdiri di tempat semula,
menjadi saksi waktu yang terus berganti rupa.
Permohonan bantuan berkali-kali disampaikan,
Menyisa impian yang lapul dalam penantian.

Hari berganti, semester pun berlalu,
mahasiswa datang dan pergi silih berganti.
Namun, bangunan itu masih menunggu,
sementara kepastian tak kunjung menghampiri.

Ilalang tumbuh di antara lantai yang terbuka,
seolah lebih dulu menetap daripada mereka
yang kelak ingin datang membawa doa.
Di sana, sebuah harapan dibiarkan menua,
tanpa tahu kapan akan menjadi nyata.

Kami tak meminta bangunan yang megah,
tak pula janji yang terdengar indah.
Hanya ingin tempat itu benar-benar berdiri,
bukan sekadar rangka yang bertahan hari demi hari.

Sebab kampus bukan hanya ruang untuk berpikir,
ada hati yang juga membutuhkan tempat untuk berzikir.
Dan sampai hari ini, di antara tiang dan ilalang,
kami masih menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.

Penulis: Ahmad
Editor: Indah

- Advertisment -
Jasa Iklan SiGMA

BACA JUGA