Serang, lpmsigma.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar aksi unjuk rasa di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Rabu (17/06/26). Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan krusial, mulai dari penolakan kenaikan harga BBM non-subsidi hingga desakan pengusutan tuntas kasus korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam aksi tersebut, massa berfokus pada isu penyelamatan ekonomi rakyat dan kebebasan sipil, yang meliputi stabilitas nilai tukar rupiah, pembatalan kenaikan harga Pertamax, pengusutan kasus korupsi Kepala BGN, pencabutan pasal bermasalah dalam UU Polri dan TNI, penghentian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai represif, serta penghentian kriminalisasi terhadap aktivis.
Ketua Senat Mahasiswa UIN Banten (Sema-U), Nawawi, menegaskan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 menjadi salah satu pemicu mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi.
“Kebijakan pemerintah selalu dibalut seolah-olah menyejahterakan rakyat. Namun, jika melihat kondisi ekonomi saat ini, rupiah sempat menyentuh Rp18.000. Itu menandakan Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun aksi ini digelar di Serang, sasaran utama penyampaian aspirasi ditujukan kepada Presiden sebagai pemegang kebijakan pusat. Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya mewakili mahasiswa, tetapi turut melibatkan masyarakat umum.
“Walaupun berasal dari elemen mahasiswa, kami mengajak masyarakat dan pemuda untuk terlibat. Tujuan kami jelas ditujukan kepada Presiden, karena ini merupakan program nasional dan keputusan pemerintah pusat,” tambahnya.
Koordinator Lapangan perwakilan Fakultas Dakwah, Fatur, menegaskan bahwa aksi ini merupakan awal dari rangkaian perjuangan yang lebih panjang. Ia menyatakan, apabila pemerintah tidak memberikan respons, mahasiswa siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Ini baru permulaan, bukan akhir dari tuntutan kami. Jika pemerintah tidak merespons, kami akan menggelar aksi dengan gelombang massa yang lebih besar dan lebih masif,” ungkapnya.
Reporter: Irma
Editor: Indah
