Usai Penangkapan Aktivis FSOE, Teman Dekatnya Mengaku Diteror

0
31 views

Serang, lpmsigma.com – Caca, teman dekat Alif selaku Koordinator Umum Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, mengaku menerima berbagai bentuk teror. Teror itu disebut mulai muncul setelah penangkapan Alif, pasca demonstrasi pada Agustus lalu.

Caca mengungkapkan bahwa teror pertama yang dialaminya datang melalui pesan langsung di Instagram dari akun yang diduga palsu.

Pada 5 Januari 2026, ia menerima kiriman berita mengenai penangkapan seorang mahasiswa dari akun tersebut.

Pesan serupa kembali diterima pada 27 Februari 2026. Akun yang sama mengirim unggahan terkait aktivis yang ditangkap.

Teror kembali terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 21.14. Setelah Caca mengunggah snap Instagram, akun tersebut mengirim pesan bernada hinaan. “Anarkisme dibela, be smart nggak malu? Cantik-cantik dongo,” tulis pesan dari akun tersebut.

Selain itu, ia juga mendapati sejumlah akun palsu kerap melihat snap Instagram miliknya. Salah satunya akun @politik.paripurna yang memuat foto-foto tentara, namun hanya memiliki dua pengikut. Akun tersebut terpantau melihat unggahannya pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 18.02.

Tak hanya melalui media sosial, Caca mengaku pernah mengalami intimidasi secara langsung di lingkungan kampus.

Ia menceritakan kejadian itu terjadi saat berada di kantin Pusgiwa seorang diri untuk membeli makanan sekaligus memfotokopi. Saat melintas di tangga, ia melihat sekelompok mahasiswa laki-laki bergerombol dengan atribut rantai. Dalam situasi itu, ia mengaku sempat dihadang dan dituduh sebagai “anarkisme”.

“Waktu itu saya pergi ke Pusgiwa sendiri, Kang, untuk beli makan sekaligus fotokopi. Di tangga ada anak-anak cowok bergerombol dengan outfit rantai-rantai. Lalu saya dihadang dan dibilang anarkisme,” ujarnya.

Pengalaman serupa, kata dia, kembali terjadi di tangga Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) ketika ia hendak pulang seorang diri.

Menurutnya, seseorang kembali menyebut dirinya “anarkis” meski tidak mengenalnya. Caca mengaku memilih tidak menanggapi karena merasa tidak nyaman.

“Pas di tangga FTK yang biasanya banyak anak cowok, waktu itu kebetulan saya mau pulang sendirian. Tiba-tiba ada yang bilang anarkis, padahal mereka sama sekali tidak kenal juga dengan saya,” tambahnya.

Reporter: Ahmad
Editor: Indah