BerandaSuara MahasiswapuisiWanita Penuh Tanda Tanya

Wanita Penuh Tanda Tanya

Deru nafasnya bersambung dengan Tuhan

Si wanita penuh tanda tanya malu-malu mengikrarkan cinta

Tak ada waktu semanis kurma di halaman rumah

Nama-nama dikayuhnya lalu meneteslah dengan deras air mata

 Hai wanita penuh tanda tanya!

Penanggalan terus menua

Uban-uban di kepala menyaksikan putih keriputmu sebagai ibu

Hai wanita penuh tanda tanya

Jikalau sungai Nil adalah bahagiamu

Maka aku akan terus mengalir ke awan untuk kembali jatuh di sungaimu.

Penulis: Faisal

- Advertisment -

BACA JUGA