Beranda blog Halaman 2

SiGMA Siapkan MOS sebagai Langkah Awal Cetak Jurnalis Muda

0

Menjelang pelaksanaan Masa Orientasi Organisasi (MOS), panitia Lembaga Pers Mahasiswa Sarana Informasi Gema Mahasiswa (LPM SiGMA) mulai mematangkan berbagai persiapan guna memastikan kegiatan berjalan optimal dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta. Persiapan tersebut meliputi penyusunan konsep acara, pembagian tugas, serta koordinasi teknis yang dilakukan secara terencana.

Persiapan ini tidak hanya berfokus pada kelancaran kegiatan, tetapi juga pada bagaimana MOS mampu menjadi ruang pembelajaran yang bermakna. Dalam prosesnya, panitia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan waktu hingga kesiapan teknis. Namun, dinamika tersebut justru memperkuat kerja sama tim serta tanggung jawab setiap anggota.

Melalui kegiatan MOS ini, peserta akan diperkenalkan dengan LPM SiGMA sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang jurnalistik, pemberitaan, dan broadcasting. Pengenalan ini mencakup sistem kerja organisasi sekaligus peran SiGMA dalam menyampaikan informasi di lingkungan kampus serta masyarakat.

Sebagai wadah pengembangan mahasiswa, LPM SiGMA memberikan ruang bagi anggotanya untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, serta mengolah informasi secara bertanggung jawab. Selain itu, SiGMA juga berkontribusi dalam membangun budaya kampus yang informatif, terbuka, dan demokratis melalui berbagai produk jurnalistik.

Dalam menjalankan fungsinya, LPM SiGMA memiliki beberapa divisi yang saling mendukung.

1. Divisi Redaksi bertugas mengelola dan menyajikan pemberitaan, baik dalam bentuk cetak maupun media daring.

2. Divisi Broadcasting berfokus pada pengembangan konten audio dan audiovisual seperti podcast, talkshow, dan program informatif lainnya.

3. Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya melalui pelatihan, riset, dan kajian ilmiah.

4. Divisi Public Relation bertugas menjembatani komunikasi dengan publik serta membangun kerja sama.

5. Sementara itu, Divisi Produksi berperan dalam mendukung aspek teknis, mulai dari pengambilan gambar, proses editing, hingga desain grafis untuk publikasi konten.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, MOS LPM SiGMA diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan organisasi semata, melainkan mampu memberikan kesan awal yang positif bagi peserta.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berproses menjadi insan pers kampus yang kritis, kreatif, dan berintegritas.

Oleh karena itu, tunggu apa lagi? ayo bergabung dengan LPM SiGMA dan jadi bagian dari ruang yang memberi kamu kesempatan untuk belajar, mencoba hal baru, serta mengembangkan potensi diri. Di sini, Teman-teman bisa mengekpresikannya dengan suara, tulisan, berkarya, dan tumbuh bersama, lho.

Penulis: Frida
Editor: Indah

Aktif Berorganisasi Tak Halangi Mahasiswa UIN Banten Lulus Tepat Waktu

0

Serang, lpmsigma.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten berhasil lulus tepat waktu meski aktif dalam berbagai organisasi kampus pada pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-42 dan Pascasarjana ke-28, Sabtu (11/04/26).

Utari Nurhaliza, wisudawan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah. Ia lulus tepat waktu melalui jalur publikasi jurnal dan aktif dalam organisasi selama masa perkuliahan. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Riset Mahasiswa (PRIMA).

Utari menegaskan bahwa, keaktifan dalam organisasi bukan menjadi hambatan dalam pencapaian akademik. Menurutnya, hal tersebut bergantung pada kemampuan individu dalam mengelola waktu.

“Bagi saya, mengikuti organisasi tidak menjadi halangan dalam akademik. Semua kembali pada pribadi masing-masing, bagaimana mampu memanajemen waktu agar seimbang antara organisasi dan akademik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa lulus tepat waktu telah menjadi target sejak awal perkuliahan. Ia membagi waktu dengan mengikuti kegiatan organisasi pada sore hingga malam hari, kemudian melanjutkan penulisan jurnal pada malam hari, maupun saat waktu senggang.

“Sejak awal perkuliahan, saya sudah menargetkan lulus tepat waktu sebagai prioritas utama. Biasanya saya mengikuti rapat UKM dari sore hingga malam, kemudian dilanjutkan mengerjakan jurnal. Saat ada waktu senggang, saya manfaatkan untuk fokus menulis karena sudah memiliki target yang harus dicapai,” tambahnya.

Selain itu, Neneng Roiyatul, wisudawan program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), juga berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu, meski aktif dalam organisasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ummul Fikroh, Forum Keluarga Besar Mahasiswa (FKBM) KIP-K dan juga pernah menjadi duta program studi hingga tingkat universitas. ia dijadwalkan menjalani sidang, pada semester delapan melalui publikasi jurnal yang telah terbit, pada awal Januari tahun ini.

Neneng menilai bahwa disiplin menjadi kunci utama untuk lulus tepat waktu. Ia juga menyebutkan bahwa, keaktifan dalam organisasi dapat memberikan dampak positif, selama mahasiswa mampu menjaga konsistensi dan komitmen akademik.

“Selama perkuliahan, saya berusaha disiplin, tidak menunda tugas, dan aktif bertanya. Saat aktif di organisasi, saya belajar membuat prioritas antara kuliah dan kegiatan. Menurut saya, organisasi bukan penghambat, justru membantu berkembang. Kuncinya konsisten pada target dan menjaga komitmen akademik,” ujarnya.

Ia juga berpesan, agar mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik, serta berani membatasi diri ketika tanggung jawab sudah terlalu banyak.

“Untuk manajemen waktu, saya membuat jadwal dan tetap memprioritaskan kuliah. Saya juga membiasakan diri mengerjakan tugas lebih awal agar tidak menumpuk. Penting untuk disiplin, tidak menunda, dan berani mengatakan ‘tidak’ jika tanggung jawab sudah terlalu banyak,” pungkasnya.

Reporter: Irma
Editor: Frida

Orang Tua Keluhkan Keterbatasan Fasilitas pada Wisuda UIN SMH Banten

0
Sumber foto: Delis

Serang, lpmsigma.com – Pelaksanaan wisuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menuai keluhan dari orang tua wisudawan terkait fasilitas pendukung yang dinilai belum memadai. Keluhan tersebut meliputi keterbatasan mushola, minimnya petunjuk arah toilet, serta penataan pedagang yang kurang tertib, Sabtu (11/04/26).

Salah satu wali wisudawan, Soedikin, asal Kronjo, Tangerang, mengungkapkan bahwa meskipun acara berlangsung lancar, masih terdapat sejumlah kendala yang dirasakan oleh para tamu.

“Musholanya terlalu kecil dan kurang memadai. Seharusnya tidak hanya satu, tetapi juga disediakan di beberapa titik, termasuk di bagian belakang,” ujarnya.

Ia juga mengaku kesulitan menemukan fasilitas toilet karena tidak adanya penunjuk arah yang jelas.

“Saya sempat kebingungan mencari toilet. Padahal di dekat sini ada, tetapi tidak ada petunjuk arah,” tuturnya.

Selain itu, ia menilai penataan pedagang belum terorganisasi dengan baik sehingga mengganggu kenyamanan tamu undangan.

“Pedagang seharusnya ditempatkan di area khusus. Jangan bercampur dengan tempat tunggu orang tua. Perlu ada pengaturan yang lebih tegas dari pihak keamanan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, petugas satuan pengamanan (Satpam) UIN SMH Banten, Fungki, menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan karena masjid utama kampus masih dalam tahap pembangunan.

“Untuk sementara, kami memanfaatkan mushola yang ada di sekitar area kampus, termasuk di beberapa titik seperti bawah gedung dan sekitar bunderan dekat masjid,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, pengamanan telah diatur semaksimal mungkin, meskipun jumlah personel disesuaikan dengan kebutuhan acara. Terkait kemacetan yang terjadi, menurutnya kondisi tersebut masih dalam batas wajar, mengingat wisuda merupakan agenda tahunan.

“Ini acara setahun sekali, jadi peningkatan volume kendaraan memang tidak bisa dihindari. Yang terpenting, arus tetap bisa dikendalikan hingga semua tamu kembali dengan aman,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berharap adanya perbaikan secara bertahap, baik dari sisi fasilitas maupun manajemen pelaksanaan acara.

“Kami berharap setiap tahun ada peningkatan. Walaupun tidak instan, setidaknya ada pembenahan, baik dalam pengaturan lalu lintas, fasilitas, maupun kenyamanan lingkungan,” tutupnya.

Reporter: Delis
Editor: Frida

Geliat Ekonomi di Balik Riuhnya Wisuda UIN Banten

0
Sumber foto: Diroya

Serang, lpmsigma.com – Aroma bunga dan makanan menyebar di sepanjang jalan menuju gerbang utama Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sejak pagi, trotoar sudah dipadati pengunjung. Ruang yang biasanya dilalui mahasiswa kini dipenuhi pedagang dan keluarga wisudawan, Sabtu (11/04/26).

Hari wisuda bukan hanya menjadi momen kelulusan. Bagi pedagang kaki lima dan penyedia jasa musiman, momen ini juga menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.

Di sisi trotoar, Tia tampak merapikan buket bunga dan boneka toga. Ia datang sejak dini hari untuk menyiapkan dagangannya.

“Saya datang ke sini sekitar pukul empat sebelum azan subuh.”

Ia tetap melayani pembeli yang datang bergantian sejak pagi.

“Omzet saat wisuda lebih besar. Kalau hari biasa, yang laku hanya beberapa.”

Pihak kampus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan selama prosesi wisuda. Hal ini turut mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kampus.

IMG 20260411 WA0049
Suasana di studio foto gedung Pusgiwa

Di Gedung Pusgiwa lantai satu, sebuah studio foto dipadati pengunjung. Rida terlihat mengatur posisi dan pencahayaan sambil melayani antrean.

“Sekarang banyak kompetitor. Dulu kami satu-satunya yang memakai latar estetik.”

Keramaian terlihat di berbagai titik. Penjual minuman, penyedia jasa sewa toga, hingga pedagang cendol melayani pengunjung yang datang silih berganti.

Namun, tidak semua pelaku usaha merasakan peningkatan. Di kantin Pusgiwa, suasana terlihat lebih sepi dari biasanya. Ririn memperhatikan kondisi tersebut sambil menunggu pembeli.

“Kalau wisuda, terasa sepi. Tapi saat mahasiswa masuk, bisa ramai sampai kehabisan.”

Menjelang sore, keramaian mulai berkurang. Para wisudawan meninggalkan kampus, sementara pedagang merapikan lapak dan menghitung hasil penjualan.

Di balik perayaan ini, terdapat aktivitas ekonomi yang terus berjalan. Wisuda tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga memberi dampak bagi pelaku usaha di sekitar kampus.

Reporter: Diroya
Editor: Frida

Wisuda Gelombang I 2026 UIN Banten Tetapkan 8 Wisudawan Terbaik

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali menggelar wisuda dengan menetapkan delapan wisudawan terbaik dari total 750 lulusan. Jumlah tersebut terdiri atas wisuda Sarjana ke-42 dan Pascasarjana ke-28 yang berlangsung di Convention Center Hall lantai 2, Sabtu (11/04/26).

Pada wisuda gelombang pertama ini, salah satu wisudawan terbaik berasal dari Program Studi Pemberdayaan Masyarakat Islam (PMI), Dina Dzahabiyyati Ulumiah, yang meraih predikat Hasanuddin Muda dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.

Dina mengungkapkan bahwa, motivasinya selama menempuh pendidikan adalah, menjadikan kuliah sebagai investasi jangka panjang.

“Kita harus percaya bahwa kuliah merupakan investasi jangka panjang. Kuliah adalah sebuah privilege, karena kita memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kita harus selalu semangat dalam belajar,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan menyusun strategi, serta memahami lingkungan akademik.

“Yang pertama, kita harus memiliki perencanaan dan mampu menganalisis lingkungan kampus, seperti memahami karakter dosen, pola belajar teman, hingga ritme akademik,” tambahnya.

Di sisi lain, wisudawan terbaik lainnya, Tubagus Miftahul Agnia Khoiron dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), turut membagikan kesannya selama menempuh pendidikan.

“Selama masa kuliah, mulai dari diskusi di kelas hingga bimbingan dengan dosen, semuanya sangat bermanfaat bagi saya dan akan berarti ke depannya,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, agar tetap semangat dalam menyelesaikan studinya.

“Semangat untuk yang sedang mengerjakan skripsi. Jangan lupa berdoa dan berusaha, insyaallah prosesnya akan berjalan dengan lancar,” tutupnya.

Adapun daftar wisudawan terbaik, dengan predikat pujian terdiri atas lulusan sarjana dan pascasarjana sebagai berikut:

Pascasarjana:

1. Nurdin Rivaldy, Manajemen Pendidikan Islam (S3), dengan IPK 3,92

2. Syahidul Ihya, Manajemen Pendidikan Islam (S2), dengan IPK 3,96

Sarjana:

1. Tubagus Miftahul Agnia Khoiron, Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan IPK 3,84

2. Alwina Nasta Sulaeman, Hukum Tata Negara (HTN), dengan IPK 3,81

3. Dalilah Tausiyah, Sejarah Pendidikan Islam (SPI), dengan IPK 3,83

4. Dina Dzahabiyyati Ulumiah, Pemberdayaan Masyarakat Islam (PMI), dengan IPK 3,90

5. Darin Putri Syifa, Asuransi Syariah (AS), dengan IPK 3,77

6. Siti Mulyani, Biologi, dengan IPK 3,83

Reporter: Hida
Editor: Frida

Kampus Islam, Masjidnya Di Mana?

0

Sejak awal sejarah Islam, ilmu pengetahuan hampir selalu tumbuh beriringan dengan masjid. Tempat ibadah tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga ruang belajar, berdiskusi, dan membentuk karakter. Karena itu, ketika sebuah kampus berkembang tanpa kehadiran masjid yang memadai, muncul pertanyaan tentang bagaimana ruang spiritual ditempatkan dalam kehidupan akademik.

Situasi ini terlihat di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Aktivitas mahasiswa kini lebih banyak berlangsung di kawasan kampus dua. Gedung perkuliahan, ruang organisasi, dan berbagai kegiatan akademik terpusat di sana. Namun kawasan tersebut belum memiliki masjid utama yang dapat menampung kebutuhan ibadah sivitas akademika.

Ketiadaan masjid di pusat aktivitas mahasiswa bukan sekadar persoalan fasilitas. Hal ini berkaitan dengan hadir atau tidaknya ruang spiritual dalam kehidupan kampus. Dalam tradisi Islam, pendidikan tidak hanya berorientasi pada ilmu, tetapi juga pada pembentukan etika dan kesadaran moral.

Sejarah pendidikan Islam menunjukkan bahwa banyak lembaga keilmuan lahir dari lingkungan masjid. Al-Azhar di Kairo, misalnya, berawal dari masjid yang kemudian berkembang menjadi pusat pembelajaran Islam berpengaruh. Tradisi serupa juga terlihat pada al-Qarawiyyin di Maroko yang tumbuh dari masjid dan menjadi pusat kegiatan ilmiah masyarakat.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa masjid bukan sekadar bangunan tambahan. Masjid menjadi ruang yang mempertemukan aktivitas akademik dengan kehidupan spiritual. Dari interaksi di ruang itulah lahir tradisi diskusi, pertukaran gagasan, dan pembentukan karakter.

Di lingkungan kampus, masjid juga berfungsi sebagai ruang sosial. Mahasiswa dapat berdiskusi setelah salat, merancang kegiatan organisasi, atau sekadar bertukar pikiran. Percakapan sederhana semacam itu sering melahirkan ide yang berkembang menjadi gerakan intelektual.

Tanpa masjid, kampus berpotensi kehilangan titik berkumpul yang menjadi identitas spiritual bersama. Mahasiswa memang tetap dapat beribadah di tempat lain, tetapi tidak memiliki ruang yang menyatukan kehidupan akademik dan spiritual dalam satu lingkungan.

Dalam konteks ini, keberadaan masjid di kawasan kampus dua menjadi kebutuhan yang semakin terasa. Ketika sebagian besar aktivitas mahasiswa berlangsung di sana, ruang ibadah yang memadai seharusnya ikut hadir di tengah kehidupan kampus.

Pada akhirnya, kampus Islam tidak hanya diukur dari jumlah gedung dan fasilitas akademiknya. Kampus juga dinilai dari bagaimana nilai-nilai spiritual hidup di dalamnya. Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa masjid dan ilmu pengetahuan selalu berjalan bersama, membentuk lingkungan pendidikan yang utuh.

Penulis: Nabila Alsabila
Editor: Frida

FSU Keluhkan SK yang Belum Terbit Usai Pelantikan

0

Serang, lpmsigma.com – Forum Silaturahmi Unit Kegiatan Mahasiswa (FSU) mengeluhkan Surat Keputusan (SK) Rektorat yang belum juga terbit setelah pelantikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) pada Minggu (15/03/26).

Ketua Umum Federasi Olahraga Mahasiswa (Formasi), Kaka, menilai pelantikan yang dilaksanakan beberapa pekan lalu terkesan hanya bersifat seremonial.

“Pelantikan kemarin terkesan hanya seremonial saja, sementara SK masih ditahan,” ujarnya melalui WhatsApp.

Ia menegaskan bahwa Surat Keputusan merupakan bentuk legitimasi bagi suatu lembaga. Oleh karena itu, keterlambatan penerbitan SK dapat menyebabkan lembaga tersebut dianggap cacat secara administratif.

“SK merupakan bentuk legitimasi. Tanpa itu, lembaga dapat dinilai cacat administrasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Tapak Suci, Rania, mengungkapkan bahwa belum terbitnya SK dari Rektorat berpotensi menghambat proses pendanaan bagi UKM dan UKK.

“Tidak bisa mengajukan dana jika SK belum ada,” jelasnya melalui WhatsApp.

Ia berharap pihak kampus segera menyelesaikan penerbitan SK, agar kepengurusan UKM memperoleh kejelasan legalitas.

“Saya berharap SK kepengurusan dari pihak kampus dapat segera diterbitkan, sehingga seluruh pengurus memiliki legalitas yang jelas dan dapat bekerja dengan aman,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III, Dedi Sunardi, menjelaskan bahwa pengajuan dan pencairan dana tetap dapat dilakukan meskipun SK belum terbit.

“Dana tetap bisa diajukan dan dicairkan walaupun SK belum turun,” katanya pada Senin (30/03/26).

Ia menambahkan bahwa SK Rektor akan segera diserahkan dan dapat diambil keesokan harinya.

“Hari ini SK akan saya serahkan ke Ibu Iin, besok sudah bisa diambil,” tutupnya.

Reporter: Ahmad
Editor: Indah

AMUK Gaungkan Aksi Solidaritas Lewat Tukar Suluh

0

Serang, lpmsigma.com – Aliansi Massa Untuk Keadilan (AMUK) menggelar kegiatan tukar suluh sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap masyarakat Cibetus, Padarincang, serta para tahanan politik (tapol), khususnya 12 tapol di Kota Serang. Kegiatan ini berlangsung di Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Minggu (29/03/26).

Acara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari organisasi lintas kampus, masyarakat sipil, Amnesty International Indonesia, hingga Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar.

Kegiatan diisi dengan diskusi publik, lokakarya, pameran arsip, lapak kolektif, pentas kesenian, serta mimbar bebas. Aksi ini juga bertujuan memperkuat solidaritas terhadap masyarakat Cibetus Padarincang dan para tahanan politik pasca aksi demonstrasi Agustus lalu.

LBH Pijar, Rizal, mengatakan agenda utama kegiatan ini adalah, mengawal proses hukum terhadap para tahanan politik.

“Salah satu isu utama yang kami bahas adalah, proses peradilan terhadap 12 kawan tahanan politik,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan advokasi terhadap para tahanan politik, termasuk pada tahap prapersidangan.

“Kami juga akan mendiskusikan berbagai bentuk dukungan solidaritas, untuk mengawal proses persidangan kawan-kawan kami,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyerukan pentingnya konsistensi dalam memperjuangkan keadilan.

“Kami menyerukan kepada seluruh gerakan di Indonesia untuk terus menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kelestarian lingkungan,” ujar Usman.

Ia juga menegaskan, desakan pembebasan bagi para tahanan politik yang masih menjalani proses hukum.

“Khusus bagi mereka yang masih diadili, kami menyerukan agar mereka dibebaskan,” katanya.

Reporter: Ahmad
Editor: Indah

Dituding Tak Netral, Warek III Buka Suara

0

Serang, lpmsigma.com — Wakil Rektor (Warek) III Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjawab soal tudingan ketidaknetralan pada dinamika Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM), khususnya setelah menghadiri pada kegiatan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN SMH Banten.

Ia menegaskan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut, tidak berkaitan dengan proses PUM yang tengah berlangsung di lingkungan kampus.

“Acaranya buka bersama, ajang kumpul alumni. Sama sekali tidak membicarakan PUM,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, pada Jumat (20/03/26).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan forum informal yang dihadiri berbagai kalangan, seperti alumni, akademisi, hingga tokoh masyarakat, sehingga tidak memiliki relevansi dengan penyelenggaraan PUM.

“Saya diundang saja untuk buka bersama. Itu forum informal, tidak ada kaitannya dengan PUM,” tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa, kegiatan tersebut bukan merupakan bagian dari struktur organisasi eksternal resmi yang berkaitan dengan penyelenggaraan PUM.

“Itu bukan organ struktural eksternal kampus. Tidak ada pembahasan apa pun terkait PUM,” jelasnya.

Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai batasan netralitas dalam keterlibatannya pada kegiatan organisasi di luar kampus, Warek III tidak memberikan jawaban secara spesifik. Akan tetapi, hanya menekankan pentingnya pemahaman terhadap konsep netralitas, serta peran Wakil Rektor III dalam organisasi kemahasiswaan.

Reporter: Indah
Editor: Ahmad

AMUK Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Serang

0

Serang, lpmsigma.com — Sebanyak 10 perwakilan dari Aliansi Massa Untuk Keadilan (AMUK) yang tergabung dari lintas organisasi kampus hingga masyarakat sipil, bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar mendatangi ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Serang pada Kamis (26/03/26). Mereka mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap sejumlah tahanan politik (Tapol).

Permohonan tersebut diajukan, karena proses hukum yang dinilai berlarut-larut. LBH Pijar menyoroti lamanya proses penyelidikan dan penyidikan yang mencapai tiga hingga lima bulan, bahkan dinilai dimaksimalkan hingga empat sampai lima bulan. Kondisi ini dinilai berdampak pada kehidupan pribadi serta masa depan akademik para tahanan.

Dalam audiensi tersebut, Syahid, selaku perwakilan mahasiswa yang turut hadir dan menyampaikan permohonan, agar aparat penegak hukum mempertimbangkan status para tahanan sebagai pelajar dan mahasiswa.

“Kami memohon agar keadilan ditegakkan dengan mempertimbangkan kondisi mereka yang masih menempuh pendidikan. Dampaknya besar, baik terhadap kehidupan pribadi maupun akademik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, kasus ini berdampak pada dinamika gerakan mahasiswa di Kota Serang. Menurutnya, mahasiswa, khususnya di UIN Banten, cenderung menahan diri untuk melakukan aksi karena masih terbayang oleh kasus hukum tersebut.

“Kasus ini tidak hanya berdampak pada para tersangka, tetapi juga pada gerakan mahasiswa. Sejak Agustus hingga saat ini, aktivitas gerakan di UIN Banten menurun. Aksi demonstrasi hanya dilakukan satu kali oleh mahasiswa Untirta, sementara UIN belum kembali menggelar aksi,” tambahnya.

Selain melakukan audiensi, perwakilan AMUK menyerahkan dokumen resmi permohonan penangguhan penahanan, yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Serang. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan organisasi mahasiswa.

Pihak Kejaksaan Negeri Kota Serang menyatakan, bahwa permohonan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.

Reporter: Diroya
Editor: Frida