Beranda blog Halaman 34

SEMA U Belum Bisa Pastikan Keamanan Aplikasi PUM Online

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam acara diskusi publik yang diadakan oleh Tim Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) LPM SiGMA, salah satu pemantik diskusi Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) menyebutkan belum bisa memastikan keamanan dari aplikasi Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) berbasis online yang akan digunakan untuk pemilihan mendatang, pada Senin (06/01).

Rahmatullah, selaku Pelaksana Tugas (PLT) Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U), menuturkan bahwasannya aplikasi yang digunakan untuk PUM secara online ini belum bisa dipastikan keamanannya.

“Secara keamanan, kami belum bisa 100% memastikan keamanan tersebut. Karena sejatinya dalam dunia teknologi itu badan cyber nasional pun belum bisa memastikan keamanannya. Tetapi, kami akan terus berupaya dan bersinergi untuk memastikan keamanan dalam keberlangsungan PUM Online tahun ini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, mengenai tindakan yang akan diambil dari pihak SEMA U untuk meminimalisir kecurangan yang mungkin akan terjadi ketika berlangsungnya PUM.

“Kami akan menekankan kepada KPU-F dan KPU-U, data yang diinput ke dalam server tersebut harus sesuai dengan data mahasiswa sebagai hak pilih suara. Selain itu, terkait kecurangan secara teknis atau lainnya kami dari pihak SEMA U sudah melakukan pengawasan dari mulai persiapan, penyelenggaraan, pemungutan suara dan juga perhitungan suara nantinya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Pandi, selaku Ketua Umum KAMMI UIN SMH Banten, turut menanggapi perihal keamanan berlangsungnya PUM online ini haruslah diperhatikan.

“Karena PUM tahun ini akan diadakan secara online, maka keamanan sangat penting untuk keberlangsungan pemilihan mendatang. Harapannya, bisa menjamin kerahasiaan dan keamanan karena jika suatu saat terjadi system down akan menjadi salah satu indikasi kecurangan nantinya,” ungkapnya.

Reporter: Nabel
Editor: Salma

Resolusi 2025: Mewujudkan Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan

0

Suasana pergantian tahun selalu membawa energi baru, harapan serta semangat untuk memulai lembaran baru yang lebih baik. Salah satu hal yang sering dilakukan ialah membuat resolusi. Lebih dari sekadar keinginan atau harapan, resolusi dapat menjadi wujud arah maju di tahun yang baru untuk mencapai tujuan yang lebih berkesan.

Mengapa resolusi itu penting?

Resolusi bukan hanya keinginan atau angan-angan semata, namun harus diwujudkan untuk melakukan sebuah perubahan kedepan. Dengan menetapkan tujuan dan rencana yang jelas, bisa memberikan arah dan fokus pada perubahan yang akan dilakukan. Resolusi juga dapat meningkatkan motivasi yang ingin dicapai untuk memotivasi diri, serta mendorong pengembangan diri untuk menjadi lebih baik dan memudahkan untuk evaluasi keberhasilan yang telah dicapai.

Tapi, tidak jarang banyak orang yang gagal karena menetapkan tujuan yang terlalu ambisius atau tidak realistis. Supaya bisa terwujud, perlu strategi membuat resolusi tahun baru yang tepat agar tetap terfokus dan termotivasi sepanjang 2025.

Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperbaiki gaya hidup menuju pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Di tengah kepadatan aktivitas yang semakin tinggi, pentingnya untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, serta keberlanjutan lingkungan. Resolusi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai tujuan kesehatan pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi pada bumi yang lebih sehat.

Gaya hidup berkelanjutan adalah gaya hidup yang menekankan penggunaan energi yang efisien. Gaya hidup ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tanpa merusak atau mengurangi penggunaan sumber daya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam buku “Cara Hidup Sehat” yang ditulis oleh Erma Hanifah menjelaskan bahwa Untuk mencapai hidup sehat ada banyak upaya yang dapat dilakukan sebagai wujud menjalani pola hidup sehat, diantaranya adalah dengan memperhatikan pola makan yang baik, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Selain itu gaya hidup sehat dan berkelanjutan yang lain adalah:

1. Meningkatkan Pola Makan Sehat dan Bergizi

Memulai untuk mengurangi konsumsi makanan olahan dan beralih ke bahan makanan yang lebih alami, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein nabati.

2. Rutin Berolahraga dan Menjaga Kesehatan Mental

Berkomitmen untuk menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga. Baik itu berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau mengikuti kelas kebugaran seperti yoga atau pilates. Namun, tak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan mental. Oleh karena itu, banyak yang berusaha untuk memasukkan praktik meditasi, atau hanya sekedar waktu untuk sendiri dalam rutinitas harian mereka.

3. Menerapkan Pola Tidur yang Baik

Pola tidur yang cukup dan berkualitas juga menjadi bagian dari resolusi gaya hidup sehat di 2025. Mengatur waktu tidur yang cukup antara 7 hingga 8 jam per malam sangat penting untuk mendukung kesehatan tubuh, meningkatkan produktivitas, serta menjaga fungsi otak tetap optimal.

4. Berinvestasi pada Kesehatan Jangka Panjang

Banyak orang yang mulai lebih peduli terhadap kesehatan jangka panjang mereka dengan melakukan pemeriksaan rutin, mengikuti program deteksi dini, dan mengadopsi gaya hidup yang mendukung umur panjang. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

5. Mengurangi Jejak Karbon dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

Mengurangi jejak karbon dengan memilih gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. konsumsi energi yang lebih hemat, penggunaan transportasi umum atau bersepeda. Kebiasaan untuk membawa tas belanja sendiri dapat mengurangi sampah plastik.

Resolusi 2025 bukan hanya tentang meningkatkan kesehatan pribadi, tetapi juga tentang menciptakan perubahan positif yang lebih luas. Dengan menerapkan gaya hidup sehat yang meliputi pola makan yang bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta kesadaran lingkungan yang lebih tinggi, kita dapat mencapai keseimbangan hidup yang lebih baik.

Penulis: Ayunda
Editor: Nazna

Revolusi Bisnis Berdaya Saing di Era Digital

0

[BULETIN MAGANG EDISI 5]

Salam Pers Mahasiswa!!!

Kru magang LPM SiGMA pada tahun ini kembali menghadirkan Buletin SIKAP, yang menyuguhkan “Revolusi Bisnis Berdaya Saing di Era Digital”

Saat ini teknologi digital mengalami kemajuan perkembangan dan diterima dengan baik oleh para masyarakat. Keberadaan teknologi digital ini dapat memudahkan masyarakat untuk membantu kegiatan harian mereka agar terasa lebih mudah untuk dijalani.

Pemanfaatan teknologi di era digital ini bisa menumbuhkan banyak manfaat untuk keberlangsungan kehidupan. Salah satu contohnya adalah dengan terciptanya perubahan dalam dunia bisnis dan perekonomian. Saat ini masyarakat tengah berlomba-lomba dalam menjalankan peluang bisnisnya secara online.

Kegiatan jual beli secara online ini dapat memudahkan produsen dan konsumen, karena mereka tidak harus pergi ke pasar untuk melakukan transaksi. Bisnis ini juga dapat dilakukan dengan modal yang sedikit karena dalam kegiatannya tidak memerlukan banyak pengeluaran untuk memulainya.

Melalui buletin ini kita ingin menginformasikan bahwa bisnis online adalah salah satu cara yang dapat kita ambil ketika ingin memulai usaha dengan risiko yang kecil. Karena dalam kinerjanya, bisnis ini tidak terlalu memiliki banyak permasalahan yang dihadapi dan dapat dimulai dengan modal yang kecil.

Buletin ini juga menyuguhkan opini, sastra, health and Lifestyle dan lainnya. Yuk baca dan unduh buletinnya sekarang!!!

Unduh buletin disini!

Asal-Usul Natal, Dari Tradisi Kuno hingga Perayaan Modern

0

Natal merupakan salah satu hari raya penting dalam tradisi agama Kristen, yang diperingati setiap tanggal 25 Desember. Perayaan Natal memiliki sejarah panjang dan kompleks, yang melibatkan pengaruh tradisi kuno serta adaptasi budaya yang berlangsung selama berabad-abad.

Asal mula Natal berakar pada kisah kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, sebagaimana dicatat dalam Injil Matius dan Lukas. Meski demikian, Alkitab tidak menyebutkan tanggal pasti kelahiran Yesus. Penetapan tanggal 25 Desember sebagai hari raya baru dilakukan oleh Gereja pada abad ke-4.

Dalam jurnal yang berjudul “Natal sebagai Peristiwa Historis: Menelusuri Sejarah Natal 25 Desember” karya William Wahyu Sembiring pada tahun 2024, dijelaskan bahwa tanggal tersebut dipilih untuk menggantikan perayaan pagan seperti Saturnalia dan Sol Invictus yang populer di kalangan masyarakat Romawi. Hal ini menunjukkan upaya Gereja untuk memadukan ajaran Kristen dengan budaya lokal.

Sebelum menjadi perayaan Kristen, tanggal 25 Desember berkaitan erat dengan tradisi Romawi seperti Saturnalia, sebuah festival yang dirayakan pada 17–23 Desember dengan pesta, pemberian hadiah, dan pembalikan norma sosial. Elemen-elemen perayaan ini, seperti bertukar hadiah dan berkumpul dengan keluarga, kemudian diintegrasikan ke dalam tradisi Natal.

Pada Abad Pertengahan, perayaan Natal berkembang menjadi lebih terorganisasi dengan penambahan elemen budaya seperti drama keagamaan dan nyanyian. Tradisi ini meluas ke berbagai wilayah Eropa, meskipun sempat ditentang oleh kelompok Puritan pada abad ke-17.

Kaum Puritan, seperti yang dicatat oleh Mangunwijaya, menolak perayaan Natal karena dianggap bercampur dengan tradisi pagan. Mereka berpendapat bahwa tidak ada dasar alkitabiah untuk merayakan kelahiran Yesus pada 25 Desember, yang mereka anggap sebagai festival animisme dan tradisi penyembah berhala.

Pada abad ke-17, mereka bahkan melarang perayaan Natal di Inggris dan Amerika, menggantinya dengan hari puasa. Meskipun demikian, tradisi Natal tetap bertahan dan berkembang di kalangan Kristen.

Bentuk modern Natal mulai terlihat pada abad ke-19, saat tokoh Santa Claus dipopulerkan melalui sastra dan ilustrasi, serta tradisi pohon Natal dari Jerman mulai menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat.

Kemudian dalam jurnal “Studi Historis Tentang Tanggal Kelahiran Yesus Kristus,” oleh Tolop Oloan Marbun tahun 2023, menyebutkan bahwa, pada abad ke-19 ditandai sebagai masa ketika Natal bergeser dari fokus religius menjadi perayaan universal yang menekankan nilai-nilai kasih dan kebersamaan keluarga.

Sejarah Natal mencerminkan perpaduan antara tradisi Kristen dan budaya kuno yang terus berkembang hingga kini. Dari peringatan sederhana kelahiran Yesus hingga menjadi perayaan global, Natal telah melampaui sekat agama dan menjadi simbol universal akan harapan, perdamaian, dan kebersamaan.

Penulis: Frida
Editor: Nazna

Kenaikan PPN 12 Persen: Inflasi Merangkak Naik, Rakyat Terbebani

0

Saat ini tengah menjadi isu yang ramai dibincangkan oleh masyarakat terkait kebijakan pemerintah yang baru mengenai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen, menjadi 12 persen. Dengan adanya kenaikan ini justru menyebabkan tanggapan masyarakat yang negatif, karena dianggap terlalu memberatkan masyarakat.

Kenaikan PPN ini mengalami peningkatan sebesar satu persen dari yang sebelumnya sebesar 11 persen, menjadi 12 persen, kenaikan ini diperkirakan akan mulai diberlakukan pada Januari 2025 mendatang. Peningkatan tersebut tentu saja memicu banyaknya tanggapan yang muncul dari para masyarakat.

Menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) ada beberapa barang dan jasa yang dikecualikan dari kenaikan pajak tersebut diantaranya:

1. Barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan rakyat seperti jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pendidikan, dan jasa pelayanan sosial mendapatkan fasilitas pembebasan PPN.

2. Semua barang dan jasa adalah Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pakak (JKP), kecuali:

1. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, dll

2. Uang, emas batangan untuk kepentingan devisa negara.

3. Jasa keagamaan.

4. Jasa kesenian dan hiburan.

5. Jasa perhotelan.

6. Jasa yang disediakan oleh pemerintah.

7. Jasa penyediaan tempat parkir.

8. Jasa boga atau katering.

Selain itu, Kementerian Keuangan Republik Indonesia juga mengumumkan mengenai barang-barang mewah apa saja yang diisukan akan dikenakan pada kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN 12%), contohnya:

1. Beras premium.

2. Buah-buahan premium.

3. Daging premium, seperti wagyu dan kobe.

4. Ikan premium, seperti salmon dan tuna premium.

5. Udang dan crustacea premium, seperti king crab.

6. Jasa pendidikan premium, seperti layanan pendidikan mahal dan berstandar internasional.

7. Jasa pelayanan kesehatan medis premium atau VIP.

8. Listrik pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 hingga 6.600 VA.

Banyaknya masyarakat yang mengeluhkan mengenai kebijakan tersebut, kini menimbulkan masalah baru karena kenaikan pajak dinilai tidak sesuai dengan apa yang didapatkan oleh masyarakat apalagi bagi masyarakat yang pendapatannya kecil.

Perekonomian yang tengah dialami Indonesia juga masih belum bisa dikatakan membaik pasca kejadian Covid-19 lalu, dikarenakan kenaikan PPN sebesar 11 persen pada 2022 menyebabkan daya beli masyarakat yang semakin menurun sehingga kenaikan ini juga dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya kenaikan inflasi.

Kemudian, adanya kenaikan pada harga barang dan jasa yang diakibatkan oleh kenaikan pajak ini, dapat menyebabkan pertambahan nilai pada nominal angka pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat kelompok miskin dan menengah. Kenaikan ini bisa saja memperburuk keadaan perekonomian yang sudah ada, karena dapat menyebabkan semakin berkurangnya minat daya beli atau konsumsi yang biasa dilakukan masyarakat.

Berkurangnya daya minat dan beli masyarakat, bisa menyebabkan Frugal living yang mungkin saja diciptakan oleh masyarakat sebagai bentuk pertahanan untuk mengurangi jumlah pengeluaran yang dibelanjakan, karena pajak pada nyatanya tidak hanya berlaku untuk barang mewah saja, tetapi banyak barang dan kebutuhan lainnya yang akan mendapatkan dampaknya.

Gaya hidup Frugal Living ini biasanya dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan bijak yang bertujuan untuk mengurangi kebiasaan konsumtif pada masyarakat. Artinya masyarakat kemungkinan saja menerapkan gaya hidup yang hemat untuk mengatasi kenaikan pajak yang dirasa cukup mencekik ini.

Pajak memanglah sesuatu yang harus kita keluarkan dan sudah seharusnya kembali lagi untuk kita. Namun, kembalinya pajak tersebut harus dalam bentuk layanan yang baik dan berkualitas bagi para masyarakat. Contohnya infrastruktur yang baik, layanan kesehatan masyarakat yang maksimal, pendidikan merata, dan transportasi yang nyaman.

Penulis: Nabel
Editor: Dhuyuf

Lestarikan Budaya Banten, PGMI Wadahi Mahasiswa untuk Unjuk Bakat Seni

0

Serang, lpmsigma.com – Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN SMH Banten, mengadakan kegiatan unjuk bakat seni tradisional bagi mahasiswa untuk melestarikan budaya Banten. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) lantai tiga, Selasa (24/12).

Fauzi, selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan yang ada di Banten terutama bagi kalangan generasi muda di era modern.

“Bakat seni ditujukan kepada masyarakat umum bahwa kesenian tradisional itu harus dilestarikan terus menerus, apalagi sudah diguncangkan dengan era modern,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, tak hanya memberikan kesempatan untuk unjuk bakat dalam hal kesenian, kegiatan ini juga melatih keterampilan dalam kepanitiaan.

“Disamping melatih keterampilan kesenian bagi peserta, kegiatan ini juga berfungsi untuk melatih keterampilan kepanitiaan, seperti kerja sama dalam tim, proses perencanaan serta pengelolaan acara dan waktu,” tambahnya.

Muspiroh, selaku pengunjung yang hadir, menyampaikan harapannya agar bisa dijadikan motivasi dan inspirasi terutama bagi kalangan anak muda untuk mempertahankan kebudayaan atau kesenian di Banten.

“Acara ini sangat penting untuk diadakan karena bukan hanya memperkenalkan kesenian, tapi juga mendorong anak muda untuk terus menjaga kebudayaan di Banten ini agar tidak punah,” ujarnya.

Reporter: Indah
Editor: Nazna

Membangun Jurnalisme yang Inklusif dan Setara

0

[BULETIN MAGANG EDISI 4]

Salam Pers Mahasiswa!

Kru Magang LPM SiGMA pada tahun ini kembali menghadirkan kembali Buletin SIKAP, yang menyuguhkan “Membangun Jurnalisme yang Inklusif dan Setara”

Di era modern saat ini meskipun sudah memasuki era globalisasi, budaya patriarki tetap melekat di beberapa negara, khususnya di Indonesia. Masih banyak perempuan Indonesia yang tidak mendapatkan hak-hak nya, bahkan sering kali mendapatkan diskriminasi hingga pelecehan verbal maupun non verbal.

Dalam ruang lingkup profesi jurnalis, menjadi seorang jurnalis perempuan, tentu tidak mudah dilakukan. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi ketika berada di lapangan. Pekerjaan jurnalistik memang identik dengan laki-laki daripada perempuan , Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dari setiap 10 jurnalis, hanya 2-3 di antaranya adalah perempuan, sementara sisanya adalah jurnalis laki-laki akan tetapi hal tersebut tidak membatasi kaum perempuan untuk bisa berkarya serta mendapatkan pengalaman.

Hal ini membuka perspektif baru tentang kesetaraan gender di media, isu- isu jurnalistik, dan upaya bagaimana jurnalis perempuan juga harus memperoleh hak, jaminan dan perlindungan yang sama tanpa adanya diskriminasi kesetaraan gender.

Melalui buletin ini diharapkan mampu membuka Informasi lebih luas terkait isu-isu dan kesetaraan gender jurnalistik yang bisa dijadikan ruang diskusi dan refleksi bagi para jurnalis, aktivis dan pembaca yang ingin memperjuangkan perspektif terutama jurnalistik perempuan di media. Selain itu, melalui buletin ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para pembaca bahwa menjadi jurnalis bukan hanya sekedar menulis, tetapi bisa menjadi cerita untuk langkah mencapai hak dan jaminan jurnalistik yang setara dan tanpa diskriminasi.

Buletin ini juga menyuguhkan opini, sastra, health and lifestyle, dan lainnya. Yuk baca dan unduh buletinnya sekarang!

Unduh buletin disini!

Bahaya Pinjaman Online, Ancaman Keuangan Mahasiswa

0

[BULETIN MAGANG EDISI 3]

Salam Pers Mahasiswa!!!

Kru magang LPM SiGMA tahun ini kembali menghadirkan Buletin SIKAP, yang mengangkat tema menarik: “Bahaya Pinjaman Online, Ancaman Keuangan Mahasiswa.”

Di era digital yang serba instan, pinjaman online sering dianggap solusi cepat untuk kebutuhan mendesak. Namun, banyak mahasiswa yang terjebak dalam jeratan bunga tinggi dan ancaman penagihan yang tidak manusiawi. Fenomena ini semakin memperburuk kondisi keuangan mereka, mengancam masa depan akademik dan finansial.

Melalui buletin ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk lebih bijak mengelola keuangan, memahami risiko pinjaman online, serta mencari solusi yang lebih aman dalam memenuhi kebutuhan finansial.

Buletin ini juga menyuguhkan opini, sastra, health and lifestyle, dan banyak lainnya. Yuk, baca dan unduh buletinnya sekarang! Jangan sampai lengah, lindungi masa depanmu dari bahaya jeratan pinjaman online!

Unduh buletin disini!

UIN Banten Tetapkan 6 Wisudawan Terbaik Universitas

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menetapkan enam mahasiswa terbaik dengan predikat pujian pada wisuda sarjana ke-39 dan pascasarjana ke-25, yang bertempat di gedung Convention Center Hall Lantai dua pada Sabtu, (14/12).

Pada wisuda gelombang ke tiga, dari delapan deretan wisudawan terbaik salah satunya adalah mahasiswi jurusan Biologi yaitu Angger Arfi Riskiana, ia di anugerahkan sebagai Maulana Hasanuddin Muda dan menyandang predikat pujian dengan IPK 3,91.

Angger sebagai salah satu wisudawan terbaik menuturkan bahwa merasa sangat senang dan terharu bisa menjadi lulusan terbaik di gelombang tiga ini.

“Perasaan aku sangat senang sekaligus terharu dan bangga karena bisa menjadi wisudawan terbaik, Alhamdulilah ngga nyangka dapet amanah yang sebesar ini” tuturnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa yang mau memulai jejak menjadi mahasiswa terbaik adalah dengan istiqamah dan semangat untuk berproses kedepan.

“Pesan aku untuk terus istiqamah dan semangat jalanin apa yang udah dimulai, walaupun proses itu sedikit itu bagian dari proses”.katanya

Tidak hanya itu, ia juga membagikan sedikit tips, agar bisa menjadi lulusan wisudawan terbaik, tentunya harus terus berusaha dan meminta doa kepada orang tua.

“Tips yang bisa aku kasih yaitu semangat untuk istiqamah dan berusaha, dan jangan lupa minta doa orang tua” tutupnya

Adapun berikut beberapa deretan wisudawan terbaik sarjana dengan predikat pujian ialah:

1. Kaenah, mahasiswa jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan IPK 3,82
2. Sultan Isnansyah Fazri, mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Islam dengan IPK 3,86
3. Siti Syafanah, mahasiswi jurusan Akidah dan Filsafat Islam dengan IPK 3,83
4. Rista Eka Hana Poetri, mahasiswi jurusan Bimbingan Konseling Islam dengan IPK 3,82
5. Uum Nurhayati, mahasiswi jurusan Perbankan Syariah dengan IPK (PBS) 3,90
6. Angger Arfi Riskiana, mahasiswi jurusan Biologi dengan 3,91

Adapun wisudawan terbaik program Pascasarjana Doktor yaitu Aan Anshori dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK 3,86 dan Magister yaitu Aslihah dari Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,95.

Reporter: Ayunda
Editor: Salma

791 Wisudawan Dikukuhkan, Rektor Harapkan UIN Banten Berkembang Secara Global

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar wisuda Sarjana ke 39 dan Pascasarjana ke 25 dengan mengukuhkan sebanyak 791 wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari 40 wisudawan Pascasarjana dan 751 wisudawan Sarjana, yang berlangsung secara khidmat di Convention Center Hall UIN SMH Banten, Sabtu (14/12).

Dalam pidatonya, Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin, menyoroti bahwa kampus harus mengambil peran strategis dalam pendidikan global dengan mendorong relevansi kurikulum, inovasi, serta pengembangan pusat-pusat penelitian yang berskala internasional.

“Kita tidak boleh hanya berpikir lintas negara, tetapi harus berkembang menjadi pendidikan yang relevan secara global. Penting bagi UIN SMH Banten untuk memperluas wawasan dan jejaring sosial agar mampu bersaing di dunia internasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, ucapan selamat kepada para wisudawan dan harapannya agar ilmu yang telah mereka peroleh selama menempuh studi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang telah kalian pelajari dapat bermanfaat untuk perjuangan di masyarakat, dan pengalaman yang diperoleh selama ini menjadi bekal untuk masa depan,” ucapnya.

Fahmi, salah satu wisudawan dari Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi

“Perjalanan kita di dunia akademik adalah sebuah maraton, bukan sprint. Tidak ada yang terlambat dalam mencari ilmu. Jangan jadikan lamanya masa studi sebagai penghalang, tetapi manfaatkan waktu untuk mengembangkan potensi diri,” ujar Fahmi.

Selain itu, Fahmi juga menuturkan harapannya untuk UIN SMH Banten agar terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dan inovatif.

“Semoga UIN Banten terus melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai pemimpin masa depan yang berakhlakul karimah,” tutupnya.

Reporter : Lydia
Editor : Salma