Beranda blog Halaman 80

Rektor UIN: “Ciptakan Kampus yang Bersih dan Hijau”

0

Serang, lpmsigma.com – Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) pemerintah provinsi Banten adakan seminar kepada 100 orang peserta di aula rektorat kampus dua UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. Rektor UIN SMH Banten ikut andil dalam menyampaikan materi revolusi mental dalam perguruan tinggi. Pada kamis (11/05).

Dalam penyampaian materinya, Wawan Wahyuddin mengatakan bahwa akan menciptakan kampus hijau dan bersih dan diharapkan mahasiswa memiliki rasa kesadaran dalam membuang sampah, sehingga dapat ciptakan lingkungan fakultas yang bersih, selaras dengan materi yang disampaikan yaitu mengenai gerakan indonesia bersih.

“Ciptakan kampus UIN clean and green, saya mengharapkan mahasiswa untuk membawa plastik sampah agar tidak membuang sampah sembarangan” Jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa akan ada penghargaan terhadap fakultas yang dinilai bersih. Menurutnya hal ini merupakan salah satu gerakan positif di kampus.

“Akan ada reward untuk fakultas yang bersih dan ini juga salahsatu gerakan revolusi di dalam kampus” Tambahnya.

Di dalam penyampaian materinya, Rektor UIN SMH Banten juga mengajak mahasiswanya untuk terus bergerak dalam hal positif yaitu dengan memiliki etos kerja, turut serta dalam gotong royong dan adanya integritas. Selain itu, memberikan arahan kepada mahasiswa dalam materinya untuk ciptakan gerakan indonesia melayani, gerakan indonesia bersih, gerakan indonesia tertib, gerakan indonesia mandiri dan gerakan indonesia bersatu.

Reporter: Okta

Aku Sengsara di Kampus Sendiri #HARDIKNAS2023

0

Oleh: Bagas Yulianto, Mahasiswa Fakultas Dakwah

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal dua Mei, berdasarkan ketetapan pada tahun 2023 KEMENDIKBUDRISTEK melalui Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 menetapkan Hardiknas pada Mei 2023 dengan tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.” Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun masa depan bangsa.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional:

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini tidak terlepas dari adanya perjalanan sejarah pendidikan yang panjang di Indonesia sejak zaman kolonialisme. Penetetapan tanggal dua Mei bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, beliau dikenal sebagai orang yang menentang sistem pendidikan di masa kolonialisme.

Sejarah ditetapkannya Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Berdasarkan laman Kemendikbud, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal dua mei sebagai hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Ia lahir pada tanggal dua Mei 1889 di Yogyakarta, dengan nama R.M. Suwardi Suryadingrat.

Di momentum WISUDA ini kami Forum Silahturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) membuat refleksi untuk kampus yang dibersamai dengan adanya momentum HARDIKNAS, momentum Hardiknas ini kami merefleksikan gerakan kami untuk lembaga kampus dimana mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten banyak yang merasa sengsara di kampus sendiri.

Yang seharusnya kita sudah merdeka dalam pendidikan, nyatanya kita malah tidak bahagia. Perlu kita ketahui pendidikan yang sedang kita tempu di UIN SMH Banten memiliki banyak sekali kekurang, sehingga banyak mahasiswa yang belom merdeka atas pendidikan saat ini.

Kampus seharusnya bertanggung jawab atas keberlangsungan Civitas akademik tapi nyata semua itu tidak berjalan apa yang di inginkan oleh mahasiswa, yang seharusnya mengembangkan pendidikan dan beri kejelasan terkait kebijakan pendidikan di kampus. Akan tetapi sampai saat ini masih ada fasilitas yang belum dipenuhi oleh kampus.

Kampus tidak bisa memberikan fasilitas untuk mahasiswanya.

Maka dari itu kami FSOE UIN SMH Banten menuntut :
1. Wujudkan ruang publik yang aman dan nyaman untuk kaum perempuan
2. Sinkronisasi kompre di tiap-tiap Fakultas
3. Wujudkan ruang diskusi ruang belajar yang nyaman
4. Wujudkan fasilitas pendidikan

Nuansa Baru dalam Wisuda UIN SMH Banten di Tahun 2023

0

Sabtu Enam Mei 2023 UIN SMH Banten perdana menggelar wisuda di kampus dua, tepatnya di gedung Convention Center Hall. Hal ini pastinya membuat wisudawan lebih antusias, melihat fasilitas dikampus dua jauh lebih memadai dibandingkan wisuda tahun sebelumnya yang bertempat di Aula Sadjzeli Hasan kampus satu.

Jika tahun-tahun sebelumnya orangtua tidak diperbolehkan masuk kedalam gedung dikarenakan kurang cukupnya tempat untuk menampung dan hanya diperbolehkan masuk setelah acara selesai. Berbeda dengan kali ini, dimana orangtua diperbolehkan masuk kedalam tempat acara.

Selain hal tersebut, terdapat beberapa perbedaan lainnya terlihat jelas di wisuda kali ini. Mulai dari lahan parkir kampu dua yang jauh lebih besar yang membuat arus lalulintas terpantau ramai lancar, padahal pada wisuda tahun 2022 lalu keadaan lalu lintas didepan kampus satu menjadi macet, sampai harus menyediakan tempat parkir diluar kawasan kampus satu. Hingga ruangan serta fasilitas seperti pendingin ruangan hingga tempat duduk yang jauh lebih memadai dan membuat wisudawan serta orangtua merasa nyaman.

Jika tahun-tahun sebelumnya seluruh orangtua, keluarga atau kerabat wisudawan yang menunggu acara hingga selesai tidak diperbolehkan masuk kedalam kawasan kampus satu dan hanya dapat menunggu diluar gerbang. Kali ini para orang tua dan kerabat dipersilahkan untuk menunggu didalam gedung namun tetap berada diluar ruangan acara dan hanya perwakilan orangtua saja yang dapat masuk kedalam.

Namun diluar dari semua itu masih ada beberapa yang harus diperhatikan lebih lanjut seperti, terlalu banyaknya keluarga dari wisudawan yang hadir dan menunggu diluar ruangan sehingga menyebabkan bentroknya seluruh hadirin baik orangtua maupun wisudawan yang ingin masuk dan keluar dari ruangan saat acara telah selesai. Seharusnya pintu untuk keluar dan masuk kedalam ruangan dibedakan agar tertib dan teratur juga mencegah agar tidak berdesak-sakan dipintu.

Penulis: Rubbi
Editor: Een

UIN SMH Banten Nobatkan Enam Mahasiswa Terbaik 2023

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menggelar wisuda tahun ini di kampus dua yang bertempat di Convention Center Hall. Wawan Wahyudin selaku rektor UIN Banten mewisuda sebanyak 654 mahasiswa untuk program Sarjana dan Pascasarjana angkatan ke-20 dan ke-34, Sabtu (06/05).

Rektor UIN SMH Banten menetapkan lima mahasiswa terbaik dari lima fakultas untuk program Sarjana.

1. Sitti Zulfatuzzakiyyah S.Pd, jurusan Pendidikan Agama dengan IPK 3,9
2. Eneng St. Rohmah S.Ag, jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan IPK 3,85
3. Riska Yuliani Hapipah, S.E, jurusan Perbankan syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,8
4. Nur Indah Kumala S.Sos, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan IPK 3,79
5. Aulia Faradiva Utomo, S.H, Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dengan IPK 3,78.

Sedangkan wisudawan terbaik program Pascasarjana dari jurusan ekonomi syariah yang diraih oleh Mastiah, M.E. dengan IPK 3,88.

Siti Zulfatuzzakiyyah, yang dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik menuturkan perasaannya karena usaha dan proses selama empat tahun akhirnya terbayarkan.

“Perasaan nya pasti senang ya, alhamdulillah akhirnya usaha dan proses yang saya hadapi selama kurang lebih empat tahun akhirnya terbayarkan,” tuturnya.

Siti Zulfatuzzakiyyah, juga menyampaikan pesan untuk teman-teman mahasiswa yang saat ini tengah berjuang dan menjalani perkuliahan agar terus semangat dan menikmati setiap prosesnya.

“Untuk teman-teman yang lain jangan patah semangat, dan nikmati setiap prosesnya. Proses itu jangan pernah dilawan tapi dijadikan kawan, agar suatu saat nanti kamu akan merasa bangga dengan proses yang kamu lewati,” ujarnya.

Reporter: Nazna
Editor: Een

Gelar Wisuda Perdana Di Kampus Dua, UIN SMH Banten Kukuhkan 654 Wisudawan

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar wisuda sarjana ke-34 dan Pascasarjana ke-20, wisuda kali ini merupakan wisuda perdana yang diselenggarakan di kampus dua, bertempat di Convention Center Hall pada Sabtu (06/05).

Dalam sambutannya, Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin mengatakan jumlah pada Wisudawan dan Wisudawati pada kali ini berjumlah 654, selain itu ia berharap semoga para Wisudawan dan Wisudawati mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari Kampus tercinta ini dan siap menghadapi tantangan dimasa depan.

“Semoga kalian semua Wisudawan dan Wisudawati mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari Kampus kita tercinta, bisa memanfaatkan ilmu dengan baik dan menjadi orang yang siap menghadapi tantangan dimasa depan,” Ucap Wawan didepan para Wisudawan dan Wisudawati

Disisi lain, Dadan Kuswari selaku Wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Adab memberikan tanggapannya terhadap penggunaan gedung Convention Center Hall yang digunakan perdana untuk wisuda ke-34. Ia menuturkan bahwa momen seperti ini sangat luar biasa terlebih lagi menjadi wisuda pertama yang dilakukan di tempat ini.

“Tentu saja momen seperti ini sangat luar biasa, karena kita wisuda yang pertama kali menempati tempat ini. Selain itu juga sajian dari UIN yang sangat luar biasa mempersiapkan jauh-jauh hari yang memberikan kesan luar biasa,” tuturnya.

Reporter: Salma
Editor: Een

Peringati Dua Momentum Penting, Aliansi UIN Banten Melawan Adakan Aksi

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam memperingati dua momentum penting yaitu Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Aliansi UIN Banten Melawan adakan aksi yang berlangsung di depan gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten dengan bertemakan Gapai Persatuan dan Kesatuan Rakyat, Selasa (02/05).

Dalam aksi ini Dedi Setiawan selaku jendral lapangan menyampaikan beberapa tuntutan yang dilayangkan untuk pemerintahan.

“Ada beberapa tuntutan yang kami layangkan, diantaranya ialah; Cabut UU ciptakerja,
Wujudkan pendidikan gratis tanpa sarat,
Wujudkan kesejahteraan kesehatan di Banten dan
Hentikan neo liberalisasi pendidikan,” ujarnya.

Ahmad Wildan, selaku Presiden mahasiswa UIN Banten mengatakan tujuan diadakannya aksi ini adalah ingin merefleksikan May Day dan Hari Pendidikan Nasional.

“Tujuan dalam aksi ini, kita selaku KBM UIN SMH Banten yang tergabung dari aliansi mahasiwa, kami ingin merefleksikan May Day dan Hari Pendidikan Nasional karena kalau bukan kita sebagai mahasiswa penggerak, siapa lagi,” katanya.

Di tempat yang sama, Bagas selaku Kordinator Umum FSOE menyampaikan harapannya dengan diadakan aksi ini akan menjadi tubrukan yang dapat didengar.

“Hal hal yang menjadikan masyarakat itu dihapus karena bagaimanapun kita turun ke jalan itu karena banyak keresahan mahasiswa maupun masyarakat,” tutupnya.


Reporter: Dhuyuf

Editor: Een

Refleksi Hari Pendidikan Nasional, Cita-Cita Pendidikan Berkemajuan

0

Oleh : Yoga, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuludin

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal dua Mei, berdasarkan ketetapan pada tahun 2023 KEMENDIKBUDRISTEK melalui Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 menetapkan Hardiknas pada Mei 2023 dengan tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.” Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun masa depan bangsa.

Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi ajang momentum bagi seluruh stakeholder pendidikan untuk merefleksikan dan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia baik di tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi, hingga pusat. Masih banyak kita jumpai infrastruktur pendidikan di tingkat kota atau kabupaten yang tidak layak dan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ada. Hal ini menjadi tanda tanya besar apakah produk pendidikan di Indonesia itu sudah layak dan maju jika dilihat dari segi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di setiap daerah yang tidak merata.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional:

Hari pendidikan nasional (Hardiknas) ini tidak terlepas dari adanya perjalanan sejarah pendidikan yang panjang di Indonesia sejak zaman kolonialisme. Peneteapan tanggal dua Mei bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, beliau dikenal sebagai orang yang menentang sistem pendidikan di masa kolonialisme.

Sejarah ditetapkannya Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan belanda. Berdasarkan laman Kemendikbud, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal dua mei sebagai hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Ia lahir pada tanggal dua Mei 1889 di Yogyakarta, dengan nama R.M. Suwardi Suryadingrat.

Ki Hadjar Dewantara lahir dari kalangan keluarga ningrat di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia pun mengenyam pendidikan di STOVIA, sebuah sekolah dokter pada zaman Hindia Belanda. Namun karena sakit, akhirnya ia tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sana. Gagal menjadi dokter, akhirnya ia menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar seperti De Express, Utusan Hindia dan Kaum Muda.

Selama masa kolonialisme, Ki Hadjar dikenal berani dalam menentang berbagai kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Khususnya kebijakan yang hanya membolehkan anak-anak keturunan Belanda dan kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Karena kritikan dan perlawanannya ini, akhirnya Ki Hadjar pun diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangungkusumo. Ketiga tokoh inilah yang dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.

Setelah kembali ke Indonesia, dia pun mendirikan lembaga pendidikan Tamansiswa (National Onderwijs Institut Tamansiswa). Dan setelah Indonesia merdeka, Ki Hadjar pun diangkat menjadi Menteri Pendidikan.Karya-karya Ki Hadjar Dewantara pun menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Salah satu semboyannya yang paling terkenal adalah “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangungkarso, Tut Wuri Handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”. Semboyan tersebut akhirnya menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini.

Atas semua jasa-jasanya tersebut, Ki Hadjar Dewantara pun dianugerahkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, hari kelahirannya, dua Mei yang merupakan hari lahir Ki Hadjar ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pendidikan Nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan Nasional ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk masyarakat yang religius, menjunjung kebinekaan, demokratis dan bermartabat, memajukan peradaban serta mensejahteran umat manusia lahir dan batin.

Refleksi Hari Pendidikan Nasional :

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, kita harus bersama-sama mengambil peran untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Semoga peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini bukan hanya menjadi peringatan akan tetapi dapat menjadi awal yang baik bagi upaya-upaya pembenahan pendidikan di Indonesia dan mewujudkan Indonesia yang maju melalui pendidikan berkarakter.

Pendidikan berkarakter harus menjadi fokus utama dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Karakter yang baik, seperti memiliki moral yang tinggi, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sangat penting bagi anak didik dalam membentuk kepribadian mereka. Oleh karena itu, pendidikan berkarakter harus menjadi prioritas bagi para pendidik di Indonesia.

Tidak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi hal yang sangat penting dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Para guru harus mampu mengadaptasi kurikulum yang relevan dan memenuhi kebutuhan pasar kerja, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya pendidikan yang tersedia dengan baik.

Keterlibatan pemerintah juga sangat penting dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah harus memberikan perhatian dan dukungan yang cukup bagi pendidikan, seperti menambah anggaran pendidikan dan menetapkan kebijakan yang jelas dan konsisten.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, kita harus bersama-sama mengambil peran untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Semoga peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini dapat menjadi awal yang baik bagi upaya-upaya pembenahan pendidikan di Indonesia dan mewujudkan Indonesia yang maju melalui pendidikan berkarakter.

Cita-cita pendidikan berkemajuan merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan melahirkan insan-insan yang terbaik bagi Indonesia. Cita-cita ini hanyalah omong kosong belaka jika hanya sebatas berangan-angan tanpa adanya niatan mewujudkannya. Masih banyak guru-guru honorer di Indonesia yang jasanya tidak dilihat dengan gaji kecil tapi dituntut untuk terus membuat anak didiknya menjadi cerdas dan hebat. Masih banyak infrastruktur dalam dunia pendidikan yang belum terwujudkan.

Pendidikan menjadi begitu amat penting, mengingat pendidikan sebagai satu upaya mewujudkan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan bangsa yang cerdas maka akan membawa kesejahteraan umum bagi semua anak bangsa.

Bahkan jauh lebih dari itu, pendidikan adalah salah satu senjata yang paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia (Education is the most powerful weapon which you can use to change the world).

Sistem Pendidikan di Indonesia :

Sistem pendidikan di Indonesia itu jauh dari kata baik, bisa kita lihat dari segi sistem pendidikan yang hampir setiap tahunnya berubah-ubah tapi tidak mengubah peserta didik menjadi lebih baik, melainkan stagnan dan kian menurun. Bangsa Indonesia jika dibandingkan dengan Negara-negara maju dan berkembang lainnya masih kalah jauh dan cenderung tidak bisa bersaing dalam segi sistem pendidikan.

Sistem pendidikan di Indonesia juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Di sisi positif, Indonesia memiliki sejumlah sekolah dan universitas yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan akses pendidikan di Indonesia juga terus dilakukan, seperti dengan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang membantu biaya pendidikan siswa dari keluarga yang kurang mampu. Namun, di sisi lain, sistem pendidikan Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah masalah dan tantangan. Salah satunya adalah kesenjangan kualitas antara sekolah di perkotaan dan di pedesaan, serta antara sekolah negeri dan swasta.

Tidak hanya itu, dalam dunia pendidikan juga, masih dapat kita jumpai politisasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum baik dalam atau luar sekolah yang memasukkan peserta didik atau siswa ke sekolah dengan suap-menyuap. Hal ini dapat kita jumpai di beberapa daerah perkotaan hingga pedesaan. Bayangkan saja sekolah negeri masih dipolitisasi, yang harusnya pendidikan di negeri itu gratis dengan tanggungjawab pemerintah tapi karena masih banyaknya oknum membuat masyarakat miskin cemas dan tetap membayar agar anak-anaknya bisa sekolah di negeri. Masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang terhalang sekolah di negeri karena biaya suap yang tidak logis, akhirnya terpaksa memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah yayasan swasta.

Selain itu, masih banyak sekolah di Indonesia yang tidak memenuhi standar pendidikan, baik dari segi sarana dan prasarana, kualitas guru, maupun kurikulum yang diimplementasikan.

Masalah lain yang dihadapi oleh sistem pendidikan Indonesia adalah kurangnya relevansi antara kurikulum yang diajarkan dan kebutuhan pelajar. Kurikulum yang terlalu teoritis dan kurang praktis dapat menyebabkan lulusan sulit beradaptasi dengan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, masih banyak lulusan yang menganggur atau bekerja di luar bidang pendidikan mereka karena kurangnya kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan tuntutan pasar kerja.

Tantangan lain yang dihadapi oleh sistem pendidikan Indonesia adalah kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah. Anggaran pendidikan yang masih rendah serta kurangnya kebijakan yang jelas dan konsisten dapat menghambat perkembangan pendidikan di Indonesia.

Dalam hal ini, perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia agar dapat lebih baik lagi. Upaya ini dapat meliputi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta peningkatan anggaran dan perhatian dari pemerintah untuk pendidikan.

Kualitas guru atau pendidik dipertanyakan?

Guru adalah aset utama dalam pendidikan. Mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, dan membantu anak didik mencapai potensi terbaik mereka. Guru adalah sumber pengetahuan dan inspirasi bagi anak didik, serta berperan dalam membentuk generasi yang lebih cerdas dan beretika.

Guru itu “digugu dan ditiru”, tidak heran banyak guru-guru yang malas-malasan mengajar hingga membuat anak didiknya pun ikutan malas belajar. Jika hal ini terus-terusan terjadi akan menghasilkan penerus bangsa yang bobrok.

Peran guru sangat penting dalam membangun pondasi pendidikan yang kuat bagi masa depan bangsa. Melalui pengajaran, bimbingan, dan dukungan yang mereka berikan, guru membantu anak didik mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk sukses dalam hidup.

Guru juga berperan sebagai panutan dan teladan bagi anak didik. Mereka tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga membantu membentuk karakter dan moral anak didik. Oleh karena itu, peran guru dalam pendidikan sangat penting dalam membentuk warga negara yang baik, beretika, dan bertanggung jawab.

Kualitas guru dipertanyakan dan empati pemerintah terhadap guru pun dipertanyakan hingga saat ini. Masih banyak guru-guru honorer yang gajinya tidak sebanding dengan pekerjaannya. Padahal, di sejumlah negara-negara maju guru itu adalah pekerjaan mulia yang sangat di hormati pekerjaanya, karena gurulah yang dapat menghasilkan seorang abdi negara, profesor dan lain-lainnya. Akan tetapi berbeda cerita jika di Indonesia yang bisa dilihat pekerjaan guru hanyalah pekerjaan tingkat bawah.

Semoga dalam momentum hari peringatan pendidikan nasional ini menjadi tamparan keras bagi kita semua baik pemerintah, mahasiswa, hingga masyarakat dapat berperan aktif untuk terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia agar lebih baik lagi.

Mengenal Sejarah Hari Buruh Sedunia

0

Satu Mei ditetapkan menjadi Hari Buruh Sedunia atau May Day oleh beberapa negara. Tentunya hal itu bukan sesuatu yang dipilih secara acak, tetapi ada peristiwa atau sejarah dibalik tanggal tersebut. Semua bermula pada abad ke-19, dimana pada saat itu terjadi aksi demonstrasi oleh buruh di Chicago yang menuntut dipangkasnya jam kerja, yang awalnya 16 jam perhari mejadi delapan jam dari yang sebelumnya 16 jam per hari.

Pemogokan kerja pertama dilakukan oleh pekerja Amerika, pemogokan ini juga membawa pengorganisir ke meja pengadilan dan mengangkat fakta bahwa tak hanya 16 jam kerja tetapi ada yang sampai berkerja hingga 19-20 jam perhari. Dan sejak saat itu perjuangan menuntut jam kerja menjadi agenda bersama.

Pada lima September 1882 dilakukan parade pertama di kota New York yang diikuti 20.000 orang yang menuntut delapan jam kerja, delapan jam istirahat dan delapan jam rekreasi.

Hingga pada satu Mei sampai pada empat Mei 1886 para buruh di Amerika Serikat menggelar aksi demonstran besar-besaran. Hal tersebut hingga membuat sebuah kericuhan antara para buruh dan pihak kepolisan yang berusaha meredam aksi masa, ada oknum yang melemparkan bom yang membuat polisi langsung mengeluarkan tembakannya. Peristiwa tersebut memakan banyak korban tewas dan terluka.

Sedangkan di Indonesia sendiri hari buruh kembali rutin di rayakan pada era reformasi. Berlanjut pada tanggal satu Mei 2013 terjadi peristiwa sejarah hari buruh yang penting di Indonesia, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur Nasional tiap tahunnya. Dimana hal itu untuk menghargai para buruh yang telah memperjuangkan hak-hak nya.

Penulis: Rubbi
Editor: Een

Refleksi Idul Fitri : Bergerak Maju Meningkatkan Mutu

0

Oleh: Ahmad Wildan Sahuri Ramdani, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Idul Fitri adalah hari raya yang dirayakan setiap satu Syawal pada penanggalan Hijriyah. Umat Islam merasa bahagia dan senang tak terkira karena telah menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh.

Secara terminologi Idul Fitri mengandung dua arti. Ada yang mengartikan Idul Fitri, kembali kepada keadaan di mana umat Islam diperbolehkan lagi makan dan minum disepanjang hari seperti biasa. Ada pula yang mengartikan Idul Fitri, kembali kepada kesucian atau kembali ke asal kejadian, yaitu fitrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia dalam kacamata Islam, tidak dibebani dosa apapun.

Dari dua arti di atas lebih condong kepada makna yang ke dua yaitu “kembali kepada kesucian”. Pegangan ini bukan tanpa alasan. Mengingat, pada setiap hari raya Idul Fitri selalu terdengar dan terucap “min al-a’idiin wa al-fa’izin”. Sebenarnya, apa maksud dari ucapan tersebut?.

Survei membuktikan, dalam ucapan min al-a’idin wa al-fa’izin terdapat beberapa kalimat yang dibuang. Secara lughah kita tidak dapat mengerti tanpa ada tafsir sebelumnya. Tafsir tersebut adalah “Ila al-fitroti min al-a’idin wa anil hawa wa as-syayatin min al-fa’izin,” artinya: kita kembali kepada fitroh (suci) dan kita telah menang dari hawa nafsu dan setan. Dalam artian, setelah satu bulan umat islam menyucikan diri jasmani-rohani (mengekang hawa nafsu) dengan harapan agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT, maka pada hari Idul Fitri mereka telah suci lahir dan batin. Inilah maksud dari ucapan min al-a’idin wa al-fa’izin.

“Bergerak Maju Meningkatkan Mutu”

Idul Fitri merupakan simbol kemenangan lahir dan batin bagi umat muslim pun bagi kita selaku Mahasiswa (Pembelajar Sejati). Setelah satu bulan lamanya berpuasa, menahan lapar, dahaga dan mengekang hawa nafsu. Setidaknya ada tiga sikap dalam Membangun Mahasiswa yang Unggul di momentum hari kemenangan ini (Idul Fitri).

1. Memiliki Sikap Adaptif
Sikap Adaptif merupakan suatu respon terbaik seseorang ketika bertemu dengan teman atau lingkungan yang baru. Dapat dikatakan juga sikap adaptif itu kemampuan seseorang dalam melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan, faktor, atau area baru. Sehingga kita selaku Mahasiswa UIN SMH Banten. Dapat Melakukan penyesuaian pada Kampus Baru kita ini.

2. Sikap Membangun Kompetensi
Kompetensi merupakan kecakapan untuk melakukan sesuatu dan yang dapat mempengaruhi semua aspek dalam kemajuan organisasi ataupun instansi terkait. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Mahasiswa UIN SMH Banten untuk bersama-sama dalam meningkatkan, membangun kompetensi diri kita. Baik dari aspek literasi, aspek sosial, aspek nalar kritis, aspek Akademik maupun non Akademik sehingga akan terwujud Kampus dan Mahasiswa Yang Unggul Terkemuka.

3. Sikap Pembelajar Sejati
Pembelajar sejati itu selalu mau ‘menikmati jalan’, karena mengalami proses pembelajaran secara terus menerus itu akan menumbuhkan mindset / daya pikir kita yang Kredibel dalam hal apapun. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dimanapun, kapanpun serta dalam kesempatan apapun kita dapat belajar. Karena tidak semua hal diajarkan pada bangku pendidikan formal. Hidup selalu memberikan pelajaran, maka kita harus jadi pembelajar. Justru banyak hal kita dapatkan dari berbagai pengalaman dengan mengenal lebih banyak relasi dan turut serta dalam berbagai aktivitas sosial dan organisasi intra maupun ekstra.

Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Mahasiwa UIN SMH Banten untuk bersama sama untuk memiliki karakter dasar, literasi dasar dan 4C (critical thinking, creativity, collaboration dan communication). Sehingga kita dapat terus menjadi Pembelajar Sejati.

Di momen hari kemenangan yang penuh kebahagiaan ini, mari kita terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Mari intropeksi diri dan evaluasi apa yang perlu kita tingkatkan dalam kehidupan kita agar bisa lebih bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri.

Mari jadikan Idul Fitri ini sebagai awal yang baru dalam memulai kehidupan, Pengabdian yang lebih baik dan berusaha dalam upaya meningkatkan Mutu baik Lembaga Maupun Mahasiswa.

Saya Ahmad Wildan Sahuri Ramdani selaku Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten sekaligus Segenap Pengurus ORMAWA KBM UIN SMH Banten Mengucapakan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Mohon Maaf Lahir & Batin. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

*تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال وغفر الله لنا ولكم وكل عام وانتم بخير*

MAJALAH EDISI 52

0

Kasus kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja, termasuk terjadi dalam ruang lingkup pendidikan atau kampus. Namun, ternyata bukan hanya kekerasan seksual secara fisik atau non verbal saja yang menimbulkan dampak psikis bagi korban. Akan tetapi, secara verbal juga dapat menimbulkan kesehatan mental yang berdampak pada korban.

Kampus harus menjadi pusat bagi korban sebagai pelindung dari pelaku kekerasan seksual. Namun, menurut data Divisi Pengembangan dan Penelitian LPM SiGMA menemukan 85 persen dari 100 mahasiswa tidak tahu harus lapor pada siapa. Catatan baiknya, pada tanggal 13 April 2023 Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyuddin baru saja melantik Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Namun, sebelum Satgas PPKS diresmikan. Ada Unit Pusat Studi Gender dan Anak yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang menjalankan Surat Keputusan Rektor Nomor 1120 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus yang juga merupakan aturan turunan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 5494.

Lantas, bagaimana penanganannya jika terdapat korban kekerasan seksual di kampus? Yuk unduh dan baca majalah sekarang juga.