Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u642071575/domains/lpmsigma.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u642071575/domains/lpmsigma.com/public_html/wp-content/plugins/seo-by-rank-math/includes/modules/version-control/class-beta-optin.php on line 148
Pedagang Kantin UIN SMH Banten, Keluhkan Mahasiswa yang Tidak Membayar - LPM SiGMA
BerandaUncategorizedPedagang Kantin UIN SMH Banten, Keluhkan Mahasiswa yang Tidak Membayar

Pedagang Kantin UIN SMH Banten, Keluhkan Mahasiswa yang Tidak Membayar


Serang, lpmsigma.com| Pedagang kantin UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengeluh mengenai banyaknya mahasiswa yang tidak membayar makanan. Hal ini diungkapkan Ibu Siska pemilik kantin Pelangi.

“Banyak mahasiswa yang tidak bayar. Ngambil rokok satu bungkus tidak bayar, ngambil gorengan satu plastik tidak bayar, alasannya karena belum dikirim orang tua,” tuturnya saat diwawancarai kru, Senin (30/11).
.
Siska juga mengungkapkan bahwa hasil penjualannya mengalami kerugian akibat mahasiswa yang tidak membayar, Namun ia juga mengaku telah mengikhlaskan hal tersebut. “Selagi kantinnya buka, ambil saja kalau tidak punya uang,” ujarnya.
.
Di sisi lain, Siska juga berharap kampus segera memberlakukan pembelajaran secara offline, agar kantinnya bisa ramai dikunjungi oleh para mahasiswa.

Senada dengan Siska, pemilik kantin Juju, Masriah merasakan hal yang sama. Ia menuturkan bahwa banyak mahasiswa yang tidak membayar makanan. “Selama 19 tahun saya berjualan, pasti ada saja yang tidak membayar, sampai mahasiswa itu wisuda juga tetap tidak bayar,” tuturnya.

Selain itu ia juga mengungkapkan akibat dari mahasiswa yang tidak membayar makanan tersebut, Masriah merasakan kerugian yang cukup besar, walaupun memang tidak pernah ia hitung.
.
“Kalau dihitung-hitung saya cukup rugi, tapi tidak pernah saya hitung. Mahasiswa yang tidak bayar itu mungkin bukan rezeki saya,” jelasnya. [Mg.Dewi/Shifa.M/SiGMA]

- Advertisment -

BACA JUGA