Beranda blog Halaman 141

Pringati HUT RI, UKM Gesbica ajak Masyarakat Jaga Warisan Leluhur Lewat Film Indone Siaus

0
Pringati HUT RI, UKM Gesbica ajak Masyarakat Jaga Warisan Leluhur Lewat Film Indone Siaus

Serang, redaksigma.com| Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-75 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gesbica UIN Banten sambut dengan peluncuran sebuah karya film baru.

Karya film berjudul “Indone Siaus” ini disutradarai oleh Rohman Ilhami yang juga selaku Ketua Umum UKM Gesbica.

“Kita berbicara tentang kemerdekaan bahwa kemerdekaan adalah warisan dari leluhur kita dan kita harus merawatnya menjalani hidup untuk menghidupi,” jelas Rohman Ilhami, Senin, (17/08)

Selain untuk memperingati Hari Kemerdekaan, film yang berdurasi delapan menit ini menyajikan unsur kesenian dan kebudayaan Banten serta pesan moral yang diperuntukan kepada pemuda-pemudi Indonesia dalam memaknai hakikat sebuah kemerdekaan.

“Menjaga persatuan, menjaga alam, dan keberagaman yang harus dihangatkan, bukan untuk saling membakar,” tuturnya

Salah satu hal menarik dalam film tersebut ialah menyajikan sebuah tarian dan tampilan benteng Speelwijk yang merupakan seni dan budaya Provinsi Banten, menambah kesan bagi penonton.

“Ada juga yang kita angkat yakni tarian dan benteng Speelwijk Banten yang filosofinya adalah lekuk tarian dan kokohnya benteng adalah simbol bahwa budaya adalah benteng bagi identitas bangsa yang jika tidak dijaga maka akan tergerus kemajuan dunia sama halnya dengan kemerdekaan,” jelasnya.

Selain itu, sosok petani dan nelayanpun turut andil dalam film pendek ini yang memberikan pesan dalam memaknai kehidupan.

“Sosok petani dan nelayan yang kita libatkan itu sebagai bentuk dari jiwa yang hidup untuk menghidupi, sampai saat ini kita bisa bertahan hidup mungkin itu alasannya petani dan nelayan menyamapikan pesan bahwa alam Indonesia itu kaya,” tambahnya.

Selanjutnya ia berharap bangsa Indonesia bisa merdeka dalam hal apapun, karena kemerdekaan bukan milik pribadi tapi milik semua insan. [Nada/Agan/SiGMA]

Menilik Umat-umat yang Terlupakan

0
Menilik Umat-umat yang Terlupakan

Oleh: Dani Mukarom

“Empat atau lima tahun yang lalu, saya lupa, kami pernah diusir tanpa penjelasan saat ibadah Natal oleh salah satu ormas di Banten”

Pengalaman pahit ditentang dan dihinakan atas apa yang diyakini Andreas oleh sekelompok warga yang memaksakan kehendak dan kebenarannya dengan ancaman ini sangat membekas buatnya. Padahal Natal itu dirayakannya di sebuah hotel di Anyer bersama gereja tempatnya bersekutu dalam doa.

“Yang saya inget mereka berbicara memakai bahasa Sunda, ‘Lamun masih dilanjutkeun berarti ngajak perang’ (Kalau masih dilanjutkan berarti mengajak perang),” ungkap Andreas sambil menirukan logat sundanya.

Andreas yang kini berusia 21 tahun sangat menyayangkan kejadian tersebut, yang sampai hari ini pun organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan pembubaran dan pengusiran ibadah Natal itu tetap dibiarkan pemerintah setempat. Menjadi warga negara beragama Kristen di Indonesia, terutama di Anyer, daerah wisata di Serang, yang mayoritas warganya beragama Islam, dirasakan Andreas tidak sepenuhnya bebas untuk menjalankan ibadah dan bergereja sesuai imannya.

Ia juga mengaku terkendala saat beribadah rutin di hari Minggu. Gerejanya harus menyewa hotel di Anyer dan Carita. Tetapi, tidak sedikit hotel yang tidak mau menyewakan kepada gereja untuk ibadah karena takut akan mendapat ancaman atau masalah lainnya dari ormas.

“Untuk beribadah kami biasanya menyewa hotel di sekitaran Carita. Itu pun kadang tidak diizinkan oleh pihak hotelnya,” ujar Andreas dengan nada lirih.

Tidak sampai di situ, pria yang pernah mengenyam pendidikan SMA di Kecamatan Anyer ini bahkan mengaku sering menjadi korban bullying teman sebayanya di sekolah, karena teman-temannya tahu agama yang diyakini Andreas berbeda dari yang dianut masyarakat Banten. Kendati begitu, Andreas mengambil sisi positifnya, karena dari “pelecehan” itu dirinya bisa saling mengenal satu sama lain, berteman, lewat cara yang sungguh membuatnya prihatin.

“Di SMA saya sering sekali dijadikan bahan ejekan teman,” demikian pengakuan Andreas saat diwawancara oleh kru SiGMA (24/10).

Bukan tanpa Upaya, Toleransi selalu Dibangun

Tantangan kehidupan beragama di Banten, provinsi ujung barat Pulau Jawa yang berdampingan dengan ibukota Indonesia, adalah jalan panjang yang harus terus diusahakan banyak pihak. Hal ini disampaikan wakil ketua Badan Kerja sama Antar Gereja Kabupaten Lebak Toto Nurbertus Trisapto.

“Kita harus bisa menjadi masyarakat yang dewasa dan bijak. Hanya kerendahan hati dan keterbukaanlah yang menjadikan kita bijaksana,” tutur lelaki kelahiran Rangkasbitung 1969 lalu yang akrab disapa Romo Toto, meskipun dirinya bukan rohaniawan Katolik yang menempuh sekolah teologi.

Ikhtiar membangun kerukunan umat beragama tersebut sewajarnya berjalan mulus. Bagi Toto, masyarakat Banten dapat menerima kehadiran umat Katolik dan Kristen di wilayahnya. Meski demikian, tidak semua wilayah Banten dapat menerima dengan baik keberadaan warga non-Muslim.

Ada suasana yang mengharukan kala pertemuan lintas umat beragama di workshop yang digelar Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) secara online Minggu (18/10). Selain perwakilan Katolik, dihadirkan juga dalam sesi testimoni workshop dari Kristen yang diwakili Gereja Pantekosta Rahmat Carita, Buddha dari Vihara Dhamma Ratana Labuan, dan satu aktivis dan pendamping isu perempuan dan kekerasan seksual An Nisaa Yovani.

Dalam kesempatan tersebut “Romo” Toto yang juga anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lebak perwakilan gereja Katolik mencoba menyingkirkan kekhawatiran para peserta workshop SEJUK ihwal intoleransi umat beragama di Banten. Toto dan sejumlah jemaat lainnya lebih menatap ke depan dengan terus berupaya membangun kehidupan harmoni dan toleransi umat beragama di Banten.

Toto menuturkan, kehadiran gereja di Banten terbilang sudah lama dan tidak hanya menjadi organisasi kerohanian umat Katolik. Dalam perkembangannya, gereja juga sudah banyak berkontribusi dan selalu berupaya membangun kehidupan harmoni melalui bingkai toleransi dalam kehidupan bernegara. Ia menjelaskan, upaya tersebut dimulai melalui beberapa pergerakan progresif di sektor pendidikan, ekonomi, dan bidang kesehatan.

“Dalam perkembangannya gereja tidak hanya melayani kegiatan rohani. Saat itu (awalnya) gereja menilai kondisi Banten sangat buruk. Lalu (gereja) mendirikan sarana pendidikan dan kesehatan untuk pribumi,” kisah Toto tentang awal mula kehadiran gereja Katolik dan aksi-aksi sosial kemanusiaan yang terus berkembang hingga saat ini.

Peliknya Pendirian Rumah Ibadah

Di Carita, sudut Banten lainnya, Rusman Anita Sitorus, salah satu pengurus gereja Pantekosta menceritakan persoalan yang tengah dialami umat Kristen di daerahnya. Ia menuturkan ada banyak jemaat yang sulit mendapatkan akses untuk beribadah.

Fakta tersebut merupakan implikasi dari sulitnya perizinan mendirikan rumah ibadah di lingkungannya. Selain itu, himbauan pemerintah setempat yang melarang pengurus untuk memasang symbol-simbol atau penanda gereja di depan rumah ibadah pun ikut serta mempersulit akses informasi rumah ibadah di wilayahnya.

Rumah ibadah merupakan salah satu identitas dan tempat yang sangat sakral bagi pemeluk agama untuk mengabdikan dirinya kepata Tuhan. Di Indonesia sendiri pendirian rumah ibadah telah diatur melalui Peraturan Bersama Menteri (PBM) No 9 dan No 8 Tahun 2006. Isinya terkait persyaratan apa saja yang harus dipenuhi sebelum mendirikan rumah ibadah. Disebutkan dalam Pasal 14 ayat 2, pendirian rumah ibadah harus mendapatkan dukungan masyarakat sekitar minimal 60 orang serta daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengguna rumah ibadah minimal 90 orang yang disahkan oleh pemerintah desa setempat.

Namun pada kenyataannya PBM 2006 ini sulit untuk diimplementasikan oleh kelompok-kelompok agama minoritas. Mulai dari kurangnya dukungan masyarakat sekitar, hingga terkendala oleh regulasi dan rekomendasi untuk memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB). Tak dapat dipungkiri, aturan di atas realitanya bertabrakan dengan kondisi yang ada di masyarakat. Hal ini menimbulkan ketidakpastian dan mempersulit masyarakat untuk menunaikan hak kebebasan beragamanya.

Diskriminasi dan pembatasan terhadap aktivitas ibadah banyak dialami warga non-Muslim di Banten terjadi secara sistematis. Padahal, UUD 1945 sudah menjamin kebebasan tersebut, untuk memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinan yang dianut oleh setiap warga negaranya.

Sejak 1986 Rusman Anita bersama suaminya, Pendeta Markus Taekz, merintis Gereja Pantekosta Rahmat di Carita, Pandeglang. Perempuan yang akrab disapa Bu Markus mengisahkan bahwa ia bersama suaminya terus berupaya untuk membangun hubungan yang baik dengan warga sekitar dan pemerintah setempat, dari lingkup RT, kepala desa sampai tingkat kabupaten.

Mereka berdua aktif dalam pertemuan-pertemuan lintasiman sampai tingkat kabupaten yang diinisiasi oleh FKUB Pandeglang. Sesekali dalam pertemuan antarumat beragama itu Bu Markus merasa menjadi perhatian karena tampilannya paling berbeda (perempuan dan tidak memakai jilbab). Hubungan di tingkat elit-elit agama, menurutnya, sangat harmonis. Namun, hal tersebut bukan jaminan bagi gerejanya untuk mendapat IMB.

“Kami terkendala oleh peraturan dua menteri tahun 2006. Dari pihak pemerintah kami diajak berdialog, akhirnya mereka setuju kami mendirikan rumah ibadah cuman mereka (pemerintah) sarankan jangan pasang merek gereja di depan” tutur Bu Markus.

Aktivitas sosial dan interaksi jemaat-jemaat Gereja Panteksota Rahmat dengan warga sekitar sampai hari ini semakin harmonis, meskipun sesekali ada saja kelompok tertentu di luar Carita yang berusaha “mempertanyakan” keberadaan gereja.

“Ya, kami sampaikan dan jelaskan dengan baik-baik kepada mereka,” ucap Bu Markus.

Sementara itu, FKUB Pandeglang mendata rumah ibadah di daerahnya hanya tiga. Ini disampaikan Ketua FKUB Pandeglang Entis Sutisna.

“Ada satu vihara Buddha dan satu gereja Katolik di Labuan serta satu gereja Protestan di Carita. Itu pun masih bersifat sementara. Belum resmi sesuai Peraturan Bersama Menteri. Tetapi sudah diterima keberadaannya oleh warga sekitar dan tercatat di Kanwil Kemenag Provinsi Banten,” papar Entis.

Merespon hal tersebut Anggota Komisi 4 DPRD Kab. Pandeglang, Agus Khatibul Umam, menuturkan, pihaknya belum mendapat banyak informasi terkait permasalahan-permasalahan intoleransi dan diskriminasi yang ada di wilayah tugasnya. Agus menegaskan jika hal tersebut benar adanya, itu bentuk konfirmasi pemerintah kurang peduli terhadap keberagaman.

Bagi Agus, Pemerintah Kabupaten harus memfasilitasi kehidupan antarumat beragama agar kebebasan beragama dan berkeyakinan serta semangat toleransi bisa lebih terbangun di Pandeglang secara khusus dan Banten secara umum. Dia berharap polemik dan diskriminasi terkait pendirian rumah ibadah dapat diselesaikan oleh pemerintah.

“Itu artinya pemerintah kurang mendengar dan peduli. Ini perlu ada pendekatan dari pihak kita (DPRD) ke pemerintah agar mereka memiliki sikap yang terbuka terhadap semua agama,” tutur Agus kepada kru LPM SiGMA (25/10).

*

Tulisan ini bagian dari program Workshop Pers Mahasiswa yang digelar Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) kerja sama dengan Friedrich-Naumann-Stiftung für die Freiheit (FNF) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Inilah 6 Wisudawan Terpilih Sebagai Lulusan Terbaik UIN SMH Banten Tahun 2020

0
Inilah 6 Wisudawan Terpilih Sebagai Lulusan Terbaik UIN SMH Banten Tahun 2020

Serang, redaksigma.com| Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar wisuda untuk program Pascasarjan dan sarjana, angkatan ke-28, Rabu (19/08).

Wisuda ini berlangsung secara virtual dengan memanfaatkan aplikai Zoom, dan disiarkan langsung di channel Youtube UIN SMH Banten, Instagram Humas UIN SMH Banten dan LPM SiGMA.

Dalam kesempatan tersebut Wakil rektor I, Ilzamudin mengumumkan 6 wisudwan yang terpilih sebagai lulusan terbaik tiap fakultas di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

“Wisudawan terbaik pertama yang diraih oleh Dania Surnida dari Fakultas Syriah dengan IPK 3.91, wisudawan terbaik kedua diraih oleh Nazri Tsani Sarassanti Fakultas Dakwah dengan IPK 3.88, wisudawan terbaik ketiga Salmatul Fajriah Fakultas Ushuludin dan Adab dengan IPK 3.86, wisudawan terbaik keempat Akhmad Hudri dari Pascasarjana dengan IPK 3.81, wisudawan terbaik kelima Ayu Fitriani Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3.80 dan wisudawan terbaik keenam Sefti Nur Cahya Putri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis islam dengan IPK 3.74,” tuturnya.

Keenam wisudawan terbaik UIN SMH Banten tersebut mendapatkan kesempatan untuk mengikuti wisuda secara langsung bersam Rektor, ketua dan para anggota senat menghadiri prosesi wisuda secara luring di Aula Rektorat lt.3 UIN SMH Banten, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sementara wisudawan lain, termasuk para Ketua Jurusan, koordinator program studi, dan para tamu undangan mengikuti secara daring.

Salah satu wisudawan terbaik, Dania Surnida mengaku bahagia dan berterima kasih untuk semua pihak, terutama kedua orang tuanya yang telah mendukung dan mengorbankan banyak hal, sehingga dirinya mampu meraih wisudawan terbaik dengan IPK 3,91.

“Saya merasa bersyukur kepada Allah yang telah memberikan berkah ini, dan spesial saya persembahkan kepada orang tua saya, terima kasih atas ketulusan, keiklasan dan cinta yang kalian berikan selama ini,” katanya

Hal yang sama dirasakan pula oleh Salmatul Fajriah wisudawan terbaik Fakultas Ushuludin dan Adab, ia merasa senang dan bahagia dengan apa yang telah diraihnya saat ini. Menurutnya, predikat ini dipersembahkan sepenuhnya untuk kedua orang tua sebagai pahlawan kehidupan yang luar biasa baginya.

“Senang rasanya bisa sedikit membuktikan kepada keluarga terutama ayah dan ibu yang telah bekerja keras untuk saya hingga saat ini,” ucapnya.

Olehnya itu, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa UIN SMH Banten yang masih bergelut menyelesaikan studinya, agar tak patah semangat dalam menggapai mimpi dan cita-cita.
“Tetap semangat buat teman-teman mahasiswa yang sedang menempuh pendidkan ataupun yang sedang mengerjakan skripsinya, jangan ditunda-tunda ke esok hari kalo bisa dilaksanakan hari ini,” pesannya [Nada/Agan/SiGMA]

UIN Banten Menutup Gerbang Utama Kampus Pasca Kisruh Demonstrasi

0
UIN Banten Menutup Gerbang Utama Kampus Pasca Kisruh Demonstrasi

Serang, Redaksigma.com Pasca terjadinya kerusuhan demonstrasi penolakan UU Omnibuslaw yang dilakukan Aliansi Mahasiswa, pada Selasa (6/10) lalu, gerbang utama kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten ditutup.
.
Mahasiswa yang hendak masuk ke dalam kampus dicegat oleh Satpam yang berjaga dan tidak diperbolehkan memasuki kendaraan kedalam kampus. Akhirnya terjadi penumpukan kendaraan tepat di depan gerbang utama kampus dari pagi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
.
Hal ini disebabkan karena isu akan ada masa aksi demonstrasi kembali di depan kampus yang sudah tersebar dikalangan Rektorat sampai akhirnya Satpam diperintahkan oleh Wakil Rektor lll melalui Group WhatsApp untuk menjaga kampus terutama gerbang depan kampus.
.
Hadi Ismail salah satu satpam menjelaskan, penutupan ini dilakukan atas instruksi Polda Banten melalui Wakil Rektor III untuk mengantisipasi adanya gelombang demonstrasi susulan yang dilakukan mahasiswa.
.
“Saya hanya menjalankan perintah dari pak warek III, takutnya ada demo lagi kaya kemarin tuh kan kisruh,” kata Hadi sambil menunjukan sebaran pesan WhatsApp yang berisi perintah penutupan kampus dari aparat. Jum’at (9/10).
.
Wakil Rektor III, Wawan Wahyudin memberikan informasi setelah selesai melakukan sholat Jum’at di masjid Al – Hikmah. Ia menyampaikan, agar mahasiswa UIN SMH Banten tidak melakukan aksi demonstrasi di lingkungan Kampus.
.
“Saya menghimbau kepada para mahasiswa agar tidak melakukan aksi demonstrasi kembali, karena sudah dua kali berturut-turut saya mendapatkan informasi dari luar (Intel). yang saya khawatirkan kampus ini menjadi sentral aksi demo,” imbaunya. [Uqel/A.dp/SiGMA]
#jurnalism#persmahasiswa

Dimasa Pandemi, SEMA Fakultas Syariah Sukses Buat 6 Regulasi Fakultas

0
Dimasa Pandemi, SEMA Fakultas Syariah Sukses Buat 6 Regulasi Fakultas

Serang, Redaksigma.com Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah berhasil membuat 6 regulasi Fakultas yang disusun dalam rencana rancangan Program Legislasi Fakultas (PROLEGFAK) pasca diselenggarakannya Sidang Paripurna SEMA Fakultas Syariah di Aula Fakultas Syariah, Senin, (19/10).

Ketua Komisi Legislasi SEMA Fakultas Syariah, Khoirunisa menyebut pembentukan regulasi Fakultas tersebut didasari akibat adanya kekosongan hukum/aturan dalam menjalankan kerja-kerja organisasi yang mengakibatkan capaian kerja Ormawa kurang tearah dan tidak sesuai dengan rencana strategis (Renstra) Fakultas Syariah.

“Regulasi Fakultas dibuat untuk memberikan arah gerak Ormawa Fakultas Syariah yang saat ini terjadi kekosongan hukum/aturan sehingga kerja-kerja organisasi tidak terarah dan tidak sesuai dengan rencana strategis (renstra) Fakultas,” ujar Khoirunisa

Selain dari pada itu, ia menyebut ada 6 (enam) regulasi Fakultas yang disahkan dalam agenda Sidang Paripurna dan proses menuju pengesahannya pun sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Ada total 6 (enam) regulasi Fakultas yang disahkan, 1 Peraturan Dasar (PERDA) tentang KBM Fakultas Syariah dan 5 Peraturan Fakultas (PERFAK) diantaranya: Perfak tentang Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) Ormawa Fakultas Syariah, Perfak tentang Orientasi Budaya & Akademik Jurusan (OSJUR), Perfak tentang Prosedur Tetap Hubungan SEMA F, DEMA F, dan HMJ di Fakultas Syariah, Perfak tentang Teknik Persidangan Ormawa Fakultas Syariah, dan terakhir Perfak tentang Tata Tertib SEMA Fakultas Syariah. Dalam proses pembuatannya sudah sesuai mekanisme yang berlaku mulai dari serap aspirasi, penyusunan draft, pembahasan, sampai dengan pengesahan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum SEMA Fakultas Syariah Fariz Amrullah mengapresiasi komitmen tim penyusun dalam panitia khusus (Pansus) untuk menyelesaikan regulasi Fakultas ditengah Pandemi COVID-19.

“Saya mengapresiasi komitmen tim penyusun panitia khusus (Pansus) regulasi Fakultas dalam menyelesaikan rencana Program Legislasi Fakultas (Prolegfak), ada ratusan pasal kalau semuanya digabungkan semoga bisa jadi langkah awal untuk bergerak lebih produktif,” Kata Fariz
.
Selain itu, ia juga berharap agar pengawasan pelaksanaannya bisa di awasi bersama-sama bukan hanya oleh SEMA Fakultas termasuk oleh Mahasiswa Fakultas Syariah juga.
.
“Aturan udah dibuat, arah kerja juga udah ada di Perfak tentang Garis Besar Haluan Kerja (GBHK), tinggal sama-sama kita awasi aja pelaksanaannya nanti. Semoga ini bisa memberikan dampak,” tandasnya [A.dp/Agan/SiGMA]

Lima Tahun Hari Santri Nasional

0
Lima tahun hari santri

Penetapan 22 Oktober sebagai hari santri nasional ini merujuk pada pencetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan negara
#harisantrinasional #harisantri2020 #harisantri #santriuntuknegri

Cerita Mahasiswa UIN : Dapat Beasiswa Studi S2 di Luar Negeri dan Cara Mewujudkannya

0
Dapat Beasiswa Studi S2 di Luar Negeri dan Cara Mewujudkannya

Serang, redaksigm.com| Setiap manusia pasti memiliki impian dalam hidupnya. Salah satunya adalah keinginan seorang pengembara ilmu, baik pelajar maupun mahasiswa adalah impian untuk mendapatkan beasiswa sebagai salah satu tujuan utama dalam mengemban ilmu pengetahuan di dunia pendidikan.

Seperti cerita dari Mahasiswi bernama Ibadurohmah ini. Satu impiannya untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri telah tercapai. ia kini menjadi penerima beasiswa S2 yang sedang menempuh studi di Sp Jain School Of Global Management Dubai.

“Petualang dan ilmu. Seperti dua unsur yang berbeda tapi bisa untuk disatukan, pembelajaran tak pernah selesai untuk seorang petualang yang haus akan ilmu,” ujar Ibdurohmah, Senin, (26/10)

Mahasiswi lulusan Jurusan Asuransi Syariah UIN Banten tahun 2018 ini, memotivasi dirinya untuk terus maju melangkah jauh agar mempersiapkan semuanya sehingga berada di posisi sekarang.

“Ada beberapa yang saya persiapkan sebelumnya untuk menuju ke sana. Dari mulai aktif mengikuti kursus English Building Comunication (EBC) 2015. Sampai mengikuti beberapa organisasi eksternal,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa yang jadi modal awal untuk maju adalah ide dan gagasan. Persoalan biaya sebenernya klise, banyak lembaga yang menyediakan atau memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Karena tanpa ide dan gagasan kita menjadi orang yang tidak tahu arah, ‘tujuan kita mau kemana’, ‘Mau menjadi apa’. Stop untuk membicarakan semua terkendala dengan uang karena semuanya tergantung kita. Apakah mau berusaha dan siap bekerja keras meraih mimpi,” tuturnya dengan nada serius dan meyakinkan.

Diakhir cerita, Ibdurohmah memberikan pesan untuk adik tingkat mahasiswa yang masih berjuang di kampus untuk tetap semangat dan pantang menyerah.
.
“Sesulit apa pun keadaan kita saat berjuang sekarang, hadapi aja dengan ilmu dan kesabaran. Itulah yang membentuk karakter kita, jangan sampai ujian hidup menghilangkan idealisme dan tekad kita untuk terus belajar menuju perbaikan diri sesuai apa yang di perintahkan agama kita. Terakhir semangat selalu dan jaga kesehatan,” pesannya.
.
Disisi lain, Ketua jurusan Asuransi Syariah Rustam mengapresiasi dan memberikan selamat kepada mahasiswanya yang meraih impiannya.
.
“Selamat untuk ibdurohmah semoga ilmunya bisa bermanfaat dan semoga nanti bisa di implementasikan untuk membangunan jurusan Asuransi Syariah,” ujarnya. [Ahmad Khudori/Agan/SiGMA]

[INFO] Selamat Hari Sumpah Pemuda

0

Dilansir dari Wikipedia, sumpah pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda yang diselenggarakan dua hari pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

#harisumpahpemuda

[INFO] Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

0

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad. Di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

.

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat.

.

Menurut wikipedia, secara subtansi peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Hello world!

0

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!