Beranda blog Halaman 16

PBAK 2025 Alami Penurunan, Rektor UIN Banten: Tahun Ini Alami Penurunan Signifikan

0

Serang, lpmsigma.com – Sebanyak 2356 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, resmi mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025 di Aula Convention Hall. Dengan mengusung tema “Unggul Bersama, Berprestasi Untuk Bangsa,” acara ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Agustus 2025.

Rektor UIN Banten, Muhammad Ishom, dalam wawancaranya mengatakan, bahwa tahun ini terjadi penurunan jumlah mahasiswa baru yang cukup signifikan. Hal ini dilihat dari perbandingan jumlah mahasiswa baru dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini betul mengalami penurunan bahkan terbilang cukup signifikan, bukan hanya kita yang menurun sekitar lima ratus, hampir seluruh PTKIN juga mengalami penurunan, bahkan ada yang hampir seribu, tapi kalo dirata-rata ya sekitar lima ratus setiap PTKIN,” ujarnya.

Rektor UIN Banten, juga menambahkan bahwa terdapat faktor penyebab penurunan jumlah peserta, yakni akibat dari penambahan kuota pendaftar pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) umum. Serta faktor informasi pendaftaran dan pengumuman PTKIN yang terjadwal setelah PTN, mengakibatkan alasan kecilnya minat pendaftar.

“Ya, faktornya banyak kalo itu ya, mulai dari tetangga kita PTN umum sekarang ini kan kuota nya diperbanyak, selain itu kan kita ini tradisinya memang selalu memberikan pengumuman setelah mereka, ini yang kemudian menjadi alasan,” tambahnya.

Disamping itu, Ahmad Riyadi selaku Ketua Pelaksana PBAK turut menyampaikan, bahwa tahun ini mahasiswa baru didominasi oleh mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dengan jumlah manusia sebanyak 703 mahasiswa.

“PBAK tahun ini diikuti sebanyak 2356 orang, terdiri dari 703 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, kemudian 396 dari Fakultas Dakwah, 377 dari Fakultas Syariah, kemudian 333 dari Fakultas Ushuluddin dan Adab, 317 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 225 dari Fakultas Sains,” ungkapnya.

Ia juga berharap, semoga visi misi dan tujuan dari penyelanggaraan PBAK ini dapat berjalan, dan jika panitia mencatat input mahasiswa baru sebanyak 2356 mahasiswa, maka semoga output-nya dalam artian lulus sebanyak jumlah tersebut juga.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi visi misi dan tujuan dari penyelanggaraan PBAK ini dapat berjalan, dan jika saat ini panitia mencatat input-nya 2356 maka output-nya harus 2356,” ungkapnya.

Reporter: Irma
Editor: Lydia

Batas Pembayaran UKT Diperpanjang, Untuk Maba Hanya Sampai 24 Agustus

0

Serang, lpmsigma.com – Batas waktu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil tahun akademik 2025/2026 mengalami perubahan. Berdasarkan surat edaran resmi Nomor 2687/Un.17/BA.II.2/KU.01/08/2025, perpanjangan diberikan berbeda antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama, Jumat (22/08).

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Ali Muhtarom, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil pertimbangan bersama pihak keuangan. Semula, batas pembayaran ditetapkan berakhir pada 22 Agustus 2025 menjadi 29 Agustus 2025.

“Yang jelas, saya minta pembayaran UKT ini ada perpanjangan sampai tanggal 29 Agustus dan dari keuangan pun sudah menyetujui,” tuturnya saat diwawancari oleh kru SiGMA melalui pesan WhatsApp.

Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa perpanjangan hingga 29 Agustus hanya berlaku untuk mahasiswa lama.

“Perpanjangan pembayaran UKT mahasiswa baru (MABA), hanya sampai tanggal 24 Agustus 2025,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Pipit, mahasiswi prodi Tadris Bahasa Inggris mengatakan, bahwa kebijakan tersebut sudah tepat dikarenakan membantu mahasiswa yang berada dalam kesulitan untuk membayar.

“Kebijakan ini sangat membantu bagi seluruh mahasiswa, terutama yang mengalami kesulitan dalam pembayaran, baik dari segi ekonomi maupun hambatan lainnya,” ucapnya.

Ia juga menambahkan harapan, bahwa pihak kampus bisa mengevaluasi kebijakan tersebut hingga akhir bulan sebagai sikap kelonggaran terhadap mahasiswa yang bergantung pada beasiswa.

“Perpanjangan pembayaran ini kan sering terjadi, saya harap kampus bisa mengkaji ulang akan batas pembayaran sampai akhir bulan. Jadi mahasiswa maupun orang tua, punya waktu lebih longgar dan bisa menyiapkannya, bahkan beasiswa yang cairnya diakhir bulan, bisa terakomodasi,” tutupnya.

Reporter: Indah
Editor: Lydia

PWI Serang Raya Unjuk Rasa Tolak Kekerasan Terhadap Pers

0

Serang, lpmsigma.com – Aliansi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Serang Raya, mengadakan aksi demonstrasi tolak kekerasan terhadap pers di depan Gedung Bupati Negara Kota Serang dengan tuntutan memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang mengalami pengeroyokan pada saat liputan, Jum’at (22/08).

Engkos Kosasih, Ketua PWI Serang Raya, menjelaskan bahwa demostrasi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban rekan-rekan jurnalis yang mendapat intimidasi saat meliput di PT Genesis Regeneration Smelting Cikande.

“Sebetulnya aksi hari ini bentuk dari solidaritas kita terhadap rekan-rekan Jurnalis, yang menjadi korban intimidasi hingga pengeroyokan saat meliput di Kementerian Lingkungan Hidup sidak di pabrik PT Genesis Regeneration Smelting,” ujar Engkos.

Ia juga menambahkan, dari kejadian tersebut bahwa kebebasan pers masih belum mendapatkan keamanan saat liputan.

“Kita melihat kebebasan pers di Provinsi Banten ini belum dijunjung tinggi oleh semua pihak, terutama keamanan dari pemerintah. Pemerintah sendiri masih terlihat abai terhadap kebebasan pers dan hak wartawan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Hearofiatna, Kepala Dinas Kominfo, menanggapi aksi demonstrasi dan memberikan tanggapan terkait kejadian kekerasan yang dialami beberapa jurnalis.

“Kejadian kemarin saya secara pribadi dan pemerintah ikut prihatin karena di luar ekspektasi ada hal seperti itu. Tetapi tadi atas izin pak Sekda memang yang kemarin sudah dicabut izinnya, oknum-oknum itu sudah di laporkan ke Polda dan mudah-mudahan kedepannya kita bisa mengawal kebebasan Pers,” ujarnya.

Haerofiatna juga menekankan, kebebasan Pers harus dilakukan dengan etika yang baik dan tertib agar hal seperti ini tidak terulang kembali.

“Mudah-mudahan kedepan kita dari kominfo akan mengawal supaya tidak terjadi hal kemarin,” pungkasnya.

Reporter: Hida
Editor: Salma

Ormawa UIN Banten Tuntut Penyesuaian Sistem UKT Terhadap Mahasiswa Baru

0

Serang, lpmsigma.com – Sejumlah Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang tergabung dari Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U), SEMA FADA, SEMA FUDA, DEMA FADA, DEMA FTK, DEMA Syariah, serta Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN Sultan Maulana Hasannudin Banten, melangsungkan audiensi bersama Wakil Rektor (Warek) II dan III dalam menindaklanjuti keluhan penyesuaian sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru jalur Mandiri PCMB pada beberapa hari lalu, Senin (18/08).

Dalam audiensi tersebut, pihak ormawa tidak hanya menindaklanjuti besaran nominal UKT yang diterima oleh mahasiswa baru jalur Mandiri PCMB, namun juga memberikan beberapa tuntutan kepada pihak kampus untuk mampu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Meminta perpanjangan waktu pembayaran UKT untuk mahasiswa baru 2025 jalur mandiri PCMB.
2. Meminta lembaga melalui Warek II untuk mempertimbangkan calon mahasiswa baru jalur PCMB yg mengalami kesulitan ekonomi dalam membayar UKT melalui rapat pimpinan lembaga.
3. Meminta lembaga untuk melakukan penataan ulang terkait prosedur banding UKT.
4. Meminta Warek II memberikan solusi beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu.
5. Meminta pihak lembaga untuk melakukan perbaikan dalam proses survei calon mahasiswa KIP-K agar tepat sasaran.
6. Meminta lembaga untuk mahasiswa yang mengalami kondisi Force Majeure (kondisi tak terduga), contohnya orang tua meninggal dunia atau di-PHK, dapat mengajukan banding UKT kapan pun (tidak ada batas semester untuk banding) tanpa harus menunggu banding UKT dibuka.
7. Meminta pihak lembaga untuk mengupayakan Banding UKT bisa di semua semester atau timeline banding UKT dilaksanakan lebih cepat, yaitu di masa transisi semester 1 ke 2 .
8. Meminta pihak lembaga untuk membuat peraturan secara eksplisit terkait hasil banding UKT turun minimal 1 grade.

Dari hasil audiensi tersebut, Alam, selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U), menaruh besar harapan agar pihak kampus senantiasa menerima segala aspirasi yang diberikan oleh para mahasiswa kepada pihak kampus

“Saya dan kawan yang lain, tentunya menaruh besar harapan dari banyaknya tuntutan yang kami ajukan kepada pihak kampus. Saya ingin suara ini didengar dan mereka sebagai pihak lembaga yang memiliki wewenang serta kuasa mampu dengan sadar membenahi beberapa sistem didalamnya untuk tetap menumbuhkan cita-cita para mahasiswa,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Mahdori, selaku Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK), turut memberikan tanggapan serta harapannya untuk segala tuntutan yang diberikan dari pihak ormawa kepada pihak kampus.

“Sebagai perwakilan dari mahasiswa FTK, kebetulan FTK inikan fakultas dengan mahasiswa terbanyak di kampus ini. Sangat disayangkan jika tuntutan ini tidak dengar, jadi harapannya semoga dari pihak kampus mau mendengar hasil audiensi kemarin dan dapat memberikan hasil memuaskan. Kedepannya semoga sistem UKT ini dapat dibenahi dan dapat lebih adil, manusiawi, dan menanamkan nilai kejujuran agar hasilnya tidak mengecewakan,” tutupnya.

Reporter: Nabel
Editor: Lydia

163 Mahasiswa Baru Keluhkan Biaya UKT

0

Serang, lpmsigma.com – Hasil riset Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang tergabung dari Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U), SEMA FADA, SEMA FUDA, DEMA FADA, DEMA FTK, DEMA Syariah, serta Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasannudin Banten, menunjukan bahwa terdapat 163 mahasiswa baru jalur PCMB merasa terbebani dengan besaran biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mereka terima. Senin (18/8).

Alam, selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) menyatakan bahwa dirinya menerima banyak laporan mengenai biaya UKT pada mahasiswa baru jalur Mandiri PCMB yang merasa terbebani dengan nominal besaran UKTnya.

“Iya, jadi saya dan teman-teman Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari fakultas menampung banyak keluhan dan aspirasi dari para mahasiswa baru yang menyatakan terbebani dengan besaran ukt yang diterimanya. Karena besaran nominal UKT yang diterima dan gaji para orang tua mereka tidak seimbang nominalnya. Contohnya gaji orang tua Rp.2.000.000 tetapi UKT yang diterimanya itu Rp. 3.800.000,” ungkapnya ketika diwawancarai oleh kru LPM SiGMA.

Ia turut menyatakan bahwa permasalahan UKT ini sangat disayangkan karena dapat mengancam mahasiswa baru untuk putus kuliah.

“Permasalahan biaya UKT ini memang sangat disayangkan, apalagi yang terkena dampaknya adalah para mahasiswa baru yang bercita-cita untuk melanjutkan studinya. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kejadian buruk seperti putus kuliah, saya dan teman-teman ormawa lainnya mengharapkan agar pihak kampus mampu mengadakan banding ukt di awal semester bukan hanya di semester 2 menuju semester 3 (masa transisi),” ungkapnya.

Selain itu, ia juga turut menyayangkan sistem banding UKT di Kampus UIN SMH Banten yang dinilai kurang memadai.

“Seperti yang kita ketahuikan di Kampus kita ini hanya bisa banding UKT itu sekali ketika di semester 2 ke semester 3, lalu jika kita gagal dalam banding maka kita tidak bisa ikut banding UKT lagi. Sedangkan permasalahan ekonomi setiap orang itukan berbeda ya, nah ini yang disayangkan karena bisa membuat mahasiswa memilih untuk berhenti kuliah, karena jika berharap pada beasiswa pun itukan kuotanya sangat kecil,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mahdori, selaku Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK) menyayangkan isu tersebut, karena sebanyak 42,3% mahasiswa FTK dari hasil responden terkena dampak dari kenaikan biaya UKT tersebut.

“Sebagai fakultas dengan jumlah mahasiswa paling banyak di Kampus UIN Banten ini, saya dan rekan yang lain turut menyayangkan kejadian ini, karena dari ratusan mahasiswa yang menjadi responden dan 42,3% nya adalah mahasiswa FTK mereka terkena dampak dari kenaikan UKT untuk jalur mandiri PCMB. Hal ini ditakutkan dapat menjadi penyebab mereka untuk tidak melanjutkan studi kedepannya karena masalah finansial,” ujarnya ketika diwawancarai.

Ia juga menyebutkan harapannya agar para mahasiswa baru tersebut dapat diberikan kebijakan lebih lanjut agar dapat melanjutkan studi kedepannya nanti.

“Harapan saya untuk pihak kampus kepada ratusan mahasiswa tersebut, semoga pihak kampus dapat memberikan kebijakan lebih lanjut yang cukup bijak agar UIN Banten tidak kehilangan calon mahasiswanya. Oleh karena itu, saya berharap semoga para pimpinan dan pihak rektorat mampu membantu mereka untuk menggapai mimpinya, melalui memberikan bantuan beasiswa, banding ukt, atau kebijakan lainnya,” tutupnya.

Reporter: Nabel
Editor: Lydia

Sekolah Pinggir Jalan

0

[BULETIN MAGANG EDISI 1]

Salam Pers Mahasiswa!!!

Kru magang LPM SiGMA pada tahun ini kembali menghadirkan Buletin SIKAP bertemakan “Sekolah Pinggir Jalan”

Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi kesenjangan fasilitas yang terlihat kurang memadai, salah satu contohnya dapat kita temui di beberapa wilayah Provinsi Banten. Di pusat kota Provinsi Banten yakni Kota Serang masih terdapat anak-anak yang bersekolah di pinggir jalan, hal ini disebabkan oleh terhalangnya biaya pendidikan yang kian meningkat. Berlatarkan kondisi sekitar yang bising akan suasana jalanan, keterbatasan dalam fasilitas dan tanpa adanya tenaga pendidik profesional, meskipun begitu anak-anak tersebut masih tetap semangat untuk mencari ilmu dan belajar.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK sederajat dan Perguruan Tinggi (PT) belum mencapai target Renstra Kemendikbudristek 2020-2024 yang signifikan, yakni sebesar 95,00 dan 37,63 persen pada tahun 2024. Sedangkan di Banten, capaian APK tertinggi untuk SMA/SMK berada di Kota Tangerang sebesar 94,94 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Pandeglang memiliki presentasi sebesar 62,19 persen.

Data ini menunjukkan bahwa di wilayah Banten masih adanya kesenjangan akses dalam pendidikan. Oleh karena itu, perlu diadakannya peningkatan dalam membangun infrastruktur pendidikan, meningkatan sumber daya manusia dan memberi dukungan khusus bagi daerah yang tertinggal akan pendidikan. Agar setiap anak termasuk anak yang belajar di jalanan mempunyai kesempatan untuk meraih impiannya.

Buletin ini juga menyuguhkan narasi kritis, sastra, kisah inspiratif dan lainnya. Yuk baca dan unduh buletinnya sekarang!!!

FORPAK Banten Dorong Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Antikorupsi

0

Serang, lpmsigma.com — Forum Penyuluhan Antikorupsi (FORPAK) Banten mengadakan penyuluhan antikorupsi untuk membentuk generasi muda yang kritis terhadap praktik korupsi dan berintegritas tinggi, bertempat di Gedung Rektorat lantai 3, Jumat (15/08).

Ali Muhtarom, Wakil Rektor II UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran vital dalam mengawasi jalannya pemerintahan, termasuk mencegah praktik gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang melalui penguatan nilai-nilai yang jujur dan berkarakter.

“Integritas adalah fondasi utama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai yang berkarakter di masyarakat,” ujarnya.

Nurtjahyadi, sebagai narasumber utama penyuluhan, menjelaskan pentingnya pemahaman regulasi antikorupsi bagi generasi muda. Menurutnya, edukasi ini harus menjadi budaya yang tertanam sejak dini dan di bangku kuliah agar kelak tercipta pemimpin yang amanah.

“Kesadaran dan sikap antikorupsi harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti menolak gratifikasi dan bersikap transparan dalam setiap urusan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas penerima informasi, tetapi diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengampanyekan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi dan pelapor, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif dalam menginternalisasi dan menyebarluaskan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan akademik maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Reporter: Frida
Editor: Tiara

UIN SMH Banten Lantik Pejabat Baru, Berikut Daftar Namanya

0

Serang, lpmsigma.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi melantik jajaran pejabat baru, meliputi wakil rektor, dekan, dan pimpinan lembaga, untuk periode 2025–2029. Pelantikan berlangsung di Aula Rektorat lantai 3, Kamis (14/08/25).

Rektor UIN SMH Banten, Muhammad Ishom, menyebut pergantian dan pengangkatan pejabat ini sebagai langkah strategis dalam mewujudkan visi kampus menjadi universitas unggul dan terkemuka di Asia Tenggara pada 2029.

“Jaga nama baik Kementerian Agama dan lingkungan UIN, terutama dalam pengelolaan keuangan. Integritas, kejujuran, dan amanah adalah kunci membawa kampus ini menjadi unggul,” ujar Ishom dalam sambutannya.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Dr. Nana Jumhana, M.Ag., yang kini menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga. Nana mengatakan pihaknya akan mengawal visi rektor dengan fokus pada tiga pilar utama: pendidikan, pengajaran, dan penguatan kelembagaan.

Ia menargetkan pembentukan fakultas baru, peningkatan akreditasi seluruh program studi menjadi berstatus nasional, serta mendorong peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, dan publikasi di jurnal-jurnal bereputasi.

Selain itu, UIN SMH Banten juga membuka kesempatan bagi mahasiswa non-muslim untuk menempuh pendidikan, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah UIN lain.

“Secara aktualis tidak ada larangan. Selama sesuai ketentuan yang berlaku, semua calon mahasiswa dipersilakan,” kata Nana.

Para pejabat akan mengemban tugas strategis dalam mengawal target dan program kerja kampus selama lima tahun ke depan. Berikut daftar pejabat UIN SMH Banten periode 2025–2029 yang dilantik:

– Dr. Nana Jumhana, M.Ag. – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga
– Dr. Ali Muhtarom, S.Pd.I., M.S.I. – Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian
– Dr. Dedi Sunardi, M.H. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
– Prof. Dr. Wasehudin, M.Si. – Direktur Pascasarjana
– Dr. H. Subhan, M.Ed. – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
– Dr. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum. – Dekan Fakultas Syariah
– Dr. Masykur, S.Ag., M.Hum. – Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab
– Dr. H. Endad Musaddad, M.A. – Dekan Fakultas Dakwah
– Prof. Dr. Budi Sudrajat, M.A. – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
– Prof. Dr. Hidayatullah, M.Pd. – Dekan Fakultas Sains
– Dr. Zaki Ghufron, B.Ed., M.A. – Ketua Lembaga Penjaminan Mutu
– Prof. Mufti Ali, M.A., Ph.D. – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Reporter: Salma

Dari Batu Bara ke Energi Terbarukan: Ganti Wajah, Sistem di Banten Tetap Sama

0

Di Banten, asap batu bara masih mengepul, abu masih berterbangan, dan sawah masih terpapar partikel halus yang tak kasatmata. Namun di panggung politik, narasinya sudah berubah yakni lebih hijau, lebih modern, lebih seolah-olah berpihak pada masa depan. Itulah wajah baru kebijakan energi wajah yang berganti, tapi tubuhnya tetap berotot batu bara.

Banten, sebagai salah satu pusat industri energi fosil di Indonesia, kini ikut dimasukkan ke dalam narasi besar transisi menuju Energi Terbarukan. Di atas kertas, targetnya terlihat ambisius yaitu porsi Energi Terbarukan 23 persen pada 2025. Namun di lapangan, dominasi pembangkit batu bara masih begitu kuat. PLTU-PLTU di Cilegon, Labuan, dan sekitarnya tetap beroperasi penuh, sementara rencana penutupannya berjalan lambat. Pemerintah pusat menargetkan penghentian total PLTU pada 2056 yakni jauh dari tren global yang mematok batas sebelum 2040.

Konsekuensi dari situasi ini bukan sekadar angka emisi di laporan tahunan, tapi langsung menyentuh kesehatan masyarakat. Abu batu bara yang keluar dari cerobong pembangkit terbawa angin, menyebar ke pemukiman, menempel di atap rumah, dan turun ke tanah. Partikel halus ini mudah terhirup, memicu penyakit pernapasan kronis, iritasi mata, hingga meningkatkan risiko kanker paru-paru. Dampaknya juga bisa terasa di sektor pertanian. Partikel yang jatuh ke sawah dapat mengganggu proses fotosintesis pada tanaman padi dan mengubah kualitas tanah. Jika berlangsung terus-menerus, penurunan hasil panen hanya tinggal menunggu waktu.

Ironisnya, momentum transisi energi di Banten belum diarahkan untuk membangun sistem energi yang lebih adil. Potensi besar seperti tenaga surya di daerah pesisir atau mikrohidro di kawasan pegunungan belum tersentuh secara serius. Arah kebijakan masih condong pada proyek skala besar yang dikuasai korporasi, sering kali mengabaikan pengembangan pembangkit berbasis komunitas yang bisa memberi manfaat langsung bagi warga.

Persoalan keadilan sosial juga tidak mendapat perhatian memadai. Ribuan pekerja di sektor batu bara di Banten menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan tanpa jaminan pelatihan ulang atau integrasi ke industri energi bersih. Sementara itu, masyarakat dengan penghasilan rendah tetap menanggung beban akibat pengurangan subsidi energi, tanpa mekanisme perlindungan yang memadai.

Kesenjangan akses listrik masih nyata di sebagian wilayah, kita ambil contoh pulau Tunda, salah satu pulau yang berada di kabupaten Serang belum terjangkau listrik di siang hari dan hanya ada listrik dimalam saja. Pemerataan yang lebih rendah dibandingkan kota-kota industri menunjukkan bahwa energi bersih belum berarti energi untuk semua. Tanpa pemerataan, transisi energi hanya akan menjadi slogan yang terdengar indah di Jakarta tetapi hampa di pelosok.

Selama subsidi batu bara tetap dipertahankan, kontrak panjang dengan perusahaan tambang diperpanjang, dan kebijakan energi dikendalikan oleh segelintir pelaku besar, Banten tidak akan benar-benar berpaling dari masa lalu fosilnya. Wajah kebijakan mungkin berganti dari abu-abu menjadi hijau, tetapi sistemnya tetap mengabdi pada logika lama yakni keuntungan terkonsentrasi sedangkan biaya sosial diserahkan pada publik.

Padahal, alternatif itu sudah ada dan terbukti jalan. Di Pulau Sangiang, sebuah komunitas bernama Pena Masyarakat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana untuk menerangi rumah dan lahan warga di malam hari. Inisiatif ini lahir bukan dari proyek raksasa, melainkan dari kebutuhan sehari-hari dan gotong royong warga, untuk mengurangi ketergantungan pada genset mahal dan melindungi lahan dari serangan hama. Tanpa merusak lingkungan, tanpa merampas tanah, dan tanpa jargon kosong, tenaga surya di Sangiang membuktikan bahwa transisi energi bisa dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, murah, dan berpihak pada masyarakat.

Jika pemerintah di Banten benar-benar serius membangun masa depan energi yang berkelanjutan, seharusnya mereka belajar dari contoh ini, transisi energi tidak selalu harus datang dari proyek miliaran, tapi bisa tumbuh dari komunitas yang paham betul akan kebutuhannya sendiri. Itulah wajah transisi energi yang sebenarnya bukan sekadar pergantian warna di laporan, tapi perubahan nyata yang menyentuh kehidupan.

Penulis: Nabila Alsabila


Konten ini merupakan bagian dari kolaborasi kampanye dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara untuk isu transisi energi berkeadilan

Profil Prof. Dr. H. Muhammad Ishom

0

Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., MA terpilih sebagai rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk masa jabatan 2025-2029.

Beliau lahir di Demak, Jawa Tengah, 23 Juni 1976. Pendidikan awalnya dimulai di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Assirojiyah, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Futuhiyyah I Demak. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan Sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Magister di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan meraih gelar Doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung. Berikut informasi infografik profil Prof. Muhammad Ishom:

KARIER
1. Dosen di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada tahun 2007-Sekarang
2. Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN SMH Banten semenjak tahun 2021-2025
3. Ketua Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN SMH Banten pada periode 2021-2024

ORGANISASI
1. Ketua Lembaga Bahsul Masail PCNU Jakarta Barat, tahun 2006-2010
2. Ketua LP Maarif PWNU DKI Jakarta, tahun 2010-2014
3. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
4. PB IKA PMII
5. Jaringan GUSDURian
6. Komisi Ukhuwah MUI Pusat

ORGANISASI TINGKAT NASIONAL
1. Anggota Dewan Pakar Ikatan Alumni (IKA) Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) (2025-Sekarang)
2. Anggota Dewan Pakar ISNU Kota Serang Banten (2020-2024)
3. Pembina Jaringan Komunitas GUSDURian Serang
4. Ketua Asosiasi Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) se-Indonesia pada periode 2018-2023

5 ARTIKEL DENGAN SITASI/KUTIPAN TERTINGGI GOOGLE SCHOLAR
1. Panorama pesantren dalam cakrawala modern, 203 Kutipan
2. Peningkatan mutu terpadu pesantren & madrasah diniyah, 152 kutipan
3. Peningkatan Mutu Terpadu Pesantren dan Madrasah Diniyah, 138 kutipan
4. Intelektualisme Pesantren, 124 kutipan
5. Negara Tuhan: the thematic encyclopaedia, 108 kutipan

ARTIKEL SCOPUS
1. HAJJ HEALTH ISTITA’AH FROM THE PERSPECTIVE OF HEALTH DECENTRALIZATION, 2024
2. The Loose Interpretation of Dominus Litis Principle in Marriage Dispensation for Underage Marriage in Banten, 2023
3. Presidential Nominations from Active Cabinet Ministers: A Delicate Balance between the Interpretation of Constitutional Court Decisions and Political Interests, 2023
4. The Challenging Role of Penghulu and Marriage Administrators in Border Areas on Indonesia: Entikong and Sekayam, West Kalimantan, 2019

PENGHARGAAN
1. Top 100 Dai/Penceramah Recommended Kemenag RI 2018
2. Dai Medsos Inspiratif, Yayasan GNS 2024
3. Apresiasi dan Penghargaan Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN 2024
4. Penghargaan atas Dedikasi terhadap Ahlul Qur’an LPTQ DKI Jakarta 2023
5. Apresiasi dan Penghargaan Pengurus APHUTARI 2023
6. MEDIATOR BERSERTIFIKAT (Certified Mediator SBSN) Mahkamah
7. Agung RI-Justitia Traing Center 2022

Sumber: https://www.kompasiana.com, https://www.erakini.id, https://sinta.kemdikbud.go.id