Beranda blog Halaman 38

Komunitas Kejar Mimpi Cegah Stunting melalui Program Goes to School

0

Serang, lpmsigma.com– Komunitas Kejar Mimpi yang diinisiasi oleh CIMB Niaga, mengadakan program Goes to School yang dilaksanakan di SD Negeri Cilampang, dihadiri oleh siswa, para orang tua, juga masyarakat sekitar. Kegiatan ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengasah skill kepemimpinan dan volunteering, pada Sabtu (26/10).

Dengan mengusung tema “Generasi Tumbuh Sehat” kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat, terutama pada penyakit stunting.

Ariq, selaku Ketua dari komunitas Kejar Mimpi Serang, menjelaskan tujuan program ini bisa memberikan edukasi dalam menghadapi tantangan masalah kesehatan kepada masyarakat, khususnya orang tua dan anak sekolah.

“Di Serang, masih banyak masyarakat maupun orangtua yang kurang memahami tentang kesehatan dan pemahaman gizi anak, terutama tentang stunting, akibatnya akan berdampak pada masalah tersebut. Maka dari itu dengan adanya gerakan komunitas ini, untuk memberikan pemahaman materi,” jelas Ariq.

Adapun Rida, selaku Guru SD Negeri Cilampang, menuturkan, adanya kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran bagi anak-anak tentang pentingnya kesehatan.

“Dengan adanya program ini anak-anak bisa lebih menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan pada diri, dengan mengenal apa itu stunting,” tuturnya.

Ia juga berharap agar program ini dapat berkelanjutan untuk diselenggarakan, supaya dapat mengedukasi anak-anak terutama para orang tua.

“Karena anak usia sekolah dasar ini seperti botol yang kosong, maka untuk terlihat penuh, harus diisi dan diisi, entah itu per 3 bulan, persemester, atau pertahun, berharap untuk program ini agar terus berkelanjutan,” tutupnya.

Tidak hanya memberikan pemahaman edukasi melalu materi, komunitas Kejar Mimpi juga mengadakan kegiatan seru lainnya seperti:
Fun Financial Literacy Education
Quiz QNA Financial Literacy Education
– “Isi Piringku” Drawing Activity
– Penulisan Pohon Mimpi
Fun Drawing Celengan

Reporter: Indah
Editor: Nazna

Dema FTK Tanggapi Opini Publik, Program Kerja Sudah Terealisasikan

0

Serang, lpmsigma.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK), berikan tanggapan terhadap pernyataan program kerja mereka yang mangkrak dan tidak membuahkan hasil dalam lima bulan terakhir, juga kekecewaan terhadap kinerja DEMA FTK.

Muhammad Marjuki, selaku Ketua DEMA FTK mengungkapkan, bahwa program kerja sudah banyak yang terlaksana hingga saat ini.

“Terkait program kerja sudah banyak yang terlaksana, kebetulan di awal November kita sedang mempersiapkan kegiatan selanjutnya,” ujarnya, Kamis (24/10).

Ia juga menanggapi terkait opini Mahasiswa yang beredar, tentang program kerja yang di janjikan tidak terealisasi.

“Tanggapan saya, karena Indonesia terkenal dengan demokrasinya jadi ya silahkan saja, ruang opini publik dan sebagainya pun sisi positif nya membuat makin semangat dalam pergerakan Dema nya,” tambahnya.

Senada dengan Ahmad Baihaqi, selaku Ketua SEMA FTK, turut memberikan tanggapan terkait program kerja DEMA yang dituding tidak terealisasikan.

“Sebetulnya tidak mangkrak, karena memang program DEMA FTK sudah di susun, di rencanakan dan semuanya sudah ada timeline nya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa selama program kerja DEMA FTK berjalan, SEMA FTK selalu mengawasi dan mengontrol kinerjanya.

“Ya tentunya, selama program kerja DEMA FTK berjalan, SEMA FTK selalu mengawasi dan mengontrol,” tutupnya.

Reporter: Davina
Editor: Nazna

Home Sweet Loan: Kisah Perjuangan Generasi Sandwich di Tengah Tekanan Finansial

0

Film Home Sweet Loan merupakan film yang menyajikan kisah menyentuh tentang realitas generasi sandwich yang seringkali harus berjuang keras di tengah himpitan tanggung jawab keluarga dan impian pribadi. Disutradarai oleh Sabrina Rochelle, dengan nuansa drama kehidupan yang mendalam film ini menampilkan sosok Kaluna, anak bungsu yang diperankan oleh Yunita Siregar dengan menjadi tulang punggung keluarga di tengah tekanan ekonomi dan konflik keluarga.

Kisah ini dimulai dengan impian besar Kaluna untuk memiliki rumah sendiri. Dengan kerja keras dan dedikasi, ia menabung uang untuk bisa membeli rumah impian, rumah yang seharusnya menjadi tempat ia memulai hidup baru dengan kekasihnya. Namun, hubungan asmara Kaluna dengan pria dari keluarga berada harus kandas karena perbedaan finansial yang terlalu jauh di antara mereka. Perpisahan ini meskipun menyakitkan, justru memperkuat tekad Kaluna untuk membeli rumah impian itu untuk seorang diri.

Kaluna tidak hanya berjuang untuk impiannya saja, tetapi juga harus menghadapi tekanan besar di rumahnya. Sebagai anggota keluarga yang paling muda ia justru merasa terasingkan di rumahnya sendiri, kamar pribadinya harus direlakan untuk keponakannya membuatnya pun terpaksa tinggal di kamar pembantu. Setiap kali listrik mati Kaluna yang bertanggung jawab untuk membayarnya, dengan perlakuan seperti ini membuatnya merasa tidak dihargai dan semakin mendambakan kebebasan serta tempat tinggal yang bisa ia miliki sendiri.

Puncak konflik dalam film ini terjadi ketika kakak sulung Kaluna menjadi korban penipuan mafia tanah, kehilangan ratusan juta rupiah. Kondisi ini menempatkan keluarga mereka diambang kehilangan rumah dan tabungan Kaluna yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah harus diserahkan untuk menyelamatkan rumah keluarganya dari Bank. Meski dirinya sempat marah dan merasa lelah dengan kondisi yang menimpanya, Kaluna akhirnya mengalah dan memberikan seluruh tabungannya agar keluarganya tidak kehilangan tempat tinggal.

Perjuangan Kaluna menggambarkan realitas pahit yang sering dihadapi oleh generasi sandwich. Mereka terjebak di antara kewajiban untuk mendukung orang tua dan saudara, namun di sisi lain juga ingin mengejar impian dan kebebasan hidup pribadi.

Konflik yang dialami Kaluna sangat relevan dengan situasi banyak orang dewasa muda saat ini yang harus memilih antara memenuhi tanggung jawab keluarga atau mewujudkan keinginan pribadi.

Pada akhirnya, Kaluna menemukan jalan keluar dari situasi yang mengekang dirinya. Ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan kantoran yang selama ini menekannya dan memulai usaha catering. Kemampuannya dalam memasak, yang sepanjang film sudah ditampilkan sebagai salah satu bakatnya hingga akhirnya menjadi jalan baginya untuk meraih kebebasan finansial dan emosional.

Dalam film ini ditutup dengan pesan yang kuat tentang arti kekeluargaan, pentingnya saling memaafkan dan bagaimana kata-kata terima kasih yang sederhana bisa menjadi penawar luka dalam hubungan keluarga yang penuh konflik.

Home Sweet Loan berhasil menyampaikan bahwa meski konflik dan tekanan hidup tidak terhindarkan, kasih sayang keluarga dan keberanian untuk mengubah keadaan bisa menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan.

Secara keseluruhan, Home Sweet Loan adalah film yang menyentuh hati dengan kisah perjuangan generasi sandwich yang sering kali tersembunyi di balik peran mereka sebagai penopang keluarga. Dengan akting emosional Yunita Siregar sebagai Kaluna, film ini berhasil menyampaikan pesan tentang betapa berharganya kebersamaan dan pengorbanan dalam keluarga.

Penulis: Lydia
Editor: Dhuyuf

Klinik UIN Banten, Siapkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat dan Civitas Academica Kampus

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mendirikan klinik Pratama di lingkungan kampus untuk memberikan akses layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat dan civitas academica kampus, Kamis (24/10).

Muhammad Rafly, selaku kepala Klinik, menjelaskan Klinik yang berada di Gedung Pusgiwa dibuat dengan bertujuan untuk melengkapi fasilitas UIN, terutama kesehatan yang berada di lingkungan kampus dan terbuka untuk umum.

“Klinik didirikan untuk melengkapi UIN dalam perihal fasilitas kesehatan karena di UIN sendiri belum ada. Klinik ini juga terbuka untuk masyarakat sekitar dan civitas kampus,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, fasilitas klinik ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum, KB, Bedah minor, Nebulizer dan lainnya.

“Klinik Pratama UIN SMH Banten buka setiap senin-jumat. Klinik ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum, KB, Bedah minor, Nebulizer dan lainnya,” jelasnya.

Senada dengan penuturan kepala klinik, Azizah, selaku mahasiswi UIN SMH Banten, memberikan tanggapan terkait adanya Klinik di lingkungan kampus, memudahkan mahasiswa memperoleh akses layanan kesehatan secara mudah.

“Pendirian klinik sebagai fasilitas di UIN itu bagus sebetulnya, memudahkan mahasiswa untuk memperoleh akses layanan kesehatan lebih mudah,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan, akses administrasi klinik di UIN agar dibuat lebih terjangkau untuk mahasiswa.

“Sudah bagus, cuman untuk administrasi dibuat agar lebih ramah di kantong untuk sekelas mahasiswa,” tutupnya.

Reporter: Ayunda
Editor: Nazna

Bazar SEF Sukses Dongkrak Pemasaran Produk UMKM

0

Serang, lpmsigma.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HMPS ES), sukses menggelar bazar Sharia Economic Festival (SEF) yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 Oktober di lapangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Riri, selaku Ketua Departemen Ekonomi Kreatif di HMPS ES menyampaikan tujuan diadakan bazar untuk membantu para mahasiswa dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin memasarkan dan memperkenalkan produk yang ditawarkan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Alhamdulillah adanya SEF ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dan UMKM supaya mereka bisa memperkenalkan produknya sehingga lebih dikenal oleh massa,” ucapnya, (23/10).

Ia juga mengatakan bazar yang ditawarkan pada acara SEF kali ini merupakan terobosan baru dari HMPS ES, adapun total para pelaku usaha yang berhasil memperkenalkan produknya sejumlah 16 tenda yang terdiri dari 8 mahasiswa dan 8 pelaku UMKM di Kota Serang.

“Bazar ini terobosan baru dari HMPS ES, dan kita juga menyediakan 16 tenda yang dimana 8 tenda untuk para mahasiswa sedangkan 8 tenda lainnya untuk pelaku UMKM di daerah Serang,” lanjutnya.

Zahra, salah seorang konsumen di bazar SEF, berharap agar para pelaku usaha terus berinovasi dan mengembangkan produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan agar para pelaku usaha semakin cerdas untuk memanfaatkan teknologi dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Harapan aku semoga mereka terus berinovasi dan mengembangkan produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yaitu halal dan thayyib. Aku juga berharap para pelaku usaha semakin cerdas memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar dan semoga para pelaku usaha dapat memberikan dampak positif yang lebih luas lagi di masyarakat,” tutupnya.

Reporter: Essa
Editor: Nazna

Terbelenggu Kekerasan, Hewan Tidak Seharusnya Dieksploitasi

0

Hewan atau yang biasa disebut juga sebagai binatang, merupakan kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan animalia. Adapun sebutan lainnya yaitu sebagai fauna atau margasatwa. Saat ini, tidak jarang kita melihat berbagai jenis hewan yang dipekerjakan oleh manusia demi memenuhi kepentingan egonya.

Kemudian, karena pekerjaan berat yang biasa dilakukan oleh hewan-hewan itulah dapat mengancam kesehatan pada diri mereka. Contohnya adalah kerbau, monyet, kuda dan lainnya yang seringkali melakukan pekerjaan berat yang tidak semestinya karena hewan tersebut seharusnya dapat kita lindungi dan sayangi.

Louise Shania Sabela dalam jurnalnya yang berjudul Hak Asasi Hewan dalam Hukum Indonesia: Dari Antroposentrisme ke One Rights, menyatakan bahwa menurut data laporan penelitian Koalisi Asia for Animals (AfA Coalition) pada tahun 2021 menjelaskan bahwa sepanjang Juli 2020-Agustus 2021, ditemukan sekitar 5480 video kekerasan terhadap hewan yang diunggah pada tiga platform utama, yakni YouTube, Facebook dan TikTok. Dengan 1.626 video diantaranya berasal dari Indonesia.

Berdasarkan data yang disebutkan di atas, terdapat beberapa kasus kekerasan pada hewan yang biasanya terjadi, seperti: konten penenggelaman hewan, pembunuhan induk hewan, pemberian minuman keras pada hewan dan pertarungan yang sengaja dipertontonkan.

Dari permasalahan-permasalahan di atas merupakan tindak kekerasan yang sudah sepatutnya kita berantas, karena kesejahteraan hewan termasuk ke dalam tanggung jawab setiap individu manusia, bukan hanya pemerintah saja.

Di Indonesia sendiri, kasus kekerasan hewan ini belum mendapatkan perhatian yang khusus karena masih terdapat permasalahan dalam hukum di Indonesia terkait Hak Asasi Hewan. Sudah sepatutnya kita mengkritisi tentang perlindungan hewan bukan sebatas alat eksploitasi, tetapi posisinya sebagai subjek hukum yang harus mendapatkan haknya.

Hewan bukan hanya sebagai alat hiburan saja, tetapi bisa menjadi teman di kala kita tengah merasakan kesepian dalam hidup. Eksploitasi yang dilakukan terhadap hewan seharusnya tidak dilakukan karena mereka pantas mendapatkan kasih sayang yang tulus.

Hal yang sudah sepatutnya kita lakukan untuk melindungi hewan-hewan tersebut bisa saja dengan melakukan berbagai cara seperti: melakukan pelestarian pada hewan, memberikan makan dan minum yang layak, menyediakan tempat tinggal yang semestinya dan memperlakukan mereka dengan baik.

Jangan sampai kita sering kali menyepelakan hal-hal yang mungkin bagi kita mengganggu, padahal setiap ciptaan-nya adalah sebuah anugrah yang sudah seharusnya kita lindungi keberadaanya.

Penulis: Nabel
Editor: Dhuyuf

Menuju FTK yang Bermutu Hanya Ilusi, Lima Bulan Dema FTK Mangkrak Program Kerja

0

Oleh: M. Farhan, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 

Dalam proses Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) yang diselenggarakan serentak pada bulan Januari, pasangan Muhammad Marzuki dan Muhammad Ilham terpilih sebagai pimpinan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan membawa tagline “Menuju FTK yang Bermutu.”

Namun, seiring berjalannya waktu, ketika agenda pleno tengah dilaksanakan, harapan agar DEMA FTK dapat lebih aktif dan progresif dalam menjalankan program kerja yang telah disahkan tidak tercapai. Rapat pleno yang bertema “Optimalisasi Kinerja DEMA FTK Demi Tercapainya Tujuan Organisasi” ternyata tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Realitanya, pasca pleno tengah, DEMA FTK justru dianggap mengalami kemunduran oleh mahasiswa FTK, karena program kerja yang dijanjikan mangkrak selama empat bulan terakhir.

Akibatnya, tagline “Menuju FTK yang Bermutu” dianggap hanya sebatas angan-angan (halusinasi). Selain itu, kita semua memahami bahwa tugas dan peran SEMA FTK adalah mengawasi kinerja eksekutif, baik di DEMA FTK maupun HMPS Jurusan. Namun, SEMA FTK tampak menutup mata terhadap kondisi mangkraknya program kerja di badan eksekutif DEMA FTK, sehingga peran pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari situasi ini, kita bisa melihat bahwa meskipun pasangan Marzuki dan Ilham yang terpilih sebagai pimpinan Dewan Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK), dengan tagline “Menuju FTK yang Bermutu” realita menunjukkan bahwa setelah lima bulan kepemimpinan mereka, program kerja yang diharapkan tidak berjalan efektif. Bahkan, menurut pandangan mahasiswa, program kerja mangkrak dan tidak ada perkembangan signifikan dalam empat bulan terakhir. Rapat pleno yang bertujuan mengoptimalkan kinerja DEMA FTK juga tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Selain itu, peran Senat Mahasiswa (SEMA) FTK yang seharusnya mengawasi kinerja eksekutif juga tidak berjalan sesuai harapan, karena mereka tampak tidak mengambil sikap dan tindakan yang tegas atas kondisi mangkraknya program kerja DEMA FTK.

Dengan demikian, tagline “Menuju FTK yang Bermutu” dianggap hanya menjadi ilusi (halu) karena tidak terealisasi dengan baik di lapangan.

‘APT’ Single Terbaru Rose dan Bruno mars dengan Nuansa Penuh Warna

0

Rose BLACKPINK dan Bruno Mars berkolaborasi lewat lagu berjudul APT.  Lagu APT menjadi single pertama Rose setelah bergabung dengan agensi The Black Label dan Label Global Atlantic Records, lagu ini dirilis pada Jumat 18 Oktober lalu.

Uniknya dari lagu APT ini adalah nada yang ceria. Lagu ini bergenre pop, dengan lirik berbahasa Inggris-Korea. APT menyampaikan makna bagaimana sepasang kekasih mengekspresikan cinta masing-masing.

APT diproduseri oleh Bruno Mars, Cirkut, Omer Fedi, dan Rogét Chahayed. Ada cerita di balik penciptaan lagu ini yang dibeberkan oleh Rosé dikutip dari Warner Music Indonesia.

“APT itu permainan saat minum-minum (biasanya alkohol) di Korea favoritku, aku main ini di rumah sama temen-temen. Cara mainnya sederhana, bisa banget bikin senyum dan mencairkan suasana,” kata Rosé

“Suatu malam di studio aku mengajari kru cara main game ini. Semua orang terpesona apalagi ketika aku mulai dengan nyanyiannya. Jadi kami main terus bilang kalau nanti suatu hari aku mau bikin lagu terinspirasi dari sini. Setelah Bruno gabung di lagu itu, sisanya mengalir begitu saja,” lanjut Rosé.

Video musik “APT” menampilkan visual serba pink yang menawan. Setiap adegan diwarnai nuansa ceria dan kreatif, memperkuat tema kolaborasi yang penuh warna. Bruno dan Rosé juga tampak memainkan game APT seperti yang dijelaskan oleh salah satu member BLACKPINK tersebut.

Lagu ini dengan cepat menduduki peringkat teratas di berbagai platform musik, menunjukkan antusiasme besar dari penggemar kedua artis tersebut.

Penulis: Davina
Editor: Nazna

Santri Provinsi Banten, Unjuk Kreativitas dalam Expo Kemandirian Pesantren

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam memperingati Hari Santri Nasional, para santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan kegiatan Expo Kemandirian Pesantren dengan mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Acara yang dilaksanakan di Gedung Pusgiwa lantai satu ini, menjadi ajang unjuk kreativitas bagi para santri dari berbagai pondok pesantren di Banten, Selasa (22/10).

Acara tersebut dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 22-24 Oktober 2024, dengan berbagai rangkaian acara seperti khatmil Qur’an dan tabligh akbar, perlombaan, pentas seni dan fashion show.

Dalam sambutannya, Wawan Wahyudin, selaku Rektor UIN Banten, menyampaikan bahwa posisi santri sekarang ini berada diakhir zaman, dan berpesan kepada santri untuk selalu berbuat kebaikan.

“Ada tiga pesan yang ingin saya sampaikan, pertama di akhir sujud dalam sholat harus khusnul khatimah siapapun orangnya, kedua berbaktilah kepada Ibu dan Bapakmu, dan ketiga bersedekahlah karena bisa menolongmu diakhirat nanti,” ujar Wawan.

Hal menariknya, para mahasantri Ma’had UIN SMH Banten diminta untuk membuat mushaf Al-quran yang ditulis tangan oleh mahasantri laki-laki dan perempuan. Mushaf ini diawali oleh Rektor, dengan menulis lafadz Al-Fatihah dan dilanjutkan hingga selesai oleh mahasantri.

Ditempat yang sama, Faris, selaku Ketua Pelaksana, menuturkan bahwasannya kegiatan ini bertujuan memperkenalkan hasil karya dan kreativitas para santri pondok pesantren Provinsi Banten.

“Tujuannya, kegiatan expo ini menampilkan inovatif, kreativitas dan hasil karya dari para santri setiap pondok pesantren di Banten,”

Selain itu, Ia juga mengharapkan kepada para santri agar tidak melupakan para santri terdahulu dalam memperjuangkan agama dan negara.

“Menyambung juang masa depan, saya mengharapkan penerus bangsa ini khususnya para santri jangan melupakan peran santri yang memperjuangkan agama dan negaranya,” pungkasnya.

Reporter: Salma

Pernikahan atau Pendidikan? Tantangan yang Dihadapi Anak Muda

0

Nikah muda kini menjadi fenomena yang semakin diterima oleh masyarakat modern. Dalam beberapa kasus, keputusan untuk menikah di usia muda seringkali dilihat sebagai langkah yang membawa kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama pasangan. Namun, dari sudut pandang pendidikan, pernikahan di usia muda menghadirkan tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 33,76% pemuda Indonesia mencatatkan usia kawin pertamanya di rentang 19-21 tahun pada 2022, dan 19,24% pemuda menikah pertama kali di usia 16-18 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda memasuki pernikahan di usia yang bersamaan dengan masa studi mereka, baik di pendidikan formal maupun non-formal.

Dalam dunia pendidikan, kesiapan mental dan emosional menjadi aspek penting yang harus dikembangkan seiring proses belajar. Namun, ketika pernikahan terjadi di usia yang masih sangat muda, sering kali tanggung jawab keluarga dan pendidikan saling bertabrakan. Banyak pasangan muda yang harus membagi perhatian antara kewajiban rumah tangga dan komitmen untuk melanjutkan studi atau meraih gelar.

Di sisi lain, peningkatan akses pendidikan di kalangan generasi muda juga menjadi faktor penting dalam kesiapan mereka untuk menikah lebih awal. Semakin banyak pemuda yang telah meraih pendidikan lebih tinggi, membuat mereka lebih mandiri secara finansial dan mampu menghadapi tantangan hidup berkeluarga. Dengan bekal pendidikan yang memadai, pasangan muda juga cenderung lebih siap menghadapi masalah rumah tangga dan memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik.

Namun, pendidikan formal sering kali belum mampu memberikan bekal yang cukup untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi kompleksitas kehidupan pernikahan. Meskipun mereka mungkin telah mencapai tingkat pendidikan akademis yang tinggi, banyak pasangan muda yang tetap menemui tantangan ketika harus mengelola hubungan jangka panjang. Kesiapan emosional dan kemampuan berkomunikasi sering kali tidak sejalan dengan tingkat pendidikan formal yang dimiliki.

Dalam banyak kasus, pasangan muda terjebak dalam dinamika pernikahan yang penuh dengan tuntutan emosional, ekspektasi sosial, dan tekanan finansial yang berat. Ketidakmatangan dalam menghadapi konflik, ketidakstabilan emosi, serta ketidakpastian masa depan karier menjadi beberapa faktor yang kerap memicu gesekan dalam hubungan.

Pada akhirnya, pendidikan memainkan peran penting dalam memastikan bahwa pasangan muda yang memilih menikah dapat tetap melanjutkan perkembangan diri mereka secara optimal. Dengan bimbingan yang tepat, nikah muda bisa menjadi langkah yang membawa kebahagiaan sekaligus kesempatan untuk tetap berkembang baik di bidang keluarga maupun karier. Meskipun akses pendidikan dan karier semakin terbuka, kemampuan untuk mengelola kehidupan pernikahan tetap membutuhkan pendekatan yang lebih mendalam dari sekadar pencapaian akademis.

Penulis: Nabila
Editor: Nazna