Beranda blog Halaman 62

UKM Prima Gelar Pelatihan Riset dan Kepenulisan Guna Asah Daya Kreatifitas dan Inovatif melalui Dunia Riset

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Riset Mahasiswa (PRIMA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menggelar Pelatihan Riset dan Kepenulisan (PERAN) 2023 dengan mengusung tema “Mewujudkan Mahasiswa Kreatif dan Inovatif dalam Dunia Riset” pada tanggal 4-5 November 2023 di Yayasan Yamifa Dh-Land Ciomas.

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai jurusan terdiri dari semester satu dan tiga. Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber salah satunya M. Nurul Fazri sebagai relawan Rumah Dunia dan Sajak Senja Banten.

Sahrul, selaku Ketua pelaksana PERAN 2023, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengenal dunia riset dan terdapat narasumber yang ahli dibidang masing-masing.

“Langkah awal kita mengadakan kegiatan ini untuk mengenalkan dunia riset serta narasumber yang ahli dibidangnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Aisya Meyra Putri selaku Ketua Umum UKM PRIMA, mengatakan kegiatan PERAN 2023 diharapkan dapat memperkenalkan serta mengetahui tentang penelitian dan penulisan.

“UKM PRIMA kembali menggelar pelatihan riset dan kepenulisan untuk kedua kalinya, adapun output dari kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan serta mengetahui tentang penelitian dan kepenulisan, karena kita sebagai mahasiswa tidak terlepas dari namanya penelitian,” ujarnya.

Sementara itu, Ade Fakih sebagai Pembina UKM PRIMA menyampaikan bahwa perkembangan dunia riset sangat dinamis dan riset menjadi kebutuhan bagi mahasiswa.

“Dalam dunia riset perkembangannya sangat dinamis, riset bukan soal di lab saja tetapi bisa kita riset seperti dalam mengelola YouTube dan mengelola usaha. Riset menjadi kebutuhan mahasiswa mulai dari mengerjakan makalah, tugas laporan bahkan dalam melalukan penggarapan skripsi,” ucapnya.

Reporter: Salma
Editor: Een

BSA Adakan Semarak Sastra Nasional sebagai Upaya Memperkenalkan Sastra Arab

0

Serang, lpmsigma.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab (BSA), menggelar acara Semarak Sastra Nasional bertemakan “Gelora Bahasa dan Semarak Seni Sastra Dalam Meningkatkan Potensi Diri Menuju Prestasi Generasi 5.0” yang bertempat di Aula Fakultas Ushuludin dan Adab Lantai dua, Senin (06/11).

Salsabila, selaku panitia menuturkan bahwa acara ini dimeriahkan dengan berbagai jenis perlombaan, yang diikuti oleh berbagai tingkatan peserta dimulai dari tingkat menengah atas hingga antar universitas.

“Karena acara ini tingkat nasional maka perlombaan dibuka secara umum, dimulai dari pondok pesantren, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) bahkan antar universitas contohnya UIN Bandung mengirimkan delegasi perwakilan peserta mereka ke UIN Banten,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 2014, hanya saja berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu diadakannya perlombaan olimpiade Nahwu.

“Acara ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan uniknya ditahun ini kami mengadakan perlombaan olimpiade Nahwu yang belum pernah ada ditahun-tlahun sebelumnya,” jelasnya.

Salsabila juga menyampaikan harapannya mengenai acara ini, ia berharap melalui acara ini Sastra Arab dapat lebih dikenal oleh banyak orang bukan hanya Sastra Inggris atau Sastra Indonesia atau Pendidikan Bahasa Arab saja tetapi Sastra Arab juga.

“Harapannya, bisa lebih banyak dikenal dan diminati banyak orang karena tidak banyak orang tahu sastra arab sangat bervariatif dan unik. Selain itu, tujuannya untuk memperkenalkan kepada khalayak umum yang terdapat jurusan Sastra Arab,” harapnya.

Disisi lain, Nurfadilah salah satu peserta Olimpiade Nahwu dari pondok pesantren Raudhatut Tauhid Bogor, mengatakan motivasinya dalam mengikuti acara ini untuk mencari pengalaman dan wawasan.

“Pastinya untuk mencari pengalaman karena baru naik tingkatan ke tingkat menengah atas dan agar ilmunya bertambah serta wawasannya lebih luas. Untuk persiapan mengikuti perlombaan Olimpiade Nahwu ini hingga memperdalaminya selama satu bulan penuh,” katanya.

Reporter: Tiara
Editor: Salma

Mengenal Sosok Nyimas Gamparan, Pendekar Wanita Asal Banten

0
Nyimas Gamparan

Perjuangan para perempuan pribumi dalam menyerang balik Belanda merupakan sebuah perjuangan yang tidak dapat disepelekan. Indonesia memiliki banyak sekali pejuang-pejuang wanita pada masa itu, hanya saja tidak semua nama yang tercatat dalam sejarah. Nyimas Gamparan adalah salah satu nama pendekar wanita yang tertulis dalam sejarah. Nama dan perjuangannya selalu dikenang, khususnya bagi warga Banten. Cerita singkatnya tertulis dalam Museum Multatuli di Rangkas Bitung.

Nyimas Gamparan merupakan seorang perempuan yang berani dalam menentang sistem Tanam Paksa yang dibuat oleh Belanda. Ditahun 1829-1830, Ia memimpin 30 misili perempuan dalam memberontak Belanda di daerah Jasingan, Cikande dan Balaraja.

Walau perlawanannya dipadamkan juga oleh Demang Jasinga Raden Tumenggu, yang di iming-imingi menjadi penguasa di Rangkas Bitung oleh Belanda. Nyimas Gamparan beserta 30 Misili perempuan lainnya sebelumnya mampu membuat Belanda kewalahan menghadapinya karena tempat persembunyiaan yang sulit ditemukan.

Dalam Jurnal Candrasangkala yang berjudul “Membangun Nilai Multikultural Siswa Melalui Kajian Sejarah Perjuangan Wanita Di Tingkat Lokal”, ada satu daerah yang menjadi persembunyian orang-orang Balaraja ketika zaman ngeli (hijrah) yakni di Desa Kubang Kec. Sukamulya (Pemekaran Kec. Balaraja). Banyak orang Balaraja meyakini bahwa ngeli ke daerah tersebut susah dilacak oleh tentara penjajah. Diperkirakan tempat persembunyian Nyimas Gamparan di daerah tersebut. Sebab, daerah ini letaknya berada jauh di pedalaman.

Saat itu, berbagai cara pun dilakukan untuk menumpas pasukan Nyimas Gamparan. Lalu, Belanda menggunakan politik devide et impera. Raden Tumenggung Kartanata Nagara yang menjadi Demang di wilayah Jasinga, Bogor yang diminta untuk menumpas mereka dengan diiming-imingi akan menjadi penguasa di Rangkas Bitung. Nyimas Gamparan pada akhirnya berlindung di Kartanata Nagara dan Ia pun disemayamkan di Tanjungsari, Pabuaran, Serang Banten.

Reporter: Rubbi
Editor: Salma

Geger Cilegon, Perlawanan Warga  Banten terhadap Kezaliman

0
Geger Cilegon

Pemberontakan Petani Banten Tahun 1888 atau  lebih dikenal dengan sebutan Geger Cilegon Tahun 1888 merupakan pemberontakan petani terbesar yang terjadi pada tanggal 9 Juli 1888 setelah VOC membubarkan Kesultanan Banten pada tahun 1813  dan mendahului Pemberontakan Tani tahun 1926 di Anyer (bertujuan untuk kemerdekaan) .

Geger Cilegon dipelopori oleh seorang tokoh agama  bernama Haji Wasyid atau sering disebut Ki Wasyid. Pemberontakan berawal dari kesewenang-wenangan  Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang menduduki Banten sebagai salah satu wilayah taklukan/kolonial.

Menurut Sartono Kartodirdjo dalam jurnal nya yang berjudul “Pemberontakan Petani Banten 1888”, Penyebab terjadinya pemberontakan tahun 1888 adalah pejabat pemerintah kolonial  Cilegon mengeluarkan surat edaran kepada bawahannya yang melarang pembacaan sholawat Nabi dan salat lainnya  di masjid.

Pemerintah kolonial juga menghancurkan menara masjid Cilegon karena sudah terlalu tua. Banyak orang bereaksi terhadap penghinaan ini  dalam bentuk pemberontakan dengan tujuan yang  lebih besar yaitu membebaskan wilayah tersebut dari kendali Belanda.

Kondisi tersebut diperparah dengan meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda pada tanggal 23 Agustus 1883. Letusan tersebut menimbulkan gelombang pasang yang menghancurkan Anyer, Caringin, Sirih, Pasuruan, Tajur  dan Carita. Selain itu, terjadi kelaparan, penyakit pes atau penyakit yang di sebabkan dari hewan ternak. Fenomena ini berlangsung selama 5 tahun. Salah satu  Ki Wasyid yang menentang penduduk VOC juga disebut-sebut.

Sebelum melakukan pemberontakan, Ki Wasyid dan kawan-kawan melakukan persiapan dengan mengadakan pertemuan untuk membahas strategi pemberontakan yang akan dilakukan nantinya.

Menurut Muhammad Sofan Ansori dalam buku hariannya “Kepemimpinan Kiyai Wasyid dalam Kepemimpinan Pemberontakan Geger Cilegon Tahun 1888”; 22 Juni 1888 M  Pemberontakan terjadi pada hari Sabtu, 17 Juli 1888. Serangan dimulai setelah salat subuh dan dikenal dengan sebutan “serangan fajar”. Serangan itu dilakukan secara serentak dan tidak terduga di setiap daerah. Setelah serangan itu berhasil semua bersatu untuk menyerang kota Serang.

Pada saat di pimpin oleh Haji Washid ia melakukan Pemberontakan kepada kolonial Belanda karena mempunyai keinginan untuk bisa kembali mengumandangkan azan melalui pengeras suara, karena pada saat itu mereka di larang untuk mengumandangkan nya.

Sementara itu, bersamaan dengan serangan yang di lakukan oleh Haji Tubagus  Ismail, perlawanan terjadi di  tenggara kelompok pemberontak Cilegon disuruh pergi ke kepatihan. Namun sesampainya di Kepatihan Para Para pemberontak tidak dapat menguasai gubernur yang  saat itu  berada di Serang.

Dalam situasi kacau ini, Henri Francois Dumas, seorang pejabat di asistennya warga Haji Tubagus Ismail mungkin telah membunuh, begitu pula Raden Purwadiningrat, asisten kolektor, Johan Hendrik Hubert Gubells, asisten  Anyer, Mas Kramadireja, sipir Lapas Cilegon dan Ulric Bachet, kepala penjualan garam mereka semua adalah orang-orang yang tidak disukai orang.

Ketika Ki Wasyid dan kawan-kawan berhasil menaklukkan Kota Cilegon. Kini pemberontak menyerbu kota Serang sebagai salah satu ibu kota penduduk. Ki Wasyid beranggapan bahwa seluruh wilayah di sekitar kota Cilegon harus ditaklukkan.

Agar tidak terulang kembali  kejadian  tahun 1850, para pemberontak  mengandalkan Suradikariya daripada Haji Wasyid untuk segera kembali ke desa Untuk menyelamatkan keluarganya, jelas Haji Wasyid harus melakukan hal tersebut membatalkan sepenuhnya untuk memulai serangan baru seperti ini Pemerintah Belanda yang  saat itu dibantu Batavia bermaksud mengambil tindakan untuk menangkap para pemimpin pemberontak yang masih buron. Pemerintah Belanda terus menggencarkan ekspedisi militer menghancurkan para pemberontak, yang terbagi menjadi beberapa bagian desa Cilegon.

Reporter: Enjat
Editor: Een

FADA Gelar Pawai Budaya dalam Rangka Dies Natalis Ke-6 Tahun

0
Dies Natalis

Serang, lpmsigma.com – Fakultas Dakwah (FADA) melakukan pawai budaya dengan mengelilingi sekitaran kampus dua Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam rangka memperingati Dies Natalis FADA ke-6 tahun pada Senin (30/10).

Hasan, selaku mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) memberikan apresiasi diadakannya pawai budaya yang di gelar oleh FADA yang menjadi rutinitas setiap tahun.

“Saya mengapreasiasikan pawai budaya ini sebagai bentuk kita memperingati Dies Natalis fakultas saya, tetapi saya merasa ada perbedaan pawai tahun ini dengan tahun sebelumnya semacam persiapan, dan komunikasi antar jurusan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pawai budaya tersebut seharusnya menjadi bahan perkenalan FADA kepada fakultas yang lain.

“Dengan kita pawai budaya seharusnya dapat memperkenalkan fakultas kita kepada fakultas yang lain, tetapi rute yang di arahkan oleh panitia tidak melewati setiap fakultas nya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Rifhan selaku Ketua Panitia pelaksana Dies Natalis tahun 2023, menjelaskan digelarnya Pawai Budaya ini menjadi rutinitas FADA agar budaya melekat kepada setiap jiwa mahasiswanya.

“Pawai budaya ini menjadi kultur kebiasaan FADA ketika mengadakan Dies Natalis setiap tahunya, yang berarti bahwa budaya itu harus selalu melekat kepada setiap mahasiswa FADA dan budaya tidak boleh dihilangkan dalam berdakwah,” ucapnya.

Ia juga berharap, Dies Natalis tahun berikutnya semakin meriah dan meningkat antusias mahasiswa FADA dan mempermudah dalam perizinan.

“Harapan saya untuk tahun berikutnya antusias mahasiswa FADA meningkat dan juga perizinan, sehubung kita baru perpindahan kampus barang-barang dan waktu pun masih terbatas,” tambahnya.

Reporter: Pitaloka
Editor: Salma

Dekan FADA : 26 Tahun Fakultas Dakwah Telah Berkembang

0
26 Tahun Fakultas Dakwah

Serang, lpmsigma.com – Fakultas Dakwah (FADA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menggelar Fakultas Dakwah Festival (FADA Fest) yang merupakan acara perayaan Dies Natalis FADA ke-6 tahun, pada Senin (30/10).

Acara FADA Fest 2023 bertujuan sebagai sinegritas antar jurusan di FADA, yang digagas oleh DEMA FADA dengan mengadakan perlombaan kelas setiap tahunnya.

Rifhan, selaku Ketua Pelaksana dari FADA Fest mengungkapkan harapannya atas perayaan FADA ke-6 tahun ini.

“Pada dies natalis yang ke-6 ini, semoga FADA lebih banyak lagi mahasiswanya dan menciptakan mahasiswa yang unggul dan berprestasi kedepannya,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Endad Musadad selaku Dekan FADA, menyampaikan bahwa selama 26 tahun terakhir FADA telah membuktikan perkembangan yang luar biasa, berawal dari 20 mahasiswa hingga meningkat jumlahnya.

“26 tahun Fakultas Dakwah telah memberikan perkembangan yang luar biasa, dari mahasiswa dengan jumlah 20 dalam satu kelas, kini sampai ruang kelas yang tidak dapat menampung banyaknya jumlah mahasiswa seperti KPI, kemudian bertambah jurusan BKI serta PMI,” ujarnya.

Selain itu, Endad juga mengatakan adanya mahasiswa berprestasi yang mendapatkan hadiah haji di tahun ini dan prodi baru dengan harapan tahun depan dapat diterbitkan Surat Keputusan (SK).

“Terdapat seorang mahasiswa berprestasi yang berhasil mendapatkan hadiah haji tahun ini, semoga menjadi inspirasi untuk kalian. Sekaligus kami ungkapkan akan ada prodi baru yakni Manajemen Haji dan Umroh (MHU), dengan harapan akan terbit SK nya di tahun depan,” tambahnya.

Reporter: Lydia
Editor: Salma

Perjuangan Santri (Pemuda) dan Pesantren: “Bangkitkan Semangat dan Jiwa Patriotisme”

0
Pesantren

Oleh: Ahmad Wildan Sahuri Ramdani, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

95 Tahun Sumpah Pemuda Bersama Majukan Indonesia

1. Perjuangan Membela Bangsa dan Negara

Sebagai warga negara Indonesia, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk membela Republik Indonesia dari segala hal yang berpotensi merenggut kemerdekaannya. Dan semangat ini telah ditanamkan sejak dini ke dalam diri para santri; bahwa mereka dididik untuk menjadi mundziru-l-qaum serta kader pemimpin umat yang nantinya akan terjun ke masyarakat, menjadi agen-agen untuk mendidik dan mencerdaskan bangsa.

Bila para tentara melawan penjajah yang datang dari bangsa lain, maka pondok pesantren memerangi pencurian yang menjajah anak-anak bangsa. “Pondok ini (dan pesantren pada umumnya ) sejak sebelum kemerdekaan, bersama negara Republik Indonesia membina umat di dalam pendidikan.” Dan tentunya kita sebagai Santri sekaligus Pemuda harus tetap istiqomah dalam menerapkan 4 Jiwa Kepemudaan dalam mengarungi kehidupan. Diantara nya:
1. Jiwa Musta’mal (Terpakai)
2. Jiwa Mu’tarof (Diakui)
3. Jiwa Mu’tabar (Terhitung)
4. Jiwa Muhtarom (Dihormati)

2. Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

“Di pondok pesantren bukan hanya 4 pilar kebangsaan, tapi berpuluh-puluh pilar.”

Bahwa jiwa nasionalisme dan cinta tanah air sejatinya telah lama dimiliki oleh warga pesantren. Kiai dan para santri tidak seharusnya mengajarkan tentang NKRI dan nasionalisme, sebab justru pesantren lah yang menjadi cikal bakal dari lahirnya nilai-nilai tersebut. Kehidupan yang sarat akan nilai-nilai keislaman, persaudaraan Ukhuwwah Islamiyyah , keikhlasan, bersatu dalam perbedaan, menjunjung tinggi musyawarah untuk maslahat umat, semuanya terangkum menjadi satu paket dalam kurikulum pesantren.
Dengan konsep الإتحاد أساس النجاح persatuan pangkal dari kesuksesan.

3. Benteng Persatuan dan Keutuhan Bangsa

Pondok pesantren telah menjadi anggota bangsa Indonesia dalam perjalanannya melawan penjajah. Semangat persatuan, gotong royong, dan berkorban tanpa pamrih lah yang menjadi nafas perjuangan mereka, mengantarkan bangsa Indonesia hingga menjadi seperti saat ini dengan segala kekayaan dan kelebihannya. Tentu, warga pesantren tidak akan rela bila bangsa ini sampai dipecah-pecah, dikoyak-koyak atau bahkan dikotak-kotak, sebab mereka adalah Saksi perjuangan Indonesia untuk bersatu dan menghindari semua kemampuan tersebut bahkan sejak sebelum deklarasi kemerdekaan.

Dengan begitu kita sebagai Santri ataupun Pemuda harus tetap menjunjung tinggi nilai² Persatuan, Persahabatan, dan Pergerakan menuju Indonesia Lebih Maju.

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa

Selamat Hari Sumpah Pemuda
Bersama Majukan Indonesia

“Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Pemuda Masa Kini”.

Nonton Bareng Film Kejarlah Janji, KPU Provinsi Banten Ajak Mahasiswa UIN SMH Banten Bijak Berdemokrasi

0
Film Kejarlah Janji

Serang, lpmsigma.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten mengadakan sosialisasi di aula rektorat lantai tiga, dengan menonton film kejarlah janji yang membahas cara memilih atau berdemokrasi dengan bijak kepada mahasiswa UIN SMH Banten, agar bijak dalam berdemokrasi dalam pemilihan umum. (28/10)

Lebih dari 50 mahasiswa UIN SMH Banten antusias dalam acara nonton bareng kejarlah janji yang diselenggarakan KPU Provinsi Banten.

Kegiatan sosialisasi dengan rangkaian nonton bareng kejarlah mimpi sudah dilakukan di 400 perguruan tinggi dan 500 pesantren diseluruh indonesia.

Banyak edukasi di dalam film kejar janji untuk masyarakat maupun para calon legislatif untuk bijak dalam berdemokrasi, mengedepankan etos kerja, pola pemikiran bukan hanya sekedar fanatik.

Bagian humas UIN SMH Banten, Nana mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mahasiswa agar bisa menakar segala sesuatu untuk kemaslahatan bersama demi kemajuan bangsa.

“Kegiatan ini untuk Mahasiswa agar menakar apa yang baik untuk kedepan” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh ketua KPU Provinsi Banten, M. Ihsan yang mengatakan bahwa film ini dibuat dalam rangka meningkatkan kualitas, membuat masyarakat agar lebih bijak dalam berdemokrasi, film ini menjadi acuan untuk menjadi pemilih, pemimpin maupun tim kampanye yang sehat.

“Sebagai mahasiswa yang merupaka regenerasi bangsa dari film ini yang sangat edukatif dan banyak pesan moralnya, temen-temen harus bisa menindaklanjuti dengan cara edukasi dan sosialisasi mengenai film ini kepada keluarga atau teman-teman agar mereka bijak dalam berdemokrasi” Ujarnya

Penulis: Okta

Sumpah Pemuda sebagai Tonggak Sejarah Perjuangan Para Pemuda Indonesia

0
Sumpah Pemuda

Perjuangan dalam suatu negara tak bisa terlepaskan dengan peran para pemudanya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, banyak hal yang dilakukan para pemuda Indonesia salah satunya ialah peristiwa sumpah pemuda. Peristiwa ini menjadi bukti nyata perjuangan para pemuda kala itu, tak dapat dipungkiri peran para pemuda bagi bangsa dan negara Indonesia sebagai agent of change dan juga sumber kekuatan bangsa.

Hari sumpah pemuda tepat pada tanggal 28 Oktober 1928. Menurut Sutejo K. Widodo dalam jurnalnya berjudul “Memaknai Sumpah Pemuda di Era Reformasi” menjelaskan, lahirnya sumpah pemuda ini dilatar belakangi setelah rapat Kongres Pemuda ke II, yang mana pada sebelumnya para pemuda melakukan rapat Kongres Pemuda I pada tahun 1926 yang saat itu tidak menghasilkan apapun, sehingga dua tahun setelahnya digelar rapat Kongres Pemuda ke II sebagai pelopor awal lahirnya sumpah pemuda.

Sejarah ini dimulai ketika sebuah organisasi pemuda yakni perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), memberikan gagasan dan inisiatif untuk mengadakan rapat Kongres Pemuda II. PPPI tersebut terbentuk setelah rapat Kongres Pemuda I usai, PPPI beranggota para pelajar dari seluruh Indonesia. Yang mana pada saat itu, para pemuda belum bersatu mereka masih berjuang untuk daerah masing-masing, sehingga melalui rapat Kongres Pemuda II mereka beritikad untuk memajukan bangsa dan mempererat kesatuan dan persatuan bangsa, karena saat itu Indonesia masih dalam masa penjajahan.

Menurut Sri Sudarmiyatun dalam bukunya berjudul “Makna Sumpah Pemuda” kongres Pemuda II dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928, diselenggarakan dalam tiga tahapan rapat di tiga gedung yang berbeda-beda, rapat pertama 27 0ktober 1928 diadakan di Gedung Katholieke Jonganlingen Bondo (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Benteng), rapat kedua 28 Oktober 1928 diadakan di Gedung Oost Java Bioscoop, Rapat ketiga ditanggal yang sama sebagai rapat penutup diadakan di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Keramat Raya 106. Kemudian hasil rapat inilah yang melahirkan adanya sumpah pemuda.

Istilah Sumpah Pemuda pada awalnya belum ada, pada saat itu masih berupa hasil rumusan kongres yang disebut “Poetoesan Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia” (Keputusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia) yang berisi tiga point penting. Hingga setelah rapat diselesaikan baru adanya pencetusan Sumpah Pemuda, karena makna yang terkandung dalam setiap pointnya menjadi harapan dan cita-cita Indonesia sebagai ikrar para pemuda. Kemudian ketiga point tersebut dijadikan teks sumpah pemuda, yang kerap kali kita dengar pada saat upacara sekolah dan 17 Agustus. Teks ini pertama kali dibacakan langsung di Jalan Keramat Raya 106 Jakarta Pusat yang sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Oleh karena itu, adanya peristiwa ini sebagai refleksi bagi kita para pemuda pejuang bangsa untuk bisa terus bergenggaman tangan demi majukan persatuan kesatuan bangsa. Sumpah pemuda menjadi sebuah manifesto politik yang merupakan komitmen pemuda Indonesia terhadap perjuangan nasionalisme dan sebagai tonggak sejarah pergerakan pemuda pemudi Indonesia.

Reporter: Tiara
Editor: Salma

FUDA Berikan Apresiasi kepada 51 Mahasiswa pada Acara Studium Generale

0
Studium Generale

Serang, lpmsigma.com – Fakultas Ushuludin dan Adab (FUDA), memberikan apresiasi berupa reward kepada mahasiswa berprestasi selama satu semester yang berjumlah 51 mahasiswa pada acara Studium Generale yang bertempat di Aula Fuda Lantai dua, Kamis (26/10).

Reward yang diberikan terdiri tiga kategori yaitu prestasi akademik Internasional, prestasi akademik penulis artikel ilmiah tingkat Nasional dan prestasi non akademik tingkat Provinsi dan Nasional.

Khudaeri, selaku Dekan FUDA, menuturkan bahwa pemberian reward ini sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi selama satu semester.

“Saya ingin mahasiswa bisa berfikir dan kreatif di bidang akademik maupun non akademik, yang setiap tahunnya memiliki prestasi sehingga membawa nama baik fakultas,” tuturnya.

Aang, selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, mengatakan bahwa semua mahasiswa berkesempatan mendapatkan reward yang diberikan oleh fakultas.

“Semua mahasiswa FUDA memiliki kesempatan untuk mendapatkan reward, kalau sekarang tidak dapat semoga tahun depan rezeki kalian jangan patah semangat untuk berprestasi,” ujarnya.

Reporter: Salma
Editor: Een