Beranda blog Halaman 63

DEMA FTK: Mendorong Mahasiswa Menjadi Pemimpin dengan Faculty Leadership Training

0
Faculty Leadership Training

Serang, lpmsigma.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), mengadakan pelatihan Faculty Leadership Training (FLT) bagi mahasiswa FTK semester satu dengan mengusung tema “Aktualisasi Kepemimpinan Melalui Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045” yang bertempat di Aula FTK Lantai tiga, Kamis (26/10).

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan fakultas kepada mahasiswa yang baru saja bergabung di FTK dan untuk memperkenalkan aktualisasi kepemimpinan melalui pendidikan menyusung Indonesia Emas tahun 2045.

Muhamad Ilham, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa pelatihan ini sudah menjadi agenda tahunan DEMA FTK sejak tahun 2018 yang diselenggarakan untuk mahasiswa baru FTK.

Faculty Leadership Training merupakan agenda tahunan yang diadakan sejak tahun 2018, untuk FLT sendiri diselenggarakan khusus kepada mahasiswa baru FTK,” ujarnya

Selain itu, Apud sebagai pemateri pertama sekaligus Wakil Dekan II FTK, menuturkan bahwa mahasiswa baru harus bisa mengembangkan leadership yang produktif, bukan hanya aktif di organisasi tetapi harus memiliki kompetensi di bidangnya dengan cara menguasai ilmu di kuliah.

“Kalian harus bisa mengembangkan leadership secara produktif, bukan hanya aktif di organisasi internal-eksternal, tetapi kalian juga harus memiliki jiwa kompetensi dibidang yang kalian kuasai. Caranya dengan menguasai ilmu di bangku kuliah,” tuturnya.

Reporter: Lydia
Editor: Salma

FSOE Adakan Aksi Peringati Dies Natalis Ke-61 Tahun UIN SMH Banten

0
Dies Natalis

Serang, lpmsigma.com – Aksi demo yang dilakukan oleh Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) pada Selasa dalam rangka memperingati Dies Natalis UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ke-61 tahun.

Bagas selaku Koordinator Umum FSOE menjelaskan, diadakannya aksi ini menjadi momentum Dies Natalis kampus yang sudah tua, serta penyampaian isu-isu yang harus disampaikan kepada pihak kampus perihal fasilitas, Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan lain-lainnya, Selasa (24/10).

“Tujuan aksi ini diadakan juga melihat umur kampus yang sudah tua akan tetapi isi pemikirannya tidak seperti umur kampus yang sudah tua ini,” ujar Bagas kepada kru Sigma.

Saat menyampaikan aksi dalam demo ini sempat terjadi kericuhan dengan pihak keamanan, Bagas menjelaskan, bahwa kampus tidak mau ada aksi demonstrasi yang terjadi di momentum Dies Natalis, terlebih para pegawai kampus yang melakukan tindakan represifitas terhadap massa aksi.

“Kami dari Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal mengecam kepada pihak kampus atas tindakan represifitas pegawai kampus terhadap massa aksi,” jelasnya.

Mamat, selaku Sekertaris Jenderal FSOE, menyayangkan kepada Organisasi Internal kampus yang tidak ikut berpartisipasi, dan menyinggung kepengurusan Dewan Mahasiswa (DEMA) yang tidak pernah ada gerakan didalam kampus.

“Permasalahan dan keresahan mahasiswa mahasiswi UIN SMH Banten selalu FSOE yang menjadi jembatan penyambung lidah, padahal yang memiliki kewenangan dan kewajibannya adalah DEMA U,” tutupnya.

Reporter: Nazna
Editor: Ima

FSOE: Dema Universitas Adakan Acara Ilegal di Kampus 2

0
Dema Universitas

Serang, lpmsigma.com – Kegiatan Simposium dan Rapimnas yang diadakan oleh DEMA UIN SMH Banten yang mulai dilaksanakan tanggal 23 hingga 25 Oktober 2023, namun nyatanya tidak memiliki izin resmi dari pihak kampus, Senin (23/10).

Bagas selaku Koordinator Umum Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) mengatakan, bahwasanya pihak rektorat yaitu Wakil Rektor III bagian kemahasiswaan dan kerjasama, tidak menerima surat perizinan yang masuk ke kampus.

“Saya dapat info dari pihak rektorat, bahwasanya kegiatan itu tidak resmi karna tidak ada surat perizinan yang masuk ke kampus, adapun perizinan hanya sebatas komunikasi lewat WA,” katanya.

Bagas juga memberikan tanggapannya yang ditujukan kepada Kordinator pusat Dema PTKIN, yang dirasa tidak memahami terkait administrasi dan birokrasi kampus.

“Sobirin sebagai Kordinator pusat Dema PTKIN tidak paham betul terkait administrasi dan birokrasi kampus, padahal dia mantan Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten Tahun 2022,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama, Hidayatullah tidak bisa memberikan tanggapannya, sebab tidak adanya surat resmi terkait kegiatan tersebut.

“Saya tidak bisa memberikan tanggapan, karena tidak ada surat ke rektorat dan tidak ada surat resmi nya,” ucapnya pada Kru SiGMA.

Reporter: Nazna
Editor: Salma

DEMA UIN SMH Banten Adakan Pengukuhan Aliansi Dewan Mahasiswa PTKIN Se-Indonesia

0
Dewan Mahasiswa

Serang, lpmsigma.com – Simposium dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang diadakan dalam rangka pengukuhan Dewan Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) seluruh Indonesia, diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dari tanggal 23 hingga 25 Oktober 2023, pada Senin (23/10).

Wildan, selaku Presiden Mahasiswa, memaparkan tujuan dari diadakannya Simposium dan Rapimnas ini, yakni agar memperkuat wawasan Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia, juga menjadi wadah silahturahmi para Ketua Umum DEMA.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini, agar memperkuat wawasan Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia tentang peran dan kontribusi pemuda untuk menuju Indonesia emas tahun 2045, serta menjadi wadah silahturahim dan konsolidasi para Ketua Umum DEMA yang tergabung dengan Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia,” ujarnya.

Wildan juga menambahkan, kegiatan Simposium dan Rapimnas tersebut dihadiri oleh semua kampus PTKIN se-Indonesia, yang didalam kegiatannya dengan membahas Garis Besar Haluan Aliansi (GBHA).

“Kegiatan dilakukan secara mandiri yaitu sewa gedung yang di hadiri oleh kampus-kampus PTKIN se-Indonesia, serta menjadi keharusan dalam Forum Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia karena di dalamnya membahas tentang GBHA,” tambahnya.

Reporter: Nazna
Editor: Salma

35 Mahasiswa UIN SMH Banten Ikuti Pelatihan Academic Writing Menuju Kampus Unggul

0
Academic Writing

Serang, lpmsigma.com – Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengikuti kegiatan Pelatihan Academic Writing yang di selenggarakan oleh Bagian Akademik dan Kemahasiswaan pada tanggal 20-21 Oktober di Hotel Ledian Kota Serang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian menulis paper akademis, yang publishable pada jurnal-jurnal yang terakareditasi Nasional atau bereputasi Internasional.

Ade Fakih, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi 35 mahasiswa, untuk mempelajari artikel jurnal yang akan di publikasikan pada tanggal 30 Oktober 2023.

“Saya berharap dari 35 mahasiswa pilihan dari berbagai berbagai fakultas ini, dapat menyerap ilmu yang disampaikan dengan baik dan bisa men-sumbit jurnal berkualitas sehingga secara bertahap akreditasi kampus meningkat,” ujarnya. (21/10).

Selain itu, Ia juga menambahkan dalam pelatihan ini bukan hanya secara luring tetapi terdapat bimbingan secara daring oleh para mentor.

“Kami sudah menyiapkan para mentor untuk membimbing mahasiswa menyelesaikan draft artikel yang sudah dibuat, agar dari draft artikel itu dapat diselesaikan sehingga disubmit dengan waktu yang telah ditentukan,” tambahnya.

Hidayatullah, selaku Warek III menuturkan bahwa pihak akademik mengadakan kegiatan Pelatihan Academic Writing memiliki tujuan yang baik, agar mahasiswa memiliki prestasi dengan membuat artikel jurnal menuju kampus yang unggul.

“Kampus menyediakan fasilitas yang baik bagi mahasiswa supaya dengan diadakan kegiatan ini, diharapkan dari masing-masing fakultas memiliki mahasiswa yang sudah publish artikel jurnal dan semoga saja bisa tembus sampai Internasional,” tuturnya.

Reporter: Salma
Editor: Een

Panitia POM 2023 Harapkan Sarana Prasarana Olahraga yang Mendukung di Kampus Dua

0

Serang, lpmsigma.com – Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang ke-24, pertama kali digelar di Kampus dua Palima dengan mengusung tema “Dengan Jiwa Sportif, Eratkan Persaudaraan, Tingkatkan Prestasi” dibuka langsung menggunakan gong di Gedung Convention Center Hall Lantai satu, Rabu (18/10).

Rahman, selaku Ketua Pelaksana berharap kampus bisa menyediakan sarana prasarana olahraga yang mendukung mahasiswa ketika berkompetisi.

“Saya berharap dari pihak kampus untuk lebih mendukung terkait sarana dan prasarana, agar lebih kondusif dan semua kegiatan dilaksanakan didalam kampus,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Muhani selaku Ketua Umum Formasi, mengatakan pembukaan POM tahun ini tidak ada penampilan-penampilan di karenakan acara tersebut pembukaannya di Gedung Convention Center Hall.

“Secara pelaksanaan berbeda, kalau di kampus satu pembukaan tidak hanya ceremonial, tetapi ada penampilan-penampilan yang tempatnya outdoor sedangkan di Kampus dua indoor,” ucapnya.

Selain itu, Muhani menambahkan cabang olahraga e-sprot di POM tahun ini di hapus.

“Pada tahun ini ada Cabor yang di hilangkan yaitu cabang olahraga e-sport,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) Ahmad Bazari, berharap setelah di adakannya POM tahun ini dapat mencetak atlet-atlet yang unggul, guna mewakili kampus di tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Kegiatan POM tahun ini mampu melahirkan dan mempersiapkan calon atlet yang unggul, untuk mewakili kampus di tingkat Provinsi Banten bahkan tingkat Nasional,” katanya.

Reporter: Enjat
Editor: Salma

Ujian untuk Belajar, Bukan Belajar untuk Ujian! Versi Mahasiswa

0

Oleh: Ikhlas Wahyu Robby, Mahasiswa Hukum Tata Negara

Belajar adalah kewajiban sedangkan ujian adalah suatu keniscayaan.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Muslim)

Setelah beranjak dari siswa ke mahasiswa, tentu menjadi kebanggaan bagi setiap orang yang menginginkannya. Akan tetapi metode pembelajaran di perguruan tinggi terasa lebih berbeda dibandingkan dengan pembelajaran semasa di sekolah.

Kenapa demikian? Karna mahasiswa memiliki peranannya terhadap perkembangan potensi diri dan juga kontrol sosial, sehingga dapat kita bedakan macam-macam mahasiswa yang utuh pada umumnya terbagi menjadi dua:

1. Mahasiswa akademis
Mahasiswa akademis adalah mahasiswa yang cenderung lebih serius mengikuti mata kuliah. mereka menganggap bahwa meninggalkan mata kuliah, tidak mengerjakan tugas adalah suatu ancaman besar yang memporak-porandakan nilai dan akreditas diri nantinya.

Apakah itu baik atau buruk? Tergantung perspektif siapa yang menilai, secara teoristis mungkin itu akan terpakai di kemudian hari dan menurut para dosen tipe mahasiswa itulah yang dibanggakan.

2. Mahasiswa aktivis
Mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang cenderung fleksibel, mereka lebih cenderung proporsional dalam segala sektor terlebih menganggap dirinya sebagai agent of change, agent of sosial control, agent of iron stock dan lain sebagainya. Mereka bergelut dengan dunia empiris dan berkegiatan bahkan lebih banyak di luar jam mata kuliah.

Inti dari pembahasan ini adalah mahasiswa dituntut untuk terus belajar, belajar dan belajar. Apa yang kita lihat apa yang kita dengar semua adalah pendidikan, edukasi, bagaimana kita memfilter hal-hal yang positif dan negatif.

Sedangkan menurut kiyai saya alustadz Nurul Fitri zaim, LC “ujian berbanding lurus dengan kualitas” tak heran mengapa ujian itu selalu ada meskipun kita tidak mencarinya karna sejatinya kehidupan adalah perjalanan menuju keabadian.

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Kisah Pilu Tukang Becak Berpenghasilan Minim dan Profesinya dilupakan Masyarakat

0

Serang, lpmsigma.com – Siang hari, saat matahari sedang perkasa-perkasanya, di depan Komplek Taman Ciruas Permai terdapat sekumpulan tukang becak sedang meneduh di kendaraan becak. Mereka terlihat sedang termenung karena profesinya sudah dilupakan oleh masyarakat. Saya memberanikan diri untuk menyapa para tukang becak, mata Saya tertuju pada salah satu orang tua yang masih gagah mengayuh becak.

Senyum sapa Saya limpahkan pada orang tua tersebut, kemudian berjabat tangan dengan menyebutkan nama. Kurnen namanya, meski sedang kurang sehat terlihat dari raut wajahnya yang pucat. Namun, Kurnen tetap akan menunggu becaknya sampai menemukan orang yang menggunakan jasanya untuk mengayuh kendaraan roda tiga tersebut.

Pasalnya, Kurnen menceritakan dengan raut wajah yang sedih karena dari subuh sebelum matahari terbit ia mengayuh becaknya seorang diri dari rumah sampai ke pangkalannya. Namun, apa daya hingga siang hari tak kunjung mendapatkan pelanggan satu orang pun. Saat sedang berbincang mengenai kondisinya saat ini, perut Kurnen berbunyi mengisyaratkan sedang lapar.

Saat ditanya, Kurnen menjawab “Saya belum makan,” jawabnya.

Bahkan, dirinya mengaku pernah tidak makan selama dua hari, memang wajar terlihat dari perawakannya yang sangat kurus. Hal tersebut dikarenakan penghasilannya tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan dirinya. Karena, pada jaman sekarang masyarakat banyak yang sudah melupakan profesinya. Ia hanya mengandalkan pelanggan setianya untuk menyambung hidup.

Sungguh ironis memang, Kurnen hanya mengandalkan tenaganya untuk mengayuh becak karena Ia hanya lulusan sekolah dasar, itupun ijazahnya tak sanggup ditebus karena kekurangan biaya. Kurnen memang sudah hidup susah sejak kecil, terlebih kedua orang tuanya meninggalkan dirinya seorang diri. Sehingga, di masanya yang belia Ia sudah harus mencari sesuap nasi.

Pada waktu itu, Saya membelikan Kurnen sebuah roti dan air putih untuk mengganjal perutnya yang lapar. Tapi, Ia menolak dengan jawaban “Roti ini buat cucu Saya aja yang masih kecil,” ucap dirinya dengan mata yang berkaca-kaca.

Mendengar jawaban dari Kurnen, hati saya terenyuh tak kuasa mendengarnya. Ia membiarkan perutnya yang tengah lapar demi cucu kesayangannya. Hanya air mineral yang menemani kami saat berbincang banyak hal.

Selama hidupnya, Ia bekerja serabutan mulai dari penjaga perpustakaan yang hanya menghasilkan gaji 120 ribu perbulannya. Kurnen juga pernah menjadi pengelola ikan milik bosnya dengan gaji yang cukup untuk membangun rumah, karena sebelumnya Ia bersama keluarga tinggal di sebuah Gubug. Hingga akhirnya bekerja sebagai tukang becak sampai saat ini.

Kurnen berusia 68 tahun dengan tubuhnya terlihat masih kokoh walaupun usianya bisa dibilang sudah berumur, berkarir sebagai tukang becak selama 16 tahun membuat Kurnen semakin berpasrah diri. Pasalnya, semenjak ojek daring marak di kalangan masyarakat, profesi Ia dan teman-temannya seiring berjalannya waktu semakin dilupakan.

“Tadinya Saya sehari bisa sampai 200 ribu sebelum adanya ojek daring, tapi sekarang buat dapat 50 ribu aja susah,” keluhnya sambil berlinang air mata

Tak terasa, matahari menjelang tenggelam Kurnen mengajak Saya untuk menyambangi rumahnya. Dengan raut wajah yang kecewa, Kurnen mengayuh becaknya untuk pulang ke rumah, meskipun tidak membawakan buah tangan untuk keluarga kecilnya.

Di rumahnya, Kurnen tinggal bersama seorang Istri beserta 3 orang cucunya. Karena, ketiga anaknya sudah memisahkan diri darinya untuk bekerja. Di depan Istri dan cucunya hanya bisa menunduk karena pada hari itu becaknya tidak bisa menghasilkan uang yang bisa dibelanjakan. Beruntung, Kurnen memiliki seorang Istri yang bernama Yani yang sangat setia dan mengerti keadaannya.

Saya sangat terpukau melihat keluarga kecil ini bahagia dalam kesederhanannya dalam menjalani lika-liku kehidupan ini. Di depan Saya, Yani, Istri Kurnen seperti ibu-ibu biasanya terlihat dari penampilannya yang menggunakan daster mengisahkan keluarga kecilnya yang kini tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sangat sulit.

Yani terlihat sangat mengerti betul apa yang dialami Kurnen selama ini. Walaupun, penghasilannya kurang bisa mencukupi keluarga kecilnya. Yani masih sangat setia menemani sang suami selama 50 tahun. Yani hanya bisa membantu sedikit, karena dirinya merupakan seorang pembantu rumah tangga.

“Saya bersyukur banget neng punya tempat tinggal waktu itu walaupun cuma gubug, yang penting keluarga kami bisa istirahat disini,” ucap Yani sambil menggendong cucunya

Saat itu, pecah tangisan Yani ketika menceritakan kehidupan pahit yang terbekas di dalam ingatannya. Rumah gubug yang ditempatinya, terpaksa harus ditinggalkan karena Bos suaminya telah menendang Ia beserta keluarganya.

Kebingungan, tanpa tempat tinggal, Yani mengajak sang suami untuk tinggal sementara di rumah orang tuanya,. “Waktu di usir dengan bos ikan lele kita kaget sampai marah segitunya padahal sebelumnya dia baik, apalagi kondisi waktu itu sudah malam terus di luar hujan deras. Akhirnya kita pergi dari situ habis subuh,” ungkap Istri tukang becak itu mengingat kejadian yang menyayat hati.

Adzan maghrib tiba memotong pembicaraan Saya dengan Kurnen beserta keluarga, Saya bergegas meninggalkan keluarga kecil tersebut. Sebagai tukang becak, Kurnen hanya bisa berharap dirinya masih kuat untuk mengayuh becak sehingga keluarga kecilnya tetap bisa bertahan hidup.

Reporter: Salma

Mengenal Hamas dan Perannya untuk Palestina

0

Konflik Palestina-Israel kian memanas beberapa hari ini. Konflik besar tersebut disebabkan oleh serangan besar Hamas yang tak pernah terduga kepada Israel pada 7 Oktober lalu.

Hamas berhasil menghancurkan pagar pembatas yang dijaga sangat ketat dan membombardir wilayah Israel di jalur Gaza  hingga memakan banyak korban jiwa. Hanya selang beberapa jam Israel membalas serangan ke arah Gaza dan menghancurkan gedung-gedung juga masjid besar Al-Sousi.

Serangan dari Hamas tersebut menjadi perbincangan dunia karena dianggap tidak terduga dan sangat mendadak.

Sebenarnya apa sih Hamas itu? Lalu apa perannya untuk Palestina?

Hamas adalah salah satu dari dua partai politik besar yang berkuasa di Palestina dan juga sebagai gerakan militan Islam. Dibanding peran nya sebagai pejabat Negara, Hamas lebih dikenal karena perjuangannya melawan zionis.

Hamas adalah singkatan dari Harokatu al-Muqowwamatu al-Islamiyyah yang berarti “Gerakan Perlawanan Islam”.

Hamas terbentuk pada 14 Desember 1987 oleh seorang ulama Palestina Syeikh Ahmed Yassin. Hamas mulai terbentuk setelah peristiwa Intifada atau pemberontakan Palestina di tepi Barat jalur Gaza.

Hamas mendirikan unit komando Brigade Izz al-Din al-Qassam sebagai bagian dari upaya perlawanan bersenjata terhadap pendudukan Israel dengan tujuan memerdekakan Palestina yang telah dikuasai oleh Israel. Selain itu, mereka juga fokus pada kegiatan amal seperti pendidikan dan program kesejahteraan sosial kepada warga Palestina yang terdampak oleh pendudukan Israel.

Saat ini Hamas diketuai oleh Ismail Haniyeh mantan Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina 2006. Beliau lah yang sepenuhnya bertanggung jawab atas penyerangan skala besar terhadap Israel yang baru saja terjadi.

Hamas dikenal selalu melakukan cara-cara ekstrim dalam melancarkan tujuannya yaitu pembebasan Palestina. Karena ini, Hamas dianggap organisasi teroris oleh beberapa Negara barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Israel. Dilansir dari CNBC, selama bertahun-tahun Hamas banyak melakukan penyerangan terhadap Israel mulai dari  rudal-rudal hingga bom bunuh diri.

Dilansir dari beberapa sumber, perlu diketahui Hamas menjalin hubungan baik dengan negara Iran. Iran sering menyokong kebutuhan finansial dan persenjataan Hamas. Hal ini yang menimbulkan ketegangan antara Hamas dan negara Arab lain yang memiliki konflik dengan Iran seperti Mesir dan Arab Saudi.

Itulah Hamas, kelompok pembebas Palestina yang memiliki prinsip berbeda dari front PLO (Palestinian Liberation Organization). Hamas secara keras tidak mau mengakui negara Israel dan menolak perjanjian perdamaian yang dinegosiasikan Israel dan PLO ditahun 1990.

Reporter: Alieftya

Peluh di Tengah Gersang

0

Oleh: Mg_Naila

Teriknya sang surya
Merasuk ke dalam relung jiwa
Hingga tak lagi berdaya
Bahkan untuk sekadar singgah

Peluh terus menetes jatuh
Membasahi rupa ini
Menampik embusan angin semilir
Yang masih kian meniupkan diri

Tapak kaki kian mengais
Bagai asa yang tertanam di nadi
Menahan letih yang makin menjadi
Demi sebuah mimpi yang tersanjung

Raga ingin mengadah
Mengharap tabir terbuka
Turut saling bersama
Merampungkan asa
Sampai melanglang buana