Beranda blog Halaman 75

Kembali Terulang, Peserta PBAK 2023 Keluhkan Tempat Salat yang Kurang Memadai

0

Serang, lpmsigma. Com – Mahasiswa baru (MABA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten 2023 keluhkan tempat salat dan wudu yang kurang memadai, hal ini merupakan kesalahan PBAK tahun lalu yang kembali terulang.

Farhan, selaku MABA mengatakan kurangnya waktu dan tempat untuk istirahat, salat, makan (ISHOMA).

“Dari segi waktu kurang efektif sih, soalnya salat kan harus tepat waktu yah sedangkan dari segi tempat kurang memadai juga,” Ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwasanya tidak ada yang mengarahkan arah kiblat sehingga ada mahasiswa yang salah kiblat.

“Gak ada yang mengarahkan arah kiblat jadi banyak yang salah kiblat juga,” Jelasnya.

Ditempat yang sama, Hilma mengatakan mungkin tidak semua MABA tahu mengenai tempat salat. Dan hal ini juga mengakibatkan penumpukan di musala bawah, selain itu fasilitas untuk wudu juga tidak memadai.

“Kondisinya kurang memungkinkan soalnya ada yang salat di koridor gedung, mungkin banyak yang tidak tahu juga musalanya ada di mana sehingga di musala bawah numpuk, ” Ujarnya.

Adyaksa selaku kordinator acara PBAK menanggapi terkait masalah tersebut dan mengatakan mungkin itu salah satu kesalahan panitia dan itu menjadi bahan evaluasi.

“Mungkin itu sebagai bahan evaluasi buat panitia, karena mereka sibuk mencari mentor dan pembagian makan pada akhirnya mereka ada yang salat duluan ataupun makan duluan, sehingga di situ dari panitia kurang mengarahkan untuk salat,” Jelasnya.

Lanjut, Adyaksa juga mengatakan terkait tempat wudhu sebenarnya dari panitia sudah menyediakan dan itu dibagi untuk laki-laki dan perempuan.

“Untuk tempat wudhu para MABA di arahkan di belakang kantin dan itu dibagi buat laki-laki dan perempuan.”

Adyaksa juga menambahkan mungkin kurangnya komunikasi antara mentor dan MABA sehingga kurang kondusif.

“Untuk tempat salat kita ada di gedung pusgiwa lantai satu, mungkin ada MABA yang tidak dikasih tau sama mentor nya jadi ada yang salat di musala bunderan itu, untuk saat ini MABA di arahkan salat di lantai satu gedung pusgiwa,” Tutupnya.

Penulis: Mg_Enjat
Editor: Ima

 

Belajar untuk Ujian dengan Sistem Kebut Semalam, Efektif kah?

0

Bagi para pelajar sekaligus mahasiswa, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah belajar SKS atau Sistem Kebut Semalam. Metode belajar yang satu ini kerap kali diterapkan dengan alasan kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu belajar, sehingga tidak memungkinkan jika harus me-review seluruh materi pembelajaran, khususnya saat hendak ujian.

Jika diulik lebih dalam, Sistem Kebut Semalam ini memiliki banyak kekurangan sehingga dinilai kurang efektif untuk diterapkan. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang kelemahan SKS ini, simak penjelasan singkat mengenai SKS berikut ini.

Sistem Kebut Semalam adalah salah satu metode belajar, dengan menghafal ataupun mempersiapkan bahan ujian dan kuis yang dilakukan dalam waktu hanya semalam atau sesingkat-singkatnya. Seringnya, mahasiswa yang menerapkan metode ini memiliki berbagai macam alasan. Mulai karena dari tidak punya banyak waktu belajar, sebab terhalang dengan kesibukan organisasi ataupun kerja part time, lalu rasa malas yang melanda dikala waktu belajar, dan lain sebagainya.

Menurut Indonesian Journal of Instructional Media and Model, dalam Analisis Pengaruh Sifat Prokrastinasi pada Siswa SMA hingga Jenjang Universitas di Indonesia mengatakan, bahwa Metode SKS ini dinilai tidak efektif sehingga dapat menghambat keberhasilan siswa dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah dan menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa.

Dengan seringnya menerapkan metode belajar SKS ini, ilmu atau bahan bacaan yang didapat cenderung lebih mudah untuk dilupakan. Memori yang diingat seringnya merupakan ingatan jangka pendek sehingga berdampak pada kurangnya pemahaman para mahasiswa pada materi yang diujikan. Mahasiswa cenderung menghafal materi yang ada, tanpa ada kemauan untuk memahami lebih dalam materi tersebut.

Nah, itu dia alasan mengenai betapa tidak efektifnya menerapkan metode belajar Sistem Kebut Semalam ini. Belajar sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat sehingga ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat terserap dengan baik.

Penulis: Mg_Dalillah
Editor: Nazna

Belajar untuk Ujian dengan Sistem Kebut Semalam, Efektif kah?

0

Bagi para pelajar sekaligus mahasiswa, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah belajar SKS atau Sistem Kebut Semalam. Metode belajar yang satu ini kerap kali diterapkan dengan alasan kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu belajar, sehingga tidak memungkinkan jika harus me-review seluruh materi pembelajaran, khususnya saat hendak ujian. Jika diulik lebih dalam, Sistem Kebut Semalam ini memiliki banyak kekurangan sehingga dinilai kurang efektif untuk diterapkan. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang kelemahan SKS ini, simak penjelasan singkat mengenai SKS berikut ini.

Sistem Kebut Semalam adalah salah satu metode belajar, dengan menghafal ataupun mempersiapkan bahan ujian dan kuis yang dilakukan dalam waktu hanya semalam atau sesingkat-singkatnya. Seringnya, mahasiswa yang menerapkan metode ini memiliki berbagai macam alasan. Mulai karena dari tidak punya banyak waktu belajar, sebab terhalang dengan kesibukan organisasi ataupun kerja part time, lalu rasa malas yang melanda dikala waktu belajar, dan lain sebagainya.

Menurut Indonesian Journal of Instructional Media and Model, dalam Analisis Pengaruh Sifat Prokrastinasi pada Siswa SMA hingga Jenjang Universitas di Indonesia mengatakan, bahwa Metode SKS ini dinilai tidak efektif sehingga dapat menghambat keberhasilan siswa dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah dan menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa.

Dengan seringnya menerapkan metode belajar SKS ini, ilmu atau bahan bacaan yang didapat cenderung lebih mudah untuk dilupakan. Memori yang diingat seringnya merupakan ingatan jangka pendek sehingga berdampak pada kurangnya pemahaman para mahasiswa pada materi yang diujikan. Mahasiswa cenderung menghafal materi yang ada, tanpa ada kemauan untuk memahami lebih dalam materi tersebut.

Nah, itu dia alasan mengenai betapa tidak efektifnya menerapkan metode belajar Sistem Kebut Semalam ini. Belajar sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat sehingga ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat terserap dengan baik.

Penulis: Dalillah
Editor: Nazna

Batas Waktu Pembayaran UKT Diperpanjang sampai 20 Agustus 2023

0

Serang, lpmsigma.com – Batas Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) diperpanjang sampai pada tanggal 20 Agustus 2023. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor II bagian Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten.

“Pokoknya sebelum masuk kuliah udah harus bayar. Ada perpanjang sampai tanggal 20, soalnya tanggal 21 sudah masuk kuliah,” ujar Subhan pada kru sigma (14/08).

Ia juga mengatakan bahwa sudah tidak berlakunya potongan UKT untuk semester sembilan dan 10. Hal ini sudah termuat pada Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 82.

“Gak ada, tidak usah ditanyakan lagi kan itu sudah jelas. Itu sudah ada surat edarannya dari Dirjen,” tutupnya.

Adapun isi dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2023 Tentang Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Tahun Akademik 2023-2024 Menetapkan:

Adapun UKT PTKIN diberlakukan untuk semua Mahasiswa per semester sampai dengan semester 10. Untuk Mahasiswa yang melebihi semester 10 diberlakukan 50% dari besaran UKT PTKIN.

Keputusan ini berlaku mulai pada tanggal yang ditetapkan, yakni pada tanggal 25 Januari 2023.

Reporter: Rubbi
Editor: Een

PBAK 2023 UIN SMH Banten Pertama Kali Digelar Di Kampus Dua

0

Serang, lpmsigma.com – Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) 2023 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, pertama kali digelar di kampus dua yang bertempat di gedung Convencional Center Hall dengan tema “Moderat Berbudi Cerdas Berprestasi” Senin (14/08).

Helmy F.B Ulum, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa PBAK tahun ini pertama kali dilakukan di kampus dua UIN SMH Banten.

“PBAK tahun ini pertama kali dilakukan di kampus dua UIN SMH Banten, dengan jumlah mahasiswa 2.470 yang terdiri dari 1159 laki-laki dan 1581 perempuan,” Tuturnya.

Ia juga mengharapkan bahwasanya mahasiswa kali ini mempunyai jiwa yang moderat, berbudi luhur dan berprestasi.

“Saya berharap mahasiswa PBAK 2023 menjadi insan yg moderat, insan yang berbudi luhur dan insan berprestasi,” Jelasnya.

Dalam sambutannya, Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin mengatakan PBAK adalah langkah awal mengenal akademik kampus.

“PBAK merupakan langkah awal mengenal akademik kampus yang beda dengan pendidikan sebelumnya. PBAK ini juga penting untuk menjadikan mahasiswa cerdas, bertanggung jawab dan berakhlak baik,” Ucapnya.

Ia juga menambahkan empat pesan untuk pembangunan Indonesia yang mana sesuai dengan tema PBAK kali ini. Adapun pesannya adalah:

1. Siapapun yang masuk UIN harus melakukan perbuatan yang terpuji sesuai dengan nilai-nilai spiritual
2. Siapapun yang masuk UIN harus jadi penguat intelektual
3. Professional, siapapun yang masuk kampus ini harus mencari peluang untuk profesional
4. Setiap kita harus mencari peluang untuk menciptakan nasionalisme

Reporter: Mg_Enjat
Editor: Ima

Ini Alasan Pentingnya Reapply Sunscreen Tiap Dua Jam Sekali

0

Sunscreen merupakan salah satu basic skincare yang harus rutin digunakan, namun tidak sedikit juga dari kita justru menyepelekan dalam penggunaan sunscreen.

Sunscreen tidak hanya digunakan di luar ruangan, tetapi di dalam ruangan pun wajib digunakan karena sunscreen sangat lah penting untuk melindungi kulit kita dari paparan sinar UVB matahari. Maka dari itu mari simak penjelasan mengapa reapply sunscreen itu sangat penting.

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan UV indeks mencapai 6-15 dimana angka tersebut memiliki bahaya resiko tinggi terhadap kesehatan kulit, karenanya kita perlu melindungi kulit kita agar terhindar dari bahaya tersebut. Itulah mengapa menggunakan sunscreen sangatlah penting. Namun, masih banyak dari kita yang mengira bahwa sunscreen cukup diaplikasikan sekali dan saat diluar ruangan saja. Padahal sunscreen akan semakin tipis ketika kita mengusap wajah, berkeringat, juga saat pengaplikasian make up.

Menurut America Academy of Dermatology, sunscreen dengan SPF 30 menghalangi 97% sinar UVB matahari. SPF dengan angka lebih tinggi memblokir sedikit lebih banyak sinar UVB matahari, tetapi tidak ada sunscreen yang dapat memblokir 100% sinar UVB. Maka dari itu pengunaan sunscreen pada setiap kulit yang terkena paparan sinar matahari langsung itu sangat penting, tetapi tak hanya itu ingatlah untuk mengaplikasikan kembali setiap dua jam saat berada di luar ruangan atau setelah berenang atau berkeringat.

Nah, bagaimana SiGMAnia? setelah membaca sedikit penjelasan diatas masih mau malas dalam reapply sunscreen?

 

Penulis: Rubbi
Editor: Ima

Atomic Habits: Pentingnya Perubahan Kecil untuk Hasil yang Luar Biasa

0

Beberapa dari SiGMAnia pasti pernah memiliki sebuah ‘goal’ atau tujuan dalam hidup, dimana untuk mendapatkan hal tersebut dibutuhkan sebuah perubahan dalam diri. Perubahan dalam diri dipercaya bisa menjadi batu loncatan dalam menggapai ‘goal’ tersebut. Tapi kebanyakan dari kita berpikir bahwa hasil akhir tergantung pada seberapa besar perubahan yang kita lakukan.

Namun, James Clear percaya bahwa justru perubahan-perubahan kecil lah yang mampu membawa kita pada sebuah hasil yang luar biasa. Dan ia menyebut semua itu dengan ‘atomic habit’. Lho, bagaimana caranya? Mari kita simak.

Buku Atomic Habit ini tercipta karena berawal dari sebuah kecelakan yang menimpa James Clear pada tahun kedua di Sekolah Menengah Atas (SMA), di mana kepalanya menghantam tongkat pemukul bisbol yang membuat tubuhnya mulai gagal berfungsi. Ia kehilangan kemampuan dalam mencium bau, belum lagi beberapa pekan setelahnya Ia merasakan penglihatan ganda karena bola mata yang keluar dari rongga saat Ia memaksa menghembuskan napas kuat-kuat.

Setelah kejadian itu Ia merasa hidupnya seolah tertunda sejenak, kadangkala merasa menyedihkan dan perih ketika mengingat bahwa perjalanannya masih panjang untuk dapat kembali menjalani hidup seperti semula. Hingga ketika Ia mulai masuk ke bangku kuliah dimana disanalah Ia belajar tentang kebiasaan. Ya, kebiasaan-kebiasaan kecil yang membawa kekuatan dahsyat dalam hidupnya.

Kebiasaan merupakan suatu perilaku atau rutinitas seseorang yang dilakukan berulang-ulang dan secara teratur. Terkadang tanpa kita sadari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten justru pada akhirnya membawa kita pada suatu hasil yang tidak pernah kita bayangkan.

Seperti James Clear yang berusaha untuk tetap konsisten menjalankan kebiasaannya setelah sembuh. Kebiasaan mengangkat beban beberapa kali dalam seminggu, berolahraga teratur, dari yang tingginya 190 cm dengan berat 85 kg bertambah kekar menjadi 100 kg. Dari yang awalnya Ia bermain bisbol sebagai ‘pitcher’ kemudian terpilih sebagai tim kapten dan naik lagi menjadi tim utama. Dari kejadian enam tahun lalu dimana Ia terkena tongkat bisbol dan membuatnya koma, pada akhirnya membuat Ia terpilih sebagai atlet putra terbaik di Universitasnya.

Setiap manusia memiliki tantangan tersendiri dalam hidupnya, James menganggap tantangan itu merupakan sebuah pemberian ketika berolahraga. Kadang kala perubahan-perubahan kecil yang terkesan remeh justru akan memberikan hasil yang sangat menakjubkan bila kita terus konsisten menjalaninya. Mungkin kita bukan termasuk ke dalam manusia yang mampu meraih kesuksesan besar dalam waktu semalam, namun ada satu-satunya cara untuk kita bisa meraih kesuksesan itu. Yakni, memulai dengan kebiasaan-kebiasaan kecil.

SiGMAnia pasti sering mendengar pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. So, setelah membaca sedikit cerita di atas apa masih mau meremehkan suatu perubahan kecil?.

Penulis: Rubbi
Editor: Alfin

Acara Wisuda Tinggalkan Sampah Berserakan

0

Serang, lpmsigma.com – Petugas Kebersihan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengeluhkan sampah yang berserakan pada acara Wisuda Sarjana ke-35 dan Pascasarjana ke-21 UIN SMH Banten pada Sabtu, (05/08).

Erik, Petugas Kebersihan mengungkapkan keluhannya pada acara wisuda, banyak sampah yang berserakan di area kampus. Padahal menurutnya, hal itu sudah terjadi sebelumnya, namun hal tersebut tidak dihiraukan kampus.

“Seharusnya belajar dari yang sudah-sudah, salah satunya konsepan untuk menyediakan tempat sampah di setiap sudut biar orang lihat dan buang sampah pada tempatnya, karena percuma kalau kita nyuruh untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi tempatnya tidak ada,” tutur Erik.

Erik juga mengatakan, semua petugas kebersihan dikerahkan untuk acara wisuda total 60 orang. Namun, hal tersebut dirasa kurang karena, area kampus yang luas sehingga petugas kebersihan harus rela bekerja sampai sore hari.

“Totalnya ada 60 orang, untuk halaman sendiri ada 8 orang dan sisanya di dalam gedung, untuk hari ini kita kerjanya full dari pagi sampai sore,” tuturnya.

Lanjut, Erik sebagai petugas kebersihan meminta kepada pihak kampus untuk menyediakan tong sampah di berbagai titik.

“Saya harap untuk yang akan datang konsepan kerja dalam bersih-bersih ini bisa lebih matang. Dan membagi tong sampah di titik yang benar dan juga memperbanyak tong sampah,” jelas Erik.

Di tempat yang sama, mahasiswa Fakultas Dakwah, Eneng merasa bahwa penggunaan sampah plastik yang berlebihan diakibatkan oleh pedagang dan juga kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Pedagang sampai masuk ke area kampus bahkan ada yang buka stand di parkiran FADA, kebanyakan mereka menggunakan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang. Kurangnya kesadaran setiap individu mengakibatkan sampah yang berserakan seperti ini,” ujarnya.

Eneng juga menambahkan bahwa sampai sore menjelang maghrib sampah masih berserakan bahkan menumpuk.

“Saking banyaknya dan luasnya tempat sampai mau maghrib masih aja belum beres, sampah masih numpuk dimana-mana bahkan di musala,” tambahnya.

Reporter: Riyanti
Editor: Alfin

UIN SMH Banten Berikan Peluang Beasiswa LPDP pada Wisudawan ke-35 dan Pascasarjana ke-21

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten memberikan peluang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada wisudawan Sarjana ke-35 dan Pascasarjana ke-21. Yang mana sekitar 842 wisuda dan wisudawati dikukuhkan pada wisuda kali ini, yang bertempat di Convention Center Hall pada Sabtu (05/08).

Agam Bayu, selaku Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan Layanan Beasiswa, menuturkan dalam orasinya ada syarat dan ketentuan yang harus dimiliki oleh calon beasiswa LPDP. Adapun syarat bagi pendaftar beasiswa LPDP diantaranya:

1. Bagi pendaftar S2 berumur maksimal 35 tahun dan pendaftar S3 maksimal 40 tahun.
2. IPK untuk S2 minimal 3,00 dan S3 minimal 3,25.
3. Memiliki skor toefl untuk S2 minimal 500 dan untuk S3 minimal 530.

Selain itu, Agam memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan pendidikan lanjut S2 maupun S3 dan jangan patah semangat.

“Persiapkan diri dari sekarang untuk beasiswa LPDP, karena akan dibayar penuh tentunya. Jangan patah semangat, jika gagal coba lagi dan jangan pernah menyerah karena peluang kalian besar,” katanya.

Dalam Sambutannya, Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin mengatakan harapannya dalam wisuda tahun ini agar mahasiswa membangun kesadaran untuk membawa nama baik diluar kampus.

“Semoga anak-anak semua disini bisa sukses, membangun kesadarannya ketika sudah keluar dari kampus. Kalian juga harus membawa nama baik UIN dan berterimakasih kepada lembaga yang sudah membuat kalian seperti ini serta selalu menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Reporter: Salma
Editor: Een

KOPMA UIN Banten Targetkan Juara Umum dalam Acara Jambore Koperasi Tingkat Nasional

0

Serang, lpmsigma.com – Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali mengikuti Jambore Koperasi Nasional (JAMKOPNAS). JAMKOPNAS merupakan suatu agenda tahunan dikalangan Koperasi Mahasiswa yang kali ini diadakan di Universitas Lampung (UNILA) pada tanggal 7 Agustus 2023. Setelah empat tahun tidak berpartisipasi, KOPMA UIN SMH Banten kembali berpartisipasi dengan persiapan yang matang selama tiga bulan belakangan ini, memiliki target menjadi juara umum dengan jumlah perwakilan tiga orang dan satu orang pendamping.

Riyad, Ketua Umum KOPMA menjelaskan ada lima bidang lomba yang akan diikuti yakni:
Bisnisplan, Debat Ekonomi Koperasi, Essay, Cerdas Cermat dan Duta Koperasi Mahasiswa Indonesia.

Selain ingin menjadi juara umum tentunya, ia juga berharap dengan adanya momentum ini dapat lebih membuka wawasan mengenai perekonomian Indonesia.

“Harapannya yang pertama sudah pasti juara umum, tapi selain itu juga harapannya dengan adanya momentum ini pandangan kita semakin terbuka soal koperasi dan perekonomian indonesia,” tuturnya.

Selain itu, melihat sudah empat tahun baru bisa kembali mengikuti Jambore, KOPMA memiliki motivasi agar dapat mengharumkan nama UIN SMH Banten. Sebelumnya juga KOPMA pernah mendapatkan juara dua dalam bidang lomba Debat Koperasi.

“Motivasinya ingin mengharumkan nama UIN Banten dan kampus tercinta saya di luar pulau jawa,” tutur Sri Mahasiswa dari Jurusan Ekonomi Syariah sebagai salah satu anggota KOPMA yang mengikuti Jambore kali ini.

Penulis: Rubbi
Editor: Een