Beranda blog Halaman 104

Panitia PBAK 2022: Inginkan Mahasiswa yang Siap Menghadapi Masa Bonus Demografi

0

Serang, lpmsigma.com – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2022, akan kembali dilaksanakan secara luring di kampus 1 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tanggal 5-7 September yang akan datang, adapun pra-PBAK akan di laksanakan pada 3 September 2022. Tema PBAK 2022 kali ini adalah ”Mahasiswa Cerdas, Moderat, Militan dan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”

Miftah Khoiriyah sebagai wakil ketua pelaksana PBAK 2022 sekaligus ketua Sema U mengatakan, tujuan dari kegiatan PBAK kali ini disiapkan untuk mencetak mahasiswa yang unggul dan religius untuk masa bonus demografi.

“Pada pbak tahun ini kami sengaja lebih banyak memasukkan muatan materi yang dapat menambah wawasan para mahasiswa baru terkhusus terkait wawasan moderasi beragama serta wawasan terkait kewirausahaan,” katanya saat diwawancarai kru SiGMA pada Sabtu, (27/8).

Miftah juga mengatakan, panitia menyajikan materi yang relevan untuk mahasiswa baru yang bakal menghadapi masa bonus Demografi.

“Upaya kami mencetak generasi yang akan menyokong momentum Indonesia emas tahun 2045 yang mana nantinya Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Untuk dapat mencapai ke titik itu tentunya materi kewirausahaan dirasa tepat untuk mencetak generasi Uin SMH banten yang baru,” tutur Miftah.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, selain PBAK kali ini dilaksanakan secara luring panitia juga menciptakan konsep yang berbeda dari sebelumnya.

“Muatan PBAK tahun ini kami jadikan sebagai momentum untuk membangun kesadaran generasi UIN SMH Banten yang baru terkait pembangunan lingkungan kampus anti kekerasan sekusal dan kampus yang ramah lingkungan,” ujar Miftah.

Konsepan PBAK 2022 tidak lepas dari peran para pimpinan untuk mendukung pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Hal ini tentunya merupakan inisiasi para jajaran warek yang begitu inovatif dan antusias untuk mencetak generasi unggul di tahun ini,” tutup Miftah.

Reporter: Taufik
Editor: Alfina

Growth Individu Menurut Marshanda, Kalau Kamu, Lagi Ditahap Mana?

0

Di kalangan remaja milenial banyak yang merasakan rasa tak aman atau insecure. Perasaan ini bisa disebut dengan tahap membangun diri dan bisa timbul dari beberapa faktor seperti: lingkungan, pola asuh orang tua hingga stereotip dari masyarakat dalam menjalani hidup. Hal yang diperbincangkan dikalangan remaja ini biasanya menyebabkan rasa percaya diri dan selalu merasa kurang.

Menurut Marshanda, tahapan untuk mencintai yang ada pada diri remaja dibagi menjadi empat yaitu: Selflack, Selfish, Selflove dan Selfless.

“Adapun selflack memiliki artian tidak memikirkan diri dan kurang memberikan kebahagiaan untuk diri sendiri, sedangkan selfish memiliki arti seseorang sudah mulai memikirkan kebahagiaan untuk dirinya. Untuk selflove bisa diartikan seseorang sudah bersahabat dengan dirinya dan mencintai diri sendiri seutuhnya, dan yang terakhir selfless yaitu seseorang yang mencintai dirinya namun bisa mencintai diri orang lain pula,” Ujar Marshanda dalam salah satu podcast Narasi

Growth individu bisa dibangun oleh diri sendiri dengan cara mengubah mindset menjadi lebih positif, perkuat jiwa dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta atau membaca sumber informasi yang berkenaan dengan membangun energi positif. Karena mengubah diri bukan didasari oleh orang lain, namun bagaimana kita mengubah diri dan jiwa dengan sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang baik di awal dan di akhir.

Penulis: Okta

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Cafe Teras Bambu Bisa Jadi Tempat Belajar Mahasiswa

0

Cafe Teras Bambu kini menawarkan tempat nyaman untuk belajar dan berdiskusi bagi anak muda di Kota Serang. Cafe yang terletak di blok Keputren, depan Makam Ki Mas Jong, Kota Serang ini menawarkan banyak menu favorit dan fasilitas yang nyaman bagi kalangan anak muda.

Selain menjadi tempat untuk nongkrong dan berdiskusi, Cafe tempat kumpul anak muda ini juga bisa digunakan sebagai tempat pelatihan dan pengembangan kemampuan anak muda.

Founder Cafe Teras Bambu Prisca menuturkan Cafe Teras Bambu merupakan usaha kolaborasi yang dirintis dan dikelola oleh mahasiswa di Kota Serang yang memiliki minat khusus terhadap pengembangan anak muda dan ekonomi kerakyatan.

“Kita berjejaring dengan beberapa komunitas anak muda di Kota Serang, akhirnya di sini berkumpul sembilan komunitas dan mereka berkumpul untuk usaha mandiri,” kata Prisca.

Prisca ingin Teras Bambu menjadi tempat berkumpulnya anak muda yang ingin mandiri dan bisa saling menginspirasi. Hal tersebut juga dilakukan sebagai upaya pemberdayaan kawula muda di Kota Serang.

“Di sini tuh tempat edukasi dan pemberdayaan ekonomi yang diwadahi oleh Teras Bambu,” ucapnya.

Selain menyediakan makanan dan minuman favorit, setiap bulan Teras Bambu juga rutin menggelar kajian, seminar dan workshop.

“Kita akan selalu rutin ada pelatihan, entah itu berbentuk seminar atau workshop sebulan sekali,” katanya.

Ikhsan, salah satu pengelola Cafe Teras Bambu mengatakan, dalam waktu dekat ia berencana akan mendirikan perpustakaan yang menyediakan buku-buku bagi pengunjung yang hobi membaca.

“Di sini tempat orang nongkrong tapi sambil baca buku juga, ke depan kita akan sediakan Perpustakaan,” kata Ikhsan.

Reporter: Taufik

Usai Lakukan Rapat Kerja, APMS Ingatkan Pentingnya Kebebasan Pers di Kampus

0

Serang, lpmsigma.com – Aliansi Pers Mahasiswa Serang (APMS) ingatkan pentingnya kebebasan pers di lingkungan Kampus yang ada di Kota Serang. Pers sebagai pilar demokrasi keempat, perlu dihidupkan di lingkungan kampus sebagai pendidikan berdemokrasi.

Universitas sebagai lingkungan pendidikan acap kali menonjolkan sisi arogansinya terhadap lembaga pers mahasiswa. Hal itu sering terjadi terhadap pegiat Persma di Kota Serang yang kerap mendapatkan intimidasi dan pengekangan oleh pihak kampus terhadap kerja-kerja jurnalistik Lembaga Pers Mahasiswa.

Koordinator Umum Aliansi Pers Mahasiswa Serang, Bayu menuturkan pentingnya Pers Mahasiswa di Serang Raya beraliansi sebagai wadah tukar pikiran antar sesama pegiat Persma.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk menguatkan posisi Persma di Kampus, dengan beraliansi setidaknya kita bisa berdiskusi dan saling menguatkan,” kata Bayu usai melakukan Rapat Kerja di Cafe Teras Bambu, Sabtu (13/8/2022).

Senada dengan Bayu, Sekjend Aliansi Pers Mahasiswa Serang, Dani Mukarom menjelaskan, pers mahasiswa juga perlu memahami kode etik jurnalistik sebagai pedoman laku pegiat Persma sebagai Jurnalis.

Pemahaman terhadap kode etik dan kaidah jurnalistik, kata Dani, kerap kali disepelekan oleh Lembaga Pers mahasiswa saat melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Memahami kode etik setidaknya akan melindungi diri dari hal-hal tidak diinginkan yang menimpa pegiat Persma.

“Selain berdiskusi kita juga perlu memahami kode etik jurnalistik, itu sangat penting bagi pers mahasiswa untuk melindungi diri,” katanya.

Sebelumnya, beberapa Lembaga Pers Mahasiswa di Kota Serang mengalami intimidasi dan intervensi dari pihak kampus. Banyaknya intervensi yang dialami oleh lembaga pers mahasiswa membuat pegiat tak leluasa saat menyampaikan aspirasi.

Dani berharap dengan adanya aliansi ini, pers mahasiswa yang ada Kota Serang bisa bersinergi dan saling melindungi satu sama lain.

“Banyaknya intervensi yang dilakukan pihak-pihak tertentu membuat Persma seperti dibatasi dan tidak leluasa dalam berkarya, kita berharap ini bisa menjadi langkah yang positif,” ucapnya.

Reporter: Taufik

Dianggap Abai Terhadap Kasus Kekerasan Seksual, Rektor IAIN Ambon Dilaporkan

0

Serang, lpmsigma.com – Koalisi Pembela Lintas melaporkan Rektor IAIN Ambon Zainal Abidin Rahawarin dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama ke Ombudsman RI pada Selasa, (09/08/2022).

Laporan itu dilakukan akibat dugaan maladministrasi dalam penanganan kasus kekerasan seksual dan pembekuan pers mahasiswa Lintas di Insitut Agama Islam Negeri Ambon.

Koalisi menilai, IAIN Ambon melakukan maladministrasi yakni, pertama melampaui kewenangan dengan mengkriminalisasi pengurus LPM Lintas. Kedua, melakukan pengabaian kewajiban hukum dengan membiarkan dan melindungi terduga pelaku penganiayaan terhadap pengurus LPM Lintas.

Ketiga, melakukan perbuatan melawan hukum dengan membekukan aktivitas LPM Lintas, dan keempat, melakukan perbuatan melawan hukum dengan ancaman akademik terhadap pengurus LPM Lintas.

Selain itu, Koalisi menilai IAIN Ambon melakukan pengabaian terhadap dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus IAIN Ambon atas temuan yang dilakukan LPM Lintas.

Pengabaian Rektor IAIN Ambon atas dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus IAIN Ambon menyebabkan tidak adanya kepastian penyelesaian. Sehingga korban kekerasan seksual tidak mendapatkan pemulihan atau rasa aman beraktivitas di lingkungan kampus.

Sementara, laporan terhadap Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI karena telah lalai dan mengabaikan kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Terlapor I yang menimbulkan kerugian materiil dan atau imateriil bagi pengurus LPM Lintas.

“Serangan terhadap LPM Lintas merupakan bentuk kesewenang-wenangan dan melanggar asas-asas pemerintahan yang baik serta tindakan yang tidak mencerminkan slogan Kampus Merdeka,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin.

Sebelumnya, pada Senin, 14 Maret lalu, majalah Lintas edisi “IAIN Ambon Rawan Pelecehan” terbit. Lintas menemukan 32 orang diduga korban pelecehan seksual di Kampus Hijau, sebutan IAIN Ambon.

Korban terdiri dari 25 perempuan dan 7 laki-laki. Sementara terduga pelaku perundungan seksual 14 orang. Di antaranya 8 dosen, 3 pegawai, 2 mahasiswa, dan 1 alumnus. Liputan pelecehan ini ditelusuri sejak 2017 dengan kasus yang terjadi sejak 2015-2021.

IAIN Ambon melalui Rektor Zainal Abidin Rahawarin membekukan Lintas setelah tiga hari menerbitkan liputan khusus terkait kekerasan seksual. Pembekuan Lintas tercantum dalam SK Rektor Nomor 92 Tahun 2022, dikeluarkan pada Kamis, 17 Maret lalu.

Alasan pembekuan Lintas, pertama, berakhirnya masa kepengurusan anggota Lintas periode 2021-2022. Kedua, keberadaan Lintas tidak sejalan dengan visi dan misi IAIN Ambon.

Sehari sebelum surat sensor dilayangkan, pengurus Lintas diminta mengikuti rapat bersama petinggi kampus di Ruang Senat Institut, gedung Rektorat lantai tiga, Rabu, 16 Maret. Rapat itu dipimpin Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) Jamaludin Bugis.

Petinggi yang lain, Ketua Senat Institut Abdullah Latuapo, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Uswah) Yamin Rumra, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Anang Kabalmay, serta sejumlah dosen dan pegawai.

Rapat yang dipimpin Jamaludin Bugis itu bertujuan meminta Lintas memberikan data korban kekerasan seksual untuk membuktikan bahwa berita yang diturunkan Lintas bukanlah berita bohong.

Jamaludin mendesak Pemimpin Redaksi Lintas Yolanda Agne menyerahkan data itu di dalam rapat tersebut. Namun, Yolanda, penjabat Direktur Utama Lintas M. Sofyan Hatapayo, dan Redaktur Pelaksana Majalah Lintas Taufik Rumadaul, menolak.

Alasannya, membuka nama korban pelecehan seksual merupakan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, yang mengatur soal kewajiban wartawan melindungi identitas korban kekerasan seksual.

Yolanda menawarkan, jika kampus mau serius mengusut kasus kejahatan seksual, maka harus membuat tim investigasi atau satuan tugas penanganan kekerasan seksual.

Anggota tim ini harus melibatkan mahasiswa, dosen, pegawai, dan ahli dalam penanganan korban kekerasan seksual. Artinya, proses penanganan ini harus berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 5494 Tahun 2019 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Atau membentuk satuan tugas seperti diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Sehingga kampus bekerja sesuai regulasi yang dikeluarkan dua kementerian tersebut dalam penanganan kekerasan seksual.

Tim itu bertujuan menghindari konflik kepentingan di dalam, yang berdampak pada mandeknya pengusutan kasus atau penyelesaian problem serius di lembaga pendidikan itu.

Namun, hingga kasus ini berbuntut panjang, tidak ada pembentukan satgas tersebut di kampus. Menurut Lintas, ini upaya melindungi terduga pelaku pelecehan di kampus. Padahal, IAIN Ambon semestinya membuat tim itu seperti perintah dua kementerian tersebut.

Koalisi yang terdiri dari dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), AJI Ambon, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda-Maluku, Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), mendesak Ombudsman RI Pusat untuk:

Pertama, Segera memeriksa Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis.

Kedua, menyatakan terdapat maladministrasi terhadap pengabaian dugaan kasus kekerasan seksual; pembekuan LPM Lintas IAIN Ambon; upaya kriminalisasi tuduhan pencemaran nama baik ke kepolisian; pembatasan akademik anggota LPM Lintas; pembiaran tindak kekerasan terhadap pengurus LPM Lintas IAIN Ambon.

Kedua, Dirjen Pendis mengabaikan pengaduan dan tidak menjalankan mandatnya menyelesaikan permasalahan hukum kepada rektor IAIN Ambon yang terjadi antara Para Pengadu dengan Terlapor I.

Selanjutnya, memberikan Rekomendasi membatalkan pembekuan LPM Lintas IAIN Ambon.

Terakhir yaitu, memberikan rekomendasi kepada Dirjen Pendis membuka forum audiensi terkait penanganan dugaan kekerasan seksual dan pembekuan LPM Lintas.

Reporter: Dani

Perlombaan PESONA Se-PTKN Telah Resmi Diselenggarakan

0

Bandung, lpmsigma.com – Pekan Seni dan Olahraga Nasional I Perguruan Tinggi Agama Negeri (PESONA l PTKN) Tahun 2022 dibuka perdana di kampus ll Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada hari Selasa, 9 Agustus pukul 18:30 WIB.

Pesona ini merupakan transformasi dari Pionir yang menjadi dua kegiatan, ada Oase berupa sains, dan Pesona berupa seni dan olahraga. Untuk Oase dilaksanakan di Aceh dan Pesona yang pertama ini diadakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tema kegiatan ini adalah Transformasi Nilai-nilai Kebermanfaatan Dalam Bingkai Kebersamaan Untuk Indonesia Maju Pada Masa yang Akan Datang di Clan Spirit of Harmony.

Pesona ini terdiri dari beberapa cabang lomba. Total perlombaan sebanyak 22 cabang lomba, cabang seni ada 12 lomba, dan cabang olahraga ada 10 lomba. Perlombaan ini dilakukan secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Untuk perlombaan daring terdiri dari 8 lomba, yaitu: musabaqoh Syahril Qur’an, cipta lagu islami, musikalisasi hadis, puitis Al-Qur’an, qosidah modern, monolog, film pendek dan stand up comedy sedangkan untuk lomba luring ada 14 lomba yaitu: panjat tebing, pencak silat, taekwondo, tenis meja, catur, futsal, voli, basket, dan masih banyak lomba lainnya.

Mahmud, sebagai Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus panitia PESONA l PTKN mengatakan, ribuan mahasiswa dari berbagai PTKN ikut serta mengakses Pesona yang pertama ini, dan diikuti juga oleh para pimpinan perguruan.

“Kegiatan ini diikuti oleh 3549 peserta, serta para pimpinan PTKN berjumlah 68 pimpinan PTKN hadir, dan ada 4 yang kebetulan berhalangan,” ucap Mahmud.

Selain itu, Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya mengapresiasi panitia PESONA l PTKN atas segala kreativitas dan mendukung prestasi anak bangsa.

“Jangan sampai anak mudanya jadi beban negara, negara harus inovatif harus produktif, maka saya kasih nilai 9 buat penyelenggara acara ini, ini salah satu acara di kampus yang paling kreatif,” tuturnya.

Cholil Yakut, sebagai Ketua Kementerian Agama RI dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara mengatakan, jadikan olahraga sebagai media dakwah.

“Olahraga dengan agama dan Tuhan Itu satu tarikan nafas yang tidak pernah bisa dipisahkan sebenarnya, begitu kita lihat sekarang pertandingan bola itu kalau kita nonton ada pemain bola ngegol kan bolanya ke gawang kalau nggak sujud syukur dia selalu memalangkan tangannya membentuk tanda salib,” ucap Cholil.

Reporter: Taufik
Editor: Alfina

Ormawa UIN SMH Banten Lakukan Study Mobilty ke ITB

0

Bandung, lpmsigma.com – Belasan Organisasi Mahasiswa kampus Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, perwakilan dari Dewan Mahasiswa (Dema U), Senat Mahasiswa (Sema U) dan 12 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) didampingi oleh Hanafi sebagai anggota Tim Penyelenggara Kegiatan Mahasiswa (TPKM) sekaligus pembina UKM LDK Ummul Fikroh melakukan Study Mobilty ke Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (08/08).

Ormawa UIN SMH Banten juga bertemu dengan beberapa anggota dari Ormawa yang ada di ITB.

Hanafi, sebagai perwakilan dari anggota TPKM mengatakan, tujuan kami mengadakan studi mobilty ini agar mahasiswa dapat menambah relasi dan jaringan antar Ormawa sehingga bisa bersimbiosis mutualisme serta dapat bertukar pikiran dari segala aspek.

“Kita ingin memperluas wawasan dan kerja sama dan lain lain, sehingga Kita bisa melihat pengalaman dan nilai nilai positif dari mereka,” ujarnya.

Selain itu, Hanafi juga mengatakan alasan mengapa memilih ITB sebagai tempat studi mobilty, karena ITB telah menjadi kampus terbaik dan ternama di Indonesia.

“ITB adalah kampus yang bergengsi dan terfavorit di Indonesia,” ucapnya.

Di tempat lain, Sobirin sebagai Presiden mahasiswa UIN SMH Banten mengatakan turut bersyukur telah disambut baik oleh BEM ITB, sehingga bisa berbincang perihal kondisi dan budaya BEM masing-masing.

“Alhamdulillah KBM UIN SMH Banten telah melakukan studi mobilty dengan ormawa ITB yang di sambut dengan hangat, kita juga bertukar pikiran dan gagasan mengenai kultur yang berbeda,” jelasnya.

Selain itu, Sobirin juga menjelaskan mengenai peraturan apa saja yang diberlakukan oleh BEM ITB, KBM UIN masih belum mendapatkan peraturan regulasi yang lebih mendalam akan tetapi masih gambaran umum saja, karena pihak UIN Banten dan pihak BEM ITB masih belum bisa bertemu secara langsung.

“Karena kita tidak bertemu langsung dengan senator di ITB maka kita tidak membahas peraturan, hanya gambaran umum terkait peraturan,” ungkap Sobirin.

Reporter: Taufik

6 Wisudawan Terbaik UIN SMH Banten 2022

0

Serang, lpmsigma.com – Pada wisuda ke-32 tahun 2022 ini, Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin mewisuda sebanyak 1335 mahasiswa untuk program Pascasarjana dan sarjana, angkatan ke-18 dan 32, pada Sabtu (30/07).

Dari 1335 lulusan, UIN SMH Banten menetapkan lima wisudawan terbaik untuk tingkat sarjana.

Kali ini Wisudawan terbaik sarjana diraih oleh :
1. Satni, Mahasiswa Fakultas tarbiyah dan keguruan dengan IPK 3.86 yudisium dengan pujian
2. Melli Nur Fauziah mahasiswi Fakultas syariah dengan IPK 3.84 yudisium dengan pujian
3. Rohmah mahasiswi Fakultas Ushuludin dan Adab dengan IPK 3.83 yudisium dengan pujian
4. M. Ibnu Abi Hatim Arrozi mahasiswa Fakultas Dakwah dengan IPK 3.84 yudisium dengan pujian
5. Neng Wulandari mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3.81 yudisium dengan pujian terbaik

Sedangkan wisuda terbaik dari pascasarjana Siti Nur Ufudiah dengan IPK 3.86 yudisium dengan pujian.

Di waktu yang bersamaan, ibnu Haitami salah satu wisudawan terbaik dari Fakultas Dakwah mengungkapkan rasa bahagianya atas prestasi yang ia dapat sekarang, dan hal tersebut menjadi salah satu hadiah yang akan Ibnu berikan untuk kedua orang tuanya.

“Saya senang sekali saya gak pernah nyangka dari semester awal bisa di posisi sekarang ini, saya berikan khusus untuk kedua orang tua saya dan keluarga saya,” kata Ibnu.

Ibnu juga berpesan kepada kawan-kawan mahasiswa untuk tidak mengutamakan IPK untuk mencapai kesuksesan karena kesuksesan itu sesuai sudut pandang masing masing.

“Suatu kesuksesan itu tidak dilihat dari IP atau lulusan tercepat akan tetapi kesuksesan itu tergantung diri kita sendiri,” tutupnya.

Reporter: Taufik

Reporter: Taufik

Sungai Cipunten Agung Masih Tercemar Sampah, Relawan Pandeglang Helat Susur Sungai

0

Pandeglang, lpmsigma.com – Puluhan Relawan dari Rehabilitasi Foundation, Kumandang (Kumpulan Mahasiswa Pandeglang) Banten Kom.UIN Serang dan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAISMAN se-Kecamatan Labuan, menghelat susur sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunten Agung, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang- Banten, Sabtu (30/07).

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan kecamatan dan desa tersebut, dihelat sebagai respon atas semakin tercemarnya DAS Cipunten Agung.

Ketua pelaksana, Moch Chandra Hidayat mengatakan, selain melakukan clean up sampah di sekitar bantaran sungai, kegiatan ini juga difokuskan pada pengayaan data lapangan.

“Relawan dibagi menjadi delapan kelompok. Tujuh kelompok diarahkan untuk melakukan wawancara kepada Ketua RT setempat prihal persampahan. Satu kelompok lainnya, diarahkan untuk mendata jumlah Timbulan Sampah Liar (TSL) di sekitaran bantaran sungai,” paparnya.

Chandra mengatakan, kurang lebih 1,5 Km dari muara ke arah hulu sungai, ada sekitar 101 titik TSL di bantaran sungai Cipunten Agung.

“Selain TSL, ada kurang lebih 14 bangkai kapal. Sampah yang yang berada di badan sungai, baik yang terbawa arus air, maupun yang tersangkut di ranting-ranting pohon, juga tidak kalah mengkhawatirkan. Beberapa kali, baling-baling perahu yang kami tumpangi, tersangkut sampah plastik,” katanya.

Sementara itu, Founder Yayasan Rehabilitasi Lingkungan&Alam, Fikri Jufri mengatakan, guna menyelesaikan pencemaran DAS Cipunten Agung perlu adanya kerjasama antar desa maupun kecamatan. Karena, aliran sungai ini melewati empat desa, yakni Desa Cigondang, Desa Labuan, Desa Teluk, dan Desa Kalanganyar.

“Ada yang namanya Badan Kerja Sama Antar Desa ( BKAD) ini perlu dibentuk dan didorong, untuk mengawal sungai Cipunten Agung,” ujarnya.

Menurut Fikri, pencemaran DAS Cipunten Agung, di sebabkan belum maksimalnya edukasi dan waste management di masing-masing desa.

“Memang tidak mudah bicara edukasi dan waste management, perlu upaya-upaya kreatif, terstruktur dan solutif. Karena, ada habit yang perlu kita hadapi, ada paradigma keliru yang harus diluruskan menyoal sampah, serta sumber daya pendukung lainnya baik itu melalui kebijakan maupun pengadaan sarana dan prasarana,” paparnya.

Fikri juga mengatakan, secara organisasi, pihaknya siap berpartisipasi secara aktif terhadap perbaikan kondisi sungai.

“Semoga selepas ini ada tindak lanjut yang bijak dari seluruh elemen baik pemerintah, swasta maupun masyarakat, sehingga sungai Cipunten Agung bebas sampah bisa terwujud,” ucapnya.

Reporter: Taufik
Editor: Alfina

UIN SMH Banten Gelar Wisuda Secara Luring, Luluskan 1335 Mahasiswa

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar wisuda ke-32 secara luring (luar jaringan) pada hari ini, Sabtu (30/07) setelah dua tahun ke belakang menggelar wisuda secara daring dan hybrid.

Dalam sambutannya Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin mengatakan jumlah Wisudawan dan Wisudawati pada kali ini berjumlah 1335, selain itu Wawan juga berharap kepada wisudawan setelah mengemban pendidikan di UIN SMH Banten untuk bisa mencapai target dengan cara mengatur waktu.

“Ananda setelah kuliah harus bisa mengatur waktu, belajarlah mengatur waktu dan catat baik-baik target Ananda,” kata Wawan Wahyudin saat menyampaikan pidatonya.

Dalam wisuda ke-32 ini juga dihadiri oleh PJ Gubernur Banten, Al Muktabar untuk menyampaikan orasi ilmiah. Dalam orasinya Muktakabar menyampaikan, para wisudawan dapat menempatkan posisi untuk terus menerus melihat peluang dan apa bila masih belum teraih maka hal itu merupakan kemenangan yang tertunda.

Ia juga menambahkan bahwa orang tua dan civitas UIN SMH Banten lah yang mengantarkan para wisudawan menuju tahap awal kesuksesan.

“Orang tua dan civitas akademika menghantarkan para wisudawan menuju pintu gerbang kesuksesan,” tutupnya.

Reporter: Een