Beranda blog Halaman 107

Warek I Akan Benahi Perbedaan Prosedur Skripsi Antar Fakultas

0

Serang, lpmsigma.com – Perbedaan prosedur skripsi antar Fakultas, seperti Fakultas Dakwah dengan Fakultas lainnya akan dibenahi.

Wakil Rektor I, Mufti Ali mengatakan, Perbedaan prosedur skripsi, terkait ujian komprehensif atau ujian sarjana untuk mahasiswa sarjana yang ditiadakan di Fakultas Dakwah, akan tetapi di Fakultas lain tetap diadakan akan segera dibicarakan dengan dekan-dekan di setiap Fakultas.

“Terkait Kompre, Saya akan rapatkan dengan para Wadek I. Karena terkait kebijakan-kebijakan seperti itu saya serahkan ke dekan-dekan untuk memberikan mandat dan kebebasan,” katanya saat diwawancarai oleh kru SiGMA, Senin, (13/6/2022)

Ia juga menyampaikan yang mengatur terkait tahapan-tahapan prosedur skripsi di setiap fakultas ada di bawah wewenang dekan.

“Jadi yang ngatur soal tahapan-tahapan itu dekan, dari saya sendiri tidak mengatur secara rinci teknisnya, karena masing-masing Fakultas punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, banyaknya mahasiswa yang mencapai semester 14 akan diperbaiki komunikasi dengan para dekan, dosen pembimbing, sehingga tidak sampai lewat batas.

“Mengenai otoritas mengeluarkan mahasiswa itu sebenarnya tidak gampang, harus ada melalui berita acara, Kabag akademik, dan kemahasiswaan,” tutupnya.

Reporter: Alfin

Dibela Warek, Disenangi Sobirin-Wildan

0

Penulis: Akhmad Khudori

Sejarah mencatat bagaimana pertandingan pemilihan umum mahasiswa dimenangkan oleh kelompok PMII selama 3 tahun ke belakang, tentu itu adalah prestasi sebagai pemenang tingkat tinggi jabatan kampus, yaitu presiden mahasiswa.

Mengapa PMII selalu menang di tingkat universitas?. Jawabannya sangat bermacam dan tidak pasti satu jawaban saja, banyak faktor yang mempengaruhi dominasi kemenangan itu, baik dari jawaban kader PMII militan, dibantu oleh senior tingkat pusat-cabang, hingga spekulasi bahwa PUM di kampus disusupi oleh anak PMII kampus lain untuk mencoblos pasangan PMII saat proses pemilihan.

Dan yang terakhir, karena ketua penyelenggara KPUM dari latar belakang organisasi PMII, tentu semuanya patut diduga. Lewat politik semua bisa saja dilakukan, intrik dan konsep tidak menjadi soal asalkan tujuan tercapai, dan tentu saja itu ialah sifat dari politik, sebagai elit politik kepanjangan dari partai : kemenangan adalah hal yang terpenting.

Tapi mengapa posisi jabatan tertinggi di kampus diperebutkan?. Tak lain dan tak bukan ialah karena eksistensi, baik ingin eksistensi di organisasi, eksistensi berkuasa, eksistensi karier politik, dan banyak definisi eksistensi lainnya. Tapi kemauan seseorang ini tidak didorong dan dibarengi rasa semangat berjuang untuk mengubah sistem menjadi lebih baik, kita pasti akan bisa menebak hasil kerja Sema dan Dema, hasilnya akan sama saja seperti Sema dan Dema tahun sebelumnya, kerjanya tidak ada yang patut kita acungi jempol?.

Sebagai trias politika kampus, jika memang ingin membuat dinamika dan menjadi pembelajaran kampus yang baik dalam soal Miniatur State, ciptakan salah satu lembaga Yudikatif yang memang dibutuhkan oleh mahasiswa baik namanya Mahkamah Mahasiswa atau apapun itu. Ia mempunyai pengawasan terhadap kinerja Sema dan Dema, serta menjadi simbol tegaknya peraturan yang dibuat oleh legislatif.

Ide ini tentu senter dibicarakan oleh beberapa mahasiswa agar harapan ini segera direalisasikan untuk bagaimana miniatur negara terbentuk dan terpenuhi unsur struktural negaranya. Tentu dorongan ini ditujukan kepada Sema dan Dema, kita memang butuh terkait lembaga yudikatif ini untuk menangani seraut permasalahan-permasalahan yang terjadi di masa jabatan.

Pasangan Sobirin dan Wildan bukanlah pasangan yang tepat, dalam skema pencalonan kubu PMII, banyak orang yang heran mengapa dan kenapa Wildan dipilih sebagai pasangan Wapres?. Orang yang tidak melalui proses politik, dan orang baru dalam tatanan struktural jabatan kampus. Padahal, kubu tersebut mempunyai calon kuat yaitu mantan ketua Dema syariah, Rizki.

Beberapa pihak membicarakan bahwa pemilihan Wildan sebagai Wapres dibereskan oleh para senior PMII. Rizki yang diduga mengajukan pencalonan dirinya sebagai Presma ditolak mentah-mentah, padahal elektabilitas Rizki cukup lumayan. Dalam ranah mantan Ketua Dema Fakultas tentu yang berhak dan mempunyai kesempatan besar adalah Rizki, banyak orang yang mengatakan semua sudah diatur oleh atasan kubu, dan tidak ada yang bisa mengubah keputusan calon pasangan Sobirin dan Wildan.

Dalam wilayah pertarungan PUM 2022, banyak bentuk taktik dalam melakukan pemenangan calon, yang sudah kita ketahui bahwa ada 3 pasangan calon dalam momen PUM, diantarnya: Azi dan Rico, Suryadi dan Mukhlis, Sobirin dan Wildan. Menariknya, dalam pertarungan ini, ada anak emas, anak emas yang dimaksud adalah orang yang punya privilege lebih dari calon yang lain, yang pasti ada dukungan dari Rektorat yang terlihat beberapa kali kepada anak emas ini.

Masih ingat betul dalam kacamata pandangan kita, ketua KPU melakukan hal yang tidak terpuji dengan memalsukan tanda tangan asli Ketua Badko (Badan Koordinasi). Ketika gejolak mahasiswa memperkirakan kelakuan dan perilaku yang dilakukan ketua KPU dapat sanksi akademis, nyatanya sampai sekarang sanksi atas kelakuan itu tidak ada sama sekali.

Warek 3 hanya bilang bahwa itu adalah bagian dari pembelajaran. Diduga anak emas ini yang menjamin pergerakan Ketua KPU agar tidak kena sanksi dari rektorat. Memang anak emas ini cukup punya power yang lumayan di bandingkan dengan calon Presma lainnya, tak ayal perlawanan dari kedua pasangan yang lain tidak ada apa-apanya walau sekeras apapun mengatur strategi dan taktik untuk melawan pasangan anak emas ini. semuanya sia-sia, anak emas itu terus berlari tanpa ada yang bisa menghentikannya.

Tentu kinerja dari KPU, Bawaslu, dan Badko untuk menahan kacaunya penghitungan suara sangat mengecewakan. Sempat beberapa kali terjadi kendala dan inkonsititusional yang dilakukan penyelenggara untuk memediasi pihak-pihak yang keberatan, baik dari segi proses penghitungan, penetapan pemenang, dan yang terjadi di Fakultas Febi, Tarbiyah, Syariah, dan Dakwah.

Dema U Menganggap Adanya Perbedaan Kebijakan Penggunaan Aula Rektorat Oleh Organisasi Eksternal

0

Serang, lpmsigma.com – Rektorat lantai 3 yang pada hari Sabtu (11/06/2022) dipakai untuk kegiatan organisasi eksternal, yaitu PKC PMII menuai beberapa polemik di kampus.

Polemik yang terjadi dikarenakan adanya acara formal yang dilakukan oleh organisasi eksternal kampus di Aula Rektorat lantai 3 masih saja belum menemukan titik terang. Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN SMH Banten mengatakan adanya perbedaan kebijakan yang dipakai dalam menganalisis isu tersebut.

Sobirin sebagai Presiden Mahasiswa mengatakan seharusnya mahasiswa lebih cermat lagi dalam mengkaji suatu isu, tidak bisa memandang hanya dengan satu sisi saja, jika mengkaji dengan UU KBM, sudah jelas tidak mengindahkan aturan yang ada.

“Jika referensinya kita memakai KBM maka itu adalah suatu bentuk pelanggaran,” ujar Sobirin, Minggu (12/06).

Sobirin juga mengatakan jika dikaji dengan kebijakan lembaga, hal tersebut tidak menjadi masalah karena di dalamnya terdapat simbiosis mutualisme.

“Jika kita memakai referensinya adalah kebijakan lembaga lewat bagian kerja sama yang hari ini di naungi oleh Warek lll itu menjadi sesuatu hal yang diperbolehkan,” katanya.

Selain itu, Sobirin juga mengatakan dengan adanya 2 kebijakan yang saling berseberangan, seharusnya bisa dicermati hak mahasiswa dengan hak lainnya. Serta, buruknya komunikasi keduanya menjadi polemik di kalangan mahasiswa .

“Etika yang baik yang seharusnya digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan itu, entah berkaitan dengan apapun jenis acaranya, dalam upaya meminimalisir keributan serta tendensi terhadap kelompok tertentu maka, harusnya pelaku penyelenggaraan kegiatan tersebut memberikan surat pemberitahuan terhadap SEMA terkait dengan agendanya. Supaya hal-hal tersebut bisa dirasionalisasi serta diinformasikan terhadap publik untuk menghindari kesalahpahaman,” tutupnya.

Reporter: Taufik

Editor: Alfina

Gedung Rektorat dipakai PKC PMII Banten, Begini Tanggapan Sema-U

0

Serang, lpmsigma.com – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII menggelar penyampaian visi-misi dan debat kandidat oleh calon ketua umum PKC dan calon kopri PKC PMII Banten di Aula Rektorat lantai 3 pada Sabtu, (11/6/2022) menimbulkan dugaan adanya keberpihakan rektorat dan diduga telah melanggar regulasi UU KBM.

Miftah sebagai ketua Senat Mahasiswa UIN SMH Banten mengatakan, acara yang diselenggarakan oleh PKC PMII tidak atas izin pihak Senat Mahasiswa.

“Jika mengacu UU KBM sendiri kita semua tahu bahwa bentuk-bentuk kegiatan formal organisasi eksternal sudah tentu harus izin terlebih dahulu kepada Sema,” Ujar Miftah saat diwawancarai oleh kru SiGMA, Sabtu (11/06).

Kendati demikian, Undang-undang KBM yang dimaksud Senat Mahasiswa terdapat dalam Bab 4 pasal 7 ayat (2) yang menjelaskan kegiatan organisasi eksternal dilaksanakan di tempat terbuka kecuali gedung aula dan rektorat, gedung fakultas-fakultas, dan objek vital lainnya.

Miftah juga mengatakan, saat ini sedang menelusuri masalah ini terkait bagaimana caranya PKC PMII bisa mendapatkan izin. Terkait perjanjian kontrak menjadi wewenang pihak P2B, akan tetapi harus selaras dengan regulasi yang berlaku.

“Jadi ada ketentuan baru khusus untuk organisasi eksternal, jika ingin menyewa harus tetap melayangkan perizinan terlebih dahulu ke Sema sesuai dengan regulasi UU KBM, baru melakukan proses penyewaan kepada pihak P2B,” kata Miftah.

Selain itu, Miftah menuturkan jika PKC PMII mengadakan acara tersebut tidak melalui kontrak, apalagi hanya meminjam atas izin rektorat itu sudah jelas mencederai regulasi yang berlaku.

“Jika memang hanya izin tanpa melalui mekanisme penyewaan sebagaimana yang tertera dalam kebijakan kampus, maka kami akan melakukan audiensi kepada pihak rektorat karena jelas hal ini juga melanggar UU KBM yang telah disepakati,” tuturnya.

Di tempat lain Iqbal sebagai Sekretaris Jenderal FSOE mengatakan, kejadian ini seharusnya tidak terjadi karena akan menimbulkan kecemburuan antar organisasi karena adanya keberpihakan rektorat

“Kami mendorong dan menekankan supaya Sema dan Dema untuk menyikapi serta menindaklanjuti kegiatan organisasi Eksternal tersebut supaya tidak menjadi konflik sosial di kalangan mahasiswa, dan ini juga tidak terlepas dari pada keberpihakan rektorat kepada organisasi eksternal tersebut,” katanya.

Reporter: Taufik

Editor: Alfin

3 Urutan Basic Skincare Wajib untuk Pemula

0

Basic Skincare merupakan rangkaian dasar untuk merawat kulit kita. Pada umumnya, basic skincare terdiri dari Facial Wash, Moisturizer dan Sunscreen.

Berbicara tentang skincare nih,  yang pasti sudah tidak asing lagi di telinga anak remaja dan orang dewasa, baik laki-laki ataupun perempuan, yang ingin menjaga kulit wajah tetap sehat dan bercahaya.

Nah, untuk kalian yang masih awam di dunia per skincare-an dan bingung mau mulai dari mana?. Ini dia tiga Basic Skincare yang harus kalian tahu.

1. Facial wash
Facial wash berfungsi untuk membersihkan wajah kita dari kotoran dan debu-debu yang menempel di wajah saat seharian beraktivitas di luar ruangan. Untuk pemilihan facial wash lebih baik membeli produk yang gentle, tidak membuat kulit kita kering dan tertarik. Cukup gunakan facial wash dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur. Adapun rekomendasi produk untuk facial wash diantaranya, yaitu COSRX Good Morning Cleanser, Kleveru dan Wardah Nature Daily Facial Wash. Dan jangan lupa pakailah facial wash yang sesuai dengan kondisi kulit wajah kalian.

2. Moisturizer
Moisturizer  atau pelembab berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit kita. Untuk memilih pelembab, kalian bisa menyesuaikan dengan jenis kulit kalian, jika kulit kalian termasuk kering, kalian  bisa mencari tekstur yang lebih berat, sedangkan bagi kalian yang kulitnya cenderung oily atau berminyak bisa menggunakan pelembab yang ringan. Sama halnya dengan facial wash, kalian bisa menggunakan di pagi sebelum beraktivitas, dan di malam hari, gunakan cream malam sebelum tidur. Produk rekomendasi pelembab bagi pemula adalah Safi Derma Safe, Wardah Aloe Hydramild Moisturizer Cream dan Dear Me Skin Barier Water Cream.

3. Sunscreen
Yang terakhir adalah sunscreen, suncreen merupakan rangkaian terpenting dalam penggunaan produk kecantikan, karena bisa melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari. Untuk sunscreen, kalian bisa mencari produk yang ada kandungan spf nya dimulai dari spf 30 atau spf 50. Suncreen cukup dipakai di pagi hari namun kalian harus reapply atau mengulang pemakaian setiap empat jam pemakaian. Rekomendasi sunscreen bagi pemula ada dari produk Sqinaqua SPF 30 lalu ada Azzarine SPF 45 dan Wardah SPF 30.

Nah, itu dia tiga basic skincare untuk pemula yang harus kalian tahu. Penggunaan basic skincare secara rutin setiap harinya,  akan membuat kulit kalian tetap sehat, ternutrisi dengan baik dan cerah.

Penulis: Een

Editor: Alfina

Kukerta Lokal Akan Dilaksanakan Secara Luring di Dua Kabupaten

0

Serang, lpmsigma.com – Kuliah kerja nyata (Kukerta) pada tahun ini dilaksanakan secara luring (luar jaringan) di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Lebak dan Serang.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) mengatakan Kukerta yang dilaksanakan dalam waktu terdekat sifatnya lokal di Kabupaten Lebak dan Serang.

“Yang saat ini mau digelar itu yang sifatnya lokal. Yaitu di dua Kabupaten (Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang), tapi akan lebih banyak mahasiswa yang KKN nya di Lebak,” kata Hunainah, Ketua LP2M, saat diwawancarai oleh Kru SiGMA (10/06).

Untuk informasi terkait persyaratan Kukerta bisa diakses melalui website. Salah satu tenaga ahli yang membantu LP2M, Iman menuturkan persyaratan Kukerta yaitu mahasiswa sudah mengambil sebanyak 110 SKS dan bukti pembayaran SPP semester genap.

“Persyaratan yang tertulis di web nya itu yang pertama, KRS Semester 1-6, untuk mengidentifikasi bahwa mahasiswa tersebut sudah mengambil 110 SKS. Kedua, Slip pembayaran, bukan untuk yang ganjil, tapi yang sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, Iman mengatakan terkait informasi selanjutnya bisa dipantau melalui akun instagram dan website milik LP2M. “Mahasiswa harus Sering-sering buka Instagram LP2M untuk informasi selanjutnya,” tutupnya.

Reporter: Alfin

Kinerja Dema Dipertanyakan, Sema Akan Buat Pansus Untuk Selidiki

0

Serang, lpmsigma.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN SMH Banten terlihat senyap dari aktivitas kegiatan kemahasiswaan sejak dilantik pada Kamis, (31/3/2022).

Menanggapi hal tersebut, Miftah, Ketua Sema Universitas menuturkan akan membuat Pansus atau Satgas sebagai bentuk tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Pembuatan satgas atau pansus ini bertujuan untuk menyelidiki secara komprehensif ke dalam internal Dema sendiri,” tutur Miftah (6/6).

Selanjutnya, Sema Universitas tetap melakukan kontroling dan memantau terkait kinerja Dema U yang sudah ada dalam program kerja mereka yang sebelumnya sudah disepakati ketika rapat kerja.

“Untuk kontroling pada Dema U sendiri kami masih terus memantau perkembangan terkait kerja-kerja Dema sesuai dengan yang telah mereka sepakati ketika rapat kerja. Jika memang ada hal-hal yang sifatnya melanggar konstitusi dan tidak melaksanakan program kerja, akan ada tindakan khusus sesuai dengan ketentuan,” katanya melalui aplikasi pesan singkat.

Selain itu, Rival Ketua Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) sangat menyayangkan terkait kinerja Dema U yang minim kegiatan selama 2 bulan menjabat yang bahkan acara seremonial pun tidak ada.

“Sebetulnya sangat disayangkan untuk minimnya kinerja Dema U, dari awal sampai sekarang hampir 2 bulan lebih menjabat sebagai BEM Universitas apa yang telah mereka laksanakan atau kerjakan selama menjabat yang bentuk dan sifatnya seremonial Saya rasa itu tidak ada,” kata Rival.

Rival juga menambahkan dipembelajaran yang sudah bisa dilakukan secara luring ini harusnya Dema U menjadi contoh buat jajaran Dema F dan HMJ.

“Seharusnya juga mereka menjadi contoh buat tataran Dema F dan HMJ, apalagi ketika pembelajaran dan kegiatan mahasiswa UIN SMH Banten yang sudah memasuki transisi dimana segala kegiatan boleh dilaksanakan secara offline,” tambahnya.

Reporter: Alfin

Dua Bulan Tanpa Kerja, Presma Ngapain Aja?

0

Oleh: Rival, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah

Sejak dilantik pada tanggal 31 Maret 2022 lalu berbarengan dengan ormawa lainnya, hari ini belum ada kinerja yang signifikan terlihat pada Dema U (Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas), disaat Ormawa dari tataran HMJ, Dema dan Sema (Senat Mahasiswa) Fakultas beserta Sema U berbondong-bondong melaksanakan program kerjanya, sangat disayangkan hal ini berbanding terbalik dengan kondisi Dema U yang fakum dalam 2 bulan terakhir ini.

Sosok presma hari ini menjadi sorotan para aktivis kampus, bukan karena prestasinya namun karena buruknya kinerja dan vakumnya Dema U. Bukan kali pertama Presma UIN SMH Banten, yakni saudara Syahrus Sobirin mendapat kritik dari pada mahasiswa, pada tahun 2021 ketika ia menjabat menjadi Mentri dalam Negri, ia pun banyak mendapatkan kritik keras lewat aksi mahasiswa yang berisikan Ormawa 4 fakultas yang menuntut kemendagri yang digawangi olehnya sendiri untuk mundur dari jabatannya, maka tak heran jika hari ini Dema U yang dipimpin oleh Sobirin menjadi vakum karena track record-nya yang memang buruk dalam Dema U.

Dema U sebagai tampuk kepemimpinan Eksekutif teratas dalam Ormawa UIN SMH Banten memiliki peran yang sangat krusial dalam menjadi Role Model dan contoh bagi eksekutif dalam kampus. Posisi ini sangat disayangkan jika melihat bahwa hari ini kegiatan mahasiswa memasuki masa transisi dimana seluruh kegiatan sudah diperbolehkan diselenggarakan secara offline, seharusnya Presma sebagai pimpinan Dema U bisa memberi contoh baik terhadap ormawa eksekutif lainnya, namun berbanding terbalik melihat kondisi miris Dema U hari ini, rasanya Presma UIN SMH Banten harus belajar pada HMJ dan Dema F soal bagaimana menjalankan organisasi mahasiswa.

Menyoroti buruknya kinerja Presma, harusnya ini menjadi bahan evaluasi bagi Sema U sebagai lembaga legislatif yang menjadi representatif dari seluruh mahasiswa UIN SMH Banten yang memiliki peran Controlling pada komisi B dalam Sema U. juga menjadi pertanyaan ketika Sema U tidak menindak tegas Presma padahal secara jelas Dema U menghadapi kepemimpinan masa terburuknya dibanding dengan beberapa tahun kemarin.

Warek lll: Ingin Sukseskan Pesona 2022

0

Serang, lpmsigma.com – Pekan Seni dan Olahraga Nasional (Pesona) l Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri ( PTKN ) Tahun 2022 yang akan di laksanakan pada tanggal 09 – 10 Juni (Daring) dan 18 – 23 Juli 2022 (Luring), di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Pesona dilaksanakan secara multievent yang diselenggarakan dua tahun sekali, dengan maksud mencari mahasiswa unggul dan berprestasi dalam bidang seni dan olahraga serta memperkuat silaturahim antar PTKN.

Ada pun cabang seni yang akan dilombakan adalah, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ,Musabaqoh Hifzhil Qur’an (MHQ) ,Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ), Musikalisasi Hadits , Puitisasi Al-Qur’an , Pop Solo Islami, Kaligrafi, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Stand Up Comedy, dan Monolog.

Warek lll bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama, Hidayatullah menyampaikan dalam sambutannya di acara hari jadi Gesbica, UKM Gesbica harus bisa menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa dan bekerja sama dengan UKM lainnya untuk mempersiapkan perlombaan tersebut.

“Tidak hanya oleh pengurus Gesbica, dalam rangka berpartisipasi acara ini kita harus menyiapkan untuk Pesona”, kata Hidayatullah, Jum’at, (03/06).

Selain itu, Hidayatullah juga menyayangkan ada dua cabang seni yang tidak diikuti oleh mahasiswa UIN SMH Banten yaitu Musikalisasi hadis dan cipta puisi.

“Dari 13 ribu mahasiswa UIN tidak satupun yang minat mengikuti cabang lomba itu,” jelasnya.

Diwaktu yang bersamaan, Maulana Ibrahim sebagai ketua umum UKM Gesbica menambahkan bahwa Gesbica akan ikut berpartisipasi dalam pekan seni tersebut.

“Kita diamanahi untuk mengisi slot qasidah modern, insyaallah kita siap, tapi mungkin tidak semua personil dari gesbica akan tetapi gabungan dari elemen mahasiswa lain,” tutup Maul.

Reporter: Taufik

Editor: Tya

Hari Jadi GESBICA: Gaungkan Budaya Banten

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Seni Budaya Islam Kampus merayakan HJG (Hari Jadi GESBICA) ke-36 tahun, yang mengusung tema “Dengan Rasa dan Karsa sama sama Gemakan GESBICA,” acara ini berlangsung di lapangan Fakultas Syari’ah pada hari Jum’at (3/6).

Maksud dari tema tersebut adalah untuk menumbuhkan rasa memiliki, mencintai, kepedulian kita sebagai anggota GESBICA dan untuk mengembangkan GESBICA kembali dikarenakan telah menurun akibat situasi dan kondisi Covid-19.

Acara ini diisi dengan tahlilan dan membaca surat yasin, dilanjut dengan bincang seni Rudat Banten dan penampilan Rudat Banten.

Acara yang dihadiri oleh ratusan penonton salah satunya yaitu Wakil Rektor lll Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Hidayatullah dan Yopi Hendrawan sebagai teaterawan Banten sekaligus pimpinan halaman budaya. Acara ini juga menghadirkan pembicara, Asep alumni GESBICA yang mengisi bincang Rudat Banten.

Maulana Ibrahim selaku Ketua Umum UKM GESBICA mengatakan, momentum Milad GESBICA ini kami ingin menjadikan sebagai sarana pengenalan warisan budaya non benda Banten kepada masyarakat, bukan hanya sekedar seremonial saja, khususnya untuk umum dan untuk masyarakat Banten.

“Kami ingin mengenalkan dan menghangatkan kesenian tradisi Banten dan sekaligus sarana hiburan masyarakat UIN Banten, sekaligus motivator/inpirasi buat anak muda,” kata Maul.

Hidayatullah, Warek lll Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dalam sambutannya, berharap GESBICA bisa lebih maju dari tahun yang telah berlalu, tidak hanya diam di tempat saja, bangun kembali kerjasama yang bagus dan saling bahu membahu serta memiliki kesadaran terhadap tangung jawab itu salah satu kunci kemajuan GESBICA.

“Kita tidak mengandalkan Superman hanya ketua umum saja tapi kekompakan anggota itu penting membangun, membanggakan seni dan mengembangkan budaya oleh karena itu harus di kerjakan bersama-sama,” Pangkasnya.

Reporter: Taufik

Editor: Alfina