Beranda blog Halaman 43

Bukan Hanya Stres, Salah Jurusan Juga Picu Pengangguran

0

Menentukan jurusan kuliah bukanlah hal yang mudah karena butuh persiapan yang matang mulai dari mempertimbangkan kesesuaian minat dan bakat serta keputusan yang bijak. Namun, sayangnya masih banyak mahasiswa yang tidak memiliki persiapan dalam hal ini dengan baik. Akibatnya, banyak mahasiswa seringkali merasa salah memilih jurusan ketika mereka sudah menjalani perkuliahan.

Irene Guntut ahli _Educational Psychologist_ dari _Integrity Development Flexibility_(IDF) menyebutkan, bahwa sebanyak 87 % mahasiswa di Indonesia mengalami salah jurusan.

Permasalahan terkait salah jurusan menjadi sebuah isu yang krusial di kalangan mahasiswa. Masih banyak mahasiswa seringkali mengeluh terkait salah jurusan, bahkan mahasiswa yang sudah di semester atas sekalipun. Pemikiran hal ini muncul ketika telah menjalani beberapa semester di perkuliahan.

Beberapa penyebab mahasiswa salah memilih jurusan antara lain adanya ekspektasi yang tidak realitas dalam memilin jurusan, ketidaksesuaian antara minat dan bakat, selain itu juga dipengaruhi oleh tekanan dari orang tua atau harapan sosial yang tinggi.

Biasanya, banyak mahasiswa yang memilih jurusan karena berdasarkan rekomendasi teman bukan atas kemampuan dan minat yang mereka miliki, pada akhirnya ketidaksesuaian ini menimbulkan kebingungan selama masa kuliah sehingga mengarah pada merasa salah jurusan.

Tak hanya itu, tekanan orang tua dan harapan sosial yang tinggi juga berperan. Banyak mahasiswa tertekan karena harus memilih jurusan yang di inginkan orang tua atau mengikuti standar lingkungan sekitar, meskipun sebenarnya mereka tidak tertarik dengan bidang tersebut. Tekanan ini yang menyebabkan mahasiswa terhambat dalam membuat keputusan atas keinginan dan kebutuhan diri sendiri.

Terlepas dari faktor penyebab tersebut, mahasiswa yang merasa jurusannya tidak sesuai sering kali mengalami tekanan, stres, dan kekecewaan terhadap diri sendiri, bahkan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Di kasus lainnya mahasiswa yang salah memilih jurusan disebabkan jurusan yang di inginkan tidak di restui oleh kedua orang tuanya dan dipaksa kuliah oleh orang tuanya dengan jurusan yang tidak di inginkan. Sehingga, dampaknya adalah malas kuliah dan nilai kuliah yang semakin menurun.

Menurut Jurnal yang berjudul “Salah Jurusan, Dampak Psikologis dan Akademik pada Mahasiswa Salah Jurusan” oleh Sa’uda Salama berdasarkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurdin, Ahmad dan Zainudin mengungkapkan bahwa salah jurusan memiliki dampak pada akademik individu seperti IPK rendah, mengulang mata kuliah, perpanjangan masa kuliah, bolos kuliah, sulit memahami mata kuliah, malas belajar, dan tidak memiliki motivasi. Apabila dilihat dari hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa salah satu dampak dari mahasiswa salah jurusan adalah tidak memiliki motivasi

Disatu sisi, dampak salah jurusan ini juga menjadi pengaruh semakin meningkatnya pengangguran yang terjadi dikarenakan banyak mahasiswa yang mengambil jurusan tidak sesuai dengan potensi di milikinya. Sehingga, mereka sulit mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan kuliah-nya.

Namun, bukan berarti mahasiswa terus terjebak dalam situasi ini yang dipenuhi kekecewaan dan keputusasaan terhadap diri sendiri. Mahasiswa bisa mencari solusi seperti berkonsultasi dengan bimbingan akademik, meminta saran ke mahasiswa senior. Jika ingin pindah jurusan pastikan terlebih dahulu bahwa keputusan tersebut adalah langkah yang tepat dan mendapatkan tuntutan pekerjaan.

Maka, penting bagi calon mahasiswa untuk mengeksplorasi jurusan yang diminati secara mendalam sebelum membuat keputusan akhir. Pastikan jurusan yang kamu pilih sesuai dengan kemampuan minat dan bakat yang kamu miliki, karena memilih jurusan yang tepat adalah pondasi untuk mengembangkan karir dan masa depan kamu.

Penulis: Mg_shabilla
Editor: Naila

Lahirnya Polwan: Transformasi Perempuan Indonesia dalam Tubuh Polri

0

Pada saat awal masa Kemerdekaan Indonesia, peranan wanita masih sangat kaku dan hal ini masih terus berlanjut sampai ke transisi masa modern. Patriarki yang kuat pada awal kemerdekaan itu, menjadikan wanita memiliki banyak keterbatasan dalam bertindak.

Namun pada saat itu, dengan keikutsertaan wanita dalam perjuangan menuju kemerdekaan dapat dilihat pada perlawanan rakyat di Sumatera Barat, kaum wanita yang tergabung dalam berbagai organisasi pergerakan rakyat, saat itu seperti Layskar Muslimin, Sabil Muslimat, serta Keputrian Republik Indonesia (KRI) dan beberapa organisasi lainnya. Perjuangan wanita ini dapat terlihat dan di rasakan dengan baik, oleh para masyarakat pada saat itu. Organisasi wanita yang di bentuk dari berbagai daerah itu pun, mendapatkan perhatian dan dukungan oleh Kepolisian Republik Indonesia, karena pihak Kepolisian melihat organisasi tersebut memiliki visi yang sesuai dengan kepolisian.

Kemudian berawal dari organisasi dan minat para wanita tersebut, maka munculah instruksi untuk mendirikan Pendidikan Polisi Wanita pada setiap Keresidenan Indonesia. Terciptanya Polisi Wanita ini, di latar belakangi oleh faktor polisi-polisi yang merasa kesulitan ketika harus melakukan pemeriksaan fisik pada korban, tersangka, dan saksi wanita.

Menurut Edi Saputra Hasibuan, dalam Jurnalnya yang berjudul “Polisi Wanita (Polwan): Reformasi Kesetaraan Gender Dalam Tubuh Polri” menyebutkan bahwa usulan tersebut di sambut baik, sehingga cabang djawatan Kepolisian Negara di Sumatera membuka pelatihan pendidikan Polisi Wanita dengan enam orang anggota pertamanya yaitu, Maria Saanin, Rosmalina Loekman, Nelly Pauna, Djasmainar, Rosnalia Taher dan Dahniar Sukotjo yang secara resmi diangkat pada tanggal 1 September 1948. Setelah pengangkatan tersebut, mereka melanjutkan pendidikan Kepolisian bersama 44 orang Pria yang juga mengikuti pendidikan tersebut.

Pada Desember 1948, Pendidikan Inspektur yang ada di Bukittinggi harus terhenti dan akhirnya di tutup karena dampak dari terjadinya Agresi Militer kedua oleh Belanda. Meskipun sempat tertunda, namun pada tahun 1950 keenam calon anggota Inspektur Kepolisian Wanita tersebut kembali dilatih, pelatihan ini diadakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sukabumi. Dari Agresi Militer Belanda tersebut, mulailah dirasakan peran dari keenam anggota Polwan ini. Lalu dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, membuat anggota Polwan saat itu juga mengambil posisi untuk menjaga pemerintahan di sana.

Setelah melewati proses yang panjang, keenam wanita tersebut akhirnya melanjutkan pendidikannya kembali di Sukabumi, dan lulus pada bulan Mei 1951 sebagai Inspektur Polisi. Di hari kelulusan tersebut, momen haru dan mengesankan pun mulai terasa, sehingga Presiden Soekarno turut menyampaikan pesan serta menunjukan rasa bangganya terhadap lahirnya Polisi Wanita dalam tubuh Polri. Mereka semua mendapakan julukan Srikandi, pelopor lahirnya kesatuan Polisi Wanita di Indonesia, dan tanggal 1 September dijadikan sebagai hari lahirnya Polwan di Indonesia, meskipun jumlah mereka masih tergolong lebih sedikit dari Polisi Pria, namun peran mereka tidak dapat dipungkiri dalam perjalanan institusi Kepolisian.

Penulis: Mg_Nabel
Editor: Enjat

Mahasiswa Baru Diminta Kumpulkan KRS oleh Oknum Tidak Kenal

0

Serang, lpmsigma.com – Beberapa mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengaku diminta mengumpulkan Kartu Rencana Studi (KRS) oleh orang yang tidak dikenal saat mengikuti Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), Selasa (03/09).

Rubal, seorang mahasiswa baru dari Fakultas Syariah, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika ia sedang berada di kantin kampus.

“Saya lagi di kantin, tiba-tiba ada orang yang nanya soal KRS. Orangnya gak saya kenal, ngomongnya juga pelan,” katanya.

Rubal menjelaskan bahwa orang tersebut tidak memberitahukan tujuan dari permintaan KRS itu.

“Dia cuma nanya, KRS-nya sudah diprint atau belum, gak bilang buat apa,” tambahnya.

Hal serupa juga dialami oleh Saeful Rohman, mahasiswa baru dari fakultas yang sama. Ia menuturkan bahwa ada seseorang dengan ciri-ciri berjenggot yang meminta KRS darinya.

“Orangnya berjenggot. Saya gak tahu KRS-nya buat apa, makanya sampai sekarang KRS itu masih saya bawa di tas, belum saya kasih,” tuturnya.

Reporter: Najib
Editor: Nazna

DPRD Sepakati Nota Kesepahaman dengan AMPERA

0

Serang, lpmsigma.com – Aliansi Mahasiswa Pemuda untuk Rakyat (AMPERA) berhasil menyuarakan keresahannya di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan berhasil mendapatkan persetujuan atas nota kesepahaman yang dibuat, pada Senin (02/09).

Aksi ini dikerahkan dari beberapa himpunan mahasiswa Serang yaitu Untirta Movement Community (UMC), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas), dan Komunitas Mahasiswa Soedirman (KMS) yang bertujuan untuk mengawal kebijakan bagi para anggota DPRD yang baru saja dilantik agar dapat memberikan keberlangsungan yang baik bagi masyarakat.

Bonsu, selaku koordinator lapangan memberikan keterangan bahwa aksi ini juga pernah dilakukan sebelumnya karena persoalan dasar yang tidak diselesaikan dan justru menjaga para oknum yang bersalah.

“Sebelumnya sudah pernah kita lakukan demonstrasi, dan demo yang kami lakukan ini improve dari hasil pelantikan yang diberitahukan. Untuk masalah yang sebelumnya pernah terjadi, terutama permasalahan di Banten bukannya di selesaikan tapi malah dirawat dan dijaga keberlangsungan para penjahat di pemerintahan,” ungkapnya.

Selain itu, aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa ini, turut membela masyarakat Banten dari segala keresahan yang dialami, AMPERA berhasil mendapatkan persetujuan atas nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten yakni Yudi Budi Wibowo, tuntutan dari nota kesepahaman tersebut antara lain :

1. Selesaikan masalah lingkungan di Provinsi Banten
2. Minta DPRD mendorong pengesahan RUU Perampasan aset
3. Tangkap dalang utama mega korupsi kasus situ ranca gede
4. Tindak tegas pelaku pengusaha galian C yang ada di Provinsi Banten.
5. Tuntaskan permasalahan dasar di Provinsi Banten.
6. Maksimal kan kontroling legislasi dan pengawasan di provinsi Banten
7. Tolak PSN yang merugikan masyarakat banten.
8. Optimalkan dan efektivitaskan Banten Internasional Stadium

Ditempat yang sama, Azhari sebagai demonstran pada aksi ini, mengungkapkan bahwa DPRD tidak bekerja secara optimal dan berharap agar DPRD Provinsi Banten dapat membenahi dirinya.

“Harapan saya semoga DPRD Provinsi Banten dapat membenahi dirinya supaya dalam lima tahun kedepan dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan optimal, sebab fungsi kontroling dari DPRD yang seharusnya bisa optimal ternyata dalam periode kemarin tidak optimal,” tutupnya.

Reporter: Essa
Editor: Aldi

Beasiswa KIP-K Resmi Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran Hingga Persyaratannya

0

Beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) tahun 2024 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, resmi dibuka pendaftarannya yang dimulai pada tanggal 02 September 2024 mendatang. KIP-K merupakan beasiswa yang dibuka dan diperuntukkan bagi calon mahasiswa atau mahasiswa baru diseluruh Indonesia. Oleh karena itu, bagi colon mahasiswa baru simak informasi terkait jadwal pelaksanaan, persyaratan yang perlu disiapkan, hingga tata caranya.

Adapun jadwal pelaksanaan beasiswa KIP-K 2024, sebagai berikut:

– Pendaftaran Secara Online: 02-06 September 2024

– Seleksi Berkas: 07-10 September 2024

– Pengumuman Seleksi Berkas: 12 September 2024

– Wawancara: 17-18 September 2024

– Survei dan Visitasi: 20-23 September 2024

– Pengumuman dan Penetapan Penerima Beasiswa KIP-K: 25 September 2024

– Pembukaan Rekening: 25-27 September 2024

– Penyaluran Program KIP-K: Mulai 30 September 2024

Adapun persyaratan yang harus diunggah melalui online, diantaranya:

– Foto copy bukti pembayaran UKT

– Kartu Rencana Studi (KRS)

– KTP Mahasiswa

– KTP Orang tua

– Kartu Keluarga

– Ijazah terakhir (jika belum ada, bisa menggunakan SKL/ Surat Keterangan Lulus)

– Sertifikat prestasi

– Surat Keterangan Tidak Mampu/Kartu Indonesia Pintar/Kartu PKH

– Surat Keterangan Kematian bagi orang tua yang sudah meninggal

– Slip gaji orang tua/surat keterangan penghasilan dari pemerintah setempat

– Bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan

– Bukti pembayaran Rekening listrik

– Foto KWH Meter (pengukuran penggunaan energi listrik dalam rumah)

– Foto rumah tampak depan, samping, dan belakang (pastikan foto tampak depan terlihat utuh)

– Foto kamar mandi dan WC

– Foto nilai raport kelas X (semester 1 & 2), kelas XI (semester 1 & 2), dan kelas XII (semester 1).

Nah, itulah jadwal dan persyaratan yang perlu dipersiapkan. Namun, perlu diperhatikan juga SiGMAnia, berkas yang sudah diunggah melalui online, dikumpulkan dan dibundel dalam satu map business file plastik untuk penyerahan persyaratan secara fisik. Adapun warna map di setiap Fakultas disesuaikan sebagai berikut:

– Fakultas Tarbiyah dan Keguruan: Warna Hijau

– Fakultas Syari’ah: Warna Merah

– Fakultas Ushuluddin dan Adab: Warna Biru

– Fakultas Dakwah: Warna Putih

– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: Warna Kuning

– Fakultas Sains: Warna Orange

Berkas fisik diserahkan paling lambat pada tanggal 06 September 2024 pukul 16:00 WIB di Ruang Pusat Pelayanan Terpadu Gedung Rektorat Lt. G UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Link Pendaftaran beasiswa dapat diakses pada laman: bit.ly/KIP-K_uinbanten2024

Penulis: Tiara
Editor: Nazna

PBAK 2024 Resmi Di Tutup, Panitia Tetapkan Dua Peserta Terbaik

0

Serang, lpmsigma.com – Acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tahun 2024, telah dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 26-29 Agustus di gedung Convention Center Hall, kini resmi di tutup, Kamis (29/08).

Pada acara tersebut terdapat dua peserta terbaik yaitu Siti Suheti dan Rafly Aditya.

Aang Saeful Millah, selaku ketua pelaksana PBAK, mengatakan bahwasannya acara PBAK tahun ini dilaksanakan lebih pagi dan lebih lama dari tahun sebelumnya, karena untuk melatih kedisiplinan mahasiswa.

“PBAK tahun ini, lebih pagi dan lama dari sebelumnya, guna melatih kedisiplinan mahasiswa agar menjadi unggul dan terdepan,” ujarnya.

Siti Suheti, selaku peserta terbaik mengatakan, bahwasanya pada acara PBAK ini sangat luar biasa, ditambah lagi bisa menjadi peserta terbaik dari ribuan peserta lainnya.

“Acara PBAK empat hari ini sangat luar biasa, hingga aku ga expect bisa terpilih menjadi peserta terbaik dari ribuan peserta PBAK yang ada disini,” katanya.

Di tempat yang sama, Rafly Aditya selaku peserta terbaik, juga mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa menjadi peserta terbaik.

“Seneng banget bisa kepilih jadi peserta terbaik, walaupun gak pede tapi seneng,” pungkasnya.

Reporter: Mg_ Aura
Editor: Dhuyuf

Dead Poets Society: Sebuah Film Indah yang Akan Mengubah Hidupmu

0

Dead poets society merupakan film drama Amerika tahun 1989 yang disutradarai oleh Peter Weir dan ditulis oleh Tom Schulman. Film ini sudah mendapatkan banyak nominasi penghargaan sebagai film terbaik. Tak hanya itu aktor, sutradara dan penulis film ini juga mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik, sutradara terbaik, serta penulis naskah asli terbaik pada tahun 1990. Film ini berhasil mendapatkan review sekaligus rating tinggi di Letterboxd sebanyak 4,3 ratings.

Dengan latar belakang tahun 1950, film ini menceritakan tentang seorang guru baru bahasa Inggris bernama Mr. Keating yang diperankan oleh Robin Williams, dimana ia memulai hari pertamanya mengajar di Academy Welton, sekolah khusus laki-laki. Cara Mr. Keating mengajar anak muridnya sangatlah unik, ia memberikan inspirasi kepada para muridnya untuk selalu membuat perubahan dalam hidup mereka serta membuat mereka tertarik dengan poetry (puisi).

Disana, ia bertemu dengan tujuh anak laki-laki dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda-beda. Tujuh murid laki-laki tersebut adalah, Todd Anderson yang diperankan oleh (Ethan Hawke), Neil Perry (Robert Sean Leonard), Knox Overstreet (Josh Charles), Charlie Dalton (Gale Hensen), Richard Cameron (Dylan Kussman), Steven Meeks (Allelon Ruggiero), dan Gerard Pitss (James Waterston).

Cerita ini dimulai saat Todd Anderson bertemu dengan Neil Perry di Academy Welton dan mereka berdua menjadi teman sekamar selama bersekolah disana. Todd memiliki kepribadian yang pemalu dan tidak percaya diri, ia selalu menjadi bayang-bayang kakaknya yang juga lulusan sekolah tersebut. Berbeda dengan Neil, ia memiliki kepribadian yang ceria tetapi selalu merasa tertekan dengan ekspetasi ayahnya, yang dimana ia harus mewujudkan keinginan ayahnya untuk menjadi seorang dokter, padahal Neil saat itu ingin sekali menjadi seorang aktor.

Cinematography dalam film ini sangatlah bagus, dan dengan alur yang tidak terlalu complex membuat film ini mudah untuk dipahami dan ringan untuk ditonton. Film Dead Poets Society memiliki banyak sekali arti dan pelajaran yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, film ini tidak hanya mengajarkan kita tentang keberanian untuk mengejar mimpi serta untuk selalu berpikir ke depan, tetapi film ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya pendidikan, sajak-sajak indah dan bagaimana ide-ide kita memiliki power untuk membuat perubahan.

Penulis: Mg_Aura
Editor: Tiara

Panitia PBAK Siapkan Mobil Toilet Selama Kegiatan Berlangsung

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2024 UIN SMH Banten, pihak panitia menyiapkan fasilitas mobil toilet yang terletak di samping Kantin Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), Selasa (27/08).

Hal ini bertujuan membantu dan mendukung kebutuhan fasilitas toilet untuk mahasiswa supaya tidak bergantung dengan toilet dalam. Dibandingkan tahun sebelumnya, UIN SMH Banten tidak menyediakan fasilitas mobil toilet sebagai fasilitas toilet tambahan untuk kegiatan PBAK.

Terdapat dua mobil toilet dari pihak dinas, yaitu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PERKIM), serta Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Sigit, selaku salah satu pihak dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PERKIM), menjelaskan terkait penyediaan mobil toilet secara gratis selama kegiatan PBAK berlangsung yang diminta oleh panitia.

“Pihak panitia meminta dukungan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PERKIM) Provinsi Banten, untuk menyediakan fasilitas mobil toilet,” jelasnya.

Neneng, selaku peserta mahasiswa PBAK, memberikan tanggapan mengenai penggunaan fasilitas mobil toilet.

“Toilet nya bersih dan nyaman juga membantu kita supaya tidak mengantre di toilet dalam, dikarenakan sudah penuh dan banyak digunakan untuk wudhu, jadi adanya fasilitas mobil toilet sangat terbantu untuk kita,” ucapnya.

Ia juga berharap, supaya fasilitas toilet selama kegiatan PBAK bisa bertambah dan menjadikan alternatif lainnya.

“Harapannya, fasilitas toilet bisa bertambah lagi supaya bisa membantu anak mahasiswa yang kesulitan mencari toilet, apalagi banyak mahasiswa jadi pasti sangat dibutuhkan untuk keperluan wudhu juga,” tutupnya.

Reporter: Mg_Shabilla
Editor: Nazna

Perdana! Slayer Jadi Simbol Identitas Baru Peserta PBAK

0

Serang, lpmsigma.com – Selama kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2024 UIN SMH Banten, slayer ditetapkan sebagai perlengkapan untuk mahasiswa baru Peserta PBAK. Slayer ini menjadi simbol identitas bagi mahasiswa baru, yang bertujuan untuk mengenali identitas sesuai fakultas, Selasa, (27/08).

Siti Nuraeni, selaku Panitia PBAK, memberikan penjelasan mengenai tujuan penggunaan slayer.

“Memang ditahun sebelumnya tidak menggunakan slayer, sedangkan ditahun ini slayer digunakan agar bisa membedakan fakultas mana mereka berasal, disini kita ada 6 warna sesuai fakultas,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, adanya dampak dari penggunaan slayer oleh peserta PBAK.

“Saya rasa adanya penggunaan slayer ini bisa memberikan dampak kepada mahasiswa baru, terutama dalam kegiatan penghantar fakultas dikarenakan peserta PBAK sudah bisa mengenali perbedaan fakultas melihat dari ciri warna slayernya,” jelasnya.

Luthfi, selaku Peserta PBAK, memberikan tanggapan mengenai makna penggunaan slayer selama kegiatan PBAK berlangsung.

“Menurut yang saya ketahui, kita memakai slayer itu bertujuan untuk menunjukkan dan mengenali perbedaan fakultas. Dengan hal ini saya juga bisa mengenali fakultas peserta lain berdasarkan warna slayer nya,” ucap Luthfi.

Reporter: Mg_Shabilla
Editor: Nazna

Kilas Balik Monumen Geger Cilegon 1888

0

Cilegon merupakan sebuah kota yang terletak di Provinsi Banten, dengan luas wilayah sekitar 175,51 km². Cilegon dikenal sebagai pusat industri baja terbesar di Indonesia, sehingga mendapat julukan sebagai “Kota Baja”. Lokasinya yang strategis di ujung barat Pulau Jawa, menjadikan Cilegon sebagai salah satu kota penting dalam perdagangan dan logistik Nasional. Seiring dengan perkembangannya yang pesat, Cilegon juga menyimpan sejarah yang kelam, terutama terkait perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Dikutip dari Jurnal Studi Sejarah dengan judul “Mengungkap Situs Monumen Peringatan Geger Cilegon 1888” karya Fatmala Mutiara dan Arif Permana Putra, awal mula pembuatan monumen Geger Cilegon, karena untuk mengenang sejarah penting yang pernah terjadi di kota Cilegon. Monumen Geger Cilegon di bangun pada tahun 1997 dan mulai diresmikan pada tanggal 10 November 2019, bertepatan dengan hari pahlawan.

Dengan adanya monumen tersebut, maka masyarakat kota Cilegon akan selalu mengenang peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1888 silam. Monumen Geger Cilegon terletak di dekat alun-alun kota Cilegon, karena penempatannya di tempat yang terbuka, sangat memudahkan untuk para masyarakat sekitar maupun orang-orang dari luar Cilegon untuk bisa melihat monument tersebut.

Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Geger Cilegon, karena pada saat itu terjadinya pemberontakan besar-besaran yang dipimpin oleh ulama dan tokoh masyarakat setempat, sebagai bentuk protes terhadap kolonial Belanda yang merugikan masyarakat pribumi pada tahun 1888.

Menurut Jurnal Sindoro: Cendikia Pendidikan dengan judul “Petani Melawan: Sejarah Pemberontakan Petani Banten (Geger Cilegon 1888)” karya Alpianti Putri Rijkia, bahwa pemberontakan tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat petani di Banten terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda, yang dinilai sangat merugikan bagi warga pribumi.

Pada akhir abad ke-19, terjadi penindasan dan eksploitasi terhadap petani yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Saat itu, pemerintah Hindia-Belanda menerapkan sistem “Tanam Paksa” atau yang biasa disebut Culture stelsel, dimana para petani harus menyediakan lahan dan tenaga kerja untuk menanam komoditas ekspor. Kebijakan tersebut semakin buruk ketika pihak pemerintah Hindia-Belanda menaikkan pajak yang cukup tinggi, serta melakukan perampasan tanah. Karena hal itu, kondisi ekonomi petani yang sudah miskin menjadi semakin miskin.

Peristiwa Geger Cilegon 1888 menjadi salah satu pilar penting dalam sejarah perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Pemberontakan tersebut mencerminkan penderitaan serta ketidak-adilan yang dirasakan oleh warga pribumi akibat dari kebijakan pemerintah Hindia-Belanda yang eksploitatif.

Penulis: Mg_Aura
Editor: Enjat