Beranda blog Halaman 46

JOB FAIR UIN SMH Banten Sukses Gandeng 2.373 peserta

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam rangka menjalin hubungan antara dunia usaha dan industri dengan alumni serta umum, Career Development Center (Pusat Pengembangan Karir) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan acara JOB FAIR yang di sponsori oleh 28 mitra dan peserta berjumlah 2.373, bertempat di Aula Convention Hall Lantai dua pada Senin (12/08)

Ashari, selaku Kepala Unit Perkembangan dan Ketrampilan Karir UIN SMH Banten, menuturkan bahwa acara JOB FAIR merupakan sebuah bentuk eksistensi UIN SMH Banten sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk hadir ditengah masyarakat.

“Acara ini diperuntukkan tidak hanya untuk alumni atau para pekerja terdidik, tetapi hadir untuk masyarakat sebagai penghubung antara dunia usaha dan industri dengan alumni UIN dalam penerapan tenaga kerja,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapannya, agar setelah diselenggarakan kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

“Diharapkan eksistensi UIN SMH BANTEN atas dasar kepekaan sosial untuk penurunan angka pengangguran melalui kegiatan ini bisa membantu masyarakat, karena momen ini Pascawisuda S1 dan Pascawisuda SMA atau SMK,” ucapnya.

Selain itu, Annisa, alumni UIN SMH Banten jurusan Hukum keluarga Islam (HKI), mengatakan harapannya kepada seluruh pendaftar semoga diterima di perusahaan yg diinginkan, juga makin banyak perusahaan yang ikut serta dalam acara JOB FAIR.

“Harapannya semoga yang ikut serta dalam acara tersebut diterima di perusahaan yang diinginkan, dan semakin banyak perusahaan yang ikut serta di acara JOB FAIR ini dan acara ini diselenggarakan setiap tahun,” ujarnya.

Penulis: Mg_Andika
Editor: Nazna

UIN SMH Banten Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pertama kali menggelar acara seminar Aksesibilitas Permagangan BUMN, guna membuka peluang bagi mahasiswa semester lima dan alumni untuk mencoba melatih kemampuan yang bisa dikembangkan saat mengikuti magang, Senin (12/09).

Salamah Agung, selaku senior Advisor of COC PTKIN se-Indonesia, menyampaikan tujuan diadakannya seminar ini agar mahasiswa mengetahui pentingnya pengalaman dan skill dalam memasuki dunia pekerjaan.

“Tujuan dari seminar ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan skill, dan pengalaman yang mereka punya serta mengimplementasikan magang dan volunteer,” ujarnya.

Kemudian ia juga menjelaskan, hanya 6,32% alumni yang mendapatkan pekerjaan. Dalam hal ini, mahasiswa dapat melihat lebih luas terhadap apa saja yang perlu dipersiapkan dalam dunia pekerjaan dan mengenali kemampuan yang dimiliki.

“Berjumlah 6,32 persen, alumni yang mendapatkan pekerjaan sehingga mahasiswa perlu mempersiapkan segala kebutuhan pekerjaan. Hal ini menjadi solusi untuk mendapatkan relasi dan kemampuan untuk mengenali kemampuan yang telah dimilikinya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Dila Fadilah salah satu peserta seminar menyampaikan harapannnya, agar menyelenggarakan seminar BUMN ini kembali, karena masih banyak dari mahasiswa yang tidak hadir dikarenakan dalam situasi liburan.

“Harapanya agar kampus UIN SMH Banten, mengadakan kembali seminar BUMN ini karena banyak mahasiswa yang tidak berkesempatan hadir dikarenakan sedang libur semester,” ucapnya.

Reporter: Mg_Pramita
Editor: Dhuyuf

Piala Rektor: UIN SMH Banten Jadi Rumah Bagi Atlet Berbakat

0

Serang, lpmsigma – Penutupan Piala Rektor yang di gelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (FORMASI), dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III, Hidayatullah. Acara ini ditutup dengan pengumuman kejuaraan pada perlombaan futsal tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), yang diselenggarakan langsung di GOR Gelanggang Remaja pada Minggu (11/08).

Hidayatullah, selaku Wakil Rektor III, menyampaikan dalam sambutannya bahwa pihak UIN akan terus berusaha komitmen untuk mengembangkan minat bakat mahasiswa di bidang olahraga.

“Kami berusaha komitmen untuk mengembangkan minat bakat mahasiswa khususnya di bidang olahraga, kalian semua hebat bagi yang belum berhasil tidak mesti patah semangat serta banyak hal yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Wahyu Tirta, sebagai Ketua Pelaksana Piala Rektor UIN SMH Banten, menyampaikan bahwa dalam perlombaan ini mencakup tingkat SLTA dan Universitas se-provinsi Banten dengan diikuti oleh jumlah peserta yang cukup banyak.

“Cakupan turnamen untuk tingkat SLTA itu se provinsi Banten dan universitas se provinsi Banten, untuk tingkat SLTA berjumlah 41 peserta dan tingkat Universitas hanya 17,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dalam kejuaraan ini cakupannya ada dua, di tingkat SLTA dan Universitas.

“Untuk kejuaraan kita ada dua cakupan, untuk tingkat SLTA di juara satu ada SMAN 4 Kota serang, juara kedua SMAN 8 Kota Serang A, dan juara tiga SMAN 1 Waringin kurung, lalu di harapan satu ada SMAN 8 Kota Serang B, untuk di Universitas juara satu ada stkip situs Banten, kedua UIN SMH Banten, dan yang ketiga universitas setia Budi,” lanjutnya.

Ditempat yang sama, Didi Kurniawan, Ketua Umum UKM Formasi, menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam ajang Piala Rektor ini UIN SMH Banten siap menampung para atlet untuk bisa meneruskan prestasi prestasi anak bangsa.

“Saya selaku ketua Formasi, yang bertanggungjawab dalam bidang keolahragaan di UIN SMH Banten, target kita anak SMA yang di mana UIN SMH Banten siap menampung para atlet dan siap meneruskan prestasi-prestasi anak bangsa,” tutupnya.

Reporter: Pasha
Editor: Nazna

985 Wisudawan UIN SMH Banten Dikukuhkan

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam rangka wisuda Sarjana ke-38 dan Pascasarjana ke-24, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengukuhkan wisudawan sebanyak 985 mahasiswa, dengan jumlah sarjana 927 orang dan pascasarjana 58 orang pada Sabtu, (10/8).

Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin, menyampaikan kepada wisudawan bahwasannya kita sebagai insan tidak boleh menyepelekan pendidikan, karena itu adalah alat terbaik untuk meningkatkan moralitas, mobilitas sosial serta ekonomi.

“Pendidikan adalah alat terbaik untuk meningkatkan moralitas mobilitas sosial , ekonomi dan pembangunan berkelanjutan” ujarnya.

Ia juga menuturkan harapan kepada seluruh wisudawan agar dapat terus memperkaya ilmu mengasah pengalaman dalam berbagai medan kehidupan, juga dapat memanfaatkan ilmu yang diemban selama kuliah sebagai bekal di tengah masyarakat sosial secara profesional.

“Semoga wisudawan semakin memperbanyak ilmu dan mengasah pengalaman dalam berbagai hal kehidupan, agar dapat memanfaatkan ilmu yang dipelajari selama di UIN SMH Banten untuk nantinya menjadi bekal hidup bersosial secara profesional dalam bermasyarakat,” tuturnya.

Selain itu, wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Ahmad Wildan mengatakan harapannya untuk seluruh mahasiswa UIN SMH Banten agar tetap berjuang melawan rasa malas, terus berproses dan belajar.

“Untuk seluruh mahasiswa UIN SMH Banten yang hari ini masih berproses, masih terus menimba ilmu di kampus terbaik kita ini teruslah berjuang dan belajar jadikan setiap sudut di kampus kita ini menjadi tempat belajar dan jadikanlah teman kita bagian dari guru kita sehingga kita dapat memetik pelajaran” tutupnya.

Reporter: Razita
Editor: Nazna

UIN SMH Banten Tetapkan 7 Wisudawan Terbaik Universitas

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menetapkan tujuh mahasiswa terbaik dengan predikat pujian pada wisuda sarjana ke-38 dan pascasarjana ke-24, yang bertempat di gedung Convention Center Hall Lantai dua pada Sabtu, (10/08).

Pada wisuda gelombang ke dua, dari tujuh deretan wisudawan terbaik salah satunya adalah mahasiswi jurusan Hukum Tatanegara yaitu Eva Kurnia, ia di anugerahkan sebagai Maulana Hasanuddin Muda dan menyandang predikat pujian dengan IPK 3,94.

Eva Kurnia, sebagai salah satu wisudawan terbaik menuturkan bahwa, ia merasa senang dan bersyukur bisa menjadi lulusan terbaik di wisuda pada gelombang dua ini.

“Alhamdulilah saya senang dan bersyukur, semoga dapat menginspirasi teman-teman yang masih kuliah agar lebih aware lagi terhadap akademik,” tuturnya.

Ia juga membagikan tips atau cara agar menjadi lulusan terbaik, tentunya dengan selalu hadir ketika mata kuliah, mengulas pembelajaran secara berkala dan menargetkan IPK setiap semester nya.

“Sebenarnya tidak ada tips khusus, tapi yang biasa saya terapkan ialah selalu hadir ketika mata kuliah, mengulas materi dan yang terpenting selalu mentargetkan IPK tiap semester nya,” katanya.

Tidak hanya itu saja, ia juga berpesan kepada mahasiswa yang lainnya untuk selalu menjaga IPK tiap semester nya dan mengikuti organisasi yang memang relevan dengan jurusan masing-masing.

“Mungkin sedikit pesan dari saya, harus tetap jaga IPK dan mengikuti organisasi yang berkaitan dengan jurusan kita masing-masing,” tutupnya.

Adapun berikut beberapa deretan wisudawan terbaik sarjana dengan predikat pujian ialah:

1. Eva Kurnia, mahasiswa jurusan Hukum Tatanegara dengan IPK 3,94
2. Utami Syifa Masfu’ah, mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,93
3. Diyanna, mahasiswa jurusan Ilmu Hadist dengan IPK 3,87
4. Ucu Meilindasari, mahasiswa jurusan Fisika dengan IPK 3,86
5. Aisya Meyra Putri, mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dengan IPK 3,83
6. Siti Nurul Hikmah, mahasiswa jurusan Ekonomi Syar’iah dengan IPK 3,81

Adapun wisudawan terbaik program Pascasarjana dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam ialah Iwan Setiawan dengan IPK 3,98.

Penulis: Enjat
Editor: Nazna

APMS Kunjungi Tempo, Tingkatkan Pengetahuan Pers Mahasiswa

0

Jakarta, lpmsigma.com – Aliansi Pers Mahasiswa Serang (APMS) adakan kunjungan ke media Tempo yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pers mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai lembaga pers mahasiswa yakni dari tujuh kampus berbeda di Serang, Selasa (06/08).

Kunjungan ini menjadi program kerja terakhir kepengurusan APMS, yang akan berakhir ketika kongres APMS ketiga di bulan-bulan mendatang.

Akhmad Khudori, selaku Koordinator Umum APMS, menyampaikan alasannya memilih Tempo untuk dikunjungi, karena media Tempo memiliki kekuatan informasi yang kredibel dan aktual yang menjadikan hal ini sebagai dasar kegiatan kunjungan APMS tersebut.

“Media Tempo sendiri adalah media yang mempunyai kekuatan informasi yang kredibel, aktual ini juga menjadi dasar kegiatan kunjungan,” sampainya.

Ia berharap, bahwa ingin melihat secara langsung pers mahasiswa kedepannya setelah berkunjung dan seberapa besar pemahaman para pers mahasiswa mengenai permasalahan yang dialami di media nasional.

“Dapat dilihat dampak dari pers mahasiswa setelah berkunjung, itu menjadi fokus utama untuk menjadi media keberlanjutan dari pers mahasiswa, saya ingin melihat dinamika dan situasi kondisi di media nasional,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Feri selaku sekertaris jenderal APMS menuturkan bahwa kunjungan ini adalah kesepakatan bersama pengurus. Kesepakatan berasal ketika kajian mengenai Cyber Security sehingga memilih Tempo untuk dikunjungi.

“Kegiatan ini kesepakatan bersama pengurus mempunyai momen untuk pergi ke Tempo,” tuturnya.

Ia juga berharap, ilmu yang didapatkan dari Tempo menjadi berkah dan mempunyai kenangan yang selalu diingat sebab pers mahasiswa tidak sembarang orang dapat masuk ke Tempo.

“Semoga ilmunya menjadi berkah dan mempunyai momen yang diingat, karena semua pers mahasiswa tidak semua bisa berkunjung ke Tempo,” tutupnya.

Reporter: Essa Alvira
Editor: Salma

Jurnalis Warga Banten Soroti Kesenjangan Pelayanan Publik

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam sebuah diskusi publik, Jurnalis Warga (JW) Banten menyoroti masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap pelayanan publik di daerah. Acara yang bertema “Jurnalis Warga Menyorot Kebijakan Publik” ini bertujuan untuk mendorong para jurnalis agar lebih aktif menyuarakan hak masyarakat Banten atas fasilitas publik yang memadai, Minggu (04/08).

Bahtiar, Mentor Jurnalis Warga Banten, menyampaikan perihal latar belakang acara ini diselenggarakan dengan kolaborasi agar isu pelayanan publik bisa dijadikan perhatian oleh masyarakat luas dan berbagai kalangan.

“Kolaborasi antara JW dan teman-teman jurnalis lainnya seperti pers mahasiswa supaya isu pelayanan publik bisa dijadikan perhatian. karena jarang sekali ada yang fokus pada layanan publik” ucapnya.

Ditempat yang sama, Najib sebagai ketua pelaksana Festival Jurnalis Warga Banten, menyampaikan acara ini berlangsung kan dengan tema Jurnalis Warga menyorot kebijakan publik.

Ia melanjutkan, dengan adanya tema tersebut sangat amat relate pada kebijakan di Banten pada saat ini karena banten masih banyak kekurangan dan perhatian baik dari masyarakat maupun pemerintah.

“Kebijakan publik di Banten, masih banyak butuh perhatian, salah satunya nomor satu jumlah pengangguran, dalam hal ini soal-soal tersebut yang harus didiskusikan” tuturnya.

Untuk kedepannya, Najib berharap agar para Jurnalis Warga Banten terus mengembangkan diri dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti aktivis lingkungan, jurnalis profesional dan masyarakat sipil.

“Saya berharap dengan adanya acara ini, seluruh jurnalis Warga Banten terus menyuarakan soal fasilitas publik. Kita akan berkolaborasi memberi wadah, karena teman-teman pers mahasiswa harus belajar lagi dengan wartawan profesional” tutupnya.

Reporter: Pasha & Nabila
Editor: Salma

Suara Perempuan Jurnalis: Alami Kekerasan Seksual dan Diskriminasi Karier

0

Serang, lpmsigma.com – Sebuah fakta yang terungkap dalam Diskusi Publik Festival Jurnalis Warga Banten 2024, jurnalis perempuan kerap mengalami kekerasan seksual selama menjalankan tugas jurnalistik. Acara ini berlangsung di Rumah Dunia dan melibatkan masyarakat umum dari berbagai organisasi pers mahasiswa serta kelompok jurnalis warga di Banten pada Sabtu (03/08).

Francisca Christy Rosana, Jurnalis Tempo, membuka diskusi dengan pandangan tentang tantangan perempuan setelah menikah dalam berkarir di ruang redaksi.

“Perempuan dalam jurnalistik menghadapi berbagai masalah setelah menikah dan mempunyai anak, seperti dianggap kurang fleksibel dan emosional. Hal ini membatasi peluang karir di ruang redaksi, terutama untuk mencapai posisi pemimpin redaksi yang masih didominasi laki-laki,” ujarnya.

Sebagai jurnalis perempuan berpengalaman dalam isu politik, Francisca, menambahkan bahwa sekitar 30% jurnalis perempuan mengalami kekerasan seksual saat wawancara, serta rentan mendapat tekanan digital dari buzzer politik yang mengganggu privasi dan keselamatan keluarga.

“Jurnalis perempuan sering menjadi objek pelecehan verbal oleh narasumber politik, dan tekanan digital dari buzzer meningkat karena transformasi digital yang mengharuskan mereka tampil di depan layar, sehingga privasi mereka terganggu,” jelasnya.

Felix Lamury, Direktur Eksekutif Asosiasi Media Siber Indonesia, menekankan pentingnya peran jurnalis perempuan untuk mengurangi judul berita seksis.

“Keberadaan jurnalis perempuan penting untuk menghilangkan judul berita seksis, seperti ‘pedagang cantik’ yang seringkali dibuat demi SEO tinggi,” ucapnya.

Felix, juga menjelaskan bahwa jurnalis warga memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi di era digital, menghadapi informasi hoaks di media sosial, dan perkembangan AI (Artificial Intelligence) yang mengambil alih pekerjaan manusia.

“Jurnalis warga memiliki kesempatan untuk menyuarakan informasi di era di mana semua orang bisa menjadi produsen berita. Mereka dapat bernaung di media jurnalistik untuk menghasilkan produk yang valid,” tuturnya.

Reporter: Naila
Editor: Nazna

Apakah Normal Seseorang Memiliki Alter Ego?

0

Memiliki alter ego adalah fenomena yang dianggap normal selama seseorang dapat mengendalikannya. Menurut Regents of the University of Michigan dalam buku “Dalam Bayang-bayang Alter Ego” karya Katrin Vee, alter ego dapat memberikan manfaat psikologis, seperti meningkatkan rasa percaya diri dan ketenangan.

Misalnya, seseorang yang pemalu dapat mengembangkan kepribadian yang lebih tegas dan mudah bergaul sebagai alter ego mereka, sehingga merasa lebih nyaman tampil di depan umum dalam situasi tertentu.

Penting untuk diingat bahwa memiliki alter ego tidak dianggap sebagai gangguan mental selama masih dapat dikendalikan dan tidak mengganggu fungsi sehari-hari. Namun, jika alter ego menciptakan ketidaknyamanan atau konflik yang serius, disarankan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater.

Terapi berbicara dapat membantu memahami perasaan, konflik, atau masalah yang muncul sehubungan dengan kepribadian ganda, serta mengembangkan strategi yang sehat dan adaptif dalam menghadapinya.

Apakah Memiliki Alter Ego Berbahaya?

Memiliki alter ego bisa memiliki implikasi baik dan buruk, tergantung pada cara seseorang mengendalikannya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan mengenai apakah memiliki alter ego berbahaya atau tidak:

1. Pengendalian dan Kesadaran

Jika seseorang dapat mengendalikan alter ego mereka dengan baik dan memiliki kesadaran penuh tentang kapan dan bagaimana menggunakannya, maka hal ini biasanya tidak berbahaya. Alter ego dapat digunakan sebagai alat untuk mengatasi situasi tertentu atau meningkatkan kepercayaan diri.

2. Pengaruh Negatif

Jika alter ego tidak dapat dikendalikan dengan baik atau justru mengambil alih kepribadian utama, maka hal ini bisa berbahaya. Kepribadian ganda yang tidak terkendali dapat mengarah pada konflik internal, perubahan suasana hati yang drastis, atau tindakan yang tidak disadari.

3. Kenyamanan dan Fungsi Sosial

Pertimbangkan sejauh mana alter ego mempengaruhi kenyamanan dan fungsi sosial kalian. Jika alter ego menciptakan ketidaknyamanan dalam interaksi sosial atau mengganggu hubungan dengan orang lain, hal ini perlu dievaluasi dengan serius.

4. Batasan Hukum dan Etika

Jika alter ego mengarah pada perilaku yang melanggar hukum atau etika, hal ini jelas berbahaya dan dapat berakibat pada konsekuensi hukum.

5. Peran Profesional dan Pribadi

Pertimbangkan bagaimana alter ego mempengaruhi peran profesional dan pribadi. Dalam beberapa konteks, alter ego dapat membantu dalam pekerjaan kreatif atau hiburan, tetapi tetap harus seimbang dan sadar dalam penggunaannya.

6. Kesehatan Mental dan Kesejahteraan

Jika alter ego menciptakan konflik batin atau gangguan dalam kesehatan mental, penting untuk mencari bantuan profesional. Terapi dan konseling dapat membantu memahami dan mengatasi masalah yang mungkin timbul.

Keberadaan alter ego sendiri bukanlah masalah, tetapi cara mengelolanya menjadi faktor penentu apakah hal tersebut berbahaya atau tidak. Kendali yang baik dan kesadaran penuh mengenai alter ego sangat penting untuk memastikan bahwa keberadaannya memberikan manfaat dan tidak menimbulkan kerugian.

Penulis : Lydia
Editor : Nazna

UIN SMH Banten Lepas 1685 Peserta Kukerta Konvensional

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Konvensional sebanyak 1685 peserta. Kukerta tahun ini mengusung tema “Kampus Membangun Desa” ditandai dengan pelepasan balon udara yang dilakukan di Convention Hall Lantai 1, Senin (16/07).

Kukerta tahun ini terbagi tiga jenis yaitu Kukerta Regional (Konvensional), Kukerta Nusantara (Nasional) dan Kukerta Internasional.

Hunainah, selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) menuturkan bahwasannya Kukerta tahun ini terbagi di tiga daerah yaitu Kota Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

“Kukerta tahun ini laki-laki berjumlah 653 dan perempuan berjumlah 1032, dengan peserta 958 daerah Kabupaten Pandeglang yang disebar kedelapan kecamatan di 69 Desa. Kemudian, di Kabupaten Lebak berjumlah 671 di empat Kecamatan di 49 Desa dan di Kota Serang di Kecamatan Curug di empat kelurahan dengan jumlah peserta 56 orang,” tuturnya.

Selain itu, Ia menambahkan tujuan dari pelaksanaan Kukerta sebagai salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan tinggi dan mahasiswa dapat mendapat ilmu dengan mengabdi langsung di masyarakat.

“Salah satu wujud dari tri dharma perguruan tinggi yakni mengabdi langsung dengan masyarakat. Tujuan Kukerta selain mahasiswa belajar di bangku kuliah, mahasiswa juga dapat mendapatkan ilmu dan pengalaman baru terjun langsung ke masyarakat,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Subhan selaku Warek II Bagian Keuangan dalam sambutannya mewakili Rektor, bahwasannya mahasiswa menggali potensi melalui kukerta dengan membangun kesadaran kritis warga.

“Mahasiswa dapat menggali potensi melalui Kukerta dengan membangun kesadaran kritis warga. Mahasiswa ketika Kukerta bukan mendapatkan sesuatu, tapi mendapatkan pelajaran dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Reporter: Salma