Beranda blog Halaman 47

Mahasiswa KKN 71 Desa Kanekes, Terpaksa Pindah Lokasi

0

Serang, lpmsigma.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN SMH Banten Kelompok 71, terpaksa pindah lokasi KKN, dari Desa Kanekes Kabupaten Lebak, ke Desa Ramea Kecamatan Mandalawangi, Senin (15/07).

Fateeh Akram, selaku ketua kelompok KKN 71, menjelaskan alasan mengenai pindahnya lokasi KKN, salah satunya dikarenakan faktor biaya sewa rumah singgah yang mahal.

“Awalnya buat rumah singgah, kita di patok 300 ribu perhari, jadi total 40 hari 12 juta, dan ditawar jadi 8 juta, kemudian kita tawar lagi mentok sampai 4 juta, dan kita hanya diberikan satu opsi rumah saja, tentu kami agak keberatan dengan hal tersebut,” jelasnya.

Selain itu, lokasi juga menjadi faktor penyebab pindahnya lokasi KKN, karena di Desa Kanekes merupakan cagar budaya, yang dapat menghambat beberapa program kerja dari para mahasiswa.

“Selain sewa rumah yang mahal, lokasi juga menjadi faktor kita pindah lokasi, karena disana kan daerah suku baduy yang merupakan cagar budaya, tentu kita bingung mengenai proker karena terhalang beberapa aturan,” tambahnya.

Senada dengan Fateeh, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 71, Isak Iskandar, juga merasa keberatan dengan kondisi tersebut, dan tidak mau memberatkan mahasiswa.

“Saya tidak mau membebani para mahasiswa dengan beberapa faktor tadi, seperti biaya sewa rumah singgah yang mahal dan akhirnya kita sepakat untuk pindah lokasi,” ujarnya.

Reporter: Umsiah
Editor: Nazna

UIN SMH Banten Jadi Tuan Rumah PEKSIMIDA 2024

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam rangka kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (PEKSIMIDA), UIN SMH Banten menjadi salah satu dari tiga kampus sebagai tuan rumah PEKSIMIDA 2024, setelah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Pembangunan Jaya, pada Senin (15/07)

Rahmatullah, selaku Ketua Pelaksana PEKSIMIDA 2024, menyampaikan kegiatan ini perdana dilaksanakan secara offline, dan disambung dengan rangkaian Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional (PEKSIMINAS) di Jakarta.

“Kegiatan PEKSIMIDA adalah perdana, yang sebelumnya dilakukan secara online. Setelah ini akan ada rangkaian PEKSIMINAS di Jakarta, tepatnya tuan rumah Universitas Negeri Jakarta,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, ada 10 perguruan tinggi yang akan mengikuti kegiatan ini, dengan 15 kategori perlombaan.

“Ada 10 perguruan tinggi yang mengikuti PEKSIMIDA di tahun 2024, dengan 15 rangkai perlombaan. Diantaranya ialah Pop, Dangdut, Baca Puisi, Penulisan Puisi, Keroncong, Seriosa, Lukis, Monolog, Penulisan Cerpen, Vokal Grup, Komik Strip, Desain Media Kampanye Sosial, Fotografi, Penulisan Lakon,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin, menuturkan adanya kegiatan PEKSIMIDA ini harus menjadi ajang meningkatkan soft skill dan mempererat ikatan kampus.

“Kegiatan ini sebagai sarana meningkatkan soft skill, komunikasi, presentasi, pemecahan masalah, lalu mahasiswa juga mampu berkolaborasi dengan orang lain maupun dalam tim. Dengan adanya acara ini bisa memperkuat komunitas kampus, dan dapat mempererat ikatan mahasiswa dengan kampus lainnya,” tuturnya.

Selain itu, Wakil Rektor III, Hidayatullah juga menyampaikan dalam sambutannya mengenai harapan dalam pelaksanaan PEKSIMIDA bahwasannya UIN menjadi tuan rumah dalam pembukaan karena cabang lomba pertama di adakan di UIN.

“Semoga selama pelaksanaan PEKSIMIDA berjalan dengan lancar, karena ada sembilan perlombaan yang dilaksanakan di kampus ini, selanjutnya akan dilaksanakan di Untirta dan UPJ,” tutupnya

Reporter: Pasha
Editor: Nazna

UKK Pramuka UIN Banten Lakukan Bakti Sosial Masyarakat di Desa Bantar Panjang

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam rangka kegiatan Gladi Tangguh Pramuka (GTP) dan Kemah Bakti Pramuka (KBP), Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka UIN SMH Banten melalukan bakti sosial di tiga kampung Desa Bantar Panjang. Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari terhitung dari tanggal 3-12 Juli 2024, Senin (08/07).

UKM Tapak Suci Rayakan Milad ke-30 dengan Adakan Kejuaraan Silat se-Pulau Jawa

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci mengadakan kejuaraan pencak silat se-Pulau Jawa, dalam rangka milad ke-30 dengan mengusung tema “Bersatu dalam Kebudayaan Berprestasi dalam Pencak Silat” bertempat di gedung Convention Center Hall lantai 2, pada Sabtu (6/7).

Pada acara ini peserta berjumlah sekitar 825 orang dari 73 kontingen, yang terdiri dari Provinsi Banten, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta. Acara tersebut di selenggarakan selama tiga hari dari tanggal 6 Juli hingga 8 Juli 2024.

Hari Rafli, selaku ketua umum UKM tapak suci
mengatakan bahwa event seperti ini sudah pernah di adakan, tetapi bukan murni dari UKM tapak suci sendiri melainkan dari lembaga kampus dan setiap UKM memberikan ide mata lomba

“Sebelumnya event seperti ini sudah pernah di selenggarakan, akan tetapi dari lembaga, jadi setiap UKM menyumbang mata lomba. Tapi kalo event yang sekarang hanya dari UKM tapak suci dan memperlombakan pencak silat se-Pulau Jawa,” katanya.

Ia juga menambahkan, event ini di bagi dalam 2 kategori lomba, yang pertama kategori seni antara lain silat tunggal baku, solo kreatif dan ganda, kategori ke dua fighter dari kelas A hingga kelas L.

“Di event kali ini ada dua kategori, pertama seni diantaranya pencak silat tunggal baku, solo kreatif dan ganda. Selanjutnya kategori fighter ada dari kelas A hingga kelas L,” tambahnya.

Rafli, selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa peserta tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja, melainkan dari
SMP sederajat, tingkat SMA sederajat dan tingkat mahasiswa.

“Sasaran peserta pada event ini, kita mengadakan tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja, melainkan dari tingkat SMP, SMA dan mahasiswa,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Hidayatullah selaku Wakil Rektor III mengharapkan
setelah diselenggarakan kegiatan ini bisa mencari talenta baru hingga bisa bergabung dengan kampus sehingga menjadi atlet yang dapat dibanggakan kedepannya.

“Saya berharap setelah event ini, semoga menemukan talenta-talenta baru dari peserta, yang kemudian bisa bergabung dengan kampus ini dan sama-sama kita banggakan nantinya,” harapnya.

Reporter: Enjat
Editor: Salma

BULETIN EDISI 1

0

KERESAHAN KULIAH DARING DI ERA COVID-19 DAN SISTEM PEMBAGIAN KUOTA YANG DIBERIKAN KAMPUS SAAT INI, HAL TERSEBUT TELAH MENJADI SOROTAN UTAMA DALAM TOPIK BULETIN INI. INFORMASI YANG KAMI KEMAS DIRUBRIK-RUBRIK SELANJUTNYA IALAH INFORMASI YANG SEDANG MENJADI BUAH BIBIR, BAIK DIKALANGAN MAHASISWA ATAUPUN MASYARAKAT DAN ADA SEDIKIT RUBRIK RINGAN YANG KAMI SAJIKAN SEMOGA BISA MENGHILANGKAN KEJENUHAN DIMASA COVID-19.

 

BULETIN fix

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN MENJADI SALAH SATU KAMPUS YANG JUGA MENGGUNAKAN SISTEM PEMBELAJARAN DARING. YANG ARTINYA, DOSEN DAN MAHASISWA BERTEMU SECARA VIRTUAL UNTUK MELAKUKAN PERKULIAHAN.

 

DOWNLOAD BULETIN

3 Rekomendasi Buku Self Improvement untuk Transformasi Diri

0

Semakin dewasa tak jarang banyak dari kita yang sering kali merasa stuck dalam masa pertumbuhan dan pengembangan diri. Mulai muncul rasa insecure, overthinking yang berlebihan, merasa tak berpotensi, terjebak inner child di masa lalu dan banyak lagi problematika lainnya.

Kini, topik pengembangan diri pun mulai menjadi sorotan dan fokus utama bagi kebanyakan orang. Content creator educator mulai banyak aktif bermunculan dalam membahas terkait self improvement. Banyak dari kita juga secara mandiri mulai mencari solusi dan jawabannya dengan membaca buku ataupun mengikuti kelas-kelas pengembangan diri sebagai upaya memahami proses pengembangan diri.

Nah, oleh karena itu Sigmania, berikut tiga rekomendasi buku self improvement yang bisa jadi list book dan bisa kalian baca untuk menemani waktu senggang.

1. What’s So Wrong About Your Self Healing, karya Ardhi Mohammad

Setiap orang tentu memiliki luka masa kecilnya masing-masing, bahkan mungkin luka itu membawa pada traumatik sehingga menjadi memori yang tak pernah terlupakan. Namun, pernahkah anda berfikir apakah anda ingin hidup dengan bayang-bayang luka itu seumur hidup? tentu tidak bukan.

Buku ini membahas terkait berbagai persoalan tentang apa yang terjadi antara anak dan orangtua secara relate dengan mengupas tuntas terkait permasalahan beserta solusinya sebagai upaya penyembuhan luka diri dan bagaimana berdamai dengan luka itu.

2. Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (The Subtle Art Of Not Giving A Fuck), karya Mark Manson

Dengan membaca judulnya pun semua orang akan tahu buku ini membahas terkait seni bersikap bodo amat. Bersikap demikian terkadang mampu meresahkan diri, apakah hal ini benar untuk dilakukan? Beragam pertanyaan seketika bermunculan mengoreksi diri sendiri. Karena keresahan itulah buku ini menjadi solusi dan mengajarkan kita untuk bagaimana bersikap bodo amat pada beberapa hal dan pada tempatnya.

Buku seni bersikap bodo amat karya Mark Manson ini membahas terkait persoalan-persoalan pengalaman yang terjadi pada penulis dengan disuguhkan bagaimana cara mengatasinya, sehingga mampu mengarahkan kita untuk berfikir, bahwa tak semua hal dapat diterima oleh diri tetapi beberapa hal juga adakalanya perlu untuk dihiraukan.

3. Atomic Habits, karya James Clear

Buku yang ketiga ini membahas terkait kebiasaan diri. Seringkali banyak dari kita menyepelekan dan menganggap remeh hal-hal kecil, sesederhana bangun di pagi hari. Tapi, apakah anda tahu tanpa disadari hal-hal kecil itulah yang akan menjadikan sesuatu yang besar bahkan hal yang tak pernah terbayangkan. Karena itu, melalui buku ini James Clear menyadarkan kita akan pentingnya kebiasaan-kebiasaan kecil dan tidak menyepelekan hal-hal kecil dan sederhana.

Itulah tiga rekomendasi buku self improvement yang bisa kamu baca atau masuk dalam list book bacaan kamu, semoga membantu!

Penulis: Tiara
Editor: Nazna

5 Juli 1959: Lahirnya Demokrasi Terpimpin di Indonesia

0

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan keputusan penting yang dikeluarkan oleh Presiden Sukarno untuk merespon kegagalan Dewan Konstituante dalam merumuskan Undang-Undang Dasar (UUD) yang baru. Dekrit ini tidak hanya membubarkan Konstituante, tetapi juga mengakhiri era Demokrasi Liberal dan memulai era Demokrasi Terpimpin di Indonesia.

Setelah pemilihan umum tahun 1955, Indonesia mengalami periode politik yang tidak stabil. Konstituante, yang beranggotakan 544 orang terpilih, gagal mencapai kesepakatan dalam merumuskan UUD baru. Perdebatan panjang terjadi antara kalangan nasionalis yang mendukung Pancasila sebagai dasar negara dan kalangan Islam yang mengusulkan Islam sebagai dasar negara. Kebuntuan ini berlangsung hingga tahun 1959.

Pada 22 April 1959, Sukarno menyampaikan amanat di depan Konstituante, menyerukan agar Indonesia kembali menggunakan UUD 1945. Usulannya didukung oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Partai Komunis Indonesia (PKI), namun ditolak oleh Partai Masyumi. Upaya voting yang dilakukan pada 30 Mei 1959, 1 hingga 22 Juni 1959, tetap tidak membuahkan hasil karena tidak memenuhi kuorum.

Dekrit Presiden akhirnya dikeluarkan pada 5 Juli 1959. Keputusan ini didukung oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan membawa sejumlah perubahan besar: pembubaran Konstituante, pemberlakuan kembali UUD 1945, dan pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS). Dengan demikian, Dekrit Presiden ini menandai berakhirnya era Demokrasi Liberal dan dimulainya era Demokrasi Terpimpin, di mana Presiden Sukarno memegang kendali penuh atas pemerintahan.

Walaupun Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapat kritik dari para pendukung demokrasi karena dianggap merusak asas demokrasi konstitusional dan prinsip pemisahan kekuasaan, dekrit ini tetap membawa perubahan mendasar dalam sistem politik Indonesia. Sistem pemerintahan berubah dari parlementer menjadi presidensial, UUD 1950 digantikan oleh UUD 1945, dan DPR hasil Pemilu 1955 digantikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR).

Dekrit ini memperkuat posisi Sukarno, yang ditopang oleh militer, dan mengokohkan kontrolnya atas politik Indonesia. Namun, dalam perjalanannya, stabilitas negara terganggu dan ekonomi memburuk. Perdebatan mengenai Piagam Jakarta dan tujuh kata dalam pembukaan UUD 1945 tetap eksis hingga era reformasi, menunjukkan betapa kompleksnya dinamika politik dan hukum di Indonesia.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah salah satu momen krusial dalam sejarah Indonesia yang membentuk arah politik bangsa dan menegaskan peran penting Presiden Sukarno dalam perjalanan negara.

Penulis: Lydia
Editor: Nazna

BNPT: Ajak Mahasiswa Jaga Kampus dari Radikalisme dan Terorisme

0

Serang, lpmsigma.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan UIN SMH Banten, menyelenggarakan agenda Penguatan kampus kebangsaan dalam rangka pencegahan gerakan radikalisme dan terorisme bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat di wilayah Banten. Bertempat di Auditorium Rektorat lantai tiga, Kampus 2, Kamis (4/7).

Mayjen Roedi Widodo selaku Deputi Bidang Pencegahan BNPT, menjelaskan seminar ini digelar sebagai salah satu aksi dalam memprofiling mahasiswa dari indikasi pihak radikal.

“Kami pihak BNPT mengupayakan pencegahan indikasi radikalisme khususnya di lingkup kampus yang ada di Banten ini, nantinya dimulai dari peserta akan di check profilenya dari indikasi keterlibatan, dengan gerakan radikalisme maupun terorisme sekecil apapun,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, ada tujuh program prioritas BNPT-RI dalam mengupayakan pencegahan.

“Dari tujuh program utama BNPT-RI salah satunya yakni, kampus kebangsaan sebagai upaya penanaman nilai kebangsaan dan pancasila bagi mahasiswa,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Irfan Idris, Direktur Pencegahan BNPT-RI menuturkan agar tidak lengah mencegah pergerakan terorisme di Indonesia.

“Teori gunung es kini menggambarkan aksi terorisme dan radikalisme yang ada saat ini, meski tidak terlihat secara nasional namun penyebarannya tumbuh di lingkup wilayah lokal. Maka dari itu, adanya seminar ini sebagai aksi pencegahan virus radikal dan terorisme dari peredaran,” tuturnya.

Reporter: Naila
Editor: Nazna

Terapi Musik: Kunci Optimalisasi Pembelajaran dan Pengembangan Kemampuan Kognitif

0

Otak manusia dikenal memiliki kemampuan musikal yang luar biasa, dimana irama musik memiliki kekuatan langsung untuk mempengaruhi kinerja dan kemampuan dalam mengingat. Menurut Gardner, dalam buku “Psikologi Musik” yang dikutip oleh Prof. Dr. Djohan menyatakan bahwa, setiap manusia memiliki paling sedikit delapan kemampuan intelijensi yang berbeda, salah satunya adalah intelijensi musikal.

Penelitian dalam buku ini juga menunjukkan bahwa orang dengan kebutuhan khusus sering kali belajar lebih baik melalui musik. Hal ini disebabkan bagian dari otak yang merespons musik adalah komponen tertua dari struktur otak, yang paling sedikit mengalami kerusakan akibat cacat lahir atau kecelakaan. Contohnya, aktivitas bernyanyi dapat mewujudkan kondisi relaksasi pada siswa dan membawanya ke dalam kondisi optimal untuk belajar bahasa.

Strategi terapi musik terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan mengingat. Dengan mengenali lagu dan irama, siswa dapat lebih mudah menginternalisasi suara dan pola bahasa. Pengulangan irama dan lirik lagu juga membantu siswa mengingat kata-kata yang panjang lebih mudah bila ditata dalam bentuk lirik lagu dan melodi.

Buku ini juga menunjukkan eksperimen, bahwa 80 hingga 90 persen anak autis dapat merespons musik secara positif sebagai sebuah motivator. Kemampuan merespons musik ini lebih bertahan lama dibandingkan dengan keterampilan lainnya. Aktivitas musik juga dilaporkan sebagai media terbaik untuk menstimulasi belahan otak kanan, yang menunjang aktivitas timbal balik antara otak kanan dan otak kiri.

Musik dapat berpasangan dengan kebutuhan dasar atau biologis dalam membantu siswa mengembangkan reaksi terhadap kebutuhan sekunder dan mengurangi ketergantungan fisiologis. Suara dan vibrasi musik dapat menjadi stimulator bagi siswa tanpa memerlukan peralatan yang rumit. Selain itu, musik juga dapat berfungsi untuk mereduksi kejenuhan dan sebagai instruksi cara belajar yang efektif.

Musik menyediakan proses belajar melalui model sensori aural, kinetik, dan visual yang sekaligus mengembangkan intelegensi musikal. Musik juga menyediakan hal-hal konseptual sesuai sasaran yang dimaksud, melengkapi disiplin dari melalui sistem reward, meningkatkan konsentrasi, keterampilan, dan rasa percaya diri melalui lingkungan yang tepat.

Lingkungan musikal mendukung siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda untuk bekerja sama dengan baik, memperoleh pengalaman melalui stimulasi dalam proses belajar mengajar, dan mempersiapkan siswa untuk memecahkan masalah dengan cara yang menarik. Musik juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memproduksi komposisi yang original, melahirkan rasa aman, dan mengurangi stres melalui kelompok ansambel yang dapat memenuhi aspek identitas siswa sebagai media ekspresi diri.

Dengan daya tarik alamiah yang dimiliki, musik tidak hanya berperan sebagai stimulus tetapi juga sebagai bagian integral dari proses belajar. Melalui aktivitas musik, siswa diberikan penguat intrinsik dan ekstrinsik serta tempat yang efektif untuk meningkatkan komunikasi verbal maupun non verbal.

Penulis: Lydia
Editor: Dhuyuf

Website Kukerta Down, Mahasiswa Resah!

0

Serang, lpmsigma.com – Menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, webiste KUKERTA UIN Banten kerap kali mengalami kendala teknis (down) pada Selasa, (02/07).

Hal ini menyebabkan puluhan mahasiswa kesulitan mengakses informasi penting terkait KUKERTA, menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Banten, memberikan keterangan resmi melalui media sosial atas kejadian tersebut. LPPM menjelaskan bahwa telah terjadi erorr pada server website KUKERTA, dan mereka sedang berupaya secepatnya untuk memulihkannya.

“Bagi yang menanyakan kelompok KUKERTA, mohon ditunggu dan harap bersabar karena kami belum bisa memastikan server normal kembali kapan, tapi kami sedang berusaha memulihkan secepatnya,” tulis LPPM melalui akun Instagram resmi mereka.

Eva Savanda, Mahasiswi fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), menyayangkan atas kejadian tersebut pasalnya menghambat informasi data kelompok yang hanya bisa diakses melalui website KUKERTA

“Terkait website kukerta yang sedang mengalami down itu sangat menghambat informasi dan merugikan para mahasiswa dan mahasiswi,” ujarnya

Eva juga menjelaskan, kejadian eror pada website sudah sering kali terjadi pada tahap awal pendaftaran hingga pemberkasan penutupan. Tentu hal ini menimbulkan keresahan sebagian besar mahasiswa.

“Bahkan dari awal pendaftaran, verifikasi berkas sampai saat pendaftaran ditutup pun website down dan kami para mahasiswa hanya bisa menunggu saja namun tidak ada perbaikan website normal,” tutupnya.

Reporter: Aldi
Editor: Salma