Beranda blog Halaman 56

Cahaya Ilahi di Bawah Kegelapan

0

Sore itu, saat langit menampakkan senjanya pada pukul 6 sore. Aku terdiam, duduk di sudut kota melihat mereka lalu lalang melintasi tubuh mungilku. Dengan setiap langkah yang melintas, aku merenung tentang hidup ini. Aku merasa kecil juga sedikit terabaikan. Aku merasa hidupku hampa tanpa bumbu kehidupan.

Sudah satu jam aku menunggu Yuna datang. Teman dekatku. Kami hendak pergi ke sebuah pameran, namun nampaknya dia ada kendala sehingga membuatku menunggu lebih lama.

Di sela-sela kesepian dalam kesendirianku, seakan ada keindahan yang tak terduga, yang membuatku tak ingin beranjak dari tempat itu. Aku tenggelam dalam alunan suara merdu yang membius jiwaku. Suara itu melambung indah di udara senja, membelai hatiku dengan kelembutan yang kian meraba. Dengan syair yang seolah mengajakku untuk menemui-Nya.

Meskipun aku duduk di sudut kota, yang ramainya tak dapat ku kendalikan. Rasanya seolah-olah aku berada di sebuah oasis ketenangan, terlindung dari hiruk pikuk dunia. Aku menggenggam erat keindahan itu. Di sana. Di bawah cahaya senja yang memudar, aku merasa terpanggil.

Kudekati arah syair itu berirama. Kuhampiri tempat itu. Gedung tua berupa masjid. Langkahku terhenti mendengar seseorang dengan lantang menyebut namaku.

“KYLAAA!!!” Sahut itu berasal dari suara seorang perempuan.

Aku lantas menoleh. Kulihat Yuna sedang berdiri di bibir jalan. Melambai seolah agar aku mengenalinya. Aku memang duduk sendiri, menanti dia yang lama sekali datang.

“Kamu ngapain?” Tanya Yuna yang menatap ku dengan tatapan kebingungan.

“Kamu mendengar suara itu?” Aku justru membalikkan pertanyaan padanya.

“Suara apa?”

“Suara lembut yang mengudara di telingaku. Yuna, sudah lama aku tidak mendengarnya”

Yuna tersenyum, “Memangnya ada apa dengan telingamu? Suara itu selalu ada di setiap waktunya.”

Aku menunduk, kiat berjalan perlahan menuju pameran seni yang terletak di dekat masjid tempat kami berada. Kenapa aku tidak bisa mendengarnya selama ini? Mungkinkah hatiku telah mati? Atau memang dunia terlalu berisik sampai suara itu tak terdengar di telingaku.

Aku melihat seorang mahasiswi sedang menyebar selebaran poster di dekat pameran. Tanpa ragu, dia menghampiri kami.

“Kajian muslimah kak, jangan lupa hadir!” Ujarnya.

Dengan semangat aku mengajak Yuna untuk pergi ke kajian tersebut.

“Ayok Yuna!!”

“Tidak, Kyla. Aku tidak tertarik,” jawab Yuna dengan tegas. “Agama tidak bisa meyakinkanku.”

Yuna menolak. Dan keputusan itu telah aku prediksi sebelum ku tawarkan untuk mengajak Yuna. Aku tak bisa memaksanya untuk ikut hadir. Karena setiap manusia punya pilihan masing-masing. Dan itu hak mereka.

Meskipun demikian, aku tetap memutuskan untuk pergi sendiri ke kajian tersebut keesokkannya. Dengan hati yang meragu, aku datang dengan rasa canggung sekaligus malu. Bukan hanya pada manusia yang ada disana, melainkan juga pada Tuhanku. Bahkan rambutku tergerai begitu saja di bawah selendang yang aku kenakan. Aku tak punya stok hijab!

Aku masuk, dengan ragu. Di sana penuh sekali dengan wanita-wanita yang sedang duduk secara khidmat. Canggung dan keraguan semakin terasa ketika aku menyadari, bahwa hanya aku satu-satunya yang datang sendiri tanpa teman.

Aku mencari tempat duduk yang agak terpencil, berharap bisa menyembunyikan perasaan canggungku. Namun, mata ini terus memandang ke sekeliling, mencari keberadaan Yuna yang selalu menjadi pendamping setiaku dalam segala hal. Meskipun mustahil kehadirannya ada.

Aku merasa seolah-olah tenggelam dalam ketenangan. Suara langkah kaki orang-orang yang memasuki ruangan bergantian dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang mengalun merdu dari pengeras suara. Hatiku berdebar kencang, tidak hanya karena ketidakpastian akan apa yang akan aku temui, tetapi juga karena rasa penasaran yang semakin menggebu-gebu.

Ketika kajian itu akan dimulai, seorang ustadzah yang berwibawa naik ke atas mimbar. Beliau membahas tentang keimanan, katanya, “Keimanan selalu membawa perbaikan derajat kita sebagai seorang wanita, kiprah kita adalah menjadi muslimah yang shalihah”.

Hatiku berdesir, seolah-olah ustadzah sedang berbicara langsung ke dalam hatiku. Aku terdiam, membiarkan setiap kata meresap dalam pikiran. Getaran energi dari kata-kata ustadzah yang begitu kuat nan meyentuh.

Saat itu, di tengah gemuruh hati yang kacau, aku merasa seolah menemukan pijakan baru. Pijakan yang membawaku pada suatu pemahaman yang lebih dalam tentang diriku, tentang hidup, dan tentang makna keimanan. Semua keraguan dan kecemasan lambat laun memudar oleh kehangatan yang hadir di tempat itu.

Lantas, aku memutuskan untuk memulai perjalanan baru sebagai seorang wanita shalihah. Dengan mengenakan hijab sebagai langkah pertamaku, aku merasa lebih lega karena hatiku telah menemukan kejelasan. Perjalananku sebagai seorang muslimah shalihah baru saja dimulai.

Aku menarik nafas dengan berat!

Yah, aku berhasil menguatkan tekadku untuk terus berjalan di jalan yang ku pilih. Aku tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, namun aku yakin bahwa dengan kekuatan iman dan keteguhan hati yang kumiliki, aku akan mampu melewati setiap ujian yang Tuhan beri. Meski di tengah-tengah kegelapan sekalipun.

Inilah aku, aku yang berhasil menemukan cahaya di bawah kegelapan dalam bentuk keimananku. Kau tau? Aku tidak lagi merasa sendirian ataupun kesepian, karena kini aku memiliki pondasi yang kokoh.

Penulis: Lydia
Editor: Nazna

Kanker Sarkoma, Penyakit Berbahaya yang Jarang Diketahui Banyak Orang

0

Kanker sarkoma merupakan kanker yang jarang ditemui atau cukup langka. Kanker ini terbilang cukup berbahaya. Ia biasa tumbuh di rahim, namun nyatanya kanker ini juga bisa tumbuh di bagian tubuh yang lain.

Sarkoma dapat berkembang di dalam sel-sel yang menghubungkan atau mendukung jaringan. Misalnya, mulai dari sel tulang, otot, tendon, tulang rawan, saraf, lemak, hingga pembuluh darah dilengan dan kaki.

Sebenarnya kanker ini tergolong pada tahap berbahaya namun tak banyak yang menyadari, sebab gejala dan ciri-cirinya sering kali tidak disadari oleh si penderita dikarenakan kanker sarkoma ini gemar dalam menyamar. Gejala umumnya yang dirasakan dianggap tidak berbahaya, lantaran beranggapan hanya penyakit ringan seperti nyeri dan perut kembung.

Dilansir dari Penn Medicine, kanker sarkoma bisa terbentuk di dekat permukaan kulit. Tapi, kanker ini juga bisa bersembunyi di bagian yang jauh dari otot manusia hingga terdeteksi ketika kanker itu sudah stadium lanjut.

Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab dari berkembangnya sel kanker jaringan lunak. Namun, faktor yang meningkatkan resiko terkena sarkoma diantaranya adalah riwayat sarkoma di keluarga, memiliki penyakit kelainan tulang, kelainan genetik seperti neurofibromatosis, sindrom gardner, retinoblastoma, atau sindrom Li-Fraumeni, dan juga yang terpapar radiasi.

Perlu diperhatikan dan di waspadai gejala yang timbul, sebab menjadi tanda terjadinya kanker sarkoma, maka kenali beberapa gejala berikut:
1. Munculnya benjolan yang bisa terasa ketika kulit diraba.
2. Rasa nyeri mulai muncul
3. Jika kanker itu muncul ditulang, bisa menyebabkan kan terjadi patah tulang yang tidak terduga
4. Sakit pada bagian perut
5. Berat badan menurun drastis tanpa adanya melakukan diet

Itulah penjelasan dan juga tanda-tanda gejala yang bisa menimbulkan munculnya kanker sarkoma. Penyakit ini tidaklah mengenal gander, maka siapapun itu perlu waspada untuk mencegah timbulnya penyakit.

Penulis: Sri
Editor: Nazna

Syeikh Rahimuddin Nawawi al-Bantani: Usaha dalam Pandangan Sufi Berpengaruh pada Amal Baik Manusia

0

Serang, lpmsigma.com – Studium Generale kembali diadakan dengan menghadirkan tokoh sufi yaitu Syeikh Rahimuddin Nawawi al-Bantani, yang bertemakan “The Concrete Practice of Sufism in Human Development” yang bertempat di Auditorium Rektorat Lantai Tiga, Rabu (21/02).

Ia memberikan pemahaman bahwa perjalanan tasawuf adalah representasi dari amal baik yang berorientasi kepada Allah SWT. Sehingga, berpesan kepada mahasiswa agar dapat memperdalam lagi pemahaman dan pengalaman dari ilmu tasawuf.

“Sufi berpendapat ketika manusia kembali pada Allah, membetulkan tujuan hidup diciptakannya manusia yaitu untuk beribadah, maka secara fitrahnya manusia itulah perjalanan tasawuf,” ujarnya.

Selain itu, Ia mengatakan tasawuf memiliki dua makna yaitu harekat dan tarekat. Segala usaha dalam pandangan sufi berkaitan dengan amal baik yang dilakukan oleh manusia.

“Dalam tasawuf ada dua makna, pertama harekat dan kedua tarekat. Setiap usaha yang dilakukan oleh manusia, memiliki pengaruh dari pandangan seorang sufi dalam pembangunan manusia berkaitan dengan ikhsan/amal baik yang dilakukan,” jelasnya

Syeikh Rahimuddin Nawawi juga menyampaikan, bahwa agama itu perannya penting dalam kehidupan.

“Agama perlu hadir dalam kehidupan, karena para sufi menyampaikan bahwa kita memerlukan kehadiran Allah SWT dalam kehidupan kita,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Wawan Wahyudin sebagai Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui sambutannya menuturkan, dengan adanya acara ini menjadi momen bagi kampus untuk memperluas jaringan ilmu dan relasi secara internasional.

“Kita upayakan kampus agar dapat memperluas jaringan di Internasional, menyambungkan silaturahmi yang menghasilkan pertukaran pemikiran melalui wawasan keilmuan dengan menghadirkan narasumber yang memiliki luas relasinya,”

Penulis: Naila
Editor: Nazna

Organisasi Kumala Berkolaborasi dengan 6 Primordial Untuk Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

0
Hari Peduli Sampah Nasional
Masa Demonstrasi Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Serang, lpmsigma.com – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, organisasi Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) mengajak enam organisasi Primordial yang terdiri dari Ikatan Mahasiwa Cilegon (IMC), Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA), Keluarga Mahasiswa Pandeglang (KUMANDANG), Forum Silaturahmi Mahasiswa Jakarta (FOSMAJA), Paguyuban Siliwangi Muda (PSM) Jawa Barat dan Himpunan Mahasiswa Karawang (HAMKA) untuk membersihkan sampah di area sekitar Kampus dua UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (21/02).

Manarul, selaku Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan (PTK) menyatakan bahwa kegiatan bersih-bersih diinisiasi oleh Kumala sebagai bentuk memperingati hari sampah nasional.

“Kegiatan ini adalah proker kita dan kita mengajak organisasi Primordial yang ada di lingkungan UIN SMH banten ini,” katanya.

Ia juga menuturkan, bahwasannya kegiatan tersebut sebagai sebuah peringatan dikarenakan sering kali dari diri individu kurang memperhatikan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita.

“Yang sering kita lupakan dari hal kecil bisa merusak lingkungan, apalagi kita mempunyai tanggung jawab pada diri masing-masing,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Babay salah satu partisipasi menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan hari ini agar seluruh mahasiswa peduli dengan lingkungan kampus dan bertanggungjawab dengan sampah pribadi yang telah dipakai.

“Saya berharap acara ini bisa menyadarkan bahwa untuk membuang sampah pribadi kepada tempatnya, supaya tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, sampah ini akan dibuang sesuai dengan tempatnya yakni di tempat sampah-sampah yang berada di lingkungan kampus.

“Sampah ini akan buang ke tempat sampah yang berada di area kampus dua ini, yang tadinya berserakan lalu kita pungut lalu dibuang ke tempat sampah,” tutupnya.

Reporter: Najib
Editor: Een

Lima Aspek Penting dalam Minimalisasi Sampah di Hari Peduli Sampah Nasional

0

Persoalan terkait sampah telah menjadi pusat utama di dunia, tak jarang hal sederhana ini nyatanya dapat merenggut jutaan nyawa manusia.

Tepat pada tanggal 21 Februari, dinyatakan sebagai Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sebagai bentuk dan tujuan agar masyarakat Indonesia dapat lebih peduli terhadap isu permasalahan sampah yang kian melonjak dan tak terselesaikan, yang mana hal ini telah menjadi isu global serta ancaman bagi kita semua.

Mengacu pada data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berdasarkan hasil penginputan data dari 128 Kabupaten/Kota, Indonesia menghasilkan sampah 17,44 juta ton sepanjang 2023. Adapun jenisnya, mayoritas sampah yang berupa sisa makanan dengan proporsi 44,1% dan sampah plastik 18,9%, adapula mayoritas sampah yang berasal dari rumah tangga dengan proporsi 38,7 %, pasar tradisional 20,3% dan pusat perniagaan 18,1%.

Berbicara tentang permasalahan sampah memang tak pernah terselesaikan, namun terdapat lima aspek penting yang perlu diperhatikan untuk dapat meminimalisir pencemaran sampah di kehidupan kita. Menurut Anih Sri Suryani dalam jurnalnya berjudul “The Significance of Waste Bank in Waste Management Effectiveness” menyebutkan lima aspek tersebut diantaranya:

1. Aspek Kelembagaan

Aspek ini tentunya sangat diperlukan dengan adanya lembaga maka bentuk, pola, strategi perencanaan juga penyelesaian dapat bergerak, terarah, serta aktif dalam sistematikanya. Kelembagaan ini meliputi seperti komunitas, organisasi, ataupun kegiatan sosial.

2. Aspek Pembiayaan

Aspek pembiayaan adalah sumber pendanaan yang dibutuhkan agar sistem memiliki kinerja yang baik, seperti pembelian alat daur ulang sampah ataupun alternatif lainnya.

3. Aspek Pengaturan / Dasar Hukum

Aspek ini meliputi aturan pemerintahan terkait komponen sistem yang menjaga pola atau dinamika agar mencapai sasaran secara efektif, seperti melalui UU ataupun PERDA (Peraturan Daerah) guna mengarahkan masyarakat apa yang boleh dan tidak boleh.

4. Aspek Peranan Masyarakat

Aspek ini paling penting dari keempat aspek lainnya, karena persoalan isu terkait sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah ataupun negara, tetapi kita masyarakat juga harus berperan aktif serta peduli akan hal ini.

Dimulai dari membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah anatara organik dan non-organik, serta dapat memahami 3R yakni:
Reduce, yang berarti meminimalisir segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah/polusi misalnya mengurangi penggunaan kantong plastik.
Reuse, ialah menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai, seperti menggunakan botol bekas menjadi vas bunga atau memodifikasi ban bekas menjadi kursi taman.
Recycle merupakan pengolahan sampah untuk dijadikan produk baru, misalnya mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang/kertas seni, mengolah sampah organik (sisa makanan seperti sayur, buah) menjadi kompos (pupuk organik)

5. Aspek Teknik Operasional

Teknik operasional meliputi komponen secara teknisi dalam obyek pengelolaan sampah, seperti tata cara operasional pengelolaan sampah untu kegiatan pewadahan – pengumpulan – pengangkutan – pembuangan akhir.

Itulah lima aspek penting yang dapat kita jadikan acuan serta pemahaman agar dapat mengurangi permasalahan sampah, serta cara lebih baik dan bijak untuk mengasihi bumi kita semua.

Penulis: Tiara
Editor: Nazna

Kenali Spotlight Effect, Ilusi Pusat Perhatian dari Egosentrisme

0

Saat kamu berada di suatu tempat, duduk sendirian di tengah keramaian, apakah kamu merasa semua mata tertuju padamu? Seseorang tertawa, kamu mengira ia menertawakanmu? Apakah kamu sering merasa menjadi pusat perhatian, atau bahkan sebenarnya bisa saja tidak ada yang memperhatikanmu sebanyak yang kamu kira. Itulah yang disebut dengan Spotlight Effect.

Kenneth S. Bordens dan Irwin A. Horowitz berpendapat melalui buku Social Psychology, menurutnya manusia suka berasumsi bahwa orang lain akan mengenali perasaannya. Asumsi tersebut merupakan Spotlight Effect, yakni sebuah fenomena psikologis yang membuat kita berpikir atau beransumsi bahwa orang lain lebih memperhatikan kita daripada yang sebenarnya.

Menurut Piaget dalam journal of personality and social psicology dengan judul “The Spotlight Effect in Social Judgment: An Egocentric Bias in Estimates of the Salience of One’s Own Actions and Appearance“, bahwasannya Spotlight Effect sebagian besar muncul dari egosentrisme yang meliputi pemikiran anak-anak. Maksudnya, dimana ketika anak-anak memiliki pemikiran bahwa semua sudut pandang terhadap dunia adalah sama. Dengan demikian, mereka cenderung menganggap bahwa orang lain memperhatikan dan menghakimi mereka dengan intensitas yang sama seperti yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri.

Namun, meskipun Spotlight Effect sering dikaitkan dengan egosentrisme pada anak-anak, fenomena ini juga biasa terjadi dikalangan orang dewasa. Karena merasa lebih sering mengalami perasaan berlebihan di saat menjadi pusat perhatian dalam situasi sosial, meskipun mungkin tidak seintensitas anak-anak.

Spotlight Effect biasa terjadi akibat rendahnya tingkat kepercayaan diri atau tingginya tingkat self-consciousness yang cenderung lebih rentan. Meskipun menyadari bahwa Spotlight Effect adalah ilusi pusat perhatian yang dapat membuat kita cemas, namun juga dapat membantu kita untuk lebih rileks dalam meningkatkan rasa kepercayaan diri kita pada situasi sosial.

Cara mengurangi efek dari Spotlight Effect, bisa dilakukan dengan melakukan latihan diri untuk mengalihkan fokus dari diri sendiri ke lingkungan sekitar. Jadi, meskipun kita merasa menjadi pusat perhatian dalam situasi tertentu, kita dapat ingat bahwa pandangan orang lain terhadap kita nyatanya tidak seintensitas yang kita bayangkan.

Penulis: Lydia
Editor: Nazna

Kenali Spotlight Effect, Ilusi Pusat Perhatian dari Egosentrisme

0

maian, apakah kamu merasa semua mata tertuju padamu? Seseorang tertawa, kamu mengira ia menertawakanmu? Apakah kamu sering merasa menjadi pusat perhatian, atau bahkan sebenarnya bisa saja tidak ada yang memperhatikanmu sebanyak yang kamu kira. Itulah yang disebut dengan Spotlight Effect.

Kenneth S. Bordens dan Irwin A. Horowitz berpendapat melalui buku Social Psychology, menurutnya manusia suka berasumsi bahwa orang lain akan mengenali perasaannya. Asumsi tersebut merupakan Spotlight Effect, yakni sebuah fenomena psikologis yang membuat kita berpikir atau beransumsi bahwa orang lain lebih memperhatikan kita daripada yang sebenarnya.

Menurut Piaget dalam journal of personality and social psicology dengan judul “The Spotlight Effect in Social Judgment: An Egocentric Bias in Estimates of the Salience of One’s Own Actions and Appearance”, bahwasannya Spotlight Effect sebagian besar muncul dari egosentrisme yang meliputi pemikiran anak-anak. Maksudnya, dimana ketika anak-anak memiliki pemikiran bahwa semua sudut pandang terhadap dunia adalah sama. Dengan demikian, mereka cenderung menganggap bahwa orang lain memperhatikan dan menghakimi mereka dengan intensitas yang sama seperti yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri.

Namun, meskipun Spotlight Effect sering dikaitkan dengan egosentrisme pada anak-anak, fenomena ini juga biasa terjadi dikalangan orang dewasa. Karena merasa lebih sering mengalami perasaan berlebihan di saat menjadi pusat perhatian dalam situasi sosial, meskipun mungkin tidak seintensitas anak-anak.

Spotlight Effect biasa terjadi akibat rendahnya tingkat kepercayaan diri atau tingginya tingkat self-consciousness yang cenderung lebih rentan. Meskipun menyadari bahwa Spotlight Effect adalah ilusi pusat perhatian yang dapat membuat kita cemas, namun juga dapat membantu kita untuk lebih rileks dalam meningkatkan rasa kepercayaan diri kita pada situasi sosial.

Cara mengurangi efek dari Spotlight Effect, bisa dilakukan dengan melakukan latihan diri untuk mengalihkan fokus dari diri sendiri ke lingkungan sekitar. Jadi, meskipun kita merasa menjadi pusat perhatian dalam situasi tertentu, kita dapat ingat bahwa pandangan orang lain terhadap kita nyatanya tidak seintensitas yang kita bayangkan.

Penulis: Lydia
Editor: Nazna

Mengenal Istilah “Silent Majority” Topik Krusial Quick Count Pilpres 2024

0

Tepat sehari yang lalu yaitu 14 Februari 2024, seluruh masyarakat Indonesia telah menentukan pilihannya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 untuk pemerintahan lima tahun yang akan datang.

Pemilu kali ini memunculkan banyak fenomena unik dan berbagai hal menarik, selain itu terdapat pula berbagai istilah baru yang muncul. Salah satu yang menjadi topik krusial adanya istilah Silent Majority.

Silent majority sendiri memiliki definisi berupa kelompok orang yang tidak spesifik mengekspresikan opini secara terbuka. Dalam hal ini berarti pihak pemilih pada Pemilu kali ini yang tidak menunjukkan secara langsung keberpihakannya dalam memilih, baik di kehidupan sehari-hari ataupun melalui media sosial. Pihak tersebut memang selalu ada di setiap Pemilu dengan latar belakang dan maksud yang berbeda-beda.

Silent Majority, pertama kali dikemukakan oleh Warren Harding pada kampanyenya di tahun 1919 silam dan mulai mendapat perhatian lebih oleh Nixon pada 1960-an. Kini kembali menjadi sorotan setelah di bahas oleh para masyarakat Indonesia di berbagai media sosial setelah muncul hasil quick count Pemilihan Presiden yang disiarkan di berbagai stasiun televisi.

Hasil suara dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut dua yaitu Prabowo-Gibran yang rata-rata telah unggul lebih dari setengah keseluruhan suara tersebut menjadi kabar yang cukup menggegerkan.

Hal ini terjadi karena di salah satu media sosial yaitu X, yang menjadi media adu argumen selama kampanye kali ini dinilai tidak menunjukkan dominasi dari pendukung paslon nomor dua.

Selain itu, dari kampanye akbar yang diadakan masing-masing paslon juga terhitung sama meriahnya menjadikan stigma bagi sebagian masyarakat akan terjadinya dua putaran semakin tinggi di Pemilu kali ini.

Meski hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang jika di liat dari jadwal, kemungkinan paling lambat akan diumumkan pada 20 Maret 2024 mendatang. Namun, tidak sedikit masyarakat yang sudah mempercayai data hasil quick count yang memang berasal dari riset berbagai lembaga tidak jauh berbeda jika dilihat dari Pemilu sebelumnya.

Terhitung hingga saat ini hasil quick count dari rilisan resmi KPU ada 81 lembaga menyatakan hasil tidak jauh beda satu sama lain yaitu paslon nomor urut dua yang sudah mendapat lebih dari 50% suara dari total lebih dari 90% data yang telah masuk.

Dapat kita ketahui pula masih banyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang baru selesai melakukan penghitungan keseluruhan pada pagi hari ini. Pihak KPU menghimbau agar masyarakat dapat mengawal perhitungan suara sampai hasil real count resmi diumumkan.

Apapun masih ada kemungkinan terjadi, sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi dan tetap jaga kedamaian untuk mensukseskan Pemilu 2024.

Penulis: Naila
Editor: Nazna

Perilisan Film Dokumenter “Dirty Vote” Dianggap Memicu Paradigma Masyarakat

0

Dirty Vote merupakan film dokumenter Indonesia yang baru dirilis pada Minggu 11 Februari 2024, seketika menjadi trending topik di berbagai platform media sosial setelah dirilis oleh akun youtube PSHK (Pusat Hukum dan Kebijakan Indonesia). Film ini mengangkat tema tentang potensi kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia. Film Dirty Vote yang disutradarai oleh Dandhy Laksono, yang juga merupakan sutradara film “Sexy Killer” dirilis pada masa pemilu tahun 2019 lalu.

Film dokumenter “Dirty Vote” sampai saat ini telah ditonton lebih dari 13 juta kali penayangan. Banyak hal yang sontak menjadi kontroversi, dimulai dengan waktu penayangan yang tepat di hari pertama masa tenang pemilu 2024, isi dokumenter yang tertuju pada pasangan calon presiden tertentu, dan berbagai sosok yang berada di balik film dokumenter ini.

Pada film ini bertujuan untuk membongkar modus-modus kecurangan yang diprediksi maraknya dalam Pemilu 2024, mulai dari manipulasi data pemilih, politik uang, penyalahgunaan media sosial, hingga intimidasi dan kekerasan.

Tak hanya itu, pada film ini juga menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten, seperti Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar sebagai pakar hukum tata negara dan beberapa aktivis serta jurnalis turut serta dalam film ini. Film Dirty Vote, dihadirkan untuk memperkuat analisis dan memberikan gambaran utuh mengenai potensi kecurangan dalam pemilu.

Setelah disimak dari berbagai sumber, film Dirty Vote yang berdurasi hampir dua jam ini berisi hasil penelitian yang dilakukan selama masa PEMILU 2024, berikut beberapa fakta yang terkuak dalam film dokumenter Dirty Vote :

1. Bantuan Sosial (Bansos) yang seketika meningkat grafik penyebarannya di masa pemilu, bahkan melebihi jumlah saat pandemi yang disinyalir menjadi praktik gratifikasi sosial dalam meningkatkan suara pada pemilu.

2. PJ Gubernur, Walikota, dan Bupati yang ditunjuk melalui hasil praktik politik balas budi untuk menciptakan loyalitas pada yang sedang berkuasa.

3. Tekanan dan Intimidasi yang diterima oleh beberapa Kepala Desa agar mendukung Pasangan Calon tertentu.

4. BAWASLU dan KPU yang dinilai masih inkompeten sebagai pihak independen yang menjadi pengawas dan penyelenggara pemilu, karena tidak dapat memberikan teguran keras terhadap berbagai kecurangan yang terjadi selama masa kampanye.

5. Integritas Mahkamah Konstitusi (MK) yang bahkan disebut “Hancurnya palu sidang hingga berkeping-keping”. Dimulai dari isu kepentingan, kontroversi perubahan keputusan dan legitimasi MK sebagai pihak pelindung konstitusi di Indonesia.

6. Fakta mengenai persentase suara dalam penentuan kemenangan pada pemilu. Dijelaskan bahwa, ada beberapa hal yang mempengaruhi kemenangan suara pada pilpres selain mendapat 50% lebih dari jumlah keseluruhan, yaitu telah mendapat suara lebih dari setengah jumlah keseluruhan atau bisa disebut minimal 20 provinsi, dan minimal mendapat suara terbanyak dari 20% dari setiap provinsi di Indonesia.

Meskipun informatif dan membuka mata, film ini tak luput dari kekurangan. Fokusnya yang terlampau pada potensi kecurangan tanpa menghadirkan solusi konkret terkesan menimbulkan ketakutan dan pesimisme. Ditambah lagi, minimnya narasumber dari pihak pemerintah dan penyelenggara pemilu membuat film ini dirasa kurang berimbang.

Selain itu, di berbagai platform media sosial telah beredar pula berbagai reaksi yang dihasilkan. Awalnya, kebanyakan masyarakat Indonesia sangat mendukung adanya film dokumenter ini karena dianggap bentuk keberanian dalam menguak data berbagai kecurangan, yang juga sangat erat kaitannya dengan isu demokrasi Indonesia yang sedang terguncang hebat.

Namun, tepat setelah sehari film tersebut tayang tak sedikit pula yang mulai mengkritik beberapa hal dari adanya film Dirty Vote tersebut. Mulai dari adanya ketidaknetralan para sosok yang terlibat dibalik layar film tersebut, waktu penayangan yang dinilai tidak tepat karena memicu argumen panas yang ada di masyarakat, bahkan menghadirkan reaksi berupa konverensi pers dari pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut dua.

Terlepas dari kekurangannya, Dirty Vote tetaplah film penting yang perlu ditonton. Film tersebut merupakan tamparan keras bagi semua pihak yang selama ini apatis terhadap demokrasi. Film ini mengajak kita untuk kritis terhadap informasi, berani melawan kecurangan, dan aktif dalam menjaga demokrasi.

Film ini juga dapat dijadikan sebagai bahan diskusi dan edukasi bagi aktivis, jurnalis, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mengawal demokrasi yang bersih dan adil.

Dirty Vote bukan sekadar film dokumenter, tetapi sebuah seruan untuk bangkit dan bergerak demi demokrasi yang lebih baik. Film ini mengingatkan kita bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan rakyat, dan hanya dengan partisipasi aktif dan kritis yang dapat menyelamatkan demokrasi .

Dibalik segala kontroversi dan paradigma yang ada dan memengaruhi pada film ini, kita harus mengambil pesan dan memberikan sikap yang lebih bijak. Gunakan suara anda sesuai dengan hati nurani dah hasil pemikiran anda sendiri tanpa pengaruh orang lain. Mari sukseskan pemilu 2024 ini dengan tertib, damai dan adil.

Penulis: Alif & Naila
Editor: Salma

Inilah 5 Jalur Masuk UIN SMH Banten yang Calon Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

0
UIN SMH Banten

Kebanyakan orang mengira masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti Universitas Islam Negeri (UIN) hanya dapat melalui jalur KEMENAG (Kementrian Agama) saja, padahal beberapa UIN juga mulai aktif membuka pendaftaran melalui jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Salah satunya UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Meskipun UIN SMH Banten bisa melalui jalur masuk SNPMB namun, hanya program studi umum yang dapat mendaftar melalui jalur ini, diantaranya S1 Prodi Biologi, Fisika, Informatika, Matematika, dan Kimia.

Nah, berikut jalur-jalur pendaftarn masuk yang ada di UIN SMH Banten:

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

SNBP merupakan jalur yang ditinjau berdasarkan nilai prestasi akademik ataupun non-akademik, umumnya mekanisme jalur ini melalui pendataan sekolah pada kelas 12 yang kemudian didaftarkan ke sejumlah PTN / PTKIN yang dipilih siswa.

Jadwal SNBP 2024:
– Pengumuman Kuota Sekolah: 28 Desember 2023
– Masa Sanggah Kuota Sekolah: 28 Desember 2023 – 17 Januari 2024
– Registrasi Akun SNPMB Sekolah: 8 Januari – 8 Februari 2024
– Registrasi Akun SNPMB Siswa: 8 Januari – 15 Februari 2024
– Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS): 9 Januari – 9 Februari 2024
– Pendaftaran SNBP: 14 – 28 Februari 2024
– Pengumuman Hasil SNBP: 26 Maret 2024

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

SNBT merupakan jalur masuk PTN/PTKIN melalui seleksi ujian tes tertulis, berupa Tes Potensi Akademik (TPA) ataupun Tes Potensi Skolastik (TPS).

Jadwal SNBT 2024:
– Penfdaftaran SNBT: 21 Maret – 5 April 2024
– Pelaksanaan UTBK Gelombang 1: 30 April 2024 & 2 – 7 Mei 2024
– Pelaksanaan UTBK Gelombang 2: 14 – 20 Mei 2024
– Pengumuman Hasil SNBT: 13 Juni 2024
– Masa Unduh Sertifikat UTBK: 17 Juni – 31 Juli 2024

3. Seleksi Prestasi Akademik Nasional – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN)

Persis seperti SNBP, jalur SPAN-PTKIN juga dilakukan berdasarkan penjaringan prestasi akademik atau non-akademik, namun jalur ini dikhususkan pada PTKIN saja seperti UIN, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) maupun Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Jadwal SPAN-PTKIN 2024:
– Pendaftara Sekolah (PDSS): 22 Januari – 5 Februari 2024
– Pendaftaran Siswa: 12 Februari – 15 Maret 2024
– Pengumuman Hasil: 2 April 2024
– Pendaftaran Uang Kuliah Tunggal (UKT): 2 – 16 April 2024
– Verifikasi Data & UKT: 17 – 24 April 2024
– Pegumuman UKT: 25 April 2024
– Pembayaran UKT: 25 April – 6 Mei 2024

4. Ujian Masuk – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN)

Jalur ini pun dikhususkan pada UIN/IAIN/ STAIN namun, mekanismenya melalui seleksi ujian tes tertulis yang diselenggarakan serentak oleh panitia Kementrian Agama.

Jadwal UM-PTKIN 2024:
– Pendaftaran/Pembayaran: 6 Mei – 15 Juni 2024
– Finalisasi Pendaftaran: 6 Mei – 19 Juni 2024
– Pelaksanaan Ujian: 24 Juni – 04 Juli 2024
– Pengumuman Hasil: 17 Juli 2024
– Pendaftaran UKT: 17 – 21 Juli 2024
– Verifikasi Data & UKT: 22 – 24 Juli 2024
– Pengumuman UKT: 25 Juli 2024
– Pembayaran UKT: 25 – 31 Juli 2024

5. Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri (PCMB-Mandiri)

PCMB-Mandiri merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru berbasis tes yang diselenggarakan secara mandiri oleh UIN SMH Banten.

Jadwal PCMB-Mandiri 2024:
– Pendaftaran & Pengisian Data Validasi Oleh Peserta: 10 Juni – 19 Juli 2024
– Pelaksanaan Ujian: 23 – 25 Juli 2024
– Pengumuman Hasil: 2 Agustus 2024
– Pendaftaran UKT: 2 – 8 Agustus 2024
– Verifikasi Data & UKT: 9 – 11 Agustus 2024
– Pengumuman UKT: 12 Agustus 2024
– Pembayaran UKT: 12 – 19 Agustus 2024

Penulis: Tiara
Editor: Nazna