Beranda blog Halaman 60

Mengenal Capung “Sang Bioindikator”

0

Banyak dari kita menganggap bahwa serangga adalah suatu hewan yang mengganggu dan mengerikan, namun nyatanya beberapa serangga tanpa kita ketahui dapat menjadi suatu hal yang penting dalam organisme lingkungan, salah satu contohnya ialah capung. Capung adalah suatu jenis serangga yang termasuk kedalam jenis Ordo/Ordonata, dikarenakan capung memiliki rahang yang bergigi dibagian bibir bawah (labium) dan terdapat tonjolan – tonjolan tajam (spina) yang menyerupai gigi. Ordonata juga disebut sekelompok serangga yang berukuran sedang sampai besar dan kebanyakan dari mereka memiliki warna yang menarik.

Capung (ordonata) salah satu jenis serangga purba, ia hidup sejak jaman karbon kisaran 360 – 290 juta tahun yang lalu dan masih bertahan hingga sekarang. Jenis – jenis capung sangat banyak, menurut Candra Virgiawan, Iin Hindun, dan Sukarsono dalam jurnalnya berjudul “Studi Keanekaragaman Capung (Odonata) sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Brantas Batu – Malang dan Sumber Belajar Biologi” terdapat 5000 spesies capung di Dunia.

Serangga yang satu ini sangat berkaitan erat dengan lingkungan di sekitar terutama air, dari mulai bertelur, lalu menjadi nimfa sampai dengan menjadi capung seutuhnya. Capung termasuk organisme kelompok yang dijadikan sebagai bioindikator, yakni organisme petunjuk yang hidup didalam air, hal tersebut dikarenakan capung sangat peka terhadap faktor – faktor lingkungan seperti suhu, pH, kelembapan udara, serta pada kondisi lingkungan itu sendiri.

Maka dari itu, capung dijuluki sebagai “Sang Bioindikator” hal ini dikarenakan capung dapat menjadi sebuah alat ukur atau petunjuk bagi suatu lingkungan tepatnya, sehat atau tercemarnya suatu lingkungan. Dengan melalui metode biomonitoring (bioassessment), yakni suatu metode dalam Ilmu Biologi yang menjelaskan terkait monitoring kualitas air secara biologi yang dilakukan dengan melihat keberadaan kelompok organisme petunjuk (bioindikator) yang hidup di dalam air.

Tentunya tak banyak orang tahu fakta dari serangga yang diacuhkan dan dianggap hal yang sepele serta mengganggu, nyatanya menjadi suatu indikator penting dalam kehidupan lingkungan sekitar. Sebagaimana kita hidup secara berdampingan dengan lingkungan karena itu kita perlu tahu apakah lingkungan tempat kita tinggal sehat dan bersih atau sebaliknya.

Penulis: Tiara
Editor: Een

 

HMBM Adakan Pembinaan Mahasiswa KIP-K dengan Datangkan Pemateri dari Sobat Pena

0

Serang, lpmsigma.com – Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (HMBM) Universitas Islam Negri Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, menggelar Pembinaan Mahasiswa KIP-K (PMK) bagi mahasiswa angkatan KIP-K 2020, kegiatan tersebut merupakan rutinitas tahunan mahasiswa KIP-K untuk meningkatkan kepenulisan skripsi, yang dilaksanakan dari tanggal 15 hingga 18 Desember diisi dengan pemateri-pemateri dari Sobat Pena, Selasa (19/12).

Khoirul Anwar, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi KIP-K angkatan 2020 agar mendapatkan edukasi penulisan tentang skripsi.

“Acara ini untuk memudahkan dalam mengerjakan skripsi bagi mahasiswa KIP-K angkatan 2020, sesuai dengan tema acara ini, yakni pembinaan skripsi,” ucapnya.

Siti Nurhayati, selaku CEO Sobat Pena menyatakan skripsi masih relevan dan efektif untuk meningkatkan skill mahasiswa, hal ini dibuktikan oleh antusias para peserta untuk memahami sederet panduan mengenai tata cara penyusunan skripsi.

“Sangat Relevan dan Efektif dibuktikan dari respon peserta, kemudian dibuktikan dengan adanya hasil pretest dan posttest, 80% peserta memahami sistematika dan panduan penyusunan kepenulisan skripsi setelah mengikuti pembinaan ini”, ujarnya.

Ia juga menyampaikan, harapan untuk peserta supaya termotivasi untuk mengubah pemikiran bahwa mengerjakan skripsi adalah suatu kegiatan yang menyenangkan dan berharap supaya mahasiswa KIP-K dapat lulus tepat waktu hingga 8 semester.

“Harapannya, selain peserta termotivasi dan dapat mengubah mindset para mahasiswa dalam menyusun skripsi adalah suatu hal yang mudah dan menyenangkan, tetapi peserta dapat menentukan planning dengan adanya noble purpose (tujuan mulia),” harapnya.

Reporter: Najib
Editor: Salma

Temukan Ketenangan Di Tengah Kebisingan melalui Mindfulness

0

Sadar gak sih, ditengah hiruk-pikuk kehidupan yang kian berkecamuk membuat kita sulit untuk menemukan ketenangan? Apalagi di era yang penuh kebisingan dan tekanan ini. Seseorang bahkan mencoba untuk menemukan fase kedamaian dalam ruang kecil kesadarannya.

Istilah ‘mindfulness‘ atau kesadaran penuh muncul menjadi kunci untuk individu dalam menemukan ketenangan batin. Dengan fokus pada pernapasan dan kesadaran setiap momen, banyak orang meredakan stres melalui praktik mindfulness.

Kesadaran, pada dasarnya, memiliki kekuatan, terutama ketika perhatian difokuskan. Dengan menyadari situasi di sekitar kita, kita bisa memulai proses pembebasan dari kesibukan mental dan emosi yang sulit.

Goleman, seorang pemikir, berpendapat dalam jurnal yang berjudul “Mindfulness Meditation” bahwa mindfulness ini adalah satu dari dua bentuk meditasi yang identik dengan meditasi konsentrasi atau kesadaran.

Meditasi mindfulness sendiri merupakan praktik yang fokus pada situasi terkini, sehingga dapat menerima penilaian terhadap pikiran, perasaan, dan sensasi. Dalam praktiknya meditasi mindfulness menggabungkan antara meditasi dengan teknik pernapasan dan kesadaran tubuh serta pikiran.

Dengan demikian, mindfulness ini dapat membantu seseorang, untuk mengurangi reaktivitas emosional dalam mencapai ketenangan di tengah kebisingan. Ini artinya, mindfulness bukan hanya tentang sekedar trend belaka, tetapi sering dianggap sebagai strategi menjalani gaya hidup yang lebih sadar.

Penulis: Lydia
Editor: Een

Hasil Survei Mengatakan Pria Malas Mengganti Seprai, Ada Dampaknya bagi Kesehatan!

0
Kamar tidur adalah ruangan yang bersifat pribadi dan harus dijaga kebersihannya semaksimal mungkin demi menjaga kesehatan diri. Namun, tak banyak dari kita khususnya para pria yang minim kesadaran dalam membersihkan kamarnya.
Pada tahun 2022 ada survei yang mengatakan para pria malas untuk mengganti seprai, YouGov sebuah perusahaan firma riset pasar dan analisis data yang berbasis internet International British Raya menganalisa bahwa ada 2.250 orang dewasa di inggris. Dari 2.250 laki-laki 50 persen diantaranya belum memiliki pasangan yang mana hal ini mempengaruhi waktu pemakaian seprai yang sama hingga empat bulan, sedangkan 12 persen responden tidak mengganti seprai untuk waktu yang lebih lama.
Idealnya, secara kesehatan seprai harus diganti minimal dua minggu sekali dikarenakan banyak kotoran atau kuman yang berada pada seprai tersebut, Philip Tierno dari New York University School of Medicine juga mengungkapkan bahwa mengganti sprei memiliki waktu sekitar satu atau paling lama dua minggu sekali. Namun tergantung seberapa parah kotoran yang ada di seprai tempat tidur.
Hal buruk ini juga sering kali di anggap sepele sehingga menimbulkan pola pikir bahwa tindakan ini adalah hal yang di sengajakan atau sering kali diabaikan lantaran padatnya aktivitas sehingga melupakan kebiasan buruk ini.
Laura Baillie selaku dosen ilmu sosial Open University di Inggris juga mengatakan bahwa kebiasaan ini adalan tanda-tanda “weaponised incompetence”, atau ketidakmampuan yang disengaja. weaponised incompetence sendiri adalah kondisi dimana yang seharusnya kita kerjakan namun hal itu tidak kita anggap atau membiarkan pekerjaan itu di kerjakan oleh orang lain, misalnya membersihkan kamar yang kotor seharusnya dibersihkan oleh yang menempati kamar tersebut namun alih-alih dibersihkan, orang tersebut menunggu kamarnya dibersihkan oleh orangtuanya.
Dampaknya dari tidak mengganti seprai secara tidak teratur dan tidak membersihkan seprai ini bisa menimbulkan berbagai penyakit, yakni bisa menyebabkan berbagai macam penyakit kulit, hal ini disebabkan debu yang kotor menumpuk di seprai sehingga kuman dan bakteri akan menyerang kulit hingga menimbulkan iritasi dan gatal.
Penulis: Najib
Editor: Een

Rian Fahardhi: Untuk Menjadi Generasi Emas Tidak Apa-apa Sesekali Cemas

0

Serang, lpmsigma.com – Seminar Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Dema UIN SMH Banten dalam acara UIN Banten Festival (UBF), menghadirkan Rian Fahardhi sebagai Presiden Gen Z dan Founder Naran Id yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 Kampus 1 UIN SMH Banten, Sabtu (16/12).

UBF ini merupakan salah satu program kerja DEMA UIN SMH Banten. Acara tersebut berisi beberapa rangkaian acara seperti Diklat Pimda I atau pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat dasar, Seminar Nasional Pendidikan, dan rembug pemuda.

Rian Fahardhi, Presiden Gen Z, sekaligus Founder Naran Id yang menjadi pembicara tunggal pada Seminar Pendidikan Nasional, menyampaikan dalam sambutannya, untuk bisa menjadi generasi emas, tidak apa-apa sesekali merasa cemas.

“Ini yang harus dilakukan untuk bisa menjadi generasi emas. Tidak apa-apa sesekali cemas, cemas kalau hari ini tidak bisa menghirup udara segar, cemas karena korupsi merajalela,” ujar Rian.

Wildan, selaku Presiden Mahasiswa menuturkan bahwa UBF ini adalah program terbesar di masa kepemimpinannya.

“UBF ini merupakan salah satu program terbesar di masa kepemimpinan saya,” tuturnya.

Wildan juga menyampaikan harapannya dengan digelarnya kegiatan ini, agar mahasiswa dapat mengaktualisasikan ilmu dan pengetahuannya tentang kepemimpinan di kehidupannya.

“Saya harap dengan diselenggarakannya kegiatan seperti ini mahasiswa dapat mengaktualisasikan ilmu dan pengetahuannya tentang kepemimpinan di kehidupannya, juga dapat memberikan motivasi untuk terus berproses di lini sektor manapun,” ucapnya.

Reporter: Nazna
Editor: Salma

Peringatan 16 HAKTP : Kenali Hukumnya, Lindungi Korbannya

0

Serang,lpmsigma.com – Dalam rangkaian Peringatan 16 Hari Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Yayasan Bantuan Hukum dan Pendidikan (BAKUMDIK) Banten, Menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema “Kenali Hukumnya, Lindungi Korbannya”, yang bertempat di Kantor BAKUMDIK Banten. Kamis, (14/12).

Ahmad Baidhowi, Koordinator BAKUMDIK, Menjelaskan diskusi publik ini, dilatarbelakangi oleh belum tuntasnya isu-isu yang melibatkan perempuan sebagai korban sehingga timbulnya permasalahan-permasalahan hingga saat ini, terkhusus di Provinsi Banten.

“Acara ini lahir dari keresahan, karena sampai saat ini masih banyak isu isu perempuan yang belum tuntas, entah itu dari Undang undang TPKS, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan ini menjadi pembahasan yang menarik kita kaji,” Ujar Baidhowi dalam sambutannya.

Salah satu diantara pembicara Wirda Garizahaq seorang praktisi hukum, mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual dikalangan masyarakat.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kekerasan seksual, salah satunya bersumber dari nafsu, kemudian dari segi budaya, lingkungan, tontonan dan kurangnya pengawasan dari orang tua,” Jelas Wirda.

Kemudian, pembicara kedua, Qaulan Syadida, fasilitator BAKUMDIK, menjelaskan pengalamannya terkait banyaknya kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi diranah pendidikan khususnya kampus, yang masih ditutupi.

“Ketika saya berada dilingkungan kampus, tanpa kita sadari, banyak sekali kasus pelecehan kampus, namun kenyataannya pihak kampus justru terkesan menutupi kasus pelecehan tersebut, tentu ini menjadi sebuah ironi,” Tegasnya.

Terkait diskusi yang dihadiri puluhan peserta dengan latar belakang dari beragam lembaga, organisasi, dan perseorangan, diakhiri dengan melontarkan pertanyaan, pernyataan, dan saling bertukar pengalaman.

Reporter: Aldi
Editor: Een

LPM SiGMA Raih Juara Ke-2 sebagai Bukti Mampu Berkompetisi Ditingkat Nasional

0

Serang, lpmsigma.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA berhasil meraih juara dua kategori media sosial pada ajang kompetisi LPM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Challenge 2023 yang diadakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dengan tema Penguatan Moderasi Beragama di Ruang Digital berlangsung dari tanggal 23 November – 5 desember 2023, Kamis (14/12)

Kompetisi ini diikuti oleh peserta antar LPM PTKI tingkat Fakultas ataupun Perguruan Tinggi satu Indonesia dengan enam kategori perlombaan yakni, penulisan opini atau essai, penulisan features, fotografi, video pendek, website, dan media sosial.

Taufik Hidayat selaku Pimpinan Umum LPM SiGMA menuturkan, tentunya kemenangan ini menjadi sebuah kebanggan akan tetapi belum bisa menjadi kunci kesuksesan LPM SiGMA namun dapat dijadikan suatu pembuktian bahwa SiGMA mampu bersaing dalam kompetisi kancah nasional.

“kemenangan ini belum bisa dikatakan menjadi kunci kesuksesan bagi SiGMA dikarenakan SiGMA belum bisa berpartisipasi dalam perlombaan – perlombaan ditingkat nasional ataupun daerah, tetapi kemenangan ini bisa menjadi suatu pembuktian bahwasannya SiGMA mampu bersaing dikancah nasional,” ujar Taufik Hidayat saat diwawancarai oleh kru SiGMA.

Selain itu, ia juga menambahkan harapannya dari kemenangan ini dapat menjadi kunci serta awal mampunya anggota SiGMA untuk bersaing di kancah nasional, ia juga berharap untuk kedepannya SiGMA dapat bisa lebih banyak meraih penghargaan dan mengikuti perlombaan-perlombaan.

“Harapan saya dari kemenangan ini dapat dijadikan kunci dan pegangan bagi anggota SiGMA bahwa SiGMA juga bisa dan layak ikut serta dalam perlombaan – perlombaan dalam tingkat nasional, dan saya juga berharap untuk kedepannya SiGMA bisa lebih banyak meraih penghargaan dan mengikuti perlombaan. Oleh karena itu dari kemenangan ini harus lebih baik lagi dan harus lebih banyak lagi kemenangan di hari yang akan datang,” tambahnya.

Ditempat lain, Rifki Ramdhan selaku Ketua Produksi LPM SiGMA yang menghadiri menjadi perwakilan LPM SiGMA mengatakan bahwa kemenangan ini tak lepas dari peran dukungan dan kontribusi teman–teman LPM SIGMA, meskipun persiapan dalam mengikuti perlombaan sangat singkat dikarenakan adanya beberapa kendala diluar kendali.

“Tentunya kemenangan ini tak lepas dari peran dan dukungan juga kontribusi teman – teman LPM SIGMA, baik itu berupa pemikiran, waktu, ataupun jasa. Meskipun persipan kami dalam mengikuti perlombaan sangat singkat dikarenakan adanya beberapa kendala diluar kendali kami,” katanya.

Terakhir, ia juga menuturkan terkait motivasi LPM SIGMA dalam mengikuti perlombaan ini guna memperbanyak pengalaman, mengasah skill agar pencapaian LPM SIGMA dapat bisa lebih maksimal kedepannya.

“Motivasi LPM SIGMA mengikuti perlombaan tentunya untuk memperbanyak pengalaman, mengasah soft skill kami agar kedepannya pencapaian LPM SIGMA bisa lebih maksimal lagi,” tutupnya.

Reporter: Tiara
Editor: Een

Inilah Deretan Wisudawan Terbaik UIN SMH Banten, pada Wisuda Sarjana ke-36 dan Pasca Sarjana ke-22

0

Serang, lpmsigma.com – Wisuda Sarjana ke-36 dan Pascasarjana ke-22 UIN SMH Banten menghasilkan deretan nama wisudawan terbaik dengan predikat pujian dari jumlah keseluruhan sebanyak 879 wisudawan, pada Sabtu (09/12).

Berikut ini adalah deretan nama wisudawan terbaik tingkat sarjana yang telah ditetapkan oleh UIN SMH Banten :
1. Muhammad Iqbal Sihabuddin, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,83
2. Syifa Oktaviani, Mahasiswa Fakultas Syariah dengan IPK 3,79
3. Sofia Nurun Nabila, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab dengan IPK 3,82
4. Sekar Annastasya Lestari, Mahasiswa Fakultas Dakwah dengan IPK 3,80
5. Neng Ipin Oktaviani, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,79
6. Rifka Nurbayti, Mahasiswa Fakultas Sains dengan IPK 3,77

Sementara itu, untuk wisudawan terbaik dari tingkat Pascasarjana Magister yaitu Muhammad Syukri IPK 3,92 dan Doktor yaitu R.Asep Hidayat Sugiri IPK 3,81

Di waktu yang sama, para wisudawan terbaik mendapat apresiasi berupa tabungan pendidikan sebesar Rp2.000.000 bagi wisudawan Pascasarjana dan Rp1.500.000 bagi wisudawan sarjana yang diberikan oleh BSI, BTN dan BNI.

Rifka Nurbayti, salah satu wisudawan terbaik membagikan rasa syukurnya karena telah mendapatkan predikat sebagai wisudawan terbaik, yang tidak luput dari bimbingan para dosen selama pembelajaran.

“Jujur tidak menyangka banget bisa di posisi ini. Selebihnya bersyukur karena dipertemukan dengan dosen-dosen yang baik selama proses pembelajaran,” ucapnya.

Ia juga berpesan, bahwa kita dapat mengambil pelajaran dari manapun dan siapapun, sehingga tidak perlu ragu untuk membagikan ilmu.

“Dimanapun tempatnya, tempat itu pasti memberikan banyak pembelajaran dan dengan siapapun kita bertemu, orang yang kita temui itu adalah guru untuk kita, pesannya jangan pelit dengan ilmu yang kita punya,” tutupnya.

Reporter : Naila
Editor: Salma

UIN SMH Banten Kukuhkan 879 Wisudawan dengan Rata-Rata IPK 3.61

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri (UIN )Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, kembali menggelar wisuda sarjana ke-36 dan Pascasarjana ke-22 bertempat di Gedung Convention Center Hall. 879 Wisudawan memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) dengan rata-rata 3.61. Sabtu (9/12).

Kelulusan ini terdiri dari program Doktoral, Pascasarjana dan Sarjana. Wawan Wahyudi, Rektor UIN SMH Banten dalam sambutannya mengatakan jumlah wisudawan pada hari ini. Diantaranya dua orang program Doktoral, 64 masgitester dan 813 sarjana.

“Jumlah wisudawan kali ini berjumlah 879 orang yang terdiri dari, program Doktoral dua orang, Magister 64 orang dan Sarjana 813 orang,” ujar Wawan.

Ia juga menyampaikan menyampaikan rata-rata IPK wisudawan dari program Doktoral, Pascasarjana dan Sarjana.

“Di wisuda kali ini rata-rata IPK wisudawan yaitu program Doktoral 3,78 magister 3,78 dan program sarjana 3,61,” tuturnya.

Sebelum menutup sambutannya Wawan menyampaikan harapannya kepada Wisudawan, semoga dengan ilmu yang telah di dapat bisa menjadi sarjana yang bermanfaat dan berguna bagi Musa dan Bangsa.

“Dengan ilmu yang telah di dapat sekarang, semoga menjadi bekal yang yg bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” tutupnya.

Reporter: Enjat
Editor: Een

Salah Satu Bentuk Respon Kekerasan Terhadap Perempuan : KEMENPP DEMA-U Adakan Diskusi Publik

0

Serang, lpmsigma.com – Memperingati hari anti kekerasan terhadap perempuan Kementrian Pemberdayaan Perempuan (KEMENPP) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, melakukan Diskusi Publik yang mengusung tema “Bersama Kita Melepas Belenggu Sikap Intoleran Kekerasan Terhadap Perempuan di Lingkungan Pendidikan” yang berlangsung di Pelataran Gedung FTK A, Rabu (6/12).

Kholifatu Saroh, selaku Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan DEMA-U, mengatakan bahwa kegiatan diskusi publik ini merupakan salah satu bentuk respon dari kekerasan terhadap perempuan.

“Hal ini sebagai salah satu bentuk respon terkait kekerasan terhadap perempuan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan khususnya di kampus UIN SMH Banten sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa kampus harus bisa lebih responsif lagi terkait kasus kekerasan berbasis gender khususnya kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kampus harus bisa responsif lagi terhadap kebijakan Mentri terkait kasus kekerasan berbasis gender khususnya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ahmad Wildan Sahuri selaku Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten, menuturkan harapannya setelah diadakan nya diskusi publik ini dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

“Harapan saya dengan adanya diskusi ini dapat memberikan wawasan baru terhadap mahasiswa UIN SMH Banten, yang nantinya dapat tercipta lingkungan kampus aman dan bebas dari kekerasan seksual,” tutupnya.

Reporter: Enjat
Editor: Salma