Beranda blog Halaman 64

Radar Banten Ajak Mahasiswa UIN SMH Banten Membangun Jurnalis Muda

0

Serang, lpmsigma.com – Radar Banten adakan Goes To Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Dakwah bertempat di Lantai tiga, pada Senin (09/10).

Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah (Fada) yaitu Endad Musaddad, serta dihadiri oleh mahasiswa UIN SMH Banten khususnya mahasiswa Fada. Tujuan diselenggarakan acara tersebut adalah mampu menyaring mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalis, serta mampu melahirkan jurnalis-jurnalis muda.

Nurbayeti, selaku panitia acara Radar Banten Goes To Campus, menuturkan bahwa acara ini memiliki tujuan untuk mengedukasi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang jurnalistik.

“Kita mencari mahasiswa untuk yang minat atau bakat di dunia jurnalistik, nantinya kita mengajak bergabung dalam komunitas generasi Radar Banten, mahasiswa akan melakukan pelatihan dan praktisi profesional agar mendapat ilmu tentang jurnalistik yang gratis,” tuturnya.

Solihatin, selaku peserta Radar Banten Goes To Kampus mengatakan ketertarikan dalam mengikuti acara tersebut, karena berhubungan dengan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

“Karena acara hari ini berhubungan dengan jurusan KPI, saya bersyukur dengan adanya acara ini saya ingin juga lebih lanjut mengetahui tentang Radar Banten yang belum saya ketahui,” ucap Solihatin.

Ia juga menambahkan, bahwa dari acara ini mendapat manfaat seperti fakta unik Radar Banten dan manfaat penggunaan media digital yang efektif.

“Dari acara ini, saya mendapatkan fakta unik Radar Banten yang belum saya ketahui dan juga manfaat penggunaan media digital secara efektif. Saya mendapat kesempatan untuk berinteraksi kepada pemateri,” tambahnya.

Reporter: Mg_Malik
Editor: Salma

Maulana Hasanuddin Competition Perdana di Gelar dalam Rangka Dies Natalis UIN SMH Banten Ke-61

0

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menggelar Maulana Hasanuddin Competition (MHC) 2023 yang merupakan acara perdana dalam rangka Dies Natalis UIN SMH Banten ke-61, pada Senin (09/10).

Acara MHC 2023 sebagai kegiatan pertama yang di gagas oleh para Ketua Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dengan mengadakan perlombaan antara Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan berbagai Universitas di Banten.

Wawan Wahyudin, selaku Rektor UIN SMH Banten, membuka acara tersebut secara simbolis menggunakan gong serta menyampaikan terimakasih kepada para Ormawa dan harapannya agar MHC 2023 berlanjut hingga tahun yang mendatang.

“Terimakasih kepada para Ormawa yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dan saya berharap acara MHC 2023 bisa berlanjut dan berkembang untuk menggapai visi UIN SMH Banten,” ucapnya.

Muhani, selaku Ketua Pelaksana MHC 2023, menuturkan bahwa harapan dari kegiatan ini dapat menjaga silaturahmi antar SLTA dan Universitas dan berjalan dengan lancar.

“Harapan kami selaku panitia, kegiatan ini bisa menjaga silaturahmi antar SLTA maupun Universitas se-Banten, dan pastinya saya juga berharap acara ini dapat di laksanakan dengan lancar dan sukses sampai selesai,” tuturnya.

Alpedi, selaku perwakilan Walikota Serang menyampaikan pesan momen dalam acara ini adalah salah satu upaya untuk mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul dan dapat mendorong semangat akademik.

“Kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk mencetak SDM unggul di masa bonus demografi. Kami juga berharap agar UIN bisa berupaya membantu mendorong semangat akademik,” ujar Alpedi.

Reporter: Ratu & Ayu
Editor: Salma

Mahasiswa KPI Tanyakan Komunitas Fakultas yang Tak Kunjung Terlihat

0
Komunitas Fakultas

Serang, lpmsigma.com – Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), mempertanyakan komunitas Fakultas Dakwah yang tak kunjung terlihat yaitu komunitas Jurnalistik, komunitas Radio dan komunitas Televisi, Kamis (5/10).

Rattu, sebagai mahasiswa KPI mengatakan bahwa komunitas ini hanya diperkenalkan di kegiatan Orientasi Studi Jurusan (OSJUR) saja, tetapi kenyataannya tidak ada implementasi yang dilakukan dari ke empat komunitas tersebut.

“Kita butuh informasi tentang ke empat komunitas tersebut, ketika saya mahasiswa baru, saya tertarik dengan salah satunya komunitas Televisi untuk wadah saya mengembangkan bakat. Tetapi, saat menjadi mahasiswa semester satu sampai sekarang tidak pernah mendengar empat komunitas tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Sahrul selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) KPI, menuturkan ke empat komunitas tersebut sudah tidak di pegang oleh jurusan, tetapi sudah di pegang oleh Fakultas Dakwah.

“Komunitas itu sudah tidak di pegang jurusan semenjak kepengurusan HMJ 2021-2022, yang diketuai oleh Teguh dan sekarang empat komunitas dipegang oleh fakultas, HMJ tidak tahun tentang komunitas ini sekarang,” tuturnya.

Ilham Saputra, selaku Wakil Ketua Dema FADA, menjelaskan alasan komunitas redup dikarenakan terkendala oleh Covid-19 yang menyebabkan kehilangan regenerasi dan penolakan ketua-ketua komunitas untuk di ambil alih oleh fakultas.

“Sebenarnya ke empat komunitas itu sudah redup di tahun 2020, oleh karenanya tidak ada regenerasi yang melanjutkan. Ketua komunitasnya juga sudah menjadi alumni, jadi ketika fakultas ingin mengambil alih di tolak karena pastinya memiliki history masing-masing,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Helmy Faizi selaku Wakil Dekan tiga FADA, menegaskan terjadinya hal ini karena kesalahpahaman antara fakultas dan komunitas yang belum bisa melahirkan keputusan dan kesepakatan bersama.

“Tahun lalu, saya kumpulkan semua komunitas yang ada di fakultas untuk rencana penyatuan komunitas berbasis prodi menjadi komunitas setingkat fakultas, tapi beberapa komunitas menolak yang berakhir pihak fakultas tidak mengeluarkan kebijakan terkait komunitas,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, Fakultas FADA akhirnya meluncurkan program baru yang bernama Rumah Padi memiliki tujuan sama dengan komunitas untuk membina potensi-potensi mahasiswa fakultas.

“Fakultas membuat program baru yang bernama Rumah Padi tujuannya sebagai mahasiswa mengembangkan potensi-potensi mereka,” tutupnya.

Reporter: Mg_Pitaloka
Editor: Salma

Dampak Kerja Kelompok bagi Autisme

0

Seorang autis dapat dipahami sebagai gangguan perilaku yang dialami oleh seseorang, sehingga kesulitan dalam melakukan komunikasi dan interaksi sosial. Keadaan ini membuat dirinya sangat sulit bersosialisasi dengan lingkungannya, akibat dari kelainan perkembangan saraf otak atau disebut gangguan spektrum autisme.

Jika kita lihat sebuah pembelajaran di dalam kelompok, tentunya bisa membuat seseorang yang mengidap autisme mendapat interaksi antar kelompok dengan cara memberikan khusus kepadanya.

Dalam hal ini, ketika kesulitan menghadapi orang banyak terkhusus autisme. Pembelajaran dengan melibatkan mahasiswa maupun dosen menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, bisa menimbulkan interaksi yang stimulus dan respon bagi mahasiswa autis sehingga dapat menimbulkan interaksi mahasiswa autis dengan mahasiswa non-autis.

Metode yang dapat membantu semua mahasiswa menumbuhkan interaksi mahasiswa adalah metode kerja kelompok.Tetapi, sebagian mahasiswa beranggapan dengan adanya metode kerja kelompok ini dapat mempersulit dan mahasiswa menyepelekan tugas. Karena pasti adanya mahasiswa yang hanya mengandalkan teman kelompoknya atau bisa dikatakan teman circlenya.

Hal ini memberikan dampak yang kurang baik bagi mahasiswa yang mengidap autisme, dikarenakan kesulitan berinteraksi dengan orang banyak dan juga tidak bisa mengeluarkan pikiran mereka. Penyebabnya, sebagian mahasiswa menyepelekan tugas yang diberikan dosen.

Keadaan seperti ini membuat mahasiswa non autis kesulitan dalam berinteraksi sosial, pertemanan yang didalamnya terdapat pertemanan pastinya membuat sebagian orang merasa tidak nyaman sekalipun yang bukan memiliki gangguan autisme. Itulah penyebab mahasiswa dapat berkembang dengan mengeluarkan pemikirannya.

Tetapi menurut sebagian mahasiswa,kerja kelompok dapat meningkatkan keterampilan akademi, tugas sosial, maupun memperkuat hubungan pertemanan yang lebih berarti. Walaupun dalam segi fisik mahasiswa autis, sama dengan mahasiswa normal hanya saja yang membedakan proses perkembangan pikiran dan perkembangan perilaku yang dimana menjadi hambatan untuk mahasiswa autis dalam berinteraksi .

Kerja kelompok untuk mahasiswa autisme cenderung lebih tidak peduli dengan keadaan sekitar. Sehingga mengakibatkan motivasi untuk belajarnya menjadi rendah. Jadi cobalah untuk selalu mengajak siapapun itu orangnya, karena kita tidak tahu seperti apa orang tersebut di kehidupannya.

Penulis: Mg_Pitaloka
Editor: Salma

Keluarga ce-MARAH

0

Oleh: Fachru Isyraqi, Fakultas Dakwah

memanas bak kompor menyala
realistis anak butuh kebebasan,
namun orangtua membatasinya kebablasan.

seperti menggembala kambing
dipaksa untuk jalan sesuai jalur yang benar agar sampai menuju kandang untuk
beristirahat dengan aman dan nyaman.

membantah dengan penuh amarah.
“kebebasan dibatasi oleh aturan”

orang tua seperti ayam berbicara
menasehati dengan sepenuh hati
didengar mentah oleh sang buah hati.

tetes keringat menjadi bahan makanan,
dikasih aturan malah melawan arus kehidupan.

dimana seorang ainun yang tidak sakit hati.
badan terbaring lemas sehabis bekerja,
fisik yang mulai melemah karena usia
tak habis pikir aturannya dilanggar begitu saja dengan rasa tidak bersalah.

Belajar Menerima dan Menyadari Pentingnya Keluarga dari Film Sweet 20

0
Pentingnya Keluarga

Sweet 20 merupakan  film drama komedi musikal yang merupakan Remake dari film korea berjudul Miss Granny yang dirilis pada tahun 2014. Film ini juga merupakan karya kolaborasi antara rumah produksi Indonesia, Starvision plus dengan rumah produksi asal korea Selatan CJ Entertainment.  Film ini disutradarai oleh Ody Harahap, dan dirilis pada 25 juni 2017.

Mengisahkan tentang seorang nenek berumur 70 bernama Fatmawati. Ia tinggal bersama anaknya yang merupakan seorang dosen, Aditya dan juga menantunya Salma, serta dua cucunya, Luna dan Juna. Salma dan anak-anak Aditya seringkali merasa bahwa nenek Fatmawati begitu bawel dan cerewet, namun Adiyta tetap menyayangi ibunya tersebut

Fatmawati pun begitu bangga dengan Aditya. Namun suatu hari ia mendengar percakapan anak dan menantunya tersebut yang mengatakan  bahwa mereka akan mengirimkan nenek Fatmawati ke panti jompo.  Fatmawati yang sedih mendengar hal tersebut memutuskan pergi diam-diam dari rumah hingga sampai pada salah satu jalan, ia melihat sebuah studio foto bernama forever young. Fatmawati pun terpikirkan untuk memotret dirinya di studio tersebut agar memiliki foto yang bisa di pajang di hari pemakamannya kelak

Saat bersiap foto, Fatmawati meminta agar sang fotografer membuatnya tampak muda dan cantik. Sang fotografer pun berkata bahwa ia akan membuat nenek tersebut terlihat lebih muda lima puluh tahun. Setelah selesai di foto. Wajahnya Fatmawati Kembali cantik dan kekuatan fisiknya Kembali seperti saat muda dulu. Meski senang, Fatmawati juga bingung karena ia tak mungkin pulang kerumah Aditya dalam kondisi seperti itu

Fatmawati pun memilih untuk menyewa kamar kos di tempat Hamzah, kakek lanjut usia yang juga sahabatnya namun telah menyimpan rasa suka pada sosok Fatmawati sejak muda. Fatmawati pun mengubah identitasnya menjadi Mieki Wijaya, seperti nama artis idolanya.

Ternyata Mieki Wijaya bukan hanya cantik saja melainkan memiliki suara yang begitu indah. Suara dan penampilannya pun menarik hati tiga orang pria. Mereka adalah Hamzah, yang sejak dulu mengagumi Fatmawati, Alan produser musik yang terpikat melihatnya bernyanyi dan Juna, cucunya sendiri yang memintanya untuk menjadi vokalis band-nya.

Mieke pun meraih kesuksesan sebagai penyanyi band dan banyak dipuja-puja para pria. Sementara sang anak, Aditya masih bingung mencari ibunya yang hilang. Suatu hari, sebuah kecelakaan pun menimpa Juna, dimana ia harus mendapatkan transfusi darah yang sesuai. Fatmawati memiliki darah yang sesuai dengan Juna, namun ia akan Kembali ke sosok semula jika melakukannya

Demi cintanya kepada sang cucu, Mieke pun melakukan hal tersebut. Ia Kembali menjadi sosok Fatmawati, namun hidupnya berubah. Ia bisa lebih Bahagia serta memahami anak dan keluarganya

Pada akhirnya, film ini akan mengingatkan penonton tentang betapa pentingnya arti sebuah keluarga. Sweet 20 juga mengajarkan  bahwa seberapa buruk pun anggota keluarga kita, mereka adalah orang-orang terbaik yang kita miliki yang sosoknya takkan pernah bisa tergantikan.

Penulis : mg_rizki

Editor: Rubi

Sidang Umum Satu: SEMA-U Soroti Kinerja DEMA-U

0

Serang, lpmsigma.com – Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) telah melaksanakan Sidang Umum kesatu Masa Sidang 2023 dengan mengangkat dua pembahasan, yaitu program legislasi universitas dan evaluasi kinerja Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), Selasa (03/10).

Adli, selaku Ketua Panitia Khusus Program Legislasi Universitas, mengatakan bahwa dalam periode tahun ini akan ada beberapa perubahan terkait kinerja DEMA-U yang tertuang dalam undang-undang.

“Pada periode kali ini insyaallah akan ada beberapa perubahan atau revisi terkait beberapa undang-undang, penambahan undang-undang serta perubahan nomenklatur,” ujarnya.

Di sisi lain, Ilham Maulana selaku Anggota Komisi dua Mitra Kelembagaan SEMA-U, menuturkan dalam sidang umum kesatu tersebut menyayangkan kehadiran masing-masing departemen DEMA-U yakni hadir hanya beberapa saja.

“Pertemuan ini menjadi penting untuk membangun sinergitas antar lembaga eksekutif dan legislatif. Tapi, dari sembilan departemen hanya satu saja yang hadir, yaitu Departemen Pemberdayaan Perempuan itu pun sekretaris umum satu dan dua nya tidak hadir, padahal undangan sudah diberikan satu minggu yang lalu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Naufal selaku Ketua Umum SEMA-U, menegaskan mengenai program kerja DEMA-U yang perlu dibenahi sebagai lembaga eksekutif dan menjadikan program kerja sebagai representasi dari tupoksinya.

“DEMA-U harus banyak dibenahi, dari mulai tupoksi sebagai lembaga eksekutif. Sejauh ini banyak yang memberikan masukan terhadap program kerjanya tidak masif yang tersampaikan kepada mahasiswa, jangan hanya sekadar ceremonial belaka,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, SEMA-U meminta kepada DEMA-U agar taati administrasi birokrasi dan seharusnya pengurus apabila telah munaqosah dan wisuda lebih baik direstrukturisasi.

“Administrasi Birokrasi itu penting, surat kegiatan diberikan dadakan. Bahkan, pernah di H-1 baru di kasih tau melalui online. Pengurusnya juga tidak direstrukturisasi dan sampai sekarang pemberitahuan secara tertulis ke SEMA-U juga belum ada,” tambahnya.

Reporter: Salma
Editor: Een

Sabet Tiga Kategori Juara, Law Community Raih Juara III Sharia Faculty National Moot Court Competition (SFNMCC) Kelima

0

Kerinci, lpmsigma.com – Lembaga Semi Otonom (LSO) Law Community Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mendapatkan juara ditiga kategori hingga raih juara tiga dalam perlombaan Moot Court tingkat PTKIN se-Nasional di Kerinci Jambi pada tanggal 29 September 2023.

Kategori yang diraih oleh Law Community (Lawty) adalah juara tiga berkas terbaik, juara tiga mediator terbaik, dan juara satu pendamping terbaik. Ini merupakan kali pertama Law Community UIN SMH Banten meraih juara dalam perlombaan Moot Court.

Ardhya Naufal, selaku ketua umum Law Community mengatakan rasa syukur terhadap kejuaraan yang di raih bersama dengan timnya maupun bagi para pendamping.

“Perlombaan Sharia Faculty National Moot Court Competition (SFNMCC) di Kerinci ini amat berkesan di hati kami, yang tentu saja mengajarkan banyak hal pada kita. Dalam sebuah perlombaan sejatinya jika memiliki rasa persaudaraan, maka mampu menghantarkan kita pada kejuaraan” ujarnya. (30/09).

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota Lawty agar kedepannya bisa terus mengikuti perlombaan dalam bidang hukum lainnya.

“Kami berpesan semoga Legacy ini terus di lanjutkan oleh generasi kedepan. Semoga Law Community UIN SMH Banten akan mengikuti Perlombaan SFNMCC Ke-VI di tahun depan.” ucapnya.

Gempur Mahardita, selaku Pembina Law Community menuturkan berkat doa serta dukungan banyak pihak, mampu menghantarkan kepada kejuaraan.

“Alhamdulillah berkat do’a dan dukungan semua pihak, serta semangat adik-adik peserta lomba dari mulai pemberkasan, latihan, tahap penyisihan, hingga tahap Final sampai akhirnya mendapatkan kejuaraan di Tingkat Nasional. Semoga ini menjadi stimulan bagi adik-adik untuk terus belajar dan berkembang” tuturnya.

Reporter: Putri Suci
Editor: Salma

Aliansi Mahasiswa UIN SMH Banten Melawan Adakan Aksi Peringati Hari Tani Nasional 

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam memperingati 63 Tahun Hari Tani Nasional, Aliansi UIN SMH BANTEN Melawan adakan aksi yang berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dengan bertemakan “Jeritan Petani di Hari Tani” pada Kamis (28/09).

Acara ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat (PMII KOM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Serikat Mahasiswa Gerakan Indonesia Raya (SMGI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U).

Dalam aksi tersebut, Satrio selaku Kordinator Lapangan (KORLAP) menyampaikan tujuan dari diadakannya aksi ini yaitu refleksi dari hari tani pada tanggal 24 September 2023 serta membahas tentang persoalan-persoalan yang ada di Banten, terkhusus persoalan mengenai pertanian yang masih dibawah kata sejahtera.

“Tujuan di adakannya aksi ini adalah merefleksi dimana hari tani pada tanggal 24 september kemarin berlangsung, menurut saya dan teman-teman walaupun kita sedikit telat gapapa dari pada tidak terlaksana sama sekali,” ujar Satrio kepada Kru magang sigma.

Ahmad Wildan, selaku Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten, menuturkan aksi Gerakan Refleksi di Hari Tani Nasional tersebut sebagai tugas dari mahasiswa yakni Agent of Change atau agen perubahan.

“Kita sebagai mahasiswa memiliki tugas yakni salah satu nya adalah menjadi salah satu agen dari pada perubahan, artinya disini memiliki makna yang sangat mendalam. Karena melihat dari pada persoalan-persoalan petani di Provinsi Banten,” jelas Wildan.

Di tempat yang sama, Arya selaku Sekretaris Jendral menyampaikan harapan dilaksanakannya aksi ini agar mendapatkan atensi dari pemerintahan Banten untuk menangani persoalan para petani.

“Kita berharap mendapatkan atensi dari pemerintah daerah khususnya untuk menangani permasalahan para petani yang ada di banten, selanjutnya mendapatkan atensi dari kawan-kawan dari kampus lainnya yang di Banten tetapi umumnya di Indonesia, termasuk melalui media-media yang seharusnya makin di masifkan dalam menaikan Gerakan yang ada di setiap setiap daerah,” ucapnya

Penulis: Mg_Rizki
Editor: Salma

Puisi : Sosok Nabi Akhir Zaman

0

Oleh: Faisal Adi

Engkau hadir menembus benteng kegelapan
Tatkala kebodohan menjadi keunggulan pada zaman
Ketika dunia disandar kesuraman
Hadirmu menjadi sinar penopang jalan

Sosokmu yang menjadikan pemimpin umat islam
Kepadamu ayat suci diturunkan
Dan terkumpul dalam kitab Al-Qur’an
Sebuah anugrah yang patut engkau ajarkan

Kami junjung dirimu sebagai panutan
Ajaranmu menjadi pusat perhatian
Seperti prasmanan, dilihat berdasarkan kesukaan dan kecocokan

Engkaulah Nabi akhir zaman
Tuntutanmu adalah suri tauladan
Mengajarkan arti sebuah keimanan
Menuju ke jalan ketaqwaan

Duhai kanjeng Nabi
Ini puisi rindu kami
Semoga kelak kita bisa bertemu disuatu saat nanti