Beranda blog Halaman 88

Tidak Ada Sosialisasi dengan Ormawa, Sidang Paripurna Diadakan Secara Mendadak

0

Serang, lpmsigma.com – Sidang Paripurna SEMA Universitas yang telah dilaksanakan pada hari Jumat, (30/12/ 2022) kemarin dianggap sangat tiba-tiba, tanpa adanya sosialisasi dengan pihak Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Adam Maulid, selaku Ketua Forum Silahturahmi UKM (FSU) mengatakan bahwa Ia merasa Ormawa tidak dianggap karena dengan secara mendadak sidang paripurna diadakan tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

“Terkait sidang paripurna yang diadakan kemarin sedangkan tidak ada sosialisasi kepada pihak Ormawa. Menjadi pertanyaan apakah sudah menganggap Ormawa itu tidak ada?,” katanya pada kru SiGMA, Sabtu (31/12).

Adam juga menyayangkan terkait sidang paripurna tersebut yang diadakan secara mendadak tanpa ada koordinasi terlebih dahulu.

“Bener-bener sangat disayangkan sidang paripurna ini diadakan tanpa ada koordinasi terlebih dahulu. Dan yang saya khawatirkan adalah efek ke depannya,” tambahnya.

Selain itu, Komaruddin, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (SEMA-F FEBI) mengatakan bahwa SEMA-F pun tidak dilibatkan dalam RUU eksternal, ia juga beranggapan bahwa sidang paripurna yang telah diadakan seperti dipaksakan.

“Tidak melibatkan SEMA-F dan menurut saya sidang kemarin terkesan dipaksakan dan diskema,” katanya.

Komaruddin juga menambahkan bahwa semua Ketua SEMA-F tidak hadir dalam sidang tersebut.

“Saya tidak hadir dan yang saya tahu juga semua Ketua SEMA-F tidak hadir,” tambahnya.

Reporter: Nazna

Editor: Alfin

Terkesan Dipaksakan, SEMA-U Gelar Sidang Paripurna Secara Mendadak

0

Oleh: Daniel PN Mahasiswa Fakultas Sains 

Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) UIN SMH secara tiba-tiba menggelar sidang pengesehan UU KBM terbaru pada hari ini, Jumat 30 Desember 2022.

Sontak hal demikian menjadi sorotan publik, sebab SEMA-U dinilai cacat prosedur dan mengenyampingkan asas keterbukaan informasi serta mengabaikan partisipasi publik, tidak akuntabel, serta tidak transparan.

Miftahul Khoeriyah selaku Ketua SEMA-U seharusnya mempersiapkan agenda secara matang dan tidak terburu-buru, yang akhirnya UU dibuat secara ugal-ugalan.

Proses pembentukan UU KBM secara cepat inilah yang melahirkan problematika pembentukan UU yang dilakukan dengan proses cepat antara lain pada Ad/Art KBM UIN Banten, RUU Organisasi Eksternal, UU PPTA dan RUU PUM.

Sedangkan dalam tahap prosedur perancangan UU KBM pada aspek prosedur itu seharusnya melibatkan partisipasi masyarakat kampus dalam sidang umum rapat dengar pendapat (RDP), setelah itu melaksanakan masa reses dan kemudian uji publik, setelah dianggap layak maka bisa melakukan sidang paripurna untuk disahkan di sidang umum menjadi aturan yang baru.

Namun SEMA-U hal ini tidak memperhatikan prosedur yang ada, jika nanti UU ini disahkan tanpa memperhatikan mekanisme yang ada, maka cenderung menimbulkan permasalahan baru dari sisi regulasi dan pelaksanaanya, serta tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Padahal dengan melibatkan masyarakat kampus bisa dijadikan parameter peraturan oleh pembentuk UU secara kualitatif.

Saksikan saja bagaimana perumusan UU KBM terbentuk: seleksi pendapat berdasarkan aspirasi fana, tanpa melibatkan pihak-pihak yang seharusnya ikut merumuskan.

Berdasarkan berita yang diterbitkan oleh LPM SiGMA pada 25 November 2022, dengan sadar Miftahul Khoeriyah mengatakan bahwa dirinya akan melaksanakan sidang umum di bulan Desember 2022 dan akan melaksanakan perekrutan KPU di akhir atau di tengah tahun serta kemungkinan PUM-nya paling lambat di bulan Januari.

Sangat ironis jika UU KBM yang baru segera dilaksanakan dengan mekanisme yang cacat sejak awal, tidak adanya rapat koordinasi terlebih dahulu dengan SEMA-F, maka dinilai syarat kepentingan kelompok dan mencederai demokrasi kampus.

Katanya sebagai lembaga legislasi, namun kerap kali tidak mempercayai kelembagaan lainnya dan senantiasa menggangu dan mencampuri segala tindak-laku mahasiswa dalam berproses di kelembagaan mahasiswa.

Kemudian, diamnya Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) seakan-akan kehilangan kewenangannya dalam menjalankan tugas fungsi yang tidak bisa berkontribusi masalah pembentukan UU. Sebetulnya mereka memiliki kewenangan turut andil terkait hasil rancangan UU KBM yang diterbitkan Sema U dan meneruskan informasi di tataran fakultas.

Sungguh hampir mustahil kita ingin kelembagaan mahasiswa menjadi lebih baik tapi tidak memberi ruang untuk setiap kepengurusan kelembagaan.

Maka hari ini baik tataran SEMA-U dan SEMA-F sebagai lembaga legislatif kampus. Saya menilai UU KBM tidak dianggap sesuatu yang serius, karenanya penyusunan peraturan perundang-undangan diterabas seenaknya. SEMA-U nya merem SEMA-F nya tidur.

Tahun 2023 di Depan Mata, Inilah Resolusi yang Cocok Untuk Pemuda

0

Oleh: Febby Prayoga, Mahasiswa Fakultas Dakwah

Tahun 2022 sudah hampir berakhir hanya menghitung beberapa hari ke depan kita sudah ada di tahun 2023. Biasanya kebanyakan orang menyambut Tahun Baru dengan memanfaatkan momen ini untuk membuat berbagai rencana atau resolusi terbaru.

Resolusi dapat dideskripsikan sebagai harapan atau impian yang ingin diwujudkan oleh seseorang di tahun selanjutnya. Dalam hal ini dapat dikatakan resolusi merupakan sebuah peringatan dan janji untuk diri sendiri untuk merencanakan perubahan, melakukan hal baru, untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Selain itu, resolusi dapat dimaknai sebagai proses perbaikan diri untuk membuat diri sendiri menjadi lebih baik lagi. Bagi pemuda tentunya resolusi sangat diperlukan, terutama di tahun yang baru karena biasanya pemuda memiliki jiwa yang semangat untuk melakukan hal-hal baru.

Berikut ini beberapa contoh resolusi yang dapat dilakukan oleh pemuda di tahun 2023

1. Keluar dari zona nyaman

Bagi pemuda biasanya hal yang membuat sulit untuk berubah dan berkembang ialah sulit keluar dari zona nyaman hingga membuat kurang produktif. Jika di tahun 2022 kamu merasakan hal ini, maka resolusi utama yang dilakukan adalah keluar dari zona nyaman. Solusi utama yang dapat dilakukan ialah bisa mulai mencari kegiatan seperti organisasi, kegiatan sosial kerelawanan, hingga meningkatkan kapasitas diri melalui beberapa pelatihan seperti pelatihan public speaking, pelatihan softskill dan lain-lain.

2. Manajemen waktu

Biasanya kebanyakan anak muda saat ini sulit untuk mengatur waktu baik dalam hal akademik maupun non akademik. Beberapa hal yang perlu kita lakukan ialah mengatur waktu, di tahun 2023 manajemen waktu harus lebih diperhatikan. Caranya adalah dengan mencatat kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Selanjutnya, menggunakan jadwal harian yang sudah dicatat tersebut yang dilengkapi dengan to do list.

3. Meminimalisir pengeluaran keuangan

Jika di tahun sebelumnya kita cukup banyak mengeluarkan keuangan dengan barang-barang atau apapun itu yang kurang bermanfaat maka di tahun 2023 kita harus mampu mengatur dan meminimalisir pengeluaran. Mencatat pengeluaran juga bisa menjadi resolusi yang baik di tahun ini. Khususnya bagi teman-teman yang hobi mengeluarkan uang untuk jajan dan nongkrong di Coffee Shop. Di tahun 2023 sudah mulai mampu meminimalisir pengeluaran untuk hal-hal yang lebih berguna.

4. Banyak melakukan hal-hal yang positif

Jika di tahun 2022 kita banyak melakukan kegiatan yang kurang positif, di tahun 2023 diupayakan agar mulai melakukan hal-hal yang positif. Seperti melakukan hal-hal yang baru, mulai menambah relasi melalui kegiatan-kegiatan sosial, dan mencari teman yang bisa mengajak kepada hal yang positif.

5. Banyak membaca buku

Kegiatan membaca buku dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Mulai mencoba pelan-pelan, membaca buku dari yang ringan hingga yang berat dan terkini agar wawasan kita terus bertambah.

6. Berhenti menunda pekerjaan

Jika di tahun 2022 banyak pekerjaan yang tertunda karena alasan malas, maka mulai di tahun 2023 untuk bangkit dan berhenti menunda pekerjaan. Hal ini dapat dilakukan dengan mencatat to do list hingga membuat skala prioritas yang harus dikerjakan.

7. Memiliki pola tidur yang baik

Banyak pemuda yang pola tidurnya kurang baik dikarenakan bermain game, nongkrong di Coffee Shop, hingga bermain media sosial di gadget. Kegiatan-kegiatan ini mulailah diminimalisir dan mulai tidur dengan pola tidur yang baik jangan bergadang. Hal ini dapat bernilai positif karena hasilnya bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Kembangkan Produk Kreatif Mahasiswa, KOPMA UIN Banten Keluarkan Produk Unggulan

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa Koperasi Mahasiswa (UKM KOPMA) UIN Banten mewadahi lahan belajar mahasiswa di dunia perbisnisan, untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. KOPMA mengeluarkan produk unggulan yang berupa furniture yang dibuat oleh mahasiswa.

“Selain bertujuan untuk memajukan UKM Kopma, juga untuk mengembangkan potensi anggota KOPMA dan mensejahterakan mahasiswa UIN Banten,” ujar Riyad, Kepala Divisi Unit Bisnis UKM KOPMA UIN Banten kepada kru SiGMA, Rabu (28/12).

Riyad menjelaskan, produk ini tercipta berawal dari keresahan mahasiswa yang selalu mengeluh karena kosan dan sekretariatnya selalu banyak buku yang berserakan dan tidak ada tempat untuk meletakkannya.

“Alasan kami mengeluarkan produk ini adalah karena bisnis yang bagus adalah bisnis yang menjadi solusi atas suatu keresahan, dan furniture ini hadir menjawab solusi untuk mahasiswa yang mengalami keresahan karena tempatnya yang sering berantakan,” jelasnya.

Produk ini diproduksi langsung oleh tim kreatif KOPMA yang terdiri dari 4 orang. Walaupun dengan keterbatasan SDM tetapi mereka sangat ulet dan tekun mengerjakannya. Produk yang mereka hasilkan sangat bervarian, seperti yang disampaikan oleh Riyad “Kami memproduksi berbagai macam furniture diantaranya yaitu: furniture rak buku motif pohon, hiasan dinding, lemari dan lain sebagainya,” ujarnya.

Meskipun produk ini baru saja dikeluarkan, tetapi mereka telah menjual beberapa unit rak buku di penghujung tahun ini. Dan di tahun depan produk ini akan dijadikan produk utama dan akan menjadi produk unggulan.

Reporter: Alya

Editor: Alfin

Ini Dia 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan

0

Menurut data BMKG puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Zona Musim (ZOM) diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2022 dan Januari 2023. Curah hujan yang tergolong tinggi yang terjadi pada penghujung tahun ini menyebabkan daya tahan tubuh menurun akibat peningkatan suhu dan menyebabkan sakit, seperti batuk, flu, sakit kepala, demam.

Dalam perubahan iklim seperti ini, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan tubuh agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.

Berikut adalah tips-tips menjaga kesehatan saat musim hujan:

1. Hindari makanan yang tidak higienis

Ada baiknya kita memperhatikan semua asupan yang masuk kedalam tubuh kita, pastikan kita mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan vitamin, terutama vitamin D yang baik untuk kekebalan tubuh

2. Rajin mengonsumsi air atau minuman yang sehat

Mengonsumsi air sangatlah penting bagi tubuh kita, selain dapat menghindari tubuh dari dehidrasi, air juga dapat menetralisis makanan yang maduk ke tubuh kita. Bisa juga dengan mengonsumsi minuman yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh seperti teh hijau, susu dan rebusan air jahe.

3. Selalu menjaga kebersihan diri

Pastikan selalu menjaga kebersihan diri, apalagi saat musim hujan. Sebab bakteri dan virus sangat mudah berkembang di tempat yang lembab.

4. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup juga akan sangat baik bagi tubuh karena akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita, sehingga badan tidak akan mudah terserang penyakit.

5. Rajin berolahraga

Berdasarkan penelitian american heart association menyatakan bahwa, latihan sehari-hari dapat mencegah infeksi kuman dan bakteri. Maka usahakanlah olahraga meskipun hanya dalam waktu singkat.

So, teruntuk semuanya, mulai saat ini marilah lakukan yang terbaik untuk tubuh kita dengan menjaga kesehatan tubuh. Menjaga kesehatan tubuh merupakan bentuk kepedulian kita terhadap diri sendiri.

Penulis: Anjar

Editor: Alfina

Seminar Filsafat: Rohani dan Pemikiran Salah Melahirkan Terorisme

0

Serang, lpmsigma.com – K.H Raden yusuf mengatakan saat pemaparan materinya dalam Seminar Kebangsaan yang bertema “Apakah Terorisme Itu Salah?” bahwa rohani yang tidak dibimbing dan pemikiran yang salah akan melahirkan cikal bakal seorang individu atau kelompok terorisme, Minggu (25/12).

Seminar yang dilaksanakan di Aula Sjadzli Hasan lantai 1 oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Aqidah Filsafat Islam (AFI) ini, dalam rangka memperingati peristiwa Bali yang menjadi perbincangan khalayak ramai pada masa tersebut.

K.H Raden Yusuf menyampaikan materi perihal “Terorisme dalam Perspektif Agama dan Budaya.” Ia menuturkan bahwa terorisme tumbuh dan lahir dari pemikiran orang Yahudi, sehingga terorisme ini menimbulkan ketakutan akibat perbuatan dan juga kurangnya pemahaman yang berakibat pemahaman yang salah.

“Orang yang terorisme sangatlah dzolim, kebodohan dan kurangnya pemahaman akan muncul dari ketidaktahuannya. Terorisme juga ada dua hal, pertama di dalam yang artinya pemikiran diri sendiri dan kedua diluar paling berbahaya yakni menjadi sebuah fundamentalis atau gerakan mengatasnamakan Islam untuk merubah Pancasila,” jelasnya.

Pembicaraan mengenai terorisme menjadi persoalan yang digandrungi mahasiswa khususnya mahasiswa Filsafat sendiri. Dalam tempat yang sama, Dr. Amas Tadjuddin menyampaikan mengenai penanganan pelaku terorisme, ia mengatakan radikal sebagai perbuatan keras yang bertentangan dengan norma dan nilai sosial.

“Radikal terorisme khususnya provinsi Banten, sebagai perbuatan yang keras dan bertentangan dengan norma dan nilai sosial. Terorisme Itu salah apabila melihat fakta-fakta bahwa terorisme adalah salah besar, melanggar undang-undang, melanggar kitab-kitab maupun Al-Qur’an dan tidak ada satu agamapun yang mengajarkan terorisme,” katanya.

Selain itu, Hafizh selaku Ketua HMJ AFI menyampaikan dalam sambutannya mahasiswa sangat menggandrungi pemikiran pemikir timur yang menjadi paradigma ekstrim akan menyebabkan radikal yang dapat memicu perilaku terorisme.

“Menurut saya, mahasiswa masih menggandrungi pemikiran pemikir timur seperti komunisme, kapitalisme sehingga bisa dikatakan paradiks Pancasila itu sendiri, dan hal ini menjadi paradigma esktrim bisa memicu radikal yang akan muncul perilaku terorisme,” kata Hafidz.

Reporter: Salma

Editor: Baidoi

Akui Saja, Kita adalah Produk Politik

0

Oleh: Muhammad Ervin Nizar, Mahasiswa Fakultas Usuluddin dan Adab

Kabar-kabar Pemilihan Umum Mahasiswa yang biasa kita sebut PUM beredar luas di kalangan mahasiswa UIN mutakhir ini. Pasalnya, Desember jadi bulan transisi dan bursa pencalonan yang jadi tarung-tarungan partai mahasiswa, sebut saja organisasi.

Peranan organisasi cukup vital dalam gerakan kampus, yaa.. salah satunya dalam menentukan siapa yang akan jadi Presiden Mahasiswa dan siapa yang akan mengisi kursi sampai ke tataran paling bawah, semua diatur atas keputusan organisasi.

Bicara organisasi (di kampus UIN Banten) memang jadi hal lumrah, apalagi UIN mendapat predikat sebagai Kampus Laboratorium Pergerakan, dan organisasi adalah sebagai wadah penggerak karena berfungsi sebagai pendidikan alternatif. Kita akan bisa lebih leluasa meng-explore pengetahuan di organisasi tanpa ada batasan. Makannya gak heran, sampai hari ini organisasi jadi peran penting dalam gerakan kampus. Sama halnya dalam Pemilihan Umum Mahasiswa, semua orang perlu organisasi supaya bisa jadi Presiden Mahasiswa.

Kita akan mudah membaca peta politik kampus, dan memprediksi siapa yang akan menang di pencalonan selagi masih ada organisasi digdaya. Mendekati Desember memang jadi hal yang asyik menyongsong pesta demokrasi kampus, kita akan banyak menemui tipikal orang yang banyak minta panggung dan haus atensi dari mahasiswa lain, terkhusus dari mahasiswa-mahasiswa yang baru masuk.

Tapi memang orang semacam itu selalu muncul satu atau dua bulan sebelum pesta demokrasi dimulai, secara teori demokrasi mungkin hal semacam dimenangkan dan nggak jadi persoalan banget. Tapi sayangnya ekosistem demokrasi yang dibangun itu jadi mendidik sosok pemimpin payah. Barangkali, agak susah cari suksesor pada pesan lagu Iksan Skuter -Cari Pemimpin.

Hal serupa memang benar-benar kita alami sejak menjadi mahasiswa dan ternyata demokrasi kampus kita sama buruknya dengan demokrasi negara kita.

Bicara politik bukan saja hanya bicara soal negara, pemerintah, kampus, kepentingan dan embel-embel lain. Kita lahir di dunia pun hasil dari produk politik. Makannya tak heran kehidupan kita hari ini selalu dikaitkan dengan politik; apa-apa politik, ini itu politik. Akui saja. Sayangnya bangunan politik kita belum tertata rapi, hingga kontruk berpikir masyarakat kampus ikut-ikutan jijik atas kondisi hari ini.

Tulisan ini dibuat selepas menghadiri Dialog Publik LPM SiGMA 28 Desember 2022 menyoal ketidakjelasan pelaksanaan PUM di UIN SMH Banten.

*Dibaca normal setengah menit.

 

Wanita Penuh Tanda Tanya

0

Deru nafasnya bersambung dengan Tuhan

Si wanita penuh tanda tanya malu-malu mengikrarkan cinta

Tak ada waktu semanis kurma di halaman rumah

Nama-nama dikayuhnya lalu meneteslah dengan deras air mata

 Hai wanita penuh tanda tanya!

Penanggalan terus menua

Uban-uban di kepala menyaksikan putih keriputmu sebagai ibu

Hai wanita penuh tanda tanya

Jikalau sungai Nil adalah bahagiamu

Maka aku akan terus mengalir ke awan untuk kembali jatuh di sungaimu.

Penulis: Faisal

Tingkatkan Identitas Keindonesiaan, UIN Banten Gelar Studium Generale

0

Serang, lpmsigma.com – Studium Generale yang diadakan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berfokus untuk meningkatkan Identitas Keindonesiaan yang digelar di Aula Sjadzli Hasan lantai 2 pada Rabu, (21/12).

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Rektor UIN Banten, Wawan Wahyuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya tema yang diangkat ini sebagai identitas ke-Indonesiaan.

“Tema kali ini merupakan tema besar, Proklamasi dan Projeksi Sistem Nilai Keindonesiaan dalam Diplomasi, tema besar ini sebagai identitas Keindonesiaan,” katanya.

Materi dalam studium ini diisi oleh Hassan Wirajuda selaku Menteri Luar Negeri tahun 2001-2009. Ia membahas tentang isi teks proklamasi sampai pada sistem-sistem nilai kemerdekaan.

Ia mengingatkan kepada peserta tentang perjuangan bangsa Indonesia dari awal pembuatan proklamasi yang melewati perdebatan panjang hingga proses pembangunan bangsa Indonesia hingga sekarang ini.

“Pada hari tujuh belas, bagaimana para pemimpin kita merumuskan teks proklamasi, perdebatan yang sangat tajam pada kaum muda,” ujarnya.

Studium ini terbagi menjadi tiga sesi, sesi pertama untuk penyampaian materi sekitar 45 menit, sesi kedua dan ketiga adalah sesi tanya jawab untuk enam orang penanya. Acara ini berjalan dengan lancar hingga akhir, dengan antusiasme para peserta.

Terakhir, pemateri memberikan closing statement sebagai kata penyemangat untuk peserta yang merupakan generasi penerus perjuangan pembangunan Indonesia.

“Bermimpilah, have a dream, bekerja keraslah dalam menggapai cita-cita. Kuncinya adalah terus belajar,” pungkasnya.

Penulis: Rubbi

Editor: Baidoi

Tidak Hadir dalam Dialog Publik, Kesiapan SEMA-U Dipertanyakan

0

Serang, lpmsigma.com – Dialog publik yang diadakan oleh LPM SiGMA yang bertempat di taman Fakultas Dakwah kampus 1 dengan mengundang Presiden Mahasiswa, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA- U) , Ketua Forum Silahturahmi Organisasi Eksternal (FSOE), Ketua Forum Silahturahmi UKM (FSU), dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) FSOE untuk membahas Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) yang belum ada kejelasan terkait kapan akan dilaksanakannya PUM ini, Rabu (21/12).

Miftahul Khoeriyah, Ketua SEMA-U yang harusnya menjadi salah satu pembicara dan paling dinantikan dalam dialog publik kali ini sayangnya tidak hadir tanpa memberikan kepastian yang jelas. Sehingga menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan SEMA-U untuk melaksanakan PUM di tahun ini dan tidak bisa menjawab sepenuhnya terkait diskusi yang dibahas dalam dialog publik ini.

Shobirin, selaku Presiden Mahasiswa UIN Banten menuturkan, tentang ketidakhadiran dari SEMA-U yang seharusnya memberikan kejelasan sekaligus memberikan jawaban terkait kapan dilaksanakannya kegiatan PUM tahun ini.

“Dengan ketidakhadirannya SEMA-U sebenarnya tidak bisa menjawab terkait bahasan PUM ini, karena tidak ada orangnya yang bersangkutan,” tuturnya.

Selain itu, Rival selaku Ketua FSOE juga menambahkan, bahwa hanya SEMA-U yang tentunya memiliki hak tetapi SEMA-U yang tidak siap untuk melaksanakan PUM, tentu sangat berpengaruh terhadap pelaksanaannya sehingga tertunda sampai saat ini.

“Kami tidak memiliki otoritas yang tinggi untuk mengatur, karena kami tidak memiliki hak yang terlibat dengan kampus ini secara internal,” tambahnya.

Reporter: Nazna

Editor: Alfin