Beranda blog Halaman 89

Juri Hafizh Nasional, Sampaikan Tips Hafal Al Qur’an

0

Serang, lpmsigma.com- Juri acara Hafizh Indonesia, Ustadzah Nabila Abdul Rahim memberikan tips untuk menghafal Al-Qur’an dalam acara seminar nasional yang diadakan oleh Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an UIN SMH Banten yang berlangsung di Aula Syadzli Hasan lantai 2 pada Selasa (20/12).

Dalam acara tersebut tak hanya Juri acara hafizh ternama akan tetapi, dihadiri pula oleh KH. Mukhtar Fatawi Juri dari Semesta Bertilawah.

Dalam seminar tersebut, Nabila memberikan sebuah kisi-kisi kepada para peserta agar mudah menghafal Al Qur’an yaitu: luruskan niat, membaca doa sebelum membaca Al Quran, mengulang bacaan dengan minimal 1000 kali pengulangan dan memohon kepada Allah SWT.

Nabila menambahkan, agar mudah dalam menghafal Alquran yaitu sering mengulang-ulang hafalan.

“Jadi kunci untuk memungkinkan hafalan melekat yaitu sering mengulang,” ucapnya.

Di sisi lain Mukhtar mengatakan, dari sekian banyaknya hafizh pasti memiliki pengalaman yang berbeda.

“Saya juga punya pengalaman dari sekian rata-rata hafidz itu memiliki pengalaman yang berbeda-beda secara umum. Pertama niat yang kuat, kedua Mujahadah, adanya pembimbing atau guru itu wajib, jangan sampai menghafal tanpa ada guru,” katanya.

Reporter: Sri

Editor: Alfina

Hari Bahasa Arab Sedunia, UIN Banten Minim Antusias

0

Serang, lpmsigma.com – Perayaan hari bahasa Arab sedunia yang jatuh pada hari Minggu 18 Desember, sepi dari antusias mahasiswa UIN Banten. Kendati demikian, Ikatan Mahasiswa Studi Arab Se-Indonesia (IMASASI) tetap gelar karnaval bahasa Arab di depan gedung Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Kampus II UIN Banten, Senin (19/12).

Setidaknya, ada 25 mahasiswa pecinta bahasa Arab ikut tergabung dalam merayakan hari kebesaran bahasa Arab ini. Dalam perayaan karnaval, ada beberapa agenda kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa, diantaranya ialah parade kostum timur tengah, orasi bahasa Arab, dan selingi syair-syair berbahasa Arab.

Ketua IMISASI wilayah empat, Nedi, menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan hanya untuk para mahasiswa yang mengambil jurusan berbasis bahasa Arab saja, melainkan untuk para mahasiswa UIN yang memang memiliki minat dan kecintaan yang sama terhadap bahasa Arab.

“Untuk yang ikut merayakan di sini, kita tidak membatasi mahasiswa dari jurusan mana saja, walaupun bukan dari jurusan berbasis bahasa Arab, tapi semua yang memiliki kecintaan yang sama terhadap bahasa Arab tentunya boleh ikut merayakannya,” pungkasnya.

Nedi juga menyayangkan, kurangnya antusiasme para mahasiswa yang berbasis Universitas Islam, namun minat dan kepeduliannya terhadap bahasa Arab masih sangat minim.

“Ya sayang banget, untuk Universitas Islam yang kebanyakan mahasiswanya pernah belajar bahasa Arab, tapi kepeduliannya terhadap bahasa Arab sedikit sekali, untuk perayaan ini saja yang hadir bisa dihitung jari,” sesal Nedi.

Senada dengan Nedi, Najid Rasikhullah, pemerhati bahasa Arab sekaligus demisioner IMASASI juga menegaskan, kepedulian mahasiswa UIN harus bisa ditingkatkan lagi terhadap bahasa Arab.

“Kita memang seharusnya bangga sama bahasa Arab, apalagi kalo kata Umar bin Khattab, bahasa Arab itu merupakan bagian daripada agama Islam itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga berharap, kedepannya para mahasiswa UIN, khususnya di UIN Banten bisa lebih memiliki rasa kepedulian dan juga bisa mencintai bahasa Arab.
“Kita berharap, ke depannya, masa pecinta bahasa Arab ini bisa terus berkembang dan jadi lebih banyak lagi untuk bisa bersama-sama ikut berkumpul menumbuhkan kecintaan berbahasa Arab di UIN Banten,” harap Najid.

Reporter: Ricky
Editor: Alfina

Untuk Membentuk Lawyer yang Berintegritas, Law Comunity Adakan Diskusi Publik

0

Serang, lpmsigma.com – Law Comunity (LC) UIN SMH Banten telah menyelenggarakan Dialog Publik dalam acara Law Comunity Introduction Program (LCIP) dengan tema “Rekognisi Law Comunity sebagai Kawah Candradimuka Bagi Yuris Muda,” yang berlangsung di Aula Inspektorat Provinsi Banten Lantai 3, Sabtu (17/12).

Law Comunity (LC) merupakan sebuah organisasi/Komunitas Hukum di UIN Banten yang berbasis internal dalam ruang lingkup fakultas dan diikuti oleh 27 peserta pada acara diskusi publik hari ini.

Acara diskusi publik ini dibagi menjadi 2 sesi dengan tema dan narasumber yang berbeda. Sesi pertama mengangkat tema “Penegakan Supremasi Hukum sebagai Upaya Pemberantasan Korupsi dan Penguatan Good Governance.”

Sesi pertama menghadirkan narasumber Tri Handayani (Biro Hukum KPK), Ahmad Yani, S Sos. M Si. (Penyeluruh Anti Korupsi) dan Dr. H. E. Zaenal Muttaqin M.H., M.A (Akademisi Hukum). Sesi ini dimoderatori oleh Muhammad Alfarizi.

Sesi kedua dengan tema “Konsepsi Demokrasi dan Penguatan Integritas di Indonesia” dengan pemateri H. Ahmad Jazuli Abdillah (Ketua Komisi I DPRD Privinsi Banten) dan M Fariz Amrullah S.H. (penulis buku Konsepsi Pilkada dan Penyelesaiannya) yang dimoderatori oleh Muhammad Fikri.

Pada acara diskusi ini, Ahmad Yani S Sos. M Si (penyuluhan anti korupsi) mengatakan kondisi hukum di Indonesia belum sepenuhnya adil dan koruptor belum semuanya dipidanakan.

“Maka dari itu sebelum kita memberantas korupsi, maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu dan Indonesia memberantas korupsi, yaitu hanya ingin mewujudkan kesejahteraan, keamanan, investasi meningkat dan tingginya pengangguran sedikit,” katanya saat menyampaikan materinya di depan peserta.

Pada kesempatan yang sama, Sahrul Hikam selaku Ketua Umum LC pertama menyampaikan tujuan adanya acara ini yaitu agar mencetak anggota LC yang militan dan berintegritas.

“Dengan harapan adanya pemateri pemateri yang berkualitas ini mereka menjadi anggota yang terbuka cakrawala keilmuannya terutama mengenai hukum bagaimana hukum saat ini dihadapkan dengan realitas sosial yang ada di masyarakat,” kata Hikam.

Reporter: Dhuyuf 

Editor: Baidoi

Ungkapan Jadul: Belum Lima Menit

0

Kita sering dengar bisikan seseorang yang berada di sekitar ketika melihat makanan yang sedang dilahap jatuh ke tanah, “ambil aja, belum lima menit.” Ungkapan tersebut menjadi budaya sudah sejak lama ketika kita masih beranjak di sekolah dasar.

Lantas, siapa sebenarnya yang mengawali ungkapan tersebut, sehingga menjadi kepercayaan yang jadul tanpa adanya riset jelas mengenai kebenarannya. Nyatanya, memang belum diketahui sejak kapan kepercayaan itu lahir di kalangan masyarakat Indonesia.

Setelah mencari tahu mengenai siapa orang pertama yang mengumumkan bahwa bakteri butuh lima menit untuk mengontaminasi makanan hasilnya ialah tidak ada sejarah yang jelas.

Hal tersebut memang sudah kita ketahui sejak masih sekolah dasar. Anak SD memang sangat senang sekali dengan jajanan di sepanjang sekolahnya. Bahkan, jajanan anak SD masih menjadi favorit anak dewasa.

Akan tetapi, bukan jajanan SD yang akan kita bahas. Karena yang kita tahu kepercayaan ini masuk ketika kita di Sekolah Dasar. Anak-anak SD pada saat itu memang sangat suka jajan, kemudian ketika makanan jatuh, anak SD tersebut akan mengambilnya.

Hal tersebut dilakukan karena kepercayaan itulah yang anak SD itu yakini. Selain itu, memang banyak yang melakukan hal itu (mengambil makanan yang jatuh) karena dirasa mubazir ketika makanannya masih banyak.

Terlebih, anak SD pada saat penulis bersekolah hanya diberi uang sedikit. Ketika makanan jatuh, dirasa sangat mubazir dan tidak bisa membelinya lagi.

Namun, jika kita perhatikan kepercayaan seperti ini banyak dan memang memiliki artinya tersendiri. Sebuah contoh ketika sedang makan sepiring nasi, kita diharuskan untuk menghabiskan nasi tersebut hingga habis. Kalo tidak, mamah akan bilang “nasinya belum habis, nanti nangis itu nasinya.”

Hal tersebut, mungkin muncul dikarenakan pola pendidikan orang tua yang mengungkapkan kata-kata yang terdengar aneh. Jika dipikir, nasi tidak akan bisa mengeluarkan air mata. Akan tetapi, orang tua ingin anaknya tahu bahwa tidak semua orang mampu untuk membeli nasi, maka dari itu harus dihabiskan.

Hebatnya orang tua di negara kita dalam menyampaikan hal apapun kepada anaknya mengandung filosofis dibaliknya.

Kembali lagi ke topik yang pertama. Faktanya makanan yang sudah jatuh itu sudah pasti terkontaminasi dengan bakteri dan kuman. Bahkan, menurut penelitian jika tempat tersebut penuh dengan lalat maka akan menyebabkan penyakit yang serius jika kita memakannya.

Maka dari itu, dalam memegang kepercayaan kita harus melihat informasi yang jelas mengenai kebenarannya terutama dalam masalah ini berkaitan dengan kesehatan.

Penulis: Fajri

HMJ KPI Sukses Selenggarakan Seminar Nasional COMFEST 2022

0

Serang, lpmsigma.com – HMJ Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sukses menyelenggarakan Communication Festival (COMFEST) dengan tema “Freedom Of Expression In Communication” yang berlangsung di aula Sjadzli Hasan lantai 1 dengan mengundang tiga narasumber sebagai pemateri, Sabtu (17/12).

Fahma Islami selaku Sekertaris Prodi KPI sekaligus pemateri menuturkan, acara Comfest yang merupakan agenda tahunan ini bertujuan untuk mensosialisasikan tentang jurusan KPI, khususnya kepada para mahasiswa semester satu untuk bisa mengetahui potensi yang dimiliki agar bisa dikembangkan.

“Diadakan Comfest untuk mensosialisasikan atau memberi gambaran tentang Jurusan Komunikasi, agar para mahasiswa KPI khususnya yang masih semester satu bisa menggali potensinya dari sekarang,” tuturnya.

H. Tb Agus Suryaddin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang yang mewakili Walikota Serang, menyampaikan bahwa komunikasi merupakan multi disiplin ilmu.

“Komunikasi ini merupakan multi disiplin ilmu karena bisa ke segala bidang seperti politik, sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Romzi Ahmad sebagai Wakil Ketua Umum bidang Strategi Komunikasi dan Kreatif, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi memberikan materi tentang “Freedom Speech” yang mana harus memperhatikan tiga sudut pandang sebelum berbicara seperti: time, place, dan manner.

Selain memperhatikan sudut pandang sebelum berbicara, Romzi juga mengingatkan untuk tidak asal berbicara dalam menyampaikan sesuatu.

“Kita harus bisa menyaring sebelum men-sharing apa yang ingin kita sampaikan kepada publik atau orang lain,” kata romzi.

Reporter: Nazna
Editor: Alfin

Dies Natalies yang Ke-3, Ayatullah Humaeni Institute Launching 78 Buku

0

Serang, lpmsigma.com – Ayatullah Humaeni Institute (AHI) menyelenggarakan Dies Natalies yang ke-3 sekaligus launching buku yang ditulis oleh para maha santri AHI, yang bertempat di aula Sjadzli Hasan lantai 2, Sabtu (17/12).

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur AHI, Ayatullah. Ia menyampaikan, selain Dies Natalies acara ini juga sekaligus acara Peluncuran 78 buku yang ditulis oleh para maha santri AHI.

“Selain Dies Natalis, acara ini sekaligus launching buku karya maha santri AHI dengan total 78 buku,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, para maha santri diberikan kebebasan dalam menulis apa saja yang mereka minati. Ayatullah berharap, pada Dies Natalies AHI yang ke-3 ini menjadikan AHI lebih berkembang lagi dan menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan.

“Semoga AHI berkembang menjadi lembaga yang fokus terhadap riset pendidikan dan pelatihan dan bisa membangun sekolah dari tingkat SD sampai SMA bahkan Perguruan Tinggi. ”

Selain itu, Romi selaku Ketua Pelaksana pada acara Dies Natalies ini menuturkan antusiasme para maha santri sangat tinggi untuk menulis buku ini.

“Alhamdulillah para maha santri sangat antusias sekali dalam menulis buku pada kegiatan kali ini,” tuturnya.

Selain launching buku, Romi juga mengatakan acara ini juga mengadakan lomba tingkat nasional yang diikuti oleh 180 peserta.

“Pada kegiatan ini kami juga mengadakan perlombaan tingkat nasional yang diikuti 180 peserta dengan kategori essay, speech contest dan video creative dengan total hadiah 15 juta rupiah, ” kata Romi.

Reporter: Aldi
Editor: Alfina

RKUHP Resmi Disahkan, Masyarakat Menolak Pasal-Pasal KUHP Yang Bermasalah

0

Serang, lpmsigma.com – Rancangan Undang-undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU-KUHP) telah resmi disahkan, namun dibalik itu banyak menuai keresahan dan penolakan dari masyarakat karena dalam pembentukannya dinilai tidak partisipatif.

Hal ini disampaikan oleh Hikam, selaku ketua Law Community UIN SMH Banten bahwasanya masyarakat atau mahasiswa bukan menolak KUHP, namun menolak pasal-pasal yang bermasalah.

“Dari sudut pandang masyarakat sebetulnya tidak menolak KUHP-nya, tapi menolak pasal-pasal yang bermasalah. Seperti penghinaan terhadap presiden, terhadap lembaga negara sampai pasal yang mengatur ke ranah privasi,” katanya kepada kru SiGMA, Rabu (14/12).

Ia juga menambahkan, jika pasal-pasal yang bermasalah akan menjadi pasal yang tidak memiliki tolak ukur yang jelas.

“Nanti jika berlaku pasal-pasal seperti penghinaan presiden, berpotensi menjadi pasal karet meskipun ini masuknya delik aduan,” tambahnya.

Menurutnya, ini dapat berdampak pada iklim demokrasi yang terancam. Masyarakat takut mengkritik, juga bisa saja ragu dengan penegak hukum dan bahkan bisa disalah gunakan oleh kepentingan-kepentingan penguasa.

Namun, sesuai isi pasal 621 KUHP baru yang menetapkan, “Peraturan Pelaksana dari Undang-Undang ini harus ditetapkan paling lama 2 tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan.”

Hikam juga mengatakan, ada dua upaya bagi masyarakat dalam menanggapi mengenai KUHP ini yaitu dengan demonstrasi dan judicial review. Namun menurutnya lebih efektif lagi melalui cara judicial review.

“Kalau kita lihat di pasalnya, bahwasanya KUHP ini baru efektif tahun 2025 mendatang. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat, sebetulnya untuk demonstrasi, turun ke jalan, mengkampanyekan pasal-pasal yang bermasalah itu juga bisa dilakukan, namun lebih efektif lagi melalui judicial review,” ujarnya.

Reporter: Rubbi

Editor: Baidoi

Jovial Da Lopez: Content Creator Harus Memiliki Originality

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam rangka memperingati Milad SiGMA yang ke-32, LPM SiGMA sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Content Creator sebagai Peluang Bisnis di Era Digital” yang diadakan langsung di Aula Rektorat lantai III UIN SMH Banten, dengan menghadirkan Jovial Da Lopez sebagai guest star yang menarik perhatian banyak mahasiswa untuk turut hadir menjadi peserta dalam acara tersebut, Kamis (15/12).

Jovial Da Lopez menyampaikan, untuk menjadi Content Creator di era digital harus memiliki originality untuk membuat sebuah karya yang terbentuk dari dirinya sendiri bukan karena mengikuti konten orang lain.

“Untuk menjadi Content Creator harus memiliki originality dalam hidup kita. Jika itu konten dari orang lain, kita harus memberitahu sumbernya bahwa ini konten mereka yang kita buat dengan gaya kita, saya juga menciptakan konten berawal dari keresahan terlebih dahulu,” ujarnya di depan peserta.

Di sisi lain, Jovial mengatakan angka dalam konten bukanlah sebagai indikator content creator atau tidak, tetapi bagaimana seseorang berkonsisten dalam membuat konten dan seorang Content Creator harus memiliki identitas sendiri.

“Menjadi seorang content creator angka bukan sebagai indikator tetapi dengan melihat konsisten orang itu, karena ada orang yang buat banyak konten tapi belum tentu dia mencapai level content creator dan juga kita memerlukan identitas sendiri bukan hanya mengikuti trend saja sulit menjadi Content Creator,” katanya.

Terakhir, Jovial memberikan saran kepada calon Content Creator untuk berkonten dari dirinya sendiri dan jangan pernah takut untuk membuat sebuah konten serta harus memiliki niat dan tekad.

“Berkonten harus jujur dengan diri sendiri, jangan takut jadi Content Creator semua orang ada jalannya. Harus ada niat dan tekad banyak orang yang tidak berniat tapi kebanyakan semangat, niat itu jauh lebih mendalam sedangkan semangat itu sementara,” tutupnya.

Selain itu, Nina selaku Sekretaris Tim Penyelenggara Kegiatan Mahasiswa (TPKM) UIN SMH Banten dalam sambutannya mengatakan bahwa para milenial di era digital ini mempunyai peluang besar untuk berbisnis dengan menjadi content creator.

“Betapa besarnya para milenial di era digital untuk menjadi content creator sebagai peluang bisnis, kalau tidak memanfaatkannya sangat rugi dan gunakanlah media sosial sebagai perantara peluang bisnis,” ungkapnya.

Reporter: Salma
Editor: Baidoi

Mahasiswa UIN Banten Sabet Penghargaan Sebagai Peserta Ikonik Terunggul Pada DIKLATPIMNAS III

0

Surabaya, lpmsigma.com- Ahmad Wildan Sahuri Ramdani berhasil meraih penghargaan sebagai peserta ikonik terunggul Pendidikan dan Pelatihan Mahasiswa Tingkat Nasional (DIKLATPIMNAS). Ini merupakan agenda tahunan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada 05-07 Desember 2022 dan diikuti oleh 73 Aktivis Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia, dengan mengusung tema “Lead, Serve And Innovate: Islamic Higher Education Development Goals For Emerging Leader.”

Wildan mengatakan, bahwa ada beberapa tahapan dan berbagai kriteria tertentu untuk proses perseleksian.

“Nah, untuk proses seleksinya ada beberapa tahap, yang pertama seleksi di Universitas dengan berbagai kriteria tertentu,” ujarnya pada Rabu (07/22).

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena bisa menjadi salah satu dari aktivis-aktivis Indonesia.

“Pastinya sangat bersyukur sekali dapat menjadi salah satu aktivis-aktivis hebat dari PTKI se-Indonesia ini,” tutupnya.

Reporter: Ima

Editor: Alfina

Ratapan Hujan

0

#1

Aku persembahkan penampilan ini untuk laki-laki bersayap yang terbalut waktu

Aku melihat peluh cinta bapak mengucur dengan riang

Beberapa klise singkat tumpah di meja ruang makan

Aku dan waktu mengaduk palung-palung hati mencari sedih yang kukubur mati

Permukaan tampak mendekat mencabik-cabik dadaku

#2

Penampilan keduaku kuciptakan untuk obat segala obat

Rasa segala rasa

dan cinta yang bergemuruh

Sungai-sungai panjang kesedihan membelah rindu seperti lepas daun

Waktu dan kita yang tanggal merobek resep obat yang harusnya kuteguk malam ini

Di bibirmu yang terhambur jarak dan bus metropolis sesak menyesakkan mengelupas kekar dahan

Lihatlah tetes hujan

dingin perciknya menguap bersama Jeskar

dan beningnya memantulkan wajah bapak.

Penulis: Rubi