Beranda blog Halaman 92

PUM Tidak Dilaksanakan Tahun Ini, Ketua SEMA-U Tuding HMJ, DEMA dan UKM Belum Rampungkan Program Kerja

0

Serang, lpmsigma.com – Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) tidak akan dilaksanakan pada tahun ini. Ketua Senat Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Miftah menjelaskan hal tersebut akibat dari HMJ, DEMA dan UKM yang belum merealisasikan Program Kerjanya.

Hal tersebut menurutnya tidak memungkinkan jika PUM dilaksanakan pada tahun ini. “Karena berbicara PUM kita juga berbicara kerampungan program kerja dari temen-temen HMJ DEMA Fakultas, SEMA Fakultas, DEMA-U, serta temen-teman UKM, jika melihat keadaan ini tidak memungkinkan kalau misalkan PUM diadakan di bulan Desember,” kata Miftah kepada kru lpmsigma.com.

Hal tersebut, kata Miftah, telah dikomunikasikan kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan. “Ini juga telah kami komunikasikan gimana baiknya ke bapak Warek III, karena kepengurusan ini berjalan dari bulan april,” katanya, (4/11/2022).

Selain itu, ia juga mengatakan jika persiapan pembentukan Komisi Pemilihan Umum akan dimulai pada bulan Desember dan kemungkinan pelaksanaan PUM pada bulan Januari.

“Kemungkinan perekrutan KPU itu nanti akan diadakan oleh SEMA-U di bulan desember akhir atau tengah, dan kemungkinan pelaksanaan PUM-nya sendiri itu paling lambat dilaksanakan di bulan Januari,” ucapnya.

Sebagai informasi, anggaran kegiatan pemilihan umum tahun ini mencapai 45 juta. “Dana PUM sudah disiapkan 45 juta dan harus dicairkan ditahun ini,” jelasnya.

Menanggapi keterlambatan PUM, Ketua Umum UKM KSR, Andre Alamsyah mengatakan, bahwa proker UKM tidak bisa dijadikan alasan mundurnya acara PUM di tahun depan. Ia juga menuturkan jika memang program kerja HMJ yang belum selesai harusnya ada kontroling sejak awal kepengurusan

“Mengenai program kerja HMJ Yang terlambat ataupun lelet dan sebagainya, Kenapa tidak ada penekanan di bulan-bulan sebelumnya di awal-awal pertengahan kan pasti mereka melaksanakan pleno,” tuturnya

Berkenaan dengan itu, Pria yang kerap hadir terus di lingkungan UKM itu mengungkapkan bahwa selama ini Sema Universitas tidak ada komunikasi terkait dengan masalah yang ada di tataran kampus UIN Banten sehingga menimbulkan informasi yang salah.

“Ini kan tidak ada informasi sedikitpun kepada kami (Unit Kegiatan Mahasiswa) mengenai PUM tersebut. itu bukan dijadikan alasan. Menurut saya itu sudah jadi konsekuensi mereka gitu yang harus dipelajari,” ungkapnya

Selain itu, Andre dari UKM KSR mengatakan, jika PUM akan dilaksanakan di tahun depan maka hal tersebut merupakan sebuah keterlambatan.

“Jika PUM dilaksanakan di bulan Januari, itu sangat terlambat, apa bedanya dengan tahun kemarin yang dilaksanakan di bulan Januari ataupun Februari, berarti SEMA tidak mengevaluasi PUM di tahun sebelumnya, jadi tidak ada perubahan pada akhirnya,” katanya saat diwawancarai oleh kru SiGMA, Kamis (24/11).

Reporter: Anjar
Editor: Alfina

Simak Faktor dan Cara Mencegah Kenakalan Remaja dalam Perspektif Psikologi

0

Kasus kenakalan remaja sepertinya fenomena yang tidak ada habisnya. Baik di sekolah atau masyarakat hal itu kerap kali terjadi, seperti membolos, berpakaian seragam seenaknya, balap liar, tawuran dan masih banyak lagi. Masih perlu banyaknya edukasi yang dilakukan terus menerus untuk kalangan remaja.

Menurut Dosen Psikologi Kepribadian UIN SMH Banten, Eni Nuraeni menjelaskan remaja yang masih dalam tahap wajar bisa diatasi dengan pengawasan kontrol dari orang tua dan pihak sekolah.

“Kenakalan remaja jika mereka masih mau sekolah, hormat dengan kedua orang tua, gurunya, masih bisa diawasi dan tentu saja ada kerjasama antara pihak sekolah, orang tua dan pemantauan masyarakat,” ujar Eni Nuraeni (16/11).

Dosen UIN tersebut menghimbau jika remaja sudah melakukan kriminal maka perlu bantuan dari pihak polisi dan segera konsultasi ke psikolog. Karena, menurut dia banyak hal yang menjadi faktor kenakalan remaja terutama kurangnya pengawasan dari orang tua.

“Tak sedikit orang tua yang terlalu memanjakan anak, membiarkan anak bermain dan memegang gadget sepuasnya tanpa pengawasan. Hal tersebut justru adalah kekeliruan, dimana suatu saat si anak bisa saja melawan dan tidak patuh terhadap peraturan,” sambungnya.

Lanjutnya, Faktor agama dan edukasi juga sangat mempengaruhi karakter remaja, seharusnya orang tua dan lingkungan mendukung remaja untuk membentuk karakter yang tidak bertolak belakang dengan norma dan aturan yang ada.

“Remaja seharusnya diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif, yang sifatnya memberikan ruang dalam gerak motorik seperti olahraga dan seni,” tambahnya.

Maka dari itu, peran orang tua dan guru sangatlah penting dalam membentuk karakter remaja, pengawasan sangat dibutuhkan agar remaja tidak keliru dalam meniru suatu tingkah laku yang ada di lingkungan sekitar, baik sekolah atau pun masyarakat.

Penulis: Rubbi
Editor: Alfin

Dua Atlet UIN Banten Mewakili Provinsi Banten pada Perhelatan POMNAS

0

Serang, lpmsigma.com – Provinsi Banten hanya diwakilkan dua atlet untuk Cabang Silat dan Cabang Karate dalam perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVII di Sumatera Barat pada Kamis, (17/11). Acara ini berlangsung dari tanggal 17 November hingga 26 November 2022.

Khofifatun Nufus, Ketua Umum UKM tapak suci mengatakan POMNAS diwakilkan oleh dua atlet mahasiswa dari UIN SMH Banten.

“Dari UIN yang saya tau cuma Arif (pencak silat), Navis (karate) selebihnya dari luar kampus UIN,” katanya saat diwawancarai oleh kru SiGMA, Senin (21/11).

Di tempat lain, Khairul Sholeh menuturkan Provinsi Banten hanya mengirim atlet Pencak Silat dikarenakan bertepatan dengan agenda Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).

“Karena bertepatan dengan PORPROV Banten dan POMNAS Sumatra maka dari UIN sendiri itu hanya cabang olahraga silat dari tapak suci yang mewakili Provinsi Banten,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap Provinsi Banten mendapatkan hasil yang maksimal. Kemudian ia juga menyampaikan sistem seleksi untuk POMNAS harus dibenahi agar lebih transparan.

“Dalam tahap penyeleksian yang kurang transparan sehingga banyak atlet-atlet di Universitas yang ada di Banten tidak mendapatkan informasi adanya seleksi daerah,” tutupnya.

Selain itu, Nufus juga berharap mereka dapat bertanding dengan maksimal, bisa mendapatkan hasil terbaik juga mengharumkan nama provinsi dan kampus.

“Semoga mereka dapat bertanding dengan maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik. Selain mereka mengharumkan nama Banten sendiri, nama kampus juga pasti ikut semerbak terutama bagi UKM Tapak Suci sendiri,” ujarnya.

Reporter: Sri
Editor: Alfina

Rayakan Ulang Tahun yang Ke-7, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Adakan Seminar Nasional

0

Serang, lpmsigma.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengadakan Seminar Nasional di ulang tahun yang ke-7 dengan tema “New Normal, Momentum Transformasi Kebangkitan Ekonomi Islam di Era Digital” yang diselenggarakan langsung di Aula Syadzli Lantai 2, Senin (21/11).

Salahudin, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Febi menyampaikan, tujuan diadakannya seminar nasional ini untuk mengetahui apa yang sedang diperbincangkan oleh dunia, dengan menghadirkan tiga motivator terbaik di bidangnya yaitu Muhammad Hasa Gaido, Witjaksono dan Nanang Qosim.

“Seminar Nasional ini yang diisi dengan motivator-motivator nasional dan dua narasumber pengusaha nasional yang sesuai dengan bidangnya agar lebih optimis dan membangun semangat mahasiswa tentang hal-hal yang baru,” tuturnya.

Di waktu yang bersamaan, Dr. H. Sandiaga S. Uno, dalam cuplikan vidio yang ditampilkan ketika acara berlangsung berharap kegiatan ini bisa menambah pengetahuan literasi mahasiswa.

“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan literasi digital bagi mahasiswa demi penggunaan konten digital dan internet yang bijak serta bertanggung jawab. Semoga para mahasiswa semakin cakap digital sehingga mampu memberikan kebermanfaatan yang lebih luas dalam bidang teknologi digital dan mampu mewarnai ruang digital indonesia dengan konten yang baik,” tutupnya.

Reporter: Dhuyuf
Editor: Alfina

Kampus Merdeka Tidak Lebih dari Sebuah Janji

0

Seperti yang kita ketahui Nadiem Makarim sebagai Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) membuat inovasi yaitu Kampus Merdeka, inovasi kampus merdeka pertama kali diluncurkan pada 24 Januari 2020 dengan empat kebijakan, yaitu perguruan tinggi mendirikan program studi baru, reakreditasi universitas hingga program studi, peningktan status perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH) dan terakhir kebebasan mahasiswa mengambil mata kuliah di luar program studi.

Sampai saat ini, program kampus merdeka semakin berkembang dan beragam. Terdapat 12 program yang dijalankan hampir secara serentak, membuat mahasiswa bisa mendaftarkan diri di program yang lain jika memang tidak diterima di program unggulannya.

Kampus Merdeka menjanjikan 20 SKS (Satuan Kredit Semester) konversi yang dapat dilakukan mahasiswa setelah program diselesaikan. Namun, dalam praktiknya masih banyak sekali kebingungan dan ketidakpastian yang diterima mahasiswa perihal konversi SKS maupun masalah lainnya.

Program yang paling banyak melibatkan partisipasi mahasiswa adalah Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), yaitu program yang memberikan kesempatan mahasiswa mengikuti perkuliahan di luar program studi (prodi), bahkan di luar universitasnya.

Program ini melibatkan sekitar 20.000 mahasiswa seluruh Indonesia. Banyak dari mahasiswa yang tertarik dengan program ini karena kesempatan dapat berkuliah di luar bidang studinya. Namun nyatanya, pelaksanaan program ini mengalami permasalahan saat melakukan konversi Kartu Rencana Studi (KRS) dari perguruan tinggi asal masing-masing.

Ternyata banyak prodi yang hanya menerima mata kuliah yang relevan dengan mata kuliah mahasiswa dari kampus asal. Alhasil tidak sesuai janji Mendikbud, tidak semua mata kuliah yang diambil di perguruan tinggi penerima program PMM diterima oleh prodi asal mahasiswa.

Di kampus uin smh banten. program ini tidak begitu terlihat. program yang sempat akan berjalan pada waktu itu ialah. Jalin kerjasama antara kampus dan perusahaan. Dalam artian perusahaan memberikan kesempatan untuk mahasiswa dalam meningkatkan pengalaman dan pelajaran. Kerap kali dari jalin kerjasama ini mahasiswa sering kali dijanjikan untuk mendapatkan uang pengganti dalam masa magang kampus merdeka.

Sebenarnya dalam kacamata pandangan saya. Program ini memang membuka kesempatan untuk mahasiswa agar siap di dunia kerja, namun jauh dari itu kita bisa melihat secara luas kampus merdeka ini.

Nampak yang paling sederhana dari permasalahan kampus kita ialah soal fasilitas kampus. Dalam menerangkan fasilitas kampus kita akan tau bagaimana problem fasilitas kampus yang tidak memadai untuk mahasiswa. Kekurangan fasilitas dari yang tersedia bisa menyebabkan stagnasi perkembangan untuk mahasiswa.

Sering kali yang paling mudah kita temukan beberapa kelas yang acnya mati. Juga mempengaruhi tingkat kenyamanan kita dalam belajar di kelas. Hal yang paling baik saya kira ialah kemendikbud mendorong fasilotas kebutuhan mahasiswa dalam meningkatkan skill dan wawasan.
Dari beberapa keresahan kampus merdeka di atas, dapat dilihat bahwa masih sangat jauh dari kata “merdeka”.

Merdeka dari kebebasan pilihannya, merdeka dari haknya, dan merdeka dari rasa aman. Bahkan masalah-masalah yang tertulis di atas hanyalah berasal dari salah satu program saja. Banyak hal yang sebenarnya belum disiapkan Kemendikbud untuk kebijakan kampus merdeka.

Penulis: Fahrul
Editor: Alfin

131 Mahasiswa Diskorsing, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Gedung Kemendikbud

0

Jakarta, lpmsigma.com – Puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, aksi ini diadakan untuk menunjukkan sikap penolakan terhadap sanksi yang diberikan kepada 131 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) di depan balai Kemendikbudristek. Aksi ini terdiri dari Organisasi Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO), serta Komite Pembebasan Akademik, Komite Revolusi Pendidikan Indonesia, Gerakan Buruh Bersama Rakyat, dan beberapa perwakilan dari Universitas lain pada Kamis, (17/11).

Herbert selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menyatakan bahwasanya, 131 Mahasiswa itu diberi sanski karena mereka sedang menyampaikan aspirasi dalam kegiatan latihan kepemimpinan.

“Namun yang terjadi di lapangan adalah pembungkaman atau pemberhentian secara sepihak oleh pihak Dekanat, serta menjatuhkan sanksi kepada 131 Mahasiswa hanya karena melaksanakan hak dasarnya,yakni berserikat, berekspresi, dan menyampaikan pendapat (kebebasan berekspresi) di dalam kampus, ” ucapnya kepada kru SiGMA.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya aksi ini adalah untuk membebaskan 131 mahasiswa ini, agar mereka mendapat hak-hak mereka sebagai mahasiswa, serta meminta agar diberikan kebebasan akademik.

Sherly sebagai perwakilan pelajar juga ikut serta dalam aksi ini, ia berharap agar apa yang disuarakan dapat didengar oleh pemerintah. (17/11)

“Ada banyak jeritan-jeritan rakyat yang meminta hak-haknya sebagai masyarakat agar dapat menempuh pendidikan yang layak,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Riki Kuswanda sebagai salah satu korban dari kejahatan pemerintah merasa sangat tidak puas atas respon pihak Kemendikbud dalam menangani kasus ini. Dalam rapat audiensi bersama pihak Kemendikbud, Riki merasa bahwa pihak terkait memperlambat penanganan kasus ini.

“Sebelum kami datang ke sini kami sudah mengirimkan surat audiensi beserta menyertakan berkas laporan aduannya pada tanggal 10 november, ada waktu 7 hari sampai hari ini untuk kemendikbud menginvestigasi situasi, ia berharap agar ketika di dalan ruangan sudah membahas perkembangan. Namun yang terjadi pada hari ini, mereka masih membahas terkait berkas laporan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwasanya apabila 10 hari ke depan jika tidak ada perkembangan atau Kemendikbud tidak melaporkan investigasinya maka para demonstran akan kembali lagi.

Reporter: Anjar
Editor: Alfin

Kota Serang Diterjang Banjir, Jembatan Singandaru Rusak

0

Serang, lpmsigma.com – Hujan deras mengguyur Kota Serang sejak dini hari yang berakibat terjadinya banjir, tepatnya pukul 04.00 WIB menyebabkan rusaknya Jembatan Singandaru di Jalan Empat Lima Cikulur pada Kamis (17/11).

Meluapnya air yang begitu tinggi menjadi penyebab terjadinya banjir yang berdampak pada aktifitas warga karena jembatan yang biasa dilalui oleh masyarakat, khususnya anak sekolah menjadi terhalang.

Samsuri, selaku lurah daerah Cikulur, menuturkan bahwa kerusakan jembatan Singandaru ini hanya disebabkan oleh banjir yang tidak dapat diketahui penyebab asalnya darimana.

“Penyebab kerusakan jembatan ini karena memang dari derasnya air hujan, yang turun kesana kesini sesuai dengan arus air dan banjir gak tau penyebabnya darimana, dilihat dari sungai tidak ada yang tersumbat,” tuturnya.

Diperkirakan air surut sekitar pukul 06.00 pagi, pemerintah Kota Serang cepat tanggap dalam menanggulangi permasalahan ini. Bantuan masyarakat sekitar dan juga para relawan seperti TNI, Polri, Dishub serta Brimob turun langsung untuk membantu menertibkan jalan dan siap siaga menanggulangi kerusakan jembatan Singandaru.

Ia juga mengatakan jembatan rusak tersebut menghambat aktivitas warga yang biasa melintas melewati jalan tersebut.

“Masyarakat sangat mengkhawatirkan akan jebolnya jembatan akibat banjir sehingga aktivitas lalu lintas sulit dilakukan, terlebih lagi jalan ini sebagai jalan umum,” katanya.

Kerusakan jembatan tidak terlalu parah, sehingga masih bisa dilalui oleh masyarakat dengan berjalan kaki dan akan segera diperbaiki dalam waktu 24 jam.
“Jalan tidak rusak parah, untuk sementara jalan dialihkan ke alternatif jalan lain agar bisa dilalui oleh masyarakat sekitar dalam menjalankan aktivitas seperti biasanya,” pungkasnya.

Reporter: Salma
Editor: Alfina

SGMI Gelar Aksi Mimbar Bebas dan Refleksi Satu Tahun Organisasi

0

Serang, lpmsigma.com – Sekolah Gerakan Pemuda-Mahasiswa Indonesia (SGMI) menggelar aksi mimbar bebas dan refleksi satu tahun organisasi di halte Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada Senin, (14/11).

Aksi ini dilakukan dengan menggunakan properti dari lilin yang dibakar dan menyuarakan orasi mereka.

Obie selaku ketua SGMI mengatakan aksi ini mengenai kebijakan Periode Jokowi-Ma’ruf

“Aksi ini dilakukan mengingat rezim Jokowi-Ma’ruf yang terus membuat kebijakan-kebijakan anti rakyat contohnya omnibus law dan UU cipta kerja,” katanya.

Terlebih, kebijakan lainnya seperti UU Sisdiknas, RUU KUHP dan berbagai regulasi lainnya. Obie menuturkan mengenai krisis ekonomi yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sedang gencar tidk berdasarkan pada kepentingan rakyat.

“Belum lagi pada hari ini dimana krisis ekonomi sedang gencar dilakukan, kenaikan BBM yang tidak pernah berdasarkan kepada kepentingan rakyat,” tuturnya.

Menurutnya, dana subsidi dari BBM ini tidak dialokasikan dengan baik kepada para sektor rendah malah digunakan yang lain.

“Dana subsidi dari BBM ini tidak dialokasikan kepada sektor dan kepentingan rakyat, contohnya pendidikan dan kesehatan, namun itu malah dialokasikan untuk pembangunan IKN atau taman wisata premium yang berada di taman nasional komodo,” tambahnya

Kemudian aksi ini akan dilakukan kembali pada tujuh belas November, sekaligus memperbaiki momentum international student day bersama organisasi lain.

Obie berharap diadakannya aksi tersebut, bisa menyadarkan seluruh masyarakat dan seluruh para pengendara kondisi objektif yang sedang dihisap dengan berbagai regulasinya.

“Harapan saya yaitu bisa menyadarkan kepada seluruh masyarakat, seluruh pengendara. Bahwa kondisi objektif pada hari ini kita benar-benar dihisap dengan regulasi, dengan berbagai sebuah sekema si miskin semakin miskin si kaya semakin kaya,” ucapnya.

Reporter: Sri
Editor: Alfin

Makan Mi Setiap Hari, Apakah Baik Bagi Kesehatan?

0

Di zaman ini siapa sih yang tidak tahu dengan mi instan? Mi instan termasuk salah satu makanan praktis yang digemari oleh semua kalangan apalagi remaja karena rasanya yang enak dan gurih.

Selain karena mudah dan praktis, mi ini juga memiliki banyak varian rasa yang menggugah selera.

Akan tetapi, Mi yang terbuat dari tepung terigu ini akan menjadi berbahaya ketika dikonsumsi setiap hari. Sebuah riset yang dilakukan kepada ribuan mahasiswa Korea, mi instan jika dikonsumsi setiap hari atau berlebihan maka akan menimbulkan resiko kartiometabolik yang tinggi.

Nah, perlu SiGMAnia ketahui, berikut empat resiko mengkonsumsi mi instan setiap hari:

1. Obesitas
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Melyta pada tahun 2017 mi instan merupakan penyebab utama obesitas karena kandungan lemak dan garam dalam mie instan sangat banyak. Semakin sering kita mengkonsumsi mie instan sama halnya dengan mengonsumsi lemak dan natrium secara berlebih. Kemudian lemak yang bertumpuk dalam tubuh akan mengakibatkan bertambahnya berat badan. Tubuh akan memiliki banyak tumpukan lemak yang menyebabkan status gizi berlebih.

2. Diabetes
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Tan pada tahun 2019, kandungan garam dalam mie instan sekitar 62,1%, dan kandungan natrium sekitar 61,7%. Natrium adalah sejenis mineral yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di sekitar sel-sel.
Mengonsumsi garam berlebih akan membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan menahan aliran darah. Karena ginjal memproduksi hormone renin dan angiostenin yang membuat pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya. Akibat tekanan darah yang besar dan kuat tersebut menyebabkan seseorang menderita hipertensi.

3. Lebih rentan mengalami sakit jantung
Dalam mi instan memiliki kandungan MSG (monosodium glutamat) dan natrium.
Dua kandungan tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi hingga masalah gagal jantung.

4. Gangguan Pencernaan
Mie instan merupakan makanan yang sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, jika terlalu sering mengkonsumsi mie instan akan mengganggu pencernaan dan membuat perut kembung dan diare.

Jadi, bagaimana masih mau makan mi instan setiap hari? SiGMAnia di rumah bisa mengonsumsi mi instan asalkan jangan terlalu sering atau sampai setiap hari makan mi. Makanan apapun jika dikonsumsi terlalu banyak akan menjadi gak baik untuk kesehatan tubuh kita. Jadi konsumsilah sewajarnya dan jangan berlebihan ya.

Penulis: Alfin

Pasca Kiamatnya Siaran TV Analog ke Siaran TV Digital

0

Siaran TV analog yang sudah menemani masyarakat Indonesia selama Kurang Lebih 60 Tahun dinonaktifkan. Dimana masyarakat sudah tidak asing lagi dengan siaran yang sudah biasa disajikan setiap harinya melalui siaran TV analog. Namun, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja pasal 72 angka 8 (sisipan pasal 60A Undang-Undang penyiaran) menjelaskan tentang pengalihan siaran TV analog sepenuhnya digantikan dengan siaran TV digital.

Siaran TV digital menggunakan modulasi sinyal digital dan system kompresi yang akan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara yang lebih jernih dan teknologi yang canggih. Hal ini sangat menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. Dalam masa peralihan siaran TV analog ke siaran TV digital tentunya masyarakat tetap bisa menikmati siaran seperti biasanya, namun sangat dianjurkan untuk merubah tangkapan sinyal antenna di rumah dari siaran TV analog ke siaran TV digital menggunakan alat yang dinamakan STB (Set Top Box).

Dari beberapa kelebihan program yang disediakan pemerintah saat ini, tentunya ada pula kekurangan yang terlihat seperti ketidakmerataan pembagian STB kepada masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya pemerintah menyampaikan akan adanya pembagian STB terhadap masyarakat yang tidak mampu secara merata, namun nyatanya masih banyak sekali yang belum menerima bantuan tersebut.

Miris sekali mendengar perkataan dari salah satu warga yang mengeluh untuk makan saja susah apalagi harus dipaksa membeli STB demi menonton TV, lebih baik uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan ada juga yang mengatakan menonton TV hanya untuk orang yang mampu saja.

Menurut saya dari dihadirkannya program pemerintah ini sangat bemanfaat sekali untuk warga negara Indonesia, karena memang Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara lain namun cara pemerintah menjalankan program ini masih kurang maksimal seperti cara pembagiannya yang kurang terkonsep.

Seharusnya, cara pembagiannya dilakukan secara terperinci misalnya mendata golongan masyarakat yang tidak mampu yang berhak mendapatkan STB gratis agar tidak lagi ada kelalaian pihak pemerintah yang mengakibatkan tidak meratanya pembagian STB ini. Harapan saya pemerintah bisa memperhatikan jalan kerjanya pembagian STB terhadap masyarakat yang tidak mampu.

Penulis: Dhuyuf
Editor: Alfin