Beranda blog Halaman 93

BULETIN EDISI 3 MAGANG 2022

0

SALAM PERS MAHASISWA!
Kru magang LPM SiGMA tahun ini menghadirkan kembali buletin SIKAP, yang menyuguhkan "Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)"
Selain itu, buletin ini juga menyuguhkan opini, sastra, sejarah, dan lainnya. yuk unduh dan baca buletin sekarang!

TransTV Road to University: Being Creative in Digital Era

0

Serang, lpmsigma.com – TransTV bekerjasama dengan Fakultas Dakwah UIN Banten dalam acara TransTV road to campus, yang bertempat di Aula Sadzli Hasan lantai 2, Kamis (10/11). Dengan pembicara David John Schaap, pembawa acara program TV “My Trip My Adventure.”

Sejak pagi ratusan mahasiswa Fakultas Dakwah mendatangi Aula Sadzli Hasan untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Program My Trip My Adventure on Stage mengawali kegiatan dengan membahas bagaimana cara mengolah program televisi yang diminati pemirsa dan yang menjadi pusat perhatian kali ini adalah kehadiran David John Schaap selaku host di acara TV My Trip My Adventure.

Sesi kedua diisi oleh Fajrul Islam membahas mengenai Teknik editing fotografi, Ia mengatakan bahwasanya ada beberapa cara mengambil foto dengan kreatif yang sesuai dengan temanya.

“Ngambil foto itu harus sesuai dengan tema atau juga bisa diambil dari isu-isu sekarang,” ucapnya kepada para peserta.

Di tempat lain, Wadek III Helmy Faizi Bahrul Ulumi mengatakan bahwasanya untuk peserta acara yang disepakati dengan pihak TransTV itu hanya 400 orang.

“Target kita hanya 400 orang, dan kita juga hanya menyiapkan 400 kursi namun nyatanya banyak mahasiswa yang tidak kebagian kursi berarti targetnya melampaui,” ujarnya.

Helmy beranggapan bahwasanya acara ini sangat melampaui ekspektasi dari segi semuanya.

“Karena ini sangat luar biasa, partisipasi mahasiswa juga sangat luar biasa,” ucapnya.

Reporter: Anjar
Editor: Tya

Setelah Vakum Dua Tahun, UKM GESBICA Kembali Persembahkan Pertunjukan Teater

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa Gema Seni Budaya Islam Campus (Gesbica) kembali mempersembahkan pertunjukan teater yang bertema sejarah Banten, pasca vakum selama dua tahun karena covid 19. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program kerja dari UKM gesbica, Kamis (10/11).

Acara tersebut mencakup keseluruhan UKM gesbica, mulai dari anggota baru, demisioner hingga alumni dan orang-orang yang berkesinambungan dalam ruang lingkup UKM gesbica.

Pimpinan produser (Pempro), Mega Firdaus menyampaikan, tujuan diadakannya acara ini untuk memperluas karya-karya dari anggota gesbica. Acara pentas seni teater ini juga tidak hanya digelar di Kampus UIN Banten saja, akan tetapi digelar juga di Ponpes Darussa’adah, STKIP Setia Budhi (Rangkas bitung), SMKN 1 Pandeglang dan Gedung Kesenian Nyimas Rara Santang (Cirebon).

“Tujuan diadakanya acara ini karena sudah terhalang Covid 19 selama dua tahun, dan tentunya ingin UKM gesbica ini lebih berkarya lagi. Kemudian alasan memilih tema surosowan burak, karena ini masih berkaitan dengan sejarah Banten,” ujarnya.

Selain itu, Mega juga menyampaikan bahwa acara ini juga sifatnya terbuka, terutama untuk mahasiswa UIN lainnya dan acara ini juga berkolaborasi dengan UKM Raska dari kampus STIE Banten.

“Acara ini terbuka untuk umum. Harapan saya dengan diadakannya acara ini agar bisa menambah wawasan buat mereka semua, apalagi ini berkaitan dengan sejarah Banten,” pungkas Mega.

Reporter: Dhuyuf
Editor: Alfina

Kemunduran Akal Generasi Muda Melalui Tindakan Serampangan

0

Sebagai perwujudan cita-cita bangsa, anak muda dideskripsikan demikian karena memiliki daya kreatifitas dan imajinasi yang tinggi untuk membangun peradaban ke arah yang lebih baik.

Dalam hal ini, pemerintah mendorong generasi muda untuk wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun. Dengan jenjang pendidikan yanh sangat panjang tentu harapannya ialah untuk membangun moral dan akal pada generasi bangsa.

Namun, hal ini tidak sepenuhnya berjalan sesuai apa yang diharapkan. Banyak dari kelompok generasi muda menjadi sangat berbahaya di kalangan masyarakat.

Anak muda saat ini, lebih cenderung labil dan lebih suka bersikap dengan kekerasan sebagai wujud untuk mengekspresikan diri.

Dalam Buku Sarlito Wirawan Sarwono mengenai Psikologi Remaja, hal tersebut didefiniskan sebagai kenakalan remaja.

Kenakalan remaja adalah suatu pergaulan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada seperti aturan keluarga, orang tua, adat istiadat. Penyimpangan yang di lakukan seperti pulang terlalu malam, merokok, minum minuman keras, hamil di luar nikah (Sarlito, 1989).

Kenakalan remaja sangat beragam bentuknya dan sangat meresahkan lingkungan tempat tinggalnya hingga kadang memakan korban jiwa.

Seperti aksi konyol yang dilakukan beberapa anak muda di jalanan memberhentikan mobil truk yang sedang melintas.

Banyak lagi kenakalan remaja yang akhirnya sampai berujung pelanggaran pidana. Contohnya saja pembacokan yang dilakukan beberapa gerombolan anak muda di Daerah Petir, Kabupaten Serang, Banten.

Belum lama ini, tersiar kabar gangster (kelompok anarkis remaja) akan melakukan aksi pada perayaan ulang tahunnya di jalanan Kota Serang.

Kenakalan ini.membuat masyarakat resah, yang akhirnya mengganggu kondusifitas lingkungan masyarakat yang dilakukan anak muda. Mulai dari balap liar, aksi pamer senjata tajam di jalanan, hingga pengeroyokan tanpa alasan.

Mengapa demikian aksi remaja identik dengan kekerasan yang akhirnya berujung pidana. Karena kemunduran akal generasi bangsa.

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal (Zahratu, 2012)

Hal ini karena karakter anak muda yang masih labil sehingga tidak bisa untuk berpikir panjang mengenai dampak dan akibat yang dilakukannya itu.

Perlu adanya kontroling dalam internal seperti di lingkungan keluarga yang dilakukan oleh orang tua sehingga mencegah tindakan remaja yang serampangan.

Penulis: Fajri Munawir

Mandek Dua Bulan Laporan Pertanggungjawaban Panitia PBAK Tak Kunjung Usai

0

Serang, lpmsigma.com – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pasca Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2022, UIN SMH Banten semenjak dua bulan yang lalu sampai saat ini tak kunjung usai. Hal ini mengakibatkan terhambatnya pembagian sertifikat Mahasiswa baru serta pencairan dana kegiatan PBAK.

Ali Muhtarom selaku Ketua Pelaksana PBAK menyampaikan bahwa hal tersebut disebabkan oleh data panitia yang belum lengkap sehingga mengakibatkan terhambatnya pencairan dana dan laporan pertanggung jawaban (LPJ) dari panitia PBAK 2022.

“Data dari panitia yang belum lengkap itu yang menjadi penghambatnya,” katanya.

Adam Selaku Panitia PBAK menjelaskan bahwa yang menjadi hambatan adalah dalam pengumpulan Identitas dari panitia yang menjadi bukti dalam pencairan dana PBAK.

“Yang menjadi hambatan yang kami tau itu permasalahan pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk sebagai bukti LPJ yang nanti untuk honor mentor,” ungkapnya pada kru SiGMA, Rabu (09/11).

Adam juga menambahkan keluhan lainnya yang dirasakan selama kegiatan PBAK kurangnya kesadaran dan kerja sama dalam menyelesaikan LPJ serta komunikasi yang kurang efektif.

“Kurangnya kerja sama dalam menyelesaikan LPJ, dan komunikasi yang kurang efektif,” tutur Adam.

Selain itu, Adam berharap para panitia PBAK dapat menyelesaikan tugas secara bersama-sama dan tidak merugikan satu sama lain.

“Harus saling bahu membahu untuk sama-sama bisa menyelesaikan LPJ-an tersebut, dan harus sama-sama dikawal sampai dengan tuntas,” imbuhnya.

Reporter: Faisal
Editor: Baidoi

Mahasiswa Berwirausaha? Kenapa Tidak?

0

Kehidupan mahasiswa tentu saja tidak ringan, banyak mahasiswa yang harus siap dengan berbagai tugas yang diberikan. Tak jarang juga, banyak para mahasiswa yang kewalahan untuk membagi waktu dalam mengerjakan tugas. Bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah, mereka dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan memendam rasa rindu terhadap keluarga.

Belum lagi mahasiswa harus dihadapkan dengan permasalahan kebutuhan sehari-hari yang tidak sedikit. Mereka juga memerlukan biaya untuk membayar uang kuliah, biaya kosan, dan biaya untuk makan. Tak hanya itu, mahasiswa juga membutuhkan biaya lebih ketika ada tugas yang perlu dicetak maupun ketika ada kegiatan perkuliahan di luar kota.

Oleh karena itu, meskipun disibukkan oleh tugas-tugas kuliah, saat masih menjadi mahasiswa kita memiliki banyak waktu luang, jaringan pertemanan luas, ide kreatif, dan tenaga kuat untuk mengerjakan banyak aktivitas. Pada saat-saat itulah waktu yang pas untuk mahasiswa memulai untuk menjadi seorang wirausaha.

Dengan kreativitas inilah tentu mahasiswa punya potensi yang besar untuk terjun ke dunia wirausaha. Karena itu mahasiswa seringkali dikenal sebagai gudang inovasi yang memiliki kreativitas tanpa batas. Dari bidang makanan, fashion, hingga jasa, mahasiswa punya kesempatan untuk menjadi pengusaha muda yang sukses.

Lalu adakah dampak bagi mahasiswa yang sekaligus berwirausaha?

Ada banyak dampak yang dirasakan bagi mahasiswa yang berkuliah dengan sekaligus menjalankan wirausahanya baik dari sisi positif maupun negatif. Dalam sisi positif ialah mahasiswa yang berwirausaha dapat memperoleh ilmu serta pengalaman dalam kegiatan berwirausahanya. Mereka akan mengetahui lebih awal bagaimana cara berwirausaha yang tepat. Mulai dari mata kuliah yang diberikan ketika di dalam kelas maupun dari teman yang sudah belajar mengenai teori-teori berwirausaha untuk diterapkan langsung dalam usahanya tersebut. Dan mengerti bagaimana solusi yang tepat ketika mendapatkan masalah dalam berwirausaha.

Adapun manfaat lain dari sisi positif berwirausaha yaitu kita sebagai wirausaha dapat memperoleh jaringan luas yang berguna untuk memajukan usahanya dan menambah ilmu dari orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang wirausaha. Sukses di usia muda serta mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.

Dapat dilihat keuntungannya, sebagai mahasiswa yang berwirausaha tentunya bisa memiliki pendapatan dan juga bisa hidup mandiri. Dengan memiliki penghasilan sendiri mahasiswa dapat membiayai kuliahnya tanpa meminta kepada orang tua atau bahkan bisa memberi uang kepada orang tuanya.

Sedangkan jika dilihat dari sisi negatif, mahasiswa yang berwirausaha akan lebih kesusahan dalam membagi waktunya. Karena sebagian mahasiswa mengatakan, bahwa waktu 24 jam dalam sehari itu kurang, belum lagi dengan banyaknya tugas yang bergantian dari berbagai dosen. Jadi, harus pintar dalam membagi waktu. Dan juga mahasiswa yang berwirausaha dapat membuatnya menjadi lalai dalam mengerjakan tugas kuliah, karena memiliki penghasilan yang cukup lumayan dari usahanya dapat menimbulkan mahasiswa lupa dengan tugas utamanya dan membuat mahasiswa telat lulus kuliah.

Kuliah dan berwirausaha sebenarnya hal yang sangat baik bagi mahasiswa. Dengan menjalankan keduanya secara bersamaan dapat membentuk sifat mandiri yang tidak bisa dilakukan oleh semua mahasiswa. Dalam melakukannya membutuhkan keberanian, sunguh-sungguh, serta kekonsistenan. Jika dijalankan dengan baik mahasiswa dapat sukses lebih awal. Tentunya dengan syarat tanpa meninggalkan tugas utamanya yaitu kuliah. Dan jika usaha tersebut dapat melupakan kuliah maka lebih baik jangan berwirausaha dahulu karena kita tidak bisa membohongi diri sendiri bahwa gelar sangat kita butuhkan untuk tujuan awal kita berkuliah. Dan untuk kita yang ingin berwirausaha dapat memulainya setelah kita lulus kuliah.

Penulis: Ria
Editor: Baidoi

Tumbal

0

Musala An-nur didirikan pada Tahun 1980 oleh warga setempat, yang tentunya setiap harinya musala tersebut digunakan untuk beribadah. Lalu musala tersebut ditinggalkan oleh seorang marbot (Pengurus Musala) Kasman, singkatnya setelah marbot musala An-nur Wafat pada tahun 2015 musala tersebut terbengkalai dan konon banyak hal-hal mistis yang terjadi di musala tersebut.

Setelah wafatnya Kasman dibarengi dengan musala An-nur yang terbengkalai, tentunya tidak dipakai kembali oleh masyarakat setempat. Dari situlah awal mula hal-hal mistis yang tak terduga dan membuat warga setempat tercengang.

Berawal terjadinya keanehan pada ke 100 Hari wafatnya pak Kasman, tepatnya di hari Jum’at malam yang terjadi di musala yang terbengkalai tersebut. Pada malam itu tepatnya pukul 00.05 ada warga pendatang yang mendengar suara Adzan di dalam musala.

“Allahuakbar Allahuakbar” Burhan mendengar suara Azan yang sangat jelas dari arah musala An-nur.
“Kok ada yang adzan jam segini? Wah iseng nih orang,” bergegas burhan mendekati musala itu dengan rasa penasaran dan kesal.

“lah kok gelap, anjir wangi melati” Burhan dengan kaki gemetar sambil mengarahkan senter sekeliling musala, dia melongo terheran-heran setelah melihat tidak ada siapa pun di musala itu, hanya ada sejadah yang tergelatak dengan rapih di lantai seakan-akan ada yang sudah memakainya, ditambah dengan wewangian yang sangat menyengat bergegas ia berlari terbirit-birit sambil berteriak.

“Se set set setaaaaaaaaaan setaaaaaaaaaan” Burhan berteriak sekencang-kencangnya, hingga Andi yang sedang Ronda itu mendengar.
“Berisik banget lu setan,” ucap Andi.

“Set-set-set-setan-bapak-setan-musala-melati-setan” Sambil terbata-bata Burhan mencoba untuk memberitahu “Lu setannya anjir”

“Di sana ada setan pak”“

Di mana? Nih diminum dulu”

“Setan, panas”

Setelah Burhan minum dan sedikit tenang barulah andi bercerita kejadian yang dia alami.
“Tadi kan pak saya lewat depan musala itu, saya denger suara azan di dalam, saya kira ada orang yang iseng, pas saya sentirin tu pak ternyata gak ada apa-apa” ucap burhan mencoba menjelaskan.
“Wah ini hari ke 100 pak Kasman, apa ini ada kaitannya ya?” Subhan teman ronda pak Andi bertanya pada diri sendiri.

“Yaudah mending kamu pulang sekarang” ucap Andi
“Iya pak, tapi antarkan saya” minta Burhan kepada yang ronda
Setelah kejadian tersebut, banyak hal-hal mistis lainnya terjadi sampai membuat semua orang tidak ada yang berani mendekati mushala itu.

Seiring waktu berjalan, dan akan ada rel kereta yang mau dibangun desa itu dan musala An-nur akan tergusur. Tiba saatnya untuk penggusuran mushola.

“Alat berat siapkan hari ini kita akan membongkar mushala yang masuk ke area pembangunan rel” Ucap dengan lantang Sodik mandor proyek.
“Tejo sekarang hidupkan mesin kita harus meratakan mushala itu dengan tanah agar pekerjaan kita segera selesai”

“Siap pak laksanakan perintah, biwir bereum-bereum jawer hayam panon coklat kopi susu” bergegas Tejo naik ke tempat kemudi alat berat itu sambil bersenandung lagu.

“Otw meratakan, Majuuuuuu…” alat berat terus maju seketika beberapa meter lagi sampai kedepan bangunan mushala itu, tiba tiba
“Lah kunaha sia teh modar” Tejo menggerutu dengan bahasa daerahnya karena Dozernya tiba-tiba mati.

“Tah kitu hirup dei, Gasssken…, alah sia boy kunaha modar wae” Tejo semakin bingung padahal selama dia mengemudikan alat berat ini tidak ada masalah.
“Ah dasar mesin kolot” Tejo menggerutu sambil turun dari kemudinya.

“Mesinnya udah tua kali pak gak mau idup minta ganti kayaknya”
“Palalu peang, umur lu noh yang tua” Ujar sodik sambil membuka topi kebanggaannya
“Serius pak coba aja bapak idupin”
“Mana sini kuncinya”
“Tuh kan pak apa saya bilang, teu hirup kan hehee..” Tejo sambil tertawa kecil.
“Coba pakai Buldozer satunya”
“Oke siap pak” Langsung Tejo berlari menaiki kemudi buldoser yang lain dan langsung menghidupkan mesinnya.

“Bismillahirrahmanirrahim doangna kudu ngado’a helan iyeu mah, Yok bisa yok” langsung tejo kemudikan mesinnya menuju Mushola itu dan sudah kita tebak buldozer itu juga mati ketika sudah mendekati mushala itu.

“Lah ko modar dei mesina, kadoangna aya anu teu beres didiyeu” Tejo pun laporan kembali ke mandor
“Pak mesinnya mati lagi”
“Lah ko bisa kan itu Unit baru masa iya udah mogok si”

“Masalahnya kaya mesin yang pertama tadi pak, pas saya mau ngedeket itu mushola selalu mati ni mesinnya” Ucap tejo kepada mandornya
“Yaudah nanti saya lapor kepada pimpinan langkah apa yang harus dilakukan” Ujar sodik sambil meninggalkan area proyek.

Satu dua sampai tiga malam berlalu, masalah yang menghantui masih belum terselesaikan sampai pada akhirnya.
“Jo tidur sini nih sebelah gua, cukup nyaman” ucap Sodik, yang sudah mengambil posisi untuk bersiap tidur.

“iya bang. Bang saya rindu banget sama anak, istri saya. Tejo pengen banget peluk mereka dan bilang kalo Tejo sayaaaang pisan sama mereka, saya pengen gitu punya waktu buat bareng-bareng sama meraka, pengen tertawa bareng mereka, makan bareng meraka, trus nyuapin meraka” sambil menatap langit-langit mushola tejo melanturkan keinginanya.

Setelah bercakap-cakap panjang mereka pun terlelap
‘aaaaaaaaaaaaaaaa’
Sodik yang baru saja kembali dari kamar mandi mendengar suara jeritan dari musala yang ternyata buldozer itu bergerak dan meratakan musalah dengan tanah beserta Tejo yang tertidur di dalamnya. Sodik hanya bisa terdiam dan tercengang dengan kejadian ini, ia hanya bisa mengingat apa yang dikatakan Tejo semalam sebelum meraka tertidur.

‘bang saya titip poto keluarga saya ya ke abang soalnya kalo saya yang megang takut kotor kena tanah, terima kasih ya bang’ tak terasa air mata Sodik terjatuh di atas kertas yang di dalmnya terdapat gambar keluarga Tejo.

Penulis: Riyanti
Editor: Alfin

Kampus sebagai Kawah Candradimuka Kaya Akan Intelektual dan Gagasan yang Revolusioner

0

Kampus yang juga memiliki derajat tinggi karena cita-citanya, aktivitas, dan lingkungan yang ilmiah, seharusnya mampu membawa peradaban ke arah yang lebih baik dan beradab.

Di tengah hiruk-pikuk keadaan nasional dan juga internasional, tentu kita tidak bisa menafikan bahkan sampai memarginalisasikan situasi kampus saat ini. Dengan problematika yang terjadi di setiap tahunnya, seharusnya menjadi catatan evaluasi besar-besaran bagi para stakeholder yang melanjutkan estafet perjuangan, baik di instrumen yang terkecil hingga yang paling tinggi.

Polarisasi yang saat ini tengah berlangsung di kampus, tak banyak para stakeholder yang mampu memahami hal-hal yang penulis sampaikan di awal, bahwa kampus harus menjadi tempat peradaban bagi seluruh umat manusia, bukan milik individu bahkan golongan.

Dengan kapabilitas yang ia miliki, tentu membawa visi serta misi yang dahulu ia akbarkan di setiap kali pertemuan dengan khalayak manusia guna menarik simpatik untuk mendukungnya. Hal yang serupa, tapi tak berisi makna dan cenderung kacang lupa pada kulitnya, tentu ini menjadi indikator permasalahan di dalam keberlangsungan kehidupan di kampus, sehingga setiap tahun mengalami stagnasi dan nasib yang sama seperti yang sudah-sudah. masalah yang lalu tak usai, justru bertambah dan berlipat ganda setiap tahunnya.

Mahasiswa perlu berbenah, para stakeholder juga, jangan diam! Silahkan ambil peran dan berkontribusi dalam pembangunan sebagai insan akademis. “Ubi concordia, ibi victoria” di mana ada persatuan di situ ada kemenangan.
Seperti yang diungkapkan Najwa Sihab “tokoh sejarah memercikan api inspirasi, hanya jika dipelajari secara rinci”

Sudah saatnya mahasiswa kembali menggantungkan impian mereka di langit langit kampus, sebagai bukti dan saksi, bahwa perubahan ke arah yang lebih baik di konstruksi dari penghuni kampus itu sendiri. Jadikan sudut-sudut kampus, Lorong-lorong kampus, taman-taman kampus, dan semua fasilitas kampus menjadi ruang untuk beradu gagasan untuk menciptakan kembali iklim khazanah intelektual dan mampu melahirkan ide ide yang revolusioner.

Penulis: Riyanti
Editor: Alfin

Pendidikan yang Tinggi Belum Tentu Menghasilkan Orang yang Terdidik

0

Munculnya berbagai tindak kriminal di lingkungan masyarakat merupakan salah satu tindakan yang umumnya dilakukan oleh orang yang tidak terdidik.

Banyak sekali masalah yang muncul saat ini, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Padahal, tingkat pendidikan warga negara Indonesia sudah terbilang cukup tinggi.

Berdasarkan pantauan Indonesia Corruption Watch (ICW), sepanjang 2021 ada 1.282 perkara tindak pidana korupsi yang disidangkan, dengan jumlah total terdakwa 1.404, ini bukan perkara yang kecil melainkan ini semua ada indikasi kolusi.

di tahun ini Dilansir dari laman resmi KPK, dalam semester pertama tahun 2022, KPK telah melakukan 66 penyelidikan, 60 penyidikan, 71 penuntutan, 59 perkara inkracht, dan mengeksekusi putusan 51 perkara.

Sebenarnya, mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Sekolah hingga ke Perguruan Tinggi untuk mendapatkan gelar doktor atau bahkan profesor ternyata belum cukup untuk mengubah tindakan seseorang.

Sebagian sekolah hingga perguruan tinggi Indonesia memang berhasil membentuk orang-orang pintar tetapi, tidak ada jaminan orang tersebut menjadi terdidik. Seperti yang kita ketahui bahwa pola pendidikan umum di Indonesia hanyalah mengajarkan bidang keilmuan seperti pengetahuan dan teknologi saja. Namun, saat ini pendidikan mengenai budi pekerti cenderung dilupakan sehingga banyak orang pintar yang menjadi tidak terdidik.

Seharusnya orang terdidik adalah orang yang berpendidikan tinggi yang tidak hanya menempuh pendidikan formal saja tetapi juga pendidikan nonformal.

Inilah mengapa banyak sekali pelaku kejahatan didominasi oleh orang pintar, salah satunya adalah para pelaku tindak korupsi. Padahal, jika dilihat kembali masih banyak orang-orang terdidik di luaran sana yang mampu memimpin, tetapi tidak dipilih.

Penulis: Reyhan
Editor: Alfina

Mengenal Teater Tradisional Ubrug

0

Tidak hanya terkenal dengan kesenian debusnya, Banten juga memiliki kesenian teater tradisional yang bernama Ubrug.

Ubrug merupakan teater tradisional yang berkembang di daerah Banten. Kesenian ubrug ini merupakan perpaduan antara tarian, musik, gerak, dan lakon (humor).

Dalam Kamus Bahasa Sunda, kata Ubrug berarti sebagai bangunan darurat, tempat bekerja sementara untuk beberapa hari saja, misalnya untuk kepentingan hajatan atau pesta. Kemudian kata tersebut digunakan sebagai nama kesenian, mungkin dikarenakan pada masa lalu pemain kesenian Ubrug sering berpindah tempat dan membuat bangunan sementara saat akan mengadakan suatu pertunjukan.

Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, persebaran seni ubrug dimulai dari Leuwi Damar-Cikeusal-Pagelaran Pandeglang-Panimbang.

Alat musik yang dipakai pada teater ini cenderung menggunakan alat musik tradisional, seperti gendang, gamelan, kecrek, saron, kempul dan masih banyak lagi. Cerita yang dibawakan saat pentas pun cenderung bebas, tergantung daripada tim Ubrug tersebut, akan tetapi di setiap cerita biasanya diselipkan pesan-pesan moral. Bahasa yang biasa dibawakan tergantung di mana Ubrug ini di pentaskan, biasanya bahasa Indonesia saja bahkan bahasa Sunda bercampur bahasa Indonesia.

Pementasan Ubrug di mulai dengan musik tradisional kemudian diiringi oleh tarian. Pemain Ubrug terdiri atas pembawa lakon, nayaga (penabuh gamelan), penari, dan sinden. Busana yang dikenakan pembawa lakon bergantung dari peran yang dibawakan. Pada saat teater Ubrug berlangsung, biasanya tidak terdapat jarak yang jauh antara penonton dengan lakonnya, sehingga menciptakan suatu komunikasi pertunjukan yang sangat akrab dan memberikan pesan moral
bagi masyarakat, dan ini merupakan salah satu keunikan dari teater Ubrug tersebut.

Tetapi pada saat ini teater Ubrug sudah jarang ditampilkan dalam acara hajat atau pesta, hanya tersisa beberapa grup pementasan Ubrug yang masih tersedia untuk dianggap saat pementasan. Salah satunya, Grup Cantel dari Kampung Prisen, Dusun Kiara, Kec Walantaka, Kota Serang.

Penulis: Ima
Editor: Alfin