Beranda blog Halaman 101

Indonesia Berduka

0

Oleh : Ulhiyati, Mahasiswi Fakultas Tarbiyah

Indonesia sedang tidak baik-baik saja, keadilan sudah lama menghilang entah ke mana. Hukum tak tidak lagi bermakna, terlalu runcing ke bawah, tumpul ke atas.

Sejatinya keadilan cukup sederhana; salah dinyatakan salah, benar dinyatakan benar.Indonesia sedang tidak baik-baik saja, media kian hari penuh drama, seolah rakyat tak diberitahu yang sebenarnya dan kesejahteraan hanya milik yang berkuasa, sedangkan rakyat di bungkam dengan estetika.

BBM naik, harga bahan baku melejit, rakyat menengah bawah kian menjerit, mahasiswa turut memekik, menyuarakan hati para rakyat yang semakin tercekik.

Di saat banyak mahasiswa turun ke jalanan, berteriak meminta keadilan, apakah mereka yang duduk di singgasana mendengar? Rupanya alunan musik merayakan usia lebih nyaring dari suara mereka dan api yang membakar lilin lebih menarik dari pada api membara diatas ban.

Lantas apa arti dari kata merdeka jika masih banyak yang menderita, Masih banyak pula yang terluka dan masih banyak yang nasibnya terlunta-lunta Kawan…Kita harus tetap sehat di negara yang sedang sakit ini.

 

Demo Boleh, Anarkis Jangan

0

Bisa duduk di bangku kuliah adalah anugerah dari Tuhan yang tidak boleh disia-siakan, menjadi mahasiswa merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka yang menempati kedudukan itu. Mahasiswa berarti maha dari siswa, mereka yang termasuk dalam golongan orang yang berintelektual yang dianggap mampu mengkritisi berbagai hal termasuk kebijakan pemerintah, memiliki kekuatan bersikap dan berpihak.

Saat menjadi mahasiswa merupakan waktu yang tepat untuk melakukan berbagai hal tanpa rasa takut. Berbagai cara protes yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap hal-hal yang dianggap salah terhadap kebijakan pemerintah, dari mulai tulisan, kritikan di media sosial sampai akhirnya demonstrasi yang melibatkan banyak orang.

Perkembangan zaman dan teknologi mengubah cara mahasiswa berpendapat, sekarang mereka memilih untuk menyampaikan aspirasinya lewat media sosial. Media sosial menjadi salah satu ruang publik yang dimanfaatkan untuk berbicara segala hal termasuk protes pada pemerintah.

Kritik mahasiswa dengan memanfaatkan media sosial menjadi fenomena belakangan ini, misalnya saja sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyebut Jokowi _King of Lips Service_ melalui poster atau meme. BEM UI mengunggahnya di akun Instagram resmi mereka dan seketika itu menuai pro kontra.

Jokowi pun bereaksi menanggapi unggahan dari BEM UI dan menyatakan siap dikritik asal sopan dan santun. Kita bisa lihat betapa efektifnya kritik lewat media sosial namun tetap harus mengikuti peraturan yang bisa dilihat di UU No 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ketika lewat media sosial tidak digubris juga pada akhirnya mahasiswa akan demonstrasi.

Demonstrasi Mahasiswa memang sudah menjadi legenda negeri ini sejak runtuhnya pemerintahan Soeharto dan bangkitnya Reformasi 1998. Di Indonesia sendiri demo besar tidak hanya sekali tapi berkali-kali mulai dari Demo Tirtura 1996, Malari 1974 dan Reformasi 1998. Kenapa sih demo ini terus terjadi?. Karena masyarakat merasa bahwa ada sesuatu yang salah yang merugikan mereka bisa dari ranah sosial maupun sistem pemerintahan.

Berbagai aspirasi di dalam demonstrasi mereka sampaikan melalui unjuk rasa tersebut agar bisa didengarkan oleh pemerintah, namun beberapa demonstrasi berakhir ricuh, hal itu sangat disayangkan. Demonstrasi yang semestinya dapat menjadi tempat menyalurkan aspirasi rakyat kepada pemerintah, justru menjadi tempat yang membahayakan.

Tuntutan-tuntutan yang ingin dipenuhi justru tidak tersampaikan. Hal ini tentu menjadi evaluasi bagi berbagai pihak. Tidak dapat dipungkiri, pasti ada pihak-pihak provokator yang bisa menimbulkan kericuhan. Inilah mengapa setiap demonstrasi perlu ada kajian teknis yang matang serta alur yang terencana.

Berdasarkan pasal 28E ayat 3 UUD 1945 yang jelas menyatakan bahwa ”Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selain itu UU No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, jadi sebenarnya demo sah-sah saja karena kita hidup di Negara Demokrasi, tapi demo juga memiliki aturan yang tertera di undang-undang, ada prosedur yang harus ditaati, yaitu: membuat surat pemberitahuan ke polisi (3 hari sebelum aksi), peserta aksi dilarang melakukan dan mempertunjukan segala hal yang mengandung permusuhan, kebencian terhadap golongan tertentu atau penghasutan untuk melakukan kekerasan.

Selain itu, demonstrasi juga hanya boleh dilakukan dari pukul 06.00 pagi sampai 06.00 sore, secara wilayah demonstrasi boleh dilakukan dimana saja kecuali pada jarak kurang dari 100 meter dari pagar luar istana kepresidenan serta kurang dari 150 meter dari pagar luar tempat ibadah, rumah sakit, pelabuhan, stasiun dan obyek vital lainnya.

Perlu diingat bahwa demonstrasi adalah bentuk penyampaian pendapat di muka umum dan jalan terakhir untuk menyampaikan aspirasi. Dari semua paparan di atas semoga dapat membukakan mata kita bahwa demonstrasi diperbolehkan karena bagian dari hak warga negara asalkan tidak banyak merugikan orang lain. Demonstrasi terutama yang dilakukan mahasiswa tidak selalu mengerikan dan bukanlah aksi tanpa alasan. Justru mereka merupakan wakil rakyat yang berhak untuk mengkritisi kebijakan pemerintahnya.

Di masa depan juga Mahasiswa dapat menjadi masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Untuk itu, penting bagi kita untuk selalu terbuka pada kritik dan menerimanya dengan sikap yang bijak.

Penulis: Nazaira
Editor: Zahra

Forum Unit Kegiatan Olahraga Pertanyakan Kinerja BAPOMI dan DISPORA

0

Serang, lpmsigma.com – Forum Unit Kegiatan Olahraga pertanyakan kinerja Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (BAPOMI) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPORA) dengan mengadakan aksi atau mimbar bebas di depan Kampus 1 UIN Sultan Maulana Hasanuddin pada Jum’at, (09/09).

Para mahasiswa yang tergabung di Forum Unit Kegiatan Olahraga bertanya-tanya terhadap beberapa instansi keolahragaan di Provinsi Banten mengenai pelaksanaan seleksi daerah pekan olahraga mahasiswa daerah, dampak seleksi daerah pada prestasi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, Peran dan Aksi Perempuan Terhadap Olaharaga di Provinsi Banten dan atau Penyajian Ruang dan Fasilitas Olahraga Terhadap Perempuan di Provinsi Banten.

Aksi ini melibatkan beberapa pegiat olahraga diantaranya Formasi (UIN Banten), Forikoma (Uniba), Pormapi (UPI Serang) dan Korma (Unbaja) yang berjumlah kurang lebih 35 orang massa aksi.

Aksi ini diusulkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (Formasi) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Adapun tuntutan yang diajukan diantaranya : Transparansi anggaran BAPOMI terhadap keolahragaan mahasiswa, berikan fasilitas olahraga terhadap perempuan, berikan pembinaan yang layak kepada atlit, adakan kembali Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA), lakukan seleksi daerah (SELEKDA) secara selektif.

Tubagus Khaerul Sholeh selaku Ketua Umum UKM Formasi UIN Banten mengatakan, aksi ini adalah momentum dari peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS).

“Ini adalah inisiatif dari FORMASI sendiri, karena sekarang sedang memperingati HAORNAS, maka kita mengambil momentumnya dengan mengadakan mimbar bebas,” ujarnya.

Terakhir, Khaerul berharap agar BAPOMI segera menindaklanjuti tuntutan yang sudah mereka ajukan dan memperbaiki pembinaan keolahragaan tingkat mahasiswa di Banten.

“Harapannya sih ada segera menindaklanjuti terkait tuntutan yang kita lontarkan dan memperbaiki terkait pembinaaan keolahragaan tingkat mahasiswa di Banten,” katanya.

Reporter: Mg_Alya

Editor: Taufik

Mengenal Benteng Speelwijk

0

Mengenal Benteng Speelwijk

Benteng Speelwijk adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Benteng ini didirikan pada tahun 1677-1678 yang digunakan sebagai pertahanan dari serangan laut.

Dikutip dari Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan, menurut sejarawan Mufthi Ali, Benteng Speelwijk ini diarsiteki oleh orang kepercayaan dari Sultan Ageng Tirtayasa yang berketurunan Tionghoa yang kelak digelari dengan nama Pangeran Cakradana (Flo, 2016). Benteng Speelwijk merupakan lambang keruntuhan kekuasaan dan bebasnya Kesultanan Banten. Benteng ini didirikan oleh VOC, saat itu Kesultanan Banten berada dibawah kendali VOC.

Nama Speelwijk diambil untuk menghormati Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke-14, yakni Cornelis Janszoon Speelman yang memerintah antara tahun 1681 – 1684. Speelman meminta izin kepada Sultan Qohhar untuk membangun benteng agar mengantisipasi serangan rakyat Banten yang membenci kepada Belanda, terutama orang-orang Banten dan pengikut Sultan Agung Tirtayasa.

Benteng ini menjadi simbol kekuasaan kolonial Belanda yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Abu Nasr Abdul Kahhar, yang juga dikenal sebagai Sultan Haji. Sultan Haji adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa yang mudah dibujuk Belanda, sangat berbeda dengan ayahnya yang tegas dalam urusan politik.

Bangunan ini menjadi salah satu
alasan Kesultanan Banten memiliki
pertahanan yang sulit untuk
ditembus oleh para penjajah dari Barat. Bangunan ini dibangun ketika kongsi dagang Belanda mulai masuk ke Nusantara. Belanda memasuki wiliyah Banten ketika terjadinya konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji. Hal ini juga menyebabkan Sultan Haji bersekongkol dengan Belanda yang memberikan informasi bahwa bisa memasuki wilayah Banten melalui jalur darat dari arah Batavia, yang pada akhirnya Belanda bisa memasuki wilayah Banten.

Pada masa Sultan Haji yang sudah bekerja sama dengan Belanda mulai meneruskan atau memperbaiki bangunan ini pada tahun 1685-1686 dan mulai memperluaskan wilayahnya. Sultan Haji mempercayakan desainer dari Belanda yang bernama Herman Locasszoon.

Benteng ini dikelilingi parit dengan luas mencapai 10 meter yang memiliki ketebalan 1,5 hingga 2 meter, sedangkan bentuk bangunan menyerupai segi empat, dan di setiap sisinya dibangun ruang intip atau menara pengintai. Ruang intip yang masih tersisa dan dinaiki berada di bagian utara. Dari ruangan ini terlihat lautan dan Banten Lama dari atas. Konon, benteng ini tidak menggunakan tenaga pribumi untuk pembangunannya, namun digantikan dengan masyarakat Cina yang dibayar dengan upah yang sangat rendah.

Perjalanan wisata sejarah memang mengasyikkan bagi beberapa orang yang gemar akan sejarah. Dengan mengunjungi benteng Speelwijk akan mendapatkan tentang sejarah di Indonesia. Saat ini Benteng Speelwijk hanya berupa reruntuhan, namun jika mengunjunginya akan menambah wawasan sejarah bangsa tentang masa kependudukan Belanda di Nusantara.

Penulis: Mg_Ima
Editor: Alfina

 

 

 

 

DEMA-U Membantah Akan Melakukan Aksi Demonstrasi

0

Serang, lpmsigma.com – Beberapa hari lalu, terdengar kabar bahwa Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas akan menggelar aksi demonstrasi sendiri mengenai kenaikan BBM, akan tetapi hal tersebut dibantah oleh Menteri Luar Negeri Dema Universitas, Jumat (09/09).

Hal tersebut tidak dibenarkan oleh Syahrizal, yang merupakan Menteri Luar Negeri DEMA-U. Ia mengatakan bahwa sebenarnya DEMA-U hanya fokus menambah basis pergerakan dan berkonsolidasi dengan Serikat Tani, Serikat Buruh, dan Lintas Pekerjaan seperti Ojek Online (Ojol) dan pedagang.

“Enggak, sebenarnya kita tidak fokus ke aksi demonstrasinya saja. Kita fokus untuk memperluas basis pergerakan dan melakukan konsolidasi-konsolidasi dengan kawan serikat tani, serikat buruh dan lintas pekerjaan,” ujarnya.

Selain menuntut penolakan pencabutan BBM bersubsidi, Dema-U juga fokus kepada Undang-Undang (UU) Antar Rakyat dan Undang-Undang (UU) Omnibus Law. Gerakan ini menjadi momentum untuk persatuan masyarakat.

Aksi ini akan digelar pada 13 September, dengan titik kumpul di UIN Ciputat.  Syahrizal juga menanggapi terkait pencabutan BBM, ia merasa bahwa keputusan pemerintah sangat tidak bijak karena menurutnya saat ini keadaan ekonomi yang masih tidak stabil.

“Tingkat ekonomi dan tingkat konsumtif sekarang itu lagi meningkat. Jadi, alangkah tak baik dan tidak bijaknya pemerintah di tengah stabilitas nasional adalah mengambil keputusan secara sadar dan lugas akan mencabut subsidi BBM,” ujarnya.

Reporter: Umsiah

Editor: Een

Maria Walanda Maramis Pejuang Minahasa yang Memperjuangkan Pendidikan Perempuan

0

Maria Walanda Maramis memiliki nama kelahiran dengan nama Maria Josephine Chattering Maramis, namanya berganti ketika ia menikah dengan Joseph Frederick Calusung Walanda, yang berprofesi sebagai seorang guru. Maria merupakan perempuan kelahiran Kema, Minahasa Sumatra Utara. Maria merupakan perempuan yang memiliki sudut pandang serta pikiran feminis dan optimis, karena pada saat itu kaum perempuan terikat pada tradisi dan hanya diperbolehkan sekolah sampai Sekolah Dasar (SD), pada saat itu pula Maria hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Dasar saja.

Saat itu, adat-istiadat merupakan hambatan bagi kaum perempuan. Salah satunya, perempuan tidak boleh sekolah tinggi. Oleh karena itu, Maria bercita-cita agar anak perempuan dapat melanjutkan sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Maria sering membandingkan perempuan Indonesia dengan perempuan Belanda yang dikenalnya. la melihat betapa tertinggalnya perempuan Indonesia dalam mengasuh anak, dari hasil pengamatannya, seorang ibu yang dapat mendidik anak dengan baik adalah seorang ibu yang memiliki pengetahuan yang luas.

Perlakuan pamannya yang tidak mengizinkannya melanjutkan sekolah, dirasakan sebagai sebuah perlakuan yang tidak adil, hal ini menjadikan Maria bersemangat agar menjadi perempuan yang berpendidikan.

Paman Maria yang merupakan orang terpandang di daerahnya, memiliki banyak teman orang Belanda. Di antara sekian banyak kenalan, ia akrab dengan salah satu keluarga pendeta Belanda, Ten Hov. Keluarga pendeta Ten Hov mempunyai pandangan luas di bidang pendidikan. Kedekatannya itulah membuka wawasan dan menyentuh hatinya sehinga kemudian Maria bercita-cita untuk memajukan perempuan Minahasa.

Perjuangan Maria membuahkan hasil. Sejak saat itu banyak gadis Minahasa yang melanjutkan sekolah di Jawa, baik di Sekolah Pendidikan Guru maupun STOVIA (School Tot Opleiding van Indlandse Artsen), sebuah sekolah kedokteran untuk pribumi. Sukses dengan keluarganya belum membuat Maria merasa puas, lalu Maria mendirikan perkumpulan yang diberi nama Percintaan Ibu Kepada Anak Keturunannya, yang kemudian disingkat menjadi PIKAT. Perkumpulan yang didirikan pada 8 Juli 1917 ini bertujuan untuk mendidik kaum perempuan yang tamat Sekolah Dasar dalam hal rumah tangga, seperti: memasak, menjahit, merawat bayi, pekerjaan tangan dan sebagainya.

Berdirinya PIKAT mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat. Berkat kepemimpinan Maria, dalam tempo yang tidak terlalu lama PIKAT sudah memiliki cabang hampir disemua daerah di Minahasa, bahkan meluas ke Sangirtalaud, Gorontalo, Poso, dan Makassar. Di Jawa juga terbentuk cabang-cabang organisasi, seperti di Batavia, Bogor, Malang, Bandung, Cimahi, Magelang dan Surabaya. Di Kalimantan, cabang PIKAT didirikan di Balikpapan, Sangusangu, dan Kotaraja. Serta kegiatan-kegiatan PIKAT juga dimuat di beberapa surat kabar. Selain menulis berita, Maria juga menulis opini. Dalam opininya yang dimuat di surat kabar Tjahaja Siang, Maria menunjukkan betapa pentingnya peranan ibu dalam keluarga. Dalam jangka satu tahun, tepatnya pada 2 Juli 1918, PIKAT berhasil membuka Huishoud School atau Sekolah Rumah Tangga di Manado.

Perjuangan Maria yang sukses dengan sekolahnya itu menarik perhatian Pemerintah Hindia Belanda di Batavia. Pada tahun 1920, Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum bersama istri mengunjungi Sekolah Rumah Tangga. Maria mengantarkan tamunya untuk meninjau sekolah tersebut, serta menerangkan segala sesuatu mengenai PIKAT dan sekolah yang didirikannya . Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum dan istri sangat terkesan dengan kepribadian dan perjuangan Maria, perempuan pribumi yang berpikiran maju.

Tanpa diminta , pasangan suami istri pejabat tinggi Belanda itu memberi bantuan sebesar 40.000 gulden setara dengan jumlah yang tidak sedikit. Selain di bidang pendidikan, Maria juga memperjuangkan kepentingan politik perempuan. Usaha Maria membuahkan hasil pada tahun 1921. Waktu itu datang keputusan dari Batavia yang memperbolehkan perempuan untuk memberikan suara dalam pemilihan anggota-anggota Minahasa Raad.

Dalam karya Mulyono Atmosiswartoptra yang berjudul perempuan-perempuan Pengukit Sejarah, Maria menghembuskan nafas terakhirnya pada 22 April 1924, di Rumah Sakit Manado. Jenazahnya dimakamkan di Maumbi. Pada detik-detik terakhir menjelang kepergiannya, Maria sempat berpesan kepada suami dan teman-temannya untuk melanjutkan hidup anak bungsunya, yaitu PIKAT.

Itulah kiprah Maria yang tidak dapat dianggap remeh dalam usahanya meningkatkan harkat dan martabat perempuan melalui pendidikan. Untuk menghargai jasa-jasanya, pemerintah melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 012/TK/1969 tanggal 20 Mei 1969 menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional kepada Maria.

Penulis: Mg_Umsiah

Editor: Een

 

Mahasiswa UIN Banten Keluhkan Fasilitas Kamar Mandi

0

Serang, lpmsigma.com – Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengeluhkan fasilitas kamar mandi yang tidak terawat dan kurang memadai bahkan kamar mandi yang berada di samping kantin tidak memiliki ember dan gayung, Kamis (08/09).

Hal tersebut diungkapkan oleh Saepudin, Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara, ia merasa pihak kampus terlalu abai dengan fasilitas yang ada terutama pada aspek kebersihan kamar mandi.

’’Bangunan dari kamar mandi menurut saya sudah cukup akan tetapi fasilitasnya saja yang belum memadai,” tuturnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Hanin, Mahasiswa Jurusan Biologi, ia juga merasa tidak nyaman dengan keamanan kamar mandi dan air yang terkadang keruh.

“Toiletnya gak ada kuncinya, jadi kita harus nahan pake tempat sampah, terus air juga kadang-kadang keruh,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada pihak instansi kampus untuk segera memugar serta menyediakan fasilitas toilet yang mumpuni dan lebih memperhatikan terhadap kebersihannya.

“Semoga pihak kampus segera memperbaiki fasilitas toilet,” harapnya.

Kemudian, Apan petugas kebersihan mengatakan tidak adanya fasilitas karena belum ada tindak lanjut dari pihak yang berkepentingan terutama untuk toilet yang baru saja dibangun.

“Yang belum dilengkapi hanya fasilitas seperti ember, gayung, cermin dan bak sampah saja, kita sudah mengajukan mengenai fasilitas ini tapi belum ada,” katanya.

Ia juga berharap fasilitas toilet segera terpenuhi, karena toilet yang sudah mulai dipakai oleh mahasiswa.

Sementara itu, Ade Eman Supratman, Kepala bagian Umum menanggapi jika kebutuhan fasilitas kamar mandi untuk fakultas merupakan tanggungjawab fakultasnya sendiri.

“Memang kemarin sudah ada permintaan mengenai fasilitas toilet itu akan segera di penuhi dan untuk fasilitas yang fakultas itu sebenarnya tanggungjawab fakultas itu sendiri” ungkapnya.

Reporter: Mg_Nazaira 

Editor: Een

Aksi Demonstrasi Tolak BBM Kembali Terjadi 

0

Serang, lpmsigma.com – Masa aksi dari aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (AMPERA) menggelar demo tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di perempatan Ciceri, Serang-Banten, Kamis (08/09).

Humas masa aksi, Ahmad Faisal mengatakan aksi tersebut ditunjukan kepada masyarakat luas yang belum sadar akan masalah-masalah yang ada pada saat ini.

“Hari ini kita mengangkat dari berbagai isu, dari kenaikan BBM, kita juga punya banyak internalisasi dari permasalahan lainnya,” ujarnya pada kru magang LPM SiGMA.

Selain itu, dalam pemaparannya ia juga menyebutkan  aksi kali ini berbeda dengan aksi kemarin yang bertitik didepan Gedung DPRD Kota Serang.

“Untuk demo hari ini juga berbeda dari yang kemarin hanya ada beberapa teman-teman juga yang ikut serta,” pungkasnya.

Sementara itu, ada beberapa hal yang mereka tuntut yaitu :

Pertama, Menolak kenaikan BBM,

Kedua, menurunkan harga pokok dan pangan

Ketiga, brantas mafia penimpun BBM bersubsidi dan segala kebijakan yang dapat merugikan masyarakat.

Reporter : Mg. Ratu 

Editor      : Een

Rektor: “Tolonglah! untuk Tidak Menjadikan Kampus Kami Sebagai Titik Kumpul Lagi”

0

Serang, lpmsigma.com – Aksi Demonstrasi tidak kunjung usai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten meminta para masa aksi untuk bubar dan meminta untuk tidak menjadikan UIN SMH Banten sebagai titik kumpul aksi demonstrasi. (8/9)

Wawan Wahyudin selaku Rektor UIN SMH Banten menghampiri para masa aksi yang masih melakukan demonstrasi di depan kampus, Wawan pada awalnya meminta para demonstran untuk melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu, lalu wawan melakukan negosiasi dengan para demonstran untuk tidak menjadikan UIN SMH Banten sebagai titik kumpul aksi demonstrasi.

“Saya minta kepada mahasiswa, tolonglah untuk tidak menjadikan kampus kami sebagai titik kumpul lagi,” ujarnya di hadapan para demonstran.

Selain itu, Wawan juga meminta para demonstran untuk melakukan aksi ditempat yang nanti akan didengar langsung seperti didepan gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) bukan didepan kampus atau jalanan umum karena dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan umum.

“Kalin boleh menyampaikan aspirasi dengan kreatif asalkan ditempatnya seperti di DPRD,” tuturnya.

Untuk sekedar diketahui aksi demonstrasi dilakukan oleh Aliansi Pemuda dan Rakyat (Ampera) atas adanya kenaikan harga BBM yang dinaikkan oleh pemerintah yang kemudian digantikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Reporter: Een
Editor: Fajri

Penyebab Stres dan Cara Mengatasinya 

0

Berbicara tentang stres, bukan lagi menjadi hal asing bagi kita, dan kita semua pasti pernah merasakan stres, baik laki-laki maupun perempuan, mau muda ataupun tua. Bahkan banyak anak-anak hingga remaja juga mengalami stres.

Tingkat stres pada setiap orang juga berbeda-beda, hal ini telah menjadi topik yang menarik bagi para profesional medis, ilmuwan sosial, antropolog, psikolog, bahkan para ahli. Dikutip dari kemkes.go.id, stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis), apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri.

Penyebab stres berbeda-beda. Beberapa orang mengganggap ujian bisa menyebabkan stres, tetapi beberapa orang menganggapnya biasa saja.

Penyebab stres sendiri, belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa faktor resiko yang dapat menimbulkan stres, yaitu tekanan batin, seperti masalah keluarga, hubungan sosial, patah hati ataupun masalah keluarga.

Tak sedikit orang yang masih mencari cara yang mudah untuk mengatasi stres agar tetap bisa berfikir positif, karena dengan berpikir positif kita bisa menumbuhkan rasa optimis dalam menyikapi berbagai hal yang terjadi. Seperti masalah pribadi ataupun masalah yang terjadi di sekitar kita, jika kita menyikapi dengan sikap optimis maka pikiran kita akan selalu postif.

Berikut cara mudah dalam mengatasi stres, yaitu:

1. Istirahat yang cukup

Dengan istirahat yang cukup dapat menghilangkan rasa lelah pada tubuh kita.

2. Mendengarkan musik

Salah satu cara mengatasi stres yang mudah adalah dengan mendengarkan musik, karena dengan mendengarkan musik, bisa menenangkan pikiran kita.

3. Menonton Film atau Serial Drama

Sesekali, kita juga harus merelaksasikan pikiran kita dengan menonton film atau serial drama. Biasanya menonton menjadi salah satu cara untuk relaksasi pikiran ketika sedang stres.

4. Keluhkan masalah kepada orang yang dipercaya

Banyak dari kita, pasti mempunyai teman atau sahabat yang dapat dijadikan tempat untuk menceritakan masalah yang kita punya. Tujuan nya agar beban yang kita punya bisa berkurang.

Nah, teman-teman sekarang sudah tahu, bahwa banyak penyebab dari stres dan ada beberapa cara mudah untuk mengatasinya.

Untuk itu, mari kita luangkan waktu untuk merelaksasi atau menenangkan pikiran kita sejenak dari aktivitas yang dapat memberatkan pikiran. Karena, pada dasarnya kita harus tetap memperhatikan dan menjaga kesehatan mental kita untuk bisa hidup sehat dan berfikir positif.

Penulis: Mg_Ratu                                                  Editor: Een