Beranda blog Halaman 102

Resmi ditutup, PBAK Sukses digelar Secara Luring

0

Serang, lpmsigma.com – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, resmi ditutup oleh Hidayatullah, Wakil Rektor III Hidayatullah mengucapkan terimakasih dan selamat kepada seluruh Mahasiswa baru dalam sambutannya sekaligus menutup acara kegiatan PBAK 2022 yang dilakukan secara luring.

“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada mahasiswa baru, semoga kedepannya apa yang sudah direncankan dan kita niatkan semoga berjalan dengan semestinya,” kata Warek 3 saat menyampaikan sambutannya di depan peserta PBAK, Rabu, (07/09).

Penutupan PBAK diakhiri dengan penampilan band dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Seni Budaya Islam Campus (Gesbica).

Di tempat lain salah satu mahasiswa baru, Abdul wahidin, mengaku senang dan sangat berantusias ketika mengikuti Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) selama tiga hari lamanya.

“Hal yang saya rasakan selama tiga hari PBAK kebelakang sangat senang dan ramai, sampai serak suara saya. Banyak hal baru yang saya rasakan selama PBAK,” ujarnya pada kru magang SiGMA.

Terlihat suasana yang ramai dan meriah dari persembahan yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Seni Budaya Islam Campus (Gesbica).

Reporter: Mg_Arif                                                 

Editor: Een

RIUH YANG SAMA

0

Cerah mentari menyinari keindahan negeriku , langkah kaki penuh hayat seiring waktu . Negeriku indah di pelupuk mata asing , mewah dengan kekayaan yang tak murah.

Banyak laskar pahlawan yang berjuang untuk melindunginya meski baju berlumur darah dan peluru menancap tanpa arah.

Tak ada khawatir di wajahnya , mereka berjuang bertaruh nyawa demi berkibarnya sang pusaka.  Namun….

Di negeri yang mereka pandang penuh keindahan , saat ini aku dan beberapa aku yang bukan diriku tidak lagi merasakan kenikmatannya , banyak dari mereka yang membisingkan sulitnya hidup dan selalu ku dengar kebisingannya diberbagai tempat.

Banyak peristiwa yang kerap menurunkan hujan air mata, mereka yang kecil kerap berpikir dan bersuara “mirisnya keadilan dinegeri nya”.

Penulis: Mg_Arif Maulana

Pertunjukkan 12 UKM pada Acara Ospek Luring Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi Mahasiswa

0

Serang, lpmsigma.com – Pertunjukkan 12 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada acara ospek Luar Jaringan (Luring), jadi momentum kebangkitan organisasi mahasiswa, setelah dua tahun jalani ospek secara Dalam Jaringan (Daring), Rabu (07/09).

Ketua Forum Silaturahmi UKM, Adam mengatakan dengan adanya ospek secara luring ini menjadi suatu kebahagiaan untuk anggota UKM, dikarenakan esensi untuk UKM menjadi lebih baik dari dua tahun sebelumnya.

“Kita sebagai orang UKM menyambut penuh ospek offline ini, karena esensi untuk UKM jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, kalau ospek offline kan pendekatannya bisa lebih jauh lagi,”ujarnya.

Pengenalan UKM berlangsung pada pagi hingga sore hari. Ajang Promosi UKM ini dilakukan dengan cara menampilkan kreativitas masing-masing UKM.

Mahasiswa baru terlihat sangat antusias dengan penampilan-penampilan dari 12 UKM yang ada. Salah satunya Intan yang merupakan mahasiswa baru Jurusan Fisika mengatakan jika Ia lebih tertarik dengan UKM Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ).

“Setelah saya lihat beberapa UKM yang sudah tampil, saya lebih tertarik sama UKM UPTQ, karena saya kan dari pondok, jadi saya tertarik sama UKM yang berbau keislaman. Engga tau kegiatannya kaya gimana, tapi nanti bakal saya coba,”ungkapnya.

Selain itu, Nabila, salah satu mahasiswa baru jurusan Pendidikan Agama Islam mengatakan tertarik dengan UKM Korps Suka Rela (KSR), karena ingin melanjutkan bakatnya semasa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang pernah menjadi juara di salah satu lomba yang bertemakan kesehatan.

“Kalau aku lebih tertarik sama UKM KSR, karena waktu SMP pernah ikut lomba terus menang, jadi pengen ngelanjutin. Juga dilihatnya kayak lebih seru di kampus,”ujarnya.

 

Reporter: Mg_Alya

Editor: Een

Antusiasme Mahasiswa Baru di Hari Kedua PBAK UIN SMH Banten 

0

Serang, lpmsigma.com – Antusiasme Mahasiswa Baru dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten di hari ke dua diwarnai dengan menyanyikan lagu bersama, Selasa (06/09).

Menyanyikan lagu bersama ini dipandu oleh Haikal dan Siti Khofifah perwakilan dari mahasiswa baru. Selain itu, Endang Kurniawan dan Neng Ipin Oktaviani selaku Wakil 1 Duta Kampus UIN SMH Banten juga ikut memandu mahasiswa baru untuk bernyanyi bersama.

Endang Kurniawan mengatakan, tujuan menyanyi bersama ini agar mahasiswa baru tidak merasa jenuh dan bosan saat PBAK berlangsung.

“Dari duta kampus sendiri yang ngidein buat nyanyi bareng, biar maba gak jenuh pas nunggu moderator datang, ” katanya, saat diwawancarai oleh kru magang SiGMA.

Fadel, salah satu peserta PBAK, mengaku dirinya lebih menikmati hari kedua ini dibanding hari pertama, karena menurutnya di hari kedua ini lebih menyenangkan.

“Lebih menyenangkan sih, karena lebih ramai dan lebih heboh dibanding hari kemarin. Senang juga tadi bisa nyanyi bareng sama teman-teman mahasiswa baru, ” tuturnya.

Selain itu, Fadel juga menambahkan bahwa ia juga senang dengan cara penjemputan mahasiswa baru dari masing-masing Fakultas yang memakai beberapa yel-yel dan tabuhan alat musik.

Reporter: Mg_Ratu

Editor: Een

Kurangnya Koordinasi Pihak Kampus UIN Banten dengan Panitia, PBAK Sebabkan Kemacetan

0

Serang,lpmsigma.com – Kurangnya koordinasi menimbulkan kemacetan lalu lintas di depan Kampus pada saat Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Selasa (06/09).

Sempitnya lahan parkir Kampus 1 UIN SMH Banten menjadi salah satu masalah penting yang dirasakan oleh mahasiswa, ditambah dengan adanya kegiatan PBAK yang berlangsung secara luring sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas. Walaupun pihak kampus sudah meminimalisir agar tidak menimbulkan penumpukan yang membengkak, dengan cara memberikan larangan terhadap mahasiswa baru untuk tidak membawa kendaraan pribadi, akan tetapi tidak ada pemberitahuan yang jelas mengenai mahasiswa lainnya. Sehingga mereka harus parkir di bahu jalan dan menyebabkan kemacetan .

Hadi Ismail, selaku keamanan Kampus UIN SMH Banten menuturkan parkir di bahu jalan merupakan sebab kurangnya koordinasi dari pihak kampus yang belum jelas.

“Mengenai mahasiswa lama saya engga tahu, buat parkir di pinggir jalan bukan dibiarkan tapi kurangnya koordinasi dari pihak lembaga kepada pihak lapangan sebelah. Kalo koordinasinya bagus, lapangan bisa dibuka jadinya parkir bisa di situ,” ujar Hadi Ismail saat di wawancara oleh kru magang SiGMA.

Kemacetan ini juga dikeluhkan oleh Azhar, salah satu pengguna jalan yang melintas di depan UIN SMH Banten, ia mengatakan letak yang tak jauh dari rambu lalu lintas membuat macet yang amat panjang.

“Biasanya di sini juga sering macet apa lagi dekat sama lampu merah, eh ini ditambah sama parkir sembarangan gini tambah macet panjang aja, ” ujarnya.

Azhar juga menambahkan, seharusnya pihak kampus menyiapkan lahan untuk parkir mahasiswanya agar tidak terjadi parkir di bahu jalan seperti ini dan menyebabkan kemacetan.

Reporter: Mg_Nazaira

Editor: Een

Mahasiswa Baru Keluhkan Fasilitas PBAK 

0

Serang, lpmsigma.com – Beberapa Mahasiswa Baru (MABA) mengeluh karena kurangnya fasilitas selama Pengenalaan Budaya Akademik Kampus (PBAK), mulai dari kurangnya tempat salat, air kran yang mati hingga toilet yang terkunci.

Salah satu mahasiswa baru, Adnan Faqih, merasa kesulitan karena fasilitas yang kurang, apalagi dengan waktu yang terbatas bahkan ada beberapa dari mereka yang salat zuhur di depan toilet gedung Fakultas Syariah.

“Ini kak, masjid penuh, terus air juga mati, jadi bingung mau salatnya gimana, udah mah diwaktu juga kan,” ujarnya pada kru magang SiGMA, Senin, (05/09).

Selain itu, mereka juga mengeluhkan perihal tidak disediakannya air isi ulang untuk mengisi botol minum yang dibawa oleh maba atas perintah panitia.

Hal ini dibenarkan oleh Elsa, salah satu mentor PBAK, ia mengatakan panitia tidak menyediakan air minum untuk maba karena maba membawa botol yang telah terisi dari rumah atau kosan, akan tetapi air yang mereka bawa beberapa telah habis.

Elsa juga menambahkan beberapa anggota kelompoknya merasa haus, akan tetapi tidak diperbolehkan untuk membeli minum, sehingga ia berinisiatif membelikan anggotanya minum dengan menggunakan uang pribadi.

“Karena saya kasihan liat menti saya jadi saya inisiatif beliin mereka minum dengan uang saya,” katanya.

Reporter: Mg_Arif

Editor: Een

 

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Lakukan Demonstrasi di Gedung DPRD Banten

0

Serang, lpmsigma.com – Aliansi Mahasiswa se-Banten dan Masyarakat Banten menggelar aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan BBM pada senin (09/05) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten. Dalam aksi ini Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Banten memberi empat tuntutan. Diantaranya;

1. Turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
2. Turunkan harga bahan pokok
3. Menindak tegas mafia penimpun BBM subsidi
4. Tolak kenaikan harga BBM

Longmars dimulai dari Kampus 2 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten dan berakhir di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten. Aksi ini dihadiri kurang lebih 600 masa demonstrasi yang berlangsung kondusif.

Koordinator Aksi, Isbot menyayangkan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, karena tidak sesuai dengan slogan Presiden sendiri, yaitu “Wong cilik dari Solo”. Ia juga menambahkan, kebijakan tentang kenaikan BBM dinilai egois karena menurutnya pandemi covid-19 pada saat ini belum sepenuhnya pulih, ditambah harga bahan pokok yang ikut melonjak.

“Kabar kenaikan BBM ini berbentrokan dengan kondisi dua tahun sebelumnya, yaitu masa Covid-19. Warga juga merasa kesusahan karena harga sembako juga ikut naik,” ujar Isbot.

Reporter: Mg_Umsiah
Editor: Een

Salat Duha Awali PBAK UIN SMH Banten 

0

Serang, lpmsigma.com – Mengawali Masa Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), sedikitnya 2.726 orang mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten melaksanakan salat duha sebagai agenda rutin PBAK.

Miftahul Khoeriyah selaku Wakil Ketua Pelaksana mengatakan, salat duha ini dilaksanakan atas perintah lembaga dan Kepala Ma’had Al-jamiah. Selain itu Miftah juga menambahkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya salat duha rutin dilaksanakan saat PBAK.

“Salat duha ini dilaksanakan karena permintaan dari lembaga yang pertama, dari kepala Ma’had karena emang dari tahun ke tahun biasanya diselenggarakan salat duha,” ujar Miftah dalam wawancara bersama kru magang SiGMA, Senin, (05/09).

Miftah juga berharap dengan diadakannya salat duha ini akan membawa kelancaran. Salat duha juga bertujuan untuk mentradisikan kebersamaan dalam membangun hubungan kepada Allah dan kepada manusia.

“Biar PBAK-nya berkah, membawa kelancaran dan nilai-nilai keagamaan dan keislaman biar bisa tertanam di dalam calon-calon mahasiswa baru UIN SMH Banten tahun 2022 ini,” katanya.

Reporter: Mg_Nazaira
Editor: Een

 

PBAK UIN SMH Banten Kembali Digelar Secara Offline

0

Serang, lpmsigma.com – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali digelar secara luring (luar jaringan) di Lapangan Fakultas Syariah dengan tema “Mahasiswa Cerdas, Moderat, Militan dan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045,” Senin (05/09).

Acara tersebut diawali dengan penampilan tari Ahlan Wa Sahlan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Seni Budaya Islam Campus (GESBICA). Kemudian dilanjut dengan sambutan dari Ali Muhtarom selaku Ketua Pelaksana PBAK, ia berharap mahasiswa baru dapat mengikuti acara ini hingga akhir dengan baik.

“Saya berharap mahasiswa baru bisa mengikuti acara ini sampai hari terakhir dan juga penuh semangat, disiplin dan penuh kekompakan,” ujarnya.

Selain itu, Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudi menegaskan agar mahasiswa baru mencatat seluruh materi yang akan disampaikan oleh narasumber agar mampu diserap dengan baik.

“Melalui kegiatan ini semua materi yang disajikan oleh para Narasumber harus dicatat,” tuturnya.

Kemudian, Anisa yang merupakan mahasiswa baru berharap PBAK pada tahun ini dapat mejadikan mahasiswa yang cerdas, moderat dan unggul , sesuai dengan harapan pada tema PBAK.

“Semoga dengan mengikuti PBAK offline ini dapat menjadi mahasiswa yang dapat menerapkan tema PBAK tahun ini,” jelasnya.

Reporter: Mg_Qurotul Aliyah
Editor: Zahra

Pelecehan verbal pada gaya dan budaya OSPEK

0

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau biasa disingkat dengan kata OSPEK bukan sebuah kegiatan asing bagi mahasiswa, apa lagi mahasiswa baru. OSPEK merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan saat penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi.

Tentunya OSPEK pada setiap perguruan tinggi dilakukan dengan gaya dan budaya kampus itu sendiri, akan tetapi esensi OSPEK sebenarnya untuk membuat mahasiswa baru lebih mengenal keadaan kampus, sebelum dimulainya perkuliahan untuk beberapa tahun ke depan.

Banyak yang beranggapan bahwa OSPEK merupukan salah satu unsur penting. Namun dari tahun ke tahun, pelaksanaan OSPEK selalu menuai pro dan kontra di mata mahasiswa dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, OSPEK memiliki ragam jenis mulai dari OSPEK yang dilakukan oleh Universitas, Fakultas hingga Jurusan yang biasanya memakan waktu yang cukup panjang. Ketika OSPEK, Mahasiswa Baru (MABA) diharuskan untuk datang pagi hari dengan atribut-atribut yang terkadang cenderung menyulitkan.

Tidak hanya itu, tugas-tugas yang diberikan juga cukup banyak dan tak jarang membuat beberapa mahasiswa jatuh sakit ketika ospek berlangsung.
Saya sadar betul tugas yang diberikan panitia adalah bagian dari pelatihan untuk mereka menghadapi dunia perkuliahan.

Namun apakah perlu disertai dengan hukuman, apabila peserta tidak dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu?. Hukuman yang saya maksud di sini juga cukup beragam, diantara hukuman yang menurut saya tidak pantas untuk diberikan, salah satunya, dipermalukan di depan umum seperti push up, sit up, dan hukuman lainnya yang diintruksikan senior, yang menurut saya memberatkan MABA.

Mereka yang tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik akan ditanya di depan peserta lainnya, lalu dipatahkan dengan argumen “Teman-teman kamu saja mampu mengumpulkan tugas tepat waktu, kenapa kamu tidak?”.

Saya berharap OSPEK dapat terbebas dari kegiatan-kegiatan perpeloncoan, karena kegiatan tersebut memiliki dampak yang cukup serius, seperti kekerasan verbal. Hal ini sudah sering terjadi selama bertahun-tahun. Beberapa oknum mengeklaim bahwa kegiatan tersebut untuk membentuk mental mahasiswa yang lebih kuat dan disiplin.

Sayangnya, harapan saya pupus sudah ketika melihat banyaknya berita viral mengenai ospek di salah satu Universitas di Banten, ketika panitia menjemur mahasiswa baru hingga berjam-jam lamanya dengan dalih ingin mengambil sesi foto mozaik, yang pada akhirnya menimbulkan banyak peserta yang muntah dan pingsan.

Saya sendiri tidak mengetahui apa esensi dari kegiatan bentak-membentak yang biasanya dilakukan oleh panitia. Apakah tidak ada cara lain untuk mendisiplinkan mahasiswa?. Mengapa demikian ini terjadi sehingga ini bisa terjadi sehingga berdampak pada kondisi mental mahasiswa baru.

Ketika mulai dikritik mengenai OSPEK mereka yang cukup memberatkan, mereka berdalih hal ini bertujuan untuk menguatkan mental mahasiswa baru agar mereka kuat menjalani perkuliahan. Sayangnya, tanpa harus dilatih pada akhirnya mahasiswa dapat sadar dengan dirinya bahwa perkuliahan memang tidak seindah dengan apa yang mereka bayangkan.

Sehingga saya rasa tanpa adanya kekerasan verbal pun mental mereka akan terlatih dengan sendirinya ketika sudah berhadapan dengan dosen.
Mungkin akan ada banyak orang yang menyangkal namun percaya atau tidak, sebagian besar OSPEK lebih condong sebagai ajang senioritas.

Pelatihan mental hanya menjadi kedok saja untuk menutupi keusilan kegiatan ospek yang memang sudah salah dari awal. Secara tidak langsung OSPEK menjurus sebagai unjuk kekuasaan para senior. Sedangkan, maba hanya bisa menuruti semua perintah kakak tingkatnya, tanpa terkecuali. Toh, biasanya mereka yang berani speak up akan menjadi bulan-bulanan dengan dalih “tidak sopan” terhadap senior.

Saya jadi ragu apakah sebenarnya OSPEK itu mengajarkan kita untuk berlaku sewenang-wenang terhadap junior. Atau barangkali budaya “asal panitia senang” muncul karena saat ospek para maba akan melakukan apapun yang diperintahkan seniornya agar mereka dapat bebas dari hukuman. Namun, pada akhirnya kegiatan ospek hanya sebagai formalitas belaka yang kurang menghasilkan esensi.

Ada beberapa teguran dari panitia yang membuat down para peserta. Sebagai ilustrasi, kurang lebih seperti ini kata yang dilontarkan oleh senior maba “Lemah amat lu, dek. Cari kampus lain aja kalo gitu, kakak dulu lebih parah dek, kalian mah nggak ada apa apanya.”

Saya sebenarnya bertanya-tanya, apakah sudah ada bukti konkret bahwa mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ospek cenderung lebih mudah menjalani perkuliahan, dibandingkan dengan mereka yang berani tidak mengikuti kegiatan OPSPEK karena merasa kegiatan tersebut tidak penting.

Selama ini, saya hanya melihat bukti formalitas yakni sebuah sertifikat kelulusan ospek yang “katanya” berguna untuk kelulusan. Namun, secara mental apakah mereka benar dilatih atau semua ini hanya ajang unjuk senioritas belaka?.

Saya berharap, OSPEK ke depannya lebih fokus pada tujuan yang benar-benar sesuai untuk kebutuhan mahasiswa, yaitu untuk mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru dengan dibimbing oleh kelemah-lembutan senior yang juga tegas tanpa adanya kekerasan.

Seperti dalam peribahasa yang mengatakan, “Tak Kenal Maka Tak Sayang” bagaimana kita dapat menyayangi kampus, kalau kita sendiri tidak mengenalnya sama sekali. Jadi kegiatan OSPEK ini harus tetap dilaksanakan tetapi harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan nilai serta norma yang berlaku.

Penulis: Mg_Riyanti
Editor: Een