Beranda blog Halaman 109

Tips Sehat Menyantap Makanan Lebaran

0

Hallo SiGMAnia, hari raya Idul Fitri atau yang biasa kita sebut hari lebaran sebentar lagi akan segera tiba, dalam menyambutnya umat muslim biasanya mempersiapkan segalanya termasuk hidangan makanan. Berbagai hidangan makanan tersebut kerap kali dinikmati bersama keluarga, kerabat, teman-teman, dan yang lainnya.

Akan tetapi perlu diingat, kebanyakan maka saat lebaran apalagi makanan yang berat dan berlemak tinggi seperti opor, rendang, gulai, dan aneka masakan khas lainnya. Jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan maka akan mengakibatkan kenaikan berat badan bahkan bisa mengganggu kesehatan kita.

Untuk mencegah hal tersebut, berikut adalah tips sehat saat menyantap makanan lebaran:

– Pertama, jadwal makan tetap teratur yaitu makan dengan porsi yang tidak berlebihan.

– Kedua, makan makanan dengan komposisi zat gizi yang seimbang yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan ketupat dan tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak jahat seperti opor, rendang, gulai dan lain-lain.

– Ketiga, setiap kali makan usahakan harus disertai dengan sayuran dan buah-buahan yang mengandung serat tinggi.

– Keempat, jika sudah terlalu banyak makan makanan berlemak tinggi, hindarilah makan kue kering, cemilan manis atau yang lainnya, gantilah dengan buah-buahan.

– Dan yang terakhir, kurangi konsumsi minuman manis dan gantilah dengan air putih, karena hal tersebut bisa mengurangi kalori yang masuk kedalam tubuh.

Itulah beberapa tips sehat untuk mengontrol makanan kita saat hari lebaran, jadi SiGMAnia, yuk kontrol asupan makanan kita agar tetap sehat saat hari lebaran tiba.

Penulis: Olis

Editor: Alfina

Partai Mahasiswa Indonesia: Menimbulkan Pro dan Kontra di Kalangan Mahasiswa

0

Serang, lpmsigma.com – Partai Mahasiswa Indonesia resmi berbadan hukum sejak 21 Januari 2022 dan telah tercantum dalam surat penyampaian data partai politik kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Kementerian Hukum dan HAM, Jum’at (29/04).

Partai ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa dan mulai diperbincangkan akhir-akhir ini oleh mahasiswa di masa gencarnya pergerakan mahasiswa di jalan.

Muhammad Ervin Nizar selaku aktivis Keluarga Mahasiswa Pandeglang Banten Komisariat UIN SMH Banten mengatakan, hadirnya Partai Mahasiswa Indonesia bisa menjadi patokan penilaian masyarakat Indonesia pada mahasiswa, apalagi pergerakan yang dilakukan oleh partai tersebut tak selaras dengan cita-cita mahasiswa, begitupun mahasiswa yang tidak ikut campur tangan.

“Jika orang-orang yang mengendalikan partai tersebut tidak sesuai dengan keinginan bersama imbasnya bagi seluruh mahasiswa akan mendapatkan stigma buruk,” Ujarnya.

Ilham Aulia yang biasa dikenal Jafra di kalangan aktivis Komunitas Mahasiswa Soedirman 30 UIN SMH Banten menambahkan, mahasiswa seharusnya tidak terlibat ke dalam semua kegiatan politik yang berhubungan langsung dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kekuasaan politik, hal ini bertentangan dengan partikelir yang menjadi marwah mahasiswa dalam pergerakan, jika mahasiswa sudah menggeluti kepentingan politik maka masyarakat harus percaya kepada siapa lagi.

“Jika mahasiswa sudah masuk pada politik praktis, maka akan kehilangan independen sebagai sebuah perjuangan,” tuturnya.

Ia juga mengatakan Partai Mahasiswa membawa label mahasiswa ke ranah politik praktis.”Adanya partai tersebut membawa lebel mahasiswa pada ranah politik praktis, yang akan menurunkan nilai mahasiswa sebagai garis perjuangan yang independen,” kata Jafra

Reporter: Taufik

Editor: Alfina

Revisi RUU SISDIKNAS: Menghancurkan Pendidikan Islam?

0

Penulis: Wildan Mufti

Polemik tentang revisi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menuai banyak kontroversi dan kekhawatiran banyak pihak. Bagaimana tidak, penghapusan frase madrasah dari batang tubuh UU tersebut seakan-akan melemahkan jenjang pendidikan berbasis Islam di Indonesia.

Seperti diketahui bahwa sekarang sebelum maraknya pendidikan formal yang berlaku beserta semua kurikulumnya, pendidikan non formal seperti madrasah serta pondok pesantren sudah jauh lebih lama lahir dan menjadi salah satu pendorong peradaban pendidikan Indonesia.

Penghapusan frase madrasah pada UU ini sama halnya menghilangkan seluruh rentetan peristiwa serta sejarah majunya pendidikan kita. Sejatinya revisi undang-undang dilakukan untuk memutakhirkan suatu kebijakan serta peraturan perundangan-undangan, sedangkan pada kenyataannya tidak bisa menjadi alternatif pengobatan problematika pendidikan sekarang.

Di dalam revisi ini diciptakannya penggabungan beberapa peraturan perundangan-undangan, yakni diantara nya:
1. UU SISDIKNAS NO. 20 Tahun 2003
2. UU Guru dan Dosen NO. 14 Tahun 2005
3. UU Perguruan tinggi negeri NO. 12 Tahun 2012.

Terlebih lagi di dalamnya tidak disebutkan dengan jelas apa arti dan makna dasar sistem pendidikan nasional, karena banyak hal yang meliputi peraturan perundang-undangan yang menjelaskan tentang UU pondok pesantren, UU kedokteran, serta 23 UU lainnya yang menjelaskan tentang pendidikan.

Dalam hal ini sudah bisa teridentifikasikan bahwa dalam penyusunan revisi Undang-Undang Sisdiknas dilaksanakan secara tergesa-gesa dan cacat secara prosedur hukum karena minimnya partisipasi publik atau stakeholder yang menguasai secara penuh dalam bidang pendidikan. Naskah akademik serta rancangan Undang-Undang ini masih dirahasiakan oleh kementerian dan DPR, dan ini tidak sesuai dengan yang dijelaskan dalam UU NO.14 Tahun 2008 tentang transparansi informasi publik.

Beberapa pasal di dalam revisi ini diduga kuat akan memberikan dampak buruk terhadap pendidikan Indonesia karena akan terbukanya peluang liberalisasi serta komersialisasi dalam bidang pendidikan yang dijelaskan dalam pasal 18 tentang Pendidikan Formal yang meliputi pra-persekolahan, persekolahan, dan persekolahan mandiri.

Dalam persekolahan mandiri inilah masyarakat bebas untuk membangun lembaga pendidikan yang memiliki legalitas pemerintah. Hal ini akan membuat lembaga pendidikan mandiri akan selalu bersaing memajukan pendidikannya dan melahirkan sifat favoritisme yang berakhir kepada mahalnya biaya pendidikan. Akibatnya, akan semakin banyak masyarakat yang tidak bisa meraih pendidikan secara layak. Dan beberapa pasal juga menjelaskan tentang kewajiban pemerintah dan juga masyarakat wajib bertanggung jawab dalam membiayai segala bentuk pendidikan.

Akan tetapi pemerintahan yang bertanggung jawab memberikan biaya pendidikan dasar hal ini akan semakin menjauhkan kita dari pendidikan yang gratis dan demokratis sesuai dengan harapan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.

Jika kita membahas tentang pendidikan maka yang akan kita bahas juga adalah tenaga pendidik, tidak ditetapkannya UU yang mengatur tentang batas minimum upah tenaga pendidik akan semakin melanggengkan ketidaksejahteraan para tenaga pendidik, terutama bagi para tenaga pendidik yang masih honorer.

Upaya-upaya pemerintah dalam membuat kebijakan bagi masyarakat dinilai gagal karena tidak sesuai dengan situasi objektif dan kebutuhan masyarakat Indonesia hari ini terutama dalam pemerataan bidang pendidikan, Kesalahan fatal dalam membuat kebijakan pendidikan akan menjerumuskan generasi bangsa pada jurang kebodohan.

 

UU TPKS: Akhirnya Disahkan, Bagaimana Penerapannya di Kampus?

0

Serang, lpmsigma.com – Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual akhirnya disahkan menjadi Undang-undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada Selasa, (12/4).

Hiruk-pikuk RUU ini sangat panjang sekali sampai akhirnya disahkan menjadi Undang-undang. Keresahan para perempuan yang terus mendorong lewat aksi, kritisi dan advokasi.

Pada momentum Hari Perempuan Internasional Aliansi Perempuan Banten pernah mendesak agar RUU ini disahkan menjadi Undang-undang. Pada saat itu, kebetulan Kru SiGMA berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu Koordinator Aliansi, Nurika.

Mengutip dari berita SiGMA yang diterbitkan pada Selasa, (8/3), Nurika mengatakan sudah terlalu banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual, akan tetapi, hingga hari ini (saat itu) pemerintah belum menampakkan keseriusannya dalam mencegah kekerasan seksual.

Pada kesempatan yang sama, Jaringan Muda Setara turut mengundang Kru SiGMA untuk hadir dalam konferensi pers yang dilakukan di LBH Jakarta. Namun, saat itu memang terkendala untuk hadir.

Berdasarkan rilisan yang kami terima, Jaringan Muda Setara yang pada intinya mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU TPKS dengan menjelaskan kondisi kasus kekerasan seksual di Kampus melalui beberapa pembicara yang hadir pada saat itu.

Atas hasil usaha yang dilakukan beberapa elemen mahasiswa dan kelompok perempuan, akhirnya RUU TPKS ini sudah disahkan menjadi Undang-undang.
Nurika Sebagai Aktivis perempuan turut berbahagia dengan kabar disahkannya UU TPKS karena ia ikut mengawal perjuangan ke DPR yang begitu banyak Pro dan Kontra dan akhirnya sampai disahkan.

“Aku spontan menangis ketika mendengar RU TPKS di sahkan menjadi UU TPKS,” ujarnya Pada Kamis, (21/4).

Nurika juga mengatakan Ini menjadi kabar baik, dimana jika kemarin penyelesaian kasus lewat kekeluargaan yang cenderung bukan kemauan korban, dan dengan adanya UU TPKS ini bisa diselesaikan pada jalur litigasi dan bisa di pidanakan.

“Lewat UU TPKS penyelesaian tidak hanya kekeluargaan, tapi juga bisa lewat litigasi atau pengadilan,” katanya.

Sealin itu, dosen UIN SMH Banten, Iin ratna sumirat selaku ketua Pusat studi gender dan anak LP2M mengatakan Negara harus hadir dalam rasa keadilan dalam korban dan dengan disahkan UU TPKS ini menjadi angin segar bagi korban pelecehan seksual.

“Ini menjadi angin segar dan payung hukum bagi korban kekerasan seksual,” katanya.

Iin juga mengatakan Bahwa Rektor UIN SMH Banten sudah membuat peraturan tentang perlindungan kekerasan seksual. Namun memang belum di sosialisasikan TPKS ini, karena ini proses dari penanganan, perlindungan, pemulihan secara berintergrasi.

“Rektor sudah membuat peraturan tentang perlindungan kekerasan ini dan insyaallah habis idul fitri akan segera disosialisasikan,” tambahnya.

Tidak hanya itu kampus UIN SMH Banten sudah membuat peraturan terkait penanganan kasus kekerasan seksual, Berdasarkan Keputusan Rektor UIN SMH Banten No 1120 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan di lingkungan UIN SMH Banten.

“Terdapat Tim Satgas yang bertugas melakukan penanganan terhadap korban. Karena korban berhak mendapatkan pendampingan, bantuan hukum, psikologis, dan penguatan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Iin juga menceritakan bahwa sudah ada yang melaporkan tindak kekerasan seksual akan tetapi, masih belum bisa membuktikan karena belum bertemu dengan korban

“Sudah ada beberapa tapi saya belum bisa membuktikan karena belum bertemu dengan korban” tutupnya.

Reporter: Baidoi

Karena Aku Mencintaimu, Tanpa Karena

0

Oleh: Komarudin

Manusia ketika berbuat sesuatu pasti ada alasan kenapa melakukan perbuatan tersebut, seperti membeli bakso untuk dimakan, pakaian untuk dikenakan atau belajar untuk kepintaran pasti semua itu terjadi karena sebuah alasan, variabel Y juga tidak akan ada tanpa variabel X. Bahkan Siti Hawa diciptakan karena alasan bahwa Adam merasa kesepian bukan karena cinta.

Mencintai sesuatu apa harus dengan sebuah alasan? Lalu apa itu cinta? Kenapa orang sering kali mengejar cinta, mengharapkan bahagia namun cinta mengingkari janji kebahagiaan tersebut? Dari berbagai literatur yang saya baca, bahwa belum ada kesepakatan bersama mengenai apa yang dimaksud ‘Cinta’, pemikir besar terdahulu banyak mendefinisikan ‘cinta’, saya menyimpulkan bahwa fenomena ‘cinta’ ini sangat tergantung bagaimana kita mengkonseptualisasikan ‘cinta’ itu sendiri. Apakah cinta itu sebuah tindakan? Sebuah perasaan ? Atau sebuah sikap?

Saya sadar dengan orang yang berpendapat bahwa yang umumnya orang sebut cinta adalah suatu emosi.

Emosi sendiri adalah suatu perasaan dalam kesadaraan kita (conscious experience) yang memiliki elemen positif atau negatif dan kualitas tertentu yang spesifik. Karakteristik dari emosi yang lain adalah perasaan tersebut cenderung mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan.

Berdasarkan penjelasan di atas, secara sederhana kita bisa menganggap emosi sebagai;

  1. Suatu perasaan di kesadaran (consciousness).
  2. Memiliki elemen positif atau negatif (disukai atau tidak disukai oleh organisme).
  3. Cenderung mendorong seseorang melakukan suatu tindakan.
  4. Memiliki kualitas tertentu.

Sebagai contoh, emosi takut itu memiliki elemen negatif (manusia cenderung tidak menyukai), mendorong orang untuk melakukan tindakan tertentu (kabur ketika terjadi kebakaran). Selain itu, emosi takut memiliki kualitas yang berbeda dari rasa marah sebagaimana dalam indra pengecap kita membedakan rasa jeruk dan rasa buah mangga.

Berdasarkan konseptualisasi di atas, lantas apa itu cinta?

Saya sepakat dengan Maulana Rumi bahwa makna dari itu semuanya tidaklah penting, karena jika sudah berada di jalan cinta yang ada hanya rasa, dan rasa itu sendiri tidak bisa dijelaskan secara teori.

Hmmm semakin sulit ya. Kalau saya secara pribadi mencoba mengartikan lebih lanjut mengenai konsepsi cinta, maka saya akan menyimpulkan bahwa cinta adalah;

“Cinta ada perasaan dimana kita merasa pulang dan tenang”.

Kalau ada orang yang bertanya lagi kepada saya bagaimana “perasaan pulang” ini, maka saya tidak mampu lagi menjawab. Sama seperti orang yang bertanya “rasa garam itu seperti apa ?”, maka saya hanya bisa menjawab, “rasa garam adalah asin”, saya tidak bisa menjelaskan ‘asin’ itu apa?.

Itu adalah kualitas subjektif dari cinta, sebuah perasaan pulang. Perasaan dimana kata terbaik lain yang menggambarkannya adalah suatu hal yang membuat kita bisa teguh dan tenang di dunia yang penuh dengan kerancuan dan ketidakpastian.

Menggunakan konsep cinta ini maka semua jelas, mengapa seseorang bisa mencintai uang, mencintai orang lain yang memperlakukannya semena-mena, dan berbagai realita yang kita lihat dimana cinta berujung pada penderitaan.

Jadi kita tidak memilih kata alasan dalam ‘cinta’, maka emosi muncul begitu saja apabila kita menemukan seseorang (atau objek lain) dimana perasaan pulang tersebut muncul.

Adakah seseorang dalam hidupmu dimana kamu merasa pulang?

Surat Edaran Rektor: Berpotensi Menyekat Pergerakan Mahasiswa

0

Serang, lpmsigma.com – Menanggapi situasi Nasional saat ini, Wawan Wahyuddin selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengeluarkan Surat Edaran NOMOR: 43/Un.17/R/PP.OO.9/04/2022 tentang Aktivitas Kegiatan Non Akademik Mahasiswa di Bulan Suci Ramadhan, Rabu (20/4/2022).

Dalam surat edaran berisi himbauan kepada mahasiswa UIN SMH Banten agar mengkaji secara cermat setiap informasi, gerakan dan seruan dari pihak luar kampus terkait isu-isu yang bernuansa politik praktis. Untuk terus menjaga kondusifitas kampus dan tidak memanfaatkan fasilitas kampus sebagai titik koordinasi mahasiswa luar kampus.

Terkait hal itu, Iqbal Hambali selaku Sekretaris Jendral FSOE (Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal) UIN SMH Banten mengatakan, seharusnya pihak rektorat mendukung pergerakan-pergerakan yang di lakukan oleh mahasiswa bukan sebaliknya.

“Melihat dari pada surat edaran yang dikeluarkan bapak rektor tercinta ini sangat jelas terlihat menyekat secara halus gerakan-gerakan pemuda mahasiswa untuk terus membela masyarakat Indonesia,” tuturnya

Dalam hal ini, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan Kerja sama, Hidayatullah menanggapi dengan baik, mahasiswa harus cermat menghadapi situasi saat ini, agar kita bisa terjaga dari hal-hal negatif demi ketertiban di kampus, terlebih lagi di bulan ramadhan ini kita lebih baik mendekati diri kita kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Semua poin edaran itu himbauan untuk kita, baik dalam hal menjaga kondusifitas kampus terkait isu-isu nasional maupun dalam rangka kekhusyukan melaksanakan bulan suci ramadhan dan juga himbauan untuk vaksinasi. Saya kira itu positif-positif saja, karena tujuannya juga positif,” Ujarnya, Kamis (21/4).

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN, Sahrus Sobirin mengatakan UIN SMH Banten sebagai pusat pergerakan mahasiswa di Banten hal itu (kosolidasi) biasa terjadi. Ia juga menyampaikan untuk mengurangi kegiatan tersebut pada bulan ramadhan.

“Pada Nyatanya UIN SMH Banten sebagai laboratorium pergerakan di Banten tentu hal-hal seperti konsolidasi maupun kajian strategis itu akan terjadi di lingkungan kampus UIN, untuk di bulan ramadan ini agak dikurangi dan dialihkan kepada ibadah,” Ujarnya

Iqbal juga menambahkan, ini merupakan salah satu cara kami pemuda mahasiswa untuk terus menjaga keutuhan NKRI dengan terus berjuang melihat keadaan kondisi sosial masyarakat yang terjadi.

Reporter: Taufik

Editor: Alfina

5 Tips Agar Ibadahmu Tidak “Kendur” Selama Ramadan

0

Sudah lebih dari sepekan kita menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan ini, dan untuk menuju kemenangan hari raya Idul Fitri pun masih panjang. Akan tetapi, tanpa disadari kita merasakan bagaimana euphoria kita dalam menjalani bulan suci Ramadan yang kian hari malah semakin mengendur.

Hal ini terbukti dengan kenyataan di mana banyak masjid yang terisi penuh di setiap safnya pada hari pertama pelaksanaan shalat tarawih, dan kini yang bahkan sudah di pertengahan bulan Ramadan, jemaah masjid sudah mulai menipis menyisakan beberapa saf saja. Tentunya ini pertanda semangat para jemaah atau mungkin kita sendiri dalam mencari berkah di bulan suci Ramadan sudah mulai berkurang.

Nah, jika SiGMAnia saat ini sedang mengalami dan merasakan hal yang sama seperti di atas tidak perlu khawatir, karena hal ini merupakan hal yang sudah lumrah bagi kita yang seorang manusia. Bahkan para alim ulama juga sering mengatakan bahwa iman itu “Yazidu wa Yanqush” artinya iman seseorang itu kadang bertambah dan kadang juga berkurang.

Namun, walau dikatakan sebagai hal yang lumrah, kita harus mempunyai inisiatif untuk terus membangkitkan semangat berpuasa kita. Kali ini aku akan membagikan beberapa tips yang mudah-mudahan bisa membantu membangkitkan semangat para SiGMAnia agar gak kendur lagi dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

Tips pertama, menurut para alim ulama adalah dengan cara menjaga hati. Nah, kalo udah berbicara hati sih emang udah paling dasar banget ya SiGMAnia. Karena segala amal yang kita kerjakan juga sejatinya tergantung niat dari hati kita masing-masing. Emang hati gak bisa dibohongi ya.

Dengan menjaga hati, tentunya akan membuat mood kita juga ikut terjaga, menjaga mood inilah mungkin langkah yang paling sulit banget buat dilakuin. Tapi tips ini bisa kita lakukan dalam menjaga hati dengan hanya berharap dan menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Jika ibadah kita hanya berharap balasan dari Allah bukan dari manusia, maka ini akan membuat ibadah kita tidak terganggu bahkan mengendur jikalau sewaktu-waktu kita mempunyai masalah dengan manusia.

Kedua, SiGMAnia juga bisa mencari tahu apa saja keutamaan dan juga fadhilah dari bulan suci Ramadan ini. Dengan mengetahui keutamaan bulan suci Ramadan, seperti dilipat gandakannya amal ibadah di bulan suci Ramadan. Tentunya, hal ini akan memacu semangat beribadah kita selama Ramadan. Bagaimana tidak, bulan Ramadan hanya akan ada satu kali dalam setahun. Dan tidak ada yang mengetahui juga, apakah kita akan bertemu kembali dengan bulan Ramadan ditahun depan.

Tips selanjutnya adalah dengan mendengar ceramah agama. Disaat kita merasa malas untuk beraktivitas, biasanya hal yang paling sering kita lakukan adalah dengan memainkan ponsel seharian. Nah, SiGMAnia bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cara mendengarkan ceramah-ceramah agama melalui ponsel kita. Bisa dengan membuka YouTube ataupun melalui sosial media lainnya. SiGMAnia juga bisa memilih sendiri ustadz siapa yng mau kita dengar sesuai dengan keinginan kalian. Dengan begitu semangat untuk selalu berbuat baik biasanya juga ikut terpacu.

Keempat, SiGMAnia bisa melakukan kegiatan positif lainnya seperti berbagi kepada orang yang membutuhkan. Mungkin banyak orang yang tak menyangka, bahwa dengan kita berbagi kepada orang yang membutuhkan, dapat membuat seseorang ketagihan untuk melakukannya secara terus menerus. Dengan berbagi, secara tidak sadar akan menstimulus pikiran seseorang untuk terus melakukan hal baik.

Tips terakhir yang bisa SiGMAnia lakukan agar senantiasa semangat beribadah di bulan Ramadan adalah dengan cara berdoa kepada Allah. Berdoa untuk diberi ke istiqomahan dalam berbuat baik selama bulan suci Ramadan. Karena bagaimanapun usaha yang kita lakukan dalam memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan adalah untuk mengharap Rahmat dan Rida-Nya. Maka dari itu, kita tidak boleh putus untuk senantiasa berdoa untuk terus berada di jalan-Nya.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa SiGMAnia lakukan untuk tetap terus semangat dan gak “Kendur” dalam beribadah selama bulan suci Ramadan. Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang lebih baik, penuh berkah, dan penuh manfaat dari tahun sebelumnya. Aamiin.

Reporter: Riki Rosadi

Editor: Alfina

UKM Andalas Sinematografi Luncurkan Program Baru

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Andalas menggelar program talkshow yang berjudul bincang sinema, acara ini berlangsung via Zoom Meeting pada hari ini, Sabtu, (16/4). Dalam program kali ini UKM Andalas Sinematrografi membawakan tema The Power of Idea in Short Film, maksud dari tema ini adalah untuk mengetahui dunia perfilman serta bagaimana cara penulisan ide cerita.

Acara yang diikuti oleh 213 peserta tersebut berjalan lancar dengan menghadirkan pembicara yang merupakan seorang sutradara dan penulis skenario yaitu Eric Gunawan.

Dalam obrolannya bersama moderator, Erik mengatakan bahwa untuk menjadi sutradara kita harus memahami terlebih dahulu mengenai film, apa saja yang menjadi unsur perfilman.

“Basic things dalam penyutradaraan itu kita harus paham dulu apa itu film, aspek-aspek film itu ada apa saja, itu yang paling penting,” ujarnya saat talkshow berlangsung.

Erik mengatakan bahwa dengan menonton film kita bisa mengetahui alur cerita dan memahami maksud dari cerita tersebut sehingga kita sadar akan penggambarannya selain itu dalam pembuatan film juga perlu memperhatikan metode-metode dalam pembuatan film, metode pembuatan film merupakan cara dan tujuan dari film.

Erik Gunawan juga menjelaskan bahwa ada perbedaan dalam penulisan skenario film panjang dan film pendek terdapat pada durasi yang dimiliki film tersebut.

“Dalam penulisan naskah memiliki enam unsur pertanyaan karakter utama yaitu; pertama, siapa karakter utama film ini? (Nama, Usia, gender, profesi, watak, dan kondisi). Kedua, apa yang diinginkan karakter utama. Ketiga, kenapa karakter utama menginginkannya. Keempat, bagaimana karakter utama mendapatkannya. Kelima, apa saja konflik utama dari karakter utama. Keenam, apa saja yang dipertaruhkan oleh karakter utama,” ucapnya.

Apabila salah satu unsur tersebut tidak ada maka cerita atau film yang dibawakan belum sepenuhnya sempurna.

“Kalau kalian tidak bisa menjawab keenam pertanyaan ini apalagi kalian tidak bisa memetakan tiga arena pertarungan maka cerita kalian belum kompleks,” Jelasnya.

Reporter: Een

Editor: Alfin

Baduy: “Gunung Teu Meunang Dilebur, Lebak Teu Meunang Dirusak”

0

Di tengah hiruk-pikuknya modernisasi yang sangat pesat, masyarakat Baduy masih memegang teguh komitmen hidup menjaga alam dengan kesederhanaan. Hal ini berdasarkan titipan leluhur suku Baduy untuk selalu hidup dalam kesederhanaan dan selalu menjaga alam.

Pada Februari lalu, kami mengunjungi tanah adat Baduy. Suku Baduy terletak di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Sepanjang perjalanan menuju tanah Baduy kami disuguhkan dengan pemandangan alam yang asri. Namun, sekitar kurang lebih tiga kilometer setelah melewati alun-alun rangkas sudah banyak hutan dan perbukitan beralih fungsi menjadi pertambangan batu.

Setibanya di Ciboleger, kami disambut ramah senyum masyarakat Baduy. Masyarakat adat itu sampai saat ini masih memegang erat kebudayaan yang diturunkan oleh leluhurnya dalam menjaga lingkungan. Karena dalam filosofi masyarakat Baduy “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak, pendek teu menang disambung, lojong teu menang dipotong”.

Pesan inti dari pribahasa itu adalah tanah Baduy tidak boleh dirusak dengan alasan apapun. Harus dirawat agar tidak tercemar dan mengakibatkan kerusakan, yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Orang Baduy percaya jika manusia merusak alam lingkungannya maka kemudharatan akan dialami oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sampai saat ini, masyarakat adat Baduy hidup tanpa listrik. Untuk menerangi saat malam tiba, masyarakat biasanya menggunakan lampu totok yang berbahan bakar minyak solar.
Tanah adat Baduy memiliki wilayah yang luas dan terbagi atas dua wilayah, Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam dikenal sangat ketat dalam menjaga adat sedangkan Baduy luar lebih terbuka dengan kebudayaan luar.

Desa Baduy terletak di daerah perbukitan. Untuk mencapai ke sana kita bisa menuju terminal Ciboleger. Bisa juga naik kendaraan pribadi tapi begitu sampai di Ciboleger dapat ditipkan pada orang yang mengelola penitipan kendaraan di sana.
Di Baduy, kita bisa memilih akan menginap di kampung apa saja. Yang penting, harus melapor dulu pada Jaro atau kepala desa setempat.

Untuk ke Baduy dalam kita harus berjalan kaki, melewati jalan setapak yang dikelilingi pohon-pohon dan sungai yang asri. Jika sedang musim penghujan, jalanan akan sedikit licin. Jika akan ke sana sebaiknya kita mengenakan sandal gunung atau sepatu anti selip.

Reporter: Baidoi-Fajri 

Dibalik Tagar “Let the Earth Breath”

0

Serang, lpmsigma.com – Tagar let the earth breath hari ini (15/4) ramai dipakai di media sosial. bahkan sempat menjadi trending satu di twitter, lalu apa maksud dari tagar tersebut?

Tagar let the earth breath merupakan suatu gerakan untuk menyelamatkan bumi, yang mana baru-baru ini para ilmuan dari 25 negara melakukan protes mengenai perubahan iklim yang sangat ekstrem serta bagaimana bahayanya bahan bakar fosil.

Tanpa kita sadari, kita sedang merasakan perubahan iklim atau cuaca yang sangat ekstrem, contohnya seperti sekarang di musim kemarau saat ini kita merasakan panas yang amat luar biasa akan tetapi, keesokan harinya kita mendapati hujan yang amat deras ditambah angin yang begitu kencang.

Peter Kalmus salah satu ilmuwan NASA mengatakan bahwa para ilmuwan telah mengingatkan tentang perubahan iklim yang ekstrem namun diabaikan dan jika hal ini terus diabaikan maka kita akan kehilangan semuanya.

“Kami sudah mengingatkan kalian dari beberapa dekade tentang perubahan iklim akan tetapi kami diabaikan, kita akan kehilangan semuanya jika ini terus diabaikan,” Ujar Peter kepada awak media didepan gedung Chase Bank, Lost Angles.

Bahkan panel antar pemerintah tentang perubahan iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengatakan bahwa kita memiliki waktu tiga tahun untuk mengurangi risiko dari perubahan iklim terburuk.

Lalu bagaimana kita dapat memitigasi perubahan iklim terburuk?

Langkah yang bisa kita lakukan sangatlah sederhana, pertama kita bisa meminimalisir penggunaan listrik, meminimalisir bahan bakar fosil karena seperti kita ketahui bahan bakar fosil memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan.

Selain meminimalisir listrik dan bahan bakar fosil, kita juga bisa melakukan hal yang lebih sederhana lagi yaitu dengan menghapus email yang tidak penting. Tanpa kira sadari hal sesederhana menghapus email dapat mengurangi emisi karbon.

Reporter: Een

Editor: Alfina