Beranda blog Halaman 125

Maling

0

Marah adalah nama pencopet penguasa kawasan ANTERA Persatuan Pencopetan Antera (PPA) dialah ketua umum selama 17 tahun. Marah sudah tentu kaya raya dan melimpah hartanya. Karena setiap anggotanya yang berjumlah 90 orang itu wajib menyetor Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah) kepadanya. Motto kelompok PPA “boleh mencopet tapi jangan kepada pencopet” motto ini demi menjaga marwah nama baik pencopet. Ada konsekuensi jika anggota yang tidak menyetor kepadanya, yaitu hukuman mati. Terserah dengan cara apapun asalkan dia mati.

Suatu ketika Marah menyamar menjadi orang biasa yang membawa bingkisan. Marah ingin tahu keadaaan lapangan yang dialami anak buahnya dan kendala apa saja yang ditemukan oleh anggotanya. Di tepi jalan Marah menunggu angkutan umum, seperti halnya penumpang lain Marah duduk dengan tidak mencurigakan orang lain. Di dalam angkot terdapat lima penumpang, yaitu tiga laki-laki remaja sekolah dan dua perempuan ibu-ibu duduk berdempetan, ibu yang dekat dengan pak supir itu wajahnya sudah tidak muda lagi beda halnya dengan ibu yang duduk di pinggirnya terlihat muda dan bercahaya sekali, mungkin dia memakai pancaran ilahi. Percis sekali posisi Marah duduk di tengah-tengah penumpang yang lain. Marah ingin mulai beraksi melancarkan operasi pencopetannya yang sudah tidak diasah sekian lama.

Dulu Marah hanya butuh waktu sepuluh detik saja untuk memangsa dompet korban. Operasinya pun tidak di angkot melainkan dengan berskala tinggi seperti di pesawat, ataupun kereta api bisnis sampai kapal laut. Ajaibnya Marah tidak pernah ketahuan saat menjalankan operasi, gerakan cepat dan tatapan meyakinkan kepada petugas seolah ia menghipnotis orang yang memandangnya.

Marah mempelajari dunia percopetan tidak segampang membalikan telapak tangan. Butuh proses bertapa selama tiga bulan di kaki Gunung Kramat Maneng dengan berguru kepada Ki Jarik yang mempunyai ilmu aliran merah dan hitam. Ki Jarik anak bungsu dari empat bersaudara, yaitu dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki. Dimasa mudanya Ki Jarik selalu mendapatkan ketidakadilan dalam keluarga ataupun kerabat-kerabatnya seolah-olah ia anak yang haram. Lalu Ki Jarik berkelana mencari ilmu untuk misi membalas dendam kepada orang yang pernah menyakitinya.

Sepuluh tahun berkelana ke penjuru daerah untuk mendapatkan kehebatan. Ki Jarik yang berusia 70 tahun tetapi jika dipandang dari fisik sungguh sangat muda, karena Ki Jarik tidak pernah menyentuh perempuan dalam hidupnya. Bagi Ki Jarik hidup ini singkat kau harus mempercepat pengetahuan dan mengetahui siapa kau sebenarnya.
Suatu hari tak sengaja saat mengambil kayu-kayu kering Ki Jarik melihat seorang pemuda yang gelisah dan putus asa. Badannya kurus, matanya sipit, dan rambutnya sampai kepunggung lubang hidungnya, Ki Jarik seperti merasakan ada hal berbeda dalam jiwa pemuda ini. Begitu sadar ada yang memperhatikannya Marah yang sedang kesal karena ia telah membunuh istrinya.

“Mengapa kau melihat seperti itu” ucap Marah.
“Aku hanya merasa.”

Selain itu Ki Jarik pun tidak mempunyai murid satupun. Hal utama yang membuat Ki Jarik sampai kepada Gunung Meneng ia membabat semua keluarganya sampai tidak tersisa. Ia tidak tahan dengan hiruk-pikuk para manusia yang tidak manusia. Selama di gunung itu Marah harus makan hanya dengan logistik yang seadanya. Baginya itu tak masalah karena Marah berprinsip biarlah menderita sebentar asalkan nanti dia bahagia dan senang.

Saat proses pertapaan itu mental dan fisik Marah diolah oleh kekuatan alam dan kekuatan langit. Marah harus bersahabat dengan alam yang susah di tebak keadaanya, sehingga membuat Marah mengerti tidak semua hal yang ia harus ketahui karena ada batasan yang tidak bisa ditembus. Jikalau Marah ingin menembus semua kekuatan alam, ia harus memisahkan roh terlebih dahulu kemudian Marah mencoba melakukannya dibantu oleh Ki Jarik.

Marah memejamkan mata pelan-pelan lalu ia tutup matanya sambil berkumat-kamit mulutnya, telinga ia fokuskan untuk tidak mendengarkan hal apapun. Ki Jarik di belakang menempelkan tangannya kepundak Marah. Ki jarik mulai berkonsentrasi membuat pikiran Marah berpusat kepada apa yang dituju kali ini. Marah mulai merasa ada kekuatan yang baru datang kepada dirinya, sehingga marah teguncang hebat. Posisi duduknya mulai goyah, Ki Jarik pun mulai tidak kuat menambah energi kepada Marah. Marah tetap mempertahankan posisinya dengan teguh. Ada pertarungan batin disana yang dialami oleh Marah dan gurunya, tanpa tahu siapa yang mereka lawan karena kekuatannya begitu dahsyat. Semakin Marah melawan semakin kekuatan yang datang begitu besar menghampirinya. Marah pun mulai tidak sanggup kemudian ia lepaskan, gurunya pun tersungkur kebelakang (mental) tidak kuat menahan daya kuatnya energi pertarungan Marah.

Marah mulai sadarkan diri kemudian membangunkan Ki Jarik yang terkapar di tanah. Darah keluar dari mulutnya, tetapi Ki Jarik tak sadarkan diri. Sampai peristiwa itu ia tidak ingin mencoba lagi karena terlalu sayang kepada Ki Jarik untuk mati.

Penulis : Ahmad khudori
Editor : Vina Amelia

Cara Cegah Paparan Pornografi pada Anak

0

Serang, lpmsigma.com | Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju pada kehidupan anak-anak, paparan pornografi yang tersebar bebas dan luas wajib diwaspadai.

Salah satu anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Suara Rakyat Banten, M. Bintang Firdaus, menjelaskan, perlu adanya peran keluarga dalam mengawasi pemakaian gadget anak. Karena menurutnya, keluarga merupakan elemen penting yang bisa menjadi pencegah paparan negatif pemakaian gadget.

“Jika bukan keluarga, maka siapa lagi yang akan mencegah anak dari pengaruh pornografi,” kata Firdaus, saat menghadiri acara Penyuluhan Hukum: Bahaya Pornografi dan Literasi Media pada Anak yang diadakan oleh HMJ HKI

Lanjut Firdaus, perbanyak lah literasi karena literasi dapat meningkatkan pengetahuan, meningkatkan nilai seseorang, menumbuhkan kepribadian dan budi pekerti yang baik dalam diri seseorang. “Manfaatnya sangatlah banyak jika kalian berliterasi,” ujarnya, Minggu, (20/6)

Mengurangi pergaulan dengan teman yang memiliki peranan negatif, mengisi waktu luang dengan yang bermanfaat dan lebih banyak berkomunikasi dengan banyak orang adalah cara menghindari bahaya pornografi.

“Berikanlah teguran, larangan dan batasan agar dapat mencegah dan menanggulangi bahaya pornografi yang ada saat ini,” Tambahnya.

Reporter: Abdul Wahid
Editor: Dani

Cegah Bahaya Pornografi pada Anak, HMJ HKI Adakan Penyuluhan

0

Serang, lpmsigma.com – Upaya mencegah bahaya pornografi pada anak, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Keluarga Islam (HKI) melakukan acara Penyuluhan Hukum perihal Bahaya Pornografi dan Media literasi pada anak. Minggu (20/6)

Acara yang digelar secara terbatas ini dilaksanakan di Rumah Pintar Al-Ikhlas Kota Serang dan dihadiri langsung oleh M. Bintang Pirdaus dari Lembaga Bantuan Hukum Suara Rakyat Banten.

Ketua pelaksana Rizqi Awdy Fahlefi mengatakan, acara penyuluhan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya HMJ HKI dalam mencegah dan mengampanyekan bahaya pornografi kepada masyarakat.

“Zaman sekarang banyak teknologi, kita harus menjaga diri dari media yang negatif agar tidak terjerumus dalam bahaya pornografi,” kata Rizki

Selain melakukan penyuluhan kepada masyarakat, acara ini juga diisi dengan kegiatan santunan kepada anak yatim-piatu.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam, Rahmad Dhahnu mengatakan, dana santunan anak yatim-piatu tersebut merupakan hasil partisipasi masyarakat.

“Dana ini terkumpul sekitar tiga juta rupiah dan dibagikan kepada 20 orang yatim piatu berupa sembako dan uang,” ujarnya

Hilman Taqiyuddin, Ketua Jurusan Hukum Keluarga Islam berharap acara ini bisa menjadi cikal bakal generasi bangsa yang bermanfaat dan bisa terus berkarya.

“Mudah mudahan acara ini menjadi cikal bakal selanjutnya tetap kembangkan lebih luas lagi mahasiswa bukan hanya di kampus tapi harus berkarya di lingkungan masyarakat,” kata Hilman

Reporter: Ahmad Baidoi Rizki
Editor: Dani

Marak Kehilangan Helm, Mahasiswa Keluhkan Keamanan Parkiran Kampus

0

Serang, lpmsigma.com – Sejumlah Mahasiswa mengeluhkan keamanan parkir kampus satu UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. Pasalnya, hampir setiap hari Mahasiswa yang memarkirkan motornya di area parkiran kampus sering mendapati helmnya hilang, Kamis (17/6).

“Baru nyimpen helm, ditinggal bentar, pas balik lagi ke motor helmnya sudah hilang,” kata Fajri, saat mengetahui helmnya hilang

Fajri merupakan salah satu korban kehilangan. Sebelumnya, Fajri sudah pernah kehilangan helm tiga kali di parkiran kampus satu. Ia mengatakan, walaupun helmnya sudah dikunci di jok motor ia tetap menjadi korban kemalingan. “Percuma, helm saya tetap hilang” ujarnya

Sementara itu, Salah satu Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Wardah mengaku, sudah sering kehilangan helmnya di parkiran kampus. “Parkiran kampus udah ga aman. Banyak yang sering kehilangan helm,”

Ia berharap, pihak kampus bisa lebih memperhatikan keamanan kendaraan mahasiswanya, terlebih saat Malam hari.

“Keamanan kampus harus lebih diperketat, kurangnya penerangan di parkiran saat malam hari juga bisa jadi peluang buat orang yang mau berbuat jahat,” kata Wardah

Menanggapi kejadian tersebut, Salah satu anggota Satuan Pengaman (Satpam) Kampus UIN Banten, Jefri mengatakan, terkait maraknya kehilangan helm mahasiswa jarang melapor jika helmnya hilang. Kendati demikian, pihaknya tetap menghimbau kepada civitas akademik agar tetap waspada, menggunakan helm yang standar dan menguncinya di jok motor.

“Kita, para Satpam memang sedikit tidak bisa mengontrol setiap parkiran yang ada di kampus, karena memang parkirannya yang tidak satu titik (tempat),” ucapnya

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Jefri akan mengusulkan kepada pihak kampus agar menyediakan tempat penitipan helm dan memasang CCTV di setiap sudut parkiran.

“Kalau ada tempat atau ruangan yang lebar lebih bagusnya dibuat tempat penitipan helm, dan parkiran dipantau dengan CCTV, untuk mengurangi hilangnya helm mahasiswa,” kata Jefri.

Hal senada juga dikatakan oleh Hadi Ismail, salah satu pihak keamanan kampus, ia mengatakan mahasiswa bisa menitipkan helmnya di kantor Satpam jika ingin aman. “Jika tidak ingin helmnya hilang kenapa tidak di titip di Satpam aja, kan lebih aman” kata Ismail.

Reporter : Alfin
Editor : Dani

Kabar Baik, Ada Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Berdomisili Cilegon

0

Serang, lpmsigma.com | Pemerintah Kota Cilegon bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten akan bekerjasama ihwal beasiswa pendidikan yang diberikan khusus untuk mahasiswa berdomisili Cilegon. (16/6)

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Encep Syarifuddin membenarkan bahwa Walikota Cilegon bersama UIN Banten akan menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa yang kesulitan biaya pendidikan.

“Khusus untuk Mahasiswa yang berdomisili Cilegon, semua bisa mendaftar sesuai syarat dan ketentuan,” katanya

Kepala Bagian Kerjasama, Kelembagaan dan Humas, Lilis Aslihah Rachma menjelaskan, syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut adalah Mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Cilegon, berprestasi dan masuk dalam golongan keluarga yang kurang mampu.

“Untuk sementara ini kita validasi berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Cilegon, lalu dilihat dari prestasi mahasiswa tersebut, dan juga dilihat dari latar belakang keluarga apakah mahasiswa itu mampu atau tidak,” tuturnya

Lilis mengatakan, beasiswa pendidikan ini hanya diberikan untuk mahasiswa semester tiga. Meskipun demikian, Lilis masih membuka kemungkinan beasiswa ini juga akan diberikan kepada Mahasiswa semester akhir yang sedang mengalami kesulitan biaya.

“Yang mendaftar maksimal semester tiga, manakala ada Mahasiswa akhir yang mengalami kesulitan bisa konfirmasi ke bagian akademik,” kata Lilis

Dalam penyaluran beasiswa tersebut, ada sekitar empat Perguruan Tinggi yang akan bermitra dengan Pemerintah Kota Cilegon, antara lain UIN SMH Banten, UNTIRTA, UNIBA, dan UNSERA.

Reporter: Alfina
Editor: Dani

Kukerta Lokal, Mahasiswa Bisa Pilih Sendiri Pelaksanaannya

0

Serang, lpmsigma.com – Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Masykur menjelaskan untuk pelaksanaan Kukerta lokal tahun ini Mahasiswa bisa memilih sendiri pelaksanaannya secara luar jaringan (luring) atau dalam jaringan (daring). (15/06)

“Jadi tidak memaksakan online atau offline jadi sifatnya opsional,” kata Masykur saat diwawancarai Kru LPM SiGMA

Selain itu, Masykur mengatakan Kukerta lokal tahun ini hanya akan dilaksanakan di Kabupaten Serang. Keputusan itu diambil untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran virus covid-19.

“KKN lokal hanya bisa dilakukan di Kabupaten Serang, karena kita koordinasi dengan mereka karena harus Koordinasi juga dengan Satgas,” katanya

Untuk pembagian kelompok Kukerta, Masykur menuturkan, nantinya akan dibagi secara langsung dan acak oleh pihak Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Banten. “Nanti kelompoknya ditentukan sama lembaga,” tuturnya

Reporter: Yusti
Penulis: Dani

Menyoal Kukerta Kolaborasi Nusantara, Ini Penjelasannya

0

Serang, lpmsigma.com | UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengumumkan akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Nusantara dengan menggunakan konsep kolaborasi bersama Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di Indonesia. Seperti, Perguruan Tinggi Keagaamaan Katolik, Hindu dan Budha.

“Tidak hanya PTKIN atau PTKI saja tapi untuk Perguruan Tinggi Keagaamaan (PTK). Jadi sebenarnya KKN moderasi keagamaan ini di dalamnya ada Kristen, Budha, Katholik,” ujar Masykur, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Banten.

Kukerta yang bertajuk “Moderasi Beragama” ini juga akan berkolaborasi dengan tujuh Kota besar di Indonesia. Diantaranya adalah:

Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Manado (Sulawesi Utara), Padang (Sumatera Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Sorong (Papua Barat).

Kendati demikian, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Banten, Masykur mengatakan untuk pelaksanaan Kukerta hanya akan memilih lima kota sesuai pilihan mayoritas Mahasiswa.

“KKN kolaborasi digelar secara luring di tujuh kota tetapi yang akan kita pilih hanya lima, sesuai dengan pilihan mayoritas dari mahasiswa,” kata Masykur

Biaya yang ditanggung Kampus

Masykur menjelaskan di Kukerta tahun ini pihak lembaga kampus hanya akan membiayai tiket pesawat pulang pergi dari Jakarta ke lokasi, Tes Rapid Antigen dan Asurasi Kesehatan.

“Kita dari lembaga hanya akan menanggung sepuluh orang untuk semua Kota, Kampus juga akan bantu tiket pesawat dan rapid test,” katanya

Kuota Peserta dibatasi

Masykur menjelaskan Kuota Kukerta kolaborasi Nusantara hanya akan diberikan untuk sepuluh Mahasiswa/i. Walaupun demikian, lanjut Masykur, pihak kampus akan mengijinkan Mahasiswanya jika ada yang ingin mengikuti Kukerta Kolaborasi Nusantara dengan menggunakan biaya pribadi.

“Kuotanya untuk sepuluh Mahasiswa dan Mahasiswi, satu wilayah dua orang,” ujar Masykur.

Kukerta akan dilaksanakan Selama 45 Hari

Ada yang berbeda dari Kukerta Kolaborasi Nusantara tahun ini. Jika sebelumnya Kukerta hanya dilaksanakan selama 30 hari, di tahun ini pelaksanaannya akan ditambah selama 45 hari. Oleh karena itu, dalam penentuannya Mahasiswa akan dipilih melalui seleksi pemberkasan dan wawancara. “Karena disana 45 hari sudah kesepakatan dan tidak bisa ditawar,” jelasnya

Tidak untuk Mahasiswa yang Sudah Menikah

Dari beberapa mekanisme yang sudah ditentukan Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Banten, Masykur menjelaskan, salah satu syarat untuk peserta Kukerta Kolaborasi Nusantara adalah Mahasiswa yang belum menikah.

“KKN kolaborasi tidak boleh mahasiswa yang sudah menikah, karena dikhawatirkan akan repot di sana,” ujarnya

Penulis: Yusti
Editor: Dani

Pramuka UIN Banten Akan Mengikuti Perhelatan Wirakarya Nasional

0

Serang, lpmsigma.com | Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten akan mengikuti kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Seindonesia. (15/6)

Perhelatan tahunan tersebut diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seindonesia di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional ini diadakan oleh Kementerian Agama yang bekerjasama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) pada tanggal 11 Juli sampai 17 Juli 2021.

Ketua Umum Pramuka UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Aziz Sadam mengatakan bahwa kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional tahun ini akan dilaksanakan dengan dua sistem yaitu daring dan luring.

“Semua peserta ada 20 orang, 12 luring dan 8 orang lagi daring,” kata Sadam

Ada berbagai macam agenda yang dilaksanakan secara luring, ucap Sadam, mulai dari kegiatan kemah bakti, kemah kemasyarakatan, pelatihan masyarakat, bakti sosial, dan gotong-royong.

“Ada beberapa acara kalau luring, seperti kemah bakti, kemah kemasyarakatan, pelatihan, bakti sosial dan bersih-bersih,” ucap Sadam

Sadam mengatakan, kuota peserta tiap kontingen hanya 20 orang peserta. Dari seluruh peserta yang akan diberangkatkan tersebut dipilih melalui seleksi khusus.

“Ada seleksi khusus, Karena ini merupakan kegiatan Nasional yang membawa nama baik Kampus UIN SMH Banten. Peserta yang terpilih hanya 20 orang dari berbagai bidang,” katanya.

Salah satu peserta yang terpilih mewakili Pramuka UIN Banten, Asman mengatakan pihaknya sedang gencar melakukan berbagai persiapan untuk keberangkatan ke Palembang Bulan depan.

“Banyak yang harus dipersiapkan, disamping latihan pentas seni, kebutuhan menjelang pemberangkatan pun sedang dipersiapkan secara matang,” katanya

Penulis: Alfina
Editor: Dani

LPM SiGMA Latih Kepekaan Calon Kru Lewat Praktik Lapangan

0

Serang, lpmsigma.com – Untuk melatih kepekaan dan kemampuan analisis isu dalam membuat karya jurnalistik, 14 calon Kru LPM SiGMA melakukan praktik lapangan. (12/06)

Praktik lapangan ini dilakukan untuk mengajarkan secara langsung kepada calon Kru LPM SiGMA ihwal menganalisis isu, cara mencari informasi, teknik wawancara dan menuliskan hasilnya menjadi karya jurnalistik.

“Dengan praktek langsung ke masyarakat, saya rasa ini merupakan hal sangat baik untuk melatih kemampuan saya dalam bidang jurnalistik,” ucap Dina, salah satu calon Kru LPM SiGMA

Tidak hanya melakukan praktik lapangan, calon Kru juga ditempa agar terbiasa berbaur dengan masyarakat.

“Selama praktek lapangan tadi saya sangat menikmati proses ngobrol dengan penduduk sekitar terkait pendidikan di sini, dan itu sangat menyenangkan,” ucap Dina.

Selain itu, salah satu calon Kru juga mengatakan bahwa kegiatan ini akan sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk motivasi diri untuk tetap belajar dan berproses mendalami pengetahuan Kejurnalistikan.

“Dengan mengikuti praktek lapangan ini nantinya akan menjadi bekal yang baik untuk saya yang memang masih pemula dalam dunia Kejurnalistikan,” kata Amel

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Ujung Tebu, Kecamatan Curug, Kota Serang tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Penulis: Alfin
Editor: Dani

Pembina LPM SiGMA: Modal Seorang Jurnalis Harus Rajin Membaca

0

Serang, lpmsigma.com – Pembina Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA, Muhibuddin menjelaskan kunci sukses menjadi seorang jurnalis adalah dengan rajin membaca. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Masa Orientasi SiGMA. (12/06)

Modal utama seorang jurnalis menurutnya adalah harus banyak berlatih dan membaca banyak hal. Seperti, membaca buku, lingkungan dan situasi.

“Jika ingin menjadi jurnalis kalian harus rajin membaca,” katanya

Nada yang sama juga disampaikan oleh pendiri LPM SiGMA, Mahyudi menjelaskan bahwa dalam mempelajari ilmu jurnalistik seorang calon jurnalis harus konsisten dan bersungguh-sungguh.

“Konsisten adalah ukuran seseorang yang bersungguh-sungguh dalam belajar,” kata Mahyudi

Dalam prakteknya, berlatih menulis dan membuat karya-karya jurnalistik menurut Abdul Rozak, harus dilakukan secara terus-menerus. Karena, kemampuan itu jika dilatih secara konsisten akan menjadi lebih baik.

“Ketika kita ingin belajar menulis, jangan tunggu sampai bisa. Mau sejelek apapun tulisan kalian jika sering dilatih akan menjadi lebih baik,” kata Rozak saat menyampaikan materi teknik menulis.

Penulis : Alfina
Editor: Fauzul Maghfiroh