Beranda blog Halaman 124

Antisipasi Mogok Kuliah, DEMA-U Adakan Patungan Biaya Kuliah

0

Serang, lpmsigma.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan aksi solidaritas galang dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar uang kuliah karena terdampak Pandemi Covid-19. Jum’at, (9/7)

Koordinator Aksi Solidaritas, Abdul Malik Fajar mengatakan, hasil galang dana ini nantinya akan disalurkan kepada mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan mahasiswa yang terdampak signifikan karena Covid-19.

“Kami berupaya mengumpulkan dana untuk membantu teman-teman mahasiswa yang tidak mampu sama sekali untuk membayar UKT/BKT, karena ekonomi yang merosot dampak Pandemi Covid-19,” katanya

Ia juga menuturkan, untuk mahasiswa yang tidak bisa membayar uang kuliah bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan sesuai persyaratan yang sudah ditentukan.

“Mana saja yang berhak mendapatkan bantuan ini akan ada persyaratan lebih jelas nantinya, kami berusaha objektif sesuai sasaran jangan sampai bantuan ini menjadi uang jajan,” tuturnya

Di tempat lain, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN SMH Banten, Faiz Naufal Alfarisi menuturkan, untuk meringankan biaya kuliah pihaknya juga akan melakukan dialog dengan pihak kampus untuk membahas persoalan UKT/BKT.

“Galang dana kami jadikan sebagai solusi alternatif kemungkinan ada mahasiswa yang sampai mengalami mogok kuliah karena berbenturan dengan biaya. Kami akan berdialog dengan pihak kampus untuk meminta kebijakan adanya potongan UKT/BKT seperti semester sebelumnya,” ujarnya

Aksi galang dana ini telah dimulai sejak tanggal 8 Juli hingga 30 Juli 2021, dengan target donasi mencapai 100 juta. Untuk para donatur yang ingin berdonasi bisa memberikan donasi terbaiknya di akun resmi Kitabisa.com dengan tajuk “Patungan Biaya Semester Kuliah Terdampak Covid-19” atau bisa mengirimkannya langsung ke Bank BTN melalui Nomor Rekening 00391-01-50-001510-8 (A.N DEMA UIN SMH Banten).

Reporter: Olis
Editor: Dani

Tolong Bangunkan DEMA-U dan SEMA-U dari Tidur Panjangnya  

0

“Realitas kehidupan mahasiswa itu kompleks, tidak sedangkal apa yang terlihat di permukaan. Tapi pandemi belum juga usai,  semua orang menghela nafas dalam-dalam”

Oleh: Bung Qadari S

Tak terasa, tinggal menghitung hari. Sebentar lagi tiba saatnya kita semua Mahasiswa/I UIN SMH Banten untuk membayar UKT/BKT. Memang, ritual sakral ini selalu ada di kampus kita tercinta, rutin diadakan di setiap awal semesternya dari tahun ke tahun. Sekilas nampak tidak ada yang perlu dipersoalkan dari pembayaran UKT/BKT, kali ini.  Tapi lagi-lagi, realitas kehidupan mahasiswa itu kompleks.

Banyak yang berubah di keseharian kita semenjak covid-19 mewabah di negeri ini. Banyak dari kawan-kawan kita yang terdampak langsung, terutama secara ekonomi. Mulai dari orang tua mahasiswa yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerjanya secara sepihak (PHK), penghasilan orangtuanya terjun bebas dan merugi, hingga yang lebih pilu, barangkali ada juga mahasiswa yang orangtuanya meninggal karena covid-19.

Tapi, seakan tidak ada peduli. Ritual pembayaran UKT/BKT tetap harus diselenggarakan bulan ini. Penundaan, pemotongan, pembebasan tanggungan bayaran, atau kompensasi waktu pembayaran belum juga diumumkan oleh pihak rektorat. Singkatnya, kebijakan yang dapat meringankan beban mahasiswa belum terdengar sama sekali.

ORMAWA, dalam hal ini Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U) dan Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) adalah representasi mahasiswa secara keseluruhan. Mahasiswa menaruh banyak harapakan kepada kedua organisasi internal tersebut. Harapannya, mereka bisa menjadi corong aspirasi.

Sekali lagi, realitas itu kompleks. Butuh kejelian lebih untuk melihat apa sebenarnya yang sedang bergejolak di lingkungan mahasiswa, kalau tidak ingin terkecoh. DEMA-U dan SEMA-U tenggelam dan sibuk mengurusi persoalan dangkal dan tidak mendesak. Semacam ilusi kerja yang bertebaran, ditabur ke permukaan yang membuat seakan mereka banyak kerja. Tapi sebetulnya jauh dari hajat mahasiswa. Tidak mewakili kawan-kawan yang mulai bimbang harus mencari uang ke mana untuk menutupi UKT/BKT nanti, yang limbung mencari solusi, dan menghela napas dalam-dalam di tengah pandemi.

DEMA-U dan SEMA-U masih bermimpi dan terlelap, sedangkan pembayaran UKT/BKT kian mendekat. Hanya kepada kawan-kawan lah saya bisa meminta tolong: “TOLONG BANGUNKAN DEMA-U DAN SEMA-U DARI TIDUR PANJANGNYA”.

“Ditulis Oleh Salah Satu Mahasiswa Semester Enam Fakultas Syariah, Hukum Keluarga Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten”

 

 

 

Inilah Mekanisme Kukerta yang Perlu Kamu Ketahui

0

IMG 20210703 WA0017

Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) pada tahun ini dilaksanakan secara daring dan luring atau disebut juga dengan sistem hybrid dengan mengusung tema “Penguatan Vaksinasi Covid-19, Keluarga Tangguh dan Praktik Moderasi Beragama Dalam Budaya Masyarakat”.

Mekanisme Kukerta tahun ini mengharuskan mahasiswa membuat buku bersertifikasi ISBN atau Jurnal dengan akreditasi sinta 4.

Dalam diskusi umum yang diselenggarakan LPM SiGMA, Masykur Wahid mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan selain berdekatan langsung dengan masyarakat yaitu dengan membuat jurnal, buku dan sebagainya.

“Pengabdian itu kan ga langsung berdekatan dengan masyarakat tapi bisa melalui karya seperti buku, jurnal dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Kukerta yang dilakukan secara luring akan dilakukan dengan konsep kerja sosial terbatas dan melakukan laporan secara individu maupun kelompok.

Masykur menjelaskan konsep luring ini sudah kebijakan antara lembaga dan pusat. Mekanismenya akan disosialisasikan lebih lanjut. Akan tetapi kuota luring ini terbatas hanya 100 orang yang berdomisili di Kabupaten Serang seperti Pontang, Tanara, Petir dan Cikeusal.

“Untuk yang tidak berdomisili di Kabupaten tersebut tentu saja tidak bisa, karena kan tujuannya membatasi pergerakan, kenapa di Kabupaten Serang karena yang terdekat dari kampus,” jelasnya.

Reporter: Fajri
Editor: Vina

Ketua Satgas Covid-19: Pelayanan Akademis Harus dilaksanakan Secara Daring

0

Serang, lpmsigma.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, As’ari menyarankan untuk mahasiswa dan dosen yang akan melakukan bimbingan skirpsi, ujian komprehensif dan sidang skripsi selama masa sterilisasi agar dilakukan secara virtual dan tidak menimbulkan kerumunan di lingkungannya masing-masing.

“Hal-hal layanan akademis yang seperti ini yang perlu di pahami juga oleh para dosen dengan edaran pengumuman dan keputusan pimpinan untuk stabilisasi itu sebaiknya dilaksanakan secara online atau daring saja,” kata As’ari, Sabtu (26/6)

Hal tersebut disampaikannya usai keluar Surat Edaran Rektor Nomor: 104/Un.17/R/HM.01/06/2021. Selama masa sterilisasi, seluruh aktivitas pegawai dan civitas akademik wajib dilakukan di rumah.

Selama masa sterilisasi sebelumnya, As’ari mengakui dosen pembimbing dan penguji skripsi kerap kali ada yang memaksakan mahasiswanya untuk melakukan pelayanan akademis secara luring di kampus. Lanjut As’ari, kondisi seperti saat ini seluruh elemen civitas akademik harus bisa beradaptasi dengan teknologi.

“Kita harus beradaptasi dengan teknologi. Begitu juga dengan daftar wisuda semuanya juga online, dan tanda tangan dosen cukup dengan scan saja selama pembimbing itu sudah oke dan Acc,” katanya

Selain itu, ia juga menyarankan agar mahasiswa yang sudah melaksanakan ujian dan sidang skripsi tidak menggelar acara foto bersama yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Sebaiknya bergantian satu-persatu begitu, jangan berkumpul seperti ujian kompre berkumpul ini menjadi disresistansi.”

Reporter; Dani

Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Lingkungan Kampus Kembali Ditutup

0

Serang, lpmsigma.com – Setelah mengalami lonjakan kasus covid-19 di lingkungan kampus, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali berlakukan larangan memasuki lingkungan kampus pertanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2021. Minggu, (27/6)

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor: 104/Un.17/R/HM.01/06/2021. Selama masa tersebut, seluruh aktivitas civitas akademik wajib dilakukan di rumah.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) covid-19 UIN SMH Banten, As’ari mengatakan jumlah kasus yang terpapar covid-19 di lingkungan kampus terus bertambah hingga tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas secara langsung.

“Atas dasar informasi pada jumlah yang terus bertambah yang terpapar covid-19 sejak di tanggal 19 Juni sampai dengan sekarang itu terus ada penambahan. Baik dari unsur dosen, pegawai, dan mahasiswa itu sendiri,” ujar As’ari

Namun, saat dikonfirmasi As’ari tidak ingin menyebutkan jumlah kasus civitas akademik UIN SMH Banten yang terpapar covid-19.

“Datanya mohon maaf tidak bisa dipublis nama-namanya, karena ini bisa sikologis efek,” katanya

As’ari mengatakan, mahasiswa bisa melapor ke Satgas kampus jika terkonfirmasi positif covid-19. Hal ini, kata As’ari, untuk memudahkan Satgas kampus dalam melakukan pendampingan.

“Kalau ada yang terpapar sebaiknya melapor ke kampus, karena kita bisa bantu untuk komunikasikan dengan tim kesehatan masing-masing domisili,”

“Biasanya dibawa ke Puskesmas daerah masing-masing untuk dilakukan tindakan supaya ada apa pendampingan dan evaluasi bersama itu saja,” tambahnya

Reporter: Dani

Wakil Ketua MPR RI Hadiri Simposium Tafsir-Hadits Indonesia dan Munas ke-V FKMTHI

0

Serang, lpmsigma.com – Wakil Ketua MPR RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Negara, Jazilul Fawaid hadiri acara Simposium Tafsir-Hadits Indonesia dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-V Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits Indonesia (FKMTHI) yang diselenggarakan di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tepatnya di Aula Sadzeli Hasan Lt.2, Rabu (23/06).
.
Acara dilaksanakan secara hybrid, dengan 48 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari jurusan Tafsir Hadits se-Indonesia hadir secara langsung, sementara yang lainnya hadir virtual melalui Zoom Meeting.
.
Dalam sambutannya, Jazilul memberikan semangat kepada seluruh mahasiswa jurusan Tafsir Hadits yang hadir luring maupun daring untuk membuat program yang bisa membangun negara, dan meyakini bahwa semua yang berhubungan dan berkaitan dengan Alquran pasti menjadi mulia. “Saya yakin di mana ada Al-Qur’an, pasti mulia,” tuturnya.
.
Senada dengan Jazilul, Malik, salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam (STIUDA) Madura yang berkesempatan hadir secara langsung pada acara tersebut berharap, program yang akan dijalankan nanti akan lebih produktif dan pemimpin baru FKMTHI bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara.
.
“Berharapnya program yang di rancang bisa membawa perubahan bagi bangsa Indonesia,” jelasnya saat diwawancarai kru SiGMA, Rabu (23/06).
.
Menyambung perkataan Malik, Ahmad Affandi selaku ketua pelaksana mengatakan, tema yang diusung yakni “Integrasi Al-Qur’an Hadist dalam Rekontruksi Nasionalisme dan Ideologi Pancasila” tersebut diharapkan bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dengan merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits.
.
“Jadi, untuk meningkatkan rasa nasionalisme pada ideologi pancasila, kita berintegrasi dengan merujuk pada Al-Qur’an dan Hadist,” pungkasnya.

Penulis: Fajri
Editor: Ifaz

IPPBMM 2021: Perolehan Sementara, UIN Banten Raih 6 Medali

0

Serang, lpmsigma.com – Di hari kedua pagelaran Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) 2021, UIN Banten berhasil mengoleksi enam medali. Dua medali emas, empat medali perak dan satu medali perunggu. Selasa, (22/6)

Berikut perolehan medali sementara yang berhasil diraih atlet UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten:

  1. Juara 1 Musabaqoh Tilawatil Qur’an Kategori Putri (Iis Solihat)
  2. Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Ilmu Sosial (Suci Lisdamara Yulmanda Taufik)
  3. Juara 2 Karya Tulis Ilmiah Sains dan Teknologi (Muhammad Farhan Kurnia – Almaida Firdaus)
  4. Juara 2 Tenis Meja Ganda putra (Rizki – Jaenudin)
  5. Juara 2 Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Putra (Eef Saefullah)
  6. Juara 3 Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Putri (Nurlaelah)

Reporter: Dani

UIN Banten Berhasil Raih Medali Emas Cabang KTI Ilmu Sosial

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berhasil meraih medali emas cabang lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Ilmu Sosial IPPBMM se-Jawa dan Madura tahun 2021, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selasa, (22/6)

Suci Lisdamara Yulmanda Taufik berhasil mempersembahkan medali emas untuk UIN Banten setelah meraih nilai 525.

Suci mengaku bangga bisa meraih medali emas di pagelaran Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) tahun ini.

“Tentunya saya sangat senang sekali. Di penghujung semester ini saya bisa ikut serta mengharumkan nama baik kampus saya,”

“Semua ini juga tidak lepas dari dorongan, support, dan bimbingan dari orang tua saya baik yang di rumah maupun yang di kampus,” tambah Suci

Medali perak berhasil diraih oleh Muna Nur azizah Ashidiqi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan perolehan nilai 514, sedangkan medali perunggu berhasil diraih oleh Evita Nur Apriliana dari UIN Walisongo Semarang dengan nilai 508.

Penulis: Dani SiGMA

PIALA YANG PATAH

0


“Pulanglah, Nak! Kehadiranmu adalah kado terindah untuk orang tua”

Dalam seminggu ini Ibu sudah berkali-kali menelpon Dudi dan Dudi juga berkali-kali berencana akan pulang, tapi sepertinya ia merasa berat jika harus pulang tanpa membawa piala kelulusan karena ia telah berjanji pada bapaknya akan segera memberikan piala itu. Maklum Dudi mahasiswa alot yang sedang menduduki semester akhir dan benar-benar akhir. Semester ini jika ia masih mendekam di kampus sepertinya pihak akademik akan mengusir secara halus alias di drop out.

Dudi sudah berkomitmen pada dirinya sendiri jika bulan depan ia berniat untuk menghentikan petualangan di dunia kampus, setelah enam tahun sepuluh bulan lamanya berkecimbung disana. Beberapa minggu ini setiap malam ia mulai sering terlihat duduk bertemankan laptop dan beberapa buku serta kopi hitam yang menjaganya dari kantuk.

Malam menjadi waktu dimana ia berpikir sekaligus bertindak, mungkin semesta sedang ingin melihatnya serius karena ia tak lagi memiliki waktu lama untuk memberikan sebuah piala pada ia yang di panggil “Bapak”.

Beberapa orang yang lewat sering menggodanya tapi tak ia hiraukan, paling hanya di balas dengan senyum kecut yang menyebalkan dan Dudi memang di kenal sangat menyebalkan. Beberapa dari mereka juga sesekali memberi semangat, namun hal itu tak memberi efek apapun pada diri seorang Dudi. Ia terlalu bodo amat, berambisi tinggi, mandiri sekaligus rapuh tak henti-henti.

Tangan Dudi mulai menari di atas keyboard laksana not piano yang tak menemukan nada, merangkai kata demi kata guna melahirkan kalimat dan membiarkannya berkembang biak. Saat ia tenggelam dalam dunianya, seseorang datang menyapa.

“Kapan sidang, Bang?” tanya Toha, junior Dudi di salah satu organisasi internal kampus.

“Minggu ini, harus!” jawabnya cepat.

“Wih luar biasa senior yang satu ini,” ucap Toha sembari menepuk pundaknya.

“Padahal biasa aja,” timpal Dudi, santai.

“Hmmm…. yaudah semangat deh!” Toha menyemangati.

“Gak butuh semangat dari lu,” jawab Dudi spontan tanpa meliriknya.

Toha yang sudah paham dengan karakter seniornya itu meninggalkannya begitu saja dan Dudi kembali fokus dengan aktivitasnya.

Setelah sidang, tiga hari sebelum wisuda Dudi menelpon Ibunya. Ia berencana untuk pulang sekaligus mengabarkan bahwa ia akan segera wisuda, di sebrang sana ibu mengiyakan dan langsung memutuskan jaringan.

“Kok aneh ya,” ucap Dudi sembari menimang-nimang hapenya.

Hari itu sepertinya tak ada yang perlu di khawatirkan, Dudi menjalani hari-hari sebagaimana biasanya. Ia pulang tepat pada pukul dua siang menjelang sore, menunggu mentari benar-benar berpindah posisi agar terhindar dari teriknya. Empat jam perjalanan cukup melelahkan sekaligus menyebalkan karena macet selalu sempat mencegatnya.

“Assalamualaikum, Buk.” Ucap Dudi saat menginjakkan kaki di teras rumahnya.

“Wa’alaikumsalam,” Ibu menyahut dengan lembut sembari membukakan pintu dan Dudi mencium tangannya.

Tepat saat pintu terbuka, Dudi terperanjat melihat seorang berbaring di ranjang tua, wajahnya pucat dan matanya terpejam seperti sedang menahan sakit.

“Bapak….” mulut Dudi menganga, dadanya terasa sesak menahan tangis yang mendesak.

“Ini Dud, Ibu sering menelponmu karena ini, tapi Ibu tak berani menganggu kuliahmu di kota, Ibu tak berhak menganggu hari-harimu,” ucap Ibu sembari mempersilahkan Dudi mendekat ke arah ranjang tua yang di tempati Bapaknya.

Dudi terdiam lama, mematung menatap setiap hembusan napas sang Bapak, ia tersenyum getir merasa dirinya manusia yang paling bodoh sekaligus berdosa.

“Aku salah Tuhan, aku salah, maafkan aku!” Dudi berkata dalam hati yang mulai terasa sakit.

“Dud,” panggil Bapak lirih.

“Iya pak, Dudi di samping Bapak,” jawab Dudi mulai meneteskan air mata.

“Maafin Bapak kalo gak bisa menemanimu wisuda, kelulusanmu tetap menjadi piala meski Bapak tak mampu menggengamnya,” seutai kalimat yang keluar dari mulut Bapak benar-benar menusuk hatinya, tak ada kata yang mampu keluar dari mulut Dudi, ia hanya diam dengan linang air mata.

Ia mengingat kembali hari-hari yang penuh perjuangan di sepanjang malam, ternyata usahanya berbulan-bulan melahirkan sedu yang mendalam, niatnya ingin mengabarkan kegembiraan namun semesta ingin melihatnya kembali berjuang. Ia pikir piala kelulusan akan menjadi kado terindah sepanjang hidup mereka namun faktanya hanya sepanjang hidup Bapak.

“Bapak pamit, jaga Ibu,” ucap Bapak terakhir kalinya.

Tangan panjang Bapak tiba-tiba berubah menjadi pendek saat rintik hujan mulai turun berbarengan dengan mata Bapak yang terpejam, Dudi sendiri menunduk sembari menahan Ibu yang hamper terjatuh. Piala yang akan Dudi berikan tak sampai pada tangan bapaknya, piala itu jatuh dan patah di bulan Juli diantara alam yang mulai menghitam.

“Selamat Jalan, Pak.” lirih Dudi sembari menggenggam erat tangan yang tak lagi terasa denyut nadinya.

Penulis : Zahra
Editor : Vina

IPPBMM 2021, UIN SMH Banten Berangkatkan 15 Atlet ke Yogyakarta

0

Serang, lpmsigma.com – Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) tahun ini yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan berlangsung selama 5 hari, pada 21 hingga 25 Juni 2021. Dalam konteks situasi pandemi, acara dilaksanakan secara hybrid, yakni daring dan luring.

Ada sebanyak 25 kategori lomba, dan 5 diantaranya dilakukan secara luring. UIN Banten sendiri berangkatkan 15 atlet ke Yogyakarta untuk ajang tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, dan 11 atlet lainnya ikuti lomba secara daring.

“Untuk lomba di luar jaringan itu hanya ada 5 kategori, yaitu debat konsitusi, Musabaqoh Fahmil Qur’an, tenis meja, catur, dan kaligrafi. Yang berangkat ke Yogyakarta ada 15 atlet, dan sudah disiapkan test swab serta fasilitas lainnya,” ujar As’ari selaku Ketua Pelaksana Panitia IPPBMM UIN Banten.

As’ari mengatakan bahwa segala persiapan para atlet sudah disiapkan dengan matang dan penuh kehati-hatian. Mulai dari persiapan lomba daring yang menggunakan koneksi internet dan penggunaan ruangan, serta atlet lomba luring yang berangkat menuju Yogyakarta.

Dari sebanyak 25 kategori lomba, As’ari mengungkapkan, hanya 19 kategori yang diikuti oleh atlet UIN Banten. Namun demikian, ia targetkan UIN Banten bisa mendapat juara 2 pada ajang IPPBMM tahun ini, mengingat banyak kategori lomba yg sifatnya subjektif.

Sementara itu, salah satu atlet lomba debat konsitusi, Ayu Septia yang berangkat ke Yogyakarta, bercerita sedikit tentang pengalamannya dalam mempersiapkan lomba. “Aku sendiri menyiapkan segalanya dari mulai pendalaman materi dan latihan. Hitungannya mungkin satu bulan setengah untuk menyiapkan semuanya,” tuturnya.

Ayu berharap, bisa mendapatkan juara 1 pada lomba debat konstitusi tersebut, demi membanggakan nama UIN SMH Banten.

Penulis : Ahmad Khudori
Editor : Fauzul Maghfiroh