Beranda blog Halaman 126

Membentuk Jurnalis yang Berkarakter di Era Disrupsi

0

Serang, lpmsigma.com – Untuk membentuk calon jurnalis yang berkarakter di era disrupsi, LPM SiGMA kembali mengadakan Masa Orientasi SiGMA (MOS), 2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terbatas dan tetap melaksanakan protokol kesehatan di asrama Baitun Garden, Kota Serang. Kamis, (10/6)

Kegiatan masa orientasi ini diikuti oleh 14 orang calon Kru dengan mengusung tema “Membentuk Jurnalis Yang Kuat dan berwawasan di Era Disrupsi”.

Ketua Pelaksana Masa Orientasi SiGMA, Ahmad Baidoi Rizki menuturkan, tidak mudah untuk lembaga pers mahasiswa saat ini agar tetap eksistensi menyuarakan ide dan gagasannya. Lanjut Baidoi, calon jurnalis di era sekarang harus mempunyai keberanian untuk mengemukakan pendapatnya melalui karya-karya jurnalistik serta berani menyampaikan informasi yang valid dan aktual kepada masyarakat.

“Di era seperti sekarang (era disrupsi) pegiat persma harus berani menyuarakan gagasannya lewat karya-karya jurnalistik” katanya

Baidoi menuturkan, tema yang diusung LPM SiGMA tahun ini merupakan harapan untuk calon Kru agar bisa menjadi jurnalis yang berkarakter di era sekarang.

“Tema tersebut merupakan harapan kami untuk calon-calon Kru dan untuk membentuk karakter mereka,” tuturnya

Senada dengan Baidoi, Pimpinan Umum LPM SiGMA, Ahmad Khudori mengatakan, Masa Orientasi SiGMA ini adalah tahap awal calon Kru LPM SiGMA untuk belajar dasar-dasar jurnalistik.

Dalam prosesnya, semua calon Kru akan dilatih melihat sesuatu dalam perspektif yang berbeda dan mengekspresikan pendapatnya secara kritis.

“Jurnalis harus melihat dari beberapa sisi serta beberapa perspektif yang ada di permukaan, dari situ bisa menarik kesimpulan dalam suatu persoalan,” kata Dori.

Penulis: Muhammad Fajri Munawir
Editor: Fauzul Maghfiroh

Mahasiswa Menyayangkan SEMA-U dan DEMA-U Tidak Transparan Soal Program Kerja

0

Serang, lpmsigma.com – Mahasiswa menyayangkan Senat Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten tidak transparan ihwal program kerja. Keluhan tersebut muncul setelah 40 hari pasca pelantikan ketua Ormawa UIN Banten mahasiswa belum mendapatkan daftar program kerja yang sudah disahkan.

Ketua Umum Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO) UIN Banten, Fadli menilai ketidakterbukaan program kerja yang dilakukan SEMA dan DEMA Universitas merupakan bentuk ketidakdemokratisan.

“Kenapa bisa disebut tidak demokratis karena organisasi internal kampus dalam membuat suatu program yang berbicara tentang mahasiswa seluruhnya itu sama sekali tidak menghadirkan partisipasi dari mahasiswa itu sendiri,” katanya

Senada dengan Fadli, salah satu mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Jhodi Fauzi menuturkan, harusnya SEMA-U dan DEMA-U terbuka atas program yang mereka rancang. Selain itu, ia juga mengatakan kehadiran SEMA dan DEMA merupakan akses informasi yang harus terbuka soal apapun, tidak hanya mempublikasikan program kerja yang sudah dijalankan.

“Seharusnya Dema dan Sema ini menjadi akses informasi bagi Seluruh warga kampus terkait program apapun yang akan mereka adakan,” tutur Jodi

Sedangkan, Ketua Forum Silaturahmi UKM, Hafiz Fauzani menyayangkan hingga saat ini SEMA-U belum melaksanakan program kerjanya secara konkret. Hal tersebut menurut Hafiz akibat kurangnya pengalaman ketua Senat Mahasiswa terkait kelegislasian.

“Tidak ada sama sekali program yang terlihat, apalagi kan sekarang ketuanya tidak punya pengalaman dalam legislasi. Komunikasinya juga jarang apalagi ketuanya jarang ada di kampus,” katanya

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas, Faiz Naufal menjelaskan bahwa DEMA-U terbuka untuk umum dan menerima kritikan dari mahasiswa. “Jika ada masukan, silahkan. Ada kritik yang membangun silahkan,” jelasnya

Faiz menambahkan, ia lebih mempertanyakan kinerja SEMA-U yang secara regulasi harusnya sudah memulai sidang umum pertama yang membahas proker DEMA, namun sampai sekarang langkah tersebut belum dilakukan.

“Secara regulasi kalau nanyain program kerja, yah, nanya ke SEMA, karna kita juga melaporkannya ke SEMA. Sedangkan hari ini SEMA pun belum melaksanakan sidang umum pertama yang membahas tentang agenda program kerja DEMA,” kata Faiz saat dihubungi kru LPM SiGMA

LPM SiGMA sudah berusaha meminta klarifikasi Ketua dan Sekretaris Senat Mahasiswa Universitas. Namun, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum bisa dihubungi.

Penulis: Muhamad Fajri Munawir
Editor: Dani

Duta Besar Palestina: Rakyat Palestina Punya Hak untuk Merdeka

0

Serang, lpmsigma.com – Duta Besar Palestina, Zuhair al-Shun mengatakan rakyat Palestina akan terus memproklamirkan diri untuk merdeka, karena menurutnya rakyat Palestina punya hak untuk merdeka.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal Ilmiah yang diadakan oleh UIN SMH Banten. (25/05)

“Bahwa rakyat Palestina punya hak untuk merdeka, tanah Palestina dengan segala kesuciannya akan terus memproklamirkan diri untuk merdeka,” katanya

Selain itu, Zuhair juga menjelaskan keadaan rakyat Palestina yang yang saat ini banyak yang terusir dari tempat tinggal dan menjadi korban kekejaman tentara Israel.

“Zionis Israel, mereka telah membunuh, menggusur, mengusir rakyat Palestina dari tanah atas haknya,”

“Kami sama sekali tidak pernah takut atas senjata yang dimiliki Israel. Walaupun rakyat Palestina mencintai kehidupan,” tambahnya

Terakhir, dalam kegiatan tersebut Zuhair menegaskan, perlawanan rakyat Palestina semata-mata hanya untuk menjaga dan melindungi hak-haknya yang dirampas.

“Kami berperang bukan berarti kami suka membunuh, tapi kami menjaga hak-hak kami yang dirampas imperialis Israel,”

Reporter : Rehan
Editor : Dani

UIN Banten Serahkan Donasi Kemanusiaan Untuk Rakyat Palestina

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten serahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp.620 juta untuk warga Palestina melalui Duta Besar Palestina, Zuhair al-Shun. (25/5)

Donasi yang diserahkan saat acara Halal Bihalal Ilmiah tersebut merupakan hasil sumbangan Keluarga besar UIN SMH Banten, Pemerintah Provinsi Banten dan dana pribadi Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman mengatakan, pemberian donasi kemanusiaan kepada rakyat Palestina merupakan bentuk kepedulian dan dukungan untuk kemerdekaan rakyat Palestina.

“Upaya ini tentu bukan semata-mata emosi, tapi tentang kemanusiaan. Palestina punya entitas untuk merdeka,” katanya saat memberikan sambutan

Selain itu, Fauzul Iman juga berharap, semoga kedamaian dan kemerdekaan selalu berpihak kepada umat muslim di Palestina dan di dunia.

“Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan pada umat Islam, khususnya umat muslim yang ada di Palestina”

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan untuk rakyat Palestina.

“Kami rakyat Palestina mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya. Dari hati kami menyampaikan rasa takdzim kepada seluruh masyarakat Indonesia” kata Zuhair.

Penulis: Dani

Panitia Penjaringan Calon Rektor Serahkan Berkas Hasil Verifikasi Data

0

Serang, lpmsigma.com – Setelah melalui proses verifikasi data selama dua bulan, hari ini ketua panita Penjaringan Calon Rektor secara simbolis serahkan data hasil verifikasi ke Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fauzul Iman. (24/5)

Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor UIN Banten, Suhaedi menuturkan data yang diserahkan tersebut sudah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Meliputi riwayat hidup, visi-misi dan program yang ditawarkan oleh bakal calon rektor.

“Sesuai dengan persyaratan yang sudah diberikan, berkas yang diserahkan sesuai dengan persyaratan yang diminta. Mulai dari daftar riwayat hidup, visi misi dan program,”

Selain itu, dari hasil verifikasi tersebut hanya ada tiga bakal calon yang memenuhi kriteria. “Karena calonnya kita hanya ada tiga dan yang memenuhi syarat semua plus satu Dekan” katanya

Setelah penyerahan data kepada Rektor, Suhaedi menjelaskan data tersebut akan dikualifikasi secara kualitatif oleh Kementerian Agama.

“Diserahkan ke pak rektor lalu pak rektor menyerahkan ke Senag. Kementerian Agama akan dilakukan kualifikasi pertimbangan kualitatif” jelasnya

Hasil verifikasi tersebut akan diumumkan secara resmi melalui web kepada publik pada tanggal 27 Mei.

“Nah tanggal 27 besok kita mengumumkan hasil tes verifikasi secara ideal. Pengumumannya melalui web karena sekarang ini kita berbeda dengan yang lalu”.

Reporter: Tya
Penulis: Dani

UIN Banten Gelar Serah Terima Jabatan Kepala Biro AUPKK

0

Serang, lpmsigma.com – UIN SMH Banten lakukan prosesi serah terima jabatan Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan Keuangan dan Kepegawaian, dari Teguh Sarwono kepada Karsa Sukarsa. Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual di aula rektorat lantai tiga. (24/3).

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 024104 dan 024109/P. II/3/2021. Perihal Mutasi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementrian Agama, Teguh Sarwono akan di mutasi ke UIN Walisongo Semarang.

Dalam sambutannya Teguh Sarwono menuturkan, semoga di lingkungan kerja yang baru ia bisa cepat beradaptasi dan bekerja dengan baik seperti yang dilakukannya di UIN Banten.

“Semoga saya dapat bekerja dengan baik dan maksimal kepada UIN Walisongo Semarang dan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru,” ujarnya

Sementara, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fauzul Iman berharap kepada Kepala Biro yang baru bisa memberikan perubahan yang signifikan bagi lingkungan kerja UIN SMH Banten.

“Semoga bisa memberikan perubahan bagi lingkungan kerja di UIN SMH Banten” ujarnya

Penulis : Dewi Yanti

Ujian Masuk PTKIN 2021 dilakukan Online dengan SSE

0

Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nasional (UMPTKIN) tahun 2021 diselenggarakan serentak secara online dengan sistem baru yaitu Sistem Seleksi Elektonik (SSE) pada tanggal 24-27 Mei 2021.

Ketua pelaksana Ilzamudin mengatakan, pihak panitia pusat sudah mempersiapkan dengan matang untuk ujian kali ini, mulai dari kumpulan soal hingga tingkat keamanan sistem.

“Untuk meminimalisir kecurangan pada sistem, tingkat keamanan sudah dilakukan dengan cermat. Dengan cara mengunggah foto memakai Kartu Tanda Peserta dengan wajah yang jelas dan menggunakan perangkat yang telah ditentukan. Kemudian akan dilakukan pengecekan kembali oleh panitia, dan dipastikan kamera lancar dengan sistem yang dikembangkan,” katanya saat diwawancarai kru SiGMA, Senin (24/05).

Sebelum UMPTKIN dilaksanakan, Ilzam menjelaskan bahwa sudah dilakukan Try Out untuk menghindari adanya kendala yang mungkin terjadi. “Dikarenakan sudah melakukan Try out sebelum UMPTKIN berlangsung, ketika ada kendala mengenai jaringan atau laptop yang error, sudah di antisipasi untuk mencari alternatif lain seperti meminjam hp atau laptop milik saudara atau kerabatnya,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, jumlah peserta yang mendaftarkan diri menjadi calon mahasiswa di UIN Banten ada sebanyak 6.164 peserta, dengan rincian
2.521 mengikuti tes ujian di dalam UIN Banten dan sisanya mengikuti ujian di luar UIN Banten.

Diakhir, Ilzam berharap pelaksanaan UMPTKIN ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Karena adanya perbedaan dengan tes pada tahun sebelumnya yakni tes Baca Tulis Al-Qur’an.

Penulis : Baidoi
Editor : Ifaz

Melihat Persiapan Atlet Pencak Silat UIN Banten Menjelang IPPBMM 2021

0

Serang, lpmsigma.com – Setelah dipastikan mewakili UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, beragam persiapan dilakukan para atlet pencak silat UKM Tapak Suci menjelang Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) 2021 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci, Faiz Zaki Prasetyo menjelaskan saat ini beberapa persiapan sedang dilakukan para atlet, salah satunya adalah proses pemulihan dan adaptasi lapangan.

“Kita lagi proses pemulihan dan adaptasi, karena memang kita belum terbiasa latihan di matras yang besar. karena, kalau kita tidak adaptasi terkadang atlet hanya berangan-angan saja nanti senjata jatuh dimana, itu kita ngira-ngira aja,”

“Proses adaptasi biasanya kita satu Minggu, karena ini mepet ya kita adaptasi lapangan lima hari. Itu juga persiapan fisik dan yang lainnya Insya Allah sudah siap tinggal show aja,” kata Faiz

Tantangan dan dinamika dalam perlombaan IPPBMM tahun ini menurutnya akan terasa berbeda, karena dilaksanakan secara Virtual. Kendati demikian, keunggulan dan keunikan seni atlet akan menjadi prioritas.

“Tantangan yang sekarang, orang pasti memaksimalkan waktu. Karena ini take video, secara virtual yah. Ketika nanti dia kurang dan lebih waktunya atlet lain pasti akan mengulang lagi sampe gerakannya pas dan bagus. Itu sih yang jadi tantangan. Kita harus punya keunggulan sendiri untuk ngambil poin tertinggi,”

Karena para atlet sudah terbiasa mengikuti perlombaan tingkat Nasional dan Internasional, ia yakin para atletnya akan mampu mengelola mental dan semangat dengan baik.

“Karena memang ini online auranya pun beda. Jadi untuk persiapan mental dan motivasi kembali pada diri sendiri, official dan pelatih,” ujarnya

Selain itu, Faiz dan para atlet lainnya optimis di IPPBMM tahun ini UKM Tapak Suci bisa masuk tiga besar dan memberikan hasil yang maksimal. “Kita optimis insya Allah kita masuk tiga besar” katanya.

Adapun kategori perlombaan yang akan diikuti yaitu, tunggal putra-putri dan ganda putra-putri.

Penulis : Dani

Bersolek Sih Boleh, Tapi Jangan Ngotorin Masjid Juga, Mbak

0

Seperti kebanyakan orang muslim lainnya, kemarin saya niatkan untuk sembahyang jum’at di masjid kampus, setelah sekian jum’at saya lakukan rutinitas sholat jum’at di kampung halaman. Maklum, selama bulan ramadhan dan lebaran saya habiskan waktu dan momen untuk keluarga di rumah, hihiii.

Tak seperti hari-hari lainnya, hari jum’at, menjelang adzan jum’at, masjid kampus selalu dipadati jama’ah. Kebetulan, karena kemarin saya datang terakhiran jadi ga kebagian tempat di lantai bawah. Mau ga mau ya harus naik ke lantai dua. Biasanya sih di lantai mesjid bagian atas itu sepi.

Syukur, sesampainya di atas, di sana hanya ada tujuh sampai sepuluh jama’ah, kira-kira.

Saat khutbah berlangsung, sesekali saya lirik jama’ah kanan dan kiri. Semua orang terlihat khusyuk mengucapkan dzikir dan solawatnya, sambil sesekali mereka menyelami dan meresapi setiap kata yang diucapkan khutbah jum’at, siang itu.

Kendati, di siang itu bukan kekhusyukan para jama’ah yang bikin saya terbelalak. Namun setiap dinding kanan kiri masjid yang terpajang kaca, dinding-dinding itu nampak kotor, penuh polesan lipstik berwana kontras. Maklum, karena lantai atas biasanya sering dipakai aktivitas mahasiswi. Jadi, mungkin pengurus masjid berinisitif memasang kaca berukuran 80×50 sentimeter itu untuk memudahkan mahasiswi yang mau ngaca dan merapihkan kerudungnya sehabis sholat.

Semua bagian dinding yang dipasangi kaca sepertinya mulai kurang pas jika disebut dinding masjid, lebih mirip seperti dinding ekspresi di taman kanak-kanak (TK) sih, Muehehee. Mulai dari warna merah muda, merah pekat, sampe warna hitam, komplit ada disitu.

Ehhh, sekali lagi saya tegaskan, itu bukan cat dinding, ya. Atau yang sengaja dipoles-poles pengurus masjid. Tapi sisa-sisa polesan lipstik mahasiswi yang sengaja di poleskan ke dinding. Ga tau dah, apa motivasinya moles-moles dinding pake sisa lipstik. Kata temen sih, yang ga mau disebut namanya, kebetulan salah satu mahasiswi UIN Banten juga, yang sering sholat di masjid lantai dua, mahasiswi sehabis sholat biasanya ngaca disana. Mulai sekadar benerin kerudung, penasaran dengan bentuk tubuhnya tambah gemuk atau tidak, hingga benerin make up mukanya yang berantakan.

Ganjil, sebelum mereka pergi biasanya memoleskan sisa lipstiknya ke dinding area kaca.

Motivasi mereka sih katanya beda-beda, mulai dari “males beli tisu”, terbiasa meluapkan jiwa seni barbarnya ke dinding, sampe alasan yang klasik “iseng” Heuuuu, jenggg jenggg pie iki…

Gini-gini… sebenernya ga masalah sih membersihkan tangan bekas lipstik, malah itu bagus. Caranya aja mungkin yang salah. Ya, masa iyaa sih, Mbaknya bersihin tangan tapi harus ngotorin dinding masjid pake sisa lipstik.

Walaupun saya ga ngerti-ngerti amat soal seni dan keindahan, yaa ga nyaman juga kalau liat dinding mesjid kotor; banyak polesan lipstik sisa si Mbaknya.

Kan, sekarang tisu murah, Mbak. Kalau saya ga salah, harga yang dua ribuan juga ada.

Misal, si Mbaknya cinta banget sama pohon dan gamau ngerusak lingkungan dari penggunaan tisu, ya bisa kali bawa sapu tangan khusus buat bersihin sisa lipstiknya dari rumah. Kalau ga kebeli dan pengen yang lebih higienis, si Mbaknya bisa cuci tangan pake sabun di keran air. Kan banyak tuh keran air berjejer di tempat wudhu.

Inget loh, Mbak. Allah itu suka keindahan. Jangan ribed-ribed memahami dan menghapal hadits dan terori, premisnya kalau ga bisa ngebersihin dan bikin keindahan, yaaa jangan ngerusak apalagi ngotorin tempat ibadah, toh…

Aaaarrrhhh, hayooo ngaku, itu bekas siapa? jujur nih yah, gara-gara polesan lipstik Mbaknya di dinding masjid, sholat jum’at saya jadi sholat sambil ngelamun, kepikiran, itu lipstik bekas siapa ajah…Hueekkkksss

Penulis : Dani

Asal-usul dan Makna Kata Lebaran

0

Hari raya Idul Fitri atau yang sering disebut hari lebaran, merupakan hari raya umat muslim setelan melaksanakan puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan.

Di Negara mayoritas muslim, seperti Indonesia, lebaran dijadikan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga, saling berbagi dan memberi maaf kepada sanak saudara.

Walaupun kata lebaran sudah tidak asing dan sudah sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, ternyata tidak semua orang tau arti dan makna istilah lebaran. Berikut kami rangkum asal-usul dan makna kata lebaran dari beberapa sumber.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lebaran adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengatakan lebaran merupakan hari kemenangan bagi umat muslim yang sudah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.

“Idul Fitri dapat disebut hari raya kemenangan. Pada hari itu, kaum beriman yang telah menunaikan ibadah Ramadhan meraih kemenangan dengan terlahir kembali kepada fitrah kemanusiaan yang suci dan kuat hati,”

Meskipun identik dengan perayaan hari besar umat muslim, ternyata kata lebaran itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya ialah sudah-an atau setelah-an. Dalam sebuah artikel yang dibuat oleh MA. Salmun pada majalah “Sunda” tahun 1954, mengatakan bahwa istilah lebaran ini berasal dari tradisi Hindu yang berada di Jawa. Kata “Lebaran” tersebut memiliki arti selesai, usai, atau pun habis.

Sedangkan melansir dari nu.or.id, secara etimologi lebaran konon memiliki lima padanan kata yang berkaitan. Lima kata tersebut adalah lebar-an, di ambil dari kata lebar yang berarti lebar hati untuk saling memaafkan.

Kedua adalah luber-an, yang berasal dari kata luber. Di dalam KBBI didefinisikan melimpah atau meluap, secara singkat luber artinya melewati batas daripada semestinya dan lebaran itu di harapkan luber maafnya, rezekinya dan juga pahalanya.

Ketiga, labur-an, menurut Mustofa Bisri, labur di ambil dari bahasa jawa yang artinya mengecat atau memperindah.

Sedangkan menurut KH. Muhtar, lebaran itu berakar filosofis dari kata leburan yang berarti menyatukan.

Terakhir adalah liburan, lebaran dimaknai sebagai plesetan dari liburan karena dalam kalender Nasional, Hari Raya Idul Fitri adalah tanggal merah yang artinya merupakan hari libur.

Penulis: Zar
Editor: Dani