Beranda blog Halaman 127

Mengenal Pasar Modal Syariah dan Perkembangannya di Indonesia

0


Investasi pada saat ini menjadi suatu hal yang krusial untuk diketahui. Budaya menabung saham sudah menjadi trendi di kalangan anak muda, terlebih mahasiswa. Bahkan ada sebagian dari mereka yang menganggap dirinya kuno jika tidak ikut berinvestasi.


Investasi di pasar modal juga bukan hanya bersifat konvesional saja, tetapi ada pula yang sudah berbasis syariah. Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat 12, pasar modal merupakan kegiatan perdagangan dan penawaran efek perusahaan publik yang diterbitkan, serta lembaga dan profesi juga masyarakat umum yang berkaitan dengan efek.


Adapun pengertian pasar modal syariah secara umum yaitu seluruh kegiatan jual beli efek sesuai dengan prinsip syariah, yang fatwanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).


Kata efek sendiri berasal dari bahasa Belanda, yakni effecten, yang memiliki arti “saham, kertas berharga yang diperjualbelikan, efek” (Kamus Belanda-Indonesia). Dalam pasal 1 ayat 5 Undang-Undang Pasar Modal berbunyi, “Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek”.


Pasar modal berperan penting pada sektor ekonomi, terlebih pada negara yang menggunakan sistem ekonomi pasar. Sebagai agen produksi yang menghasilkan GDP (Gross Domestic Product), maka seiring berkembangnya pasar modal akan mendukung pertumbuhan GDP yang memajukan ekonomi negara.


Berdasarkan laporan keuangan syariah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tahun 2019, keadaan ekonomi secara garis besar atau dengan kata lain secara mendunia, selaras dengan kenaikan perang dagang antara negara Amerika Serikat dengan Tiongkok juga deklinasi harga dagangan. Petumbuhan ekonomi secara mendunia pada tahun 2018 berada pada presentasi 3.6%, dan turun menjadi 2,9% pada tahun 2019.


Kelakuan saking balas membalas pengenaan bea cukai terkait impor antara AS dengan Tiongkok dan sebaliknya, berjalan setiap tahunnya. Agenda AS untuk meningkatkan bea dari yang awalnya 10% naik menjadi 25% pada komoditas impor Tiongkok seharga 200 miliar US Dollar. Diliputi kebijakan tiongkok menerapkan tindakan kenaikan pajak komoditas impor Amerika Serikat seharga 60 miliar US Dollar. Polemik perang dagang tersebut berdampak pada penurunan volume perdagangan dunia tahun 2019.


Namun disamping polemik perang dagang tersebut, menurut Laporan Perkembangan Keuangan Syariah data OJK tahun 2019, perusahaan pasar modal syariah di Indonesia selalu mengalami kemajuan yang signifikan. Jumlah investor yang menggunakam SOTS (Sistem Online Trading Syariah) mengalami kemajuan sebanyak 68.599 investor serta mengalami peningkatan 54,03% dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2019 pula, bertambah 2 Anggota Bursa yang memiliki SOTS, yaitu PT Maybank Kim Eng Sekuritas dan PT Samuel Sekuritas.


Hal tersebut terjadi karena dorongan program sosialisai oleh OJK dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung dan dengan melalui sosial media, untuk meningkatkan jaringan pengetahuan tentang pasar modal syariah. OJK juga melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dalam penyusunan modul pasar modal syariah sebagai bahan ajar bagi para mahasiswa dan mahasiswi. Pihak OJK berharap, melalui modul tersebut dapat meningkatkan pengetahuan serta sebagai jembatan akan kebutuhan SDM pada industri pasar modal syariah.

Penulis : Nurjanah Saadah
Editor : Ifaz

Tiga Tahap Turunnya Al-Quran

0

Hari ke-17 pada bulan Ramadhan umat Muslim biasanya memperingati hari turunnya Al-Quran atau biasa disebut dengan Nuzulul Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya turun di bulan Ramadhan, Al-Qur’an juga turun pada malam Lailatul Qadar sebagaimana Firman Allah SWT:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ • وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ • لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam Qadar • Dan Tahukah kamu, apa Malam Qadar itu? • Itulah malam yang lebih baik dari seribu bulan” (QS al-Qadr: 1-3).

Nuzulul Qur’an atau proses turunnya Al-Qur’an ini berbeda dengan kitab-kitab suci sebelumnya. Al-Quran diturunkan secara bertahap dari sisi Allah sampai kepada Rasulullah SAW sehingga terlihat jelas keistimewaan dan mukjizatnya. Bukti dari keagungan Al-Quran bahwa ia diturunkan dalam tiga tahap, hal ini sebagai wujud kemuliaan Al-Quran dan penghormatan bagi kaum yang diturunkannya. [Pengantar Ulumul Qur’an:13]

Tahap Pertama, ialah diturunkannya ke Lauhul Mahfudz. Pada tahapan pertama ini tidak diketahui dengan pasti waktu diturunkannya Al-Qur’an, dan bagaimana ia diturunkan. Bukti dari tahapan pertama ini telah disebutkan dalam firman Allah SWT :


بَلْ هُوَ قُرْاٰ نٌ مَّجِيْدٌ • فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ

Artinya : Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur’an yang mulia, • yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz). [QS. Al-Buruj 85: 21-22].

Hikmah diturunkan Alquran pada tahap pertama ini kembali kepada hikmah keberadaan Lauhul Mahfudz itu sendiri yang artinya sebagai batu tulis yang terjaga, yang diciptakan Allah untuk merekam dan mendokumentasikan apa yang ada dan apa yang terjadi hingga hari kiamat. Di samping itu, hikmah dari diturunkan Al-Quran pada turun pertama ini sebagai wujud dari keinginan-Nya yang maha bijaksana, kemauan-Nya yang maha pasti, kekuasaan-Nya yang maha besar, dan kekuatan-Nya yang tak tertandingi.
“Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.” [QS. Al-Qamar 54: Ayat 53]

Tahap Kedua, ialah diturunkannya dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah atau disebut Rumah langit Dunia. Banyak bukti yang menerangkan tentang hal ini dalam Al-Quran salah satunya pada surah al-Baqarah ayat 185 yang artinya “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu,…” (QS. al-Baqarah: 185)

Tahap Ketiga, Dari Baitul Izzah ke Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama masa risalahnya. Allah Berfirman:


وَقُرْاٰ نًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَ هٗ عَلَى النَّا سِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

“Dan Al-Qur’an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 106).

Itulah tiga tahapan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an yang secara berangsur-angsur.

Penulis: Olis
Editor: Vera

PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF UUD 1945

0

Oleh: Muslim

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat kompleks bagi Negara manapun terutama di Indonesia sendiri. Hal ini karena di samping perannya yang amat strategis dalam rangka meningkatkan sumber daya Manusia, agar mampu bersaing dan menghadapi tantangan zaman yang seiring waktu kian berubah.

Dalam Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No. 2 Tahun 1989) dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Selanjutnya, Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelect) dan tubuh anak yang antara satu dan lainnya saling berhubungan agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya.

Terdapat tiga jalur pendidikan tersedia di Indonesia, yaitu pendidikan formal, non formal, dan informal. Pendidikan formal merupakan pendidikan di sekolah yang di peroleh secara teratur, sistematis, bertingkat atau berjenjang, dan mengikuti syarat-syarat yang jelas. Selanjutnya pendidikan non formal, diartikan sebagai segala kegiatan pendidikan yang diselenggarakan diluar sistem yang ditetapkan secara formal yang dapat bekerja secara terpisah dari pendidikan formal. Sedangkan pendidikan informal, adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Pendidikan informal diberikan kepada setiap individu sejak lahir dan sepanjang hidupnya, baik itu melalui keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan ini banyak diadopsi oleh sekolah negeri dan swasta. Ada tiga jenjangnya yaitu Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi. Saat ini, sekolah-sekolah ini dikelola oleh tiga kementerian. Pendidikan Dasar dan Menengah ada di kementerian Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan. Sedangkan Pendidikan Tinggi ada di Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi. Ada juga pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang berbasis Agama dan dikelola oleh Kementerian Agama. Sistem pendidikan nasional ini berupaya untuk memberikan pengetahuan akademis, mengasah keterampilan, serta membina sikap positif sejak dasar.

Pendidikan adalah salah satu aset paling berharga yang bisa dimiliki seseorang. Dengan memiliki pendidikan yang tinggi, otomatis ilmu yang dimiliki juga akan bertambah luas pula. Alhasil, seseorang dengan pendidikan tinggi akan disegani dan menjadi individu yang banyak dibutuhkan keahliannya. Namun, untuk bisa mendapatkan ilmu yang banyak, dibutuhkan perjuangan serta biaya yang tidak sedikit. Pasalnya, semakin tinggi bangku pendidikan yang dikenyam, semakin mahal dan sulit pula untuk didapatkan.

Lalu Bagaimana Dalam Perspektif UUD 1945 ?

Pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia. Setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan ini tanpa pembatasan, baik dalam akses mereka memperoleh pendidikan maupun tingkat pendidikan yang akan mereka ikuti. Negara wajib membiayai pendidikan bagi semua warga negara dengan gratis.

Hal ini dijelaskan dalam Pasal 31 UUD 1945 amandemen mengatakan: “(1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Berdasarkan Pasal 31 ini, negara memiliki dua kewajiban yaitu menyelenggarakan pendidikan bagi setiap warga negara, dan membiayai pendidikan bagi warga negara. Menyelenggarakan pendidikan berarti negara harus menyediakan tempat/sekolah, pendidik, sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar mengajar tersebut bisa berjalan. Membiayai pendidikan artinya negara harus menyediakan dana/anggaran agar kegiatan belajar-mengajar yang melibatkan pendidik, sekolah, sarana dan prasarana dapat terealisasi.

Sebagai penutup. Hemat penulis, majunya sebuah negara tergantung seberapa besar kualitas warga negaranya. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas, yakni dengan memempuh pendidikan setinggi-tingginya. Namun tidak semua warga negara dapat menikmati pendidikan, terutama golongan yang tidak mampu secara ekonomi. Atas dasar itu, Negara harus hadir dalam memenuhi hak-hak warga negara dalam menempuh pendidikan baik dari segi fasilitas maupun biaya pendidikan.

Sekian yang dapat penulis bagikan. Menulislah agar dunia tau apa yang sedang engkau pikirkan, terima kasih.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Wujudkan Pendidikan Yang Ilmiah dan Demokratis !!

Editor: Dani

Ormawa Harus Menerapkan Tiga Nilai Leading Figure

0

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN SMH Banten, Prof. Ilzamudin Ma’mur menyoroti degradasi kepemimpinan yang dialami mahasiswa akhir-akhir ini. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menerapkan nilai leading figure yang menjadi jargon UIN Banten selama ini, yaitu spiritualisme, intelektualisme, dan profesionalisme.

“Mahasiswa sebagai Ormawa harus menerapkan tiga nilai leading figure yaitu, spiritualisme, intelektualisme, dan profesionalisme.”

Leading Figure tersebut menurutnya sangat relevan untuk diterapkan di era modern seperti saat ini. “Karena niat yang baik, tujuan yang baik, Allah Akan melindungi kita dengan kebaikan,” ujarnya saat memberikan sambutan di pelantikan ketua UKM

Selain itu, dalam implementasinya Ormawa hari ini menurutnya harus bisa menjadi wadah aspirasi dan tempat bagi mahasiswa dalam menyampaikan gagasan dan kreativitasnya.

“Untuk ketua SEMA, DEMA serta UKM harus lebih visioner serta mampu mewakili gagasan dan aspirasi. Tapi harus memelihara realistis yang ada,” katanya

Ia berpesan kepada seluruh ketua Ormawa yang sudah dilantik agar tetap menjaga keberanian dan kejujuran selama menjabat sebagai seorang pemimpin.

“Kejujuran menjadi sangat penting dalam hal apapun. Sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan yang sulit layak dipertahankan dan tentu saja ketika turun tidak layak diturunkan dengan kenistaan,” katanya

Reporter: Baidowi
Editor: Dani

Dewan Eksekutif dan Senat Mahasiswa UIN Banten Resmi Dilantik

0

Serang, lpmsigma.com – Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-U) resmi dilantik oleh Prof. Ilzamudin Ma’mur, Wakil Rektor I UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Aula Sadzeli Hasan lantai dua. (27/04)

Pelantikan bersama yang mengusung tema “Rekonstruksi gerakan keluarga besar mahasiswa untuk UIN SMH Banten yang unggul dan terkemuka,” itu dihadiri oleh Wakil Rektor, Kepala Bagian Akademik dan beberapa civitas akademika.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Ilzamuddin Ma’mur mengatakan, amanah jabatan yang sedang diemban harus dibarengi dengan niat baik agar Tuhan memberkahi proses tersebut dengan kebaikan pula.

“Karena niat yang baik, tujuan yang baik, Allah akan melindungi kita dengan kebaikan,” katanya

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa Universitas, Siti Mawadah mengatakan turut bersukacita karena bisa melakukan prosesi pelantikan secara bersamaan dengan pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa.

Ia berharap, momentum tersebut bisa menjadi tanda bahwa Ormawa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bisa bersinergi.

“Turut bangga dilibatkan dengan DEMA dan UKM, karena biar kita juga bisa sama-sama dan bekerjasama berjalan beriringan” ujarnya.

Reporter: Reihan
Editor: Dani

12 Pimpinan UKM Resmi Dilantik

0

Serang, lpmsigma.com – Hari ini sebanyak 12 pimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi dilantik oleh Prof. Ilzamudin Ma’mur, Wakil Rektor I UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Aula Syadeli Hasan lantai dua. (27/04)

Adapun keduabelas pimpinan yang resmi dilantik tersebut terdiri dari; Achmad Khudori (UKM LPM SiGMA), Hafidz Faudzani (UKM FORMASI), Aziz Sadam Husein (UKM PRAMUKA), Aas Aprilia (UKM MENWA), Faiz Zaki Frasetyo (UKM Tapak Suci), Kusnan (UKM UPTQ)

Selanjutnya, Alfin Jaya Saputra (UKM PRIMA), Wahyu Amrullah (UKM LDK UMFIK), Didi Wahyudin (UKM KSR), Moh. Fahrul Fadilah (UKM KOPMA), Syahid Murtado (UKM GESBICA), dan Muhammad Fikri (UKM MAHAPEKA).

Ketua Umum FORMASI, Hafidz Faudzani sekaligus Ketua Forum Silaturahmi UKM 2021, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan yang terlaksana adalah tanda dimulainya sinergi dan keterbukaan antara mahasiswa dan pihak lembaga kampus.

Menurutnya, keharmonisan kehidupan kampus bisa tercipta melalui komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak lembaga kampus sebagai fasilitator. Ia berharap, pihak Kampus tahun ini lebih bisa terbuka dalam beberapa persoalan, terlebih menyoal penggunaan dana dan anggaran kegiatan kampus.

“Komunikasi dan keterbukaan pihak lembaga itu penting. Apalagi dalam persoalan dana kegiatan,” katanya.

Reporter: Fazri
Editor: Dani

Ketua BEM UPI: Saat ini Indonesia Darurat Kepemimpinan Perempuan

0

Serang, lpmsigma.com – Ketua BEM Rema UPI, Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami darurat iklim dan darurat kepemimpinan perempuan.

“Banyaknya porsi yang tidak seimbang, sehingga perempuan sulit memimpin pucuk tertinggi organisasi seperti jabatan pemimpin atau ketua,” kata Fatiha saat Webinar Nasional UIN Banten

Menurutnya, iklim atau climate change akan menjadi ancaman serius di tahun 2021 ini, banyak sekali ancaman yang akan merugikan lingkungan dan kehidupan perempuan. “Perubahan iklim yang sangat signifikan pada detik ini dan salah satu efek yang ditimbulkan yakni pemanasan global warming dan itu sangat bahaya.”

“Implikasi perubahan iklim sudah mempengaruhi dan berdampak buruk bagi perempuan dan perubahan dunia manapun,” Katanya

Senada dengan Fatiha, salah satu aktivis Aliansi Perempuan Banten, Eva Nurcahyani juga menuturkan bahwa manusia dan makhluk hidup yang ada di bumi harus mampu mengintegrasikan dan merawat sesuatu yang ada di bumi dengan perspektif gender dan ekologi.

“Dimana hari ini manusia sebagai makhluk hidup yang ada di lingkungan hidup, bisa mengintegrasikan dan juga bisa menanam atau merawat lingkungan dalam perspektif ekologi dan keadilan ekonomi,”

Di acara Webinar lingkungan dan perempuan yang diadakan oleh DEMA-U UIN Banten tersebut, Eva juga mengingatkan bahayanya dampak perubahan iklim terhadap perempuan.

“Pengaruhnya bisa berbeda antara laki-laki dan perempuan salah satunya adalah konflik sosial, budaya, ekonomi dan politik,” katanya

Di peringatan hari Bumi dan Kartini yang diadakan oleh DEMA-U UIN Banten tersebut Fatiha dan Eva mengajak seluruh mahasiswa UIN Banten untuk merawat lingkungan hidup dan perempuan sebagai satu kesatuan yang utuh.

Reporter: Alfin
Penulis, Alfin
Editor: Vera

Banyak Organisasi Kemahasiswaan yang Diskriminasi Terhadap Perempuan

0

Mahasiswa sering kali diidentikkan dengan kemampuan berpikirnya yang kritis terhadap suatu permasalahan seperti isu politik, ekonomi dan sosial. Selain itu, organisasi kemahasiswaan juga acap condong pada model demokrasi. Kendati demikian, menurut Ketua BEM Rema UPI 2020, Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi, masih banyak organisasi kemahasiswaan di kampus yang melakukan diskriminasi terhadap perempuan.

“Organisasi kemahasiswaan condong pada model demokrasi namun masih banyak diskriminasi, padahal secara prinsip adil dan setara menjadi bagian yang sangat krusial,” Kata Fatiha saat Webinar Nasional DEMA UIN Banten.

Menurutnya, diskriminasi terhadap perempuan tidak hanya terjadi di lingkungan sekitar saja, di dalam lingkungan kampus pun seorang perempuan masih dianggap rendah. Salah satu contoh menurutnya adalah dalam menentukan jabatan suatu organisasi, jarang sekali organisasi kemahasiswaan dipimpin oleh perempuan. Fatiha mengatakan, di era modern seperti sekarang ini seorang perempuan harus berani menonjolkan kapasitas dan kapabilitasnya di semua lini kehidupan.

“Banyaknya porsi yang tidak seimbang, sehingga perempuan sulit memimpin pucuk tertinggi organisasi seperti jabatan ketua. Di era yang modern ini harusnya perempuan menonjolkan kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas,”

Ada banyak dampak yang bisa dirasakan jika seorang perempuan berani mengambil peran dalam kehidupan sosialnya. Salah satunya adalah perubahan pada kedudukan perempuan dan kehidupan sosialnya.

Menurut salah satu aktivis Aliansi Perempuan Banten, Eva Nurcahyani, perubahan dalam konstruksi sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap pengalaman dan stigma hidup seorang perempuan. Sejatinya kehidupan perempuan tidak hanya berkutat pada sumur, dapur dan kasur. Lebih dari itu, menurutnya perempuan juga bisa menjadi pemimpin dan agen perubahan.

“Dalam hal ini pengaruhnya bisa berbeda antara laki-laki dan perempuan. Karena salah satunya adalah konstruksi sosial atau perbedaan pengalaman. Dimana antara laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan dalam biologi, perempuan hanya bisa di dapur, sumur, dan kasur,” katanya

Eva Nurcahyani mengatakan transformasi cara pandang makhluk hidup terhadap lingkungan akan mengintegrasikan perspektif gender untuk mencapai kesetaraan gender dan ekologi.

“Sebagaimana hari ini manusia sebagai makhluk hidup yang ada di lingkungan hidup bisa mengintegrasikan kemudian juga bisa menanam atau merawat dalam perspektif gender,” kata Eva pada peserta Webinar DEMA UIN Banten yang bertajuk perempuan dan lingkungan.

Reporter: Alfina
Penulis: Alfina
Editor: Dani

Lakukan Ini Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa

0

Halo SiGMAnia, apa kabar?
Gimana puasanya nih? Lancar kan?
Masyarakat Muslim di seluruh dunia saat ini sedang menjalankan ibadah puasa yaitu rukun islam yang ke empat. Ibadah puasa ini mengharuskan kaum muslim menahan diri dari lapar dan haus sejak terbitnya waktu imsak hingga menjelang waktu berbuka yang telah ditentukan yaitu saat adzan maghrib tiba.

Ketika berpuasa, SiGMAnia pasti pernah mengalami rasa kantuk dan malas pada saat menjalankan beraktivitas bukan?

Sebetulnya itu adalah hal yang wajar sering terjadi. Karena pada saat berpuasa, tubuh berusaha untuk mengkonservasi cadangan energi agar tidak terlalu banyak mengeluarkan energi, sehingga timbul rasa kantuk, malas, dan letih.

Akan tetapi, aktivitas harus tetap berjalan nih walaupun sedang berpuasa. Nah, gimana sih caranya agar kita tetap bugar pada saat berpuasa?
Yukk kita simak beberapa tips yang akan penulis bagikan untuk SiGMAnia kali ini.

  1. Perbanyak minum air putih. Untuk menjaga tubuh agar tetap bugar pada saat berpuasa. Salah satunya, ialah dengan memperbanyak minum air putih pada saat buka puasa dan sahur. Serta hindari mengonsumsi minuman manis yang berlebihan.
  2. Mengonsumsi vitamin. Pada saat puasa, kita membutuhkan tambahan energi pada tubuh agar tetap kuat dan bugar yaitu dengan cara mengonsumsi vitamin yang dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar. Salah satunya vitamin C ini bisa SiGMAnia dapatkan melalui kandungan dari buah jeruk.
  3. Rajin berolahraga. SiGMAnia dapat melakukan olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga. Misalnya, melakukan jogging selama 10 menit pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas lainnya.
  4. Istirahat yang cukup. Istirahat yang cukup dapat memengaruhi kebugaran SiGMAnia pada saat berpuasa. Untuk itu hindari begadang di malam hari agar tubuh tetap kuat dalam menjalankan ibadah puasa.

Nah, itulah beberapa tips dari penulis agar SiGMAnia tetap semangat dan bugar dalam menjalankan aktivitas pada saat berpuasa.
Selamat mencoba 🙂

Penulis : Fajri
Editor : Shifa

IPPBM Hadir Kembali, UIN SMH Banten Siapkan Talent

0

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengadakan Sentra Pelatihan Pra-kegiatan dengan tujuan untuk mempersiapkan kembali Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) yang diadakan setiap tahunnya.

As’ari selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa IPPBMM merupakan ajang perlombaan yang bergensi di Perguruan Tinggi Kementrian Islam Negeri (PTKIN), dan ia pun telah mempersiapkan banyak hal untuk kegiatan tersebut.

“Kita mempersiapkan ini sudah dua pekan sebelum Ramadhan. Di mulai dari beberapa pelatihan lomba di tempat berbeda-beda, karena masing-masing official punya view tempat untuk latihan. Dan persiapaan ini sudah mencapai 60-70 persen,” ujarnya saat diwawancarai oleh kru sigma, Kamis (22/04).

Ia juga menjelaskan, IPPBMM tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena berlangsung secara hybrid, yaitu secara luring dan daring. Sehingga membutuhkan kerja extra dalam mempersiapkan lomba yang tahun ini memiliki 25 jenis perlombaan.

“Lomba yang diadakan secara luar jaringan (luring) ada lima, yaitu catur, tenis meja, debat konstitusi, kaligrafi dan musabaqoh famil qur’an. Untuk sisanya itu dilakukan via zoom serta tapping,” jelasnya.

Senada dengan As’ari, salah satu peserta tenis meja, Muhammad Rizky Zungkarnaen mengatakan bahwa persiapannya baru mencapai 60% untuk mengikuti lomba tenis meja, dikarenakan kendala dari pelatihan yang berbeda tempat.

“Bukan hanya karena bulan puasa kita kurang akan latihan, tapi juga karena kita yang terpecah-pecah. Ada yang dirumah dan ada yang ditempat lainnya,” ujar Ukar, sapaan akrabnya.

Reporter : Baidoi
Penulis : Baidoi
Editor : Shifa