Beranda blog Halaman 36

Waspada! Kenali Ciri-Ciri dan Bahaya Skincare Etiket Biru

0

Selama beberapa tahun terakhir, produk kecantikan lokal terus mendapatkan perhatian yang signifikan. Trend ini menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen Indonesia yang beralih ke skincare lokal dikarenakan harga yang ramah di kantong dan mutu yang diklaim mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Meski demikian, dibalik fenomena lonjaknya para wanita yang menggunakan skincare terdapat masalah serius yang mencuat, yaitu peredaran produk skincare dengan kandungan bahan berbahaya yang sering kali dikenal dengan istilah skincare “etiket biru”.

Produk-produk tersebut sering kali beredar tanpa memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga penggunaannya dapat berisiko menimbulkan efek negatif pada kesehatan kulit. Lalu, bagaimana cara mengenali skincare dengan label seperti itu?, Dan Apa saja dampak buruk yang mungkin terjadi? Berikut ulasannya.

Produk skincare etiket biru adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak memiliki izin dari BPOM.

Mengacu pada jurnal hukum, berjudul “Pengawasan Terhadap Peredaran Kosmetik Berbahaya Teregister BPOM” karya Rizky Adi Yuristyarini, istilah “etiket” sendiri juga merujuk pada label obat yang digunakan dalam layanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik atau praktik dokter.

Etiket biru menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk obat resmi yang harus memenuhi persyaratan tertentu. Obat racikan ini hanya dapat diresepkan oleh dokter atau diracik oleh apoteker berdasarkan resep dokter, dan hanya dapat dikeluarkan oleh apotek resmi yang memiliki sertifikasi. Produk perawatan kulit (skincare) dengan etiket biru merupakan obat yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas di masyarakat.

Lalu, bagaimana ciri-ciri skincare Etiket Biru Ilegal di Pasaran ?, Untuk melindungi diri dari produk skincare ilegal, berikut adalah ciri-ciri yang perlu diwaspadai menurut laman resmi BPOM :

1. Tidak Memiliki Izin Edar BPOM

Produk yang legal harus terdaftar di BPOM. Produk ilegal biasanya tidak memiliki nomor registrasi BPOM atau menggunakan nomor palsu.

2. Label dan Kemasan Tidak Jelas

Kemasan produk ilegal sering tidak profesional, dengan nama ambigu, informasi produsen yang tidak lengkap, dan tanpa rincian komposisi bahan. Labelnya sering berupa stiker tempel yang mudah terkelupas.

3. Dijual Melalui Kanal Tidak Resmi

Produk ilegal cenderung dijual melalui media sosial, toko online tanpa izin atau jaringan pemasaran tidak resmi, dan jarang tersedia di apotek atau klinik resmi.

4. Harga Terlalu Murah

Harga yang sangat murah dibandingkan produk resmi dapat menjadi indikasi bahwa produk tersebut palsu atau tidak aman.

5. Mengandung Bahan Aktif Berkonsentrasi Tinggi

Produk ini sering mengandung bahan aktif seperti hidrokuinon, tretinoin, atau steroid dalam kadar tinggi tanpa petunjuk penggunaan yang jelas.

6. Klaim Berlebihan

Produk ilegal sering menawarkan hasil instan seperti “kulit cerah dalam 3 hari” atau “bebas jerawat semalam,” yang tidak realistis dan tidak didukung bukti klinis.

Apa dampak jangka panjang jika menggunakan skincare Beretiket Biru ilegal ? Penggunaan produk skincare beretiket biru dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah serius pada kulit dan kesehatan tubuh. Beberapa dampaknya antara lain:

1. Iritasi dan Peradangan Kulit

Kandungan bahan kimia berbahaya, seperti merkuri dan hidrokuinon, dapat menyebabkan iritasi serta peradangan pada kulit, terutama bagi individu dengan kulit sensitif.

2. Penipisan pada Kulit

Penggunaan steroid dalam produk tersebut dapat mengakibatkan lapisan kulit menjadi tipis, sehingga lebih rentan terhadap paparan sinar matahari dan mudah terluka.

3. Flek Hitam Permanen

Ironisnya, produk yang bertujuan untuk mencerahkan kulit justru dapat memicu munculnya flek hitam permanen jika digunakan dalam waktu yang lama.

4. Risiko Kanker Kulit

Paparan merkuri dan hidrokuinon dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.

Kemudian, Berikut ini adalah cara menghindari skincare etiket biru ilegal untuk melindungi kesehatan kulit:

1. Beli dari Sumber Resmi

Pastikan membeli produk dari distributor atau toko terpercaya. Hindari membeli dari penjual yang tidak dikenal atau platform online yang belum terverifikasi.

2. Periksa Komposisi dan Izin BPOM Sebelum membeli produk skincare, periksa bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dan pastikan produk sudah memiliki izin BPOM.

3. Jangan Terpengaruh Janji Hasil Instan

Produk yang menjanjikan hasil instan sering mengandung bahan kimia berbahaya. Kulit membutuhkan perawatan yang rutin dan waktu untuk pulih dan beregenerasi.

Menggunakan skincare yang aman dan terjamin kualitasnya adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Produk yang menjanjikan hasil cepat sering kali menggoda, tetapi risiko yang ditimbulkan oleh bahan kimia berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan steroid bisa sangat merugikan. Selain menyebabkan kerusakan pada kulit, zat-zat ini juga berpotensi memicu masalah kesehatan serius, termasuk kanker kulit.

Nah, Oleh sebab itu, pastikan kita selalu cek terlebih dahulu kandungan produk dan pastikan telah terdaftar di BPOM. Dengan memilih skincare yang aman, kamu tidak hanya melindungi kecantikan kulit, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pilihlah dengan bijak dan prioritaskan keselamatan dalam merawat kulit kamu.

Penulis: Frida
Editor: Dhuyuf

UKM Gesbica Sukses Gelar MHF, Ajang Unjuk Bakat Seni Islam se-Banten

0

Serang, lpmsigma.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Seni Budaya Islam Campus (GESBICA) bekerja sama dengan Tim Pembinaan Kegiatan Mahasiswa (TPKM) menggelar acara Maulana Hasanudin Festival (MHF). Acara ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di bidang seni dan budaya Islam, berlangsung di Aula Rektorat lantai tiga Kampus dua UIN SMH Banten, Senin (25/11).

Ikhlas Wahyu Robby, sebagai Ketua Pelaksana acara MHF, menjelaskan tujuan dilaksanakan nya acara ini untuk memberikan edukasi dan menumbuhkan jiwa yang kompetitif untuk para peserta.

“Tujuannya dilaksanakan acara ini agar dapat memberikan edukasi kepada para siswa siswi se Banten, dan dapat menimbulkan nilai-nilai kompetitif serta dapat menjalin tali silaturahmi kepada para peserta yang berkecimpung di dunia kesenian,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sebanyak 34 peserta dari delapan sekolah se-Banten yang mengikuti acara ini, para peserta tersebut masing-masing mengikuti empat mata lomba.

“Sejauh ini sudah ada 34 peserta dari delapan sekolah yang mengikuti acara ini, yang dimana masing-masing peserta mengikuti empat mata lomba seperti pop solo islami, dangdut, puisi, dan melukis,” tambahnya.

Mudnasarif, selaku Ketua Umum GESBICA, berharap program MHF dapat menjadi program unggulan GESBICA kedepannya. Melalui program ini, peserta yang meraih juara pertama diharapkan dapat memanfaatkan jalur prestasi untuk mendaftar di UIN SMH Banten.

“Semoga kedepannya program ini bisa menjadi program unggulan GESBICA. Saya berharap melalui program ini, para peserta dapat memperoleh pengalaman dan ilmu yang bermanfaat, serta memanfaatkan jalur prestasi untuk mendaftar di UIN SMH Banten tanpa tes,” ujarnya.

Reporter: Alif
Editor: Nazna

Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu

0

Di Indonesia, setiap 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Mengulik pada hari guru, sudah tidak asing bagi kita jika mendengar nama Ki Hajar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia dan dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.

Pada tahun 1922, dengan keteguhan hati dan minat yang tinggi pada pendidikan, Ki Hajar Dewantara dengan jiwa pendidik yang tertanam dalam sanubarinya akhirnya mendirikan sekolah yang bernama Taman Siswa, sebagai salah satu tempat menuntut ilmu yang dikhususkan untuk para pribumi Indonesia pada masa penjajahan.

Perkembangan Taman Siswa pada 1922-1930 cukup menggembirakan dalam merespon represi pemerintah kolonial. Selama delapan tahun sejak 1922 terjadi perkembangan sekolah Taman Siswa di nusantara, dari Aceh sampai Indonesia Timur, berdiri 30 cabang dan Pusat Persatuan Pengurus TS tetap di Yogyakarta.

Dikutip dari buku “Ki Hajar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya” oleh Suhartono Wiryopranoto. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah alat mobilisasi politik dan sekaligus sebagai penyejahtera umat. Dari pendidikan akan dihasilkan kepemimpinan anak bangsa yang akan memimpin rakyat dan mengajaknya memperoleh pendidikan yang merata, pendidikan yang bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai salah seorang pendiri Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara menemukan istilah yang harus dipatuhi dan menjadi karakter, yaitu Patrap Guru, atau tingkah laku guru yang menjadi panutan murid-murid dan masyarakat.

Adapun perilaku tersebut menjadi pegangan dan modal utama sehingga KHD menciptakan istilah yang kemudian sangat terkenal, yaitu:

1. Ing ngarsa sung tulada (di muka memberi contoh)

2. Ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita)

3. Tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya)

Tiga istilah tersebut menjadi prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan di Taman Siswa. Adapun Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani sampai saat ini masih dijadikan sebagai motto Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk penyelenggaraan pendidikan nasional.

Selain di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga bergerak di bidang politik dan jurnalistik. Berbagai karya tulisannya menggambarkan gagasan dan konsepsinya mengandung semangat dan bernafaskan perjuangan menuju cita-cita Indonesia merdeka.

Taman Siswa sebagai salah satu lembaga pendidikan yang didirikan Ki Hajar Dewantara telah berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan bagi sistem pendidikan nasional. Kehadiran Ki Hajar Dewantara dalam membangun Taman Siswa memiliki spektrum sejarah nasional, yang tak luput dari strategi kebudayaan yang digelutinya.

Selain itu, prasaran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan Nasional dan penyelenggaraan/pembinaan perguruan nasional diterima oleh Kongres Perkumpulan Partai-partai Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI) di Surabaya. Dalam kongres yang berlangsung 31 Agustus 1928 tersebut, beliau mengemukakan mengenai perlunya pengajaran nasional sebelum bangsa Indonesia mempunyai Pemerintahan Nasional sendiri.

Selama 37 tahun Ki Hajar Dewantara memimpin dan mengasuh Taman Siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959, di Padepokan dan disemayamkan di Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta. Jenazah Ki Hadjar Dewantara dimakamkan pada tanggal 29 April 1959 secara militer dengan Inspektur Upacara Kolonel Soeharto di makam Taman Wijaya Brata, Celeban, Yogyakarta.

Dari segala jasa dan perjuangannya itulah akhirnya Ki Hajar Dewantara di juluki sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Segala kerja kerasnya mengantarkan kita kepada jaman yang penuh dengan modernisasi ini.

Oleh karena itu, untuk menghargai segala usahanya sudah seharusnya kita menghormati dan mematuhi para guru yang telah dengan susah payah mendidik kita, karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pengorbanannya bisa kita rasakan sampai akhir masa.

Penulis: Nabel
Editor: Dhuyuf

Pentingnya Menghormati Hak dan Mimpi Anak

0

Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November bertujuan untuk mengingatkan kita tentang pentingnya memperhatikan hak-hak anak. Pada hari ini seluruh dunia diharapkan lebih peduli terhadap kebutuhan, harapan, dan masa depan anak-anak.

Peringatan ini juga bertepatan dengan lahirnya Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang disahkan oleh PBB pada tahun 1989. Konvensi ini menjadi panduan global dalam melindungi dan mendukung anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Hak anak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menurut jurnal Mimbar Khusus yang berjudul “Perspektif Indonesia Mengenai Hak-Hak Asasi Anak,” karya Agustinus Supriyanto tahun 2011, menjelaskan bahwa pemenuhan hak-hak anak harus menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa.

Dalam konteks Indonesia, terdapat beberapa hak anak yang penting untuk dipenuhi antara lain:

1. Hak untuk Hidup dan Tumbuh Sehat

Anak-anak berhak mendapatkan makanan yang bergizi, perawatan kesehatan yang baik, dan lingkungan yang aman. Hal ini sangat penting agar mereka dapat tumbuh dengan optimal baik secara fisik maupun mental.

2. Hak atas Pendidikan

Pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. Menurut laman resmi UNICEF menyebutkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka.

3. Hak atas Perlindungan

Anak-anak harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Perlindungan ini juga mencakup hak anak untuk bebas dari pekerjaan anak yang merugikan serta hak untuk tidak diperlakukan secara tidak adil.

Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Ketika mereka dihargai dan diberi kesempatan untuk berkembang, mereka akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan mampu mencapai potensi terbaik mereka.

Mendengarkan suara anak-anak dan memberi mereka kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan adalah langkah penting untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan penuh kesempatan bagi generasi mendatang.

Lalu, Apa saja yang bisa kita lakukan dalam mendukung serta menghormati Hak dan Mimpi Anak?

Seperti yang ditulis oleh UNICEF dalam laman resminya tentang Peringatan Hari Anak Sedunia, terdapat empat cara yang dapat kita lakukan dalam mendukung serta menghormati hak dan mimpi anak:

1. Berikan Kesempatan Anak untuk Belajar

Dukung pendidikan anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah, untuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang setara dalam pendidikan yang berkualitas.

2. Ciptakan Lingkungan yang Aman

Pastikan anak-anak terbebas dari kekerasan, diskriminasi, dan segala bentuk eksploitasi. Hal ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka untuk berkembang.

3. Dengarkan Anak

Hargai pendapat dan mimpi anak-anak. Memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat mereka akan membantu mereka merasa dihargai dan didengar.

4. Bantu Anak Lain yang Membutuhkan

Terlibat dalam kegiatan sosial atau amal untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung, memberikan mereka kesempatan untuk tumbuh dengan baik meskipun dalam keterbatasan.

Hari Anak Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak untuk hidup, belajar, dan bermimpi. Dengan menghormati hak-hak mereka, kita tidak hanya membantu mereka tumbuh dengan baik, tetapi juga turut membangun dunia yang lebih baik.

Dengan memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap hak-hak anak, kita akan membantu menciptakan generasi yang lebih cerdas, lebih peduli, dan lebih siap menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

Penulis: Frida
Editor: Dhuyuf

Intensitas Game Online dengan Prestasi Mahasiswa

0
Game Online
Doc. Magang Produksi

[BULETIN MAGANG EDISI 1]

SALAM PERS MAHASISWA!

Kru magang LPM SiGMA tahun ini kembali menghadirkan buletin SIKAP, yang menyuguhkan “Intensitas Game Online dengan Prestasi Mahasiswa”.

Pendidikan menghadapi berbagai tantangan, sementara kemajuan teknologi, seperti game online yang bisa diakses melalui gadget, mengubah cara bermain dari hiburan menjadi kompetisi dengan hadiah, yang dapat mempengaruhi mahasiswa dengan memberikan hiburan, setelah aktivitas akademik, namun berisiko mengganggu prestasi jika dilakukan secara berlebihan. Adapun dampak positifnya, seperti meningkatkan aktivitas otak, mempercepat refleks, melepaskan emosi, dan mendorong kreativitas.

Dari data yang diperoleh dari tim magang Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) dengan melibatkan 113 responden, mahasiswa yang menggunakan game online merasa dapat mempengaruhi aktivitas mereka, 44, 2%, sedangkan yang tidak menggunakan game online tidak dapat mempengaruhi aktivitas sekitar 45,1%. Selain itu, 54% merasa bahwa game online dibutuhkan sebagai media hiburan dikala padatnya perkuliahan, dan 46% mengganggap game online akan berdampak negatif.

Hadirnya game online dalam kehidupan mahasiswa dapat membawa dampak positif atau negatif, bergantung pada cara mahasiswa mengatur waktu dan intensitas bermainnya. Lalu, bagaimana pengaruh intensitas bermain game online terhadap prestasi akademik mahasiswa?

Buletin ini juga menyuguhkan opini, sastra, dan lainnya. Yuk unduh dan baca buletin ini sekarang!

 

Raih 5 Emas, HMPS EKIS Sandang Juara Umum POM 2024

0

Serang, lpmsigma.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HMPS-EKIS), berhasil mendapatkan lima emas dan meraih predikat sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) 2024 yang ke 25, Jum’at (22/11).

HMPS EKIS berhasil meraih juara umum dan mendapatkan lima emas dalam cabang olahraga, tenis meja kategori tunggal putri, basket putra, futsal putra, voli putra, dan badminton.

Muhandis, selaku ketua Departemen Internal HMPS Ekis, menuturkan adanya persiapan matang untuk pertandingan di POM tahun ini, sehingga terbayarkan dengan mendapatkan juara umum.

“Kita latihan terus-menerus agar bisa membangun chemistry, karena dari situ alhamdulillah bisa menghasilkan hasil yang luar biasa, betul-betul sejarah baru yaitu juara umum di POM tahun ini,” ujarnya.

Ia juga menuturkan harapannya untuk mahasiswa EKIS yang telah mewakili pertandingan POM, serta berharap agar bisa mempertahankan gelar juara umum.

“Semoga juara umum tahun ini bisa jadi sebuah motivasi serta semangat, karena EKIS ini bukan hanya ahli dalam bidang ekonomi, tetapi dalam bidang olahraga juga, dan untuk kedepannya berharap bisa mempertahankan gelar juara umum ini,” pungkasnya.

Didi, selaku ketua umum UKM Formasi, menanggapi juara umum untuk POM tahun ini agar terus mengembangkan kemampuan dalam bidang olahraga.

“Untuk EKIS sebagai juara umum pertama kali dalam sejarah mereka, saya harap mereka terus mengasah para atletnya apa yang telah dikembangkan, serta mengajak untuk mengikuti latihan rutin yang Formasi adakan,” ujarnya.

Reporter: Indah
Editor: Dhuyuf

Peringati Hari Pohon Sedunia dengan Langkah Menuju Kehidupan Sehat

0

Pada tanggal 21 November diperingati sebagai hari pohon sedunia dalam setiap tahunnya. Hari Pohon ini merupakan peringatan tahunan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pohon bagi lingkungan, kehidupan manusia, dan ekosistem.

Hari ini dimaksudkan sebagai momentum penting untuk mendorong aksi nyata, seperti menanam pohon, melestarikan hutan serta mengedukasi masyarakat mengenai peran pohon dalam menjaga keseimbangan alam.

Menurut artikel dan laporan dari World Resources Institute (WRI), merayakan Hari Pohon adalah salah satu langkah menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan. Menanam pohon tidak hanya membantu mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi habitat satwa liar.

Pohon adalah pelindung alam yang tak tergantikan, mereka menjaga tanah dari erosi, menyimpan air hujan, dan menciptakan lingkungan yang sejuk serta nyaman bagi manusia.

Selain aksi nyata seperti menanam pohon, Hari Pohon juga bisa menjadi waktu untuk mengedukasi orang-orang di sekitar kita. Membagikan pengetahuan tentang manfaat pohon, mengajak teman dan keluarga untuk peduli pada lingkungan.

Dilansir dari Enviromental Protection Agency (EPA) terdapat beberapa manfaat dari menanam pohon, yaitu sebagai berikut:

1. Menyerap Karbon dioksida dan Mengurangi Pemanasan Global

Pohon menyerap karbon dioksida selama fotosintesis, membantu menurunkan emisi gas rumah kaca, dan menghasilkan oksigen yang penting untuk kehidupan.

2. Meningkatkan Kualitas Udara

Pohon Menyaring Polutan Udara seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan partikel debu, sehingga menciptakan udara yang lebih bersih.

3. Mengurangi Risiko Banjir dan Erosi Tanah

Akar pohon menahan tanah dan menyerap air hujan, yang membantu mengurangi aliran air permukaan dan mencegah banjir serta longsor.

4. Menyediakan Habitat untuk Satwa Liar

Pohon menjadi tempat berlindung dan sumber makanan bagi berbagai spesies hewan, mendukung keanekaragaman hayati.

5. Memberikan Keteduhan dan Mengurangi Panas

Pohon membantu menurunkan suhu lingkungan dengan menyediakan keteduhan dan mengurangi efek pulau panas perkotaan.

Melalui hari pohon ini, mari kita lakukan aksi nyata seperti menanam dan merawat pohon, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Bersama, kita bisa menciptakan dunia yang lebih sehat, seimbang, dan nyaman untuk generasi mendatang.

Penulis : Davina
Editor : Dhuyuf

Rayakan Milad Ke-34, LPM SiGMA Luncurkan Buletin dan Website Baru

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam memperingati Milad ke-34, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA resmi meluncurkan Buletin dan Website baru sebagai media untuk terus meningkatkan keterampilan di bidang jurnalistik maupun broadcasting. Peresmian ini dilakukan pada malam puncak yang berlangsung di Aula Sjadzli Hasan Lantai Satu, Kampus satu UIN SMH Banten, pada Rabu (13/11).

Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Pimpinan Umum LPM SiGMA, Aldi Alpian, menyampaikan rasa syukur atas eksistensi LPM SiGMA yang terus berkembang hingga tahun ke-34 ini melalui Launching Buletin dan Website baru.

“Kami bersyukur atas eksistensi LPM SiGMA yang terus berkembang hingga tahun ke-34 ini, khususnya dengan peluncuran Buletin dan Website Edisi Pertama Kepengurusan 2024. Harapannya, kami dapat terus konsisten menjadi media pers independen yang profesional,” ujar Aldi Alpian dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Mahyudi sebagai Pendiri LPM SiGMA mengungkapkan kesan mendalam mengenai suasana kekeluargaan yang terjalin saat berkumpul bersama para alumni. Ia juga mencermati bahwa kehadiran alumni yang telah berhasil berkarier di dunia profesional jurnalistik menjadi refleksi perjalanan LPM SiGMA dari tahun ke tahun.

“Acara ini menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, terlebih saat berkumpul dengan para alumni. Kehadiran mereka yang kini telah sukses di dunia profesional jurnalistik menjadi cerminan perjalanan panjang LPM SiGMA dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Malam Puncak Milad LPM SiGMA ke-34 ini juga menandai penutupan serangkaian kegiatan, seperti SiGMA Sport dan SiGMA Goes to School yang diadakan pada pekan sebelumnya, dan diramaikan oleh anggota serta alumni lintas generasi yang turut menyemarakkan perayaan ini.

Reporter : Naila
Editor : Nazna

Renjana Bunga Matahari

0

Seperti angin menerjang tubuhku habis-habisan
Aku berdiri di bawah pohon nan rindang
Menatap langit nan peluh, juga memilu

Isak tak dapat aku tawar
Disini, sudut kota memihak rindu
Menyapa pulang yang semu
Ingin memeluk namun tak dapat temu

Begitu puisi yang Raya tulis dalam diary kecil yang ia genggam. Dengan pasang foto yang melekat pada kertas, seorang dara dengan lelaki tua beruban. Sungguh, gemeritik jari-jemari Raya seakan tak dapat menopang. Getaran bibir seakan memberi tahu dunia, bahwa ada kata yang tak dapat ia ucapkan.

“Raya rindu papah?” Perempuan setengah paruh baya itu tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah Raya, dengan tangan yang mencoba merangkul putrinya.

Di halaman rumah, Raya hanya mengangguk. Sebab untuk berucap, air sudah tergenang pada kelopak mata.

“Rindu itu adalah hal yang wajar. Tetapi, Raya ikhlas bukan?” Tanya perempuan dengan sandang Bunda.

Lagi. Raya mengangguk. Meski ikhlas tak semudah apa yang diucapkan. Banyak memori yang memutar di kepalanya. Kian berisik saat sepi mengusik.

“Lihat. Bunga matahari itu mekar dengan indah. Namun, jika kau terus terjang dia dengan air. Keindahannya akan hilang bersamaan dengan kematiannya.” Bunda menunjuk pada belasan bunga matahari yang tertanam, di taman depan rumah.

“Bunda, kenangan selalu membawaku pada renjana yang tak bisa ku bendung. Lantas aku harus bagaimana?”

Bunda tersenyum tipis, merangkul Raya lebih erat.

“Renjana itu indah, Nak. Namun, ingatlah, renjana yang terlalu deras bisa membuatmu hanyut. Kenangan memang bisa terasa begitu nyata, seolah masih ada yang harus kau capai bersamanya. Tapi itu semua sudah selesai. Sekarang, giliranmu tumbuh dan mekar, sebagaimana bunga matahari itu”

Raya menatap bunga-bunga matahari di depannya, melihat mereka berdiri tegak, menghadap mentari tanpa takut. Seolah bunga-bunga itu tahu ke mana harus menatap, ke mana harus bersandar. Meski terpaan angin datang atau hujan sesekali mengguyur, mereka tetap pada arah yang sama—menuju matahari.

“Terkadang kita harus merelakan sesuatu yang sudah pergi, Raya,” lanjut Bunda dengan suara lembut. “Mengikhlaskan bukan berarti melupakan. Tetapi memberi ruang pada kenangan untuk tinggal dengan damai, tanpa menghalangi langkahmu”

Raya menunduk, menggenggam diary kecilnya erat. Kenangan akan sosok ayah memang begitu dalam, bagai goresan yang tak lekang. Namun kata-kata Bunda seakan memberinya jalan, bahwa kerinduan dan kehilangan adalah bagian dari kehidupan, dan ia harus tetap mekar meski tanpa sosok yang dirindukan.

Sore itu, dalam keheningan yang tenang, Raya menghela napas panjang, melepas sebagian renjana yang selama ini tertahan.

Ia tahu, ayahnya selalu hidup dalam setiap langkahnya, dalam setiap bunga matahari yang bermekaran di hati. Raya teringat akan satu hal, patah kata terakhir yang lelaki tua itu ucapkan. Sebelum benar ia meninggalkan.

“Jadilah anak yang selalu menebarkan senyuman indah, tak peduli seberapa kuat orang mencoba membuatmu terpukul, kau harus terlihat bahagia” suara sosok laki-laki kian terngiang dalam telinga Raya.

Huft, rasanya sesak sekali melihat Raya mengingat hal itu. Namun hari ini, 12 November, semua orang di dunia merayakan hari ayah bersama. Keinginan akan memeluknya pasti selalu ada.

Dan rekaman akan kenangan itu selalu berputar pada otaknya. Dalam diary kecilnya, bahkan kata-kata ayah tersimpan rapi, kata-kata yang membuatnya selalu kuat meski seringkali rindu menghimpitnya.

“Papah pasti selalu ingin melihat aku bahagia, bukan?” Tanya Raya dengan penuh optimis. Pelan, menyeolahkan laki-laki itu ada disekitarnya.

Bunda yang masih di sisinya, mengangguk. “Bahagia seorang anak adalah hadiah terindah untuk setiap orang tua. Kau hidup dan tumbuh sebagaimana ia inginkan, maka itulah caramu mencintainya”

Ucapan Bunda teramat menenangkan. Membuat Raya hanyut dalam pelukan. Tak ingin lepas, dan tak ingin di lepaskan. Raya hanya butuh dikuatkan, saat cinta pertamanya telah lebih dulu meninggalkan.

Setiap anak, selalu punya ruang kecil di hatinya untuk sekadar mengingat dan merindukan hal-hal indah saat masih bersama.

“Selamat hari ayah, untuk ayah yang selalu ada dalam ingatan, namun tak bisa aku genggam” ucap Raya dengan senyum termanisnya, menatap foto yang terpasang pada kertas.

Penulis : Lydia
Editor : Nazna

Bahaya Judi Online dan Pentingnya Edukasi Masyarakat

0

Hadirnya perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat. Namun, dengan hadirnya teknologi akan membawa dampak bagi yang menggunakannya karena pada era ini media elektronik menjadi salah satu sumber informasi yang mudah untuk didapatkan.

Kemudian, dengan adanya teknologi saat ini bisa membawa dampak negatif bagi masyarakat, seperti banyaknya bermunculan situs-situs ilegal yang dapat disalahgunakan oleh masyarakat sehingga merusak norma dan moral yang berlaku, contohnya: judi online.

Dalam jurnal yang berjudul “Analisis Dampak Judi Online di Indonesia,” yang ditulis oleh Annisa, dkk, menjelaskan, judi online merupakan permainan yang mempergunakan media internet untuk melakukan pertaruhan, di mana dalam permainan tersebut penjudi harus membuat perjanjian tentang ketentuan permainan dan apa yang dipertaruhkan. Apabila timnya menang dalam pertandingan, maka ia berhak mendapatkan semua yang dipertaruhkan, adapun sebaliknnya jika mereka tidak beruntung maka harus melepaskan uang yang dipertaruhkan.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah peraturan yang melarang segala perjudian. Dalam Pasal 45 ayat (3) UU 1/2024 yang menerangkan ketentuan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian. Dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak 10 miliar rupiah.

Dampak judi online ini dalam aspek psikologis, yaitu jika seseorang kecanduan dan kalah dalam permainannya maka akan mengalami depresi, tekanan batin, keputusasaan dikarenakan menguras uang yang telah dipertaruhkan hingga bisa melukai dirinya sendiri bahkan orang lain.

Banyak dari pemain judi yang terpaksa meminjam uang dari teman, keluarga, sampai layanan pinjaman online dengan bunga yang tinggi untuk mempertahankan kebiasaan mereka dalam berjudi. Akibatnya, ekonomi mereka menjadi tidak stabil dan sulit untuk memenuhi kehidupan dasar seperti makanan dan pendidikan.

Dalam permasalahan ini, terdapat beberapa cara untuk mengatasi judi online. Dikutip dari jurnal yang berjudul “Perjudian Online di Era Digital: Analisis Kebijakan Publik Untuk Mengatasi Tantangan dan Ancaman”, Kebijakan publik perlu mengadopsi pendekatan komprehensif dan proaktif dengan menerapkan regulasi ketat untuk membatasi perjudian online.

Langkah-Langkah seperti pemblokiran situs judi ilegal, pengawasan transaksi keuangan dan penegakan hukum yang tegas harus diperkuat. Kampanye kesadaran untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko kecanduan dan dampak negatif perjudian juga perlu dipertegas serta dapat konsekuensi hukumnya.

Maka dari itu, upaya bersama antara pemerintah, masyarakat dan lembaga pendidikan sangat dibutuhkan untuk menanggulanginya. Edukasi yang tepat dan pencegahan sejak dini dapat menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif perjudian online, serta menjaga generasi bangsa agar terhindar dari perilaku merugikan.

Penulis: Indah
Editor: Dhuyuf