Beranda blog Halaman 51

Dukungan Palestina Berlanjut, Mengapa di Kampus Mahasiswa Tampak Diam?

0
Aksi bela palestina
Mahasiswa di AS gelar aksi bela palestina

Jika anda seorang yang kerap mengulik informasi dari situs-situs luar negeri ataupun media internasional seperti CNN dan BBC, sering kali membahas terkait mahasiswa kampus di Amerika Serikat (AS) yang memiliki tekad untuk terjun langsung demi membela Palestina.

Isu ini tentu tak kunjung usai dikarenakan masyarakat Palestina sedang berjuang untuk kemerdekaannya, serta pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang tak kunjung usai dari serangan yang diluncurkan oleh Israel.

Topik yang menyinggung Palestina sendiri nampaknya menghilang begitu saja setelah pemilu usai. Di masa kampanye, pasangan calon menyuarakan topik terkait Palestina, HAM dan Palestina. Namun, sangat disayangkan ketika konflik tengah melambung tinggi di era pemilu, kini pembicaraan tersebut lenyap tak bersuara bagai hilang ditelan bumi.

UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yang berlatar belakang Islam tentu memiliki rasa empati yang sangat tinggi terhadap isu terkait Palestina. Namun, sangat disayangkan melihat dari kebanyakan mahasiswa yang tidak konsisten untuk membela dan ikut serta menyuarakan isu yang terlibat, seakan-akan hanya mengikuti arus yang tengah hangat diperbincangkan.

Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di dalam kampus seharusnya lebih konsisten terhadap isu yang dialami masyarakat Palestina, walau ORMAWA tidak dapat terjun langsung untuk turut membela di Gaza, tetapi dengan menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM) akan sangat membantu mereka yang berjuang disana.

Misalnya, dengan sekadar menyuarakan terkait berita atau suatu hal yang berkenaan dengan HAM, ataupun dengan menyumbangkan sedikit rezeki yang dimiliki melalui lembaga naungan yang akan mengelola hal tersebut.

Seharusnya, semua dimulai dari kepribadian kita yang lebih memberikan perhatian terkait isu HAM di Palestina. Kepedulian dari satu orang berdampak besar bagi mereka yang membutuhkannya, tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang terpengaruh atas kepeduliannya ikut serta membantu untuk menyuarakan hal tersebut.

Penulis: Najib
Editor: Nazna

Soroti Wisudawan Terbaik UIN SMH Banten Lulus Tanpa Skripsi

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menetapkan delapan mahasiswa terbaik dalam wisuda Sarjana ke-37 dan Pascasarjana ke-23 dari jumlah keseluruhan wisudawan 599 mahasiswa. Menariknya, salah satu wisudawan terbaik tahun ini lulus tanpa skripsi tetapi melalui artikel jurnal pada Sabtu, (04/05).

Siti Fatimah, selaku mahasiswa terbaik dengan dianugerahkan Maulana Hasanuddin Muda, menuturkan alasannya memilih sidang akhir tanpa skripsi dimulai dari ketertarikan pada karya tulis ilmiah hingga menjadi mahasiswa terbaik.

“Kebetulan prodi Ilmu Hadist sudah memberlakukan sidang akhir dengan menggunakan artikel jurnal, pilihan ini diawali dari ketertarikan saya pada artikel ilmiah kemudian diperdalami hingga publish terindeks sinta empat dan terpilih menjadi mahasiswa terbaik,” tuturnya.

Ia juga membagikan tips atau cara untuk menjadi lulusan terbaik, tentunya dengan usaha, fokus pada tujuan serta doa. Selain itu, ia juga aktif berorganisasi yang bukan menjadi penghalang dirinya mendapatkan predikat terbaik.

“Caranya, usahakan hadir setiap mata kuliah, mengerjakan tugas dan menyempatkan mempelajari mata kuliah yang akan dipelajari. Hal inipun tak lepas dari bantuan para dosen serta dorongan diri sendiri. Doa orang tua juga penting dalam proses perkuliahan hingga lulus,” ucapnya.

Adapun deretan nama wisudawan terbaik tingkat sarjana dengan predikat pujian yang telah ditetapkan, sebagai berikut:

1. Wilis Khoeroh, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,80
2. Qonita, Mahasiswa Fakultas Syariah dengan IPK 3,81
3. Siti Fatimah, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab dengan IPK 3,84
4. Apud Mahpudin, Mahasiswa Fakultas Dakwah dengan IPK 3,78
5. Fitrotul Atiyah, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,72
6. Septiani, Mahasiswa Fakultas Sains dengan IPK 3,83

Sementara itu, untuk wisudawan terbaik pada tingkat Pascasarjana gelar Magister yaitu Irham Syarhuddin dengan IPK 3,97 dan Rusdin gelar Doktor dengan IPK 3,78

Reporter: Tiara
Editor: Salma

UIN SMH Banten Mengukuhkan Wisudawan Sebanyak 599 Mahasiswa

0

Serang, lpmsigma.com – Dalam acara wisuda Sarjana ke-37 dan Pascasarjana ke-23, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengukuhkan wisudawan sebanyak 599 mahasiswa, pada Sabtu (04/05).

Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan kepada wisudawan agar menjadi agen perubahan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan mengasah keterampilan sehingga memiliki profesional berkualitas.

“Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan khususnya di dunia profesional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas ketidakmerataan tingkat pendidikan dasar yang berdampak pada produktivitas tenaga kerja.

“Hal ini dapat menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja dan ketidakmampuan bersaing dengan tenaga kerja asing,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Darmawansyah sebagai Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dalam orasinya membahas peluang dan tantangan dunia kerja di era digital.

“Terdapat beberapa mega trend global dalam 20 tahun ke depan, diantaranya geopolitik dan geoekonomi, tata kelola keuangan digital, hingga konstelasi perdagangan global,” katanya.

Ia juga memberikan saran agar perguruan tinggi dapat terus bergerak maju dan mampu bersaing di era transformasi digital pada masa kini hingga masa yang akan datang.

“Perguruan tinggi harus memastikan program pendidikan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja, dengan menyediakan layanan bimbingan karir, serta menjalin kerjasama dengan perusahaan untuk program magang guna memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa,” tutupnya.

Reporter: Lydia
Editor: Salma

FUDA Rencanakan Terpisah, Fakultas Adab Direncanakan Pindah ke Kampus Satu

0
Fakultas Ushuluddin dan Adab
Fakultas Ushuluddin dan Adab

Serang, lpmsigma.com – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) UIN SMH Banten melakukan pemekaran fakultas atau pengembangan fakultas, dengan menjadikan Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Adab terpisah secara mandiri.

Dari hasil pemekaran tersebut, direncanakan Fakultas Adab akan dipindahkan kegiatan pembelajaran ke Kampus satu Ciceri. Fakultas Adab sendiri terdiri dari jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII).

Hudaeri, selaku Dekan FUDA mengatakan, pemekaran ini dilakukan guna sebagai proses perkembangan UIN Banten kedepannya.

“Pemekaran ini dilakukan sebagai proses perkembangan UIN Banten, karena umumnya di semua UIN juga antara Fakuktas Ushuluddin dan Adab terpisah, hanya UIN Banten yang masih digabungkan,” ucapnya pada reporter LPM SiGMA, Jum’at (03/05).

Ia menjelaskan, terkait rencana perpindahan Fakultas Adab ini tentu akan memicu adanya pro kontra pada mahasiswa.

“Fakultas sendiri akan menjelaskan kondisinya kepada mahasiswa, yang terpenting tidak dirugikan dalam segi pembelajaran.Terkait fasilitas, tidak langsung dipindahkan begitu saja, akan ada proses renovasi dan perbaikan jika memang sudah siap untuk digunakan,” jelasnya.

Di tempat lain, Iim salah satu mahasiswa Fakultas Adab, menuturkan mengenai rencana perpindahan fakultasnya agar tidak ada pembeda terkait fasilitas yang diberikan.

“Jika memang benar akan dipindahkan, pihak kampus dapat menjelaskan latar belakang perpindahan, sehingga kami mahasiswa Fakultas Adab juga dapat mengerti dan memahami permasalahannya,” tuturnya.

Iim juga menyampaikan harapannya mengenai fasilitas, agar disamakan antara Fakultas Ushuluddin dan Adab.

“Saya harap terkait fasilitas juga dapat disamakan, apalagi untuk para dosen agar lebih nyaman dalam proses pembelajaran,” harapnya.

Reporter: Tiara
Editor: Nazna

Refleksi Hardiknas: Kilas Balik Pendidikan dan Konsep Merdeka Belajar

0
Hardiknas, Kurikulum Merdeka
Hardiknas, Kurikulum Merdeka

Oleh: Miftahu Jami’ Nakdan, Mahasiswa Fakultas Syariah

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) selalu diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum untuk merefleksikan sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia secara menyeluruh.

Hardiknas juga sebagai hari untuk memperingati kelahiran tokoh pelopor pendidikan di Indonesia, sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa yaitu Ki Hajar Dewantara, yang kemudian oleh pemerintah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan merupakan alat mobilisasi politik dan sekaligus sebagai penyejahtera umat. Dari pendidikan akan dihasilkan kepemimpinan anak bangsa, yang akan memimpin rakyat dan mengajaknya memperoleh pendidikan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam perjalanannya, Ki Hajar Dewantara memiliki gagasan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang humanis dan populis, serta memayu hayuning bawana (memelihara kedamaian dunia). Maka, tercetus lembaga pendidikan bernama “Taman Siswa” yang didirikan pada tanggal 3 Juli 1992 di Yogyakarta.

Taman Siswa dibentuk sebagai tandingan dari sistem pendidikan kolonial yang memiliki sifat materialistik, individualistik, dan intelektualistik. Yang memberikan sekat kepada masyarakat Indonesia untuk mengenyam pendidikan.

Pendidikan kolonial masih didasarkan pada diskriminasi rasial yang di dalamnya sudah terdapat pemahaman kepada anak-anak bumiputra yang menebarkan inferioritas.

Seperti diketahui, pemerintah kolonial menerapkan diskriminasi pendidikan sesuai dengan status sosial masyarakat Indonesia. Saat itu, rakyat jelata hanya diberikan pendidikan setingkat Sekolah Dasar, sedangkan kaum priyayi dan bangsawan Eropa boleh menempuh pendidikan tinggi, bahkan mendapat akses untuk berkuliah di Eropa.

Dalam pendiriannya, Taman Siswa tidak disambut baik oleh pemerintah kolonial Belanda, bahkan memunculkan kecemasan bagi pemerintah kolonial Belanda.

Pada Tahun 1930, Belanda menerapkan Wilde Scholen Ordinantie atau Undang-Undang Sekolah Liar yang dimaksudkan untuk membatasi perkembangan pendidikan alternatif di Indonesia, termasuk Taman Siswa.

Setidaknya, ada tiga prinsip ajaran yang dianut oleh Taman Siswa. Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Yang memiliki makna, di depan harus menjadi contoh yang baik, di tengah harus membangun tekad, dan di belakang harus memberi dorongan.

Saat ini, pemerintah melalui Kemendikbudristek menjalankan konsep merdeka belajar sebagai upaya untuk mentransformasi dunia pendidikan agar terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Konsep ini selaras dengan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yang menerapkan sistem among, yang melarang adanya hukuman serta paksaan kepada peserta didik.

Merdeka belajar memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengekspresikan, mengembangkan dan mengeksplorasi minat, bakat serta kemampuan yang ada dalam diri peserta didik.

Peringati Hardiknas, Aliansi Mahasiswa Banten Bergerak Berdarah Adakan Aksi Demonstrasi

0
Demonstran hardiknas, KP3B
Demonstran hardiknas, KP3B

Serang, lpmsigma.com – Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Aliansi Banten Bergerak Berdarah mengadakan aksi demontrasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (02/05).

Aliansi Banten Bergerak Berdarah merupakan gabungan dari beberapa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN SMH Banten, seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) serta beberapa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).

Selain itu, yang bergabung dalam aksi tersebut diantaranya, Forum Silaturahim Organisasi Eksternal (FSOE), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional Indonesia (LMND), Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA), Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS), Keluarga Mahasiswa Pandeglang (KUMANDANG) dan Komunitas Soedirman 30.

Bagas, selaku Ketua DEMA-U menuturkan adanya aksi ini bertujuan untuk merefleksikan pendidikan yang berada di Banten belum sempurna.

“Dilakukannya aksi oleh Aliansi Banten Bergerak Berdarah dalam peringatan Hardiknas, tujuannya merefleksikan pendidikan yang ada di Banten yang masih belum sempurna,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Abil sebagai Ketua FSOE, menyampaikan dukungan yang sama bahwasanya aksi ini berupaya menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan suara masyarakat Banten khususnya para pelajar, dimana pada momen Hardiknas ini mereka belum mendapatkan haknya secara layak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Alifah selaku Ketua Pemberdaya Perempuan DEMA-U sekaligus orator pada aksi tersebut, mengatakan aksi yang diselenggarakan untuk memperingati dua momentum penting yaitu hari buruh dan hardiknas.

“Kami juga peringati dua momentum penting dalam aksi ini, yakni hari buruh dan juga hardiknas,” katanya.

Reporter: Arief
Editor: Nazna

Hawa Panas Kian Meningkat, Waspada Dampak Heatwave

0
Cuaca panas, heatwave
heatwave mengakibatkan cuaca panas

Heatwave atau gelombang panas merupakan suatu periode cuaca panas ekstrem berkepanjangan berupa peningkatan suhu udara melebihi rata-rata yang terjadi tanpa jeda selama 5 hari maupun lebih. Fenomena ini dapat terjadi baik di darat maupun di laut. Jika heatwave terjadi, maka kelembaban udara juga akan mengalami peningkatan signifikan dalam waktu yang panjang.

Selama beberapa dekade terakhir, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam suhu global rata-rata, yang telah menyebabkan lebih banyak periode panas ekstrem. Hal ini disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, yang memperkuat efek pemanasan global. Fenomena tersebut tidak hanya meningkatkan suhu udara secara signifikan di berbagai belahan dunia, tetapi juga memberikan dampak yang merugikan pada lingkungan, kesehatan manusia dan ekonomi.

Deputi Bidang Metereologi BMKG, Guswanto menyatakan, Indonesia tak mengalami gelombang panas seperti yang terjadi di Thailand hingga India. Menurut Guswanto, Indonesia hanya mengalami panas terik. Gelombang panas umumnya terjadi di wilayah yang terletak di lintang menengah hingga lintang tinggi, di belahan bumi bagian utara dan selatan. Pada wilayah geografis yang memiliki atau berdekatan dengan massa daratan dan luasan yang besar, wilayah kontinental atau sub-kontinental.

Heatwave yang terjadi dalam periode waktu panjang dan ekstrem dengan suhu udara yang sangat tinggi, telah menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan iklim dan pemangku kepentingan lainnya. Menurut para peneliti, perubahan iklim merupakan salah satu faktor utama di balik meningkatnya frekuensi dan intensitas dari fenomena ini.

Dampak dari kondisi heatwave ini menimbulkan keresahn. Mulai dari kesehatan manusia yang terancam oleh penyakit yang disebabkan oleh panas berlebih, hingga kebakaran hutan yang merusak habitat alami serta mengancam keselamatan manusia dan hewan. Selain itu, sektor ekonomi seperti pertanian dan pariwisata juga terkena dampak negatif akibat penurunan produksi tanaman dan meningkatnya permintaan akan pendingin udara.

Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh kondisi heatwave, diperlukan tindakan yang cepat dan berkelanjutan. Hal ini termasuk upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan adaptasi terhadap suhu yang lebih tinggi, dan mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi lingkungan serta kesehatan manusia.

Dengan kesadaran yang meningkat tentang urgensi perubahan iklim, diharapkan bahwa upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga internasional dan masyarakat umum, untuk membantu mengurangi dampak negatif dari kondisi heatwave dan menjaga keberlangsungan hidup di bumi.

Penulis: Naila
Editor: Nazna

Peringati 1 Mei, sebagai Momentum Perjuangan Para Buruh Sedunia

0
Hari Buruh
San Francisco, Hari Buruh

1 Mei diperingati sebagai hari Buruh sedunia dalam setiap tahunnya, hal ini menjadi momentum penting bagi para buruh di seluruh dunia. Hari Buruh atau May Day memiliki sejarah yang panjang, dengan diawalinya Kongres Internasional Pertama pada tahun 1866 di Jenewa, Swiss.

Pada kongres tersebut, berbagai organisasi buruh dari belahan dunia turut hadir untuk membahas hak-hak buruh. Hingga perjuangan para buruh mencapai puncak tepat pada tanggal 1 Mei 1866, pada saat Federation of Organized Trades and Labor Unions menetapkan hari itu sebagai hari perjuangan para buruh di seluruh dunia.

Keputusan tersebut dilatarbelakangi akan tuntutan untuk mengubah jam kerja menjadi delapan jam dalam sehari. Hal ini yang pertama kali diajukan oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions pada tahun 1884, terinspirasi dari aksi buruh di Kanada pada tahun 1872.

Aksi tersebut menumbuhkan momentum besar, yaitu aksi massa yang terjadi pada tanggal 5 September 1882 di New York, dimana puluhan ribu buruh mengadakan parade pertama dengan tuntutan 8 jam bekerja, 8 jam istirahat, serta 8 jam rekreasi.

Pada bulan Juli 1889, kongres sosialis dunia yang diadakan di Paris menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari Buruh sedunia secara internasional. Hasil dari kongres ini menyerukan kepada seluruh negara untuk merayakan hari tersebut dengan aksi yang sama, menuntut pemerintah dengan legal mengurangi jam kerja menjadi delapan jam dalam sehari.

Sejak tahun 1890 itulah 1 Mei atau dikenal dengan “May Day” diperingati oleh kaum buruh sebagai hari perjuangan. Meskipun terkadang menjadi pertentangan dari pemerintah, aksi yang dilakukan tetap menjadi simbol perayaan perjuangan kelas pekerja atas hak-hak mereka.

Penulis: Lydia
Editor: Dhuyuf

Dorong Minat Baca, Rumah Dunia Launching 100 Buku

0
Minat Baca

Serang, lpmsigma.com – Rumah Dunia dalam memperingati World Book Day 2024, meluncurkan 100 buku yang ditulis oleh penulis dari masyarakat Banten hingga masyarakat luar Banten. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 April 2024, Minggu (28/04).

Adapun tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk mendorong penulis dalam meningkatkan minat baca di era digital, sehingga kaum muda dapat meningkatkan literasi dengan membaca buku secara fisik ataupun digital.

Hilal Ahmad, selaku Ketua Pelaksana World Book Day, menuturkan bahwasannya kegiatan ini merupakan kegiatan positif bagi kaum muda dan rumah dunia menjadi penyelanggara peluncuran buku bagi para penulis pemula maupun senior.

“Kegiatan yang kita selenggarakan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para penulis dalam menampilkan sebuah karya bukunya kepada khalayak umum. Selain itu, bagi siapapun yang ingin melaunchingkan buku nya bisa melalui rumah dunia,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapannya kepada kaum muda, agar menjadikan buku sebagai teman dalam kondisi apapun.

“Tantangan anak muda zaman sekarang yakni penggunaan gadget, fenomena tersebut bisa kita lakukan dengan membaca buku secara digital ataupun fisik. Sehingga, harapannya buku tetap menjadi teman dalam kondisi apapun,” harapnya.

Ditempat yang sama, Muhammad Rama sebagai salah satu penulis dari mahasiswa UIN Sultan Maulana Banten, telah menuliskan bukunya yang berbahasa Arab berisi ilmu hadits.

“Saya menulis sebuah buku yang berjudul Ringkasan Berharga dalam Ilmu Hadits. Terinspirasi dari banyaknya bacaan buku yang telah dibaca, saya khawatir hilang bacaan buku maka saya menulis menjadi sebuah buku,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Rumah Dunia mengatakan rumah dunia adalah komunitas yang menjadi tempat untuk berkarya dalam dunia literasi, di dalamnya banyak kegiatan untuk anak-anak maupun remaja dan memiliki penerbit Gong Publishing.

“Rumah dunia ini menjadi komunitas bagi penulis pemula yang ingin merintis serta berkeinginan menjadi penulis nasional, melalui Gong Publishing sebagai penerbit yang menjadi jembatan untuk mencapai keinginan tersebut,” ucapnya.

Reporter: Salma

 

DEMA-U Gelar Bedah Film Soroti Perjuangan Kartini

0

Serang, lpmsigma.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menggelar acara bedah film “Habis Gelap Terbitlah Terang” dalam mengenang perjuangan Kartini dan menginspirasi kaum perempuan masa kini, pada Kamis (25/04).

Acara bedah film tersebut bertujuan untuk mengangkat kesadaran akan hak dan perjuangan perempuan, dengan menyoroti aksi patriarki dalam film yang masih relevan hingga saat ini.

Bagas, selaku Presiden Mahasiswa, menjelaskan bahwa acara nonton bareng ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang peran dan hak perempuan.

“Kami ingin membangkitkan semangat kesetaraan gender dan meningkatkan kesadaran akan perlunya ruang aman bagi perempuan di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwasanya DEMA-U tengah mengusung dukungan untuk mendorong pemerintah dalam menyediakan ruang aman bagi perempuan baik itu di kampus maupun pada skala regional.

“Departemen Pemberdayaan Perempuan sedang menyusun kuesioner untuk membahas isu tersebut, dengan harapan hasil riset dapat menjadi dasar bagi langkah-langkah konkrit ke depannya,” tambahnya.

Acara nobar bedah film ini juga dihadiri oleh Aliya, salah satu pemantik diskusi yang menyatakan bahwa perjuangan Kartini dalam film tersebut merupakan awal dari perjuangan perempuan melawan patriarki.

“Kartini membuka jalan bagi perjuangan perempuan saat ini. Hak pendidikan harus diperjuangkan oleh semua, tidak hanya laki-laki,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, pentingnya melanjutkan perjuangan Kartini dengan menyuarakan semangat perjuangan perempuan untuk kesetaraan gender di masa depan.

“Perempuan masih ditindas dalam banyak hal, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kartini tidak hanya memperjuangkan hak pendidikan, tetapi juga hak ibu-ibu yang tidak dihormati,” tutupnya.

Reporter: Lydia
Editor: Nazna