Beranda blog Halaman 67

Kenali Dampak Buruk dari Lampu Menyala Ketika Tidur

0
Lampu Menyala Ketika Tidur

Tidur merupakan suatu kebutuhan sebagai bentuk perlindungan dari organisme untuk menghindari pengaruh yang merugikan tubuh. Kualitas tidur yang kurang baik memiliki dampak yang buruk terhadap kondisi fisik seseorang, salah satu penyebab kualitas tidur yang buruk dikarenakan pencahayaan yang terlalu terang ketika tidur.

Hal ini berhubungan dengan produksi hormone melatonim, yaitu hormone yang berperan penting dalam mekanisme tidur. Perlu diketahui, kadar melatonim dalam tubuh dipengaruhi cahaya, apabila lampu dinyalakan terlalu terang saat tidur akan mempengaruhi kualitas tidur dan kondisi tubuh tidak dapat mengatur dengan baik seperti suhu tubuh, tekanan darah dan kadar glukosa dapat terpengaruh.

Mengutip Nindya Sekar Masyuri dalam jurnalnya berjudul “Strategi Tidur Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Terhadap Hipertensi Dini”, bahwasannya lampu yang mati pada saat tidur membuat kinerja hormon melatonim maksimal sehingga tubuh dan otak beristirahat secara penuh mengakibatkan kualitas tidur menjadi lebih baik.

Tidak banyak dari kita yang tahu keadaan saat tidur dengan pencahayaan yang terlalu terang, dapat menyebabkan hormon melatonim bekerja dengan buruk sehingga kualitas tidur menimbulkan dampak yang kurang baik pada tubuh, sehingga dapat menyebabkan gangguan fisiologis dan psikologis.

Berikut dampak buruk dari penggunaan lampu yang terang saat tidur, diantaranya:

1. Penurunan aktivitas sehari-hari, seperti daya tahan tubuh menurun sehingga membuat tubuh cepat merasa lelah dan lemah.

2. Kekebalan tubuh yang menurun sehingga rawan terserang infeksi dan penyakit, maka jika terserang penyakit tubuh akan memerlukan waktu lebih lama untuk pulih.

3. Kondisi neuromuscular (kondisi otot-otot) yang buruk sehingga mempengaruhi pergerakan otot lengan,kaki,dan lain sebagainya, yang seringkali disebut nyeri otot,atau salah otot.

4. Daya ingat menurun, jika mekanisme kualitas tidur buruk, kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan ingatan pun akan terganggu sehingga menyebabkan kurangnya konsentrasi seseorang.

5. Berdampak buruk terhadap kesehatan psikologis, seperti mudah merasa cemas, mudah stress, dan depresi.

Itulah beberapa dampak dari menyalakan lampu dalam keadaan tidur, maka dari itu pola tidur perlu diperhatikan dalam mekanisme tidur. Bukan hanya itu, tidur dengan pencahayaan gelap dapat menciptakan kualitas tidur yang baik sehingga akan menghasilkan kesegaran dan kebugaran disaat terbangun.

Reporter: Mg_Tiara
Editor: Salma

PSM DK FEBI Gelar Kegiatan Unjuk Bakat Sebagai Wadah Bagi Mahasiswa FEBI

0
PSM DK FEBI

Serang, lpmsigma.com – Pusat Seni Mahasiswa (PSM) Dwani Kartika (DK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten gelar kegiatan unjuk bakat yang dikhususkan bagi mahasiswa FEBI dijenjang semester satu, tiga dan lima dalam rangka open recruitment anggota PSM melalui tahapan seleksi pada hari ini. Terdapat empat bidang yang dibuka yaitu, paduan suara, seni tari, marawis dan akustik, Jum’at (15/09)

Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta mahasiswa FEBI. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk mengembangkan minat dan bakat setiap mahasiswa FEBI dan juga untuk menambah wawasan mereka yang ingin terjun atau berkarir di dunia seni atau musik. Hal ini dituturkan oleh Yayah Sunayah, selaku Ketua Pelaksana.

“Tujuannya untuk mengembangkan minat dan bakat setiap mahasiswa yang ada di FEBI, selain itu pula untuk menambah wawasan bagi mereka yang ingin terjun atau berkarir di dunia musik,” tuturnya kepada kru magang LPM SiGMA.

Ia juga menjelaskan, kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya, hanya saja berbeda dari tahun sebelumnya yang mana diadakan di ruangan terbuka, tetapi tahun ini diadakan di ruangan tertutup, tepatnya di ruang musik FEBI.

“Yang membedakan kegiatan ditahun ini dan tahun sebelumnya ialah perihal tempat, biasanya olah rasa diadakannya diruang terbuka agar suara mereka lebih lantang, tetapi di tahun ini kita mengadakannya di ruang tertutup, karena kita ingin menunjukan bahwa ada ruangan musik untuk mereka,” jelasnya.

Yayah juga menyampaikan harapannya mengenai kegiatan ini, ia berharap semoga PSM DK FEBI kedepannya semakin terdengar keseluruh UIN SMH Banten, juga menunjukan bahwa PSM DK FEBI masih aktif.

“Semoga terselenggaranya kegiatan PSM DK kedepannya semakin terdengar keseluruh mahasiswa UIN SMH Banten, kita juga ingin menunjukan bahwa PSM DK di FEBI ini masih ada,” ujarnya.

Sabrina, sebagai salah satu peserta PSM DK FEBI, mengatakan motivasinya mengikuti kegiatan unjuk bakat ini, agar bisa lebih mengembangkan hobinya dalam seni tari yang telah dilakukan sewaktu duduk di Sekolah Dasar (SD).

“Sebenarnya saya sudah sangat berminat diseni tari semenjak SD, jadi motivasi saya ingin lebih mengembangkan diri, karena sejak dua tahun juga saya sudah off di seni tari, jadi di tahun ini ingin mengembangkannya lagi,” katanya.

Reporter: Mg_Tiara
Editor: Nazna

Perpusda Banten Adakan Bedah Film “Tirtayasa”, Film Drama Dokumenter yang Mengandung Pembelajaran

0
Perpusda Banten

Serang, lpmsigma.com -Perpustakaan Daerah Provinsi Banten (Perpusda Banten) menggelar acara bedah film, pada Jumat (15/09). Acara ini menyoroti film berjudul “Tirtayasa” sebuah film bergenre drama dokumenter yang mengandung nilai-nilai pembelajaran sejarah dan budaya daerah.

Film “Tirtayasa” merupakan karya sinematik yang disutradarai oleh Darwin Mahesa yang berasal dari Cilegon, Banten. Film ini mengisahkan sejarah politik adu domba “Devide et Impera”  yang dilakukan penjajah Belanda kepada Sultan Ageng Tirtayasa dan anaknya Sultan Haji.

Darwin Mahesa menjelaskan mengapa ia memilih cerita Sultan Ageng Tirtayasa sebagai film drama dokumenter, karena Sultan Ageng Tirtayasa merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran besar dalam dalam perkembangan serta pembangunan Banten.

“Dia berperan besar di provinsi Banten. Jadi, kenapa saya memilih cerita Sultan Ageng Tirtayasa, karena ia berperan penting dalam pembangunan Banten,” Jelas Darwin, Sutradara dari film Tirtayasa.

Disisi lain, Ali Khasan sebagai ketua pelaksana acara menuturkan alasan diadakannya acara bedah film yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa Sultan Ageng Tirtayasa merupakan Sultan yang berperan gigih untuk Banten.

“Film Tirtayasa ini kita bedah untuk memberikan pemahan kepada masyarakat Banten, bahwa Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Sultan yang dulu berjuang gigih untuk memperjuangkan Banten,” tuturnya.

Terakhir, ia menambahkan harapan kepada penonton agar bisa terinspirasi dari Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak mudah di pengaruhi oleh pihak Belanda. Artinya, penonton dapat bijak dan tidak boleh terpengaruh oleh pihak asing.

“Harapan saya kepada teman-teman yang menyaksikan atau mengikuti diskusi ini, mereka bisa tergugah dengan apa yang mereka lihat. Salah satunya, Sultan Ageng Tirtayasa dengan gigihnya tidak mau dipengaruhi oleh Belanda. Sebab itu, generasi sekarang harus mengikuti jejak Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak boleh dipengaruhi oleh pihak asing,” tutupnya.

Reporter: Mg_Lydia
Editor: Een

Peduli Akan Kesehatan Mental, Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Bahagia

0
Kesehatan Mental

Serang, lpmsigma.com – Kesehatan mental remaja telah menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan maupun kesehatan, kita bukan hanya harus menjaga kesehatan tubuh tetapi kesehatan mental turut menjadi perhatian. Ketika mereka menjaga kesehatan mental dengan baik, mereka dapat menghindari masalah mental emosional, seperti neurosis, dan psikosis yang bisa membahayakan mereka secara psikologis.

Kesehatan mental yang positif, membantu remaja merasa lebih baik dan mampu mengatasi tekanan serta stres dalam hidup mereka. Dengan ini, dapat memungkinkan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

Bagi remaja, aset berharga dalam menjalani kehidupan yaitu menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja. Hal ini sangatlah penting, karena sebagai langkah awal untuk tumbuh menjadi individu yang bahagia.

Elly Yulindary menyatakan dalam jurnal berjudul “Kesehatan Mental Anak dan Remaja” dijelaskan bahwa kesehatan mental yang baik bukan hanya dilihat dari tidak adanya masalah kesehatan mental yang di diagnosis, melainkan berhubungan dengan well-being seseorang.

Kesehatan mental yang optimal tidak hanya berkaitan dengan ketidakadaan gangguan mental terdiagnosis secara medis, tetapi juga mencakup sejauh mana seseorang merasa bahagia memiliki kualitas hidup yang baik, serta merasakan kesejahteraan fisik dan emosional yang menyeluruh.

Dengan kata lain, kesehatan mental yang baik adalah bagian integral dari kesehatan keseluruhan individu, mencakup aspek fisik, emosional dan psikologis dalam kehidupan mereka.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa kesehatan mental remaja sangat penting:

1. Perkembangan identitas remaja, kesehatan mental yang baik membantu mereka menjalani proses ini dengan percaya diri.

2. Prestasi akademik dapat meningkatkan kemampuan belajar dan prestasi akademik seorang remaja. Ketika mereka merasa baik secara emosional maupun mental, mereka akan cenderung lebih fokus dan produktif.

3. Masa remaja adalah masa yang sangat penting untuk membangun hubungan sosial. Kesehatan mental yang baik mendukung kemampuan mereka untuk berinteraksi dan membina hubungan yang sehat.

4. Kualitas hidup dimasa depan, kesehatan mental remaja mampu memengaruhi kualitas hidup di masa dewasa. Maka, dapat membantu meraih potensi penuh di masa depan.

Nah itu dia SiGMAnia, beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam menyadari kesehatan mental yaitu stigma terhadap masalah mental mengacu pada persepsi negatif, prasangka, atau diskriminasi yang ditujukan kepada individu. Stigma semacam ini dapat menghambat perkembangan remaja.

Oleh karena itu, remaja perlu mengetahui dirinya tidak seorang diri, tetapi banyak di sekitar mereka yang peduli terhadap keadaannya. Buatlah diri kalian merasa nyaman agar kesehatan mental tidak merasa terganggu.

Reporter: Mg_Lydia

Editor: Salma

Mengenal Saham pada Pasar Modal, KSPM FEBI Berikan Pengetahuan Baru Mengenai Penanaman Saham

0
Pasar Modal

Serang, lpmsigma.com – Dalam memperingati ulang tahun Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang ke-6, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar seminar yang bertemakan “Peluang Generasi Z dalam Meraih Sukses Melalui Investasi Saham” bertempat di aula FEBI Lantai dua, pada Rabu (14/09).

Acara ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat, khususnya teruntuk para mahasiswa FEBI yang memang diwajibkan bergerak di dunia pasar modal dan saham. Selain itu, tujuan dari acara ini untuk menyadarkan masyarakat agar terhindar dari Pinjaman Online (PINJOL), investasi bodong, penipuan dan lain-lain.

Fazri Rifal, selaku Ketua pelaksana menuturkan bahwa acara ini dilakukan perdana masa peralihan dari online menjadi offline.

“Sebenarnya acara kita ini perdana, tahun lalu sempat ada perencanaan untuk digelar tapi harus kita urungkan karena masih masa peralihan dari online saat covid ke offline,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menambahkan acara yang dilaksanakan bukan sekadar mengedukasi, tetapi sengaja memberikan pelajaran berupa kegiatan untuk menanam saham, dengan tujuan adanya pemahaman dikemuadian hari.

“Acara ini bukan hanya mengedukasi ataupun memberikan pengetahuan secara materi terhadap para mahasiswa baru, tetapi sengaja memberikan pelajaran berupa aksi untuk menanam saham agar mereka mengerti di masa depan,” tambahnya.

Di sisi lain, Faiz selaku peserta dan penyalur saham kepada Surya Citra Media (SCMA) mengatakan bahwa acara ini memberikan manfaat kepada mahasiswa mengenai saham.

“Acara ini sangat bermanfaat terlebih lagi saham itu ibarat menabung dalam jangka panjang. Bukan hanya itu, saham juga sudah diawasi oleh Otoriter Jasa Keuangan (OJK) dan sangat terpercaya,” ujarnya.

Penulis : Mg_Essa 

Editor: Salma

Tidak Adanya Peralatan Penunjang, Kegiatan Sema-U Terhambat

0
Sema-U

Serang, lpmsigma.com – Ruangan Sekretariat Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang terletak di Kampus satu, terlihat kosong tanpa adanya peralatan penunjang kegiatan, yang sebabkan tidak adanya kegiatan di Sekretariat.

Sepinya sekretariat Sema-U bukan tanpa alasan, hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Sema-U, Naufal Fawaz. Dalam wawancaranya bersama kru magang SiGMA, ia mengatakan telah adanya pengajuan surat terkait permohonan untuk peralatan-peralatan penunjang agar segera diberikan akan tetapi hingga saat ini gedung masih terlihat kosong. Yang mana menyebabkan terhambatnya kegiatan yang berada di sekretariat.

“Dari SEMA-U sudah berkoordinasi dan memberikan surat dari beberapa hari setelah di lantik, dalam mengajukan permohonan barang-barang untuk segera di realisasikan. Tetapi, sampai saat ini belum di berikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pihak SEMA-U meminta kepada pihak kampus untuk menyediakan administrasi seperti komputer dan printer sebagai penunjang untuk menjalankan program kerja.

“Kami meminta hal yang dapat menunjang administrasi seperti komputer dan Printer, hal ini menjadi PR untuk teman-teman pengurus. Jadi, alat tersebut bisa digunakan dalam menjalankan program kerja,” tambahnya.

Adli Amrullah, selaku Bendahara umum SEMA-U menanggapi perihal ruang sekretariat hanya di kampus satu, sedangkan di kampus dua hanya meminjam ruang rapat Gedung Rektorat untuk menjalankan rapat-rapat internal dan eksternal.

“Memang tempat sekretariat kita di kampus satu, kalau di kampus dua kita meminjam ruang rapat di Gedung Rektorat untuk biasa digunakan rapat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, SEMA U sudah sering meminta kepada rektorat agar mendapatkan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

“SEMA-U tidak hanya diam, kami sudah sering kali memfollow up rektorat untuk mendapatkan haknya dalam sarpras. Tapi sampai hari ini, tidak ada kepastian yang jelas mengenai sarpras SEMA-U,  “tutupnya                  

Reporter: Mg_Nizar
Editor: Salma

Wanita Karir pun Dapat Menjadi Ibu Lho!

0
Wanita Karir

Pada era globalisasi seperti saat ini, tidak menutup kemungkinan bahwa para wanita sedang berlomba-lomba untuk menjadi wanita karir yang identik dengan wanita pintar dan modern. Zaman dahulu, para wanita dipaksa untuk mengubur mimpinya sedini mungkin dengan alasan, “wanita hanya berujung pada sumur, dapur, dan kasur”. Namun, berbanding terbalik dengan masa kini, wanita cenderung memilih peran ganda dalam rumah tangga, memberikan kesempatan pada dirinya sendiri untuk mengembangkan potensinya.

Tidak ada larangan bagi wanita untuk berkarir saat berumah tangga, sebagai wanita karir harus mampu memposisikan diri ketika didalam maupun diluar pekerjaan, seorang ibu memiliki kewajiban untuk mengasuh serta mendidik dan menyayangi anak-anaknya, wanita karir memang telah ditetapkan sebagai wanita yang multiperan.

Stigma masyarakat kepada ibu yang bekerja tentunya memiliki pro dan kontranya masing-masing. Ibu memiliki peran penting dalam memberikan arahan dalam mendidik anak-anaknya, namun tidak jarang dari mereka yang memilih untuk bekerja guna membantu perekonomian rumah tangganya.

Wanita karir tentunya dapat membantu perekonomian keluarga, disisi lain ada yang berpendapat seorang ibu yang bekerja sulit untuk mengurus rumah. Tapi, apakah persepsi tersebut benar dengan maraknya seorang ibu yang berkarir di sekitar kita?

Dikutip oleh Wakirin dalam jurnalnya yang berjudul “Wanita Karir Dalam Perspektif Islam” bahwa wanita karir terutama seorang Ibu yang berkarir turut serta berperan dan berpartisipasi pada ranah masyarakat serta mensejahterakan negara. Wanita dapat lebih bijak dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya, tidak otoriter dan lebih mendalami ilmu parenting. Wanita akan lebih berpikir jernih dalam memghadapi kemelut rumah tangganya, tidak jarang bahwa ekonomi menjadi alasan utama carut-marutnya rumah tangga, namun dengan adanya bantuan dari dua belah pihak dalam berumahtangga, maka perekonomian tersebut akan lebih stabil.

Menjadi seorang wanita karir adalah hak seluruh wanita di luaran sana, mereka memiliki hak untuk mempertimbangkan segala hal yang akan terjadi khususnya di lingkup masyarakat, maka seorang Ibu pun berhak untuk meraih mimpinya dan berkarir walau harus berjalan dengan seiring perkembangan karakter dan motorik anak-anaknya.

Penulis : Mg_Essa
Editor : Een

Mahasiswa UIN SMH Banten Keluhkan Tempat UKM yang Belum Tersedia di Kampus Dua

0
UIN SMH Banten

Serang, lpmsigma.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, telah melakukan perpindahan seluruh kegiatan perkuliahan Strata satu (S1) dari kampus satu ke kampus dua sejak tahun 2022 lalu. Dengan perpindahan tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bertempat di kampus satu sampai sekarang belum berpindah, hal ini membuat mahasiswa mengeluhkan permasalahan tempat UKM, Rabu (13/09).

Keluhan tersebut bukanlah tanpa sebab, pasalnya banyak mahasiswa yang mengikuti UKM merasa kesulitan terkait belum adanya tempat untuk UKM di kampus dua Palima. Beberapa alasannya seperti jarak jauh sehingga menambah biaya terbilang cukup besar.

Imay, salah satu mahasiswa yang mengikuti UKM Lembaga Dakwah Kampus Ummul Fikroh (LDK UMFIK) menuturkan bahwa dia merasa kesulitan mengenai belum tersedianya tempat UKM di kampus dua, selain itu jarak dan waktu yang ditempuh cukup jauh. Ditambah ia tidak memiliki kendaraan untuk berpergian dari kampus menuju UKM yang terletak dikampus satu.

“Karena saya ngekosnya di kampus dua, jika ada rapat dan kumpulan di UKM berada di kampus satu memerlukan banyak biaya, waktu, apalagi saya tidak memiliki kendaraan,” tuturnya kepada kru magang Lembaga Pers Mahasiwa SiGMA.

Setelah adanya keluhan mahasiswa mengenai UKM yang belum tersedia di kampus dua. Menanggapi keluhan dari mahasiswa, Hidayatullah selaku Wakil Rektor III (WAREK III) menuturkan alasan belum dibangunnya tempat UKM di kampus dua dikarenakan bukan hal yang mendesak, ia juga menuturkan UKM yang berada di kampus saat ini merupakan sarana yang telah diberikan oleh pihak kampus dan harus dimanfaatkan.

“Saat ini mendahulukan yang urgent dulu, karena kampus satu juga sama sarana yang dimiliki UIN, maka harus dimanfaatkan,” tuturnya.

Ditempat lain, Aisyah sebagai Ketua Umum Pusat Riset Mahasiswa (PRIMA), mengatakan bahwasannya belum adanya tempat UKM di kampus dua menjadikan kesulitan dan banyak kendala..

“Secara general sejak terbangunnya kampus dua, memang UKM belum ada bangunannya dan itu menjadikan kesulitan dan kendala bagi UKM saya sendiri,” ucapnya..

Ia juga menambahkan, mengenai kesulitan tersebut dalam mengatur waktu ketika diadakannya kegiatan ataupun rapat. Rata-rata para anggota tinggal di wiliayah kampus dua yang menjadi hambatan saat berkumpul.

“Hal ini menjadi kendala bagi UKM saya sendiri, karena hampir semua pengurus dan juga anggota dari UKM tinggalnya di sekitar kampus dua. Jadi, salah satu kendalanya dari segi kendaraan, karena tidak semua memiliki kendaraan dan juga jarak dari kampus sat uke kampus cukup jauh,” ujarnya.

Terakhir, Aisyah mengatakan harapannya terkait permasalahan ini, untuk tempat UKM dimohon secepatnya ada dan dari pihak kampus sudah mulain merancang letak tempat UKM tersebut.

“Semoga tempat UKM segera ada dikampus dua, karena banyaknya hambatan jadi harapannya untuk tahun ini dari pihak kampus sudah mulai merancang posisi atau letak untuk tempat UKM,” tutupnya.

Reporter: Mg_Tiara                                           

Editor: Salma

Alumni UIN SMH Banten Pertanyakan Validasi NINA, Kepala Pustekipad Berikan Klarifikasi

0
NINA

Serang, lpmsigma.com – Sejumlah alumni dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, telah meminta klarifikasi terkait validasi NINA (Nomor Ijazah Nasional) yang tidak terdaftar di PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi), kepada Kepala Pustekipad (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) kampus.

Muhammad Fazriansyah, salah satu alumni dari prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), menjelaskan bahwa tidak terdaftarnya NINA pada PDDikti sangat berdampak dan merugikan dalam memasuki dunia pekerjaan. Ia juga menambahkan adanya kekhawatirannya mengenai transparansi serta kredibilitas validasi NINA.

“Saya khawatir karena NINA yang tidak terdaftar ini berdampak sekali dan sangat merugikan untuk saya yang ingin melamar CPNS, dan lain halnya,” ujarnya melewati telepon WhatsApp, Selasa (12/09).

Disisi lain, Muhibbuddin selaku Kepala Pustekipad UIN SMH Banten, memberikan klarifikasi saat ditemui di ruang Kepala Pustekipad, pada Rabu (13/09). Ia menjelaskan faktor NINA tidak terdeteksi di PDDikti lantaran mahasiswa tersebut belum diwisuda atau status institut yang masih IAIN dikala mahasiswa mendaftar.

“Ada banyak faktor mengapa NINA tidak terdeteksi. Satu, mahasiswa tersebut belum di wisuda. Kedua, status institut yang masih IAIN pada saat mahasiswa itu mendaftar menjadi mahasiswa baru,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa proses dalam mendapatkan NINA setelah mahasiswa selesai sidang kemudian mendaftar wisuda, lalu setelahnya akan ada sinkronisasi data yang telah diberikan jurusan dan nantinya akan diperiksa oleh pihak Pustekipad.

“Untuk mendapatkan NINA, ada beberapa proses yang harus dilewati. Setelah sidang, mahasiswa wajib mendaftarkan wisuda yang kemudian bukti pendaftaran tersebut, dijadikan acuan bagi jurusan untuk mendaftarkan NINA. Pustekipad berlaku untuk mensinkronisasikan data mahasiswa yang diinput oleh pihak jurusan,” ungkapnya.

Terakhir, Muhibuddin memberikan pernyataan kepada seluruh mahasiswa terkait NINA yang tidak terdaftar, untuk segera cek ulang kepada pihak jurusan.

“Konfirmasi terlebih dahulu kepada jurusan, apakah NINA tersebut sudah diinput di PDDikti. Jika sudah, silahkan copy ijazahnya dan bawa ke Pustekipad untuk di cek,” tutupnya.

Reporter: Mg_Lydia
Editor: Salma

Ingatkan Kembali September Kelam, Untirta Movement Community Adakan Aksi Demontrasi

0
Untirta Movement Community

Serang, lpmsigma.com – Puluhan massa dari Organisasi Untirta Movement Community (UMC) mengadakan aksi refleksi dan demonstrasi di depan gedung UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kampus satu tepatnya di Ciceri, Serang, Banten, Rabu (13/09). Mereka mendeklarasikan banyaknya ketidakadilan Hak Asasi Manusia di Indonesia, seperti, G30S (Gerakan 30 September), Peristiwa Tanjung Priok, Tragedi Semanggi II, dan masih banyak lagi.

Aksi ini diketuai oleh Ari sebagai Presiden Untirta Movement Community, Ia mengakui bahwa adanya aksi unjuk rasa untuk mengingat kembali serta menyadarkan masyarakat sekitar terkait permasalahan Hak Asasi Manusia yang belum terselesaikan hingga saat ini, selain itu Ari juga menuturkan alasan kampus satu UIN SMH Banten dijadikan tempat demonstrasi karena dinilai menjadi pusat kegiatan masyarakat serta banyaknya masyarakat yang berlalu lalang.

“Kami sebagai UMC melihat bahwa Ciceri ini adalah central dari Kota Serang sendiri, dimana masyarakat kota Serang berlalu-lalang di jalan ini sebagai jalan utamanya,” jelasnya. Ia mengakui bahwa kampanye yang mereka deklarasikan sudah cukup proporsional terlihat dari seberapa strategisnya tempat kampanye tersebut.

Namun, disisi lain pandangan masyarakat memiliki persepsi yang bertolak belakang dengan adanya pernyataan dari demonstrasi tersebut, Hadi Ismail selaku satpam sekaligus saksi dari adanya demonstrasi tersebut mengutarakan pendapatnya bahwa memang aksi dari Untirta Movement Community sangat patut diacungi jempol, karena adanya kesadaran yang tertanam khususnya di lingkup Mahasiswa.

“Yang penting tidak mengganggu ya tidak apa-apa, cuman ya kurang efektif aja, kenapa ga di gedung DPR aja? kenapa harus disini? menurut saya sih kurang sejalan aja sama apa yang ingin mereka sampaikan,” ucapnya.

Lalu, Syahril sebagai masyarakat yang tidak sengaja melewati adanya demonstrasi dinilai tidak efektif, karena masyarakat tidak ikut serta dalam aksi dan tidak begitu memperhatikan apa maksud dari adanya aksi ini.

“ya menurut saya tidak efektif, lagipula masyarakat disini hanya sekadar lewat dan tidak mungkin turut andil pada demonstrasi ini,”

Reporter: Mg_Essa                                       

Editor: Een