Beranda blog Halaman 98

Lahan Parkir Tidak Memadai, Kendaraan Mahasiswa Berserakan

0

Serang, lpmsigma.com – Lahan parkir yang tidak memadai membuat mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten parkir sembarangan, sehingga mengganggu keluar-masuknya kendaraan.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa Hukum Tata Negara, Alan, kondisi lahan parkir di UIN Banten kurang memadai dan tidak sesuai dengan jumlah kendaraan mahasiswa. Sehingga, mahasiswa memarkirkan kendaraannya dengan sembarangan.

“Banyak motor yang lalu-lalang dikarenakan parkiran ini terbilang sempit, karena parkiran yang sempit dan lahan parkir yang kurang membuat mahasiswa jadi parkir sembarangan,” tuturnya kepada Kru magang SiGMA, Selasa (27/09).

Selain itu, Anis, salah satu mahasiswa Fakultas Syari’ah mengatakan, banyaknya mahasiswa yang parkir seenaknya menyebabkan penumpukan kendaraan di lahan parkir dan membuat jalanan macet.

“Menurut penglihatan saya kendaraan masih banyak yang parkir sembarangan dan membuat jalanan macet,” katanya.

Reporter: Mg_Fahrul

Editor: Taufik

Gerakan Peduli Pendidikan Siap Memfasilitasi Masyarakat Setelah Laksanakan Deklarasi

0

Serang, lpmsigma.com – Gerakan Peduli Pendidikan (GPP) adakan acara deklarasi yang dihadiri Ariwinanto selaku Ketua DPRD Kota Serang, dengan mengusung tema “Membentuk Gerakan Peduli Pendidikan Sebagai Wadah untuk Menciptakan Pendidikan yang Sejahtera,” yang bertempat di gedung DPRD kota Serang, Sabtu (24/09).

Dalam sambutannya, Ariwinanto menyampaikan bahwasanya ia berharap agar GPP ini akan bisa memfasilitasi terkait sumber pendidikan mereka dalam menyelesaikan pendidikan kuliah sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Kami berharap tidak ada lagi mahasiswa yang lama di kampus. Sehingga dapat memaksimalkan waktu kuliah 4 tahun,” ujarnya.

Rico Azhari selaku Founder Gerakan Peduli Pendidikan mengatakan, gerakan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pembimbingan dan memotivasi kepada masyarakat, jika ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

“Mereka tidak perlu khawatir lagi jika masyarakat ingin melanjutkan pendidikannya, nanti bisa hubungi kami,” ujarnya.

Rico juga mengatakan, GPP ini berada di atas naungan Tunas Banten Pratama (TBP) di mana TBP ini adalah sebuah yayasan yang membidangi beberapa sektor yang ada di Kota Serang seperti lingkungan dan kesehatan.

“Semua fasilitas seperti sekretariat semua difasilitasi oleh TBP ini, terkait dengan biaya yang lain GPP tidak pernah meminta uang kepada para anggota” ujarnya.

Reporter: Mg_Anjar
Editor: Baidoi

Tujuan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara

0

Oleh : Fadlan Sutan, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab

 

Apa itu tujuan pendidikan? supaya pintar? atau untuk nilai yang terdapat di ijazah supaya mempermudah mendapatkan pekerjaan?

 

Pertanyaan-pertanyaan berikut bukan merupakan tujuan dari adanya sebuah pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan bertujuan untuk memerdekakan setiap individu yang mengenyam pendidikan itu sendiri.

 

Ki Hajar Dewantara juga memiliki pemikiran bahwa manusia yang merdeka adalah manusia yang selamat raganya bahagia jiwanya “simple Survive and happy” dan jika dihayati secara mendalam, kita hidup didunia ini hanya untuk selamat dan bahagia. Walaupun ada yang mengatakan tidak, hidup didunia adalah untuk akhirat semata. tetapi, ketika di akhirat apa yang diinginkan kalau bukan berharap selamat dari api neraka, dan bahagia di surga, lya kan?

 

Filosofi ini di terima secara universal mulai dari filsafat agama sampai ilmuan pengetahuan modern.

 

Pada zaman sekarang, kemerdekaan individu menjadi momok yang menakutkan bagi setiap kalangan. Bagaimana tidak, mereka menyalah artikan konsep pendidikan tersebut, ada yang hanya melakukan sebagai bentuk keterpaksaan atas perintah, ada pula yang menjadikan pendidikan menjadi alat untuk mempermudah dalam mendapatkan materialisme semata.

 

Menjadikanya budak atas apa yang ia inginkan, membuat sebuah pertanyaan besar, apakah dengan pendidikan manusia menjadi merdeka atau malah menjadi budaknya zaman?

 

Oleh karena itu, sebagai makhluk Tuhan yang diberi akal dan pikiran. Seharusnya, kita lebih mengetahui bahwasanya pendidikan itu mutlak untuk kebebasan dari segala hal yang mengekang. Bukan hanya untuk mendapatkan yang kita inginkan, tetapi mendapatkan apa yang selama ini kita cari keberadaannya.

Persimpangan Lara

0

Waktu menunjukkan pukul 16.00 sore terlihat seorang lelaki termenung di sudut kedai kopi langganannya, Arman sedang menunggu kekasihnya disertai wajah yang  terlihat cemas.

Selama 30 menit ia hanya mengaduk coklat panas miliknya yang sekarang mulai dingin, pikirannya mulai melayang memikirkan hal yang membuatnya dilema, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Ikuti kata Ibu soal perjodohan, atau kata hatinya dengan melanjutkan hubungan bersama Nina, kekasihnya. Ia takut dikenal sebagai anak durhaka jika terus membantah apa kata Ibunya. Namun, ia juga tidak bisa menerima perjodohan ini.

“Hei, Man! Maaf ya kamu nunggu lama,” suara itu menyadarkan lamunannya, akhirnya perempuan yang ia tunggu datang.

Arman berdiri menarik kursi untuk Nina “Eh, iya Na. Tidak apa-apa, silakan duduk,” ucapnya sambil memberikan buku menu.

“Kenapa tiba-tiba ngajak ketemu? Oh iya besok kita jadi ya, bertemu Ibu Bapakmu?” tanya Nina dengan semangat.

Sebenarnya besok adalah hari yang Nina tunggu-tunggu. Seminggu yang lalu, Arman berkata bahwa kedua orang tuanya mengajak mereka bertemu. Waktu itu Nina merasa sangat senang. Setelah penantian lama, Arman akhirnya mau memperkenalkan Nina pada kedua orang tuanya.

Nina terlihat kesal melihat Arman yang tidak merespon pertanyaannya. “Man, kok diam saja? Kamu kenapa? Ada masalah ya? Coba cerita sama aku,” tanya Nina.

Lidah Arman kelu, badannya membeku. Ia semakin bingung untuk menjelaskan apa yang sedang ia hadapi sekarang. Ia takut menyakiti hati perempuan yang duduk di depannya. Ia takut Nina merasa kecewa dan merasa sia-sia dengan hubungan yang mereka jalani selama empat tahun terakhir.

“Na, maaf ya aku berbohong padamu. Sebenarnya kedua orang tuaku tidak mau bertemu kamu,” jawab Arman.

Mendengar apa yang keluar dari mulut kekasihnya, Nina merasa dikhianati karena Arman tidak berbicara sesungguhnya kepada dirinya.

“Kenapa begitu Man? Waktu itu kamu bilang kalau Ibumu sudah tahu tentang hubungan kita, dan mau mencoba menerimaku,” tanya Nina lirih.

Arman terlihat bingung dengan rentetan pertanyaan dari Nina, ia bingung harus bagaimana. Selama ini ia telah memperjuangkan Nina agar orang tuanya bisa merestui hubungan mereka.

“Selama ini aku sudah berjuang agar hubungan kita direstui, tapi nyatanya Ibu tetap mau aku menikah dengan wanita pilihannya,” jawab Arman.

Hati Nina remuk mendengar kenyataan bahwa orang tua kekasihnya tidak merestui hubungan mereka, impian untuk menjalani hubungan pernikahan dengan Arman yang sudah ia bangun runtuh seketika.

“Lalu hubungan kita bagaimana Man? Bagaimana dengan impian kita? Apakah aku harus menguburnya dalam-dalam? Tanya Nina sambil menyeka air matanya.

“Aku bingung, aku sangat mencintaimu Na. Aku tidak mau mengubur impian kita. Namun, aku juga tidak bisa menolak permintaan Ibu,” jawab Arman meyakinkan.

Mereka terdiam. Sibuk dengan apa yang ada di kepalanya masing-masing. Sesekali Nina megusap air matanya yang tidak bisa ia bendung. Arman melirik ke arah Nina, ia merasa bersalah dengan kejadian hari ini.

“Na, jangan nangis. Aku minta maaf Na. Maaf, aku gak berhasil memperjuangkan hubungan kita,” ucap Arman sambil memegang tangan Nina.

“Jadi ini alasan kamu ajak aku ketemu?” tanya Nina.

“Iya Na, aku berpikir sepertinya lebih baik aku bicara sekarang soal ini. Sebelum hubungan kita semakin jauh,” jawab Arman.

“Semakin jauh katamu? Ini sudah cukup jauh Man, kemarin kemana saja? Saat aku tanya soal kejelasan hubungan kita? Aku cukup kecewa, dan menurutku kamu seorang yang pengecut!” ucap Nina penuh amarah.

“Aku terima apapun yang kamu pikirkan tentangku,” ucap Arman.

“Ayah ibuku selalu menunggu kejelasan hubungan kita, empat tahun bukan waktu yang sebentar Man!” ucap Nina dengan nada tinggi.

“Minggu depan, aku akan bertemu dengan wanita itu untuk pertama kalinya,” ucap Arman.

“Silakan, tapi akhiri dulu hubungan kita,” ucap Nina.

“Na, aku masih sayang sama kamu. Aku mau kita begini aja, aku belum rela kamu pergi,” kata Arman.

“Kamu benar-benar egois Man, kamu hanya memikirkan dirimu!” ucap Nina semakin emosi

“Na…..” Arman melirih

“Aku sudah tidak punya banyak waktu Man, aku rasa waktuku selama empat tahun sudah cukup terbuang sia-sia,” ucap Nina.

“Maaf Na, maaf,” Arman memohon.

“Baiknya, kita sudahi obrolan dan hubungan ini. Silakan lanjutkan hidupmu bersama wanita pilihan Ibumu. Aku akan kembali menata hidupku tanpa kamu,” jelas Nina.

Arman diam, tidak menghiraukan apa yang nina ucapkan barusan. Ia merasa benar-benar payah. Karena tidak bisa memperjuangkan cintanya.

“Aku rasa, semua ini sudah cukup jelas. Terima kasih untuk waktu empat tahunnya Man, bagaimanapun kamu akan selalu punya ruang dalam hatiku,” ucap Nina sambil beranjak dari kursinya.

Sudah dua jam mereka duduk di kursi sudut ruangan kedai ini. Akhirnya Nina pamit.

“Aku pulang ya, Man,” ucap Nina sambil berjalan ke arah pintu.

Perempuan itu melangkah keluar, dan hilang dari pandangan Arman. Hatinya langsung kosong, ia merasa separuh jiwanya pergi.

Arman menatap ke arah jendela, menyadari hari sudah gelap dan kini ia sendirian tanpa Nina, perempuan yang ia cintai. Dia lebih memilih wanita pilihan Ibunya yang sama sekali tidak ia cintai.

“Tuhan, mengapa kau uji diri ini dengan hal yang begitu sulit? Di persimpangan lara aku dilema,” ucapnya dalam hati.

Penulis: Mg_Azzahra
Editor: Een

KBM UIN Banten Menggelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

0

Serang, lpmsigma.com – Sejumlah mahasiswa UIN Banten dari kalangan Organisasi Mahasiswa internal dari setiap fakultas dan himpunan menggelar aksi di kawasan Kampus Dua tepatnya di lampu merah Palima, Serang, Jumat (21/09).

Massa aksi yang turun ke jalan terdiri dari Fakultas Sains, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Usuludhin dan Adab, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Dakwah.

Awan Setiawan selaku koordinator lapangan mengatakan, tujuan dari adanya aksi ini untuk menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi dan menolak undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat serta mengembalikan kembali kestabilan harga bahan pokok.

“Tujuan dari aksi ini yang terbentuk dari kalangan ormawa internal, menolak untuk kenaikan harga BBM, mencabut undang-undang omnibuslaw, menolak revisi UU SISDIKNAS, menolak RKUHP, dan menuntut kestabilan pangan,” ujarnya.

Awan juga mengatakan, jika pemerintah tidak mendengar aspirasi mahasiswa, maka mereka sepakat akan menurunkan lebih banyak massa aksi.

“Ketika nanti pemerintah tidak mendengar atas aspirasi-aspirasi kawan-kawan yang hari ini dilayangkan, maka kami sepakat untuk menurunkan lebih banyak lagi massa aksi dari pada hari ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Iqbal Hambali selaku massa aksi berharap dengan adanya aksi lanjutan kali ini dapat menyelesaikan masalah terkait kenaikan harga BBM.

“Harapan untuk aksi ini yang terbaik dan semoga segara terselesaikan juga kenaikan harga BBM ini,” ujar Iqbal.

Reporter: Mg_Ayu
Editor: Een

HMJ HTN Gelar Seminar Sebagai Pengganti Osjur

0

Serang, lpmsigma.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara, mengadakan seminar untuk Mahasiswa Baru sebagai pengganti Ospek Jurusan (Osjur) yang bertempat di Aula Sjadzli lantai satu, pada Jumat (23/09).

“Kami menggelar Seminar sebagai pengganti Ospek yang dilarang oleh Warek III,” ujarnya.

Ilham selaku ketua pelaksana menyampaikan tujuan diadakan seminar adalah untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila kepada para mahasiwa baru yang tentunya dalam pandangan Hukum Tata Negara serta mengenalkan sistem keakademikan dan mengenalkan jajaran staf jurusan.

“Dalam Seminar ini kami juga mengusung tema Menumbuhkan Nilai-nilai Pancasila dalam Membendung Radikalisme dalam Perspektif Hukum Negara,” ucapnya.

Seminar ini dihadiri kurang lebih 80 peserta, hal ini dikarenakan pihak panitia tidak memaksakan Mahasiswa baru untuk mengikuti seminar ini.

“Meski dihadiri sekitar 80 peserta saja itu sudah masuk target, karena kami tidak memaksa mahasiswa baru untuk ikut seminar ini,” ucapnya.

Ikbal juga berharap dengan adanya seminar ini mahasiwa dapat menyuarakan aspirasinya dan tidak merasa dibatasi akan peraturan-peraturan yang ada.

“Kami ingin menyadarkan kepada Mahasiswa baru bahwa kampus merupakan tempat-tempat Intelektual dan kebebasan bagi mahasiswa untuk berekspresi dan menyuarakan dari apa yang seharusnya disuarakan. Karena dari situlah akan muncul produk-produk pemikiran yang dapat membangun,” tutupnya.

Reporter: Mg_Putri
Editor: Een

Sisi Positif Dibalik Kata “Broken Home”

0

Berbicara tentang anak, pastinya setiap anak memiliki perkembangan dan lingkungan keluarga yang berbeda-beda, tak semua anak beruntung dalam kehidupannya. Seiring berjalannya waktu setiap anak pasti memiliki kisah hidupnya sendiri, tidak semua anak berada di posisi yang tepat, baik itu tepat dalam kasih sayang orang tua maupun tepat dalam segala hal materi. Anak yang mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di rumah biasa disebut dengan broken home, dimana kondisi keluarga yang tidak utuh, keluarga yang berantakan atau sudah tidak harmonis lagi.

Bahkan setiap anak yang terlihat ceria belum tentu di dalam dirinya baik-baik saja, pasti selalu ada pilu yang dirasakan dan dipendam yang tidak bisa ia utarakan. Anak broken home itu cenderung lebih memilih untuk memendam keluh kesahnya sendiri karena ia menganggap orang lain tidak perlu tahu tentang apa yang sedang ia rasakan dan tidak semua orang dapat merasakan apa yang ia rasakan.

Namun apakah kalian tahu apa itu broken home?. Broken Home adalah kondisi keluarga yang tidak lagi utuh ataupun kurang harmonis, menurut Chaplin broken home adalah “keluarga atau rumah tangga tanpa hadirnya salah seorang dari kedua orang tua (ayah dan ibu) disebabkan oleh meninggal, perceraian, meninggalkan keluarga dan lain-lain.”

Penyebab broken home tidak hanya itu, bisa saja dari lingkungan keluarganya yang toxic ataupun kedua orangtuanya yang selalu sibuk dengan kariernya sehingga tidak memiliki meet time untuk anaknya sendiri. Seharusnya sesibuk apapun orang tua di kehidupan kariernya luangkanlah sedikit waktu untuk anaknya agar lebih saling terbuka satu sama lain. Jika orang tua jujur kepada anak apa yang sebenarnya terjadi, anak pun akan menuangkan semua isi hati dan pikirannya selama ini.

Jika bisa memilih, mungkin anak-anak broken home akan memilih keluarga yang utuh dan harmonis dengan penuh kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya. Namun, sayangnya semua insan di dunia ini tidak dapat memilih di janin mana dan ingin dilahirkan oleh orang tua yang seperti apa agar ia bisa mendapatkan keberuntungan dalam hidupnya dan tidak menjadi seorang anak yang broken home.

Dampak dari broken home ini sangatlah mempengaruhi mental health si anak tersebut, dan bisa mengganggu psikis yang memicu terjadinya perubahan sikap dari sebelumnya. Misal, anak yang sebelumnya adalah anak yang hiperaktif maupun ekstrovert menjadi introvert.

Sikap anak dipengaruhi dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Di mana faktor internal itu merupakan lingkungan keluarga sedangkan faktor eksternal merupakan dari lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Namun tak semua anak broken home menjadi seseorang yang introvert, adapun beberapa anak broken home menganggap bahwa broken home itu bukanlah sesuatu yang bisa menjadi kekuatan dirinya sendiri untuk menjadi lebih kuat dan berani melangkah dan mencoba akan hal baru. Karena apa? Karena ia ingin membuktikan kepada seisi bumi termasuk kedua orang tuanya bahwa ia bisa berdiri di kaki sendiri walaupun tanpa dorongan maupun dukungan khusus dari kedua orangtuanya.

Hal tersebut tidak menjadi hambatan untuk terus berprestasi di dunia pendidikan, dukungan para tenaga kerja pendidikan pun berpengaruh dalam perkembangan seorang anak. Karena, guru lebih dekat dan tau sifat maupun karakter anak itu sendiri.

Penulis: Mg_Putri Suci
Editor: Een

 

Banyak Sampah Berserakan di Fakultas Dakwah, Mahasiswa dinilai tidak Peka akan Kebersihan

0

Serang, lpmsigma.com – Terlihat beberapa sampah berserakan di lingkungan Gedung Fakultas Dakwah Kampus Dua, mahasiswa dianggap tidak peka akan kebersihan kampus. Di beberapa sudut gedung fakultas dihiasi oleh tumpukan sampah seperti tisu, kertas dan plastik karena minimnya tempat sampah di luar gedung fakultas.

Mahasiswa FADA, Nining, merasa bahwa minimnya tempat sampah membuat kebersihan di kampus tidak terjaga.

“Kalau untuk tempat sampah adanya cuman di depan kelas, kalau untuk di depan gedung fakultas atau di jalan tidak ada,” katanya kepada kru magang SiGMA, Kamis (22/09).

Masykur selaku Wakil Dekan II Fakultas Dakwah menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar dapat menjaga kebersihan di lingkungan kampus.

“Kampus dua itu luas banget, jadi jangan terlalu mengandalkan petugas kebersihan, atau dosen, karna ini tugas kita semua untuk menjaga kebersihan di lingkungan kampus.” ujarnya.

Masykur juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar dapat membuang sampah pada tempatnya.

“Langkah pertama untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih adalah dengan kesadaran diri dari setiap mahasiswa untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Reporter: Mg_Anjar
Editor: Een

5 Tips Menjaga Kesehatan Jantung di Usia Muda

0

Berbicara tentang jantung, bukan lagi pembahasan yang asing bagi kita, Jantung merupakan organ tubuh yang sangat vital, maka penting bagi kita untuk menjaga kesehatan jantung mulai dari sekarang. Jantung merupakan bagian yang bekerja tanpa henti, pagi, siang, dan malam agar oksigen bisa masuk ke dalam tubuh dengan sempurna.

Besar Jantung hanya sekepalan tangan, namun jantung adalah pusat sistem peredaran darah. Fungsi utamanya adalah sebagai alat pemompa darah ke seluruh tubuh. Pada dasarnya jantung adalah sebuah otot besar yang terus menerus bekerja yang berdetak 100.000/hari.

Jika jantung, otot jantung, dan pembuluh darah di sekitarnya mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan darah yang mengalir ke seluruh tubuh mengalami gangguan. Sehingga perlu adanya kesadaran diri sejak dini untuk selalu menjaga kesehatan jantung, apalagi di era zaman sekarang yang semua serba instan, semuanya memang serba lebih mudah, namun secara tidak langsung memberikan dampak malas terhadap diri kita sendiri.

Meskipun penyakit jantung lebih sering di alami oleh orang tua yang berusia di atas 60 tahun, namun, anak-anak muda yang berusia 20 tahun juga perlu mewaspadai penyakit jantung. Penyakit jantung di usia muda bisa terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang tidak baik, dan kurang berolahraga. Untuk itu Berikut ini 5 tips menjaga kesehatan jantung sejak Usia Muda

1. Tidur yang cukup
Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk beristirahat, pastikan waktu tidur selama 7-8 jam perhari.

2. Berhenti merokok
Dikutip dari hallosehat.com Rokok mengandung bahan kimia yang bisa mendorong pembentukan plak pada pembuluh arteri di jantung, plak ini bisa menumpuk seiring waktu dan menyumbat aliran darah hal tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung nantinya.

3. Perbanyak makan sayur dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral untuk tubuh. Nutrisi dari buah dan sayur juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung.

4. Olahraga rutin
Olahraga dapat menyehatkan tubuh secara menyeluruh, mengendalikan berat badan, dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

5. Hindari duduk terlalu lama
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan pengumpulan darah yang bisa memperburuk sirkulasi darah pada tubuh, untuk itu hindarilah duduk terlalu lama agar tidak menyebabkan pengumpulan darah.

Nah SiGMAnia itulah tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan jantung di usia muda, karena di usia muda ini tubuh kita sangat sensitif terhadap segala hal, jadi jaga dan sayangilah setiap bagian tubuh kita.

Penulis: Mg_Anjar
Editor: Dewi

Cerita Hari Ini

0

Perputaran bumi mengelilingi matahari dan bulan menari membelai bumi, melahirkan hari yang terus berganti.

Matahari menyayat hati, seketika darahku terhenti saat senyum di pojok garasi diam-diam menguasai pandangan.

Sebelum kicau berderai dan ribuan rumput bercerai-berai, asmara terkalibrasi, hingga bias ku jadi lagu.

Penulis: Mg_Dhuyuf

Editor: Zahra