Beranda blog Halaman 138

Untukmu yang bertahta dihatinya

0

Karya: Silmi Kaffah

Daku pernah didera rindu akannya
Membuat aksa tak bisa terpejam sedetikpun
Membuat malam semakin menyiksa
Namanya bergema dalam rongga telinga
Wajahnya menari-nari di pelupuk mata
Seolah tak rela sekejappun hilang dari lelap ku

Pernahkah kau merasakan hal sama?
Mungkin kau tak pernah tahu akan daku yang juga menyimpan rasa
namun daku tahu kau lah yang bertahta direlung hatinya
Kau tak perlu waspada curiga
Daku akan pergi, dia bukanlah untukku

Biarlah bunga bunga rindu yang hadir selalu menjadi milikmu
Biarlah bahagia yang dia punya selalu terbagi untukmu
Walau tak bisa kupungkiri daku terluka
Cukuplah daku merasakan rindu yang menyesakkan dada

Daku tidak menyesal telah mengenalnya
Daku bahagia walau jatuh dan terluka
Untukmu yang bertahta dihatinya
Kutitip kan dia untuk mu
Jaga dia untuk daku
Seperti daku menjaganya dalam tiap sujud terakhir ku

Bus UIN SMH Banten Terbengkalai, Begini Penjelasan Kepala Subbagian RTBMN

0

Serang, lpmsigma.com | Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten memiliki berbagai macam sarana dan prasana. Salah satunya adalah kendaraan bus yang terlihat di halaman depan parkiran kampus nampak terbengkalai dan tidak terpakai.

Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Barang Milik Negara (RTBMN) Teguh Santoso mengatakan,  saat ini kampus memiliki dua bus yang berwarna jingga dan hijau. Bus yang masih terpakai hanya satu, yaitu bus berwarna jingga. Karena bus ini baru saja di hibahkan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) diakhir tahun 2019.

“Bus hijau yang terlihat di parkiran Fakultas Dakwah itu sudah tidak layak digunakan, karena bus tersebut sudah beroperasi kurang lebih selama 10 tahun dan selama dua tahun belakangan ini bus tersebut tidak pernah digunakan lagi di karenakan terdapat kerusakan mesin,” ujar Teguh, Senin (16/11).

Untuk mendapatkan bus ini, lanjut Teguh, pihak kampus memerlukan proses yang cukup lama, mulai dari menunggu surat edaran dari pimpinan Kementerian Perhubungan mengenai izin operasi bus sampai serah terima bus tersebut dengan pihak kampus UIN SMH Banten. Dalam penggunaannya, bus ini diperuntukan untuk kegiatan mahasiswa seperti perlombaan yang mewakili kampus.

“Bus ini untuk kegiatan mahasiswa. Tidak sembarangan memberi izin kepada mahasiswa. Kegiatannya harus jelas baru bisa diizinkan oleh pembina. Kampus hanya menyediakan bus dengan supirnya, untuk biaya tol dan bensin ditanggung mahasiswa dan terkait penggunaannya bus ini ada syarat-syarat tertentu yang harus di penuhi. Kalo persyaratan minjam ajukan saja kepimpinan. Seperti rektorat, dan sekretaris jurasan. Kemana dan berapa jumlah orangnya. Jika faktanya berbeda maka akan dibatalkan peminjaman,” lanjutnya. 

Salah satu mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Abroh Nurul Fikri, menanggapi terkait keberadaan bus yang dimiliki kampus yang selama ini tidak pernah dipakai. Ia menuturkan bahwa bus ini tidak terpakai hanya untuk menjadi pajangan saja. Selain itu, Abroh pun menyayangkan fasilitas yang disediakan hanya dijadikan pajangan.

“Selama saya kuliah disini, saya tidak pernah melihat langsung bus kampus beroperasi. Saya juga bertanya tanya bis ini dipergunakan untuk apa. Apakah hanya digunakan untuk pajangan atau hanya dijadikan icon kampus saja,” tutur Abroh. [Mg. Alfina-Anissa/Dani/SiGMA]

Ketar-ketir Kinerja SEMA-U

0

Hampir genap satu tahun, Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten dilantik. Namun, hingga saat ini di penghujung masa jabatannya SEMA-U belum menampakan hilal kinerja konkretnya.
Hal tersebut terlihat dari mangkraknya program wajib SEMA-U.

Sangat sederhana jika kita ingin melihat kemangkrakan kinerja tersebut, cukup menilik kembali UU KBM Tahun 2018 Pasal 15 ayat 1 yang menyebutkan, sepatutnya SEMA-U melaksanakan sidang umum pertama di masa awal periode jabatan serta membahas ihwal RUU KBM.
Namun, hingga saat ini, di detik-detik akhir periode jabatannya SEMA-U baru akan membuka pembahasan Rancangan Undang-undang Keluarga Besar Mahasiswa (RUU KBM).


Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Djendral Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE), Dede Ruslan Al-Baddar menilai, hal tersebut sebagai konfirmasi bahwa buruknya kinerja dan pemahaman pejabat SEMA-U terhadap tugas pokok dan fungsinya.

“Hal tersebut merupakan konfirmasi bahwa kinerja SEMA-U sangat buruk. Mereka tidak paham dengan tupoksinya. Senat Mahasiswa Universitas merupakan titik vital untuk mengontrol kinerja organisasi dan regulasi-regulasi yang sudah di bentuk diawal” ujarnya.

Menilik sebulan lalu, SEMA Fakultas Syariah baru selesai merampungkan dan mengesahkan Peraturan Fakultasnya. Tentu keprogresan tersebut harus kita apresiasi, karena sudah satu langkah lebih progres dari kinerja SEMA-U. Namun, seharusnya inisiator dalam pembuatan peraturan ada pada tataran SEMA-U melalui UU KBM yang sudah disahkan sejak awal periode. baru setelah itu, membuat turunan-turunannya di Peraturan Fakultas.


Senada dengan Ruslan, Koordinator Umum FSOE UIN SMH Banten, Muhammad Soleh juga menilai, hal tersebut sebagai sebuah keanehan dalam lembaga legislatif tertinggi dalam tataran universitas, karena UU KBM seharusnya menjadi prioritas utama pembahasan. Selain itu, menurut Soleh, biasa akrab disapa, ketar-ketir kinerja SEMA-U makin kentara saat di tataran SEMA Fakultas lebih awal merilis Peraturan Fakultas (PERFAK), sebelum adanya pembahasan UU KBM yang seharusnya menjadi acuan bagi seluruh regulasi, baik ditingkat fakultas maupun jurusan.


”Aneh, UU KBM belum di bentuk tapi Peraturan Fakultas (PERFAK) sudah dibentuk, implikasinya jika Peraturan Fakultas sudah dibentuk dan RUU KBM baru mau dibentuk akan ada perubahan kembali dalam Peraturan Fakultas, sehingga hanya akan menyisakan kinerja-kinerja yang mubazir” tutur Sholeh.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Senat Mahasiswa Universitas, Royal Darmawan menyampaikan penyesalannya terkait ketidakpastiannya dalam perancangan UU KBM di tahun ini. “Terkait keterlambatan pembahasan RUU KBM ini sebenarnya alasan klasik sih, pada saat itu saya sedang semangatnya ingin mengadakan tapi terhambat oleh covid ini. ini sih pure sepenuhnya kekhilafan saya pribadi saya meminta maaf atas keterlambatan pembahasan RUU KBM” ujar Royal, di Aula Sadzeli Hasan.
Jika pandemi menjadi alasan SEMA-U tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik itu konfirmasi ketidakmampuan pemimpin dalam menjalankan dinamika organisasi sesuai perkembangan jaman.

Hakikatnya SEMA-U harus siap menghadapi tantangan-tantangan tersebut apapun caranya, seyogyanya tuhan memfasilitasi manusia dengan akal agar bisa digunakan semaksimal mungkin.
Harus ada penilaian tersendiri dari seluruh mahasiswa, bahwa SEMA-U detik ini seperti ada dan tiada.

Hal ini mirip seperti kondisi setahun silam, saat tataran eksekutif dan legislatif universitas mengalami kekosongan kepemimpinan. Semoga di tahun depan tampuk kekuasaan SEMA-U tidak hanya sebatas dijadikan sebagai tempat untuk eksistensi mahasiswa. Tapi di jadikan sebagai wadah mahasiswa untuk belajar dan berkarya dalam mengatur miniature govermant.

[Dani/Gunawan/SiGMA]

PUM UIN Banten Terancam Batal Digelar di Akhir Tahun 2020

0
news

Serang, lpmsigma.com | Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Royal Dermawan mengungkapkan, pelaksanaan Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) yang direncanakan pada akhir tahun ini kemungkinan akan diundur menjadi tahun depan 2021, pasalnya situasi dan kondisi pandemi yang belum cukup membaik.

“Jika kondisi masih covid-19 seperti ini kemungkinan akan diundur hingga kondisi stabil,” ujar Royal Dermawan saat dihubungi kru magang SiGMA, Kamis (12/11).

Pihaknya juga memastikan bahwa teknik pelaksanaan PUM akan dilaksanakan secara luar jaringan (luring).

“Kita akan tetap melaksanakan PUM secara luring, karena jika dilaksanakan secara daring dikhawatirkan menimbulkan dugaan-dugaan atau kecurangan dalam penghitungan suara, tentunya kami ingin pum tahun ini tidak rusuh seperti pada tahun 2018,” Jelas Royal.

Ia juga menerangkan, pelaksanaan PUM yang biasa digelar pada akhir tahun ini masih belum diputuskan, dan kepanitiaan belum juga dibentuk karena belum dimusyawarahkan oleh bagian internal SEMA. Namun, kebijakan tersebut akan berubah sesuai dengan kondisi yang ada.

“Untuk sekarang Paniti Komisi Pemilihan Umum (PKPU) belum terbentuk karena belum dimusyawarahkan dengan bagian internal SEMA,” ujarnya.

Ia juga mengaku belum menetapkan terkait jumlah anggaran yang akan dikeluarkan pada PUM tahun ini. karena harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak Rektorat terkait hal tersebut.

“Tadi saya sudah ke ruangan Pak Ade Supratman selaku Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Kebetulan beliau sedang tidak ada, sehabis dzuhurnya saya ada kegiatan, jadi belum bisa menemui beliau,” jelasnya. [Mg.Alvin/Shifa.M/SiGMA].

Kendala Dalam Pembelajaran Online

0
artikel

Awal tahun 2020 silam, sistem pembelajaran di Indonesia mengalami perubahan akibat dampak dari Pandemi yang ditimbulkan oleh Virus Corona Disease 19 (Covid-19) yang kian menghawtirkan penularanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan menutup sementara sekolah dan Perguruan Tinggi. Selain itu, pemerintah juga melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah sistem pembelajaran, yang semula dari sistem tatap muka menjadi sistem pembelajaran online.

Namun, dalam sistem pembelajaran baru ini dibutuhkan adaptasi bagi pengajar dan juga peserta didik untuk terbiasa menggunakan metode tersebut.

Ada sebagian peserta didik mengeluhkan beberapa kendala dalam pembelajaran online. Seperti, kendala dalam jaringan dan kuota internet serta dirasa kurang efektif dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang seharusnya bisa di maksimalkan prosesnya.


Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Tim Litbang SiGMA kepada Mahasiswa UIN Banten, mengenai keefektifan pembelajaran kuliah daring, sebanyak 96% atau sejumlah 98 orang dari 100 mahasiswa yang di survei mengaku merasa tidak efektif saat mengikuti pembelajaran secara daring.


Berikut, beberapa kendala yang acap kali dikeluhkan oleh pelajar selama proses pembelajaran online:


Pertama, masalah akses jaringan dan sinyal yang tidak merata di setiap wilayah Indonesia menyebabkan pelajar kesulitan mendapatkan akses jaringan yang lancar. Sehingga, proses dalam kegiatan belajar mengajar online pun terhambat. Akibatnya, banyak mahasiswa yang mengeluh saat belajar di era pandemi ini. Misalnya, saat sedang kuliah via zoom meeting atau google Meet terkadang mahasiswa sulit mengakses.

Kedua, terlalu sering menatap layar laptop dan gadged juga bisa berdampak pada kesehatan mata. Di era digital seperti sekarang ini kita terpaksa untuk betah berlama-lama menatap layar hand phone atau laptop, karena memang hal tersebut implikasi dari pandemi yang menyebabkan segala aktivitas dialihkan ke sistem digital. Apalagi bagi mahasiswa yang sedang aktif kuliah, mereka terpaksa melihat hand phone atau laptop untuk mengikuti pelajaran setiap harinya. Akibat terlalu lama melihat layar gadged atau laptop, akan menyebabbkan penyakit mata yang disebut Penyakit Mata Digital (compter vision syndrome). Dampak dari penyakit ini menyebabkan mata lelah, sakit kepala, mual dan mata kering.

Ketiga, pelajar merasa kesulitan dalam memahami materi yang dijelasankan oleh pengajar. Banyak pelajar terkendala dalam mencerna materi yang disampaikan pengajar, akibat dari tidak adanya penjelasan yang lebih detail. Memang tidak semua pengajar seperti itu, tapi ada pengajar yang terkadang hanya memberikan materi saja tanpa memberi penjelasan yang lebih komprehensif, hal tersebut berhasil membuat sebagian pelajar kebingungan untuk memahami materi.

Dan yang terakhir, kurangnya kedisiplinan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut menjadi lumrah ketika ada pelajar atau bahkan pengajar terlambat mengikuti saat pembelajaran online. Bagi pelajar hal tersebut menjadi masalah tersendiri, karena akan mempengaruhi kepada pemahaman atas materi yang sedang disampaikan.

Dari kasus yang ditemukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem daring ini memilki dampak yang cukup berpengaruh bagi pelajar. Kita sebagai pelajar yang tetap menginginkan belajar secara nyaman dan kondusif harus bisa menggunakan gadged ataupun laptop, serta mengatur waktu dimana harusnya bisa belajar secara efektif. [ Mg.Alfian/Dani/SiGMA]

Bahaya Terlalu Sering Begadang

0
HEALTH AND LIFESTYLE

Pentingnya tidur tepat waktu sangat berpengaruh terhadap kesehatan loh sigmania! Salah satunya bisa mempengaruhi suasana hati (mood), bahkan bisa menambah berat badan. Banyak orang yang melakukan begadang beralasan karena susah tidur , mengejar deadline pekerjaan atau tugas maupun terlalu asyik bermain gadget.
Padahal otak dan tubuh manusia butuh istirahat yang cukup, setelah melakukan pekerjaan seharian. Karena selain menyebabkan rasa kantuk di pagi hari, begadang juga bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.
Dr. Hady Suhenri menjelaskan begadang merupakan kegiatan yang dilakukan orang atau kelompok pada malam hari. Kegiatan tersebut memaksa dari bagian panca indera untuk tetap bekerja, yang dimana harusnya beristirahat. Maka bahayanya tubuh lelah dan mudah diserang berbagai penyakit.
Berikut dampak negatif bagi kesehatan yang ditimbulkan dari begadang :

  1. Menurunkan Kemampuan Berpikir
    Jika dibiasakan, begadang bisa mengurangi kemampuan konsentrasi, memecahkan masalah, kemampuan memperhatikan sesuatu, serta tingkat kewaspadaan. Hal ini tentu bisa menurunkan kemampuan berpikir, termasuk kemampuan dalam mengingat dan belajar secara efisien. (dilansir dari halodoc.com)
  2. Kardiovaskuler
    dikutip dari ciputrauceo.net. Jaringan kardiovaskuler adalah jaringan pembuluh darah. Sistem kardiovaskular atau biasa disebut sistem peredaran darah adalah sistem tubuh dimana organ berfungsi mentransformasi zat ke sel dan dari sel ke zat. Jaringan ini adalah yang terbuka dan tertutup. Namun kebanyakan, hal ini dipengaruhi oleh organ jantung. Kebiasaan begadang akan mempengaruhi kerja dan pacu jantung. Sehingga rentang juga akan menyerang sistem kerja organ tubuh jaringan kardiovaskuler atau jaringan pembuluh darah pada jantung.
    Berikut adalah kutipan yang dilansir dari merdeka.com
  3. Kulit Tampak Lebih Tua
    Bahaya begadang yang kedua yaitu mampu membuat kulit terlihat lebih tua. Hal ini bisa cukup dirasakan pada kulit kalian. Kondisi ini karena begadang mampu merangsang tubuh untuk melepaskan hormon kortisol. Di mana hormon ini bisa menyebabkan kalian mengalami stres.
    Hormon kortisol ini ternyata juga bisa memecah kolagen pada kulit. Sehingga membuatnya bekerja tidak maksimal dalam menghaluskan serta menjadikan kulit lebih elastis. Begadang juga nantinya akan menyebabkan mata bengkak, muncul garis-garis halus pada wajah dan area mata serta menjadikan kulit tampak kusam ataupun pucat.
    Berikut adalah kutipan yang dilansir dari gooddoctor.com
    Meningkatkan risiko penyakit diabetes
    Kebiasaan begadang juga dapat berisiko terkena penyakit diabetes. Begadang mengakibatkan penurunan insulin yang dilepaskan tubuh setelah makan. Padahal insulin yang cukup penting untuk membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
    Bukan hanya itu, begadang juga menurunkan toleransi tubuh terhadap glukosa sehingga tubuh berisiko mengalami resistensi insulin. Kondisi inilah yang menyebabkan diabetes serta obesitas.
    Berikut adalah tips untuk menghindari begadang yang dilansir dari sumber vivahealth.co.id :
    Pertama, konsisten melaksanakan jadwal tidur, mencoba untuk pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan dan libur bertujuan untuk membiasakan tubuh memiliki siklus tidur yang baik.
    Kedua, membuat suasana kamar tenang, mematikan lampu kamar dan menjaga ketenangan kamar dapat memberikan ketenangan pada pikiran sehingga dapat membuat tubuh lebih mudah untuk istirahat.
    Ketiga, memiliki jadwal untuk berolahraga aktifitas fisik seperti berolahraga yang teratur dapat membantu untuk tidur lebih cepat dan berkualitas.
    Keempat, mengurangi konsumsi alkohol dan kaffein dapat menyebabkan sulit untuk tidur, terutama ketika akan tidur.
    Kelima, melakukan kegiatan yang dapat membantu menenangkan pikiran, dapat dilakukan sebelum tidur. Pikiran yang tenang dapat membantu untuk lekas tidur. [Mg. Alya/Sugandi/SiGMA].

Arti Pahlawan masa kini di mata milenial

0
OPINI

Pahlawan bukan hanya yang ikut berperang di medan tempur untuk membela kebenaran, tapi pahalawan adalah lebih dari itu. Lebih dari sekedar ikut berperang. Makna pahlawan sebenarnya sangat luas, dan seiring waktu selalu berubah-ubah.

Dengan perkembangan zaman yang ada, makna pahlawan dapat diartikan sebagai manusia yang memberikan dampak positif bagi orang lain. Pahlawan di masa sekarang tidak harus bersertifikat, dan tidak harus juga ikut medan perang, bisa dimulai dari diri sendiri seperti membantu meringankan beban orang tua, dan membantu masyarakat banyak serta dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Semakin banyak yang dihadapi oleh kaum milenial, maka artian dari pahlawan itu semakin luas, menurut sejarawan Bondan Kanumoyoso menuturkan, generasi sekarang itu cakupan permasalahan yang mereka hadapi jauh lebih luas. Permasalahan itu sudah melingkupi hampir semua aspek kehidupan, tadi kita dengar ada macam-macam hal yang dibicarakan, mulai dari isu tenaga kerja, sampai masalah lingkungan hidup. Hampir semua hal yang ada dalam kehidupan ini memiliki permasalahannya masing-masing dan menuntut adanya satu tindakan ataupun satu perbuatan untuk memperbaiki dampak-dampak negatif dari semua itu, dan itu kira-kira yang disebut sebagai pahlawan, kata Bondan.

Selain mampu menyelesaikan suatu permasalahan, menurut Mantan Ketua MPR Amien Rais mengungkapkan, pahlawan harus mempunyai tiga sifat kepahlawanan yaitu berani, jujur, dan pantang menyerah. Pertama Berani, seorang yang berani dalam menyampaikan pendapat, berani dalam mengambil keputusan serta mau bertanggung jawab atas keputusan itu, termasuk dalam salah satu sifat seorang pahlawan. Selanjutnya Jujur, seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang memiliki sifat ini. Jujur dalam berbicara, setiap perkataanya bisa di percaya dan dapat dibuktikan kebenarannya. Kemudian pantang menyerah, setiap pahlawan harus selalu berusaha, dan berjuang dalam kondisi apapun, layaknya Nabi Muhammad SAW yang pantang menyerah dalam menyebarkan syiar Islam

Diri sendiri adalah pahlawan

Setiap hari kita adalah pahlawan di hidup kita atau tidak dengan sengaja pahlawan di kehidupan orang lain. Kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri, orang lain tidak bertanggung jawab atas kehidupan kita. Menurut Adam Kurniadi Lukman dalam artikelnya yang berjudul Pahlawan Masa Kini: Pahlawan Bagi Diri Sendiri, menjelaskan, perlu diingat bahwa sebelum kita mampu untuk “menyelamatkan orang lain”, kita juga harus mampu untuk “menyelamatkan diri kita sendiri.”

Menyelamatkan diri sendiri disini dapat juga diartikan sebagai bentuk tanggung jawab pada diri sendiri. Di kehidupan yang serba individualis ini, menyelamatkan diri sendiri sangat penting, karena tidak akan ada yang selalu menyelamatkan kita selain diri sendiri. Mungkin ada beberapa orang yang akan menjadi pahlawan di hidup kita, namun tidak selamanya orang itu ada untuk kita.

Contoh dari menyelamatkan diri sendiri adalah dengan jangan memaksakan diri, tapi tetap harus berusaha. Jangan memaksa diri disini adalah kita harus mengetahui batas kemampuan kita. Jika kita tidak bisa melakukan sesuatu maka katakana tidak bisa, atau mintalah bantuan, jangan memaksakan semuanya sendiri. Begitu pula dalam hal menjadi pahlawan di hidup orang lain. Jika kita tidak bisa membantunya maka katakan tidak bisa.

Namun perlu diingat lagi membantu adalah hal yang mulia. Bantu lah jika kita bisa membantunya, karena sekecil apapun bantuan itu mungkin akan sangat berharga bagi orang lain, dan jangan memaksakan diri jika kita tidak bisa membantu.

Banyak hal-hal yang menurut kita sederhana mungkin saja bisa membantu orang lain. Seperti membawa minum saat teman kita tersedak, itu adalah contoh hal kecil untuk membantu orang lain. Menjadi pahlawan untuk diri sendiri bukan lah perkara yang egois, itu adalah prihal menyelamatkan diri sendiri, dan menjadi pahlawan untuk diri sendiri. [Mg.Shovi/Dani/SiGMA].

Meneladani Rasulullah Sebagai Pahlawan Umat Manusia

0
KHAZANNAH

Banyak sekali nama pahlawan yang berjejer dalam ingatan. Namun pernahkah kita berpikir, bahwa ada seseorang yang luar biasa menjadi pahlawan bagi seluruh manusia khususnya umat Islam? Iya, dialah Muhammad Rasulullah SAW.
Apa jadinya jika Allah SWT tidak mendatangkan Rasulullah ke dunia, mungkin dunia ini tetap dalam masa kegelapan yang buta akan pengetahuan. karena beliau lah kini dapat membawa umat manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang seperti saat ini. Beliau tidak hanya jujur dalam berperilaku tapi dalam perkataan pun dapat dipercaya, serta mencerminkan sosok yang mandiri dan tidak mudah menyerah, sifat-sifat tersebut sangat sulit ditemui, pada diri anak muda di zaman sekarang.
Di masa muda Rasulullah, beliau tidak pernah membuang-buang waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak penting seperti, berghibah atau membicarakan orang lain, tapi dimasa mudanya beliau dihabiskan dengan hal yang positif, seperti bermuamalat atau berbisnis. Dalam berbisnis, Rasulullah selalu menunjukan rasa penuh tanggung jawab dan kejujuran, yang dijadikan sebagai etika dasar dalam bermuamalat, sehingga beliau dijuluki Al-Amin oleh bangsa Arab pada masanya.
Peranan Rasulullah terhadap umat manusia
Salah satu tokoh agama di Kota Tangerang, Ahmad Ihsan menuturkan, mengenai peranan Rasulullah terhadap perkembangan Islam, yang memiliki beberapa peranan penting dalam perkembangan Islam dari zaman dahulu hingga sekarang yang patut kita teladani dan ikuti. Rasulullah berperan penting terhadap perkembangan Islam, peranannya seperti Al-Bayan diterangkan dalam surat An-nahl ayat 64 dimana dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada rasul untuk menjelaskan kepada seluruh umat manusia dalam meluruskan apa yang mereka perselisihkan berupa urusan tauhid, kebangkitan, dan syariat Islam. Yang kedua adalah uswatun hasanah, diterangkan dalam surat Al-ahzab ayat 21 bahwa Rasulullah adalah suri tauladan yang baik bagi kita untuk mengharapkan rahmat Allah.Yang ketiga legislator terhadap perkembangan Islam pada masa itu, yang terakhir Mutho’an atau yang wajib diikuti, Allah SWT berfirman dalam surat An-nisa ayat 64 yang dijelaskan bahwa Allah SWT mengutus seorang rasul melainkan untuk dipatuhi perintahnya dengan kehendak dan ketetapan-ketetapan Allah.
Peranan Rasulullah memiliki peran penting untuk peradaban manusia. Yang pertama Al-Bayan sebagai penjelas apa yang manusia perselisihkan seperti urusan tauhid, kebangkitan dan hukum-hukum syariat. Kedua, Uswatun Hasanah sebagai suri tauladan yang baik untuk kita yang harus kita ikuti. Yang ketiga adalah, legislator yang bijak dan adil terhadap menyelesaikan suatu perkara. Dan yang terakhir, Mutho’an, sebagai acuan kita untuk mengikuti perintah atas kehendak Allah SWT.
Islam juga membawa manusia pada kesetaraan hak dan kewajiban, saat banyak sekali pertentangan dan konflik yang mengatas namakan kesukuan, karena Islam yang dibawa Rasulullah Saw, wanita bisa mulia. Memiliki hak dan kewajiban setara di hadapan Allah.
Menjadi penegas antara hak dan bathil, kehadiran Islam terbukti membawa kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 13 abad dalam kekuasaan Islam membawa pengaruh besar bagi peradaban manusia. Saat ilmuwan dengan penemuannya lahir. Para Ulama hadir dengan karya yang hingga saat ini menjadi rujukan umat.
Kepahlawanan bukan semata-mata tentang konflik, perang, dan pertentangan. Kepahlawanan adalah tentang bagaimana memberi keteladanan di tengah-tengah lingkungan yang miskin keteladanan. Kepahlawanan adalah tentang keberanian yang berbeda dari yang lain dengan keyakinan bahwa sikap yang memang pantas untuk diperjuangkan, seperti sikap keteladanan Rasulullah dalam memperjuangkan kemaslahatan umat manusia dan juga para umat islam, yang sangat pantas kita apresiasi dan teladani.
Jelas sudah keberadaan Rasulullah SAW sebagai pahlawan sejati, yang patut kita contoh, sebagai suri tauladan yang baik, melihat perjuangannya dalam berdakwah, berhasil membawa manusia menuju kemerdekaan hakiki. [Mg.Nadia/Dani/SiGMA]

SUARA-SUARA DITELINGA KARABAONG

0
KHAZANAH

Oleh : Nanda Fauzan

merayap di sela dinding telinga Karabaong, seturut pengakuan Mantri Sarip, tak lain sepasang serangga mungil yang tiap tepi sayapnya menguarkan kilau keemasan. Ketika ujung senter mengarah ke daun telinga, cahaya yang memancar dari tabung kacanya kalah sorot, dan itu membuat kerja Pak Mantri Kesehatan ini menjadi silang-selimpat; pandangannya berkunang-kunang sebab kesilauan.
Karabaong meraung setiap beberapa detik sekali, suaranya saling jejal dengan aroma obat-obatan dan bekas guyuran karbol yang masih mengilap di permukaan lantai. Mula-mula memang ia sesumbar bahwa telinga bukan sesuatu yang penting, dan kehilangan pendengaran tak lebih ngeri ketimbang kehilangan kucing peliharaan atau kehilangan satu judul buku yang ia benci atau kehilangan kaus kaki bermotif papan catur yang ia terima dari mantan kekasihnya lima tahun lalu. Karabaong hemat dalam urusan bercakap-cakap, dan ia pikir bukan malapetaka serius seandainya telinganya dipensiunkan lebih dini.
Adapun alasan kini ia terbaring di atas permukaan ranjang di tengah ruang kerja Mantri Sarip, tak lain suara yang saling sambut di kepala. Tak ada gambaran persis yang bisa menerangkan derita semacam itu, tetapi jika kau pernah berdiri penuh konsentrasi di tengah pasar yang riuh dijejali manusia, kau akan sedikit mengerti. Karabaong terlalu naif. Atau lupa, barangkali, ia memang bisa menerima kehilangan, namun tidak dengan siksa kejinya. Ia mungkin bisa terbiasa, tetapi jelas tak segegas itu.
“Seperti sekumpulan hewan kerdil yang menari-nari, Pak.” Demikian Karabaong menjelaskan tatkala ditanya keluhan pertama kali, ia berusaha merahasiakan kehadiran suara-suara sebab bagaimanapun itu terdengar konyol.
“Apakah sebelum ini kau berupaya menanganinya sendiri. Maksudku, mengorek-ngorek dengan alat tertentu?”
“Ya. Agaknya tubuh serangga ini semakin menjorok ke dalam, dan nyaman bersarang di sana.”
Mantri Sarip tegak berdiri di tepian ranjang, mengucek kedua matanya dengan gerak konstan, lalu meminta izin ke ruang sebelah demi mencari sebotol minyak zaitun. Ia juga meminta Karabaong untuk memiringkan kepalanya dan sedikit bersabar. Si pesakitan hanya menganggukkan kepalanya sebanyak dua kali, untuk kemudian meraung dan mengumpat sebanyak yang ia mampu.
“Tidak akan lama,” tegas Mantri Sarip sembari membalikkan tubuh. “Serangga itu akan semakin menggila jika kau tak bisa diam barang sejenak.”
*
Suara itu terdengar akrab, lembut, dan kekanak-kanakan. Persis gaya turut Karabaong semasa boca sebelum pita suaranya mengenal asap rokok, sebelum laring berubah posisi karena pubertas yang menjadikannya sengau. Sesekali, suara itu terdengar lincah dan ringan seperti milik Ibunya. Tak jarang pula seperti suara orang-orang yang semakin hari semakin ia lupakan; barangkali suara kawan kecilnya, atau suara guru mengaji di langgar dulu. Yang lebih penting dari fakta itu adalah, suara tersebut mewartakan pertanyaan yang lekas jadi ancaman.
Pukul satu dini hari, ketika Karabaong merasakan sesuatu merasuk di dinding telinganya untuk pertama kali, suara itu berbisik pelan dan riang, “Tidakkah kau mengubur mayatnya dengan layak?”Karabaong tak risau. Ia tambahkan daya tiup kipas reot menuju angka tertinggi untuk mengusir rasa gerah. Dan yang terjadi beberapa menit kemudian ialah hadirnya kilatan listrik dari stop kontak, lalu ledakan kecil menyusul tak lama.
Karabaong berusaha tenang. Ia duduk dan mengguncangkan kepalanya beberapa kali dengan harapan makhluk yang baru saja merasuki telinganya terusir, tetapi usaha itu nihil sama sekali. Ia justru merasakan pening yang dahsyat, denyut telinganya seperti menjalar liar meremas-remas batok kepala. Bulir keringat bermunculan di kening dan ujung hidung, ia tak acuh dan membiarkan seluruhnya menggumpal-gumpal. Karabaong menggoyang pelan bungkus rokok untuk mendeteksi keberadaan jumlah batang di dalamnya.
“Tidakkah kau mengubur jasadnya dengan layak?” suara itu datang kembali.
Karabaong sedikit cemas, ia teringat pada perempuan itu. Sebentar kemudian ia selipkan sebatang rokok di sela bibir, lalu memantik geretan. Dengan keajaiban yang muskil dijelaskan, api menyambar dan menjilati separuh bulu alisnya. Karabaong mengumpat sekali lagi, tetapi hanya dalam hati.
Malam kian larut, angin berembus menghantam benda-benda yang mampu ia jangkau, sementara Karabaong belum juga sanggup memicingkan mata. Suara-suara itu kian asyik-khusyuk mengusik si empunya pendengaran. Semakin sunyi malam, ruang di telinganya semakin pejal—gaungnya bak deru ombak menghantam tebing terjal. Riuh tanpa jeda. Sampai-sampai ia tak lagi mampu memahami, dan bahkan mengenali, maksud dari suara-suara tersebut. Segalanya saling baur, segalanya menjadi kabur.
Karabaong melewati malam dengan mata yang meralip. Direbahkannya punggung di atas dipan berkayu jati beralas gombal, sementara lengannya terus mengapit dua sisi kepala dengan bantal busa begitu kencang. Sesekali ia mengangkat tubuhnya dari pembaringan untuk sekadar mencecap teh manis bekas tadi malam, yang isinya hampir menyentuh dasar gelas.
Saat kokok ayam pertama berkesiur merobek udara, Karabaong langsung menyambar jaket suede dan topi favoritnya, lalu melenggang menyusuri jalan Desa. Di titian jembatan, ia melongok arus deras yang dua hari lalu menghanyutkan jasad seorang perempuan di dalam karung.
*
Ia memanggil-manggil nama Mantri Sarip, tetapi yang bersangkutan masih meraba-raba almari tempat tumpukan obatnya di ruang seberang. Karabaong tak lagi kuasa dengan bunyi-bunyi yang kian tak teratur. Ia berniat meluluhlantakkan sumber suara itu secepat mungkin, dengan sedikit tenaga yang masih tersisa di tubuhnya. Ia bangkit dan menyambar gunting bedah yang tergeletak sembarang. Ia menimbang-nimbang dengan kerut muka mensyaratkan keraguan. Tetapi, suara itu seolah tak bisa diajak berkompromi, ia bahkan tak merasa gentar dengan ancaman.
Di ruang seberang, tatkala Mantri Sarip berhasil berjumpa dengan minyak zaitun yang ternyata terselip di antara setumpuk parasetamol, jeritan pasiennya begitu nyaring sehingga membuat seekor nuri yang hinggap di atap langsung terbang menjauh, dan kucing-kucing di beranda rumah meringis ketakutan.
*
Jika bukan karena reputasiku di Desa, boleh jadi tiga orang polisi yang saat ini menggelandangku akan memberi perlakuan yang kurang menyenangkan. Sebab, bagaimanapun, satu mayat lelaki dengan tiga luka tusuk tergeletak di atas ranjang kerjaku adalah temuan keji yang menggemparkan. Mungkin aku akan didakwa sebagai pembunuh.
Seorang paling muda di antara mereka, yang beberapa hari lalu terkena influenza dan mengunjungiku bersama kekasihnya, membukakan pintu mobil dan menuntunku masuk. Ia lalu bertanya apa yang sebetulnya terjadi. Kutarik napas dalam-dalam, mencari duduk senyaman mungkin, dan mulai bercerita.
“Pagi sekali, seorang pemuda kurus dengan rambut kusut masai, datang dan mengeluhkan ada sepasang serangga dengan kilau keemasan di telinganya. Aku memeriksa dengan teliti, berkali-kali. Aku terawang tak ada suatu apa pun terselip di sana. Tidak seekor semut, tidak pula bengkakan radang.”
“Tetapi, ia merajuk dan tetap teguh pada pendiriannya bahwa keberadaan serangga itu betul-betul nyata. Ia membenturkan kepalanya berkali-kali ke tepian ranjang, menggigit pergelangan tangannya hingga lebam. Ia cemas dan gelisah, matanya merah redup. Kukira, bukan telinganya yang bermasalah.”
Aku menundukkan kepala, mengambil jeda pembicaraan, sekilas memperhatikan kedua lengan yang kini tak leluasa bergerak karena dirogol borgol. Tiga orang polisi itu hanya berdiam, seolah-olah mulut mereka memang diciptakan Tuhan untuk melulu bungkam.
“Aku memutuskan untuk menyetujui dugaannya bahwa seekor serangga dengan sayap berkilauan memang menari-nari di lubang telinganya, setidaknya agar ia merasa tenang. Aku beranjak menuju ruang samping, tempat aku menyimpan pelbagai obat-obatan, berusaha mengecoh. Terdengar beberapa kali raungan. Ketika aku datang kembali, tubuhnya telah bersimbah darah, dengan luka tusuk yang mengundang mual. Sebagaimana yang kalian saksikan.”
Dua polisi di bangku depan menyimak dengan saksama. Polisi muda di sampingku tak kalah antusias. Raung sirene membelah jalan Desa, laju roda mobil bergerak cepat tanpa hambatan berarti. Di lajur kiri kulihat pohon karet berjejer rapi, dua orang bocah mengayuh sepeda dengan gerak lambat di tepian. Sepintas lalu mereka terlihat terlibat dalam percakapan serius dan sengit, seolah keduanya musuh abadi.
“Kau ingin dengar satu lelucon, Pak Mantri?” Polisi dengan tampang paling sepuh memecah keheningan. “Pemuda itu yang menggila di tempatmu adalah orang yang tengah kami sasar atas tuduhan pembunuhan seorang gadis beberapa hari lalu. Dan, ya, mendengar pengakuanmu atas sikapnya yang aneh, aku kian teguh pada dugaan.”
Aku sedikit terkesima. Teringat raut putri sulungku, Selena, yang sudah terlambat beberapa hari pulang dari Kota. Tiba-tiba terdengar suara saling membisik, sesekali saling menimpali, bunyinya meninggalkan gaung di telinga kananku.

Syahrudin: Kegagalan Adalah Awal dari Kesuksesan

0

Serang, lpmsigma.com | Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Namun, Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya seperti yang dikatakan oleh Syahrudin, seorang anak dari keluarga sederhana yang mengaku gagal masuk di empat Perguruan Tinggi pada tahun 2016 silam.

“Kegagalan itu hal biasa dan semuanya akan merasakannya, saya pernah daftar di SBMPTN Universita Ageng Tirtayasa Banten , Politeknik Manufaktur Bandung, STAN Jakarta bahkan PCMB UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan itu gagal semua,” tuturnya

Tidak lolosnya seleksi dalam masuk Perguruan Tinggi tentu menimbulkan rasa sakit yang mendalam, bagi Syahrudin ini menjadi pembelajaran yang berharga. Ia memutuskan untuk masuk Pondok Pesantren Tahfidz Al–qur’an dan mempelajari banyak hal mengenai Khotmil Qur’an serta teknik mengaji lainnya.

“Rasa sakit hati dan putus asa yang sudah bersemayam dalam diri saya, Selama satu tahun hidup di pesantren dan mempelajari Al-qur’an serta teknik mengaji lainya, seketika rasa ingin kuliah lagi pun membara dan rasa percaya diri saya pun menggebu serta optimis akan diterima,” ujarnya Syahrudin.

Dari hal tersebut, ia mulai terpacu rasa semangatnya sehingga bertekad membuka keinginannya untuk berkuliah, hingga akhirnya mendaftarkan diri kembali di UIN SMH Banten
“Alhamdulillahnya saya diterima di UIN SMH Banten,” ujarnya

Melalui Al-quran, Mahasiswa Semester tujuh ini merasakan dampak positif dalam dirinya berkat mempelajari Al-quran. Salah satunya prestasi yang diraih lewat kemahiran melantunkan ayat-ayat suci Al-quran. Tidak hanya itu, ia juga merupakan seorang penyair yang tulisanya menjadi tulisan terbaik (a great writer) pada ajang lomba puisi Internasional yang diselenggarakan oleh pusat lomba seni.

“Alhamdulillah berkat Al-qur’an saya mendapatkan juara pertama Musabaqah Fahmil Qur’an pada MTQ Kabupaten Karawang tahun 2017 dan Kabupaten Lebak pada tahun 2019 serta menjadi Great Writer pada bulan Mei 2020 kemarin,” tuturnya

Mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah ini mengatakan bahwasanya dengan mengikuti berbagai lomba ia lebih di kenal dengan orang-orang yang luar biasa dan hebat  sehingga dipercayai menjadi Guru privat serta Guru Madrasah Aliyah (MA) disela-sela kesibukan menyusun skripsinya.

“Berawal dari Al-quran saya dikenal oleh orang-orang hebat dan menjalin pertemanan sehingga sekarang saya dipercaya untuk mengajar di sekolah maupun di privat dan semua ini berkat keberkahan Al-qur’an,” pungkasnya [Mg. Baidoi-Munawaroh/Esti/SiGMA]